Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN KETIDAKSEIMBANGAN


NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN

A. PENGERTIAN
Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah suatu keadaan
ketika individu yang tidak puasa mengalami atau berisiko mengalami penurunan berat
badan berhubungan dengan asupan makanan tidak adekuat atau metabolisme nutrien
yang tidak adekuat untuk kebutuhan metabolic (Carpenito, Lynda Juall, 2006, hal 299).
Ini juga dapat diartikan sebagai asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
metabolik. (NANDA, Diagnosis, 2012. hal. 251). Dan ketidak seimbangan nutrisi kurang
dari kebutuhan merupakan keadaan individu yang memiliki penurunan kemampuan
mengonsumsi cairan dan/atau makanan padat dari mulut ke lambung.(Kim, McFarland
dan McLane, 1995 dalam Potter dan Perry, Fundamental Keperawatan Volume 2, hal.
1447).
1) Gangguan Menelan
Abnormalitas fungsi mekanisme menelan yang dikaitkan dengan deficit struktur
atau fungsi oral, faring, atau esophagus (NANDA, NIC-NOC, 2013. Hal 599)
2) Ketidakefektifan Pola Makan Bayi
Suatu keadaan ketika bayi ( dari lahir sampai 9 bulan ) memperlihatkan
gangguan kemampuan mengisap atau mengkoordinasi respons mengisap
menelan , yang mengakibatkan ketidakadekuatan nutrisi oral untuk kebutuhan
metabolik (NANDA, NIC-NOC, 2013. Hal 647).

B. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN


1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan
a. Faktor Biologis
b. Faktor Ekonomi
c. Ketidak mampuan untuk mencerna makanan

d. Ketidakmampuan menelan makanan


e. Factor psikologis

Dalam Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan ada


faktor pendukung :
1. Gangguan Menelan
a. Faktor yang Berhubungan
1). Defisit Kongenital
a) Masalah prilaku makan
b) Gangguan dengan hipotonia signifikan
c) Penyakit jantung congenital
d) Gagal bertumbuh
e) Riwayat makan dengan selang
f) Obstruksi mekanis (mis: edema, slang trakeostomi, tumor)
g) Gangguan neuromuscular (mis: penurunan atau hilangnya reflex
muntah, penurunan kekuatan atau ekskursi otot yang terlibat dalam
mastikasi, gangguan persepsi paralisasi fasial)
h) Mal nutrisi energy protein
i) Gangguan pernafasan
j) Anomaly saluran pernafasan atas
2). Masalah Neurologis
a) Akalasia
b) Defek anatomi didapat
c) Paralisis serebral
d) Gangguan saraf cranial
e) Keterlambatan perkembangan
f) Abnormalitas orofaring
g) Prematuritas
h) Penyakit refluks esophagus
i) Abnormalitas faring
j) Defek laring, nasal, rongga nasofaring, trakea, esophagus
k) Trauma, cedera kepala traumatic
l) Anomaly jalan nafas atas.
2. Ketidakefektifan Pola Makan Bayi
a. Faktor yang Berhubungan
1) Abnormalitas anatomic
2) Keterlambatan neurologis
3) Gangguan Neurologis
4) Hipersesitifitas oral
5) Prematuritas
6) Status puasa yang lama

C. BATASAN KARAKTERISTIK
1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan
1) Kram abdomen
2) Nyeri abdomen
3) Menghindari makanan
4) Berat badan 20% atau lebih dibawah berat badan ideal
5) Kerapuhan kapiler
6) Diare
7) Kehilangan rambut berlebihan
8) Bising usus hiperaktif
9) Kurang makanan
10) Kurang informasi
11) Kurang minat pada makanan
12) Penurunan berat badan dengan asupan makanan adekuat
13) Kesalahan konsepsi
14) Kesalahan informasi
15) Membrane mukosa pucat
16) Ketidakmampuan memakan makanan
17) Tonus otot menurun
18) Mengeluh gangguan sensasi rasa
19) Mengeluh asupan makanan berkurang dari RDA (recommended daily allowance)
20) Cepat kenyang setelah makan
21) Sariawan rongga mulut
22) Steatorea
23) Kelemahan otot pengunyah
24) Kelemahan otot menelan
a. Gangguan Menelan
Batasan Karakteristik
1) Gangguan fase esophagus
2) Abnormalitas pada fase esophagus pada pemeriksaan menelan
3) Pernafasan bau asam

