Anda di halaman 1dari 33

!

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam suatu ekosistem pesisir terjadi pertukaran materi dan transformasi energi yang berlangsung diantara kedua komponen dalam sistem tersebut, maupun dengan komponen- komponen lain dari sistem diluarnya. Kelangsungan suatu fungsi ekosistem menentukan kelestarian dari sumberdaya alam sebagai komponen yang terlibat dari sistem tersebut. Karena itu untuk menjamin kelestarian sumberdaya alam perlu memperhatikan hubungan-hubungan ekologis yang berlangsung diantara komponen-komponen sumberdaya alam yang menyusun suatu sistem. Kata mangrove mempunyai dua arti Pertama sebagai kunitas atau masyarakat tumbuhan atau hutan yang tahan terhadap kadar garam (salinitas) pasang surut air laut, dan Kedua sebagai individu atau spesies (Ma nae, !"#$ dalam %upriharyono, &''&). (utan bakau sering juga disebut hutan mangrove. Dinamakan hutan bakau karena sebagian besar didominir oleh jenis bakau. )rti kata mangrove digunakan untuk masyarakat tumbuh-tumbuhan (hidrosere ommunities) dari beberapa spesies yang mempunyai kemampuan tumbuh pada air asin (*rianoadi, &''+) %elanjutnya ,engen (!""") mengemukakan, bah-a hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang tumbuh dan berkembang pada daerah pasang-surut pantai berlumpur. %elanjutnya dikemukakan bah-a karakteristik hutan mangrove tumbuh pada daerah intertidal yang jenis tanahnya berlumpur, berlempung, atau berpasir, daerah yang

&

tergenang air laut se ara berkala, menerima pasokan air ta-ar yang ukup dari darat, dan terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat. Padang lamun merupakan hamparan tumbuhan seperti rumput atau alangalang yang terbenam di dalam laut yang dangkal, tenang, berpasir atau berlumpur. *umbuhan lamun terdiri dari rhi.oma, daun dan akar. /hi.oma adalah batang yang terbenam dan mendatar di atas permukaan dasar laut. 0aut 1ndonesia terkenal akan keindahan dan kekayaan isinya. 0aut 1ndonesia terlihat indah dengan biotanya yang beraneka ragam. %alah satunya yaitu algae. )lgae merupakan tumbuhan thallophyta yang belum dapat dibedakan antara batang, daun maupun akarnya. %ehubungan dengan manfaat ekologis dan ekonomis yang penting tersebut, ekosistem Mangrove, lamun dan alga sebagai ekosistem produktif di -ilayah pesisir dan lautan sudah layaknya di pertahankan keberadaan dan kualitasnya. 2ntuk dapat mempertahankan keberadaan dan kualitasnya tersebut, di perlukan suatu pengelolaan se ara berkelanjutan .

1.2.

Tujuan dan Manfaat *ujuan dari praktek lapang tumbuhan air ini adalah !. Mahasis-a dapat mengidentifikasi ditemukan &. Mahasis-a dapat memahami biologi dan ekologi dari tiap tumbuhan air yang dilihat Manfaat dari praktek lapang tumbuhan air yaitu untuk menambah jenis-jenis tumbuhan air yang

Pengetahuan (informasi) mengenai tumbuhan air, identifikasi tumbuhan air maupun biologi dan ekologi tumbuhan air.

II. TINJAUAN PUSTAKA Ek !"!te# Mangr $e Kla!"f"ka!" Mangr $e a. Mangr $e Jen"! Avicennia !% Kingdom 3 Plantae %ubkingdom3 *ra heobionta Divisi Kelas 3 Magnoliophyta 3 Magnoliopsida 3 )steridae 3 % rophulariales 5amili 3 ) antha eae 3 Avicennia 3 Avicennia sp

%ub Kelas 4rdo

6enus

%pesies

(do . )nonim, &'!') 6ambar ! Morfologi Avicennia sp &. Mangr $e Jen"! Rhizophora apiculata

