Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN

NEONATUS, BAYI DAN BALITA


PIJAT BAYI












Disusun Oleh :
Wahyuni Oktafia






SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIKA
JOMBANG
2009/2010
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Mah Esa atas ridho dan rahmadnya sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari sepenuhnya bahwasanya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Makalah ini disamping sebagai tugas, tetapi juga sebagai tambahan bahan pendidikan
untuk para mahasiswa kesehatan khususnya.
Secara garis besar makalah ini berisikan tentang incest, macam serta fungsinya
masing-masing.
Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, akhirnya kami
mengharapkan segala masukan baik berupa kritik maupun saran demi perbaikan makalah
ini dan dengan suatu harapan yang tinggi agar makalah yang sederhana ini dapat
memberikan sumbangan pikiran demi pembangunan ilmu pengetahuan.



Penyusun, November 2010










3

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................. 5
1.3 Tujuan ................................................................................................................ 5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pijat Bayi.......................................................................................... 6
2.2 Tujuan Pijat Bayi ................................................................................................ 6
2.3 Manfaat Pijat Bayi ............................................................................................. 7
2.4 Waktu Pemijatan ............................................................................................... 8
2.5 Persispan Sebelum Memmijat ........................................................................... 8
2.6 Hal - hal yang Tidak dianjurkan Selama Pemijatan .......................................... 9
2.7 Cara Memijat Untuk Berbagai Kelompok Umur .............................................. 9
2.8 Proses Pemijatan ................................................................................................ 10
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 22
3.2 Saran .................................................................................................................. 22
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 23



4

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Kualitas kecerdasan anak saat ini merupakan penentu kualitas sumber daya manusia (
SDM ) di masa yang akan datang. Untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM)
yang berkualitas di masa yang akan datang maka anak perlu di persiapkan agaranak bisa
tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuanya (Tanuwijaya
2002). Perkembangan anak akan optimal bila sejak bayi mendapatkan perhatian dan
stimulasi [erkembangan yang cukup. Bayi yang dapat rangsangan secara tepat dan
berkesinambungan akan mempengaruhi perkembangan otaknya ( Kompas 2009 ).
Perkembangan yang terjadi pada masa bayi adalah perkembangan kognisi dan
sosioemosional. Menurut Jean Piaget perkembangan kognisi merupakan tahapan yang di
sebut sebagai sensori motor. Tahapan sensori motor berlangsung sejak lahir hingga bayi
berusia 2 tahun.perkembangan mental pada tahap ini di tandai oleh kemampuan bayi
mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sensori sensori dengangerakan gerakan
fisik dan tindakan yang di lakukanya (perry et all, 2006).
Pijat bayi merupakan salah satu cara yang menyenangkan yang akan membuat
perasaan nyaman bagi bayi. Karena pijatan lembut akan membantu meringankan
ketegangan otot sehingga bayi menjadi tenang dan tidur (pranoto et all,2009). Peneliti
dari Warwick medical school dan institute of education dari university of Warwick,
meneliti 9 gerakan pijat bayi yang di terapkan kepada 598 bayi usia di bawah 6 bulan.
Hasil penelitian tersebut salah satunya di sebutkan bahwa pijat bayi dapat mempengaruhi
keluarnya hormone tidur melatonin, dengan hormone tersebut bayi dapat memiliki pola
tedur yang teratur. Angela Underdown yang memimpin penelitian ini mengatakan, efek
dari tindakan pijat bayi ini adalah mengendalikan hormone stress, hingga tidak
mengejutkan bila terbukti bayi yang di teliti, seperti mudah tidur dan relaksasi (Sutini,
2008).
5

1.2 Rumusan masalah

1. Apa Pengertian dari pijat bayi ?
2. Apa tujuan dari pijat bayi ?
3. Apa Manfaat pijat bayi ?
4. Kapan waktu pemijatan ?
5. Persiapan apa saja yang harus di siapkan sebelum memijat ?
6. Hal hal apa saja yang tidak di anjurkan selama pemijatan ?
7. Bagaimana cara memijat untuk berbagai kelompok umur ?
8. Bagaimana proses pemijatan ?

