Anda di halaman 1dari 26

JURNAL AWAL FORMULASI SEDIAAN NON STERIL SEDIAAN SIRUP KERING AMOXICILLIN I-MOX

Oleh: Ni Made Wir a!i"i Kha!i)a Taher Ali Ni Made A , S,ar!i"i E"" La-./i Ar!i0i Ni P,!, Mar!iari Sa"2 Made Te2,h Sa")a a Ke!,! Ge2el 342a Wid ada"a I G,.!i Ke!,! K,.,/a #$%$%&$&$$'( #$%$%&$&$*+( #$%$%&$&$*&( #$%$%&$&$*%( #$%$%&$&$1'( #$%$%&$&$'&( #$%$%&$&$'5( #$%$%&$&$'%(

JURUSAN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETA6UAN ALAM UNI7ERSITAS UDA3ANA 1$*$

8A8 I TINJAUAN FARMAKOLOGI 8A6AN O8AT *9*9 I"di-a.i Infeksi yang disebabkan oleh kuman kuman gram negatif maupun gram positif, khususnya untuk infeksi pada saluran cerna, saluran pernafasan, dan saluran kemih (infeksi anugenital dan uretral gonokokus non-komplikasi otitis media) (Mycek et al., 200 ). *919 Far/a-4-i"e!i-a . !bsorpsi !mo"icillin hampir lengkap diabsorbsi sehingga konsekuensinya amo"icillin tidak cocok untuk pengobatan shigella atau enteritis karena salmonella, karena kadar efektif secara terapetik tidak mencapai organisme dalam celah intestinal (Mc#$oy and %erald, 2002). !mo"icillin stabil pada asam lambung dan terabsorpsi &'-(2) di saluran pencernaan pada penggunaan dosis tunggal secara oral. *ilai puncak konsentrasi serum dan !+, meningkat sebanding dengan meningkatnya dosis. #fek terapi !mo"icillin akan tercapai setelah -2 -am setelah pemberian per oral. Meskipun adanya makanan di saluran pencernaan dilaporkan dapat menurunkan dan menunda tercapainya nilai puncak konsentrasi serum amo"icillin, namun hal tersebut tidak berpengaruh pada -umlah total obat yang diabsorpsi (Mc#$oy and %erald, 2002). 2. .istribusi .istribusi obat bebas ke seluruh tubuh baik. !mo"icillin dapat mele/ati sa/ar plasenta, tetapi tidak satupun menimbulkan efek teratogenik. *amun demikian, penetrasinya ke tempat tertentu seperti tulang atau cairan serebrospinalis tidak cukup untuk terapi kecuali di daerah tersebut ter-adi inflamasi. 0elama fase akut (hari pertama), meningen terinflamasi lebih permeable terhadap amo"icillin, yang menyebabkan peningkatan rasio se-umlah obat dalam susunan saraf pusat dibandingkan rasionya dalam serum. 1ila infefksi mereda, inflamasi menurun maka permeabilitas sa/ar terbentuk kembali (Mycek et al., 200 ).

2. #liminasi 3alan utama eliminasi melalui system sekresi asam organik (tubulus) di gin-al, sama seperti melalui filtrat glomerulus. 4enderita dengan gangguan fungsi gin-al, dosis obat yang diberikan harus disesuaikan (Mycek et al., 200 ). *9'9 Me-a"i./e !mo"icillin mempengaruhi langkah akhir sintesis dinding sel bakteri (transpeptidase atau ikatan silang) sehingga membran kurang stabil secara osmotik. 5isis sel dapat ter-adi, sehingga amo"icillin disebut bakterisida. 6eberhasilan akti$itas amo"icillin menyebabkan kematian sel berkaitan dengan ukurannya. !mo"icillin hanya efektif terhadap organisme yang tumbuh secara tepat dan mensintesis peptidoglikan dinding sel. 6onsekuensinya, obat ini tidak efektif terhadap organisme yang tidak mempunyai struktur ini seperti mikobakteria, proto7oa, -amur, Mekanisme amo"icillin dibagi men-adi dua yaitu8 a. 4enisilin pengikat protein8 amo"icillin menginaktifkan protein yang berada pada membran sel bakteri. !mo"icillin tersebut yang mengikat protein merupakan en7im bakteri yang terlibat dalam sintesis dinding sel serta men-aga gambaran morfologi bakteri. 4e-anan terhadap antibiotika ini tidak hanya dapat mencegah sintesis dinding sel tetapi -uga menyebabkan perubahan morfologi atau lisisnya bakteri yang rentan. 4erubahan pada beberapa molekul target ini menimbulkan resistensi pada organisme (Mycek et al., 200 ). b. !utolisin8 kebanyakan bakteri terutama kokus gram positif memproduksi en7im degradatif (autolisin) yang berpartisipasi dalam remodelling dinding sel bakteri normal. .engan adanya amo"icillin, aksi degradatif autolisin didahului dengan hilangnya sintesis dinding sel. Mekanisme autolisis yang sebenarnya tidak diketahui kemungkinan adanya penghambatan yang salah satu dari autolisin. 0ehingga efek anti bakteri amo"icillin merupakan hasil penghambatan sintesis dinding sel bakteri dan destruksi keberadaan dinding sel oleh autolisin (Mycek et al., 200 ). dan $irus (Mycek et al., 200 ).

