Anda di halaman 1dari 32

Kontrol Infeksi Pada Dunia Kedokteran Gigi

Nama NIM

: Asih Puspa Hati : 04/ ! 0!"/KG/0#!$%

Pem&im&ing : drg' (')i*ati +'A', M'Kes

-AGIAN -(DAH M./.+ 0AK./+A1 K(D2K+()AN GIGI .NI3()1I+A1 GAD4AH MADA 52G5AKA)+A %006
1

-A- I P(NDAH./.AN Kedokteran gigi merupakan salah satu bidang yang rawan untuk terjadinya kontaminasi silang antara pasien-dokter gigi, pasien-pasien dan pasien-perawat. Menurut Anonima (200 !, adanya medical history pada rekam medis dapat mempermudah dokter gigi untuk men"urigai adanya penyakit in#eksi yang diderita pasien. $amun, tidak semua pasien dengan penyakit in#eksi dapat langsung diidenti#ikasi oleh medical history, pemeriksaan #isik, atau test laboratorium. Keterbatasan ini lah yang mengantar para pelaku medis untuk menerapkan konsep pen"egahan uni%ersal. &en"egahan uni%ersal menga"u pada metode kontrol in#eksi pada semua darah manusia dan "airan tubuh (pada bidang kedokteran gigi' sali%a! yang diperlakukan dengan sama jika diketahui telah terin#eksi ()*, ()+, dan patogen lain yang dibawa darah. &en"egahan uni%ersal adalah prosedur kontrol in#eksi yang diterapkan pada semua pasien. &ada klinik dental, sali%a pasien, dental plak, darah, pus, dan "airan kre%ikular dapat teraerosol dan meninggalkan noda. Mikroorganisme dapat menyatu dengan material-material tersebut dan menyebabkan in#eksi hingga dapat menularkan penyakit. +eberapa penyakit yang paling umum adalah in#luen,a, penumonia, -+, herpes, hepatitis dan A)./ (Anonima,200 !. /alah satu "ara pen"egahan terjadinya cross-infection adalah dengan penerapan kontrol in#eksi yang baik dan benar.

-A- II I1I

Dasar Pemikiran Kontrol Infeksi Dental dan Kesalamatan Ker7a .asar pemikiran untuk kontrol in#eksi adalah untuk 0mengkontrol1 in#eksi iatrogenik, nosokomial diantara pasien dan paparan potensial pada petugas kesehatan terhadap penyakit selama perawatan. )stilah 0kontrol penyakit atau kontrol in#eksi1 tidak berarti pen"egahan total terhadap in#eks iatrogenik, nosokomial diantara pasien dan paparan selama perawatan terhadap darah dan material yang berpotensi mengin#eksi lainnya, namun istilah tersebut memiliki pengertian mengurangi resiko transmisi penyakit (Kohli dan &uttaiah, 2002!. &ada dunia kedokteran gigi, penyakit dapat ditularkan dari pasien ke pasien, dokter gigi ke pasien, dan pasien ke dokter gigi, jika tindakan pen"egahan yang memadai tidak dilaksanakan. Menurut Kohli dan &uttaiah (2002!, beberapa "ara penularan penyakit berdasarkan keparahannya antara lain' 1. &erkutaneus (resiko tinggi! )nokulasi mikroba dari darah dan sali%a yang ditularkan melalui jarum atau benda tajam. 2. Kontak langsung (resiko tinggi! -ersentuh atau terpaparnya kulit yang tidak utuh terhadap lesi oral yang mengin#eksi, permukaan jaringan yang terin#eksi, atau "airan yang terin#eksi, per"ikan "airan yang terin#eksi. 3. )nhalasi aerosol atau droplet yang mengandung patogen (resiko sedang! Menghirup bioaerosol yang mengandung material in#ekti# saat menggunakan handpiece dan scaler atau droplet nucleii yang berasal dari batuk. 4. Kontak tidak langsung melalui Menyentuh permukaan benda mati yang terkontaminasi pada ruangan perawatan atau ruang operasi. 3

5esiko transmisi penyakit ber%ariasi tergantung dari daya tahan tubuh host, %irulensi, in#ekti%itas organisme, dosis atau jumlah mikroorganisme, waktu pemaparan, dan "ara transmisi. Kontrol terhadapa %irulensi organisme patogen atau mengurangi kerentanan pasien adalah hampir tidak mungkin. &etugas klinis harus mengerti tentang proses penyakit, route transmisi, metode mengkontrol transmisi, dan mengimplementasikan kontrol in#eksi selama praktek untuk memutus rantai in#eksi. )munisasi terhadap penyakit, penggunaan peralatan pelindung, kontrol pada teknik dan tempat kerja, disin#eksi permukaan6peralatan, sterilisasi instrumen yang kritis dan semi-kritis, dan penggunaan protokol aspetik selama perawatan (Kohli dan &uttaiah, 2002!. &enyakit in#eksi yang biasa dijumpai pada bidang kedokteran gigi dan "ara transmisinya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

-abel 1. &enyakit )n#eksi yang .ijumpai &ada +idang Kedokteran gigi (Kohli dan &uttaiah, 2002! 4

Imunisasi Peker7a 5ang +erli&at Dalam Pera8atan Dental -abel 2. Adaptasi Klasi#ikasi /paulding9s (Kohli dan &uttaiah, 2002!