1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui apa itu pijat bayi
2. Mahasiswa dapat menpraktikkan dan menerapkan pijat bayi dalam lapangan/ dalam
praktik
3. Mahasiwa dapat memberikan pengetahuan serta pendidikan kepada para ibu yang
mempunyai bayi akan pentingnya pijat bayi
4. Bagi para orang tua dapat memahami serta menerapkan pijat bayi kepada buah
hatinya dengan atau tanpa bantuan tenaga kesehatan.










6

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian pijat bayi

Pijat bayi adalah terapi sentuh tertua dan terpopuler yang dikenal manusia. Pijat
bayi telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan diwariskan
secara turun temurun.
Roesli (2001) menyatakan bahwa pijat bayi adalah seni perawatan kesehatan dan
pengobatan yang dikenal sejak awal manusia diciptakan di dunia serta telah dipraktekkan
sejak berabad-abad tahun silam secara turun temurun oleh dukun bayi. Yang disebut bayi
adalah anak yang berumur 0-12 bulan.
Sentuhan dan pandangan mata antara orang tua dan bayi mampu mengalirkan
kekuatan jalinan kasih sayang diantara keduanya yang merupakan dasar komunikasi
untuk memupuk cinta kasih secara timbal balik, mengurangi kecemasan, meningkatkan
kemampuan fisik serta rasa percaya diri. (Sutcliffe, 2002).
2.2 Tujuan Pijat Bayi
Tujuan dari pijat bayi adalah antara lain :
Pernyataan kasih sayang
Yang terutama yaitu bayi akan merasakan kasih sayang dan kelembutan dari
orang tua saat dipijat. Kasih sayang merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan
bayi. Sentuhan hangat dari tangan dan jari orang tua bisa membuat bayi merasakan
pernyataan kasih sayang orang tua.
Menguatkan otot
Pijatan terhadap bayi sangat bagus untuk menguatkan otot bayi.

7

Membuat bayi lebih sehat
Memijat bayi bisa memerlancar sistem peredaran darah, membantu proses
pencernaan bayi, dan juga memerbaiki pernapasan bayi. Bahkan memijat bayi bisa
meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi.
Membantu pertumbuhan
Menurut penelitian, pertumbuhan bayi seperti berat badan akan lebih baik
dengan memijat bayi. Bahkan untuk bayi prematur, berat badan bisa bertambah
hingga 47 persen dibanding jika tidak dipijat.
Meningkatkan kesanggupan belajar
Dengan merangsang indra peraba, indra penglihatan dan pendengaran si bayi,
akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar sang bayi.
Membuat bayi tenang
Dengan memijat bayi, sama seperti orang dewasa, akan membuat bayi merasa
rileks. Hal ini dapat membuat ia bisa tidur lelap lebih lama dan akan lebih tenang.

2.3 Manfaat pijat bayi
1. Meningkatkan daya tahan tubuh
2. Memperbaiki peredaran darah dan pernapasan
3. Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan
4. Meningkatkan kenaikan berat badan
5. Mengurangi stress dan ketegangan
6. Meningkatkan kesiagaan
7. Membuat tidur lelap
8. Mengurangi rasa sakit mengurangi kembung dan sakit perut
9. Meningkatkan hubungan batin antara orang tua dan bayi
10. Meningkatkan produksi air susu ibu

8

2.4 Waktu pemijatan

Pemijatan dapat dilakukan pada bayi usia 0-12 bulan. Untuk bayi yang berusia
di bawah 7 bulan, pemijatan dapat dilakukan setiap hari. Waktu pemijatannya
sebaiknya dilakukan 2 kali sehari yaitu:
1. Pagi hari, pada saat orang tua dan anak siap untuk memulai hari baru
2. Malam hari, sebelum tidur.