*9+9 E:e- Sa/;i"2 9ipersensiti$itas

Merupakan efek amo"icillin yang paling penting. .eterminan antigenik utama dari hipersensiti$itas amo"icillin adalah metabolitnya yaitu asam penisiloat yang dapat menyebabkan reaksi imun. 0ekitar :) pasien mengalami hal ini, berkisar dari kulit kemerahan berupa makulopapular sampai dengan angioderma (ditandai dengan bengkak di bibir, lidah, areaperiorbital) serta anapilaktik. ;eaksi alergi silang ter-adi diantara sesama antibiotika <-laktam (Mycek et al., 200 ). .iare #fek diare disebabkan oleh ketidakseimbangan mikroorganisme intestinal dan sering ter-adi (Mycek et al., 200 ). *9&9 K4"!ra I"di-a.i =bat ini hipersensitifitas terhadap penisilin, serta hati-hati pada penderita yang memiliki gangguan gin-al, hati dan sistem hematologi (5asy et al., 200'). 0elain itu, dapat menyebabkan ruam pada penderita dengan infeksi mononukleus sehingga tidak baik diberikan pada penderita penyakit ini (Mc#$oy and %erald, 2002). *9<9 Peri"2a!a" Meskipun belum ada penelitian mengenai pemberian amo"icillin pada ibu hamil, penggunaan amo"icillin ternyata tidak berpengaruh terhadap perkembangan -anin. !mo"icillin pada ibu hamil diberikan -ika benar-benar diperlukan sa-a. 6arena amo"icillin terdistribusi pada !0I sehingga menyebabkan reaksi sensiti$itas pada bayi. .engan demikian penggunaan amo"icillin tidak dian-urkan pada ibu menyusui (Mc#$oy and %erald, 2002). 9ati-hati pada pasien dengan kelainan Phenylketonuria (defisiensi genetic homo7igot dari 4henylalanin hidroksilase) dan kelainan lain yang intake 4henylalanin dalam tubuh perlu dibatasi. >ormula amo"icillin dengan rute per oral yang mengandung aspartam akan di metabolisme di dalam saluran pencernaan men-adi phenylalanine. 0ehingga formulasi serbuk amo"icillin untuk suspensi oral tidak seharusnya menggunakan aspartam. 0elain itu -uga perlu di/aspadai penggunaan pada penderita mononukleosis. (Mc#$oy and %erald, 2002). 1erdasarkan undangundang mengenai obat dan makanan, amo"icillin tergolong dalam golongan obat keras. =bat keras hanya dapat dapat diperoleh dengan resep dokter di apotek, apotek ;0, puskesmas, dan balai pengobatan. ?anda khusus untuk obat keras yaitu lingkaran ber/arna merah dengan garis tepi ber/arna hitam dengan huruf 6 yang

menyentuh garis tepi. 0elain itu pada obat keras /a-ib mencantumkan kalimat @9arus dengan resep dokterA. 1erikut dicantumkan tanda khusus untuk obat keras8

*959 I"!era-.i O=a! 6ombinasi dengan asam kla$ulanat (inhibitor kuat bagi beta-laktamase bakterial) membuat amo"icilin ini men-adi lebih efektif terhadap kuman yang memproduksi penisilinase. ?erutama digunakan terhadap infeksi saluran kemih dan saluran nafas yang resisten terhadap amo"icillin (?-ay dan ;ahard-a, 200B). .isulfiram dan probenesid memiliki aktifitas dalam meningkatkan efek !mo"icillin. !mo"icillin meningkatkan efek antikoagulan dari /arfarin (5asy et al., 200'). #fekti$itas tetracycline, chlorampenicol, serta sediaan kontrasepsi oral dihambat oleh golongan penicillin (5asy et al., 200'). *9%9 Pe" i/;a"a" .alam /adah tertutup rapat, tidak tembus cahaya (!nonim a, ((:).

8A8 II SIFAT FISIKO KIMIA 8A6AN 19*9 8aha" O=a!> 8aha" A-!i: A/4?i@illi" 0truktur !mo"icillin8

*ama 6imia 1erat Molekul ;umus Molekul

8(CR)-C-DE-.-('9ydro"yphenyl)glycylaminoFpenicillanic acid 8 2C:,' gGmol 8 , C9 (*2=:0 (;eynolds, (B2)

Ka"d,"2a"8 !mo"icillin mengandung tidak kurang dari (0,0) , C9 (*2=:0, dihitung terhadap 7at anhidrat. Mempunyai potensi yang setara dengan tidak kurang dari (00 Hg dan tidak lebih dari 0:0 Hg per mg , C9 (*2=:0, dihitung terhadap 7at anhidrat.

Pe/eria"8 serbuk hablur putihI praktis tidak berbau. Kelar,!a"8 sukar larut dalam air dan metanol, tidak larut dalam ben7ena, dalam karbon tetraklorida, dan dalam kloroform. 8a-, ;e/=a"di"28 !mo"icilin 14>II tidak boleh dikeringkan sebelum digunakan. (!nonim a, ((:) S!a=ili!a. !mo"icillin yang merupakan ?erhadap cahaya ?erhadap suhu ?erhadap p9 ?itik lebur deri$at penicillin mengalami hidrolisis yang mendegradasi produksi cincin J-laktam (5und, (('). 8 tidak stabil terhadap paparan cahaya 8 terurai pada suhu 20-2:0, 8 2,:- C,0 8-

;68 antara 2.: dan C.0, dilakukan penetapan menggunakan larutan 2 mg per m5.

