Anda di halaman 1dari 25

TUGAS TEORI AKUNTANSI CHAPTER 10: THE BALANCE SHEET DAN CHAPTER 11: THE INCOME STATEMENT

KELOMPOK 10: F1312053 Harmita Ama ia!a F13120"# P$%%& N'r E() S$t&) P'tr) F1312122 *'+ti!a Lita Sari

,'r'+a! A('!ta!+i Fa(' ta+ E()!)mi -a! Bi+!i+ U!i.$r+ita+ N$/$ri S$0$ a+ Mar$t Ta1'! 2013
C1a%t$r 10

T1$ Ba a!2$ S1$$t


T1$ r$ ati)!+1i% 0$t3$$! t1$ 0a a!2$ +1$$t a!- i!2)m$ +tat$m$!t Ada dua pendekatan yaitu articulated dan non articulated. Articulation maksudnya adalah kedua pernyataan tersebut secara matematis didefinisikan sedemikian rupa bahwa net income sama dengan perubahan pada owners equity pada suatu periode. Non articulated memutuskan hubungan amatematik diantara neraca dan laporan labarugi yang didefinisikan dan diukur secara independen dari yang lain. Pendekatan articulation Elemen akuntansi yang diidentifikasi dalam S A! No " antara lain# assets# liabilities# owners equity# re$enues# gains# e%penses dan losses. &ncome dihitung dari re$enues# gains# e%penses# dan losses. &ncome merupakan subklasifikasi dari owners equity. Semua transaksi akuntansi dapat diklasifikasikan kedalam model berikut ini'

(alam konsep articulated ini# ada tiga subklasifikasi dari owners equity yaitu' contributed capital# retained earnings dan unreali)ed capital ad*ustments. !ontibuted capital disubklasifikasikan lagi dalam legal capital +par $alue, dan sumber lain dari contibuted capital +sebagai contoh# premiums dan aset donasi,. -etained earnings mempunyai tiga subklasifikasi yaitu' income statement accounts# prior ad*ustments dan di$iden. .arena income merupakan subklasifikasi dari retained earnings# maka income

statemen dan balance sheet merupakan articulasi. Subklasifikasi lebih lan*ut dalam income statement sendiri yaitu perbedaan antara re$enues dan gains dan e%penses dan losses# dan klasifikasi dari gains dan losses dalam ordinary atau e%traordinary. /eberapa transaksi akuntansi langsung menu*u pada income statement secara bersamaan karena transaksi tersebut dianggap sebagai penyesuaian income tahun sebelumnya.(i$iden digambarkan sebagai distribusi atas income. Subklasifikasi ketiga dari owners equity yaitu unreali)ed capital ad*ustments# muncul dari peraturan akuntansi yang khusus. Sistem klasifikasi akuntansi di atas cukup sederhana# akan tetapi kesederhanaan tersebut mengakibatkan beberapa permasalahan karena transaksi yang kompleks tidak dapat selalu dikategorikan kedalam bagan di atas. !ontohnya seperti mandatory redeemable preferred stock# karena ini adalah saham# mempunyai karakteristik kepemilikan# namun karena harus ditebus +redeemed,# hal ini *uga merupakan resembles bonds +obligasi yang dapat ditebus,. SE! melarang transasksi ini dimasukkan dalam owner equity. (alam hal ini penambahan pengungkapan merupakan cara yang disepakati dalam kompleksitas yang baru. Pada articulated system terdapat dua alternatif dalam mendefinisikan elemen akuntansi# yakni dengan' a -e$enue0E%pense Approach berfokus pada mendefinisikan elemen laba rugi. Elemen tersebut ditempatkan pada keunggulannya pada laporan laba rugi# prinsip dari pengakuan income# dan peraturan dari pengukuran income.Aset dan liabilities didefinsikan# diakui dan diukur sebagai produk dari re$enues dan e%penses. &ncome diturunkan dari matching cost +termasuk depresiasi, untuk mengakui re$enues. /aik laporan laba rugi dan neraca diatur oleh peraturan akuntansi dari pengakuan re$enues dan cost matching dan peraturan ini menggambarkan orientasi re$enue0e%pense. Salah satu konseuensi dari pendekatan re$enue0e%penses adalah membebani neraca dengan hasil dari peraturan pengukuran income. Sebagai hasilnya# neraca mengandung tidak hanya aset dan liabilities# tetapi *uga debit dan credit yang ambigu yang disebut dengan deferred charges and deferred credits. !ontoh dari deferred charge adalah organi)ational startup cost yang dialokasikan pada income statement sepan*ang *umlah tahun daripada dibebankan secala langsung. Sekali ter*adi# organi)ational costs merupakan sunk cost dan tidak dapat dikembalikan. !ontoh dari deferred credits adalah in$estments ta% credit yang dicatat dibawah metode deferral pada AP/ 1pinion no 2. (eferred in$estment ta% credits bulan merupakan liability resmi3 daripada3 hal ini muncul dari perbedaan antara bagaimana ta% credits diperlakukan pada ta% return perusahaan dan laporan keuangan. Ada beberapa contoh dari standar akuntansi yang menekankan pada efek transaksi di laporan laba rugi dengan sedikit mengesampingkan dampaknya pada neraca. Sebagai contoh' akuntansi pensiun dalam AP/ opinion No 4 yang terutama berfokus pada pengakuan beban pensiun pada laporan laba rugi. 5ampir tidak ada pertimbangan yang diberikan pada pertanyaan apakah pension liability muncul.

Pengakuan dan amortisasi dari aset tak berwu*ud dibawah AP/ 1pinion No 16 mengenalkan debit yang meragukan dalam neraca +muncul dari metode pembelian dari akuntansi untuk kombinasi bisnis, dan abritrarily amorti)es sepan*ang nilai maksimum 78 tahun. Pertanyaan apakah sebuah aset tak berwu*ud +goodwill, akan muncul tidak disebutkan.

b Asset09iability Approach Pendekatan ini menekankan definisi# pengakuan dan pengukuran atas aset dan kewa*iban.&ncome didefinsikan# diakui# dan diukur sebagai produk dari pengukuran aset dan liablity. (alam S A! no " AS/ mendefinisikan comprehensi$e income sebagai perubahan dalam net aset perusahaan +aset dikurangi liabilities, dari sumberdaya non pemilik. Pendekatan aset0liability berfokus pada pengukuran dari net assets.Pendekatan ini mebantah pendekatan re$enue0e%pense karena# aset dan liabilities adalah nyata.5al ini menaikkan nilai dari net asets yang memberikan kenaikan income. :eskipun pendekatan re$enue0e%pense merupakan orientasi dasar dari praktik pelaporan keuangan saat ini# beberapa standar akuntansi khusus mengambarkan penekanan pada aset0liablity. S AS No 6 melarang loss capitali)ation pada perusahaan yang dalam tahap berkembang dan menghapus kerugian pada income masa depan. Persyaratan dibawah S AS No 6 men*aga beban tangguhan keluar dari neraca.S AS No 18; berfokus pada pencatatan income ta% pada pengakuan dari ta% assets dan liabilities. 2 Pendekatan Nonarticulated <erdapat tegangan yang tinggi antara dukungan atas pendekatan tradisional re$enue0 e%pense dan pendekatan aset0liability karena pendukung re$enue0e%pense terutama berfokus pada stabilisasi efek fluktuasi dari transaksi pada laporan laba rugi dan dipersiapkan untuk mengenalkan deferred charge dan deferred credit untuk memperhalus pengukuran income. (isisi lain# pendukung aset0liablity terutama berfokus pada perubahan perlaporan nilai net aset dan dipersipakan untuk mentoleransi laporan laba rugi yang fluktuatif yang mungkin termasuk unreali)ed holding gains dan losses. 5al ini memper*elas bahwa dua grup bertentangan karena neraca dan laporan laba rugi secara matematis artikulasi.Se*ak artikulasi muncul# dua pernyataan tersebut dapat dibagi dan baik kedua kelompok dapat dipuaskan dengan dasar re$enue0e%pense pada laporan laba rugi dan dasar aset0liability pada neraca./agaimanapun *uga# daripada menu*ua ke arah nonartikulasi# pendekatan comprehensi$e income yang dibutuhkan dalam S AS No 1=8 telah memulau untuk menutup *arak pada artikulasi ini. a Assets Pendefinisian aset sangat penting karena membangun tipe dari faktor ekonomi apa yang akan muncul pada neraca. Aset diidentifikasi sebagai elemen yang akan diakui# diukur# dan dilaporkan pada neraca. /eberapa sefinisi dari aset dapat diketemukan