2.5 Persiapan sebelum memijat
1. Mencuci tangan dan dalam keadaan hangat.
2. Hindari kuku dan perhiasan yang bisa menggores kulit bayi.
3. Ruang untuk memijat usahakan hangat dan tidak menguap.
4. Bayi selesai makan atau tidak berada dalam keadaan lapar.
5. Usahakan tidak diganggu dalam waktu lima belas menit untuk melakukan semua
tahap pemijatan
6. Baringkan bayi di atas kain rata yang lembut dan bersih
7. Ibu/ayah duduk dalam posisi nyaman dan tenang
8. Siapkan handuk, popok, baju ganti, dan minyak bayi (baby oil/lotion)
9. Sebelum memijat, mintalah izin kepada bayi dengan cara membelai wajah dan
kepala bayi sambil mengajak bicara.

Gunakan minyak ketika memijat untuk menghindari luka akibat gesekan yang
dapat terjadi karena kontak dengan kulit. Minyak yang cocok adalah minyak zaitun,
minyak telon, atau baby oil. Jangan menggunakan minyak aromaterapi karena terlalu
keras untuk kulit bayi. (Williams, 2003).
Jika suatu saat bayi tampak merasa tidak nyaman segera hentikan pemijatan.
Dalam memijat kita harus membangun toleransi dengan mulai beberapa gerakan,
sedikit demi sedikit dengan durasi waktu yang bertahap dari 2-3 menit hingga 5-10
menit. (Hogg, 2002)


9

2.6 Tindakan yang tidak di anjurkan selama pemijatan
1) Jangan memijat bayi langsung setelah bayi selesai makan
2) Jangan membangunkan bayi khusus untuk pemijatan
3) Jangan memijat pada saat bayi dalam keadaan tidak sehat
4) Jangan memijat bayi pada saat bayi tak mau dipijat
5) Jangan memaksakan posisi pijat tertentu pada bayi

2.7 CARA MEMIJAT UNTUK BERBAGAI KELOMPOK UMUR :
a. Bayi umur 0-1 bulan
Gerakan yang lebih mendekati usapan-usapan halus. Sebelum tali pusat bayi
lepas sebaiknya tidak dilakukan pemijatan di daerah perut.
b. Bayi umur 1-3 bulan
Gerakan halus disertai tekanan ringan dalam waktu yang lebih singkat.
c. Bayi umur 3 bulan anak umur 3 tahun
Seluruh gerakan dilakukan dengan tekanan dan waktu yang makin meningkat.
Total waktu pemijatan disarankan sekitar 15 menit.
Lumurkan sesering mungkin minyak atau baby oil atau lotion yang lembut
sebelum dan selama pemijatan. Setelah itu, lakukan gerakan pembukaan berupa
sentuhan ringan di sepanjang sisi muka bayi atau usaplah rambutnya. Gerakan
pembuka ini untuk memberitahukan bahwa waktu pemijatan akan segera dilakukan
padanya.
Pemijatan sebaiknya dimulai dari kaki bayi, sebab umumnya bayi lebih
menerima apabila dipijat pada daerah kaki. Permulaan seperti ini akan memberi
10

kesempatan pada bayi untuk membiasakan dipijat sebelum bagian lain disentuh. Itu
sebabnya urutan pemijatan bayi bagian punggung.

2.8 Proses pemijatan
Pijat Kaki Bayi
1. Perahan cara India, Peganglah kaki bayi pada
pangkal paha, seperti memegang pemukul soft
ball, Gerakkan tangan ke bawah secara
bergantian, seperti memerah susu


2. Peras & putar, Pegang kaki bayi pada pangkal
paha dengan kedua tangan secara bersamaan,
Peras & putar kaki bayi dengan lembut dimulai
dari pangkal paha ke arah mata kaki


3. Telapak kaki, Urutlah telapak kaki dengan kedua
ibu jari secara bergantian, dimulai dari tumit kaki
menuju jari-jari di seluruh telapak kaki



11

4. Tarikan lembut jari, Pijatlah jari-jarinya satu
persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak
kaki, diakhiri dengan tarikan kasih yang lembut
pada tiap ujung jari