1919 8aha" Ta/=aha" Car=4? /e!h l@ell,l4.,/ Na!ri,/ De:i"i.i8 6arboksil metil selulosa natrium merupakan garam natrium dari polikarboksimetil eter selulosa, mengandung tidak kurang dari C,:) dan tidak lebih dari (,: ) natrium (*a) dihitung terhadap 7at yang telah dikeringkan. S!r,-!,r Ki/ia8

Pe/eria"8 0erbuk atau granul, putih sampai kren, higroskopik. Kelar,!a"8 Mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloidal, tidak larut dalam etanol, dalam eter dan dalam pelarut organik lain. Wadah da" ;e" i/;a"a"8 .alam /adah tertutup rapat. (!nonim a, ((:) Si:a! Fi.i-4-i/ia 1erat -enis pKa ?itik leleh 8 0.:2 gGcm2 8 '.20 8 22&K, - 2:2K,

Ke2,"aa"8 sebagai bahan pensuspensi, peningkat $iskositas, coating agent; stabilizing agent dan penyerap air. 0ebagai 7at tambahan, ,M, *a dapat digunakan baik pada sediaan oral maupun topikal. 0ebagai bahan pengikat, ,M, *a digunakan dalam konsentrasi ,0- C,0 ).

S!a=ili!a. da" -4"di.i ;e" i/;a"a"8 ,M, *a merupakan senya/a yang stabil, bersifat higroskopis. 4ada kondisi dengan kelembaban yang tinggi ,M, *a dapat menyerap air L :0). 4ada larutan air ,M, *a stabil dalam p9 2- 0, dan akan ter-adi pengendapan pada p9 diba/ah 2, serta penurunan $iskositas ter-adi dengan cepat pada p9 diatas 0.

Ke!ida-!er@a/;,ra"8 ,M, *a ini tidak tercampur pada larutan yang bersifat asam kuat, dan dengan garam garam logam yang dapat larut seperti alumunium, merkuri, dan seng. 4engendapan kemungkinan ter-adi pada p9 diba/ah 2 dan -uga dapat ter-adi bilamana ,M, *a dicampur dengan etanol ((:)).

(;o/e et al., 2002) La-!4.a S!r,-!,r Ki/ia8

De:i"i.i8 5aktosa adalah gula yang diperoleh dari susu. .alam bentuk anhidrat atau mengandung satu molekul air hidrat. Pe/eria"8 0erbuk atau massa hablur, keras, putih, atau putih krem. ?idak berbau dan rasa sedikit manis. 0tabil di udara tetapi mudah menyerap bau. Kelar,!a"8 Mudah (dan pelan-pelan) larut dalam air dan lebih mudah larut dalam air mendidihI sangat sukar larut dalam etanolI tidak larut dalam kloroform dan dalam eter. Ke)er"iha" da" 0ar"a8 5arutkan 2 gr dalam 0 ml air mendidih, terbentuk larutan -ernih, tidak ber/arna atau hamper tidak ber/arna dan tidak berbau. Pe" i/;a"a"8 .alam /adah tertutup baik. (!nonim a, ((:) Ke2,"aa"8 pengikat dan pemanis Ke!ida-!er@a/;,ra"8 5aktosa anhidrat tidak bercampur dengan oksidator kuat.

6etika dicampur dengan leukonutrien hidrofobik antagonis dan laktosa anhidrat atau laktosa monohidrat yang disimpan dalam enam minggu pada suhu '0K, and &:) ;9, campuran yang mengandung laktosa anhidrat memperlihatkan ketercampuran dan degradasi obat (;o/e et al., 2002). A.a/ .i!ra! S!r,-!,r Ki/ia8

De:i"i.i da" Ka"d,"2a"8 !sam sitrat berbentuk anhidrat atau mengandung satu molekul air hidrat. Mengandung tidak kurang dari ((,:) dan tidak lebih dari 00,:) ,C9B=&, dihitung terhadap 7at anhidrat.

Pe/eria"8 9ablur bening, tidak ber/arna atau serbuk hablur granul sampai halus, putih, tidak berbau atau praktis tidak berbau, rasa sangat asam. 1entuk hidrat mekar dalam udara kering.

Kelar,!a"8 0angat mudah larut dalam air, mudah larut dalam etanol, sukar larut dalam eter. Wadah da" Pe" i/;a"a"8 .alam /adah tertutup rapat (!nonim a, ((:) Ke2,"aa": 0ebagai pengasam, antioksidan, penyangga (buffer), peningkat rasa. !sam sitrat yang bisa digunakan adalah 0, -2 ) sebagai buffer, dan 0,2-2 ) sebagai pengikat rasa.

S!a=ili!a.8 !sam sitrat monohidrat kehilangan air saat kristalisasi pada udara kering atau saat dipanasi pada suhu '00,. 0edikit mencair pada udara lembab. !sam sitrat monohidrat disimpan pada tempat se-uk dan kering.

Ke!ida-!er@a/;,ra"8 !sam sitrat tidak bercampur dengan kalium tartrat, alkali dan alkali tanah, karbonat, dan bikarbonat, asetat, serta sulfida. !sam sitrat -uga tidak bercampur dengan oksidator, basa, reduktor, dan nitrat. 4otensial dapat meledak bila dikombinasikan dengan logam nitrat. 4ada penyimpanan, sukrosa dapat mengkristal dari sirup dengan keberadaan asam sitrat. (;o/e et al., 2002). S4di,/ =e"A4a!

S!r,-!,r Ki/ia8

Ka"d,"2a"8 mengandung tidak kurang dari ((,0) ,&9:*a=2, dihitung terhadap 7at anhidrat. Pe/eria"8 butiran atau serbuk hablur, putih, tidak berbau atau hampir tidak berbau. 1ersifat higroskopis.

