Anda di halaman 1dari 11

Garam (BHA) tersusun dari komponen kation BH- yang berasal dari basa dan komponen anion A- yang

berasal dari asam. BHA(aq) BH+(aq)


Garam Kation

+ A(aq)
Anion

a. Jika kation BH+ berasal dari basa lemah, maka berarti kation BH+ tersebut merupakan asan konjugasi kuat. B(aq) + H2O(l) BH+ (aq) + OH (aq)
Basa Lemah KATION

Sebagai asam konjugasi kuat, kation BH+ dapat bereaksi dengan air sebagai berikut : BH+ (aq) + H2O(l)
KATION

B(aq) + H3O+ (aq)

Reaksi yang terjadi menyebabkan pelepasan ion H3O+ (H+) yang memberikan sifat asam pada larutan garam. b. Jika anion A- berasal dari asam lemah, maka berarti anion A- tersebut merupakan basa konjugasi kuat. HA(aq) + H2O(l) H+ (aq) + A (aq)
ANION

Anion

A-

yang relatif kuat dapat bereaksi dengan air sebagai berikut : HA(aq) + OH(aq)

A(aq) + H2O(l)
ANION

Reaksi yang terjadi menyebabkan pelepasan ion OH yang memberikan sifat basa pada larutan garam. Sifat larutan garam yang terhidrolisis dapat dikelompokan berdasarkan jenis asam dan pembentuknya, antara lain : Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat seperti NaCl tidak akan terhidrolisis. BHA(aq) BH+(aq) + A(aq)
KATION ANION

Hal ini karena kation BH+ dan anion A bersifat relatif lemah sehingga keduanya tidak dapat terhidrolisis. Akibatnya larutan garam bersifat netral (pH=7).

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah seperti NH4Cl akan terhidrolisis. BHA(aq)
Garam

BH+(aq)
KATION

A(aq)
ANION

Hal ini karena kation BH+ bersifat relatif kuat sehingga dapat bereaksi melepas ion H3O+ (H+). Akibatnya larutan garam bersifat netral (pH < 7). Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah seperti CH3COONa akan terhidrolisis. BHA(aq)
Garam

BH+(aq) +
KATION

A(aq)
ANION

Hal ini karena kation A bersifat relatif kuat sehingga dapat bereaksi melepas ion OH . Akibatnya larutan garam bersifat netral (pH > 7). Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat seperti NH4HC2O4 , NH4CH3COO dan NH4CN akan terhidrolisis. BHA(aq)
Garam

BH+(aq)
KATION

A(aq)
ANION

Hal ini karena kation BH+ dan anion A bersifat relatif kuat sehingga keduanya dapat bereaksi dengan air melepas ion H3O+ (H+) dan ion OH. Sifat asam basa dari larutan garam tergantung dari perbandingan konsentrasi ion H+ dan ion OH tersebut. Secara umum, hidrolisis garam dapat dikelompokan berdasarkan jenis asam dan basa pembentuknya sebagai berikut : a. Asam kuat + Basa Lemah Larutan garam bersifat asam (pH < 7) b. Asam lemah + Basa Kuat Larutan garam bersifat basa (pH > 7) c. Asam Lemah + Basa Lemah Larutan garam dapat bersifat asam (pH < 7), basa (pH > 7) atau netral (pH = 7).
a. Asam Kuat + Basa Lemah Larutan garam bersifat asam (pH < 7) b. Asam Lemah + Basa Kuat Larutan garam bersifat basa (pH > 7) c. Asam Lemah + Basa Lemah Larutan garam dapat bersifat asam (pH <

7), basa (pH > 7) atau netral (pH = 7)

B. Menentukan Secara umum, penentuan pH larutan garam akan dibahas berdasarkan jenis garam yang terhidrolisis, yakni : a. Garam dari asam kuat dan basa lemah b. Garam dari asam lemah dan basa kuat c. Garam dari asam lemah dan basa lemah Simak penjelasannya masing-masing berikut ini. 1) Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah Hidrolisis garam dari asam kuat dan basa lemah hanya melibatkan reaksi antara komponen kation BH+ yang relatif kuat yang berasal dari basa lemah, dengan air (H2O). BH+(aq) + H2O(l) B(aq) + H3O+(aq)
KATION

Oleh karena hidrolisis garam yang terjadi hanya melepas ion H3O+ atau H+, maka larutan garam akan bersifat asam (pH < 7). Besarnya kosentrasi ion H+ yang dilepas dapat dihitung menggunakan persamaan tetapan hidrolisis Kh.