5. Gerakan peregangan, Dengan mempergunakan
sisi dari jari telunjuk, pijat telapak kaki mulai dari
batas jari-jari ke arah tumit, kemudian ulangi lagi
dari perbatasan jari ke arah tumit, Dengan jari
tangan lain regangkan dengan lembut punggung
kaki pada daerah pangkal kaki ke arah tumit


6. Titik tekanan, Tekan-tekanlah kedua ibu jari
secara bersamaan di seluruh permukaan telapak
kaki dari arah tumit ke jari-jari



7. Punggung kaki, Dengan mempergunakan kedua
ibu jari secara bergantian pijatlah punggung kaki
dari pergelangan kaki ke arah jari-jari secara
bergantian


12

8. Peras & putar pergelangan kaki, Buatlah gerakan
seperti memeras dengan mempergunakan ibu jari
& jari-jari lainnya di pergelangan kaki bayi



9. Perahan cara swedia, Peganglah pergelangan
kaki bayi, Gerakkan tangan anda secara
bergantian dari pergelangan kaki ke pangkal
paha


10. Gerakan menggulung, Pegang pangkal paha
dengan kedua tangan anda, Buatlah gerakan
menggulung dari pangkal paha menuju
pergelangan kaki


11. Gerakan akhir, Setelah gerakan diatas dilakukan
pada kaki kanan & kiri, rapatkan kedua kaki
bayi, Letakkan kedua tangan anda secara
bersamaan pada pantat & pangkal paha, Usap
kedua kaki bayi dengan tekanan lembut dari
paha ke arah pergelangan kaki. Ini merupakan
gerakan akhir bagian kaki

13

Pijat Perut Bayi
Catatan: hindari pemijatan pada tulang rusuk atau ujung tulang rusuk

1. Mengayuh sepeda, Lakukan gerakan memijat
pada perut bayi seperti mengayuh pedal sepeda,
dari atas ke bawah perut, bergantian dengan
tangan kanan & kiri.




2. Mengayuh sepeda dengan kaki diangkat, Angkat
kedua kaki bayi dengan salah satu tangan,
Dengan tangan yang lain, pijat perut bayi dari
perut bagian atas sampai ke kari-jar kaki





3. Ibu jari kesamping, Letakkan kedua ibu jari di
samping kanan & kiri pusar perut, Gerakkan
kedua ibu jari ke arah tepi perut kanan & kiri




4. Bulan-matahari, Buat lingkaran searah jarum jam
dengan jari tangan kiri mulai dari perut sebelah kanan
bawah (daerah usus buntu) ke atas, kemudian kembali ke
daerah kanan bawah (seolah membentuk gambar
matahari {M}) beberapa kali, Gunakan tangan kanan
untuk mambuat gerakan setengah lingkaran mulai dari
14

bagian bawah perut bayi sampai bagian kiri perut bayi (seolah membentuk gambar bulan
{B}), Lakukan kedua gerakan ini secara bersama-sama. Tangan kiri selalu membuat
bulatan penuh (matahari), sedangkan tangan kanan akan membuat gerakan setengah
lingkaran (bulan)


5. Gerakan I Love You, I, pijatlah perut bayi
mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan
menggunakan jari-jari tangan kanan membentuk huruf
I, LOVE, pijatlah perut bayi membentuk huruf L
terbalik, mulai dari kanan atas ke kiri atas, kemudian
dari kiri atas ke kiri bawah, YOU, pijatlah perut bayi
membentuk huruf U terbalik, mulai dari kanan bawah
(daerah usus buntu) ke atas, kemudian ke kiri, ke bawah, & berakhir di perut kiri bawah

6. Gelembung atau jari-jari berjalan, Letakkan
ujung jari-jari satu tangan pada perut bayi bagian
kanan, Gerakkan jari-jari anda pada perut bayi
dari bagian kanan ke bagian kiri guna
mengeluarkan gelembung gelembung udara.