Kingdom 3 Plantae %ubkingdom3 *ra heobionta Divisi Kelas 3 Magnoliophyta 3 Magnoliopsida 4rdo 5amili 3 Malpighiales 3 /hi.ophora eae 3 Rhizophora 3 Rhizophora apiculata

6enus

%pesies

(Do . Pribadi, &'!') Gambar 2.Morfologi Rhizophora apiculata

M rf l g" Mangr $e Menurut 9ybakken (!""&), struktur hutan mangrove lebih sederhana jika dibandingkan dengan hutan tropis di daerah kering yang mempunyai .onasi yang lebih jelas. . %elajutnya ,engen (!"""), menyatakan : Pada pantai terbuka pohon-pohon yang dominan dan merupakan pohon-pohon perintis (pioneer) umumnya jenis Avicennia dan jenis Sonneratia. Pada

daerah yang lebih dekat dengan laut, substrat agak berpasir sering ditumbuhi oleh jenis Avicennia spp, pada .ona ini biasa berasosiasi jenis Sonneratia spp yang dominan tumbuh pada lumpur dalam yang kaya bahan organik. 0ebih dekat ke darat hutan mangrove umumnya didominasi oleh jenis Rhizophora spp, pada .ona ini juga dijumpai jenis Bruguiera spp dan X locarpus spp. ;ona berikutnya umumnya didominasi Bruguiera spp. ;ona transisi antara hutan mangrove dengan hutan daratan ditumbuhi oleh jenis ! pa fruticans dan beberapa jenis palem lainnya.

>

Ha&"tat Dan Pen'e&aran Mangr $e a. Mangr $e Jen"! Avicennia !% <enis tanaman api-api yang telah diketahui dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan adalah Avicennia marina, Avicennia officinalis. <enis tanaman ini tersebar di sebagian besar pantai di 1ndonesia. *ermasuk jenis pionir (pada .onasi terdepan), epat dan mudah tumbuh, serta permudaan alaminya sangat epat, bahkan diperkirakan tanaman berumur & tahun telah mulai menghasilkan buah. Penggunaan buah tanaman yang telah masak perlu ada perlakuan, yaitu3 pengupasan kulit atau pembuangan kulit, di ampur dengan abu dapur dan dibilas air bersih, lalu direndam & = &7 jam (untuk menghilangkan ra un), ditiriskan dan diap dipergunakan sebagai bahan baku makanan. &. Mangr $e Jen"! Rhizophora apiculata bakau adalah nama sekelompok tumbuhan dari marga Rhizophora, suku /hi.ophora eae. *umbuhan ini memiliki iri- iri yang menyolok berupa akar tunjang yang besar dan berkayu, pu uk yang tertutup daun penumpu yang merun ing, serta buah yang berke ambah serta berakar ketika masih di pohon ( vivipar).<enis tanaman ini juga tersebar di seluruh -ilayah pantai di 1ndonesia.

(akt r)fakt r Mangr $e 1. T % graf" Panta"

l"ngkungan

'ang

#e#%engaru*"

%ertu#&u*an

*opografi adalah keadaan suatu tempat atau lapangan atau medan tentang kemiringan dan ketinggian. *opografi pantai merupakan faktor penting yang mempengaruhi karakteristik struktur mangrove, khususnya komposisi spesies, ukuran serta luas hutan mangrove. %emakin lebar pantai dan pasang surut, maka semakin lebar hutan mangrove yang akan tumbuh. ,egitupun sebaliknya semakin uram topografinya maka semakin tipis mangrove yang akan tumbuh di ka-asan tersebut. 2. Ikl"# a. +a*a'a 2mumnya vegetasi mangrove membutuhkan intensitas ahaya matahari tinggi dan penuh (optimal), sehingga .ona pantai tropis merupakan habitat ideal bagi mangrove. &. +ura* Hujan ?urah hujan mempengaruhi faktor lingkungan seperti suhu air dan udara, salinitas air, permukaan tanah dan air tanah yang berpengaruh pada daya tahan spesies mangrove. @egetasi mangrove tumbuh subur dengan urah hujan rata-rata !8''-+''' mmAth.