Pe" i/;a"a"8 .alam /adah tertutup baik. (!nonim b, (&() Ke2,"aa"8 Menghambat pertumbuhan mikroba, penga/et. Pe"22,"aa" da" -4".e"!ra.i8 *atrium ben7oat banyak digunakan pada sediaan farmasi. !dapun penggunaanya adalah sebagai berikut 8
4enggunaan In-eksi IM dan IM 5arutan oral 5arutan suspensi 0irup oral 0ediaan topical 0ediaan $aginal 6onsentrasi ()) 0, & 0,00 -0, 0, 0, : 0, -0,2 0, -0,2

Kelar,!a"8
4elarut !seton 1en7ene ,arbon disulfide ,arbon tetraklorida 6loroform ,yclohe"an #tanol #tanol (&C)) #tanol (:')) #tanol (2:)) #ter Methanol ?oluene !ir 6elarutan pada t N 2:0, dalam 2,2 dalam (,' dalam 20 dalam :,2 dalam ',: dalam ',C dalam 2,& pada t N :0, dalam 2,2 dalam 2,&2 dalam C,2& dalam CB dalam 2 dalam ,B dalam dalam 200

Ke!ida-!er@a/;,ra"8 #fekti$itas penga/et akan dihambat dengan adanya kaolin. (;o/e et al., 2002) S4r=i!4l

Ka"d,"2a"8 0orbitol mengandung tidak kurang dari ( ,0) dan tidak lebih dari 00,:) ,C9 '=C, dihitung terhadap 7at anhidrat. .apat mengandung se-umlah kecil alkohol polihidrik lain.

S!r,-!,r Ki/ia8

D-glusitol [50- 0-!" ,C9 '=C 1M B2, &

Pe/eria"8 serbuk, granul atau lempenganI higroskopisI /arna putihI rasa manis. 0erbuk sorbitol bersifat higroskopis. Kelar,!a"8 sangat mudah larut dalam airI sukar larut dalam ethanol, dalam methanol dan dalam asam asetat. (!nonim a, ((:)

Kea.a/a" -e=a.aa" ;6 lar,!a"8 0) bG$ ',: &,0 (6ibbe, 2000). Ti!i- le=,r8 polymorph S!a=ili!a.8 0orbitol secara kimia relatif inert dan dapat bercampur dengan sebagian besar bahan tambahan. 0orbitol stabil dalam udara tanpa kehadiran katalis atau dingin, asam encer dan alkalis. 0orbitol tidak mudah menguap, terbakar, tidak bersifat korosif. 0orbitol tahan terhadap fermentasi oleh mikroorganisme, /alaupun begitu sebaiknya sedian ditambahkan penga/et. 0 2, untuk bentuk anhidrat, dan (&,&, untuk bentuk gamma

I"-4/;a!i=ili!a.8 0orbitol dapat membentuk khelat yang larut air dengan ion logam bi$alen atau tri$alent dalam suasana asam kuat dan kondisi basa. 4enambahan 4#% kedalam larutan sorbitol, dengan pengocokan kuat memproduksi @/a"yA, gel yang terlarut dalam air dengan titik leleh 2: '0 0,. larutan sorbitol -uga bereaksi dengan besi oksida men-adi tidak ber/arna.

Wadah da" ;e" i/;a"a"8 .alam /adah tertutup rapat. 5arutan dapat disimpan dalam gelas, plastik, alumunium, dan /adah stailess steel. 4enyimpanan dilakukan pada tempat yang kering dan se-uk. (6ibbe, 2000).

8A8 III 8ENTUK SEDIAANB DOSIS DAN CARA PEM8ERIAN '9* 8e"!,- .ediaa": 1entuk sediaan 8 sirup kering +ntuk golongan penicillin yang termasuk didalamnya amo"icillin tidak stabil dalam bentuk sediaan sirup. 0enya/a golongan ini mengalami hidrolisis oleh air dengan mendegradasi cincin beta laktam yang diproduksi. 0ehingga untuk mengatasi masalah ini dibuat sedian amo"icillin dalam bentuk sirup kering. !dapun alasan pemilihan bentuk sediaan ini adalah stabilitas yang dimiliki amo"icillin dalam air adalah ' hari, sehingga dengan dibuat dalam bentuk sirup kering maka kemungkinan degradasi cincin beta laktam yang ada dapat dihindari (5asy, et.al., 200'). 1entuk sediaan8 sirup kering (tiap : ml mengandung amo"icillin trihidrat yang setara dengan 2: mg amo"icillin). '91 D4.i.: .osis pemakaian sirup kering amo"icillin, sebagai berikut 8 . .osis umum anak-anak 0- tahun -2 tahun 8 00 mg "2 (setiap B -am) 8 2: mg "2 (setiap B -am) (?-ay, dkk., 200B) 2. .osis khusus untuk infeksi tertentu8 a. Infeksi 0aluran 4ernafasan !tas +ntuk infeksi sedang8

2- 0 tahun 8 2:0 mg "2 (setiap B -am)