Pijat Dada Bayi
1. Jantung besar, Buatlah gerakan yang
menggambarkan jantung dengan meletakkan
ujung-ujung jari kedua telapak tangan anda di
tengah dada/ulu hati, Buat gerakan ke atas sampai
di bawah leher, kemudian ke samping di atas
tulang selangka, lalu ke bawah membentuk bentuk
jantung dan kembali ke ulu hati
15


2. Kupu-kupu, Buatlah gerakan diagonal seperti
gambaran kupu-kupu dimulai dengan tangan
kanan membuat gerakan memijat menyilang dari
tengah dada/ulu hati kea rah bahu kanan, &
kembali ke ulu hati, Gerakkan tangan kiri anda ke
bahu kiri dan kembali ke ulu hati


Pijat Tangan Bayi
1. Memijat ketiak, Buatlah gerakan memijat pada
daerah ketiak dari atas ke bawah. Perlu diingat,
kalau terdapat pembengkakan kelenjar di daerah
ketiak, sebaiknya gerakan ini tidak dilakukan


2. Perahan cara India, Peganglah lengan bayi bagian
pundak dengan tangan kanan seperti memegang pemukul
soft ball, tangan kiri memegang pergelangan tangan bayi,
Gerakkan tangan kanan mulai dari bagian pundak kearah
pergelangan tangan, kemudian gerakkan tangan kiri dari
pundak kearah pergelangan tangan, Demikian
seterusnya, gerakkan tangan kanan & kiri ke bawah
secara bergantian & berulang-ulang seolah memeras susu sapi



16


3. Peras & putar, Peras & putar lengan bayi dengan
lembut mulai dari pundak ke pergelangan tangan





4. Membuka tangan, Pijat telapak tangan dengan
kedua ibu jari, dari pergelangan tangan kearah
jari-jari



5. Putar jari-jari, Pijat lembut jari bayi satu persatu
menuju ke arah ujung jari dengan gerakan
memutar, Akhirilah gerakan ini dengan tarikan
lembut pada tiap ujung jari


6. Punggung tangan, Letakkan tangan bayi di
antara kedua tangan anda, Usap punggung
tangannya dari pergelangan tangan ke arah jari-
jari dengan lembut



17

7. Peras & putar pergelangan tangan, Peraslah
sekeliling pergelangan tangan dengan ibu jari dan
jari telunjuk



8. Perahan cara swedia, Gerakan tangan kanan &
kiri anda secara bergantian mulai dari
pergelangan tangan kanan bayi kea rah pundak,
Lanjutkan dengan pijatan dari pergelangan kiri
bayi ke arah pundak


9. Gerakan menggulung, Peganglah lengan bayi
bagian atas/bahu dengan kedua telapak tangan,
Bentuklah gerakan menggulung dari pangkal
lengan menuju kearah pergelangan tangan/jari-
jari


Pijat Wajah Bayi
1. Dahi : menyetrika dahi, Letakkan jari-jari kedua
tangan anda pada pertengahan dahi, Tekankan jari-
jari anda dengan lembut mulai dari tengah dahi
keluar ke samping kanan & kiri seolah menyetrika
dahi atau membuka lembaran buku, Gerakan ke
bawah ke daerah peilpis, buatlah
18

lingkaranlingkaran kecil di daerah pelipis, kemudian gerakkan ke dalam melalui
daerah pipi di bawah mati


2. Alis : menyetrika alis, Letakkan kedua ibu jari anda
di antara kedua alis mata, Gunakan kedua ibu jari
untuk memijat secara lembut pada alis mata & di
atas kelopak mata, mulai dari tengah ke samping
seolah menyetrika alis


3. Hidung : Senyum I, Letakkan kedua ibu jari anda
pada pertengahan alis, Tekankan ibu jari anda dari
pertengahan kedua alis turun melalui tepi hidung ke
arah pipi dengan membuat gerakan ke samping & ke
atas seolah membuat bayi tersenyum




4. Mulut bagian atas : Senyum II, Letakkan kedua ibu
jari anda di atas mulut di bawah sekat hidung,
Gerakkan kedua ibu jari anda dari tengah ke samping
& ke atas ke daerah pipi seolah membuat bayi
tersenyum