&ekerja pada bidang kedokteran gigi memiliki resiko pemaparan, dan terin#eksi oleh organisme pengin#eksi. )munisasi bertujuan untuk mengurangi jumlah pekerja yang memiliki penyakit tersebut dan mengurangi terjadinya transmisi penyakit terhadap pekerja lain dan pasien. )munisasi merupakan bagian yang penting dari progrem pen"egahan dan kontrol in#eksi, dan peraturan imunisasi menyeluruh harus diberlakukan pada semua #asilitas yang menyediakan perawatan dental (Kohn dkk, 2003!. Menurut Kohli dan &uttaiah (2002!, pada negara berkembang imunisasi sudah menjadi bagian hidup. )munisasi merupakan garis pertahanan terdepan terhadap penyakit in#eksi. +eberapa imunisasi yang umum diterima pada saat seseorang masih kanak-kanak ter"antum pada tabel dibawah ini.

3aksin (epatitis A (epatitis + *ari"ella MM5 .&5ubeola Meningitis &olio

Pen*akit )n#eksi %irus hepatitis A )n#eksi %irus hepatitis + Chicken pox ("a"ar! Measles, Mumps dan Rubella Diphtheria, Pertussis dan -etanus German Measles Meningitis

Poliomyelitis -abel 3. *aksin &ada Anak-Anak :ang ;mum (Kohli dan &uttaiah, 2002!

Menurut Anonimb (200<!, imunisasi anak rekomendasi )katan .okter Anak )ndonesia yang diwajibkan adalah imunisasi +=>, (epatitis +, &olio, .&-, dan "ampak. /edangkan imunisasi (ib, MM5, -i#oid, (epatitis A, dan *arisela merupakan imunisasi yang dianjurkan. Menurut Kohn dkk (2003!, imunisasi yang sanagt dianjurkan untuk para pekerja di bidang kesehatan ter"antum pada tabel dibawah ini.

Hand Hygiene -abel 4. )munisasi yang /angat .ianjurkan ;ntuk &ara &ekerja Kesehatan Kohn dkk (2003!

(igienitas tangan (misalnya' "u"i tangan, antiseptik tangan, atau surgical hand antisepsis ! mengurangi patogen potensial pada tangan dan ini mengurangi resiko transmisi organisme ke pasien atau pekerja kesehatan lainnya. Mikroba #lora kulit, pertama kali dikemukakan pada tahun 1<3 , terdiri dari mikroorganisme transient dan resident. -ransient #lora, yang berkoloni pada lapisan super#isial kulit mudah untuk dihilangkan dengan rutin men"u"i tangan. Mikroorganisme tersebut sering didapatkan pekerja kesehatan selama kontak langsung dengan pasien atau permukaan lingkungan yang terkontaminasi? organisme ini sering berkaitan dengan health-careassociated infections. Resident flora melekat pada lapisan lebih dalam pada kulit dan sulit dihilangkan dan tidak terlalu berhubungan dengan in#eksi (Kohn dkk, 2003!. Menurut Kohli dan &uttaiah (2002!, urutan prosedur dalam routine hand ash adalah' 1. @epaskan perhiasan dan jam tangan serta periksa tangan 2. +asahi tangan dengan air hangat 3. -uangkan sabun se"ukupnya 4. >osokkan permukaan tangan dengan keras, termasuk disekitar jempol dan jari-jemari sekitar 30-80 detik 7. =u"i tangan dengan air hangat untuk menghilangkan sabun 8. Keringkan tangan dengan handuk kertas 2. &eriksa tangan dari luka seperti goresan, luka, dan memar dan obati seperlunya. . >unakan single-use-disposable glo!es Metode yang dipilih untuk kebersihan tangan tergantung pada jenis prosedur, tingkat kontaminasi, dan persistensi aksi antimikroba yang diinginkan pada tangan. &emilihan metode ini dapat dilihat pada tabel 7.

<

>ambar 1. (andwashing and (and"are (Kohli dan &uttaiah, 2002!


Metode Agen +u7uan Durasi 9min: Indikasi

Routine Air dan sabun non-antimikroba Menghilang-kan 17 detik hand ash tanah dan mikroorganisme transient "ntiseptic Air dan sabun antimikroba hand ash (misal chlorhexidine, iodine dan iodophors, chloroxylenol A&=MBC, triclosan! Menghilang-kan dan membunuh mikro-organisme transient dan mengurangi resident flora Menghilang-kan dan membunuh mikro-organisme transient dan mengurangi resident flora Menghilang-kan dan membunuh mikro-organisme transient dan mengurangi

"ntiseptic "lcohol-based hand rub hand rub

/ebelum dan setelah merawat setiap pasien (misal sebelum memakai dan setelah melepas glo%e!. /etelah 17 detik menyentuh benda yang berkontaminasi dengan darah atau sali%a dengan tangan telanjang. /ebelum meninggalkan ruangan >osok-kan dental. Ketika terlihat tangan hingga tanah. /ebelum agen kering memakai glo%e kembali setelah melepas glo%e yang robek, tertusuk atau terkoyak 2-8 menit /ebelum memakai glo%es bedah sterile )kuti petunjuk untuk prosedur operasi pabrik untuk produk surgical

Air dan sabun antimikroba /urgi"al (misal chlorhexidine, iodine antisepsis dan iodophors, chloroxylenol A&=MBC, triclosan! Air dan sabun non-antimikroba diikuti dengan produk alcoholbased hand rub dengan akti%itas persisten