pada literatur akuntansi. /agaimanapun *uga the accounting profession in the >nited States telah membuat tiga usaha resmi dalam mendefinisikan aset' 1, Sesuatu yang ada pada saldo debit yang mungkin atau akan di bawa sampai pada penutupan buku akun yang berdasarkan peraturan atau prinsip akuntansi# dimana hal ini menun*ukkan hak kepemilikan atau nilai yang didapat# atau pengeluaran yang dibuat yang menciptakan kepemilikan atau kegunaan pada masa depan. !ontohnya' gedung?bangunan# piutang# persediaan# dan deferred charge adalah klasifikasi aset dalam neraca. 2, Sumber daya ekonomi dari perusahaan yang diakui dan diukur dengan mengikuti prinsip akuntansi berterima umum. Aset *uga termasuk beberapa deferred charge yang bukan sumber daya namun diakui dan diukur menggunakan prinsip akuntansi berterima umum. =, Aset sendiri didefinisikan sebagai kemungkinan manfaat ekonomis masa depan diperoleh atau dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa masa lalu. (efinisi yang pertama menekankan pada kepemilikan resmi tetapi *uga mengandung deferred charges pada dasar bahwa deferred charge tersebut dengan baik termasuk dalam aset. Pertimbangannya adalah bahwa deferred charge berhubungan pada laba rugi periode masa depan. (eferred charge termasuk pada aset semata0mata karena peraturan laporan laba rugi bahwa menunda pengakuan atas kos sebagai beban sampai dengan periode masa mendatang. Aspek dari definisi ini mengambarkan pendekatan re$enue0e%pense pada laporan keuangan. (efinisi yang kedua menekankan pada aset merupakan sumberdaya ekonomi.5al ini didefinisikan sebagai @kelangkaan ketersediaan....untuk melakukan akti$itas ekonomi.AAset dirasa lebih pada kepemilikan legal3 segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomis dimasa mendatang disebut aset. !ontohnya' pen*an*ian leasing yang men*amin hak pemakaian property dari lesee +meskipun bukan hak kepemilikan, akan memenuhi definisi yang luas ini. (efinisi yang ketiga merupakan e$olusi yang lebih *auh dari konsep bahwa aset merupakan sumberdaya ekonomis..unci karakteristik aset adalah kapasitas untuk menyediakan manfaat dimasa mendatang# pengendalian aset oleh perusahaan# dan keter*adian dari transaksi memberikan munculnya pengendalian dan manfaat ekonomi..apasitas untuk menyediakan manfaat ekonomi *uga disebut dengan future ser$ice potential. 5al ini berarti bahwa aset adalah sesuatu yang akan memproduksi net cash flows positif di masa mendatang. Aliran kas ini mungkin ter*adi pada satu atau dua cara yaitu pada pertukaran langsung pada pasar untuk aset yang lain atau melalui perubahan pada operasi manufaktur sampai produk selesai. Pendekatan @economic resourcesA mengambarkan konsep yang luas atas aset daripada konsep kepemilikan legal dan hal ini kosisten dengan ide ekonomi bahwa aset mempunyai nilai karena menghasilkan income +cash, di masa depan. .arena konsep dari sumber daya ekonomi ini bersifat luas# hal ini meliputi $ariasi yang luas pada ' +1, metode dari realisasi manfaat dimasa mendatang dan +2, menentukan kemungkinan dari realisasi manfaat dimasa depan. Subklasifikasi dalam pelaporan pada kelompoka aset adalah perbedaan antara curent dan noncurrent.

9uasnya konsep sumberdaya ekonomi telah menuntun beberapak akuntan untuk memilih konsep yang lebih sempit yang didasarkan pada e%changeability dan se$erability./erdasarkan pandangan yang lebih sempit ini# akuntansi aset harus mengambarkan hanya sumber daya ekonomi yang dapat dipisahkan dari perusahaan dan di*ual. (efinisi yang sempit atas aset ini akan mengurangi $ariasi pada pelaporan aset dalam realisasi atas manfaat dimasa mendatang0karena memiliki nilai hanya dari keguanaan produktif yang akan dipisahkan dengan definisi yang sempitini. Pendekatan se$erability0e%changeability mementingkan kelemahan pada teori nilai ekonomi.Nilai ekonomi seringkali dikurangi pada dimensi harga pertukaran pasar.Sebuah aset mungkin memiliki nilai penggunaan pada pemilik namun mungkin tidak bagi pasar eksternal sehubungan dengan sifat aset tersebut.Sebagai contoh# biaya relokasi atau pemasangan dari peralatan manufakturing bekas mungkin dihindari pada pasar atas barang tersebut. <etapi aset yang digunakan masih mempunyai potensi untuk menghasilkan aliran kas dimasa depan meskipun tidak secara langsung dapat di*ual. Pendekatan se$erability0e%changeability sangat konser$atism dan membatasi ketidakperluan apa yang akan dimasukkan pada neraca sebagai aset. (efinisi dari aset telah berubah dari narrow legal orientation men*adi konsep yang lebih luas dari sumber daya ekonomi.Sebagai definisi yang luas# batasan disekitas @what isA dan @what is notA aset men*adi kabu dan ambigu. b E%ecutory contracts :utually unperformed e%ecutory contract adalah kontrak yang belum dilakukan oleh kedua belah pihak. Akuntansi tradisional menganggap bahwa tidak ada pecatatan yang diperlukan karena transaksi mengikat belum dilakukan.Akuntansi kon$ensional menganggap bahwa kontrak seperti ini terlalu tidak pasti dan contigent bagi pencatatan akuntansi.!ontoh kontrak seperti ini adalah kontrak peker*a dan per*an*ian pembelian *angka pan*ang. Solomons tidak berkenan dengan ketidakmampuan AS/ dalam memutuskan apakah e%ecutory contracts harus dibukukan# dan selalu diungkapkan pada footnotes atau secara sederhana dihilangkan dari penyataan. :eskipun# penghilangan e%ecutory contracts dapat menimbulkan masukan yang aneh ketika kerugian muncul. :isalnya' ketika harga turun ter*adi pada kasus per*an*ian pembelian# debit pada akun kerugian saling hapus dengan credit pada akun hutang. !redit disini unik karena tidak ada liability yang muncul pada *umlah obligasi itu sendiri# hal ini ter*adi karena sifat dari e%ecutory itu sendiri. c -ecognition and measurement of assets Per$asi$e principle sudah menyatakan tentang pengakuan dan pengukuran awal dari aset dan hutang' @aset dan hutang secara umum dicatat pada saat ke*adian dimana perusahaan mendapatkan sumber daya dari entitas lain atau munculnya kewa*iban kepada entitas lain. Pengukuran atas aset dan hutang melalui harga transaksi saat transfer ter*adiA.

Aset pertama kali dicatat pada saat transaksi transfer kepemilikan atau pengendalian ter*adi. Aset diukur pada nilai pasarnya +nilai transaksi, dengan pertimbangan pertukaran atau pengorbanan untuk mendapatkan aset dan untuk membuat aset tersebut sampai pada kondisi siap digunakan. 5al ini merupakan 5istorical acquisition cost. .etika pertimbangannya adalah nonmoneter# nilai pasar dari aset yang diterima akan men*adi lebih reliable untuk menilai kos akuisisi. (ari pandangan dari teori pengukuran murni dapat dikritik untuk kurangnya daya tambah. /anyak atribut yang diukur seperti' original acquisition cost +historical cost,# historical cost less cumulati$e charges to income +book $alue,# replacement cost# selling prices# net reali)able $alue +selling price less disposal cost,# and net reali)able $alue less normal markups. d -ecei$ables Piutang dinilai dengan historical cost# disesuaikan dengan estimasi piutang tak tertagih.5al ini disebut dengan net reali)able $alue +N-B,.Nilai sebenarnya dari N-B adalah harga *ual melalui factoring0dikurangi dengan estimasi hutang untuk penyesuaian akibat dari tidak dibayarnya oleh debitors. e &n$estments Not Sub*ect to Equity Accounting S AS No. 11C membawa perubahan besar pada &n$estasi di marketable securities. Peraturan sebelumnya S AS No.12 mewa*ibkan marketable equity securities untuk dinilai menggunakan lower of historical cost or current market $alue pada basis portofolio yang luas dengan marketable debt securities yang terus menerus dinilai pada nilai kos kecuali penurunan secara permanen ter*adi. S AS No. 11C menyatakan bahwa in$estasi pada sekuritas hutang dan ekuitas diklasifikasikan dalam satu dari tiga cara' 5eld to :aturity# dimana perusahaan sanggup dan mempunyai niat untuk terus memegangnya sampai *atuh tempo <rading# dimana tu*uan dari hal ini untuk men*ual sekuritas dalam waktu dekat A$ailable for sale# dimana kriteria kedua hal diatas tidak dipenuhi.