.e/asa dan anak anak O '0 kg8 :00 mg setiap 2 -am atau 2:0 mg tiap B -am. !nak anak L 2 bulan dan P '0 kg8 ': mgG6g11Ghari terbagi, tiap 2 -am, atau '0 mgG6g11Ghari terbagi tiap B -am. +ntuk infeksi berat8 .e/asa dan anak anak O '0 kg8 B&: mg tiap 2 -am, atau :00 mg tiap B -am. !nak anak L 2 bulan dan P '0 kg8 ': mgG6g11Ghari terbagi, tiap 2 -am, atau '0 mgG6g11Ghari terbagi tiap B -am. b. Infeksi saluran pernafasan ba/ah8 .e/asa dan anak anak O '0 kg8 B&: mg tiap 2 -am, atau :00 mg tiap B -am. !nak anak L 2 bulan dan P '0 kg8 ': mgG6g11Ghari terbagi, tiap 2 -am, atau '0 mgG6g11Ghari terbagi tiap B -am. (*o$ak, 200') '9' D,ra.i Tera;i .urasi terapi !mo"icillin bergantung pada -enis dan tingkat keparahan infeksi dan seharusnya ditentukan melalui respon klinik dan tes bakteriologi pasien. 4ada kebanyakan infeksi kecuali gonorrhea, terapi seharusnya dilan-utkan paling sedikit 'B-&2 -am setelah ge-ala-ge-ala penyakit pasien menghilang. Infeksi yang parah memerlukan /aktu beberapa minggu untuk terapi (Mc#$oy, 2002). '9+ Cara Pe/=eria" ,ara pemberian dilakukan secara peroral, dimana dilakukan rekonstitusi terlebih dahulu. ;ekonstitusi dilakukan dengan cara menambahkan air matang sehingga $olume akhir setinggi tanda batas, lalu dikocok hingga homogen. 6ocok dahulu sebelum pemakaian.

8A8 I7 MACAM-MACAM FORMULASI +9*9 Ma@a/-/a@a/ F4r/,la #8a-,> S!a"dar(8 +9*9*9 A/4?i@illi" :4r Oral S,.;e".i4" #*1& /2>&/l( ?iap : ml sirup yang direkonstitusi mengandung8 !mo"icilin ?rihidrat yang setara dengan !mo"icillin 2: mg .ari formula ini menghasilkan 2('0 botol masing-masing '0 ml. *o. . 2. 2. '. :. C. &. 1ahan !mo"icillin ?rihydrate ,arbo"ymethylcellulose 0odium !erosil ,olour ?artra7ine 0odium 1en7oate 0ugar 4harm. %rade 4ineapple >la$or .ry 3umlah 2,B kg , kg ':0 g 2g 2&0 g :' kg C00 g (6ohli dan 0hah, ((B) +9*919 A/4?i@illi" :4r Oral S,.;e".i4" USP #1$$ /2>& /L a"d +$$ /2>& /L( *o. . 2. 2. '. :. C. &. B. 1ahan !mo"icillin ?rihydrate 0odium ,itrate ,olloidal 0ilicon .io"ide >.Q, ;ed R'0 0odium 1en7oate >ruit %ranulated 0ugar Santhan %um *atural and !rtificial >ruit %um >la$or (!nonim, 200()

+9*9'9 A/4?i@illi" Dr S r,; #&C D &$$ /2>*$$ /L D 1& /2>& /L( *o. . 2. 2. '. :. C. &. B. (. 1ahan !mo"icillin ?rihydrate 0odium ,itrate ,itric !cid, ,rystalline 0odium %luconate 0orbitol ,rystalline D 0F 6ollidon ,5-M D F =range >la$our 5emon >la$our 0accharin 0odium 3umlah :g :g 2, g :g '0 g Cg ,: g 0,: g 0,' g (1Thler, ((B) +919 F4r/,la a"2 A-a" Di=,a! +919*9 F4r/,la a"2 Di2,"a-a" N4
. 2.

8aha"
!mo"icillin ,arbo"ymethylcellulose 0odium

F,"2.i
Uat aktif 1ahan pensuspensi

J,/lah 2,2: gr 0,(2: gr


0,220 gr 2(,0 : gr C,BB: gr gr

C=>E 2,2: 0,(2:


0,220 2(,0 : C,BB:

Ra"2e #C=>E( 0, - ) 0,02-0,:) :-20) 0, -2)

2. '. :. C. &. B.

0odium 1en7oat 5aktosa 0orbitol !sam 0itrat 4erisa Melon 4e/arna 9i-au

4enga/et Uat tambahan !nticaplocking 1uffer 4erasa 4e/arna

V.s. V.s.

+9'9 Per/a.alaha" . 2. 2. 6estabilan amo"icillin buruk di dalam air. p9 dari amo"icillin selama penyimpanan dapat berubah. 1ahan tambahan ,M, *a bersifat higroskopis sehingga kurang stabil -ika digunakan sebagai sirup kering. +9+9 Pe" ele.aia" Per/a.alaha" . !mo"icillin merupakan golongan penicillin yang memiliki stabilitas yang buruk pada air. 0enya/a golongan ini mengalami hidrolisis oleh air dengan mendegradasi cincin beta laktam yang diproduksi sehingga pengatasan masalah ini yaitu dengan membuat sedian amo"icillin dalam bentuk sirup kering. !dapun alasan pemilihan bentuk sediaan ini adalah8 stabilitas yang dimiliki amo"icillin dalam air adalah '

hari, sehingga dengan dibuat dalam bentuk sirup kering maka kemungkinan degradasi cincin beta laktam yang ada dapat dihindari (5asy et al., 200'). 2. 0tabilitas p9 amo"icillin berkisar dari :,0 sampai &,0 (6ohli dan 0hah, ((B), sehingga untuk mencegah ter-adinya perubahan p9 yang ekstrim selama proses produksi dan pemasaran, maka pada pembuatan sirup kering ditambahkan buffer asam sitrat ) untuk men-aga kestabilan p9. 2. 0etelah pencampuran seluruh bahan, campuran serbuk dio$en pada suhu W :0 0, selama X : menit untuk menghilangkan kandungan air di dalam serbuk (6ohli dan 0hah, ((B). +9& Perhi!,"2a" F4r/,la.i da" Pe"i/=a"2a" +9&9*9 Perhi!,"2a" F4r/,la.i: !mo"icillin trihidrat8 4ada formula yang digunakan dinyatakan bah/a tiap : ml mengandung amo"icillin trihidrat yang setara dengan 2: mg amo"icillin ( ml N 2: mg). 0ediaan yang dibuat adalah 00 ml sehingga penimbangan untuk ( 00 ml) adalah8 2: mg " 00 ml N 2:00 mg N 2,: g
. kg = 2&'mg botol 2('0botol 00ml 2&'mg = (2:mg '0 ml