-abel 7. Metode dan )ndikasi #and-#ygiene (Kohn dkk, 2003! 10

&roduk pen"u"i tangan,

termasuk sabun non-antimiroba dan produk

antiseptik, dapat terkontaminasi atau mendukung pertumbuhan mikroorganisme. &roduk "air harus disimpan dalam wadah tertutup dan disalurkan dari tempat penyimpanan sekali pakai atau kontainer yang di"u"i dan dikeringkan sebelum pengisian ulang. /abun tidak boleh ditambahkan pada dispenser kosong sebagian, karena ini dapat mengakibatkan kontaminasi bakteri. =ara penyimpanan dan pengeluaran produk-produk sesuai dengan petunjuk pabrik (Kohn dkk, 2003!. Men"u"i tangan beberapa kali per hari dengan sabun "enderung membuat kulit kering. &ada akhir setiap sesi (selama istirahat makan siang, atau pada akhir hari klinik! pakailah emolient 6 krim kulit yang berkualitas baik untuk perawatan tangan (Kohli dan &uttaiah, 2002!. Menurut Kohn dkk (2003!, walaupun hubungan antara panjang kuku dan in#eksi luka tidak diketahui, menjaga kuku tetap pendek adalah lebih baik karena mayoritas #lora pada tangan ditemukan dibawah kuku tangan. Kuku tangan harus "ukup pendek hingga dapat dibersihkan dan men"egah robeknya glo!es$ Peralatan Pelindung Personal 9Personal Protective Equipment/PP(: Personal Protecti!e %&uipment (&&D! yang biasa digunakan dalam perawatan gigi adalah sarung tangan sekali pakai (steril atau non-steril!, pelindung mata, perisai wajah, masker, gaun dan yang digunakan untuk melindungi tubuh pribadi dari darah dan "airan tubuh dan bahaya kimia. Eungsi utamanya adalah mengontrol kontaminasi silang dan tidak men"egah penyebaran mikroba. /ebagai "ontoh, beberapa %irus adalah lebih ke"il daripada pori-pori mikroskopis dalam uji sarung tangan lateks dan karenanya memiliki probabilitas yang melewati bahan sarung tangan. Kesimpulannya adalah sarung tangan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah paparan partikel %irus dari "airan tubuh dan bukan untuk benar-benar men"egah kontak dengan %irus (Kohli dan &uttaiah, 2002!. 1. Masker Masker pada kedokteran gigi digunakan untuk mengendalikan paparan terhadap rongga mulut dokter dan mukosa hidung terhadap material in#eksius 11

dan darah serta "airan rongga mulut pasien (Kohli dan &uttaiah, 2002!. /ebuah masker bedah melindungi terhadap mikroorganisme yang dihasilkan oleh para pemakainya, dengan F <7G e#isiensi #iltrasi bakteri, dan juga melindungi penggunanya dari partikel besar yang mungkin mengandung patogen dari darah atau mikroorganisme in#eksius lainnya. &ada saat diperlukan isolasi pen"egahan in#eksi udara (misalnya, untuk pasien -+!, )nstitut $asional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja ($)H/(! mengeluarkan serti#ikat untuk penggunaan particulate-filter respirator (misal' $<7, $<<, atau $100!. $<7 memiliki kemampuan untuk menyaring partikel 1-Im dengan #ilter e#isiensi F<7G (penyaring kebo"oran J7G!, memberikan tingkat aliran J70 @ 6 min (yaitu, perkiraan laju aliran udara maksimum pekerja kesehatan saat berna#as!. .ata menunjukkan ukuran infectious droplet adalah berinti 1-7 Im? oleh karena itu, respirator yang digunakan dalam pengaturan layanan kesehatan harus dapat e#isien menyaring partikel terke"il dalam kisaran ini. Mayoritas masker bedah tidak berserti#ikasi $)H/( sebagai respirator, dan tidak melindungi penggunanya dari paparan -+ (Kohn dkk, 2003!. Menurut Kohli dan &uttaiah (2002!, masker yang menempel pada garis mata dapat dibuang setiap kali pakai. /etiap kali menggunakan masker, pekerja kesehatan harus membuangnya setelah merawat satu pasien. Kika prosedur melampaui 27-30 menit, mungkin perlu untuk mengganti masker dengan yang baru. Ketika terlihat kontaminasi atau per"ikan yang berulang-ulang, masker baru harus digunakan setelah men"u"i muka dan mata (jika diperlukan!. 2. &elindung Mata &ada dunia kedokteran gigi dapat pelindung mata dapat berupa goggles, glass polikarbonat dengan sisi-perisai, face-shield dan prescription glasses dengan side-shields sekali pakai. Lalaupun sudah memakai side-shields, masker harus tetap dipakai untuk mengkontrol paparan per"ikan dari side. Kebanyakan ka"amata setidaknya harus dibersihkan dengan sabun dan air pada akhir setiap sesi atau ketika tampak terkontaminasi. &ada saat t model, 12

trimming model, gigi palsu, memotong kabel dan melakukan pekerjaan laboratorium atau selama pengolahan ulang pada instrumen, penggunaan pelindung mata adalah suatu keharusan untuk mengurangi kemungkinan terpapar bahan berbahaya dan partikel keras yang dapat merusak mata (Kohli dan &uttaiah, 2002!. 3. &akaian &elindung &akaian pelindung dan peralatan (misalnya, gaun, jas laboratorium, sarung tangan, masker, dan pelindung mata atau pelindung wajah! harus dipakai untuk men"egah kontaminasi dari pakaian yang dikenakan dan melindungi kulit pekerja kesehatan dari paparan darah dan ,at tubuh lainnya. @engan baju harus "ukup panjang untuk melindungi lengan saat baju dikenakan. &ekerja kesehatan harus mengganti pakaian pelindung ketika menjadi terlihat kotor dan tertembus oleh darah atau "airan lain yang berpotensi in#eksius. /emua pakaian pelindung harus dibersihkan sebelum meninggalkan pekerjaan daerah (Kohn dkk, 2003!. &akaian bedah harus terbuat dari bahan yang dapat di"u"i dengan mesin dengan deterjen yang pada suhu 87o= untuk membasmi kontaminasi mikroba yang potensial. 4. /arung tangan /arung tangan dapat berupa single-use-disposable non-sterile exam glo!es atau single-use-disposable sterile surgical glo!es dapat digunakan dalam mulut pasien (Kohli dan &uttaiah, 2002!. Menurut Kohn dkk (2003!, beberapa tipe glo!es dan indikasinya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

13

14 -abel 8. -ipe dan )ndikasi >lo%es Kohn dkk (2003!