>ntuk in$estasi pada sekuritas ekuitas dimana metode ekuitas dan full consolidation tidak dapat diaplikasikan# klasifikasi didasarkan pada kategori trading atau a$ailable for sale.Sama dengan S AS No 12# nilai wa*ar dari sekuritas ekuitas harus siap tersedia dari pertukaran sekuritas atau the o$er the counter market. >ntuk obligasi pada kategori held to maturity# the effecti$e rate of interest method digunakan +seperti pada /onds payable,# menghasilllkan tingkat yang konstan pada dasar pengembalian pada nilai historis obligasi. Sekuritas baik pada kategori tradding dan a$ailable for sale dicatat pada neraca pada nilai wa*ar +sekarang,./aik pada kedua kategori ini# bunga dan di$iden diakui berdasarkan peraturan umum ketika diperoleh. .esempatan besar dengan memperhatikan pada unreali)ed holdings gains or losses. 5olding gains or losses diakui pada income pada akhir periode dari trading securities dan diakui sebagai

komponen yang terpisah dari ekuitas pemilik pada akhir periode untuk sekuritas a$ailable for sale +bagian dari comprehensi$e income,. f &n$estments sub*ect to equity accounting Sekuritas ekuitas dengan *umlah 28D sampai C8D dari *umlah saham yang beredar normalnya di catat menggunakan equity method dibawah persyaratan dari AP/ 1pinion No.14. .etika equity method digunakan# in$estasi tidak lagi menun*ukan atribut sebenarnya dari pengukuran.5al ini merupakan pengambaran terbaik sebagai penyesuaian historical cost# dengan penyesuaian yang ditentukan oleh aturan pencatatan ekuitas. &n$estasi akan naik pada pembagian ekuitas dari i$estee income setelah mengeliminasi profit yang muncul dari transaksi in$estor0in$estee dan dikurangi dengan amortisasi dari beberapa perbedaan pembelian dan pembayaran di$iden oleh perusahaan in$estee. &n$estasi dengan nilai diatas C8D secara umum dilaporkan melalui konsolidasi dengan akun milik in$estor +perusahaan induk,. g &n$entories persediaan akhir di hitung dengan pertama menentukan kuantitas barang di tangan# lalu mengalikannya dengan kos akuisisi per unit. .os per unit harus ditentukan entah itu menggunakan 9& 1# & 1# atau Nilai rata0rata. Atribut ini dihitung menggunakan historical cost pada semua metode. /agaimanapun *uga hasilnya dapat sewenang0 wenang karena harga per unit kan berbeda tergantung pada flow assumption. 5arga persediaan dengan & 1 akan menetapkan harga pada !ost of Eoods Sold diasumsikan persediaan yang terakhir di*ual pertama. 5arga persediaan akhir pada kos per unit yang sekarang. Pada 9& 1# barang diasumsikan di*ual dari pembelian yang baru0baru ini# meninggalkan persediaan akhir pada unit yang terlama.

A-/ no 7= mensyaratkan penggunaan lower0of0cost0or0market +91!1:, pada perhitungan persediaan.Nilai pasar didefinisikan sebagai biaya penggantian +replacement cost,# tetapi dalam kisaran antara batas atas dan bawah. /atas atas merupakan N-B dan batas bawah merupakan N-B dikurangi dengan normal mark up. -ingkasnya# persediaan di bebankan dengan 91!1: +biaya penggantian,. Fika biaya penggantian lebih rendah dari historical cost# perhitungan aktual mungkin salah satu dari replacement cost# N-B# atau N-B dikurangi normal mark up. h Self0!onstructed Assets and :anufactured &n$entories Problem pengukuran pada aset yang dibuat sendiri berfokus pada idetifikasi kos ter*adi untuk membuat aset tersebut. (ua masalah spesifik mengenai hal ini yaitu produksi persediaan dan perlakuan pada kos bunga. .ontro$ersi ter*adi disekitar perhitungan dari beberapa kos dari persediaan manufaktur. (ua metode yang dapat digunakan ' Bariabel costing dan full0absorption costing. 5anya kos $ariabel produksi yang dibebankan pada persediaan dibawah $ariable costing. Semua kos tetap# seperti alokasi biaya o$erhead dan ga*i super$isi# dibebankan sebagi period costs. (isisi lain# full absorption costing# berusaha untuk

meberikan semua biaya manufaktur# baik tetap atau $ariabel# pada produksi persediaan. A-/ No 7= mempersyaratkan penggunaan full absorption costing# berpendapat bahwa perkiraan terbaik dari total biaya produksi dicapai dengan full absorption costing. S AS No =7 mempersyaratkan penambahan biaya bunga pada pemin*aman dana untuk biaya akuisisi pada self0constructed assets *ika *umlahnya signifikan. Persyaratan ini diaplikasikan pada aset yang dibangun untuk digunakan atau di*ual tetapi bukan untuk rutinitas produksi. SA S No =7 *uga menekankan pada pendapatan dari periode dimasa mendatang akan memberi manfaat melalui kos seperi bunga yang men*adi bagian dari akuisisi sumbedaya. Salah satu kritikan utama dari S S no =7 adalah menyalahkan biaya bunga tergantung apakan ada utang khusus yang ter*adi untuk mendanai pembangunan aset. 1leh karena itu S AS No =7 tidak konsisten dengan kebi*akan umum akuntansi untuk pengakuan beban bunga# karena hal ini mengadopsi re$enue0e%pense daripada orientasi aset0liability dan tidak menyelesaikan permasalahan $erifiability pada pengukuran bunga yang akan dikapitalisasi. i Assets Sub*ect to (epreciation or (epletion 5istorical aquisition cost dari aset yang didepresiasikan atau depleted adalah dialokasikan selama estimasi umur kegunaan. Alokasi depresiasi menggunakan beberapa metode' garis lurus# *umlah tahun# declining balance# dan unit produksi. Peraturannya hanya ada untuk konsistensi penggunaan dari tahun ketahun. .os dari Sumber daya alam di depleted daripada di depresiasikan. (epletion costs dialokasikan sesuai umur ekonomis sama seperti aset yang didepresiasikan. :etode unit produksi dipergunakan pada asaat perkiraan dibuat pada total produksi yang diharapkan. Neraca membawa nilai dari aset yang didepresiasikan dan depleted pada kos historis dikurangi alokasi kos pada laporan rugi laba. Nilai ini disebut dengan book $alue dan merupakan hasil dari alokasi biaya. * &mpaired Assets Pada S AS No. 121 AS/ memeriksa isu dari penghapusan nilai dari aset *angka pan*ang dan kemungkinan kemunculan goodwill sebagai akibat dari penurunan nilai pasar# perubah fisik yang signifikan dari aset atau cara penggunaanya# perubahan iklim bisnis yang dapat mempengaruhi pengoperasian aset dan penurunan arus kas dari current dan prospektif operations. .e*adian dimasa depan akan sangat menetukan ada tidaknya impairement. S AS No 177 memberikan perbaikan pada S AS No 121 tetapi tidak merubah dasar pengukuran.Pada kasus dimana beberapa aset merupakan unit produktif tetapi aset memiliki umur yang berbeda# kemudian undiscounted cash flow analisis telah selesai berkaitan dengan prinsip aset3 prinsip dari aset yang sangat signifikan pada kondisi kapasitas menghasilkan aliran kas.Fika hasil dari impairments# mengalokasikan secara proporsional berkaitan dengan nilai bawaan dari aset in$idu yang terdapat dalam kelompok.

Nonmonetary e%changes of similar assets AP/ 1pinion No. 2; dibangun pada peraturan unik untuk mencatat pertukaran nonmoneter pada aset yang se*enis. (alam AP/ 1pinion No 2;# aset baru dicatat dengan nilai buku dari aset transaksi ditambah kas tambahan yang dipertimbangkan. 5arga setara kas di atur pada batas atas dari nilai tercatat.