"

,. Su*u Udara %uhu penting dalam proses fisiologis seperti fotosintesis dan respirasi. Pertumbuhan vegetasi mangrove yang baik memerlukan suhu rata-rata minimal lebih besar dari &'4?. d. Ang"n )ngin berpengaruh terhadap gelombang dan arus pantai, yang dapat menyebabkan abrasi, mengubah struktur tegakan mangrove, dan meningkatkan evapotransporasi. )ngin yang kuat dapat menghalangi pertumbuhan dan

menyebabkan karakteristik fisiologis abnormal, namun demikian diperlukan proses polinasi dan penyebaran benih tanaman. -. Pa!ang Surut Pasang surut menentukan .onasi komunitas flora dan fauna mangrove. Durasi pasang surut berpengaruh terhadap perubahan salinitas pada areal mangrove. .. Sal"n"ta! %alinitas air dan salinitas tanah rembesan merupakan faktor penting dalam pertumbuhan, daya tahan, dan .onasi spesies mangrove. @egetasi mangrove tumbuh subur di daerah estuaria dengan salinitas !'-+' ppt. ,eberapa spesies dapat tumbuh di daerah dengan salinitas sangat tinggi ontohnya di )ustralia jenis Sonneratia spp tumbuh pada 77 ppt. /i.al (&''!) menyatakan, salinitas perairan di hutan mangrove umumnya dipengaruhi oleh jumlah air ta-ar yang masuk ke dalam hutan mangrove. Massa air

!'

ta-ar yang masuk dapat melalui aliran permukaan seperti sungai, mata air, dan apabila terjadi hujan. /. Su&!trat *anah mangrove dibentuk oleh akumulasi sedimen yang berasal dari pantai dan erosi daerah hulu sungai. @egetasi mangrove dapat tumbuh terutama pada tanah berlumpur, namun berbagai jenis mangrove dapat tumbuh di tanah berpasir, koral, tanah, berkerikil, bahkan gambut.

!!

Ek !"!te# La#un Kla!"f"ka!" La#un a. La#un Jen"! Enhalus acoroides Kingdom 3 Plantae Divisi 3 )nthophyta Kelas 3 )ngiospermae 5amili 3 (ydro harita eae %ub famili 3 (ydro harytoidea 6enus 3 "nhalus %pesies 3 "nhalus acoroides

(Do . Pribadi, &'!') 6ambar +. Morfologi 0amun "nhalus acoroides

&. La#un jen"! Cymodocea rotundata

!&

Kingdom 3 Plantae Divisi 3 )nthophyta Kelas 3 )ngiospermae 5amili 3 Potamogetona eae %ub famili 3 ?ymodo eoidea 6enus 3 # modocea %pesies 3 # modocea rotundata

(Do . Pribadi, &'!') 6ambar 7. Morfologi 0amun jenis # modocea rotundata

!+

,. La#un jen"! Cymodocea serrulata Kingdom 3 Plantae Divisi 3 )nthophyta Kelas 3 )ngiospermae 5amili 3 Potamogetona eae %ub famili 3 ?ymodo eoidea 6enus 3 # modocea %pesies 3 # modocea serrulata

(Do . Pribadi, &'!') 6ambar 8. Morfologi 0amun jenis # modocea serrulata

!7

d. La#un jen"! Thallasia hempricci Kingdom 3 Plantae Divisi 3 )nthophyta Kelas 3 )ngiospermae 5amili 3 Potamogetona eae %ub famili 3 *hallasioidea 6enus 3 $hallasia %pesies 3 $hallasia hempricci