Sterilization and Disinfection of Patient-Care Items +arang-barang yang bersentuhan dengan pasien (instrumen dan peralatan dental! dikategorikan sebagai kritis, semi"riti"al, atau nonkritis, tergantung pada potensi risiko in#eksi yang berhubungan dengan penggunaannya. +arang-barang kritis adalah yang digunakan untuk menembus jaringan lunak atau tulang memiliki risiko terbesar penularan in#eksi dan harus disterilkan dengan panas. +arangbarang semicritical menyentuh kulit atau membran mukosa yang tidak utuh dan memiliki risiko penularan lebih rendah? karena mayoritas barang-barang semicritical dalam kedokteran gigi adalah toleran terhadap panas, mereka juga harus disterilkan dengan menggunakan panas. Kika barang semicritical sensiti# terhadap panas, maka dapat menggunakan desin#eksi tingkat tinggi. +arang nonkritis memiliki resiko penularan in#eksi yang paling rendah, karena hanya berkontak dengan kulit yang utuh, yang ber#ungsi sebagai barier yang e#ekti# untuk mikroorganisme. &ada sebagian besar kasus, membersihkan, atau jika tampak kotor, membersihkan diikuti oleh desin#eksi yang telah terda#tar pada D&A-rumah sakit sudah memadai.

Kategori Kritis

Definisi

Instrumen dental/&arang

&enetrasi jaringan lunak, berkontak )nstrumen bedah, periodontal dengan tulang, masuk kedalam atau scaler, scalpel blades, bur bedah berkontak dengan aliran darah atau jaringan lunak lainnya. Kontak membran mukosa atau kulit Ka"a mulut, kondensor amalgam, yang tidak utuh? tidak berpenetrasi sendok "etak reusable, dental pada jaringan lunak, tidak berkontak handpie"eM dengan tulang, tidak masuk kedalam atau berkontak dengan aliran darah atau jaringan lunak lainnya +erkontak dengan kulit yang utuh #ead'cone radiogra#, manset tensi, facebo , pulse oximeter$

/emikritis

$on-kritis

M Lalaupun dental handpiece masuk dalam kategori barang semi"riti"al, sterilisasinya harus menggunakan panas dan bukan sekedar disin#ektan highle!el -abel 2. (nfection-control categories of patient-care instrumentses Kohn dkk (2003! 17

Menurut Kohn dkk (2003!, instrumen dental yang tahan panas biasanya disterilisasi menggunakan alat-alat dibawah ini yang telah mendapatkan serti#ikasi kelayakan penggunaan medis oleh E.A. 1. ;ap dibawah tekanan (autocla!ing! .i antara metode sterilisasi, sterilisasi uap adalah yang paling diandalkan dan ekonomis. /terilisasi uap digunakan barang-barang critical dan semicritical yang tidak sensiti# terhadap panas dan kelembaban. /terilisasi uap memerlukan pemaparan langsung dari setiap item untuk langsung menguapinya pada suhu dan tekanan pada jangka waktu tertentu untuk membunuh mikroorganisme. .ua tipe dasar sterilisasi uap adalah perpindahan gra%itasi dan high-speed pre!acuum sterili)er$ Menurut @akshamn dkk (2002!, prinsip kerja auto"la%e adalah pada saat air dipanaskan pada lingkungan yang tertutup, titik didihnya naik bersamaan dengan suhu uap keseluruhan, "ontohnya apda 104k&a (17 p.s.i! suhu uap adalah 121 (tabel !. Eenomena ini diman#aatkan sterilisasi uap oleh auto"la%e. /ederhananya, sebuah auto"la%e meman#aatkan tekanan cooker dengan ruangan double- alled atau *acketed+ uap bersirkulasi dibawah tekanan dalam chamber, dimana objek yang disterilisasi (muatan! telah ditaruh. /etelah sterilisasi selesai, pengeringan muatan bersamaan dengan e%akuasi uap. &engeringan dapat diper"epat dengan penyedotan udara yang hangat dan ter#iltrasi dalam chamber$

>ambar 2. Auto"la%e (Anonimd, 200<! 18

>ambar 3. &rinsip kerja auto"la%e pada kedokteran gigi (/amaranayake dan Kones, 2002!

+emprature 90;: 134 -13 128 - 12< 121 -124

+ekanan p's'i 30 20 17 kPa 8< 104 13

<aktu tunggu minimal 9min: 3 10 17

<aktu siklus keseluruhan 9min: 20 30 40

117 - 11 10 202 30 70 -abel . Kombinasi waktu-/uhu yang dibutuhkan strerilisasi dengan auto"la%e (/amaranayake dan Kones, 2002! ,$ Dry #eat Menurut Kohn dkk (2003!, strerilisasi dry heat digunakan untuk sterilisasi material yang dapat rusak oleh sterilisasi panas yang lembab (misalnya, bur dan beberapa instrumen ortodontik!. Lalaupun dry heat memiliki keuntungan biaya operasional yang rendah dan tidak korosi#, namum membutuhkan waktu proses yang lama dan tempratur yang tinggi sehingga tidak "o"ok untuk beberapa barang dan instrumen. 12

Parameter -empratur

Slow Cycle 1800= (320o=!

ast Cycle

!apid Heat

120o= (340oE! 1<0o = (327oE!

