Anda di halaman 1dari 4

ALPLIKASI MOTOR DC PADA CONVEYOR DI PABRIK KELAPA SAWIT Fuzan anshari, Guntu Krisna Putra, Inawati TL12 ABSTRAKSI

Pesawat pemindah barang merupakan perangkat yang sangat penting dalam dunia industri terutama untuk meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi waktu, namun pemilihan jenis pesawat pengangkut yang akan dugunakan harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang meliputi kapasitas yang diinginkan dan daerah pemindahan material (jarak dan tingkat kesulitan medan) sehingga tingkat efisiensi yang diperoleh menjadi optimal. Salah satu jenis pesawat pemindah yang banyak digunakan pada industri adalah conveyor. Pada parik kelapa sawit sendiri conveyor sangat penting karena digunakan untuk pengangkutan kelapa sawit itu sendiri I. PENDAHULUAN

Belt conveyor adalah suatu alat pemindah bahan yang berbasis teknologi tinggi di sebagian besar industri yang sedang berkembang di negara Indonesia. Hampir 90% industri menengah ke atas menggunakan belt conveyor sebagai alat transportasi berbagai material dalam lingkungan industri tersebut. Material yang diangkut mulai dari raw material hingga hasil produksi, termasuk memindahkan material antar work stasion. Dengan menggunakan belt conveyor, perusahaan mampu menghemat biaya produksi yang sangat tinggi, serta meningkatkan laju produksi dengan kecepatan yang signifikan dan stabil. Namun, dalam penggunaannya sehari-hari di lokasi pabrik/industri, putaran hopper, kapasitas transfer dan kecepatan belt conveyor ternyata banyak dipengaruhi oleh jenis beban yang diberikan, dan hal ini masih kurang terindikasi oleh pengawasan kerja yang baik, sehingga tidak diketahui kinerjanya yang efektif sebenarnya. Berdasarkan fenomena yang terjadi tersebut, diperlukan suatu pembelajaran khusus untuk mengidentifikasi kerja belt conveyor. Oleh sebab itu, disini penulis sangat tertarik untuk melakukan studi/penelitian yang mengkaji tentang performansi belt conveyor yang bekerja untuk memindahkan beban tumpukan (bulk) material berupa pasir beton yang dipakai dalam campuran pembuatan tiang beton, agar dapat dipakai sebagai acuan dalam analisis dan perancangan belt conveyor di masa depan. II. DASAR TEORI 2.1 MOTOR INDUKSI 3 FASA

Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor. Motor induksi merupakan motor yang paling banyak kita jumpai dalam industri. Stator adalah bagian dari mesin yang tidak berputar dan terletak pada bagian luar. Dibuat dari besi bundar berlaminasi dan mempunyai alur alur sebagai tempat meletakkan kumparan.Rotor sangkar adalah bagian dari mesin yang berputar bebas dan letaknya bagian

dalam. Terbuat dari besi laminasi yang mempunayi slot dengan batang alumunium /tembaga yang dihubungkan singkat pada ujungnya. Rotor kumparan ( wound rotor ), Kumparan dihubungkan bintang dibagian dalam dan ujung yang lain dihubungkan dengan slipring ke tahanan luar. Kumparan dapat dikembangkan menjadi pengaturan kecepatan putaran motor. Pada kerja normal slipring hubung singkat secara otomatis, sehingga rotor bekerja seperti rotor sangkar.

Gambar 1. Bagian-bagian motor induksi Keuntungan motor tiga phasa : Konstruksi sangat kuat dan sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar. Harganya relatif murah dan kehandalannya tinggi.