Kh

B H+ BH+

Kosentrasi zat-zat pada kesetimbangan adalah sebagai berikut : BH+(aq) Awal Reaksi : [BH+]awal : x + H2O(l) B(aq) + H3O+(aq) +x x +x x

Setimbang : [BH+]awal x

Terlihat bahwa nilai [B] = [H+] yakni sebesar x. Dengan demikian persamaan di atas dapat dituliskan sebagai : [H+] =
h[BH+]

pH = log [H+]

Oleh karena nilai x jauh lebih kecil dibandingkan nilai [BH+]awal dalam perhitungan maka dapat diasumsikan [BH+]setimbang = [BH+]awal

Hubungan Kh dengan Kw dan Kb Nilai Kh dapat diperoleh nilai Kb basa lemah dan nilai Kw air Kesetimbangan air : 2H2O(l) H3O+(aq) + OH(aq) ; Kw = [H3O+][OH] Kesetimbangan basa lemah : B(aq) + H2O(l) BH+(aq) + OH(aq) ; Kb
BH+ B H-

Jika Kw dibagi dengan Kb maka akan diperoleh Kh :

K Kb

HH-

B H BH+

BH+

Kh

Kh

K Kb

Contoh Soal 1. Tuliskan hidrolisis yang terjadi pada larutan garam NH4Cl. Tentukan apakah garam NH4Cl bersifat asam, basa, atau netral. Jawab : Garam NH4Cl tersusun dari kationNH4+ dan anion Cl . NH4Cl(aq) NH4+(aq) + Cl(aq)
Garam Kation Anion

Kation NH4+ berasal dari basa lemah NH3 sehingga bersifat relatif kuat. Anion Cl berasal dari asam kuat HCl sehingga bersifat relatif lemah. Jadi, hanya kation NH4+ yang terhidrolisis : NH4+(aq) + H2O(l) NH3(aq) + H3O+(aq)
Kation

Pelepasan ion H3O+ (H+) menunjukan garam NH4Cl bersifat asam. 2. Tuliskan hidrolisis yang terjadi dari larutan garam CH3COONa. Tentukan apakah garam CH3COONa bersifat asam, basa atau netral. Jawab : Garam CH3COONa tersusun dari kation Na+ dan anion CH3COO. CH3COONa(aq) Na+(aq) + CH3COO(aq)
Garam Kation Anion

Kation Na+ berasal dari basa kuat NaOH sehingga bersifat relatif lemah. Anion CH3COO berasal dari asam lemah CH3COOH sehingga bersifat relatif kuat. Jadi hanya anion CH3COO yang terhidrolisis : CH3COO(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH(aq)
Anion

Pelepasan ion OH menunjukkan garam CH3COONa bersifat basa Contoh Soal 1. Hitung tetapan hidrolisis pada reaksi berikut : NH4Cl(aq) NH4+(aq) + Cl(aq)
Garam Kation Anion

Diketahui Kb NH3 = 1,8 x 105 mol/L. Jawab : Garam NH4Cl berasal dari basa lemah NH3 dan asam kuat HCl. Jadi Kh
K Kb
-

mol L mol L

mol L

2. Hitung pH dari larutan garam NH4Cl 0,2 M. Gunakan data Kh dari contoh soal di atas (contoh soal no 1). Jawab : Untuk 1,0 L terdapat 0,2 mol NH4Cl yang akan terurai membentuk 0,2 mol kation NH4+. NH4Cl(aq) NH4+(aq) + Cl(aq) 0,2 mol 0,2 mol 0,2 mol + Hidrolisis kation NH4 . NH4+(aq) + H2O(l) NH3(aq) + H3O+(aq) Awal : 0,2 mol Reaksi : x mol +x mol +x mol Setimbang : (0,2 mol x) mol x mol x mol + NH H Diperoleh, Kh NH + Pada kesetimbangan, [NH3] = [H3O+] = x sehingga diperoleh : [H3O+] atau [H+] = (Kh[NH4+]) Dengan asumsi x << 0,2 mol, maka [NH4+]setimbang = (0,2 mol x) 0,2 mol. Hitung kosentrasi ion H+ : [H+ (Kh[NH4+]) (5,56 x 1010 mol/L)(0,2 mol/L = 1,05 mol x 105 mol/L Jadi, pH = log [H+] = log (1,05 mol x 105) = 4,98

3. Hitung pH larutan (NH4)2SO4 0,2 M (Kb = 105) ! Jawab : Untuk 1,0 L terdapat 0,2 mol (NH4)2SO4 yang akan terurai membentuk 0,2 mol kation (NH4)2 (NH4)2SO4(aq) (NH4)2+(aq) + SO4(aq) 0,2 mol 0,2 mol 0,2 mol

