Anda di halaman 1dari 17

KONDISI PEMBANGKIT DAN INDEKS KINERJA PEMBANGKIT

Revisi: 03

Halaman 1

PROSEDUR TETAP KONDISI PEMBANGKIT


1. RUANG LINGKUP
Protap ini meliputi proses deklarasi dan konfirmasi kondisi aktual Pembangkit yang diakibatkan oleh kondisi berikut: PEMBANGKIT KELUAR (FULL OUTAGE) 1. SO - Scheduled Out !e" #el$%ut$&

PO - Pl ''ed Out !e& (Lihat definisi utage pada !ub "#$#1# Protap ini%# MO - M $'te' 'ce Out !e& (Lihat definisi
(. SE - Scheduled Out !e E)te'*$+'" #el$%ut$& utage pada !ub "#$#1# Protap ini%#

PE - Pl ''ed Out !e E)te'*$+'& (Lihat definisi utage pada !ub "#$#1# Protap ini%# ME - M $'te' 'ce Out !e E)te'*$+'& (Lihat definisi
3# FO - F+,ced Out !e" #el$%ut$& utage pada !ub "#$#1# Protap ini%#

FO1 (U1) - U'%l ''ed (F+,ced) Out !e - I##ed$ te& (Lihat definisi
!ub "#$#1# Protap ini%#

utage pada

FO( (U() - U'%l ''ed (F+,ced) Out !e - Del .ed& (Lihat definisi
"#$#1# Protap ini%#

utage pada !ub

FO/ (U/) - U'%l ''ed (F+,ced) Out !e - P+*t%+'ed& (Lihat definisi


!ub "#$#1# Protap ini%#

utage pada

SF - St ,tu% F $lu,e& ((Lihat definisi utage pada !ub "#$#1# Protap ini%#
$# RS - Re*e,0e Shutd+1'& (Lihat definisi &# N2 - N+'cu,t $l$'! E0e't& (Lihat definisi utage pada !ub "#$#3# Protap ini%# utage pada !ub "#$#3# Protap ini%#

PEMBANGKIT DERATING (PARTIAL OUTAGE) 1# SD - Scheduled De, t$'!" #el$%ut$&

Revisi: 03

Halaman 2

PD - Pl ''ed De, t$'!& (Lihat definisi

utage pada !ub "#$#2# Protap ini%# utage pada !ub "#$#2# Protap ini%#

MD (D3) - M $'te' 'ce De, t$'!& (Lihat definisi 2# DE 4 (Scheduled) De, t$'! E)te'*$+'" #el$%ut$&

PDE (DP) 4 Pl ''ed De, t$'! E)te'*$+'& (Lihat definisi


ini%#

utage pada !ub "#$#2# Protap

MDE (DM) - M $'te' 'ce De, t$'! E)te'*$+'& (Lihat definisi


Protap ini%# 3# FD - F+,ced De, t$'!" #el$%ut$&

utage pada !ub "#$#2#

FD1 (D1) - U'%l ''ed (F+,ced) De, t$'! - I##ed$ te& (Lihat definisi !ub "#$#2# Protap ini%# FD( (D() - U'%l ''ed (F+,ced) De, t$'! - Del .ed& (Lihat definisi "#$#2# Protap ini%#

utage pada

utage pada !ub

FD/ (D/) - U'%l ''ed (F+,ced) De, t$'! - P+*t%+'ed& (Lihat definisi !ub "#$#2# Protap ini%#

utage pada

Revisi: 03

Halaman 3

PROSEDUR TETAP PER5ITUNGAN INDEKS KINERJA PEMBANGKIT


1. RUANG LINGKUP
'erdapat $ metode perhitungan (ndeks )iner*a Pembangkit yang disepakati+ yaitu: 1# Perhitungan Pembangkit 'unggal (basis ,aktu% 2# Perhitungan Pembangkit -abungan (basis ,aktu% 3# Perhitungan Pembangkit -abungan (basis energi% $# Perhitungan Pembangkit 'unggal.-abungan /0 ( utside /anagement

0ontrol% (ndeks kiner*a pembangkit yang disepakati untuk menga1u pada Protap ini yaitu: PER UNIT PEMBANGKIT ('ermasuk OM2) 66 1# 2vailability 3a1tor (23% 2# "4uivalent 2vailabity 3a1tor ("23% 3# !ervi1e 3a1tor (!3% $# Planned 5# 3or1ed utage 3a1tor (P 3% utage 3a1tor (/ 3% utage 3a1tor (3 3% &# /aintenan1e UNIT PEMBANGKIT GABUNGAN ('ermasuk OM2) 66 1# <eighted 2vailability 3a1tor (<23% 2# <eighted "4uivalent 2vailability 3a1tor (<"23% 3# <eighted !ervi1e 3a1tor (<!3% $# <eighted Planned 5# <eighted 3or1ed utage 3a1tor (<P 3% utage 3a1tor (</ 3% utage 3a1tor (<3 3% &# <eighted /aintenan1e

6# Reserve !hutdo,n 3a1tor (R!3% 7# 8nit 9erating 3a1tor (893% :# !easonal 9erating 3a1tor (!"93% 10# 3or1ed 11# 3or1ed utage Rate (3 R% utage Rate 9emand (3 Rd% utage Rate ("3 R% utage Rate demand

6# <eighted Reserve !hutdo,n 3a1tor (<R!3% 7# <eighted 8nit 9erating 3a1tor (<893% :# <eighted !easonal 9erating 3a1tor (<!"93% 10# <eighted 3or1ed utage Rate (<3 R% utage Rate (<3 Rd% utage Rate (<"3 R% utage Rate demand 11# <eighted "4uivalent 3or1ed 12# <# "4uivalent 3or1ed 13# <# "4uivalent 3or1ed (<"3 Rd% 1&# <eighted ;et

12# "4uivalent 3or1ed 13# "4# 3or1ed ("3 Rd% 1&# ;et

1$# ;et 0apa1ity 3a1tor (;03% utput 3a1tor (; 3% 15# Plant 3a1tor (P3%

1$# <eighted ;et 0apa1ity 3a1tor (<;03% utput 3a1tor (<; 3% 15# <eighted Plant 3a1tor (<P3%

== 3ormula /0 digunakan untuk menghitung kiner*a pembangkit tanpa peristi,a>peristi,a diluar tangguang *a,ab managemen pembangkit tersebut# 3ormula /0 sama dengan 3ormula ;on /0# 8ntuk membedakannya+ gunakan tanda ?@A di a,al persamaan# 0ontoh: 23 men*adi @23B 3 R men*adi @3 RB <"23 men*adi @<"23B dan seterusnya# 3ormula masing>masing indeks kiner*a tersebut diuraikan pada sub "#6#1 s#d# "#6#$

Revisi: 03

Halaman $

DEFINISI
OUTAGE
utage ter*adi apabila suatu unit tidak sinkron ke *aringan dan bukan dalam status Reserve !hutdo,n# )lasifikasi outage se1ara umum dikelompokkan men*adi tu*uh *enis ke*adian# !uatu outage dimulai ketika unit dikeluarkan dari *aringan atau pindah status misalnya dari status Reserve !hutdo,n men*adi /aintenan1e utage# utage berakhir ketika unit terhubung ke *aringan atau pindah ke status lain#

PO - Pl ''ed Out !e& yaitu keluarnya pembangkit akibat adanya peker*aan pemeliharaan periodik
pembangkit seperti inspeksi+ overhaul atau peker*aan lainnya yang sudah di*ad,alkan sebelumnya dalam ren1ana tahunan pemeliharaan pembangkit atau sesuai rekomendasi pabrikan#

PE - Pl ''ed Out !e E)te'*$+'& yaitu outage perpan*angan yang diren1anakan+ sebagai


perpan*angan Planned utage (P % yang belum selesai pada ,aktu yang telah ditentukan# (ni artinya bah,a sebelum P dimulai+ periode dan tanggal operasinya telah ditetapkan# !emua peker*aan sepan*ang P" adalah bagian dari lingkup peker*aan yang asli dan semua perbaikan ditentukan sebelum outage mulai#

MO - M $'te' 'ce Out !e& yaitu keluarnya pembangkit untuk keperluan pengu*ian+ pemeliharaan
preventif+ pemeliharaan korektif+ perbaikan atau penggantian suku 1adang atau peker*aan lainnya pada pembangkit yang dianggap perlu dilakukan+ yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya hingga *ad,al P berikutnya dan telah di*ad,alkan dalam R / berikutnya#

02'2'2;: R / adalah Ren1ana

perasi /ingguan yang diterbitkan oleh P3C untuk periode operasi mulai DumEat pukul 00:00 <(C sampai dengan )amis minggu berikutnya pukul 2$:00 <(C#

ME - M $'te' 'ce Out !e E)te'*$+'& yaitu pemeliharaan outage perpan*angan+ sebagai


perpan*angan / yang belum selesai dalam ,aktu yang telah ditetapkan# (ni artinya bah,a sebelum / dimulai+ periode dan tanggal selesainya telah ditetapkan# !emua peker*aan sepan*ang /" adalah bagian dari lingkup peker*aan yang asli dan semua perbaikan ditentukan sebelum outage mulai#

SE - Scheduled Out !e E)te'*$+'& adalah perpan*angan dari Planned

utage (P % atau /aintenan1e utage (/ %+ yaitu outage yang melampaui perkiraan durasi penyelesaian P atau / yang telah ditentukan sebelumnya# F9urasi yang ditentukanF dari outage *uga menentukan Fperkiraan tanggal penyelesaianA dari P atau / # Dika unit di*ad,alkan untuk perbaikan selama empat minggu+ maka unit diharapkan sudah siap operasi empat minggu setelah tanggal mulai outage# 9alam hal outage dima*ukan atau dimundurkan untuk keperluan sistem+ maka tanggal mulai outage ditambah durasi outage akan menentukan tanggal berakhirnya outage# !epan*ang outage tidak lebih lama dari yang diren1anakan+ maka tanggal berakhirnya outage digeser agar bersamaan sesuai dengan periode durasi yang telah ditentukan#

Revisi: 03

Halaman &

9alam hal terdapat perpindahan status outage pembangkit+ tanggal dan ,aktu akhir outage yang satu akan men*adi a,al outage berikutnya# !tatus unit hanya dapat diubah *ika outage yang pertama telah berakhir# !ebagai 1ontoh+ *ika unit keluar paksa (3 .81% disebabkan suatu tabung dinding air bo1or (tepat sebelum unit tersebut akan keluar teren1ana>P %+ maka perbaikan kerusakan akibat 3 .81 harus selesai terlebih dahulu sebelum status unit diubah dari 81 ke status P # Petugas pemeliharaan dapat memulai peker*aan P + namun status unit tidak akan men*adi P sebelum peker*aan outage 81 selesai dan unit dapat beroperasi kembali# !emua peker*aan selama P dan / ditentukan terlebih dahulu dimuka dan dikenal sebagai Flingkup peker*aan a,alF# !" hanya digunakan pada kondisi dimana lingkup peker*aan a,al memerlukan ,aktu lebih untuk penyelesaiannya dibanding yang di*ad,alkan sebelumnya# !" tidak digunakan dalam kondisi dimana ditemukan problem.permasalahan tak diduga pada saat outage yang menyebabkan unit keluar dari sistem melampaui tanggal berakhirnya P atau / yang diperkirakan# )ondisi ini dianggap sebagai 8nplanned (3or1ed% utage>(mmediate (81%# !" *uga tidak digunakan pada kondisi dimana di*umpai permasalahan tak diduga ketika unit startup# Dika suatu unit selesai P atau / sebelum tanggal penyelesaian yang diperkirakan+ maka apapun permasalahan yang menyebabkan outages atau deratings setelah tanggal penyelesaian tersebut tidak dianggap sebagai bagian dari P atau / # !" atau 81 harus mulai pada ,aktu yang sama (bulan.hari.*am.menit% yaitu pada saat P berakhir# atau /

SF - St ,tu% F $lu,e& yaitu outage yang ter*adi ketika suatu unit tidak mampu sinkron dalam ,aktu
start up yang ditentukan setelah dari status outage atau R!H# Periode !tartup untuk masing>masing unit ditentukan oleh 8nit pembangkit# Hal ini spesifik untuk tiap unit+ dan tergantung pada kondisi unit ketika startup (panas+ dingin+ standby+ dll#%# Periode start up dimulai dari perintah start dan berakhir ketika unit sinkron# !3 berakhir ketika unit sinkron atau unit berubah status#

FO - F+,ced Out !e& yaitu keluarnya pembangkit akibat adanya kondisi emergensi pada
pembangkit atau adanya gangguan yang tidak diantisipasi sebelumnya serta yang tidak digolongkan ke dalam / atau P #

FO1 (U1) - U'%l ''ed (F+,ced) Out !e - I##ed$ te& adalah outage yang memerlukan
keluarnya pembangkit dengan segera baik dari kondisi operasi+ R!H atau status outage lainnya# Denis outage ini diakibatkan oleh kontrol mekanik.ele1tri1al.hydrauli1 unit pembangkit trip atau ditripkan oleh operator sebagai respon atas alarm.kondisi unit#

FO( (U() - U'%l ''ed (F+,ced) Out !e - Del .ed& adalah outage yang tidak memerlukan unit
pembangkit untuk keluar segera dari sistem tetapi dapat ditunda paling lama dalam enam *am# utage *enis ini hanya dapat ter*adi pada saat unit dalam keadaan terhubung ke *aringan serta melalui proses penurunan beban bertahap#

Revisi: 03

Halaman 5

FO/ (U/) - U'%l ''ed (F+,ced) Out !e - P+*t%+'ed& adalah outage yang dapat ditunda lebih
dari enam *am# *aringan# utage *enis ini hanya dapat ter*adi pada saat unit dalam keadaan terhubung ke

DERATING
9erating ter*adi apabila daya keluaran (/<% unit kurang dari 9/;>nya# 9erating digolongkan men*adi beberapa kategori yang berbeda# 9erating dimulai ketika unit tidak mampu untuk men1apai :7G 9/; dan lebih lama dari 30 menit# )apasitas yang tersedia didasarkan pada keluaran unit dan bukan pada instruksi dispa1th# 9erating berakhir ketika peralatan yang menyebabkan derating tersebut kembali normal+ terlepas dari apakah pada saat itu unit diperlukan sistem atau tidak# Dika derating unit kurang dari 2G dari 9/; dan kurang dari 30 menit+ maka derating tersebut dapat dilaporkan # 0ara lainnya+ semua deratings (lebih besar.ke1il dari 2G 9/; atau lebih pendek.pan*ang dari 30 menit% dapat dilaporkan ke P3C# !ebagai 1ontoh+ suatu derate 10G dari 9/; tetapi berlangsung 10 menit perlu dilaporkan ke P3CB suatu derate 1G dari 9/; tetapi berlangsung 5 *am perlu dilaporkan ke P3C#

PD - Pl ''ed De, t$'!& adalah derating yang di*ad,alkan dan durasinya sudah ditentukan
sebelumnya dalam ren1ana tahunan pemeliharaan pembangkit# 9erating berkala pengu*ian+ seperti test klep turbin mingguan+ bukan merupakan P9+ tetapi /9 (9$%# untuk

MD (D3) - M $'te' 'ce De, t$'!& adalah derating yang dapat ditunda melampaui akhir periode
operasi mingguan ()amis+ pukul 2$:00 <(C% tetapi memerlukan pengurangan kapasitas sebelum P berikutnya# 9$ dapat mempunyai tanggal mulai yang fleksibel dan boleh atau tidak boleh mempunyai suatu periode yang ditentukan#

MDE (DM) - M $'te' 'ce De, t$'! E)te'*$+'& adalah suatu pemeliharaan yang derating

perluasan sebagai suatu perluasan pemeliharaan derate (9$% di luar tanggal penyelesaian diperkirakan# (ni artinya bah,a di a,al Peristi,a 9$+ derate mempunyai ,aktu peker*aan yang diperkirakan dan termasuk tanggal unit untuk kembali operasi# !emua peker*aan sepan*ang 9$ di*ad,alkan (bagian dari lingkup peker*aan asli% dan semua perbaikan ditentukan sebelum outage mulai#

PDE (DP) 4 Pl ''ed De, t$'! E)te'*$+'& suatu outage perluasan diren1anakan sebagai suatu

perluasan suatu 9erate 9iren1anakan (P9% di luar tanggal penyelesaian diperkirakannya# (ni berarti bah,a di a,al P9+ derate mempunyai *angka ,aktu yang diperkirakan (periode ,aktu% untuk peker*aan dan penetapan tanggal unit untuk kembali operasi# !emua peker*aan sepan*ang P9 yang di*ad,alkan adalah (bagian dari lingkup peker*aan yang asli% dan semua perbaikan ditentukan sebelum outage mulai#

DE - De, t$'! E)te'*$+'& adalah perpan*angan dari P9 atau /9 (9$% melampaui tanggal
penyelesaian yang diperkirakan# 9" hanya digunakan apabila lingkup peker*aan yang a,al memerlukan ,aktu lebih untuk menyelesaikan peker*aannya dibanding ,aktu yang telah di*ad,alkan# 9" tidak digunakan dalam ke*adian dimana ada keterlambatan atau permasalahan tak diduga diluar lingkup peker*aan a,al sehingga unit tersebut tidak mampu untuk men1apai beban penuh setelah akhir tanggal P9 atau 9$

Revisi: 03

Halaman 6

yang diperkirakan# 9" harus mulai pada ,aktu (bulan.hari.*am.menit% saat P9 atau 9$ diren1anakan berakhir#

FD1 (D1) - U'%l ''ed (F+,ced) De, t$'! - I##ed$ te& adalah derating yang memerlukan
penurunan kapasitas segera (tidak dapat ditunda%#

FD( (D() - U'%l ''ed (F+,ced) De, t$'! - Del .ed& adalah derating yang tidak memerlukan
suatu penurunan kapasitas segera tetapi memerlukan penurunan dalam dalam ,aktu enam *am#

FD/ (D/) - U'%l ''ed (F+,ced) De, t$'! - P+*t%+'ed& adalah derating yang dapat ditunda
lebih dari enam *am#

RESER7E S5UTDO8N (RS) DAN NON 2URTAILING (N2) RS - Re*e,0e Shutd+1'& adalah suatu kondisi apabila unit siap operasi namun tidak disinkronkan ke sistem karena beban yang rendah# )ondisi ini dikenal *uga sebagai e1onomy outage atau e1onomy shutdo,n# Dika suatu unit keluar karena adanya permasalahan peralatan+ baik unit
diperlukan atau tidak diperlukan oleh sistem+ maka kondisi ini dianggap sebagai / + atau P + bukan sebagai reserve shutdo,n (R!%# sebagai 3 +

Pada saat unit sedang dalam status R!+ seringkali peker*aan pemeliharaan dilakukan yang menyebabkan unit outage atau derating seandainya diminta operasi dan sinkron ke sistem# Dika peker*aan pemeliharaan tidak dapat dihentikan atau diselesaikan+ maka status R! berubah men*adi outage atau derating#N2 4 K+'d$*$ N+'cu,t $l$'!& adalah kondisi yang dapat ter*adi kapan sa*a dimana peralatan atau komponen utama tidak dioperasikan untuk keperluan pemeliharaan+ pengu*ian+ atau tu*uan lain yang tidak mengakibatkan unit outage atau derating# ;0 *uga dapat ter*adi ketika unit pembangkit sedang beroperasi dengan beban kurang dari kapasitas penuh yang terkait dengan kebutuhan pengaturan sistem# !elama periode ini+ peralatan dapat dipindahkan dari operasi untuk pemeliharaan+ pengu*ian+ atau lain pertimbangan dan dilaporkan sebagai suatu ;0 *ika kedua kondisi yang berikut di*umpai: a% )emampuan unit tidak berkurang sampai di ba,ah kebutuhan sistemB dan+ b% Peker*aan dapat dihentikan atau diselesaikan dan tidak mengurangi kemampuan 9/; serta ,aktu ramp>up dalam *angkauan normal nya+ *ika dan ketika unit telah diperlukan oleh sistem# Dika kondisi>kondisi ini tidak bisa dipenuhi+ laporkan ke*adian tersebut sebagai peristi,a outage atau derating+ bukannya suatu ;0#

2ATATAN OUTAGE DAN DERATING ). Out*$de M ' !e#e't 2+'t,+l Out !e*
2da sumber penyebab dari luar yang mengakibatkan unit pembangkit deratings atau outages# Hang termasuk penyebab outages tersebut (tetapi tidaklah terbatas pada% misalnya badai sal*u+ angin topan+ angin ribut+ kualitas bahan bakar rendah+ gangguan pasokan bahanbakar+ dan lain lain# 9aftar penyebab dan kode penyebabnya lihat pada Lampiran ->2# L2P R)2; !"/82 Peristi,a /0 ke P3C# Peristi,a tersebut tidak boleh digolongkan sebagai 1adangan shutdo,n atau peristi,a non1urtailing# NER2 #e'!$9$': ' : l:ul *$ %e,$*t$1 de'! ' d ' t '% Pe,$*t$1 OM2.

;). Te*t$'! Te,: $t Out !e*


Pe'!u9$ ' O'-l$'e& Dika unit harus disinkron pada beban tertentu dalam rangka mengu*i
Revisi: 03 Halaman 7

performan1e terkait P + / + atau 3 ( 81+ 82+ 83+ !3%+ laporkan pengu*ian tersebut sebagai 9erating 9iren1anakan (P9%+ Pemeliharaan Hang 9erating (9$%+ atau 9erating 'idak diren1anakan ( 91%# !emua peristi,a tersebut bera,al ketika pengu*ian mulai+ dan berakhir ketika pengu*ian selesai# Laporkan semua produksi energi yang dihasilkan unit selama periode on>line testing tersebut# Pe'!u9$ ' +<<-l$'e& Laporkan pengu*ian terkait outage yang tidak sinkron sebagai bagian dari peristi,a outagenya# utage berakhir ketika pengu*ian selesai dan unit telah sinkron atau pindah status lain# Coleh melaporkan *enis pengu*ian ini terpisah dari peristi,a outagenya# 9alam hal ini+ periode pengu*ian men*adi suatu peristi,a baru+ outage berakhir ketika periode pengu*ian mulai# Peristi,a Pengu*ian berakhir ketika unit sinkron atau ditempatkan pada !tatus 8nit yang lain# c). De, t$'! * t U'$t St ,tu% t u Shutd+1'. 'iap unit mempunyai ,aktu FstandarF atau FnormalF untuk men1apai beban penuh setelah.dari keadaan outage# Dika suatu unit dalam proses start up dari kondisi outage ke tingkat beban penuh atau ke tingkat beban yang ditentukan sesuai periode yang ?normalA+ maka tidak ada derating pada unit# Dika unit memerlukan ,aktu lebih pan*ang dibanding ,aktu start up normal menu*u beban penuh atau menu*u beban yang ditentukan dispat1her+ maka unit dianggap mengalami derating# )apasitas unit pada akhir periode normal akan menentukan derate dan derate akan berlangsung sampai unit dapat men1apai kemampuan beban penuh atau tingkat beban yang ditentukan dispat1her# 'idak ada derating untuk unit shutdo,n# !etiap unit perlu shutdo,n dengan aman+ dengan mengurangi peralatan atau memperhatikan resiko keselamatan personil# Ceberapa shutdo,ns dapat 1epat seperti layaknya unit tripB yang lain bisa lebih lambat seperti turunnya unit menu*u P # 9alam kasus manapun+ unit tidaklah derated#

d). De, t$'! : ,e' Pe'! ,uh L$'!:u'! ' (A#;$e't-,el ted L+**e*)
9erating karena kondisi lingkungan+ misalnya disebabkan oleh temperatur masukan air pendingin tinggi (kode penyebab :550+ dll#%+ tidak dilaporkan sebagai peristi,a derating ke P3C# 9erating tersebut mudah dihitung dengan mengurangi 9/; terhadap 9aya )etergantungannya# )erugian "nerginya adalah derating karena lingkungan dikalikan dengan PH# e). Ke;utuh ' Pe'! tu, ' S$*te# (D$*% tch Re=u$,e#e't) 8nit pembangkit yang beroperasi diba,ah 9/; karena pengaturan sistem+ dikenal sebagai F load follo,ingF termasuk unit Pembangkit yang diatur oleh L30 (Load fre4uen1y 1ontrol%# )e*adian ini tidak dilaporkan ke P3C sebagai derating# <alaupun Load follo,ing tidak dilaporkan ke P3C+ setiap pemeliharaan+ pengu*ian+ dan lain lain yang dilakukan sepan*ang periode load follo,ing harus dilaporkan sebagai suatu peristi,a# 9i ba,ah kondisi>kondisi tertentu+ peker*aan ini dapat dilaporkan sebagai peristi,a non1urtailing (;0%# <). O0e,l % De, t$'!* 9eratings tumpang>tindih satu sama lain dalam ,aktu bersamaan# 9erating>derating ini akan diperhitungkan se1ara aditip (ke1uali yang tertutup dengan suatu outage atau derating yang lebih besar untuk *angka ,aktu keseluruhan mereka%# (ni berarti derating pertama diasumsikan sebagai penyebab utama dari pengurangan beban sampai akhir atau sampai outage penuh mulai# !). De, t$'! . '! D+#$' '

Revisi: 03

Halaman :

'u*uan )ode 9erating yang 9ominan untuk peristi,a verlaping 9eratings# 'andai derating akan ter*adi pengurangan derating pada peristi,a terpengaruh# !tatistik )ode Penyebab akan *adi benar dan dampak yang mendominasi derate#

menandai derating yg mendominasi yang dominan dengan A9A+ sehingga tersebut# !tatistik 8n*uk ker*a 8nit tidak lebih akurat dengan *umlah pen1atatan

pada tidak akan yang

h). De, t$'!* Be,0 ,$ *$ 9eratings dalam periode tertentu bisa berubah>ubah# Laporan derating ini bisa dilaporkan dengan dua metoda: 1# Laporkan sebagai derating baru setiap kemampuan unit berubah# 2# /enentukan kemampuan unit rata>rata tersedia sepan*ang deratings yang berbeda>beda dan hanya satu peristi,a rata>ratanya yang dilaporkan ke P3C# 2+'t+h Me, t -, t : ' De, t$'!& 8nit 1000 /< mengalami derating+ disebabkan oleh hambatan emisi selama 10 hari ( 2$0 *am%# !elama periode ini+ besarnya derating bervariasi sebagai berikut: 1% 30 /< selama $0 *amB 2% &0 /< selama 10 *amB 3% 20 /< selama 110 *amB dan $% $0 /< selama 70 *am# !epan*ang ,aktu ini+ unit *uga mengalami peristi,a outage tidak diren1anakan (81% selama :0 *am dan peristi,a 0adangan !hutdo,n (R!% selama 20 *am# 'otal /<H yang hilang pada setiap tingkatan derating dihitung dan di*umlahkan I ( $0 *am J 30 /<%K ( 10 *am J &0 /<%K ( 110 *am J 20 /<%K ( 70 *am J $0 /<% I 6100 total /<H hilang# Rata>rata /< yang hilang selama 10>day adalah total /<H yang hilang dibagi dengan banyaknya *am keseluruhan periode derating: 6100.2$0 I 30 /< rata>rata hilang Dadi+ kemampuan unit selama 10>day derating I 1000 /< > 30 /<I :60 /< i%# F+,ce M 9eu,e Out !e (FMO): ben1ana alam+ perang+ keka1auan atau larangan beker*a atau tindakan ke*adian lainnya yang digolongkan disepakati Pen*ual dan Pembeli# yaitu keluarnya Pembangkit sebagai akibat dari ter*adinya umum+ huru hara+ sabotase+ pemberontakan+ pemogokan industrial oleh para buruh atau karya,an pihak terkait+ dan sebagai peristi,a !ebab )ahar (for1e ma*eure% yang

*%# F+,ce M 9eu,e De, t$'!" yaitu penurunan kemampuan Pembangkit sebagai akibat dari ter*adinya ben1ana alam+ perang+ keka1auan umum+ huru hara+ sabotase+ pemberontakan+ pemogokan atau larangan beker*a atau tindakan industrial oleh para buruh atau karya,an pihak terkait+ dan ke*adian lainnya yang digolongkan sebagai peristi,a !ebab )ahar (for1e ma*eure% yang disepakati Pen*ual dan Pembeli# k%# 9aya mampu aktual Pembangkit yang lebih besar dari atau sama dengan >?@ (sembilan puluh delapan persen% dari 9/; Pembangkit dalam selang ,aktu setengah *am se1ara terus>menerus# l%# 2pabila diminta oleh 9ispat1her P3C atau R"-( ; P3C untuk men1apai tingkat pembebanan tertentu+ dan pembebanan Pembangkit aktual men1apai tingkat pembebanan tersebut dengan rentang >2G (minus dua persen% dari 9/; dalam selang ,aktu setengah *am se1ara terus>menerus# 9engan demikian+ apabila tingkat pembebanan Pembangkit aktual lebih ke1il dari tingkat pembebanan yang diminta oleh 9ispat1her P3C atau R"-( ; P3C dikurangi 2G (dua persen% 9/;+ maka Pembangkit dianggap mengalami derating sebesar 9/; dikurangi tingkat pembebanan aktualnya#

Revisi: 03

Halaman 10

$). 9alam hal permintaan P ./ yang sudah ter*ad,al ditunda karena kebutuhan sistem sehingga menyebakan 3 atau 39 maka kondisi tersebut dikategorikan 3 /0 atau 39 /0+ *ika penyebabnya adalah komponen.system yang akan akan dilakukan P ./ #

INDEKS KINERJA PEMBANGKIT


A0 $l ;$l$t. F ct+, (AF)& adalah rasio antara *umlah *am unit pembangkit siap beroperasi terhadap
*umlah *am dalam satu periode tertentu# Cesaran ini menun*ukkan prosentase kesiapan unit pembangkit untuk dioperasikan pada satu periode tertentu#

E=u$0 le't A0 $l ;$l$t. F ct+, (EAF)&

adalah ekivalen 2vailability 3a1tor yang memperhitungkan dampak dari derating pembangkit#

telah

Se,0$ce F ct+, (SF)& adalah rasio dari *umlah *am unit pembangkit beroperasi terhadap *umlah *am
dalam satu periode tertentu# Cesaran ini menun*ukkan prosentase *umlah *am unit pembangkit beroperasi pada satu periode tertentu#

Pl ''ed Out !e F ct+, (POF)& adalah rasio *umlah *am unit pembangkit keluar teren1ana
(planned outage% terhadap *umlah *am dalam satu periode# Cesaran ini menun*ukkan prosentase kondisi unit pembangkit akibat pelaksanaan pemeliharaan+ inspeksi dan overhoul pada suatu periode tertentu#

M $'te' ce Out !e F ct+, (MOF)& adalah rasio dari *umlah *am unit pembangkit keluar teren1ana
(/aintena1e outage% terhadap *umlah *am dalam satu periode# Cesaran ini menun*ukkan prosentase kondisi unit pembangkit akibat pelaksanaan perbaikan+ pada suatu periode tertentu#

Scheduled Out !e F ct+, (SOF)& adalah rasio dari *umlah *am unit pembangkit keluar teren1ana
(planned outage dan maintenan1e outage% terhadap *umlah *am dalam satu periode# Cesaran ini menun*ukkan prosentase kondisi unit pembangkit akibat pelaksanaan pemeliharaan+ inspeksi dan overhoul pada suatu periode tertentu#

U'$t De, t$'! F ct+, (UDF)& adalah rasio dari *umlah *am ekivalem unit pembangkit mengalami
derating terhadap *umlah *am dalam satu periode# Cesaran ini menun*ukkan prosentase kondisi unit pembangkit akibat derating+ pada suatu periode tertentu#

Revisi: 03

Halaman 11

Re*e,0e Shutd+1' F ct+, (RSF)& adalah rasio dari *umlah *am unit pembangkit keluar reserve
shutdo,n (R!H% terhadap *umlah *am dalam satu periode# Cesaran ini menun*ukkan prosentase unit pembangkit reserve shutdo,n+ pada suatu periode tertentu#

F+,ced Out !e F ct+, (FOF)& adalah rasio dari *umlah *am unit pembangkit keluar paksa (3 H%
terhadap *umlah *am dalam satu periode# Cesaran ini menun*ukkan prosentase kondisi unit pembangkit akibat 3 + pada suatu periode tertentu#

F+,ced Out !e R te (FOR)& adalah *umlah *am unit pembangkit dikeluarkan dari sistem (keluar
paksa% dibagi *umlah *am unit pembangkit dikeluarkan dari sistem ditambah *umlah *am unit pembangkit beroperasi+ yang dinyatakan dalam prosen#

F+,ced Out !e R te de# 'd (FORd)& adalah (f J 3 H% dibagi L(f J 3 H%K!HM# Cesaran ini
menun*ukkan tingkat gangguan outage tiap periode operasi yang diharapkan#

E=u$0 le't F+,ced Out !e R te

adalah 3or1ed memperhitungkan dampak dari derating pembangkit#

(EFOR)&

utage Rate

yang telah

E=u$0 le't F+,ced Out !e R te de# 'd (EFORd)& adalah L(fJ3 H%K(fpJ"39H%M dibagi L(f J
3 H% K !HM# Cesaran ini menun*ukkan tingkat gangguan outage dan derating periode operasi yang diharapkan# tiap

Net 2 % c$t. F ct+, (N2F)& adalah rasio antara total produksi netto dengan daya mampu netto
unit pembangkit dikali dengan *am periode tertentu (umumnya periode 1 tahun+ 7650 atau 767$ *am%#

Net Out%ut F ct+, (NOF)& adalah rasio antara total produksi netto dengan daya mampu netto unit
pembangkit dikali dengan *umlah *am unit pembangkit beroperasi#

Pl 't F ct+, (PF)& adalah rasio antara total produksi netto dengan perkalian antara 9/; dan
*umlah *am unit pembangkit siap dikurangi *umlah *am ekivalen unit pembangkit derating akibat for1ed derating+ maintenan1e derating+ planned derating+ dan derating karena 1ua1a.musim#

FORMULA PER5ITUNGAN INDEKS KINERJA PEMBANGKIT


Revisi: 03 Halaman 12

3ormula untuk perhitungan (ndeks )iner*a Pembangkit adalah sebagai berikut:

E.A.1. UNIT PEMBANGKIT TUNGGAL


1 2vailability fa1tor L AF M = AH PH 100%

Revisi: 03

Halaman 13

2 3 $ & 5 6 7 : 10

"4uivalent 2vailability 3a1tor L EAF M !ervi1e 3a1tor Planned utage 3a1tor L SF M L POF M

AH ( EFDH + EMDH + EPDH + ESEDH ) PH = = = = = SH PH POH PH MOH PH RSH PH PH POH + MOH PH = 100% 100% 100% 100% 100%

100%

/aintenan1e

utage 3a1tor L MOF M L RSF M L UDF M L SOF M L FOF M L FOR M =

Reserve !hutdo,n 3a1tor 8nit 9erating 3a1tor !1heduled 3or1ed 3or1ed utage 3a1tor

EPDH + EUDH

100%

utage 3a1tor utage Rate

FOH 100 % PH sHours 100 %

FOH FOH + SH + Synchronou f FOH 100 % ( f FOH ) + SH

11

3or1ed

utage Rate demand

LFORdM

= =

12

"4uivalent 3or1ed "4uivalent 3or1ed

utage Rate LEFORM

FOH + EFDH 100 % FOH + SH + Synchr . Hrs . + EFDHRS

13

( f FOH ) + ( fp EFDH ) utage Rate demand = 100 % L EFORd M ==% ( f FOH ) + SH


d$# ' & fp I (!H.2H% f I (1.r K 1.'% . (1.r K 1.' K 1.9% r I 9urasi 3 rata>rata I L3 H . *umlah ke*adian 3 M 9 I *am operasi rata>rata I L!H . *umlah start aktualM ' I R!H rata>rata I LR!H . *umlah start yang dilakukan+ baik berhasil maupun gagalM

==% 8ntuk pembangkit pemikul beban pun1ak Dika !H+ 3 H atau R!H I 0+ maka untuk perhitungan diberi angka 0+001# Dika *umlah ke*adian 3 + start atau start aktual I 0+ maka untuk perhitungan diberi angka 1#

1$

;et 0apa1ity 3a1tor

L N2F M

= =

Pr oduksi

Netto

PH DMN Pr oduksi Netto

100 % 100 %

1&

;et M

utput fa1tor

L NOF

SH DMN

15

Plant 3a1tor

L PF M

Pr oduksi Netto ( AH ( EPDH + EUDH ))DMN

100%

E.A.(. UNIT PEMBANGKIT GABUNGANBKOMPOSIT (BASIS 8AKTU)