&ntangible Assets Aset dapat dikategorikan sebagai intagible dan tangible aset# kriteria pembedanya adalah keberadaan secara fisik dari aset itu# tetapi itu bukan karakteristik yang definitif karena beberapa aset +seperti piutang# in$estasi# dan hak kapitalisasi leasing, memang intagible secara alaminya# namun tidak secara berdasar akuntansi. Aset yang biasanya dianggap intagible adalah hak cipta# patent# trademarks# pembelian hak franchise dan pembelian goodwill. Semua intangible aset dicatat pada nilai pengorbanan yang ter*adi demi mendapatkan aset tersebut. (ihitung dengan menggunakan kos historis dikurang beban akumulatif ke pendapatan. AP/ 1pinion No 16 memberikan beberapa perintah pada intangible dengan mensyaratkan amortisasi garis lurus selama periode yang tidak lebih dari 78 tahun.Fika periode yang lebih pendek dari manfaat ekonomi ada# hal tersebut diguanakan. Se*ak S AS No 2# biaya dari research and de$elopment +-G(, secara umum dikapitalisasi dan diklasifikasikan pada aset intangible. Fustifikasi pada keberadaan manfaat ekonomi pada bentuk probable future patents atau produk mempunyai nilai ekonomis. /eberapa e%penditure -G( telah memenuhi definisi aset pada S A! N1 8"..ebi*akan AS/ dalam S AS No 2 menekankan pada $erifiability melebihi representational faithfulness atau rele$ance.

m (eferred !harges Ada dua tipe dari deferred charges ' Prepaid cost3 menyediakan manfaat di masa depan sebagai bentuk mengurangi future cash outflows untuk *asanya. Sebagai contoh' prepaid insurance. (effered charge yang mengambarkan biaya yang akan ditangguhkan dari pengakuan beban semata0mata karena peraturan pengukuran incoem. !omtoh' organi)ational start up costs dan deferred losses on sale0leaseback.

Summary of asset measurement

9iabilities (efinisi dari akuntansi liabilities telah berubah sepan*ang waktu. Ada tiga penyataan utama pada liabilities# yaitu' 1, Sesuatu yang digambarkan dengan saldo kredit yang akan dibawa sampai penutupan buku akuntansi berdasarkan pada peraturan atau prinsip akuntansi# menyediakan pada saldo kredit bukan merupakan efek dari saldo negatif yang aplicable pada aset. .ata tersebut digunakan secara luas yang terdiri dari tidak hanya item dimana terdapat liabilities pada utang atau obligasi +termasuk pro$isi,# tetapi *uga saldo kredit yang dicatat tidak hanya berdasarkan hubungan debitur dan kreditur. Sebagai contoh' modal saham dan berkaitan atau kesamaan elemen pada proprietorship merupakan liabilities neraca. 2, 1bligasi ekonomi pada perusahaan yang diakui dan diukur secara umum dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. 9iabilities *uga termasuk deferred credit tertentu yang bukan kewa*iban namun diakui dan diukur secara umum dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. =, .ewa*iban didefinisikan sebagai @kemungkinan pengorbanan di masa mendatang atas manfaat ekonomi yang muncul dari kewa*iban saat ini dari entitas tertentu untuk mentransfer aset atau menyediakan *asa kepada entitas lain di masa yang akan datang sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa lampauA. (efinisi pertama berimplikasi pada pandangan teori entitas dari perusahaan karena tidak membedakan antara ekuitas pemilik dan liabilities.<eori entitas memisahkan antara pemilik dengan liabilities maupun ekuitas. (ua definisi yang lain tidak menyebutkan ekuitas pemilik yang menun*ukkan implikasi pada pandangan proprietary dimana ekuitas pemilik mengambarkan owners residual interest in the net assets.

(efinisi yang kedua merupakan konsep liabilitas yang luas yang berati obigasi ekonomi. AP/ Statement 7 mendefinisikan economic obligations sebagai tanggung *awab transfer sumber daya ekonomi atau menyediakan *asa pada entitas lain dimasa mendatang. (efinisi yang ketiga menekankan pada obligasi ekonomi dibandingkan pada legal debt dan mengeluarkan deferred credits. Ada tiga karakteristik pentig dari akuntansi liability menurut S A! No " A duty e%ists <he duty is $irtually una$oidable <he e$ent obligating the enterprise has occured Ada lima tipe dari liabilities' C)!tra2t'a ia0i iti$+ hasil dari e$ents dimana liability timbul secara tersurat maupun tersirat dalam kontrak hukum. S A! N1 " mengindikasi bahwa tugas dapat muncul dari constructi$e dan equitable obligasi sepertihalnya kontrak legal. C)!+tr'2ti.$ )0 i/ati)!+ menyiratkan daripada mengekspresikan secara tertulis E4'ita0 $ )0 i/ati)!+ merupakan ambigu# area abu0abu dalam hukum dimana tugas tidak secara kontraktual digambarkan tetapi berhubungan dengan prinsip etika dari kewa*aran +disebut equity,

C)!ti/$!t ia0i it& merupakan subbagian dari akuntansi liabilities.S AS No C mendefinisikan hal ini @situasi yang ada atau seperangkat keadaan termasuk ketidakpastian yang mungkin menimbulkan keuntungan dan kerugian bagi perusahaan yang akhirnya terpecahkan ketika satu atau lebih tindakan masa depan akan ter*adi atau gagal ter*adi.A5anya kerugian yang diakui sehubungan dengan konser$atisme. .erugian kontigensi muncul *ika' 5al ini mungkin +probable, bahwa liabilities ter*adi atau sebuah aset telah rusak +impaired,. Secara reliable dapat diukur

(alam S AS No C# contoh' garansi dan litigasi yang ditunda atau mengancam. Ada dua macam -$5$rr$- 2r$-it' Salah satu tipe mengambarkan prepaid re$enue +terdapat tugas kontrak untuk menyediakan barang dan *asa dimasa depan dan kewa*iban secara *elas muncul pada situasi ini, Salah satu tipe lebih ambigu dan muncul dari peraturan income yang menagguhkan pengakuan item laporn laba rugi. !ontohnya in$estment ta% credit +AP/ 1pinion No 2, dan deferred gains on sale0leaseback +S AS No 1=,

<ipe ini tidak memunculkan obligasi pada perusahaan untuk mentransfer aset pada masa depan. (aripada# deferred credit secara sederhana merupakan transaksi

dimasa lalu yang ditangguhkan dari laporan laba rugi sampai dengan periode masa depan. p -ecognition and measurement of liabilities AP/ statement 7 dan S A! no C mengindikasi bahwa liabilities diukur pada *umlah yang dibangun pada transaksi# biasanya *umlah yang harus dibayar pada masa depan# kadang0kadang discounted. >ntuk current liabilities seperti account payable# mengambarkan face $alue dari obligasi untuk dibayar dimasa depan. >ntuk noncurrent obligations# pengukuran pengambarkan perhitungan present $alue berdasarkan tingkat bunga saat ini.

Notes payable with below0market rates of interest /erdasarkan AP/ 1pinion No. 21 utang wesel +notes payable, dengan bunga dibawah pasar harus di discounted. <u*uannya adalah untuk menyesuaikan wesel dengan wesel se*enis yang menggunakan bunga di pasar. Potongan ini akan diamortisasikan selama umur ekonomis wesel untuk menyesuaikan beban bunga secara periodik dengan nilai pasar. (engan prosedur ini nilai ekonomis dari transaksi diukur pada harga pasar dan konsisten dengan prinsip umum dari discounting noncurrent liabilites pada tingkat bunga pasar.

/onds payable 1bligasi dicatat pada net proceeds dari transaksi. Net proceeds sama dengan present $alue +PB, dari pembayaran bunga dimasa depan dan pokok utang# discounted pada tingkat suku bunga pasar# dikurangi kos dalam menerbitkan obligasi. Penting untuk menciptakan bond premium atau akun diskonto *ika stated interest rate berbeda dengan market rate. Nilai bawaan dari obligasi dalam subsequent neraca mengambarkan face $alue dari obligasi ditambah premium yang belum diamortisasi atau dikurang diskon yang belum diamortisasi. Premi dan diskon diamortisasi pada income sepan*ang waktu daru obligasi dengan metode effecti$e interest +AP/ 1pinion No 21,.

!on$ertible /onds 1bligasi mungkin mempunyai fitur yang mengi*inkan perubahan pada obligasi men*adi saham biasa. 5al ini merupakan tipe dari con$ertible bonds yang mempunyai lower copuon interest rate daripada con$entional bonds. (ua kebi*akan yang dapat dipergunakan pada akun !on$ertibel /onds' Pendekatan dengan memperlakukan con$ertible bonds sebagai con$entionnal bonds sampai saatnya kon$ersi +AP/ 1pinion No. 17, Pendekatan dengan memisahkan *umlah utang dengan nilai yang harus dibayar untuk hak kon$ersi dan menambahkan *umlah ini kedalam contributed capital.