Laktu sterilisasi 120 menit 80 menit 8-12 menit -abel <. &arameter /terilisasi Dry-#eat -.ohli dan Puttaiah, ,//01 /terilisasi dry heat yang digunakan dalam kedokteran gigi meliputi static-air dan forced-air types2 -ipe static-air biasanya disebut tipe sterilisasi o%en . Kumparan pemanas di bagian bawah atau sisi unit menyebabkan udara panas naik ke dalam ruangan melalui kon%eksi alami. -ipe forced-air types ini dikenal juga sebagai sterilisasi rapid heattransfer$ ;dara panas disirkulasikan ke seluruh ruang pada ke"epatan tinggi, hal ini memungkinkan trans#er energi dari udara ke instrumen yang lebih "epat, sehingga mengurangi waktu yang diperlukan untuk sterilisasi.

>ambar 4. .ry (eat /terili,er. Manu#a"tured by Alpha Medi"al (Anonime, 200< ! 3$ 4nsaturated chemical !apor Menurut Kohn dkk (2003!, sterilisasi unsaturated chemical !apor melibatkan pemanasan larutan kimia alkohol primer dengan 0.23G 1

formaldehyde pada ruangan tertutup bertekanan. 4nsaturated chemical !apor mensterilisasi instrumen carbon steel (misal bur dental! menghasilkan korosi yang lebih sedikit dibandingkan sterilisasi uap karena rendahnya tingkay air yang terdapat selama siklus. )nstrumen harus dalam keadaan kering sebelum sterilisasi. &ada penelitian yang dilakukan oleh Kamani dkk (1<<7!, dilakukan e%aluasi kinerja dari 2 autocla!e, 22 dry-heat o!en dan 2 boiling- ater de!ice yang digunakan untuk sterilisasi instrumen gigi. /elain itu, penelitian ini juga menggunakan metode kultur untuk menguji e#isiensi sterilisasi kimia. .alam menguji dry-heat o!en, yang semuanya adalah model Aes"ulap, 1 dari 22 gagal untuk menghasilkan sterilisasi yang memadai. -erdapat isolasi 5taphylococcus epidermidis dan Micrococcus sp. /ebuah studi yang dilakukan oleh Eield dkk (1< ! menge%aluasi kinerja dari 172 otokla# menemukan bahwa 8 dari 172 gagal Kita dapat menyimpulkan bahwa kinerja dari o%en panas kering dapat diterima sebagai metode sterilisasi namun butuh waktu yang panjang untuk men"apai suhu 180o=. Kerugian lain adalah bahwa sebagian dry-heat o!en tidak memiliki uninterrupted cycle, yang mengamankan terhadap gangguan sterilisasi. &ertumbuhan bakteri /taphylo"o""us aureus terisolasi dari alat-alat disterilkan dengan boiling- ater de!ice. (al ini menunjukkan bahwa boilingater de!ice bukanlah metode yang e#ekti# untuk sterilisasi. Martin dkk (1< 7!, menge%aluasi e#isiensi perangkat air mendidih menunjukkan bahwa boiling- ater de!ice bahkan tidak dapat bertindak sebagai disin#ekatan dan harus ditolak sebagai metode sterilisasi. &ada 100 instrumen dental disterilkan dengan "ara kimia (/a%lon hospital "on"entrate solution? "hloroheNidine glu"onate 1.7G w6% and "etrimide 17G w6%! dengan laju pengen"eran 37 ml dibuat hingga 1 liter dengan air (yang tidak diperiksa sterilitasnya!. -erdapat isolasi bakteri dan jamur dari 80 sampel. Mikroorganisme yang diidenti#ikasi adalah' >ram O %e' 5taphylococcus aureus, 5taph$ epidermidis, 6acillus sp$, 1< menghasilkan sterilisasi yang memadai.

5trept$ %nterococci$ >ram-%e' Pseudomonas aeruginosa, %nterobacter sp$ Eungi' "spergillus sp$, Candida albicans$ &ada penelitian Martin (1<<0!, e%aluasi e#isiensi boiling- ater de!ice yang digunakan di bawah pengawasan seorang ahli mikrobiologi, diidenti#ikasi adanya 1G mikroorganisme. (al ini menunjukkan bahwa air mendidih bahkan tidak dapat sebagai disin#ektan. &raktisi yang masih menggunakan boiling- ater de!ice untuk sterilisasi menunjukkan bahwa mereka terus-menerus mengekspos pasien terhadap risiko in#eksi silang. (asil penelitian Kamani dkk (1<<7!, menunjukkan bahwa bahan-bahan desin#ektan sterilisasi tidak memberikan sterilisasi yang "ukup. Kadi, sterilisasi kimia tidak dianjurkan dalam praktek gigi untuk alasan berikut' /e"ara umum, kurang mematikan organisme patogen dibandingkan sterilisasi dengan "ara lain -idak dapat dipantau se"ara biologis )nstrumen harus ditangani se"ara aseptik, dibilas dalam air steril dan dikeringkan dalam handuk steril setelah sterilisasi kimia )nstrumen disterilkan dengan larutan kimia tidak dibungkus dan karenanya harus digunakan segera disimpan dalam wadah steril -erlalu banyak waktu yang dibutuhkan, tidak kurang dari tiga jam dan biasanya dari enam sampai sepuluh jam .apat menimbulkan karat dan korosi dari instrumen Agen kimia dapat dengan mudah disalahgunakan oleh asisten gigi &ada dunia kedokteran gigi, digunakan beberapa jenis disin#ektan. +eberapa germisida yang umum digunakan dalam kedokteran gigi digolongkan dalam tiga kategori utama seperti "airan sterilants6disin#ektan tingkat tinggi, disin#ektan permukaan tingkat menengah P rendah, dan antiseptik.