[H+

(Kh[(NH4)2+]) ( 10 mol/L)(2 0,2 mol/L) = 2 105 mol/L Jadi, pH = log [H+] = log(2 105) = 5 log 2

2) Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat Hidrolisis garam dari asam lemah dan basa kuat hanya melibatkan reaksi antara komponen anion A yang relatif kuat yang berasal dari asam lemah dengan air (H2O). A(aq) + H2O(l) HA(aq) + OH(aq)
ANION

Oleh karena hidrolisis garam yang terjadi hanya melepas ion OH, maka larutan garam akan bersifat basa (pH > 7). Besarnya kosentrasi ion OH yang dilepas dapat dihitung menggunakan persamaan tetapan hidrolisis, Kh.

HA H A
Kosentrasi zat-zat pada kesetimbangan adalah sebagai berikut : A(aq) + H2O(l) HA(aq) + OH(aq) Awal : [A]awal Reaksi : x +x +x Setimbang : [A ]awal x x x Terlihat bahwa nilai [HA] = [OH ] yakni sebesar x. Dengan demikian, persamaan di atas dapat dituliskan sebagai : [OH Kh[A] pOH = log [OH] pH = 14 pOH

Oleh karena nilai x jauh lebih kecil dibandingkan nilai [A]awal dalam perhitungan maka dapat diasumsikan [A]setimbang [A]awal

Hubungan Kh dengan Kw dan Ka Nilai Kh dapat diperoleh dari nilai Ka asam lemah dan nilai Kw air Kesetimbangan air : 2H2O(l) H3O+(aq) + OH(aq) ; Kw = [H3O+][OH] Kesetimbangan asam lemah : HA(aq) + H2O(l) A(aq) + H3O+(aq) ; Ka
A- H HA
+

Jika Kw dibagi dengan Ka maka akan diperoleh Kh :

K Ka

H
H

+
+

HA-

HA-

HA

Kh

K Ka

Contoh Soal 1. Hitung tetapan hidrolisis pada reaksi : CH3COONa(aq) Na+(aq) + CH3COO(aq)
Garam Kation Anion

Diketahui Ka CH3COONa = 1,754 x 105 mol/L Jawab : Garam CH3COONa berasal dari basa kuat NaOH dan asam lemah CH3COOH. Jadi, Kh
K Ka 7
-

mol L mol L

mol L

2. Hitung pH dari larutan garam CH3COONa 0,65 M. Gunakan data Kh dari contoh soal di atas (contoh soal nomor 1). Jawab : Untuk 1,0 L terdapat 0,65 mol CH3COONa yang akan terurai membentuk 0,65 mol anion CH3COO. CH3COONa(aq) Na+(aq) + CH3COO(aq) 0,65 mol 0,65 mol 0,65 mol Hidrolisis anion CH3COO. CH3COO(aq) + H2O+(l) CH3COOH(aq) + OH(aq) Awal : 0,65 mol Reaksi : x mol +x mol +x mol Setimbang : (0,65 x) mol x mol x mol Diperoleh, Kh
CH C CH C H
-

H-

Pada kesetimbangan, [CH3COOH] = [OH] = x sehingga diperoleh : [OH (Kh[CH3COO]) Dengan asumsi x << 0,65 mol, maka [CH3COO]setimbang = (0,65 x) mol 0,65 mol. Hitung kosentrasi ion OH : [OH (Kh[CH3COO]) 10 mol/L)(0,65 mol/L) ( 7 = 1,92 105 mol/L Jadi, pOH = log [OH] = log (1,92 mol x 105) = 4,72. pH = 14 pOH = 14 4,72 = 9,28 3. Hitunglah pH larutan Na2CO3 0,1 M (Ka H2CO3 = 4 107). Jawab : Na2CO3(aq) 2Na+(aq) + H2CO3(aq)
Garam KATION ANION

Na2CO3(aq) 2Na+(aq) + H2CO3(aq) 0,1 M 0,1 M 0,1 M

Kh
[OH

K Ka

-7

mol L mol L

mol L

(Kh[H2CO32]) 8 mol/L)(0,1 mol/L) (2 = 5 109 mol/L Jadi, pOH = log [OH] = log (5 x 109) = 8,30. pH = 14 pOH = 14 8,30 = 5,7 3) Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah Hidrolisis garam dari basa lemah dan basa lemah mengakibatkan rekasi antara komponen kation BH+ yang relatif kuat dari basa melah dan komponen anion A yang relatif kuat dari asam lemah dengan air (H2O). BH+(aq) + H2O(l) B(aq) + H3O+(aq)
KATION