.etika con$ertible debt dikon$ersi# keuntungan atau kerugian tidak secara normal diakui.-asionalisasi untuk tidak mengakui keuntungan atau kerugian adalah# se*ak sekuritas mempunyai karakteristik baik utang maupun ekuitas# kon$ersi mengambarkan hanya reklasifikasi sekutritas dari utang men*adi ekuitas.5al ini

bertentangan dengan S AS No 7# dimana pencatatn awal sebagai con$entional debt# hal ini logis dalam mengakui keuntungan atau kerugian dari kon$ersi..on$ersi mengambarkan equi$alen dari awal pemberhentian utang. (alam kata lain# dua pemisahan transaksi merupakan implikasi dari AP/ 1pinion No 17. Pertama dicatat sebagai con$entional debt3 kemudian terdapat equi$alen atas pemberhentian utang dan mengeluarkan saham biasa pada pertukaran untuk penghentian utang.Se*ak tidak ada pengakuan awal yang diberikan pada fitur kon$ersi sebelum kon$ersi# hal ini tidak konsisten untuk mengacuhkan keuntungan dan kerugian pada alasan bahwa kon$ersi selalu mengambarkan reklasifikasi dari utang ke equitas.AP/ 1pinion No 17 secara logis *uga tidak konsisten. t (ebt with stock warrants AP/ 1pinion No 17 mensyaratkan bahwa nilai yang dibebankan pada detachable stock warrants yang mungkin menyertai pengeluaran utang. Alasan yang menyertai perbedaan kebi*akan antaran detachable stock warrants dengan con$ertible debt adalah con$ertible bond dianggap sebagai baik utang maupun ekuitas pada satu waktu dan tidak dapat dilakukan secara simultan3 detachable warrants# memperbolehkan pemegang untuk memiliki secara simultan baik utang maupun ekuitas +*ika warrants digunakan,. (i dalam teori' ada sedikit perbedaan antara con$ertibel bonds dan detachable stock warrants. (alam kasus kedua0duanya# se*umlah uang yang dibayarkan ke rekening transaksi untuk memperoleh hak0hak guna memperoleh saham. /agaimanapun# uang yang dibayarkan untuk perlakuan khusus ini dengan *elas bisa diidentifikasi di dalam kasus dari detachable stock warrants yang diperdagangkan di pasar. u -edeemable preferred stock and other hybird securities Para mana*er keuangan secara konstan mencoba untuk tidak terlibat pembatalan hutang +debt off the balance sheet,. Suatu twist yang baru di dalam area ini adalah redeemable preferred stock +yang mana# tentu sa*a suatu o%ymoron,. 5al ini merupakan hutang yang sangat penting yang berusaha untuk mencapai ekuitas pemilik. Pengeluaran terbaru pada redeemable preferred stock mempunyai fakta penghalusan fitur penebusan wa*ib seperti memperbolhekan kon$ersi ke saham biasa. $ Securiti)ations Semacam transaksi umum yang melibatkan pen*ualan oleh perusahaan +yang disebu transferor, dari suatu aset atau kelompok0kelompok aset kepada perusahaan yang lain + yang disebut transferee,. Pada umumnya melibatkan aset keuangan seperti mortage recei$able.alat0alat pembayaran transfere didapatnya dari menerbitkan surat0surat berharga0 yang didukung oleh aset perolehan0 pada kelompok diluar in$estor. &su penting yang timbul pada securiti)ations melibatkan apakah transferor telah melepaskan semua hak asetnya. Fika sudah# transferor mengcredit aset dan tidak ada hutang yang muncul pada neraca sama seperti halnya pen*ualan aset.

w Summary of liability measurement 9iabilities diakui pada saat transaksi menimbulkan ter*adinya obligasi.Perbedaan tipe dari akutansi liabilities digambarkan pada perbedaan tingak dari obligasi perusahaan. % 1wners equity 1wnersequity didefinisikan sebagai Stockholder residual interest pada net aset dari sebuah perusahaan.(efinisi ini mengambarkan teori kepemilikan menurut pemegang saham yang dirasa ingin men*adi pemilik dari perusahaan. (ari definisi kewa*iban didalam AP/ No. 1 di*elaskan bahwa tidak ada perbedaan yang *elas antara owners equity dan liabilities. AP/ statemen 7 dan S A! No. " membuat perbedan antara keduanya. AP/ statemen 7 menawarkan suatu definisi pasif dari owners equity sebagai kelebihan dari asset perusahaan atas kewa*iban. Pendekatan yang sama *uga diambil didalam S A! no."# definisi kedua0duanya menyiratkan suatu kepemilikan perusahaan oleh pemegang saham. (alam hal kepemilikan# owner equity dapat digambarkan dengan akun single owners equity. Perusahaan dalam bentuk kepemilikan memberikan peningkatan perbedaan yang legal antara contributed capital dan earned capital +retained earnings,. .ebanyakan pernyataan pada masa lampau# di$iden dapat secara legal dibayarkan hanya dari retained earning# namun pada tahun 1;47 re$isi model business corporation act0 dimana pernyataan yang terdahulu0 memperbolehkan di$iden untuk dibayar dari contributed capital yang lain +termasuk akun capital syock, atau retained earnings. >ndang0undang tahun 1;47 memperbolehkan perusahaan untuk membayar di$iden sepan*ang masalah sol$ency dapat dihindarkan.&nsol$ency berarti +1, ketidakmampuan membayar utang pada saat *atuh tempo +2, nilai wa*ar dari liabiities melebihi nilai wa*ar dari aset. Pembagian dari total owners equity termasuk contributed capital dan retained earning. !ontributed capital disubklasifikasikan men*adi legal capital dan other capital.9egal capital mengambarkan liability terbatas dari pemegang saham.Fika saham telah terbayarkan# tidak ada penambahan liability pemegang saham.9egal capital diukur pada par $alue# atau pada harga penerbitan *ika saham tidak memiliki nilai par. !ontributed capital yang lain termasuk premiun saham# modal donasi# modal dari menerbitkan kembali treasury stock# dan modal dari menerbitkan stock option dan warrants. .omponen ketiga dari owners equity mengambarkan unreali)ed gains or losses..ebanyakan item yang mengambarkan net gains or losses yang ada pada ekuitas pemegang saham +contohnya unreali)ed gains or losses on a$ailable0for0sale securities, sekarang ada pada comprehensi$e income. y -ecognition and :easurement of 1wnersEquity 1wnersequity dapat dibagi men*adi dua tipe# yaitu' capital transactions atau pendapatan yang terkait dengan transaksi. capital transactions mengambarkan kontribusi atau penarikan asset langsung oleh pemilik. Pendapatan yang terkait dengan transaksi mengambarkan transaksi laporan laba rugi dan penyesuaian pada periode yang lampau yang menyinggung ke pendapatan dari periode sebelumnya.

!ontributed capital diukur dengan nilai dari kontribusi aset perusahaan terhadap pemegang saham.Fika nilai dari contibuted assets atau ser$ice melebihi dari legal capital dari menerbitkan saham# kelebihan tersebut dicatat sebagai premi. 9aba ditahan +retained earnings, sama dengan kerugian atau pendapatan kumulatif dari perusahaan yang diukur oleh peraturan penetapan income# dikurangi dengan di$iden kas yang diumukan. (i$iden saham *uga mempengaruhi keseimbangan laba ditahan. ) <reasury Stock Perolehan saham treasury dilihat sebagai metode signalling prospek masa depan pada pemegang saham. 5al ini terutama ketika penawaran dilakukan ke pemegang saham sebagai lawan dari open0market reaquisition. 5al ini akan tampak bahwa segmen dari populasi shareholder yang menerima sinyal Hgood newsH adalah mereka yang tidak men*ual kembali saham mereka ke perusahaan. Alasan lain untuk pembelian tresury stock termasuk' .einginan bagi mana*emen untuk penetrasi yang lebih kuat dengan memiliki proporsi yang besar atas saham. .ebutuhan untuk memiliki saham yang tersedia untuk mengeluarkan opsi saham .ebutuhan untuk memotong lingkup dari in$estasi oleh perusahaan karena biaya modal melebihi tingkat pengembalian marginal pada in$estasi :endukung harga pasar dari saham perusahaan.

(ua metode yang digunakan untuk pencatatan treasury stock adalah metode biaya dan nilai par. aa Stock (i$idends A-/ 7= mendiskusikan dua kebi*akan akuntansi terpisah untuk saham di$iden# tergantung pada ukuran dari di$iden. Saham di$iden yang besar didefinisikan di atas 2CD dan dibukukan dengan mengklasifikasikan kembali laba ditahan ke contributed capital berdasar pada nilai par dari saham yang diterbitkan. Saham di$iden yang kecil didefinisikan lebih sedikit dari 28D.kebi*akan akuntansi akan mengklasifikasikan kembali laba ditahan ke contributed capital atas dasar harga pasar dari saham dan menggunakan harga pasar predi$idend untuk menilai di$iden itu.