19

5. Mulut bagian bawah : Senyum III, Letakkan kedua
ibu jari anda ditengah dagu, Tekankan kedua ibu jari
pada dagu dengan gerakan dari tengah ke samping,
kemudian ke atas kea rah pipi seolah membuat bayi
tersenyum




6. Lingkaran kecil di rahang, Dengan jari kedua tangan,
buatlah lingkaran-lingkaran kecil di daerah rahang
bayi




7. Belakang telinga, Dengan mempergunakan ujung-
ujung jari, berikan tekanan lembut pada daerah
belakang telinga kanan & kiri, Gerakkan ke arah
pertengahan dagu di bawah dagu











20

Pijat Punggung Bayi
1. Gerakan maju mundur (kursi goyang), Tengkurapkan bayi melintang di depan anda
dengan kepala di sebelah kiri & kaki di sebelah kanan anda, Pijatlah sepanjang
punggung bayi dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan,
dari bawah leher sampai ke pantat bayi, lalu kembali lagi ke leher


2. Gerakan menyetrika, Pegang pantat bayi dengan tangan kanan, Dengan tangan kiri,
pijatlah mulai dari leher ke bawah sampai bertemu dengan tangan kanan yang
menahan pantat bayi seolah menyetrika punggung


3. Gerakan menyetrika & mengangkat, Ulangi gerakan menyetrika punggung, hanya
kali ini tangan kanan memegang kaki bayi & gerakan dilanjutkan sampai ke tumit
kaki bayi

21

4. Gerakan melingkar, Dengan jari-jari kedua tangan anda, buatlah gerakan-gerakan
melingkar kecil-kecil mulai dari batas tengkuk turun ke bawah di sebelah kanan &
kiri tulang punggung sampai di daerah pantat, Mulai dengan lingkaran-lingkaran
kecil di daerah leher, kemudian lingkaran yang lebih besar di daerah pantat


5. Gerakan menggaruk, Tekankan dengan lembut kelima jari-jari tangan kanan anda
pada punggung bayi, Buat gerakan menggaruk ke bawah memanjang sampai ke
pantat bayi










22

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat kami simpulkan bahwa Pijat bayi merupakan
salah satu cara yang menyenangkan yang akan membuat perasaan nyaman bagi
bayi. Karena pijatan lembut akan membantu meringankan ketegangan otot
sehingga bayi menjadi tenang dan tidur.
Menurut penelitian juga di sebutkan bahwa pijat bayi dapat mempengaruhi
keluarnya hormone tidur melatonin, dengan hormone tersebut bayi dapat memiliki
pola tedur yang teratur. Angela Underdown yang memimpin penelitian ini
mengatakan, efek dari tindakan pijat bayi ini adalah mengendalikan hormone
stress, hingga tidak mengejutkan bila terbukti bayi yang di teliti, seperti mudah
tidur dan relaksasi.
Jadi pijat bayi sangat penting serta berguna sekali dalam memberikan suatu
kenyamanan yang di butuhkan oleh bayi.

3.2 Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk
itu saran dari para pembaca sangat kami harapkan, agar makalah ini dapat
mencapai hasil yang di harapkan dan dapat bermanfaat bagi kami penulis maupun
bagi pembaca. Amiin.




23

DAFTAR PUSTAKA

1. Hidayat, A. Aziz Alimul. (2008). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1.
Jakarta : Salemba Medika.
2. Hidayat, A. Aziz Alimul. (2008). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta :
Salemba Medika.
3. Kelly, Paula. 2010. Asuhan Neonatus & Bayi. Jakarta : EGC
4. Barbara. 2005. Keperawatan Ibu & Bayi Baru Lahir. Jakarta : EGC
5. http://www.clubnutricia.co.id/new_mum/first_weeks_practical_tips/article/bab
y_massage
6. http://kumpulan.info/keluarga/anak/40-anak/306-pijat-bayi.html