A(aq) + H2O(l)
ANION

HA(aq) + OH(aq) B(aq) + HA(aq) + H3O+(aq) + OH(aq)


2H2O

BH+(aq) + A(aq) + 2H2O(l)

Hidrolisis yang terjadi melepas ion dan ion OH. Hal ini menunjukan larutan garam dapat bersifat asam, basa, atau netral. Di bab 5 telah dijelaskan bahwa sifat larutan garam ini dapat diketahui dari

H3O+

(H+)

perbandingan nilai Ka dari asam lemah pembentuk anion A dan Kb dari basa lemah pembentuk kation BH+. Larutan garam dari asam lemah dan basa lemah bersifat : Asam (pH < 7) jika Ka > Kb Basa (pH > 7) jika Ka < Kb Netral (pH = 7) jika Ka = Kb Nilai pH larutan garam ini dapat dihitung dari nilai kosentrasi ion yang ditentukan dari persamaan tetapan hidrolisis, Kh berikut

H+

Kh

HA B A BH+

Penurunan rumus pH larutan garam ini sedikit kompleks. Namun jika garam hanya terhidrolisis sedikit sekali, maka diperoleh persamaan berikut :

+ [H ]

(K Ka ) Kb

pH = log H+

Hubungan Kh dengan Kw ; Ka dan Kb Nilai Kh dapat diperoleh dari nilai Ka asam lemah, nilai Kb basa lemah dan Kw air. Tetapan kesetimbangan air : Kw = [H3O+][OH] Tetapan ionisasi asam lemah : Ka Tetapan ionisasi basa lemah : Kb
[A-] H2 B BH+ B H-

Jika Kw dibagi dengan Ka dan Kb maka akan diperoleh Kh :

K Ka Kb

H A

HA

H BH+ H B

HA B A BH+

Kh

Kh

K Ka Kb

C. Hidrolisis Garam Dalam Kehidupan Sehari-hari


Simak beberapa contoh peristiwa hidrolisis garam dalam kehidupan sehari-hari berikut ini : 1. Tanaman dapat tumbuh pada suatu batasan pH tertentu. Oleh karena itu, pH tanah di daerah pertanian harus disesuaikan dengan pH tanamannya. Salah satu cara mengatur pH tanah adalah dengan penggunaan pupuk berupa garam seperti (NH4)2SO4. Di tanah, (NH4)2SO4 akan terhidrolisis melepas ion H3O+ (H+) yang dapat menurunkan pH tanah.
terionisasi

(NH4)2SO4(aq)
Garam terhidrolisis

2NH4+(aq)
Asam konjugasi kuat

SO42(aq)
Basa konjugasi lemah

NH4+(aq)
Asam konjugasi kuat

NH3(aq)

H+(aq)
Bersifat asam

2. Air limbah yang bersifat asam dapat dinetralisis dengan penambahan garam karbonat seperti Na2CO3 dan CaCO3. Sewaktu dalam air, garam karbonat akan mengalami hidrolisis melepas ion OH yang akan menaikkan pH air limbah. Na2CO3(aq) 2Na+(aq) + CO32(aq)
Garam terhidrolisis Basa konjugasi kuat

CO32(aq)

+ H2O(l)

HCO3(aq) + OH(aq)
Bersifat basa

Basa konjugasi kuat

Contoh Soal 1. Terdapat 1,0 L larutan garam NH4CH3COO 0,25 M. Diketahui Ka CH3COOH = 1,75 105 mol/L dan Kb NH3 = 1,8 105 mol/L. Hitung tetapan hidrolisis Kh. Jawab : pH dari larutan garam NH4CH3COO tidak tergantung pada kosentrasi garam. Tetapi hanya bergantung pada tetapan ionisasi Ka dan Kb. Sehingga, diperoleh :

(K Ka ) + [H ] Kb

mol2 L2 )( 7 ( mol L)

mol L)

mol L

Jadi, pH = log [H+] = log(9,86 108) = 7,006

2. Tentukanlah pH dari larutan NH4NO3 0,2 M ! ( Ka = 105 ; Kb = 105) Jawab : pH dari larutan garam NH4NO3 tidak tergantung pada kosentrasi garam. Tetapi hanya bergantung pada tetapan ionisasi Ka dan Kb. Sehingga, diperoleh : (K Ka ) + [H ] Kb ( mol2 L2 )( mol L) ( mol L) mol L

Jadi, pH = log [H+] = log(108) = 8