Effesiensi relatif tinggi pada keadaan normal, tidak ada sikat sehingga rugi gesekan kecil. Biaya pemeliharaan rendah karena pemeliharaan motor hampir tidak diperlukan. Kerugian Penggunaan Motor Induksi Kecepatan tidak mudah dikontrol

Power faktor rendah pada beban ringan Arus start biasanya 5 sampai 7 kali dari arus nominal

Prinsip kerja Motor 3 Phasa 1. Bila sumber tegangan tiga phasa dipasang pada kumparan stator, maka pada kumparan stator akan timbul medan putar dengan kecepatan, ns = 120f/P , ns = kecepatan sinkron, f = frekuensi sumber, p = jumlah kutup 2. Medan putar stator akan memotong konduktor yang terdapat pada sisi rotor, akibatnya pada kumparan rotor akan timbul tegangan induksi ( ggl ) sebesa E2s = 44,4fn . Keterangan : E = tegangan induksi ggl, f = frekkuensi, N = banyak lilitan, Q = fluks 3. Karena kumparan rotor merupakan kumparan rangkaian tertutup, maka tegangan induksi akan menghasilkan arus ( I ). 4. Adanya arus dalam medan magnet akan menimbulkan gaya ( F ) pada rotor. 5. Bila torsi awal yang dihasilkan oleh gaya F pada rotor cukup besar untuk memikul torsi beban, maka rotor akan berputar searah dengan arah medan putar stator. 6. Untuk membangkitkan tegangan induksi E2s agar tetap ada, maka diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan putar rotor (nr). 7. Perbedaan antara kecepatan nr dengan ns disebut dengan slip ( S ) yang dinyatakan dengan Persamaan S = ns-nr/ns (100%)

8. Jika ns = nr tegangan akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada rotor, dengan demikian tidak ada torsi yang dapat dihasilkan. Torsi suatu motor akan timbul apabila ns > nr. 9. Dilihat dari cara kerjanya motor tiga phasa disebut juga dengan motor tak serempak atau asinkron. 2.2 Conveyor Belt pada pabrik kelapa sawit

Gambar 2. Rangkaian konveyor Belt conveyor dapat digunakan untuk mengengkut material baik yang berupa unit load atau bulk material secara mendatar ataupun miring. Yang dimaksud dengan unit load adalah benda yang biasanya dapat dihitung jumlahnya satu per satu, misalnya kotak, kantong, balok dll. Bagian-bagian utama conveyor dapat dilihat pada di bawah ini, yaitu:

Gambar 3. Bagian-Bagian Conveyor

Keterangan: 1. Rangka (frame) fungsinya untuk kedudukan conveyor itu sendiri yang biasanya dibuat dari baja profil. 2. Puli depan (head pulley). Head pulley pada conveyor dapat juga dikatakan sebagai pulley penggerak dari sistem BC. Pada head pulley dipasang sistem penggerak untuk menggerakkan conveyor. 3. Puli penggerak (driving pulley) Yang dihubungkan dengan motor. 4. Puli ekor pengencang (tail pulley) Yang terdapat pada ujung belakang, sehingga kedudukan puli dapat digeser, yang berfungsi untuk mengatur ketegangan belt . 5. Belt . Belt merupakan pembawa material dari satu titik ke titik lain dan meneruskan gaya putar. Belt ini diletakkan di atas roller sehingga dapat bergerak dengan teratur. 6. Idler bagian atas (pembawa). Merupakan roller pembawa karena terletak dibawah belt yang membawa muatan. Berfungsi sebagai penumpu belt dan sebagai landasan luncur yang dipasang dengan jarak tertentu agar belt tidak meluncur ke bawah. 7. Idler bagian bawah (pembalik). Merupakan roller balik atau roller penunjang belt pada daerah yang tidak bermuatan yang dipasang pada bagian bawah frame. 8. Motor dan perlengkapan transmisi. 9. Pencurah material (hopper). 10. Corong pembongkar (discharge spout unit). 11. Pembersih belt Digunakan untuk conveyor yang membawa material yang mudah lengket. 12. Screw take-up Perangkat yang mengencangkan belt yang kendur dan memberikan tegangan pada belt pada start awal. 13. Rubber belt Adalah komponen utama untuk membawa material, dimana kekuatannya tergantung kepada kapasitas material yang ditransportnya. Rubber belt terbuat dari karet yang direinforcment (diperkuat) oleh carcas. DAFTAR PUSTAKA http://digilib.its.ac.id/public/ITS-NonDegree-7971-4-BAB%20I.pdf. http://justoperator.wordpress.com/2011/01/01/belt-conveyor/. http://puslit.petra.ac.id/journals/pdf.php?PublishedID=ELK03030108