botol sediaan

,M, *a

N N

0odium 1en7oat

N N

2&0 g = (2mg botol 2('0botol 00ml (2mg = 220mg '0ml

5aktosa

N N

:'kg = B,2C g botol 2('0botol 00ml B.2C g = ':,( g '0ml

6arena penggunaan laktosa L 20), maka digunakan sorbitol sebagai anticaplocking dengan komposisi sebanyak :), kemudian dalam

pencampurannya, sorbitol ( :)) dicampur dengan laktosa (B:)), sehingga perhitungan formulasinya men-adi8 0orbitol N ':,( g " 5aktosa N ':,( g " 4enambahan
: N C,BB: g 00 B: N 2(,0 : g 00

asam

sitrat

sebanyak

dari

$olume

total

gram G 00m# 00m# = g

+9&919 Pe"i/=a"2a" .ibuat sirup kering amo"icillin 2:mgG:ml sebanyak 2 botol dengan $olume masing-masing 00 ml, maka penimbangannya men-adi8 4enimbangan ( botol) 2,: g (2: mg 220 mg 2(,0 : g C,BB: g g V.s 4enimbangan (2 botol) :g ,B& g 'C0 mg &B,02 g 2,&& g 2g V.s

*o. . 2. 2. '. :. C. &.

1ahan !mo"icillin ,arbo"ymethylcellulose 0odium 0odium 1en7oat 5aktosa 0orbitol !sam 0itrat 4erasa dan 4e/arna

8A8 7 PROSEDUR KERJA &9*9 Cara Ker)a . 2. I). 2. 4encampuran laktosa dan sorbitol dilakukan pada mortir terpisah. 0etengah bagian dari laktosa yang akan dicampur dengan sorbitol digerus dahulu di dalam mortir kemudian ditambahkan sorbitol lalu gerus homogen. 6emudian sisa laktosa dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam mortir sambil digerus homogen. ,ampuran ini selan-utnya dimasukkan ke dalam campuran I, gerus homogen. '. :. C. 6emudian ditambahkan essense -eruk sedikit demi sedikit, digerus hingga homogen. Massa granulasi dikeringkan dengan o$en pada suhu W :00, selama X : menit, kemudian diayak dengan mesh C0. 5alu dicampurkan dengan ,M,, diaduk hingga homogen, kemudian dimasukkan secara perlahan ke dalam botol yang telah ditara sebelumnya, kemudian diberi etiket, brosur, dan dimasukkan ke dalam kemasan. &919 S-e/a Ker)a !mo"icilin diayak pada mesh C0, kemudian ditimbang. 1ahan lain -uga ditimbang sesuai tabel !mo"icillin diayak pada mesh C0, kemudian ditimbang. 1ahan lain -uga ditimbang sesuai tabel. 1ahan yang telah ditimbang lalu dibuat granul, pertama dimasukkan asam sitrat, kemudian diikuti dengan sodium ben7oat, dan amo"icillin (campuran

!sam sitrat Y sodium ben7oate Y amo"icillin dicampur dalam mortir (campuran I)

,ampuran laktosa dan sorbitol dibuat dalam mortar terpisah kemudian dimasukkan ke dalam campuran I, gerus homogen

.itambahkan essence -eruk sedikit demi sedikit, gerus homogen

Massa granulasi dikeringkan dengan o$en pada suhu W :00, selama X : menit, kemudian diayak dengan mesh C0

.icampurkan dengan ,M,, aduk hingga homogen, kemudian dimasukkan secara perlahan ke dalam botol yang telah ditara sebelumnya

.iberi etiket, brosur, dan dimasukkan ke dalam kemasan

&9'9 Ala! da" 8aha"


Ala! . 2. 2. '. :. !yakan ?imbangan =$en 1otol sirup 6emasan dan etiket 8aha"

. !mo"icillin ?rihydrate 2. ,arbo"ymethylcellulose 0odium 2. 0odium 1en7oate '. 5aktosa :. 0orbitol C. !sam 0itrat &. 4e/arna dan perasa (-eruk)