(Do . Pribadi, &'!') 6ambar #.Morfologi 0amun jenis $hallasia hempricci

!8

M rf l g" La#un Dari hasil koleksi bebas spe imen lamun pada perairan pantai desa *anjung *iram dengan stasiun pengamatan sepanjang &'' m dari garis pantai, ditemukan beberapa jenis lamun. Dengan morfologi yang tampak, yaitu adanya tunas berdaun yang tegak dan tangkai-tangkai merayap yang dinamakan rimpang %rhizome& dan dilengkapi akar. Menurut /omimohtarto K. dan %. <u-ana (&''!), tangkai merayap ini merupakan alat efektif untuk perkembang-biakan. 1a juga menambahkan bah-a lamun mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan .at-.at hara. Ha&"tat Dan Pen'e&aran La#un Diketahui pula bah-a lamun dapat tumbuh pada semua jenis substrat di perairan pantai baik itu pasir, lumpur, batu, potongan karang, ataupun angkang Mollus a: sesuai dengan yang dinyatakan Kiku hi dan Peres (!">>), bah-a hampir semua tipe substrat dapat ditumbuhi lamun, mulai substrat yang berlumpur sampai berbatu. 9amun padang lamun yang khas lebih sering ditemukan di substrat lumpur berpasir yang tebal antara hutan ra-a mangrove dan terumbu karang mulai dari substrat yang berlumpur hingga berbatu. 0amun tumbuh subur terutama pada daerah terbuka pasang surut dan perairan pantai atau goba yang dasarnya berupa lumpur, pasir, kerikil dan patahan karang mati dengan kedalaman 7 meter. Padang lamun terbentuk di dasar laut yang masih ditembusi ahaya matahari yang ukup untuk pertumbuhannya. Pada perairan yang sangat jernih, beberapa jenis lamun ditemukan tumbuh dalam kedalaman $ B !8

!#

meter. 0amun biasanya terdapat dalam jumlah yang melimpah dan sering membentuk padang yang lebat dan luas diperairan tropis. (ampir semua substrat dapat ditumbuhi lamun, mulai substrat berlumpur sampai berbatu. 9amun padang lamun yang luas lebih sering ditemukan disubstrat 0umpur berpasir yang tebal antara hutan mangrove dan terumbu karang. (akt r)fakt r l"ngkungan 'ang #e#%engaru*" %ertu#&u*an La#un !. Ke erahan 0amun membutuhkan intensitas ahaya yang tinggi untuk melaksanakan

proses fotosintesis. (al ini terbukti dari hasil observasi yang menunjukkan bah-a distribusi padang lamun hanya terbatas pada perairan yang tidak terlalu dalam. &. *emperatur Calaupun padang lamun se ara geografis tersebar luas yang diindikasikan oleh adanya kisaran toleransi yang luas terhadap temperatur. Pada kenyataannya spesies lamun di daerah tropis mempunyai toleransi yang rendah terhadap perubahan temperatur. Kisaran temperatur optimal bagi spesies lamun adalah &$ B +'o?. +. %alinitas %pesies lamun memiliki kemampuan toleransi yang berbeda-beda terhadap salinitas, namun sebagian besar memiliki kisaran yang lebar yaitu antara, !' dan

!>

7''A''. %alah satu faktor yang menyebabkan rusaknya ekosistem padang lamun adalah meningkatnya salinitas. 7. %ubstrat Padang lamun hidup pada berbagai ma am tipe substrat, mulai dari 0umpur sampai sedimen dasar yang terdiri dari endapan 0umpur halus sebesar 7'D. Kedalaman substrat berperan dalam menjaga stabilitas sedimen yang men akup dua hal, yaitu pelindung tanaman dari arus laut, dan tempat pengolahan serta pemasok nutrient. 8. Ke epatan )rus Perairan Produktivitas padang lamun juga dipengaruhi oleh ke epatan arus perairan. Pada saat ke epatan arus sekitar ',8 mAdetik, jenis $urtle grass mempunyai kemampuan maksimal untuk tumbuh.

!$

Ek !"!te# Alga Kla!"f"ka!" Alga a. Alga Jen"! Codium genuinense Silva Kingdom 3 Plantae 5ilum 3 *hallopyta Divisi 3 Phaeophyta Kelas 3 ?hlorophy eae 5amili 3 2dotea eae 6enus ' (alimeda %pesies 3 (alimeda opuntia

(Do . Pribadi, &'!') 6ambar > Morfologi (alimeda opuntia

!"