1 2 3 $ & 5 6 7 : 10 2vailability fa1tor "4uivalent 2vailability 3a1tor !ervi1e 3a1tor Planned utage 3a1tor utage 3a1tor L AF M L EAF M L SF M L POF M L MOF M L RSF M L UDF M L SOF M L FOF M L FOR M = =
=

AH PH

100%

( AH ( EFDH + EMDH + EPDH + ESEDH )) 100 % PH

= = = =

SH PH PH

100% 100% 100% 100% 100%

POH MOH PH RSH PH PH

/aintenan1e

Reserve !hutdo,n 3a1tor 8nit 9erating 3a1tor !1heduled 3or1ed 3or1ed utage 3a1tor

( EPDH + EUDH ) ( POH + MOH ) PH =

100%

utage 3a1tor utage Rate

FOH 100 % PH

FOH 100 % ( FOH + SH + Synchr . Hours ) ( f FOH ) 100 % (( f FOH ) + SH )

11

3or1ed

utage Rate demand L FORdM utage Rate L EFORM utage Rate demand L EFORd M ==% =

12

"4uivalent 3or1ed "4uivalent 3or1ed

( FOH + EFDH ) 100 % ( FOH + SH + Synchr . Hrs . + EFDHRS ) = (( f FOH ) + ( fp EFDH )) 100 % (( f FOH ) + SH )

13

==% 8ntuk pembangkit pemikul beban pun1ak Dika !H+ 3 H atau R!H I 0+ maka untuk perhitungan diberi angka 0+001# Dika *umlah ke*adian 3 + start atau start aktual I

d$# ' & fp I (!H.2H% f I (1.r K 1.'% . (1.r K 1.' K 1.9% r I 9urasi 3 rata>rata I L3 H . *umlah ke*adian 3 M 9 I *am operasi rata>rata I L!H . *umlah start aktualM ' I R!H rata>rata I LR!H . *umlah start yang dilakukan+ baik berhasil

0+ maka untuk perhitungan diberi angka 1#

maupun gagalM

1$

;et 0apa1ity 3a1tor

L N2F M

= =

Pr oduksi

Netto )

( PH DMN Pr oduksi

100 % 100 %

1&

;et

utput fa1tor

L NOF M

Netto )

( SH DMN

15

Plant 3a1tor

L PF M

= (( AH ( EPDH+ EUDH ))DMN )100%

Pr oduksi Netto

E.A./. UNIT PEMBANGKIT GABUNGANBKOMPOSIT (BASIS KAPASITAS)


1 <eighted (8% 2vailability fa1tor L8AFM = ( AH DMN ) ( PH DMN ) 100%

< "4uivalent (E=% 2vailability 3a1tor > L8EAFM

[( AH ( EFDH + EMDH + EPDH + ESEDH ))] DMN ( PH DMN )

100%

< !ervi1e 3a1tor

L8SFM

( SH DMN ) ( PH DMN )

100%

< Planned

utage 3a1tor

L8POFM

( POH DMN ) ( PH DMN ) ( MOH DMN ) ( PH DMN ) ( RSH DMN ) ( PH DMN )

100%

&

< /aintenan1e

utage 3a1tor L8MOFM

100%

< Reserve !hutdo,n 3a1tor

L8RSFM

100%

< 8nit 9erating 3a1tor

L8UDFM

[( EPDH + EUDH )] DMN ( PH DMN ) [( POH + MOH )] DMN ) ( PH DMN ) =

100%

< !1heduled

utage 3a1tor

L8SOFM

100%

< 3or1ed

utage 3a1tor

L8FOFM =

( FOH DMN ) 100 % ( PH DMN )

10

< 3or1ed < 3or1ed L8FORdM

utage Rate

L8FORM

( FOH DMN ) 100 % [( FOH + SH + Synchr . Hours ) DMN ] = [( f FOH ) DMN ] 100 % [(( f FOH ) + SH ) DMN ]

11

utage Rate demand

12

< "4# 3or1ed < "4# 3or1ed

utage Rate L8EFORM utage Rate demand > ==% L8EFORdM

[( FOH + EFDH ) DMN ] 100% [( FOH + SH + Synchr .Hrs. + EFDHRS ) DMN ]

13

[(( f FOH ) + ( fp EFDH )) DMN ] 100 % [(( f FOH ) + SH ) DMN ]

==% 8ntuk pembangkit pemikul beban pun1ak Dika !H+ 3 H atau R!H I 0+ maka untuk perhitungan diberi angka 0+001# Dika *umlah ke*adian 3 + start atau start aktual I 0+ maka untuk perhitungan diberi angka 1#

d$# ' & fp I (!H.2H% f I (1.r K 1.'% . (1.r K 1.' K 1.9% r I 9urasi 3 rata>rata I L3 H . *umlah ke*adian 3 M 9 I *am operasi rata>rata I L!H . *umlah start aktualM ' I R!H rata>rata I LR!H . *umlah start yang dilakukan+ baik berhasil maupun gagalM

1$

< ;et 0apa1ity 3a1tor

L8N2FM

= =

Pr oduksi

Netto )

( PH DMN Netto )

100 % 100 %

1&

< ;et

utput fa1tor

L8NOFM

Pr oduksi

( SH DMN

15

< Plant 3a1tor

L8PFM

= (( AH ( EPDH+ EUDH ))DMN )100%

Pr oduksi Netto

"disi : 01

Revisi: 03

Halaman 7$