20

1. /terilants Glutaraldehyde Chlorine dioxide #ydrogen Peroxide #ydrogen peroxide 5odium #ypochlorite Chlorine Dioxide (odophors 5ynthetic Phenols 8uaternary "mmonia Compounds "cti!e Chlorine Dioxide Germicides %ssential oil compunds Chlorhexidine Compounds Cetylpiridium compounds 5anguinarine based compounds Parachlorometaxylenol compounds 9ther bacteriostatic'bactericidal compounds

2. Disinfectants -(ntermediate and 7o 7e!el1

3$ Antiseptik (untuk penggunaan oral dan non-oral!

&ada tabel berikut menyajikan beberapa si#at yang dimiliki oleh beberapa jenis disin#ektan (tabel 10! dan beberapa disin#ektan6antiseptik serta penggunaannya (tabel 11!.

21

Disinfektan

Akti=itasn*a +erhadap GP; GN1pora OO OO Q atau +OO O O O O

+idak +erakti=asi oleh Aksi korosif Protein 1a&un Q OO O Q OO O OO atau QR O atau Q -

>lutaraldehyde =hlorine "ompounds )odophos &henoli"s Alkohol (20G!

OO OO OO OO OO

OO OO OO OO OO

=hlorheNidine OO O O OO R larutan bu##er? >&=' >ram &ositi%e =o""i? >$+' >ram $egati%e +a"illi? -+' -uber"le +a"illi OO' tinggi, O' sedang, -'rendah -abel 10. /i#at .isin#ektan yang .igunakan di Kedokteran gigi (/amaranayake dan Kones, 2002!

+ipe Disinfektan/ Antiseptik ;H/2)H(>IDIN(1 Chlorhexidine gluconate li&uid :;

Nama Dagang

Penggunaan pada Dental Surgery

#ibiscrub surgical scrub

=u"i tangan #and rub

Chlorhexidine ,$<; ' #ibisol 0/; alcohol solution handrub in a glycerine base Chlorhexidine /$<; in "lcoholic 0/; alcohol chlorhexidine

.isin#ektan kulit sebelum biopsy perioral, bedah impaln, dan bedah periodontal 6iocide untuk disin#eksi dental unit aterline dan botol penampungan

6io 6lue

I2D2PH2)1 Po!idone iodine 0$<; 6etadine solution surgical scrub =u"i tangan

22

+ipe Disinfektan/ Antiseptik A/;2H2/1 "lcohol gel'solutions

Nama Dagang

Penggunaan pada Dental Surgery

Purell, 5terillium, Desderman

#and rub

0/; (sopropyl alcohol ")o ipes ipes Clini ipes %thanol and =- Mikro)oid propanol alcohol spray

or .isin#ektan permukaan keras bedah atau permukaan luar handpie"e .isin#ektan permukaan keras bedah

;H/2)IN( )(/(A1ING AG(N+1 5odium Dichloroisocyanurate solution tablets :$0< g -> ,$< g a!ailable chlorine1 or granules #a)-?abs -umpahan darah atau "airan tubuh tablet or lainnya granules Presept tablets or granules .isin#ektan permukaan keras bedah

5odium hypochlorite @ Chloros detergent +)I;/21AN ?riclosan ,; PH(N2/I; #ycolin ,; solution 5tericol "&uasept

.isin#ektan tangan

.isin#ektan permukaan lingkungan, misal lantai .isin#ektan saluran suction

#alogenic alkyl @aryl 9rotol phenolic

P()A;(+I; A;ID &era"eti" a"id $u-"ideN >igasept &A .isin#ektan tingkat tinggi untuk instumen yang labil terhadap panas, hanya untuk prosedur dengan resiko sedang dan rendah

23

+ipe Disinfektan/ Antiseptik

Nama Dagang

Penggunaan pada Dental Surgery

1.P()2>IDI1(D <A+() Dle"trolysed salt /teriloN solution produ"ed by a dedi"ated generator A/KA/IN( P()2>ID( Alkaline based peroNide /terileN ultra, 6iocide untuk disin#eksi aterline .entisept dental unit dan tabung penampungan 6iocide untuk disin#eksi aterline dental unit dan tabung penampungan

;I+)I; A;ID -A1(D Ddentin a"id, Alpron 6iocide untuk disin#eksi aterline tosy"hloramide sodium dental unit dan tabung penampungan phenylalamine -abel 11. .isin#ektan dan Antiseptik -angan (Anonim#, 200<!