&. Alga Jen"! Padina australis Kingdom 3 Plantae 5ilum 3 *hallopyta Divisi 3 Phaeophyta Kelas 3 Phaeophy eae 4rdo 3 Di tyotales 5amili 3 Di tyota eae 6enus ' )adina %pesies 3 )adina australis

(Do . Pribadi, &'!') 6ambar $. Morfologi )adina australis

&'

,. Alga Jen"! Turbinaria conoides Kingdom 3 Plantae 5ilum 3 *hallopyta Divisi 3 Phaeophyta Kelas 3 Phaeophy eae 5amili 3 %argassa eae 6enus ' $urbinaria %pesies 3 3 $urbinaria conoides

(Do . Pribadi, &'!') 6ambar ". Morfologi $urbinaria conoides

+"r" M rf l g" Alga

&!

a. Alga Jen"! Codium genuinense Silva )lgae jenis ini mempunyai nama latin ?odium genuinense %ilva dengan irriiri tumbuh tegak, konsistensi thallus seperti spon, -arna hijau, melekat pada subtrat padat dengan sejenis rhi.oid, tinggi men apai !' m, thallus tersusun oleh filmenfilamen halus yang berbentuk unik dan terjalin teratur. )lgae jenis ini banyak hidup di .ona pasang surut hingga di subtidal. Menempel pada batu karang atau subtrat padat lainnya. )lgae jenis ini jarang membentuk koloni. &. Alga Jen"! Padina australis )lgae jenis ini memiliki iri- iri bentuk thallus seperti kipas membentuk segment-segment lembaran tipis (lobus) dengan garis-garis berambut radial dan perkampuran di bagian permukaan daun. Carna kadang kadang memutih karena terdapat perkapur. ,. Alga Jen"! Turbinaria conoides )lgae jenis ini memiliki iri- iri batang berbentuk silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-bekas per abangan. (oldfast berupa akram ke il dengan terdapat perakaran yang berekspansi radial. Per abangan berputar sekeliling batang utama dan daun merupakan kesatuan yang terdiri dari tangkai dan lembaran. oklat kekuning-kuningan atau

&&

Ha&"tat Dan Pen'e&aran Alga )lgae *ersebar luas di perairan 1ndonesia. )lge banyak ditemukan di pinggir pantai di bebatuan, .ona pasang surut, Menempel pada batu karang atau subtrat padat, rataan terumbu. Penyebaran algae ini tersebar luas di perairan Pasifik selatan dan perairan %amudera (india dan mudah ditemukan di perairan 1ndonesia. banyak hidup di .ona pasang surut hingga di subtidal. Menempel pada batu karang atau subtrat padat lainnya. )lgae juga jarang membentuk koloni. (akt r)fakt r l"ngkungan 'ang #e#%engaru*" %ertu#&u*an Alga 1. Ke,era*an )lga membutuhkan intensitas ahaya yang tinggi untuk melaksanakan proses fotosintesis. 2. Te#%eratur Calaupun )lga se ara geografis tersebar luas yang diindikasikan oleh adanya kisaran toleransi yang luas terhadap temperatur. Pada kenyataannya spesies alga di daerah tropis mempunyai toleransi yang rendah terhadap perubahan temperatur. -. Sal"n"ta! %pesies alga memiliki kemampuan toleransi yang berbeda-beda terhadap salinitas.

&+

.. Su&!trat )lga hidup pada berbagai ma am tipe substrat, mulai dari 0umpur sampai sedimen dasar yang terdiri dari endapan 0umpur halus sebesar 7'D. Kedalaman substrat berperan dalam menjaga stabilitas sedimen yang men akup dua hal, yaitu pelindung tanaman dari arus laut, dan tempat pengolahan serta pemasok nutrient. /. Ke,e%atan Aru! Pera"ran Produktivitas alga juga dipengaruhi oleh ke epatan arus perairan. Pada saat ke epatan arus sekitar ',8 mAdetik, jenis $urtle grass mempunyai kemampuan maksimal untuk tumbuh.