Fi!a!2ia I!+tr'm$!t+
&nstrumen keuangan adalah kontrak yang melibatkan aset keuangan dari satu entitas dan kewa*iban keuangan +atau ekuitas, pada entitas lain. AS/ mendefinisikan instrumen keuangan sebagai kas# bukti kepemilikan dalam suatu entitas atau kontrak yang' 1. :emberikanentitas pertama kewa*iban kontraktual +a, untuk memberikan uang tunai atau instrumen keuangan lain untuk entitas kedua atau +b, untuk bertukar instrumen keuangan pada kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan dengan entitas kedua.

2. :emberikan entitas kedua hak kontraktual a, untuk menerima uang tunai atau instrumen keuangan lain dari entitas pertama atau b, untuk bertukar instrumen keuangan lainnya pada kondisi yang berpotensi menguntungkan dengan entitas pertama. Fi!a!2ia I!+tr'm$!t+: D$ri.ati.$+ (eri$atif adalah instrumen keuangan yang nilainya didasarkan pada instrumen keuangan lainnya# indeks saham atau tingkat suku bunga# atau indeks suku bunga. (eri$atif diklasifikasikan men*adi 2 tipe' 1. orward0/ased (eri$ati$es timbul antara dua pihak dimana satu pihak akanmerealiisasigain dan pihak lain akan merealisasi loss akibat perubahan nilai faktor yang mendasari instrumen. !ontoh' adanya ketakutan akan ketidakpastian harga membuat si A sepakat untuk men*ual kentangnya saat panen= bulan kemudian pada :c (onald se*umlah tertentu seharga saat ini. Fika = bulan kemudian harga kentang turun# maka si Auntung +gain, dan sebaliknya :c (onald mengalami kerugian. /agi siA keuntungan dicatat sebagai keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi I ekuitas. 2. 1ption0/ased (eri$ati$es yaitu pemegang opsi membayar Hdi depanH harga yang memberi mereka hak untuk membeli +HcallH, atau men*ual +HputH, dalam *umlah tertentu dengan harga tertentu dari sebuah komoditas standar atau instrumen keuangan atau ekuitas. !ontoh' A memprediksi saham / akan naik namun belum memutuskan apakah akan membeli atau tidak saham / dan memerlukan waktu 2 minggu untuk memutuskan. A lalu menghubungi pialang sahamnya dan membeli opsi beli saham / seharga yang telah ditetapkan. >ntuk menahan kontrak itu tetap terbuka selama 2 minggu# pialang membebani A J=.888. (alam hal ini# A m$!$rima 1a( 0'(a! ($3a6i0a!7 Fika dalam 2 minggu harga saham / naik# maka A menggunakan opsinya sedangkan *ika harga saham / turun# maka A tidak menggunakan opsinya untuk membeli saham /. SFAS N)7 133 :enilai deri$ati$e dalam neraca pada nilai wa*ar. .euntungan dan kerugian yang dihasilkan dari spekulasi dalam deri$ati$e harus segera diakui dalam laba. .euntungan dan kerugian yang dihasilkan dari transaksi hedging nilai wa*ar seperti swap +kontrak mata uang asing atau suku bunga, masuk ke laba sedangkan hedging arus kas +misal pembelian komoditi pada harga yang telah disepakati, masuk ke ekuitas.

C a++i5i2ati)! i! T1$ Ba a!2$ S1$$t


A-/ 7= mensyaratkan klasifikasi aset dan liabilitas berdasarkan likuiditasnya# yaitu lancar dan tidak lancar +current0noncurrent approach,.!urrent0noncurrent hanya merupakan indikasi kasar dari likuiditas perusahaan.!urrent asset tidak dapat digunakan untuk menilai kapasitas arus kas karena siklus operasi mungkin bisa 1 tahun atau lebih pan*ang. Sebagai

tambahan# current asset terdiri dari beberapa aset yang tidak mempengaruhi current cash flow sama sekali seperti beban yang ditangguhkan dan kredit.

CHAPTER 11: THE INCOME STATEMENT


&ncome statement sangat penting dan merupakan basic dari laporan keuangan. .ita telah mempela*ari pentingnya income statement dalam memprediksi arus kas masa depan dan menilai kiner*a mana*emen.

I!2)m$ D$5i!iti)!
S'm0$r A</ 2 AP/ Statement 7 S A! No " D$5i!i+i &ncome dan profit ' Fumlah yang dihasilkan dari revenue atau operation revenue I cost of goods sold# biaya0biaya lain serta kerugian Net income?net loss ' kelebihan?defisit pendapatan +re$enue, atas biaya0biaya untuk satu periode akuntansi !omprehensi$e income ' perubahan ekuitas +net assets, sebuah entitas selama satu periode transaksi serta ke*adian dan circumstances lain diluar dari sumber daya pemilik P$!-$(ata! -e$enue0e%pense approach -e$enue0e%pense approach Asset0liability approach

R$.$!'$+ a!- Gai!+


S'm0$r A</ 2 D$5i!i+i -e$enue ' hasil dari pen*ualan barang dan pemberian *asa dan diukur dengan harga yang dibebankan kepada konsumen# klien# atau penyewa AP/ Statement -e$enue ' peningkatan bruto asset dan penurunan 7 bruto liabilitas yang diukur sesuai dengan EAAP yang merupakan hasil dari akti$itas yang bertu*uan mendapatkan profit S A! No " -e$enue ' arus masuk atau peningkatan asset sebuah entitas# pelunasan liabilitasnya# ataupun kombinasi keduanya selama satu periode dari mengirimkan atau memproduksi barang# memberikan *asa# ataupun akti$itas lain yang merupakan akti$itas operasional utama perusahaan P$!-$(ata! -e$enue0e%pense approach Asset0liability approach Asset0liability approach

(efinisi pertama sangat *elas menekankan pada identifikasi langsung terhadap akti$itas yang menghasilkanre$enue. .emudian# mulai terdapat pergeseran pendekatan yang digunakan dari re$enue0e%pense approach ke asset0liability approach dalam pengertian yang dipaparkan pada AP/ Statement 7. <api di sini sebenarnya masih asset0liability approach# mengingat pengukuran berdasarkan EAAP menandakan bahwa pengertian ini masih menggunakan orientasi re$enue0e%pense. Pendekatan asset0liabilities baru *elas digunakan di pengertian S A! No. " dan bersifat konsisten terhadap pengertian comprehensi$e income pada S A! yang sama.

.etiga pengertian diatas sama0sama membahas tentang pengukuran re$enue# sehingga memunculkan masalah recognition ke dalam definisi tersebut. Padahal sebenarnya secara konseptual cara mengukur suatu elemen harus dikonsepkan terpisah dari definisi karena pertanyaan soal pengakuan dan pengukuran akan mengganggu pembahasan tentang masalah apa yang diukur. Gains memiliki dua pengertian '

Pendapatan yang diperoleh selain dari hasil pen*ualan barang dan *asa yang merupakan akti$itas utama perusahaan. Peningkatan ekuitas +net asset, dari transaksi sekeliling ataupun insidental# kecuali yang berasal dari pendapatan?in$estasi pemilik.

.arena adanya perbedaan konsep antara revenue dan gain# maka muncullah dua konsep income. Kang pertama adalah current operating income concept yang menyatakan bahwa gains tidak menun*ukkan produkti$itas perusahaan +karena berasal dari luar akti$itas utama perusahaan, sehingga tidak perlu disa*ikan dalam laporan keuangan. Pendapat kedua disebut all- inclusive income concept yang berpendapat bahwa semua informasi harus disa*ikan. R$.$!'$ R$2)/!iti)! Secara teoritis# revenue harus diiakui setiap waktu dimana mayoritas akti$itas ekonomi yang diperlukan untuk pembuatan dan pelepasan barang dan *asa telah dicapai.:asalahnya# secara praktis sulit untuk melakukan pengukuran yang obyektif karena tidak ada revenue yang dapat diakui *ika belum ada pengukuran yang $erifiable.Selain itu# tidak semua akti$itas ter*adi dalam satu periode. /erikut ini merupakan empat poin alternatif pengakuan pendapatan' 1. Selama produksi ' untuk kontrak *angka pan*ang tertentu# seperti pada kasus agriculture dan pertambangan yang menggunakan installment method dimana pendapatan diakui pada saat kas diterima. Syaratnya adalah adanya estimasi yang andal atas proses yang sedang berlangsung seperti lamanya proses# kos untuk menyelesaikan# dan adanya *aminan kolektabilitas. Pada saat produksi diselesaikan ' dengan syarat kondisi market dan demand stabil dan produk dapat segera dipertukarkan. Pengakuan pada saat ter*adinya pen*ualan ' merupakan prinsip umum dalam pengakuan. Namun saat ini muncul transaksi0transaksi sehingga prinsip ini tidak lagi sesuai dan menimbulkan masalah baru +seperti transaksi pen*ualan dengan garansi kembali,. Pada saat kas diterima +basis kas, ' apabila tidak diperoleh dasar yang masuk akal untuk estimasi kolektabilitas. Pengakuan dilakukan pada saat earning proses telah selesai. <erdapat tiga atribut yang harus diukur antara lain' harga *ual# pengumpulan +kolektabilitas, kas# dan kos di masa mendatang. Fika ketiga atribut diatas dapat diukur secara masuk akal# maka pendapatan harus diakui.