Kontrol Infeksi /ingkungan .alam praktek dokter gigi, permukaan lingkungan (yaitu, permukaan atau peralatan yang tidak berkontak langsung dengan pasien! dapat menjadi terkontaminasi selama perawatan. &ermukaan tertentu, terutama yang sering tersentuh (misalnya, light handle, unit s itches, dan tombol la"i! dapat ber#ungsi sebagai tempat penampungan kontaminasi mikroba, meskipun tidak berhubungan langsung dengan penularan in#eksi pada pasien ke pekerja kesehatan, maupun sebaliknya. &ermukaan lingkungan dapat dibagi menjadi 2, yaitu clinical contact surfaces dan housekeeping surfaces (Kohn dkk, 2003!. Clinical contact surfaces dapat terkontaminasi langsung dari material pasien baik dengan semprotan langsung atau per"ikan yang terakumulasi selama prosedur dental atau melalui kontak dengan glo!es pekerja kesehatan. =ontoh"ontoh yang termasuk dalam clinical contact surfaces antara lain' light handle, s itches, peralatan dental radiogra#i, sisi kursi komputer dental, tempat penyimpanan material dental yang reusable, pegangan la"i, countertops, pena, 24

tele#on dan pegangan pintu (Kohn dkk, 2003!. Menurut Kohli dan &uttaiah (2002!, beberapa barang6peralatan yang memerlukan pelindung antara lain' =$ Dental 4nit 7ight handles ,$ Dental 4nit electrical or mechanical controls 3$ Dental Chair #ead Rest :$ Dental Chair "rm Rests <$ Dental 4nit controls including the 6racket ?able A$ #ighspeed #andpiece couplings and hose -extended A inches belo coupling co!ering the hoses1 0$ 5lo speed motor, coupling and hose -extended A inches belo the coupling co!ering the hoses1 B$ "ir' ater syringe and hose -extended A inches belo the hose1 C$ 5ali!a e*ector handpiece and hose -extended A inches belo co!ering the hose1 =/$ #D% handpiece and hose -extended A inches belo coupling co!ering the hose1 ==$ E-ray unit handles and cone =,$ E-ray 4nit controls =3$ 6ite 6lock of the Panoramic E-ray 4nit =:$ (ntra 9ral Digital 5ensors =<$ RDG e&uipments =A$ "pex locators =0$ %ndosonic 4ltrasonic 4nits =B$ =B$ F(?( ?or&ue control hand pieces @apisan pelindung permukaan dan peralatan dapat men"egah kontaminasi clinical contact surfaces, tetapi ini sangat e#ekti# bagi permukaan yang sulit dibersihkan. :ang termasuk lapisan pelindung adalah bungkus plastik bening, tas, seprai, tabung, dan plastic-backed kertas atau bahan lain yang tahan terhadap kelembaban. Karena penutup tersebut dapat terkontaminasi, mereka harus dihapus 27 coupling coupling co!ering the

dan dibuang dengan kondisi tangan yang masih bersarung. /etelah menghilangkan lapisan pelindung, periksa permukaan untuk memastikan tidak ada yang kotor. &ermukaan harus dibersihkan dan didesin#eksi hanya jika terdapat kontaminasi yang jelas (Kohn dkk, 2003!.

>ambar 7. 7ight handles dan swit"h lampu harus dilapisi selama mengerjakan pasien dan dibuang setelah tiap satu pasien (Kohli dan &uttaiah, 2002!

28

>ambar 8. "ir' ater syringe, #D%, dan Air liur Dje"tor /yringe 6 kopling dapat dibungkus setidaknya 8 in"i di bawah penghunbungnya. &ilihan lain adalah untuk disin#eksi antara kunjungan pasien. Keyboard dan Mouse komputer yang tahan air dapat baik didesin#eksi atau dilindungi antara pasien (Kohli dan &uttaiah, 2002! +ukti tidak mendukung bahwa permukaan rumah tangga (misalnya, lantai, dinding, dan tenggelam! menimbulkan risiko penularan penyakit dalam perawatan kesehatan gigi. /ebenarnya, penghilangan #isik mikroorganisme dengan menyeka atau menyikat mungkin sama pentingnya, jika tidak lebih begitu, daripada e#ek antimikroba disediakan oleh agen digunakan. /ebagian besar housekeeping surface perlu dibersihkan hanya dengan deterjen dan air atau desin#ektan 6 detergen yang sudah terda#tar D&A, tergantung pada si#at permukaan dan jenis dan tingkat kontaminasi (Kohli dan &uttaiah, 2002!. Pertim&angan Khusus =$ Dental #andpiece Meskipun tidak ada bukti epidemiologi menyangkut transmisi penyakit pada instrumen ini, penelitian tentang high-speed handpiece yang menggunakan dye expulsion menunjukkan adanya potensi tarikan kembali "airan oral kedalam kompartemen internal handpiece$ (al ini menunjukkan bahwa material yang berasal dari pasien dapat dikeluarkan dalam mulut orang lain pada penggunaan selanjutnya. 22 &enelitian menggunakan model