&7

III. MET0DE P1AKTIKUM -.1. 2aktu dan Te#%at Pengambilan sampel koleksi bebas tumbuhan air dilakukan pada hari Minggu, 8 Desember &'!' yang di mulai pada pukul '$.'' B !&.'' C1*) yang bertempat di perairan pantai Desa *anjung *iram, Ke amatan Moramo 2tara Kabupaten Kona-e %ula-esi *enggara. -.2. Alat dan Ba*an )lat dan bahan yang digunakan dalam dalam praktikum ini dapat dilihat dalam tabel berikut3 *abel !. )lat dan bahan beserta kegunaannya yang digunakan dalam Praktikum. 9o !. &. +. 7. -.-. 9ama )lat Kantong plastik Kertas label )lat tulis Kamera Met de %engu#%ulan data Metode pengumpulan data yang dilakukan pada praktikum lapangan ini adalah koleksi bebas, dengan prosedur kerja sebagai berikut3 !. Melakukan pengumpulan jenis-jenis lamun dan alga yang berada di perairan melalui metode koleksi bebas. &. Memasukkan jenis-jenis 0amun dan )lga tersebut ke dalam kantong plasti Kegunaan 2ntuk menyimpan sampel 2ntuk memberi label nama spe imen. 2ntuk men atat hasil pengamatan dan identifikasi spe imen. 2ntuk dokumentasi

&8

+.

Mengidentifikasi jenis-jenis lamun dan alga tersebut dengan bantuan laminating identifikasi.

7.

Menyimpan ontoh spe imen untuk dijaikan herbarium.

&#

I3. HASIL DAN PEMBAHASAN ..1. Ha!"l Penga#atan ..1.1. Penga#atan %ada Mangr $e a. (asil Pengamatan Pada <enis Mangrove Avicennia sp

b. (asil Pengamatan Pada <enis Mangrove Rhizophora apiculata

..1.2. Penga#atan %ada La#un

&>

a. 0amun <enis "nhalus acoroides

b. 0amun jenis # modocea rotundata

. 0amun jenis # modocea serrulata

d. 0amun jenis $hallasia hempricci

..1.-. Penga#atan %ada Alga a. )lga <enis (alimeda opuntia b. )lga <enis )adina australis

&$

. )lga <enis $urbinaria conoides

&"

..2. Pe#&a*a!an (utan mangrove sampai dengan saat ini masih lebih banyak dimanfaatkan sebagai penghasil kayu baik untuk kebutuhan bahan baku hip, memenuhi kebutuhan bahan baku arang, tiang pan ang dan sebagainya. %elain itu lahan dari hutan mangrove saat ini telah banyak dikonversi baik untuk kebutuhan lahan budidaya (tambak, sa-ah, dll.) maupun untuk perumahan, pelabuhan maupun industri. (al ini bisa terjadi karena kurangnya pemahaman dari masyarakat maupun pihak pengembang dan pemegang kebijakan tentang fungsi lain dari hutan mangrove. %alah satu fungsi hutan mangrove yang masih sangat sedikit sekali diketahui oleh masyarakat umum adalah sumberdaya tanaman mangrove sebagai salah satu bahan baku makanan alternative. 1nformasi tentang sejarah pemanfaatan tumbuhan mangrove sebagai bahan baku Makanan jarang sekali dipublikasikan.

+'