2. =.

7.

Pengecualian terhadap atauran umum pengakuan pendapatan'

1. Pada kontrak *angka pan*ang# dapat mengakui pendapatan berdasarkan persentase penyelesaian 2. !ost reco$ery. <idak ada laba yang diakui sampai pembayaran kas oleh pembeli melebihi harga pokok barang dagang yang di*ual oleh pen*ual. Sesudah semua biaya dipulihkan oleh pen*ual# setiap tambahan kas yang tertagih dimasukkan dalam laba. =. (isco$ery basis pada gas alam dan minyak Secara umum# revenue diakui saat kepemilikan legal telah berpindah.Namun# prinsip pengakuan ini banyak dibantah oleh literatur profesional. Saat ini# walaupun norma pengakuan revenue adalah pada point of sale# namun kriteria pengakuan revenue yang utama adalah pada saat selesainya earning process atau ketika transaksi atau peristiwa yang dapat merupakan proses earning telah muncul. Sebelum ini# tentu sa*a masalah0 masalah pengukuran harus sudah diatasi# yaitu masalah pengukuran harga *ual# pengumpulan kas# dan kos masa depan.

E8%$!+$+ a!- L)++$+


S'm0$r A</ 2 D$5i!i+i /eban' semua e%pired cost yang sudah dikurangkan dari pendapatan AP/ Statement /eban ' penurunan kotor pada asset atau 7 peningkatan kotor pada liabilitas yang diakui dan diukur sesuai dengan EAAP yang dihasilkan dari akti$itas profit0 oriented suatu entitas S A! No " P$!-$(ata! -e$enue0e%pense approach :ulai ada hubungan net asset# tapi pengukuran masih berdasar padare$enue0e%pense approach Asset0liability approach

/eban ' arus keluar atau penggunaan lain asset atau kewa*iban yang ter*adi +atau kombinasi keduanya, selama suatu periode dari mengantarkan atau produksi barang# memberikan *asa# atau melakukan akti$itas lain yang merupakan akti$itas operasi utama perusahaan Losses atau kerugian didefinisikan dalam AP/ Statement No. 7 dan S A! No. " dalam cara yang sama seperti gains. Losses mencerminkan pengurangan pada net asset yang bukan karena beban atau transaksi modal. Pengakuan terhadap beban terdapat dalam AP/ Statement No. 7 dimana beban sendiri diklasifikasikan ke dalam tiga kategori# yaitu' 1. .os yang diasosiasikan secara langsung dengan periode pendapatan. 2. .os yang diasosiasikan dengan periode dengan beberapa basis. =. .os yang secara praktik tidak dapat diasosiasikan dengan periode manapun.

Fika memungkinkan# kos harus dibandingkan dengan beban yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan tersebut. Fika tidak dapat dilakukan secara langsung# maka kos dapat dibandingkan dengan pendapatan dengan menggunakan cara yang rasional dan sistematis. Apabila kedua cara sebelumnya itu tidak dapat dilakukan# maka kos diakui pada periode beban ter*adi. kos yang ter*adi di periode saat ini maupun periode lampau# yang tidak memiliki manfaat di masa mendatang harus diakui sebagai expense sesegera

mungkin. Sebenarnya para akuntan berpendapat bahwa metode alokasi bersifat arbitrary# artinya tidak ada satu metode yang lebih baik dari metode yang lain. 1leh karena itu terdapat beberapa yang menyarankan allocation- free accounting dengan menggunakan laporan arus kas# exit- price systems# dan tipe tertentu dari replacement- cost system.

F't'r$ E.$!t+ a!- A22)'!ti!/ R$2)/!iti)!


Sifat dan peran ke*adian di masa yang akan datang serta proses pengakuan telah memperoleh banyak perhatian. Sebab# proses pelaporan kita berdasar pada pencatatan ke*adian yang telah ter*adi# tetapi ke*adian masa lalu tersebut serta pencatatannya *ustru sangat bergantung pada interpretasi kita terhadap ke*adian baik yang akan maupun yang tidak akan ter*adi. :isalnya adalah perhitungan depresiasi. /erikut ini merupakan beberapa aspek mengenai ke*adian di masa mendatang' 1. Persepsi atas ke*adian masa lalu 3 yang menggunakan one-event view dimana suatu ke*adian hanya dilihat dari sisi satu pihak atau two- event view yang dilihat dari kedua pihak. One-event view lebih reliable sebab sekalipun menggunakan two- event view, estimasi seringkali masih harus dibuat dari present $alue sumber daya yang benar0benar akan dibelan*akan. Probabilitas ke*adian di masa mendatang3 yang merupakan salah satu masalah penting terkait dengan asumsi dan estimasi di masa yang akan datang. :isalnya asumsi bahwa kos yang digunakan untuk memperoleh asset akan terganti (recovered, dari kegiatan operasi di masa mendatang# asumsi bahwa kewa*iban akan dapat dibayar tepat waktu# atau terkait masalah kontin*ensi. <u*uan mana*emen3 namun hal ini ditolak sebagai basis pengakuan ke*adian karena mana*emen mungkin sa*a merubah tu*uannya. Selain itu# adanya teori keagenan dan perbedaan tu*uan mana*emen di masing0 masing perusahaan menyebabkan berkurangnya daya banding. Nilai pasar mencerminkan konsensus pasar atas kondisi saat ini yang merupakan present $alue dari ekspektasi kondisi di masa mendatang. .elemahannya adalah beberapa harga pasar mungkin sa*a merupakan hasil dari perdagangan sekuritas secara kecil sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai penya*ian yang se*u*urnya +representational faithfulness, dan $erifiabilitas. .onser$atisme. :enurut analisis /ea$er# kema*uan dalam menyelesaikan masalah terkait ke*adian di masa mendatang akan memperkecil perannya. .ondisi ekonomi di masa mendatang' perubahan kondisi ekonomi masa depan dapat meningkatkan atau menurunkan nilai aset. Namun# tak seorangpun dapat men*amin prediksi ekonomi. Sehingga# konsensus pembuat standar menghindari memprediksi perubahan ekonomi di masa mendatang kecuali bila ada bukti yang kuat. Peraturan legal di masa mendatang' partisipan dalam konferensi standar setter menolak memprediksi perubahan legal di masa mendatang sebelum draft0 nya disahkan.

2.

=.

7.

C. ".

6.