8A8 7I E7ALUASI SEDIAAN <9*9 a9 EEal,a.i Fi.i-a 64/42e"i!a. 0ediaan suspensi terekonstitusi dilarutkan dengan air hingga mencapai $olume yang telah ditentukan yaitu 00 m5. 0etelah itu, 7at yang terdispersi harus halus dan tidak boleh cepat mengendap, -ika dikocok perlahan lahan, endapan harus segera terdispersi kembali. 0ediaan terekonstitusi dapat mengandung 7at tambahan untuk men-amin stabilitas suspensi. 0elain itu, kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang (!nonim b, (&(). =9 Di.!ri=,.i U-,ra" Par!i-el +ntuk sediaan sirup kering, distribusi partikel homogen (tersalut) setelah direkonstitusi, dapat diamati dari semakin besarnya ukuran partikel maka rongga rongga antar partikel yang terbentuk pun semakin besar dan distribusinya menyebar di dalam sediaan, sehingga setelah dikocok sediaan suspensi kering ini dapat terdispersi homogen kembali. @9 74l,/e Ter;i"dah-a" Masing-masing sediaan suspensi yang telah dilarutkan ( 0 botol) dituangkan ke dalam gelas ukur kering terpisah dengan kapasitas gelas ukur yang tidak melebihi dari dua setengah kali $olume yang diukur dan telah dikalibrasi. 4enuangan dilakukan secara hati-hati untuk menghindari pembentukan gelembung udara, kemudian diamkan selama 20 menit. !pabila sudah tidak ada gelembung udara, maka $olume tiap campuran sudah dapat diiukur. Molume rata-rata suspensi yang diperoleh dari 0 /adah tidak kurang dari 00) dan tidak satu pun $olume /adah yang kurang dari (:) dari $olume yang dinyatakan dalam etiket (!nonim a, ((:). d9 Pe"e!a;a" ;6 4enetapan p9 dalam hal ini diu-i agar dapat diketahui p9 dari sediaan yang dibuat untuk selan-utnya stabilitas p9 dari sediaan dapat dipertahankan pada suatu rentang p9 tertentu. +ntuk sirup kering amo"icillin memiliki rentang p9 stabilitas

dari 2,: C, sehingga pada saat penetapan rentang p9 ini tidak boleh berubah. 4enetapan p9 dengan menggunakan p9 meter. e9 Pe"e!a;a" 84=4! Je"i. Sediaa" De"2a" Pi-"4/e!er 1obot -enis suatu 7at adalah hasil yang diperoleh dengan membagi bobot 7at dengan bobot air, dalam piknometer. 6ecuali dinyatakan lain dalam monografi keduanya ditetapkan pada suhu 2:0, (!nonim a, ((:). 4ada penetapan bobot -enis sediaan suspensi kering ini menggunakan piknometer. 4iknometer yang kosong, kering, dan bersih diisi dengan air yang sudah matang dengan suhu 2:0, kemudian ditimbang untuk kalibrasi. 6emudian sirup kering yang sudah dilarutkan diatur suhunya hingga kurang lebih 200, dan dimasukkan ke dalam piknometer. 0etelah itu, suhu piknometer diatur hingga mencapai suhu 2:0,, dan kelebihan 7at u-i dibuang. .an timbang kembali piknometernya. 6emudian untuk mengetahui bobot -enis sediaan dapat diperoleh dari selisih bobot piknometer yang telah diisi 7at u-i dengan bobot piknometer kosong (!nonim a, ((:). :9 Kadar Air +ntuk suspensi kering kadar air pada sediaan tidak lebih dari 2) (!nonim a, ((:).

29

Pe"e!a;a" Wa-!, Re-4".!i!,.i 4enetapan ini dilakukan untuk menentukan lamanya /aktu terkonstitusi suatu sediaan. .alam hal ini sediaan serbuk kering ditambahkan air, kemudian dihitung /aktu yang diperlukan sampai sediaan tersebut membentuk suspensi dengan sempurna.

h9 74l,/e Sedi/e"!a.i da" Ke/a/;,a" Redi.;er.i Molume sedimentasi dapat diu-i dengan melarutkan sediaan sirup kering amo"icillin dengan air. 0etelah itu, dikocok hingga homogen, kemudian diamkan. 6emudian lihat sedimentasi yang ter-adi setelah didiamkan selama satu hari. +ntuk sediaan suspensi kering yang baik diharapkan terdapat sedimentasi yang besar atau tidak ter-adi sama sekali (melarut homogen). 9al ini penting karena dengan $olume sedimentasi yang besar maka kemungkinan untuk melarut secara homogen kembali akan lebih besar bila dibandingkan dengan $olume sedimentasi yang sedikit (dapat membentuk caking). +ntuk mengetahui kemampuan redispersi sediaan maka sediaan yang sudah didiamkan dikocok kembali. !pabila setelah dikocok sediaan mudah melarut kembali dan men-adi larutan yang homogen maka kemampuan redispersinya baik. 29 Si:a! Alira" da" 7i.-4.i!a. De"2a" 7i.-4.i/e!er 8r44-:ield 0ediaan sirup kering amo"icillin ini mengikuti sifat aliran 9ukum *on *e/ton pseudoplastik yaitu $iskositas cairan akan menurun dengan meningkatnya kecepatan geser. >enomena sediaan yang mengikuti sifat aliran pseudoplstik -uga akan mengikuti sifat aliran tiksotropik. Miskositas sediaan ini dapat diukur dengan menggunakan Miskosimeter 1rookfield karena $iskosimeter ini dapat mengukur $iskositas sediaan yang bersifat *on *e/ton dan *e/ton. 4rinsip ker-anya adalah dengan dengan menggunakan spindel dan motor. 0etelah motor dihidupkan maka spindel akan berputar dan diamati angka yang ditun-ukkan oleh -arum merah, dicatat. +ntuk menghitung $iskositasnya maka angka yang ditun-ukkan oleh -arum merah dikalikan dengan suatu faktor yang terdapat pada brosur alat (!stuti dkk., 200&). <919 EEal,a.i Ki/ia a9 Pe"e!a;a" Kadar