laboratorium juga menunjukkan kemungkinan untuk retensi %irus .$A dan %irus lainnya di dalam kedua handpie"es berke"epatan tinggi dan prophylaxis angles (Kohn dkk, 2003!$ Metode panas dapat mensterilkan gigi handpie"es dan perangkat intraoral lainnya yang melekat pada dental unit air atau aterlines$ ;ntuk memproses setiap perangkat dental yang dapat dilepas dari dental unit air atau aterlines, baik desin#eksi permukaan dengan bahan kimia atau pen"elupan bahan germisida adalah metode yang dapat diterima. >as etilen oksida tidak dapat se"ara memadai mensterilkan komponen internal handpieces. &ada e%aluasi klinis pada high-speed handpieces, pembersihan dan pelumasan adalah #aktor paling penting dalam menentukan kinerja dan keawetannya. )nstruksi pabrik untuk pembersihan, pelumasan, dan sterilisasi harus diikuti erat dengan baik memastikan e#ekti%itas proses dan handpie"es berumur panjang (Kohn dkk, 2003!. ,$ 5ali!a %*ector Aliran balik dari %olume sali%a yang rendah terjadi ketika tekanan dalam rongga mulut pasien kurang dari tekanan dalam e!acuator$ &enelitian menunjukkan bahwa aliran balik dalam pipa lo -!olume suction dapat terjadi dan adanya mikroorganisme dalam pipa yang ditarik kembali ke dalam mulut pasien pada saat ter"iptanya seal disekitar ujung sali!a e*ector (misal, pada saat pasien menutup bibir maka membentuk partial !acuum disekitar ujung e*ector!. Aliran balik inni merupakan sumber yang potensial untuk terjadinya kontaminasi silang? kejadian ini tidak pasti karena tergantung kualitas seal yang terbentuk berbeda-beda diantara pasien (Kohn dkk, 2003!. 3. .ental 5adiography &ada saat mengambil radiogra#i, potensi kontaminasi silang antara peralatan dan permukaan lingkungan dengan darah atau sali%a sangat lah tinggi jika tidak mempraktekkan teknik aseptik. Glo!es harus dipakai pada 2

saat mengambil gambar radiogra#i dan memegang paket #ilm yang terkontaminasi. &erlindungan personal lainnya (misal masker, protecti!e eye ear, dan gaun! harus dikenakan jika sepertinya terdapat per"ikan darah atai "airan tubuh lainnya. Aksesoris radiogra# intraoral yang toleran terhadap panas telah tersedia dan barang-barang semi"riti"al ini (misal film holding dan positioning de!ice! harus disterilkan dengan panas sebelum digunakan (Kohn dkk, 2003!. Menurut Kohn dkk (2003!, pada alat radiogra#i juga harus digunakan bahan pelindung, dan setiap permukaan yang terkontaminasi harus dibersihkan dan didisin#ektan dengan %P"-registered hospital disinfectant akti%itas rendah (misal, ()* dan (+! hingga intermediate-le!el (misal, tuber"ulo"idal!.

2<

-A- III K(1IMP./AN &ada pen"egahan in#eksi dalam bidang kedokteran gigi, para klinisi dan perkerjanya in#eksi. &ada uraian tentang alat-alat strerilisasi di bidang kedokteran gigi, maka dapat disimpulkan bahwa' &roses autocla!ing merupakan metode pilihan untuk sterilisasi instrumen gigi karena e#ekti#, "epat, aman dan menggunakan uninterrupted cycle Dry-heat o!en e#ekti#, tetapi dianjurkan menggunakan uninterrupted cycle Cold sterili)ation-chemical disinfectant is tidak "o"ok untuk sterilisasi dalam praktek gigi 6oiling- ater de!ice tidak e#ekti# untuk sterilisasi instrumen gigi, maka boiling- ater de!ice harus disingkirkan harus memberlakukan prinsip uni!ersal precaution, yakni memperlakukan semua pasien dengan sama seperti jika mereka memiliki penyakit

30

Daftar Pustaka Anonima , 200 , (nfection control routine for dental office, http'66www.healthmantra."om6h"trust6art4.shtml, A""essed 226116200< Anonimb , 200<, Gad al imunisasi di (ndonesia, http'66id.wikipedia.org6wiki6KadwalSimunisasi, A""essed 226116200< Anonim" , 200<, (nfections Control (n Dentistry, http'66rapidshare."om6#iles6212087326)n#e"tionS=ontrolSinS.entistry.rar Anonimd, 200<, Auto"la%e *itale &lus 12, http'66www."risto#oli."om6"risto#oli6en6, A""essed 226116200< Anonime, 200<, Dental %&uipment and 5upplies, http'66www.m"horalhealth.org6/DA@6step4.html, A""essed 226116200< Anonim#, 200<, Toning o# Lork Areas, use o# +arrier #or &rote"tion o# DUuipment and /ur#a"e .isin#e"tion, http'66www.in#e"tion"ontrolser%i"es."o.uk6dentalSsurgerySdisin#e"tionS,on ing.htm, A""essed 226116200< Eield DA, Eield KK, Martin M*. -ime, steam, temperature (-/-! "ontrol indi"ators to measure essential sterili,ation "riteria #or auto"la%es in general dental pra"ti"e and the "ommunity dental ser%i"e. 6ritish Dental Gournal, 1< , 184(2!'1 3-7. Kamani, E., 5ababah, -., Vsous, 5., .aameh, .., 1<<7, -esting /e%eral Methods o# /terili,ation in .ental &ra"ti"e, %astern Mediterranean #ealth Gournal, *olume 1 (1!' 0- 8 Kohli A., &uttaiah 5., 2002, (nfections Control "nd 9ccupational 5afety recommendations Hor 9ral #ealth Professional, .ental =oun"il o# )ndia, )ndia Kohn, L.>., =ollins, A./., =le%eland K.@., (arte K.A., Dklund K.K., Mal%it, ..M., 2003, >uidelines #or )n#e"tion =ontrol )n .ental (ealth-=are /ettings, MMIR? 23(12!' 1-28 Martin M*, 1<<0, $ew "on"epts in "ross in#e"tion "ontrol in dentistry, 6ritish Dental Gournal Martin M*, +art,okas =A. -he boiling o# instruments in general dental pra"ti"e' a misnomer #or sterili,ation. 6ritish Dental Gournal, 1< 7, 17<(1!'1 -20.

31

/amaranayake, @.&., Kones, +.M., 2002, %ssential Microbiology for Dentistry, 2nd Dd, Dlse%ier, =hina

32