Comprehensive Income

comprehensi$e income mendorong pendekatan all0inclusi$e terhadap kesimpulan logis Selainlaba bersihsebagaimana didefinisikansaat ini# comprehensi$e income mencakupelemen0elemen profit dan loss yangdilewatilaporan laba rugi Elemen0elemen comprehensi$e income S AS No. 1=8 men*elaskan item0item comprehensi$e income# sebagai berikut' a. penyesuaian foreign currency translation dimana mata uang fungsional bukan >S dollar b. unreali)ed holding gains?losses on A S c. penyesuaian minimum pension liability yang diklasifikasikan sebagai intangible assets# sekarang merupakan bagian dari comprehensi$e income Pelaporan comprehensi$e income S AS No. 1=8 memperbolehkan tiga metode untuk pelaporan comprehensi$e income' a. digabung dalam statement of financial performance +pendapatan dimana elemen0elemen dan total comprehensi$e income akan muncul di bawah net income,3 b. dalam sebuah statement terpisah atas comprehensi$e income yang mana akan dimulai dengan net income3 c. dilaporkan dalam laporan perubahan ekuitas. Nonoperating Sections a. /agian nonoperasi atas laporan laba rugi e%traordinary items# AP/ No. =8 mendefinisikan bahwa ada dua kondisi yang harus dipernuhi suatu item agar diklasifikasikan sebagai extraordinary yaitu unusual nature +memiliki dera*at abnormalitas tinggi, dan infrequency of occurence +e$ent atau transaksi yang diperkirakan tidak akan berulang di masa depan,. Pelaporan e%traordinary items muncul di bawah net income dan dilaporkan bersih setelah pa*ak. accounting principle changes#dapat diklasifikasikan men*adi tiga kategori' +1, perubahan prinsip akuntansi# +2, perubahan estimasi akuntansi# dan +=, perubahan entitas pelaporan discontinued operations. b. 9aporan -?E penyesuaian periode sebelumnya +prior period adjustments,# untuk dapat diklasifikasikan sebagai prior period ad*ustment berdasarkan AP/ No.;# e$ent atau transaksi harus' 1. diidentifikasisecara khusus denganperiode sebelumnyatertentu# tidakdisebabkanperistiwa0peristiwa ekonomiyang ter*adisetelahperiode sebelumnya3 2. terutama ditentukanoleh orang lain selainmana*emen3 =. tidak rentanuntuk estimasisebelumpenentuan. Earnings Per Share (EPS) EPS merupakan salah satu contoh summary indicators. !ontoh lainsummary indicators adalah -1& dan debt to equity ratio. (alam AP/ No.; secara kuat direkomendasikan bahwa EPS dihitung dan dilaporan dalam laporan laba rugi# tetapi tidak mewa*ibkan. Sehingga# dengan tidak adanya peraturan spesifik tersebut# penghitungan EPS dapat dimanipulasi dan menyesatkan pengguna.AP/ kemudian mempela*ari kembali AP/ No. ; dan di tahun 1;"; menerbitkan AP/ No. 1C. SFAS N)7 12" AS/ menerbitkan S AS No. 124 ini untuk memperbaiki AP/ No. 1C terkait EPS. Ada = alasan utama yang mendasari keinginan AS/ untuk menge$aluasi AP/ No. 1C# yaitu' a. meningkatkan keterbandingan dengan negara0negara lain berhubungan dengan EPS3 b. penyederhanaan penghitungan aspek0aspek EPS3

c. mere$isi persyaratan pengungkapan. Penghitungan harus ditun*ukkan dengan benar pada laporan laba rugi terhadap keduanya baik asic !"# maupun diluted !"#. S'06$( K1'+'+ T$!ta!/ P$!/'('ra! P$!-a%ata! P$r'+a1aa! -a am ta1a% %$!/$m0a!/a! <erdapat pertanyaan teoritis apakah pasti costs yang ter*adi dalam tahap pengembangan harus dibebankan atau ditangguhkan. /eberapa *ustifikasi teoritis untuk menangguhkan costs dan kerugian operasi yang ter*adi dalam tahap pengembangan karena costs tersebut +1, tidak menghasilkan pendapatan dan +2, memberikan manfaat masa depan seperti keberadaan perusahaan dan kemampuannya untuk beroperasi. R$+tr'(t'ri+a+i 1'ta!/ 0$rma+a a1 restrukturisasi hutang bermasalahter*adi setiap kaliH... krediturkarena alasan ekonomiatauhukum yang terkait dengankesulitan keuangandebiturmemberikankonsesikepada debituryangtidak akan dinyatakanpertimbangannya.A Early extinguishment of debt Sebelum AP/ No. 2"# ada tiga metode yang disetu*ui atas akuntansi untuk gain atau loss pada early e%tinguisment' +1, amortisasi sepan*ang sisa umur atas terbitan awal# +2, amortisasi sepan*ang uumur terbitan baru#atau +=, mengakui dalam laporan laba rugi. <erakhir# AS/ menerbitkan S AS No.7 mengumumkan bahwa gain atau loss dari early e%tinguishment of debt#*ika nilainya material# dilaporkan seperti e%traordinary item# bersih setelah pa*ak. O%+i Sa1am AS/menginginkanopsi sahamdicatat sebagai beban# oleh karena itu opsi sahamsebagian besar ber*uan melawanpertanyaankonsekuensi ekonomi. AS/ terpaksa mundur# tetapi berhasil menerbitkan S AS No. 12= yang mensyaratkan pengungkapan pada catatan kaki atas beban opsi saham. 1psi Saham Nonkualifikasi contohnya !mployee #toc$ Option "lans +ES1P, 1psi saham insentif. Pada Funi 1;;=# AS/ menerbitkan E%posure draft bahwa se*ak saat opsi memiliki nilai bagi karyawan# aset akan diakui pada tanggal pengukuran# yang mana akan dilan*utkan untuk diperpan*ang dari tanggal pengakuan sampai tanggal pelaksanaan. opsi saham dan teori ekuitas# kunci untuk memahami apakah opsi saham termasuk beban atau bukan adalah memperhatikan bagaimana hubungannya dengan entitas dan teori proprietary. Ma!a6$m$! La0a Schipper mendefinisikan earning management sebagai @....purposeful inter$ention in the e%ternal financial reporting process# with the intent of obtaining some pri$ate gain.A +&nter$ensiyang disenga*adalam prosespelaporan keuanganeksternal# dengan maksuduntuk memperolehbeberapakeuntungan pribadi,. Felas bahwa studi teorikeagenansering*atuh di bawah kategorimana*emen labakarena mana*emensuatu perusahaanmungkin mencobauntuk mempengaruhilabauntuk+1, memaksimalkankompensasinya# +2, menghindaripelanggaran dariko$enankewa*ibanutang

obligasi# yang akan mencegahpembayaran di$iden# dan+=, memaksimalkan pendapatan yangdilaporkanuntuk mengurangikemungkinancampur tangan pemerintah*ika perusahaanmemiliki$isibilitaspolitik yang tinggi. :anagement compensation Pendapatan dapat dikelola dengan manipulasi' a. discretionary accruals# merupakan akrual yang mana*emen akan memiliki kemampuan untuk mengendalikan dalam *angka pendek.!ontohnya mengubah persentase bad debt e%pense# meningkatkan produksi untuk o$erhead pabrik tetap in$entory# dan mengubah estimasi beban garansi. b. nondiscretionary accruals# akrual yang tidak mudah diubah dalam *angka pendek. !ontohnya# ad$ertising cost dan research and de$elopment costs. &ncome smoothing :ana*er melakukan income smoothing untuk memfasilitasi prediksi arus kas masa depan yang lebih baik dimana nilai perusahaan didasarkan. Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mencapai smoothing# yaitu' 1. waktu transaksi 2. pilihan prosedur? metode alokasi# dan =. .lasifikasi smoothing antara pendapatan operasi dan nonoperasi. Lalaupun pengu*ian empiris telah mengkonfirmasikan perilaku income smoothing# ada beberapa permasalahan dengan badan penelitian ini# yaitu' a. dasar teori atau moti$asi untuk smoothing tidak secara *elas membuat prediksi yang kuat bagaimana income smoothing akan terlihat# b. tidak dapat dengan mudah menentukan bagaimana wu*ud yang disebut unsmoothing income. P$r($m0a!/a! La%)ra! La0a R'/i Ca+1 $ar!i!/+ 5owell menyarankan laporan operasi @cash earningsA untuk menggantikan laporan laba rugi. 9aba operasi akan terdiri dari pendapatan kas dikurangi arus kas operasi dan de$elopment and administration costs. /eban non0arus kas dan akrual seperti amortisasi dan depresiasi dan gain?loss akan dikurangkan dari laba operasi untuk memperoleh @cash earningsA. Pr) 5)rma $ar!i!/+ a!- )55+1))t+ >kurantambahanuntukpendapatanEAAPdikenalsebagai labaproformayangdiberikan kepadaanalis keuangan.(asar ide dari laba pro forma adalah untuk tu*uan prediksi# pengecualian yang unik# peristiwa satu waktu yang berguna untuk in$estor. 9aporan E7M1 mengusulkan laporan laba rugi single dengan tiga komponen' 1. hasil operasi atau akti$itas perdagangan# 2. hasilyang berkaitan denganpembiayaandan kegiatantreasurilainnya# =. gain dan losses lainnya. La%)ra! r$tr)+%$(ti5 9undholm mengusulkan pendekatan retrospektif untuk melaporkan akurasie%0 postberbagaiestimasi akuntansi yang muncul dilaporan keuangan yang terdiri diantara beban piutang ragu0ragu# beban garansi# dan kewa*iban manfaat pensiun proyeksi. K'a ita+ La0a

5al terpenting adalah perhatian terhadap peningkatan penekanan padakualitaslaba.Salah satu definisidariistilahmenekankanlaba sebelumextraordinary itemsdengan asumsibahwa itu adalahindikator yang baikdaripendapatan masa depan