Anda di halaman 1dari 2

Pada percobaan mengenai penentuan volum molal parsial ini menggunakan NaCl dalam

bentuk larutan. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa berat NaCl pada setiap konsentrasi
berbeda-beda. Berat NaCl berbanding lurus dengan konsentrasi dari larutan NaCl tersebut. Semakin
besar konsentrasi maka akan semakin berat pulalah larutan NaCl tersebut. Hal ini dapat terjadi
karena penyusun dari larutan NaCl yang konsentrasi nya besar lebi h banyak mengandung zat
NaCl daripada air sehi ngga beratnya menjadi lebih besar,dimana NaCl yang digunakan dalam
bentuk larutan sehingga telah ada penambahan air didalamnya sehingga pada larutan NaCl yang
berkonsentrasi kecil mengandung jumlah air yang lebih banyak. Dan semakin banyak jumlah zat NaCl
di dalam larutan maka akan semakin berat larutan tersebut karena NaCl memiliki berat molekul yang
lebih besar jika dibandingkan dengan berat molekul yang dimiliki oleh air (pelarutnya). Sementara
dari hasil perhitungan didapatkan bahwa densitas dari larutan NaCl di setiap konsentrasi berbeda-
beda. Semakin besar konsentrasi larutan NaCl maka akan semakin besar juga densitasnya. Hal ini
disebabkan karena densitas berbanding lurus dengan berat zat sehingga semakin berat zat tersebut
maka akan semakin besar juga densitasnya, sementara itu berat zat juga berbanding lurus dengan
konsentrasi yang dimiliki zat tersebut.
Dari Hasil pengamatan didapatkan bahwa berat NaCl setelah di masukkan ke dalam
termostat disetiap konsentrasinya tetap. Namun seharusnya berat NaCl tersebut di dalam
piknometer berkurang. Hal ini disebabkan karena piknometer diletakkan di dalam termostat yang
tertutup rapat, sehingga larutan NaCl akan menguap karena suhu di dalam termostat meningkat
karena tidak adanya udara yang masuk ke dalam termostat. Tetapi pada hasil pengamatan kami
terdapat kesalahan, hal ini disebabkan karena ketika berada di dalam termostat yang bersi air, air
tersebut masuk ke dalam piknometer sehingga berat dari NaCl tersebut tidak berkurang. Selain itu
kurang rapatnya penutup termostat yang digunakan sehingga masih ada udara yang bisa masuk ke
dalam termostat yang akan mempengaruhi suhu di dalam termostat. Ataupun ketika penimbangan
piknometer setelah dimasukkan ke dalam termostat masih mengandung air di sisi-sisi piknometer
sehingga akan membuat berat dari piknometer tersebut bertambah. Dari hasil perhitungan di
dapatkan bahwa volum molar parsial NaCl semakin menurun dengan bertambahnya konsentrasi.Hal
ini menunjukkan bahwa, semakin besar konsentrasi NaCl maka akan semakin menurun volum molal
parsialnya. Sementara itu berbanding terbalik dengan volum molar parsial pelarut (air)yaitu akan
semangkin meningkat dengan bertambahnya konsentrasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin
besar konsentrasi larutan NaCl, maka larutan tersebut memiliki volum molal pelarutnya semakin
besar pulalah. Sehingga konnsentrasi larutan NaCl berbanding lurus dengan volum molal parsial
pelarutnya namun berbanding terbalik dengan volum parsial NaCl. Dan ini menunjukkan bahwa
volume molal parsial sangat dipengaruhi oleh konsentrasi.
Dari grafik antara volume molar nyata terhadap akar kuadrat dari mol NaCl,diperoleh
kemiringan. Pada grafik terdapat kekurangtepatan letak dari titik volume molar nyata terhadap akar
kuadrat dari mol NaCl Kekurangtepatan inidapat disebabkan oleh pengaruh suhu dari lingkungan.
Volume molar parsial juga bergantung pada suhu. Kemiringan dari grafik ini bernilai negatif karena
volume molar nyata berbanding terbalik dengan akar kuadrat dari mol NaCl. Semakin kecil nilai
mol NaCl, maka akan semakin besar nilai volume molar nyatanya.

Adapun yang harus diperhatikan dalam melakukan penimbangan piknometer,yaitu jika
hanya ada satu piknometer yang digunakan maka penimbangan seharusnya dilakukan dari larutan
yang kecil ke konsentrasinya ke yang konsentrasinya besar. Hal ini dilakukan agar nantinya berat
yang ditimbang untuk yang konsentrasinya kecil tidak dipengaruhi oleh yang konsentrasinya
besar. Konsentrasi yang besar dapat mempengaruhi konsent rasi yang keci l berubah
menjadi agak besar pula walaupun ti dak sama. Tetapi yang konsentrasinya kecil tidak
mempengaruhi konsentrasi yang besar. Dan saat hendak mengisi piknometer dengan larutan
diusahakan tidak terdapat gelembung udara di dalam piknometer. Hal ini dapat mempengaruhi
perhitungan berat piknometer nantinya. Selain itu, juga terdapat kesalahan-kesalahan yang terjadi
selama percobaan, misalnya kesalalahan pada saat penimbangan, kesalahan pembacaan skala pada
alat timbang, ataukondisi piknometer yang tidak bersih atau tidak sengaja terpegang. Selain itu,
kondisi darikemurnian cairan juga mempengaruhi massa yang akan diperoleh.