/omimohtarto k dan % <u-ana (&''!) menyatakan bah-a lamun ( Seagrasses), atau disebtu juga ilalang laut adalah satu-satunya kelompoki tumbuh- tumbuhan berbunga yang ter atat di lingkungan laut. *umbuh- tumbuhan ini hidup di lingkunga perairan yang dangkal. Dari hasil koleksi bebas spe imen lamun pada perairan pantai desa *anjung *iram dengan stasiun pengamatan sepanjang &'' meter dari garis pantai, di temukan beberapa jenis lamun. Dengan morfologi yang tampak, adanya tunas berdaun yang tegak dan tangkai-tangkai merayap yang dinamakan rimpang %Rhizome& dan di lengkapi akar. Menurut /omimohtarto k dan % <u-ana (&''!), *angkai merayap ini merupakan alat efektif untuk perkembang-biakan. 1a juga menambahkan bah-a lamun mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan .at-.at hara. Diketahui pula bah-a lamun tersebut dapat tumbuh pada semua jenis substrat di perairan pantai baik itu pasir, lumpur, batu, potongan karang, ataupun angkang mollus a, sesuai dengan pernyataan Kiku hi dan Peres (!">>), bah-a hampir semua tipe substrat dapat di tumbuhi lamun, mulai substrat yang berlumpur sampai berbatu. 9amun pada lamun yang khas lebih sering di temukan di substrat lumpur berpasir yang tebal antara hutan mangrove dan terumbu karang . Menurut /omimohtarto k dan % <u-ana (&''!), Enhalusa oroides adalah perdu ba-ah air yang mempunyai akar kuat dan di selimuti oleh benang-benang hitam dan kaku. Daun-daunnya terdapat dalam pasangan dua atau tiga dalam pelepah

+!

bonggol (basal sheat). Dilokasi pengamatan mereka di temukan tumbuh subur di tempat terlindung. Dari pengamatan pada alga jenis Padina minor di ketahui bah-a alga jenis ini hidup menempel batu yaitu pada daerah rataa terumbu, baik pada daerah yang terbuka di laut maupun pada daerah yang terlindung. Menurut 9ybakken (!""&), alga ini merupakan alga oklat yang banyak di jumpai di ba-ah parasd pasang surut rata-rata. 1a juga mengemukakan bah-a alat perekatnya merekat pada batu atau pada pasir , terdiri dari delapan akram pipih, biasanya terbagi menjadi uping- uping pipih, tangkai yang pipih dan pendek berhubungan dengan alat pelekat. 9ontji (&''8) mengungkapkan bah-a perbedaan yang men olok pada lamun dan alga dapat di lihat pada tempat melekatnya akar. 0amun tidak memerlukan substrat yang keras , seperti halnya alga. Dari segi fungsi tumbuhan lamun berfungsi sebagai mengstabilkan geraka air, sehingga perairan nampak tenang, dengan demikian ia bertindak sebagai penangkap sediment dan pelindung pantai, serta pen egah erosi. %edangkan alga memerlukan perairan yang tenang untuk tempat hidupnya.

+&

3. KESIMPULAN DAN SA1AN /.1. Ke!"#%ulan Dari hasil pengamatan dan pembahasan, simpulan yang dapat ditarik dari praktikum lapang ini adalah sebagai berikut3 !. <enis-jenis lamun yang ditemukan di perairan pantai pulau *anjung *iram adalah "nhalus acoroides, # modocea rotundata , # modocea cerrulata, dan $hallassia hempricci. &. )lga yang terdapat di perairan pantai pulau *anjung *iram adalah (alimeda simulans, )adina minor dan $urbinaria conoides +. <enis-jenis Mangrove yang mendominasi perairan panta Desa *anjung *iram adalah. <enis Rhizopora dan Avicennia. /.2. Saran %aran saya adalah dalam pengambilan spe imen keutuhan dan kelestarian habitat tumbuhan tetap dijaga , mengingat perannya sangat penting bagi ekosistem pantai di sekitarnya.

++

DA(TA1 PUSTAKA ,engen, D 6. &''!. %inopsis Ekosistem dan %umberdaya Pesisir. Pusat Kajian %umberdaya Pesisr dan 0autan. 1nstitut Peranian ,ogor. Kiku hi, *. and <. M. Peres. !">>. #onsumer "colog of Seagrass Beds. *alam ).kab, M. (. !""". Pedoman 1nventarisasi 0amun. 4seana. 9ontji ). &''8. +aut !usantara. Djambatan. <akarta. 9ybakken, <.C. !""&. Biologi +aut. %uatu Pendekatan Ekologis. Penerbit P*. 6ramedia. <akarta. /omimohtarto K. dan Cardhana, &''!. Biologi +aut. Djambatan. <akarta. /omimohtarto K dan %. <u-ana, &''8. Biologi laut. P*. 6ramedia. <akarta.