4enetapan kadar dilakukan dengan metode 6,6? (!nonim a, ((:). =9 Ide"!i:i-a.i +ntuk identifikasi diperlukan suatu larutan yang mengandung setara dengan ' mg amo"icillin dengan penambahan asam klorida 0, * pada se-umlah amo"icillin untuk suspensi oral. 1iarkan larutan selama : menit sebelum digunakan (!nonim a, ((:). <9'9 EEal,a.i 8i4l42i a9 U)i P4!e".i A"!i=i4!i+ntuk u-i antibiotik untuk sirup kering dengan bahan aktif amo"icillin dapat diu-i dengan metode lempeng silinder. 4ertama-tama dilakukan penyiapan lempeng penetapan yaitu dengan menggunakan ca/an petri. 6e dalam ca/an petri dituangkan media yang sudah ditentukan dan dibiarkan memadat sehingga didapatkan suatu lapisan dasar yang licin dengan ketebalan seragam. 6emudian ',0 ml inokula (suatu media yang sudah berisi bakteri u-i $icrococcus luteus) dimasukkan ke dalam ca/an petri dan ca/an petri diputar agar inokulanya menyebar sempurna pada permukaan dan dibiarkan memadat. 6emudian C buah silinder yang sudah berisi antibiotik u-i (sediaan sirup kering amo"icillin) di-atuhkan ke dalam ca/an petri dari ketinggian 2 mm dengan menggunakan alat-alat mekanik atau dengan pinset yang sudah disterilisasi (dibakar). 6emudian tutup ca/an untuk menghindari kontaminasi. 0etelah itu, lempeng diinkubasi selama C -am sampai B -am dengan suhu 220, sampai 2:0,. 0elan-utnya, lempeng ca/an petri diambil dari inkubator dan diambil semua silinder, dicatat semua diameter tiap hambatan pertumbuhan hingga mendekati 0, mm. 0emakin besar 7ona hambatan yang terukur maka semakin baik sediaan sirup kering amo"icillin yang dibuat (!nonim a, ((:). =9 U)i E:e-!i:i!a. Pe"2a0e! 0ediaan sirup kering yang sudah dilarutkan diambil sebanyak 20 m5 dan dimasukkan ke dalam masing-masing : tabung bakteriologi bertutup, berukuran sesuai dan steril. 6emudian inokulasi masing-masing tabung dengan salah satu suspensi mikroba baku dengan menggunakan perbandingan 0, 0 m5 inokula setara dengan 20 m5 sediaan, dan campur. Mikroba u-i dengan -umlah yang sesuai harus ditambahkan sedemikian rupa hingga -umlah mikroba tiap m5 sediaan u-i segera setelah inokulasi adalah antara 00.000 dan .000.000 per m5. ?etapkan -umlah mikroba $iabel di dalam tiap suspensi inokula, dan hitung angka a/al mikroba tiap m5 sediaan yang diu-i dengan metode lempeng. 6emudian setelah diinokulasi

tabung diinkubasi pada suhu 200, sampai 2:0,. 0etelah itu, tabung diamati pada hari ke &, ke ', ke 2 dan ke 2B sesudah inokulasi. 0etiap perubahan yang terlihat dicatat dan tetapkan -umlah mikroba $iabel pada tiap selang /aktu tersebut dengan metode lempeng. .engan menggunakan bilangan teoritis mikroba pada a/al pegu-ian, hitung perubahan kadar dalam persen tiap mikroba selama pengu-ian (!nonim a, ((:).

DAFTAR PUSTAKA !nonim a. ((:. %armako&e 'ndonesia (disi '). 3akarta 8 .epartemen 6esehatan ;epublik Indonesia. !nonim b. (&(. %armako&e 'ndonesia (disi ''' 3akarta8 .epartemen 6esehatan ;epublik Indonesia. !nonim. 200(. *us&ensi +ral ,mo-icillin, (cited 20 0 Mar, '). !$ailable

from8httpGG8///.patentstorm.usG !stuti, 6. Z., * M. 4. 0usanti, I M. %. Zirasuta, dan I *. 6. Zid-a-a. 200&. Petun.uk Praktikum %armasi %isika. 1ukit 3imbaran8 +*+.. 1Thler, M. ((B. /eneric Drug %ormulations, (cited 20 0 !pr, :). !$ailable from8

http8GGanhuipharm.com.cnGpdf 6ibbe, !. 9. 2000. 0andbook o1 Pharmaceuticals (-ci&ients. 5ondon-+nited 6ingdom8 4harmaceutical 4ress. 6ohli, .. 4. 0. dan .. 9. 0hah. ((B. Drug %ormulation $anual. India8 #asten 4ublishers %:(. 5asy, ,. >., 5. 5. !mstrong, M. 4. %oldman, 5. 5. 5ance. 200'. Drug 'n1ormation 0andbook 23th (dition. =hio8 5e"i ,omp. 5und, Z. (('. 4he Pharmaceutical 5ode-. 5ondon8 ?he 4harmaceutical 4ress. Mc#$oy and 6. %erald. 2002. ,0%* Drug 6ook !. +0!8 !merican 0ociety of 9ealth 0ystem 4harmacist. Mycek, M. 3ohnson., ;. !mrstrong, 9ar$ey and 4. ,hampe. 200 . %armakologi 7lasan 6ergambar, #disi 2. 3akarta8 4enerbit Zidya Medika.

*o$ak, 6. 6. 200'. Drug %acts 8 5om&arisons, :Bed. ,anada8 >acts and ,omparisons. ;eynolds, 3.#.>. (B2. $artindale 4he (-tra Pharmaco&eia, 2B #dition. 5ondon8 ?he

4harmaceutical 4ress. ;o/e, ;. ,., 4aul 3. 0., and 4aul 3. Z. 2002. 0and 6ook o1 Pharmaceutical (-ci&ients. +0!8 4harmaceutical 4ress and !merican 4harmaceutical !ssociation. ?-ay, ?.9. dan 6. ;ahard-a. 200B. +bat-+bat Penting. 3akarta8 #le" Media 6omputindo.