4) Bruksisme
5) Nyeri epigastrik, nyeri ulu hati
6) Menolak makan
7) Hematemesis
8) Hiperekstensi kepala (mis: membungkuk pada saat dan setelah makan)
9) Bangun malam karena mimpi buruk
10) Batuk malam hari
11) Terlihat bukti kesulitan menelan (mis: statis makanan pada rongga mulut,
batuk/tersedak)
12) Odinofagia
13) Regurgitasi isi lambung
14) Menelan berulang
15) Keluhan ada yang menyangkut
16) Kegelisahan yang tidak jelas seputar waktu makan
17) Pembatasan volume
18) Muntah sebelum menelan
19) Makanan terdorong keluar dari mulut
20) Kurang kerja lidah untuk membentuk bolus
b. Ketidak Efektifan Pola Makan Bayi
Batasan Karakteristik
1) Ketidakmampuan untuk mengkoordinasikan menghisap, menelan dan
bernafas.
2) Ketidakmampuan untuk mempertahankan menghisap yang efektif.
3) Ketidakmampuan untuk memulai menghisap yang efektif.
D. RUMUSAN MASALAH
1. Ketidakseimbangan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
E. INTERVENSI
1. Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan
a. Nutrition Management
1) Kaji adanya alergi makanan
2) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi
yang dibutuhkan pasien.

3) Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe


4) Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C.
5) Berikan substansi gula.
6) Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah
konstipasi.
7) Berikan makanan yang terpilih (sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi)
8) Ajarkan pasien untuk membuat catatan makanan harian.
9) Monitor jumlah kalori dan kandungan kalori.
10) Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi.
11) Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

b. Nutrition Monitoring
1) BB pasien dalam batas normal.
2) Monitor adanya penurunan berat badan.
3) Monitor tipe dan jenis aktivitas yang biasa dilakukan.
4) Monitor interaksi anak atau orang tua selama makan.
5) Monitor lingkungan selama makan.
6) Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan.
7) Monitor kulit kering dan perubahan pigmentasi.
8) Monitor turgor kulit.
9) Monitor kekeringan, rambut kusam, dan mudah patah.
10) Monitor mual dan muntah.

11) Monitor kadar albumin, total protein, Hb, dan kadar Ht.
12) Monitor pertumbuhan dan perkembangan.
13) Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjunctiva.
14) Monitor kalori dan intake nutrisi
15) Catat adanya edema, hiperemik, hipertonik papilla lidah dan cavitas oral.
16) Catat apabila lidah berwarna magenta, scarlet.

F. KRITERIA EVALUASI
1. Kriteria Evaluasi : Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
a) Status nutrisi seimbang
b) Asupan makanan dan cairan yang cukup
c) Berat badan ideal dan terkontrol.
d) Tidak ada tanda tanda malnutrisi

DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, Lynda Juall.2006.Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi 10. Jakarta : EGC.
NANDA Internasional. 2012. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi. Jakarta.
Penerbit Buku Kedokteran. EGC
Potter dan Perry, Fundamental Keperawatan Volume 2, hal. 1447).
Doenges. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakara : EGC
Nanda NIC-NOC.2013.Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis
Edisi Revisi Jilid 1. Jakarta : ECG
Nanda NIC-NOC.2013.Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis
Edisi Revisi Jilid 2. Jakarta : ECG

Mengetahui
Pembimbing Praktik,

(
NIP:

Denpasar, 3 Juni 2013


Mahasiswa,

(Made Andri Yusnita Sari)


NIM: P07120012021

Mengetahui
Pembimbing Akademik

(
NIP: