Anda di halaman 1dari 26

BAB I

Tujuan
1. Untuk mengenal dan mempelajari sifat-sifat dari rangkaian flip-flop
2. Untuk mengetahui apa manfaat Flip-flop
3. Untuk mengetahui kasus-kasus yang terjadi di dalam permaslahan flip-flop
BAB II
Landasan Teori
Flip-Flop adalah sebuah elemen computer dasar yang digunakan untuk menyimpan
satu angka data dalam unit pengolah sentral. Yang pertama adalah bahwa flip-flop tersebut
telah berada dalam sebuah keadaan yang diberikan, 1 atau 0, sampai sebuah sinyal masukan
(pemicu) menghasilkan perubahan keadaan. Dengan cara ini, maka sebuah angka tersebut
tetap berada dalam flip-flop sampai waktu dipakaikannya sebuah sinyal masukan yang
kedua. Sifat kedua adalah bahwa kedua sinyal keluaran yang disediakan adalah komplemen
satu sama lain. Flip-flop dasar atau grendel dapat direalisir dengan menggunakan sepasang
gerbang NAND yang dikopel silang. Setidaknya satu dari masukan dalam rangkaian
haruslah berada di logika 1 untuk menjamin operasi A = B = 0 bukanlah sebuah keadaan
logika yang diizinkan. Kedua kondisi untuk menuliskan sebuah angka ke dalam flip-flop
tersebut adalah A = 1, B = 0 untuk mana Y = 0 dan A = 0 dan B = 1 yang menghasilkan Y =
1. Bila A = B = 1, maka Y tetap tidak berubah. Gander dalam membentuk dasar dari
sekelompok flip-flop yang mempunyai jam (penunjuk waktu) yang digunakan dalam
computer. Karena banyak operasi dalam proses komputasi adalah operasi yang berurutan,
maka akan merupakan hal yang penting bahwa rangkaian penyimpan dimungkinkan
beroperasi pada waktu yang layak. Flip-flop R-s yang mempunyai jam (set-reset)
ditunjukkan oleh simbol rangkaian, dalam mana penandaan CK adalah masukkan pulsa jam
tersebut. Pada dasarnya flip-flop ini adalah sebuah grendel yang hanya dapat mengubah
keadaan bila dipakaikan sebuah pulsa jam. Maka, flip-flop R-S tersebut tetap berada dalam
sebuah keadaan sampai khusus sampai sebuah pulsa jam memungkinkan terjadinya sebuah
peralihan. Bagan sebuah fli-flop R-S yang mempunyai jam dimana kedua gerbang NAND
masukan bertindak untuk mengemudikan sinyal-sinyal masukan ke dalam grendel tersebut.
Table kebenaran menunjukkan bahwa untuk S = R = 1 maka keluaran tidak didefenisikan
dan keadaan logika ini tidak diizinkan untuk ada. Flip-flop J-K, yang secara simbolik adalah
sebuah rangkaian R-S yang mempunyai jam dengan tambahan sebuah masukan yang ketiga
ke dalam gerbang-gerbang NAND pengemudi. Masukan ketiga tersebut adalah Y untuk
masukan J dan adalah Y untuk masukkan K. loloh balik ini akan mengeliminasi keadaan
yang tidak didefenisikan untuk flip-flop R-S yang diberikan dalam tabel kebenaran. Tabel
kebenaran untuk flip-flop J-K adalah sama seperti tabel kebenaran untuk flip-flop R-S

kecuali bahwa masukkan-masukkan J = K = 1 akan menyebabkan sebuah perubahan


keadaan. Yakni, jika adalah 1 bila dipakaikan J dan K = 1, maka Y berganti menjadi 0, jika
Y adalah 0, maka masukan logika 1 di kedua-dua J dan K akan menghasilkan sebuah
keluaran Y = 1. Keadaan semula dari flip-flop J-K tersebut dapat dikontrol oleh sinyal yang
ditentukan sebelumnya (preset signal) (Pr) dan oleh sinyal cerah (clear signal) (Cr) yang
dipakaikan kepada gerbang-gerbang NAND yang membentuk grendel. Simbol untuk flipflop J-K dengan masukan yang ditentukan sebelumnya dan masukan cerah. Keadaan semula
dari keluaran Y dibuat sama dengan satu bila Pr = 1, Cr = CK = 0, dengan membalik
tingkat yang ditentukan sebelumnya dan tingkat cerah maka akan membuat Y = 1. Flip-flop
jenis D dan flip-flop jenis T kedua-duanya diturunkan dari flip-flop J-K. Penggunaan
pembalik dimasukkan K akan mengubah flip-flop J-K menjadi sebuah rangkaian tunda atau
rangkaian jenis D. Keluaran dari rangkaian jenis D bila D = J =K=1 adalah nilai Y yang
ditentukan selama pemakaian pulsa jam sebelumnya. Sebagai konsekuensinya, bilamana
sebuah masukkan dipakaikan maka masukkan tersebut akan dipegang sampai pulsa jam
berikutnya dan barulah setelah itu angka tersebut dipindahkan ke keluaran. Dengan
menghubungkan sebuah jalur masukkan tunggal T ke kedua-dua masukkan J dan K maka
akan mengubah rangkaian J-K menjadi sebuah flip-flop jenis T. Flip-flop ini bertindak
sebagai sebuah saklar pengikat dalam hal bahwa keluaran berubah keadaan setiap kali
dipakaikan sebuah jam pulsa. Simbol-simbol untuk flip-flop jenis D dan flip-flop jenis T.
Keempat jenis flip-flop tersebut semuanya digunakan sebagai blok-blok pembentuk untuk
beraneka ragam rangkaian yang berurut.

(Pantur Silaban,

1985)
Semua rangkaian logika yang telah diuraikan di bagian depan adalah rangkaian
logika kombinasi yang keadaan keluarannya setiap saat hanya ditentukan oleh kombinasi
masukan yang diberikan pada saat itu. Setiap sistem digital akan mempunyai bagian yang
merupakan rangkaian kombinasi. Disamping itu, dalam sistem digital juga, pada umumnya,
dipergunakan bagian rangkaian yang dapat mengingat keadaan keluarannya sebelumnya dan
keluarannya sebelum masukan itu dikenakan. Bagian rangkaian demikian disebut sebagai
rangkaian berurut. Rangkaian logika berurut juga pada umumnya memakai rangkaian logika
kombinasi, setidaknya pada rangkaian masukannya. Rangkaian logika berurut dibedakan
atas dua jenis, yaitu serempak (synchronous) dan tak serempak (asynchronous). Dalam
rangkaian seremapak, perubahan keadaan keluaran hanya terjadi pada saat-saat yang
ditentukan saja. Walaupun masukan berubah diantara selang waktu yang ditentukan itu,
keluaran dari pada rangkaian itu tidak akan berubah. Berbeda dari rangkaian yang

serempak, keluaran dari pada rangkaian tak serempak berubah menurut perubahan
masukannya dan keluaran itu dapat berubah setiap saat masukan berubah. Umumnya
rangkaian tak serempak ini memakai unsure tundaan waktu pada lintasan umpan baliknya.
Tundaan waktu ini biasanya diperoleh dari gerbang-gerbang pada lintasan itu. Adanya
tundaan waktu itu kadang-kadang membuat rangkaiannya tidak stabil dan rangkaian
mungkin mengalami kondisi berpacu dimana satu perubahan masukan menyebakan lebih
dari satu perubahan keluaran. Karena kesulitan ini, dan juga karena pemakaiannya tidaklah
seluas pemakaian rangkaian serempak, maka rangkaian tak serempak tidak dibahas dalam
buku ini dan dicadangkan sebagai materi untuk pembahasan rangkaian logika lanjutan.
Unsur pengingat yang paling umum dipakai pada rangkaian berurut serempak adalah flipflop. Setiap flip-flop dapat menyimpan satu bit informasi, baik dalam bentuk sebenarnya
maupun bentuk komplemennya. Jadi flip-flop pada umumnya mempunyai dua keluaran,
yang satu merupakan komplemen dari yang lainnya.

Tergantung atas cara

bagaiamana informasi disimpan kedalamnya, flip-flop dibedakan atas beberapa jenis, RS,
JK, D dan T. Setiap sinyal yang dilakukan pada suatu komponen elektronika membutuhkan
waktu untuk bergerak dari terminal masukan ke terminal keluaran. Dan karena gerbanggerbang logika juga pada setiap gerbang juga membutuhkan waktu untuk mencapai terminal
keluaran, munculnya efek masukan itu di keluaran. Dan karena gerbang-gerbang logika juga
pada umumnya dibuat dari komponen-komponen elektronika.
Waktu yang dibutuhkan tersebut dinamakan tundaan waktu atau tundaan
perambatan. Semakin banyak gerbang yang harus dilalui oleh sinyal untuk bergerak dari
masukan ke keluaran suatu rangkaian logia, semakin lama pula tundaan waktu yang
dialaminya. Sebagai contoh perhatikanlah perambatan sinyal yang melalui suatu inverter
(gerbang NOT). Kalau sinyal masukan yang semula berkeadaan 0 diubah menjadi 1, maka
sinyal keluaran berubah dari 1 ke 0. Tetapi perubahan itu tidaklah seketika, melainkan
beberapa nano detik kemudian (untuk gerbang-gerbang rangkaian terpadu, IC). Pada saat
masukan naik dari 0 ke 1, keluaran turun dari 1 ke 0 setelah

1 detik kemudian dan

pada saat masukan turun dari 1 ke 0, keluaran naik dari 0 ke 1 setelah


kemudian. Pada umumnya

2 detik

1 2 , walaupun dalam analisis kedua tundaan ini sering

dianggap sama. Perlu diperhatikan bahwa perubahan sinyalnya sebenarnya tidaklah curam
tegak, tetapi mempunyai kemiringan tertentu. Tetapi dalam kebanyakan analisis, untuk
memudahkan penggambaran, sinyal-sinyal dalam sistem digital dianggap curam sempurna

(tegak lurus terhadap sumbu waktu) ada kalanya unsure tundaan waktu sengaja
ditambahkan kepada suatu rangkaian logika. Andaikan tundaan waktu unsur penunda adalah

nanodetik (ns) dan tundaan waktu gerbang AND adalah

ns. Supaya lebih

sederhana, tundaan waktu naik dianggap sama dengan tundaan waktu turun. Perhatikan
bahwa keluaran gerbang AND berubah menjadi 1 setelah kedua masukannya berkeadaan 1
dan berubah ke 0 setelah salah satu masukannya menjadi 0. Jadi, keluaran gerbang AND
tertunda naik selama (

ns dan tertunda turun selama

ns. Pada umumnya,

tundaan waktu gerbang-gerbang diabaikan (dianggap nol). Flip-flop RS atau SR (set reset)
merupakan dasar dari flip-flop jenis lain. Flip-flop ini mempunyai 2 masukan, satu disebut S
(set) yang dipakai untuk menyetel (membuat keluaran flip-flop berkeadaan 1) dan yang lain
disebut R (Reset) yang dipakai untuk mereset (membuat keluaran berkeadaan 0). Flip-flop
RS dapat dibentuk daru dua gerbang NOR atau dua gerbang NAND. Untuk flip-flop dengan
NOR masukan R=S=0 tidak mengubah keadaan keluaran, artinya keluaran Q dan Q tetap,
ditunjukkan sebagai Q- dan Q-. Untuk kombinasi masukan R=S=1 yang ditunjukkan dengan
pada kolom keluaran yang bersangkutan, keadaan keluaran tersebut tidak tentu. Ini
dapat diterangkan sebagai berikut : Andaikan untuk R=S=1 keluaran flip-flop adalah Q=1
dan S=1, maka Q=0. Tetapi karena R=1, maka Q juga harus 0 dan ini jelas berlawanan
dengan pengandaian sebelumnya. Kalau diandaikan Q=0, maka juga Q = 0 yang berarti
bertentangan dengan sifat flip-flop. Karena itu, untuk flip-flop RS kombinasi masukan R =
S =1 dilarang. Untuk flip-flop RS dengan NAND, kerjanya sama dengan flip-flop dengan
NOR bilang tegangan masukan rendah dianggap logic 1 dan tegangan masukan tinggi
dianggap logic 0, artinya bila kita memakai logika negatif akan tepat sama dengan tabel
kebenaran untuk flip-flop dengan NOR. Untuk keseragaman uraian, maka yang umum
dipakai untuk menyatakan kerja flip-flop RS adalah tabel kebenaran untuk rangkaian NOR.
Dalam hal tundaan waktu, karena setiap masukan hanya melalui satu gerbang, tundaan
untuk flip-flop RS yang disebutkan diatas dianggap sama dengan tundaan waktu 1 gerbang
9
yang umumnya dalam besaran nano-detik ( 10

detik). Dalam hal perencanaan sistem

dengan flip-flop umumnya kita membutuhkan keadaan keluaran flip-flop itu setelah suatu
kombinasi masukan tertentu dikenakan pada masukannya. Keadaan keluaran ini biasanya
disebut sebagai keadaan berikut dari flip-flop itu setelah suatu kombinasi masukan R dan S.
Jadi flip-flop ini merupakan rangkaian berurut yang tak serempak (asynchronous), tanpa
kelengkapan untuk menyerempakkannya dengan rangkaian lain.

Untuk memperoleh flip-flop yang dapat bekerja serempak, perlu ditambahkan


gerbang-gerbang untuk memungkinkan pemberian sinyal clock (penabuh) yang akan
berfungsi menyerempakkan flip-flop itu, artinya keadaan flip-flop hanya akan berubah bila
ditabuh (clocked) dengan sinyal/pulsa penabuh. Dengan adanya gerbang AND tersebut, R
dan S akan berkeadaan 0 bila pulsa penabuh CP (clock Pulse) berkeadaan 1 dan flip-flop
tidak akan berubah keadaan. Tanpa pulsa penabuh, artinya CP=0, maka apapun perubahan
yang terjadi pada masukan R dan S tidak akan mengubah keadaan flip-flop. Rangkaian flipflop itu akan merasakan keadaan R dan S hanya bila CP=1. Nama Flip-flop T diambil dari
sifatnya yang selalu berubah berkeadaan setiap ada sinyal pemicu pada masukkannya. Input
T merupakan satu-satunya masukan yang ada pada flip-flop jenis ini sedangkan keluarannya
tetap dua, seperti semua flip-flop pada umumnya. Kalau keadaan keluaran flip-flop 0, maka
setelah adanya sinya pemicu keadaan berikut menjadi 1 dan bila keadaanya 1, maka setelah
adanya pemicu keadaannya berubah menjadi 0. Karena sifat ini sering juga flip-flop ini
disebut sebagai flip-flop toggle (berasal dari scalar toggle/pasak). Flip-flop JK yang diberi
nama berdasarkan nama masukannya, yaitu J dan K. Flip-flop ini mengatasi kelemahan flipflop RS, yang tidak mengizinkan pemberian masukan R=S=1,d engan meng-AND-kan
masukan dari luar dengan keluaran seperti dilakukan pada Flip-flop T. ini berarti flip-flop
JK ini bekerja tak serempak. Untuk memperoleh flip-flop JK yang dapat bekerja serempak
dengan rangkaian lain perlu ditambahkan kelengkapan utnukk penabuhan (clocking). Ini
dapat dilakukan dengan meng-AND-kan pulsa CP (clock Pulse) dengan masukan K dan J.
Flip-flop JK diimplementasikan dengan menambahkan dua gerbang AND dan inverter ke
latch NAND S-R Suatu flip-flop JK induk-budak (Master-Slave JK flip-flop) disusun dari
dua flip-flop RS, yang satu bertindak sebagai induk/tuan sedangkan yang lainnya bertindak
sebagai budak/pengikut yang mengikuti keadaan keluaran flip-flop induk sesaat sesudah
berlalunya perubahan keluaran itu. Perbedaan waktu perubahan keadaan induk dan budak
ini terjadi karena adanya inverter antara pulsa penabuh untuk flip-flop induk dan masukan
flip-flop budak. Nama Flip-flop ini berasal dari Delay. Flip-flop ini mempunyai hanya satu
masukan, yaitu D. Jenis flip-flop ini sangat banyak dipakai sebagai sel memori dalam
computer. Keluaran flip-flop D akan mengikuti apapun keadaan D pada saat penabuh aktif,
+
yaitu: Q = D.

(Pernantin

Tarigan, 2001)
Flip-flop D menunda nilai D mencapai keluara q sampai terjadi pulsa clock. Aksi untai ini
dapat dijelaskan sebagai berikut : Bila masukan D tinggi, maka masukan S tinggi dan R

rendah. Dengan adanya pulsa clock maka keluaran Q menjadi tinggi. Demikian pula bila
masukan D rendah, maka masukan R rendah dan masukan S tinggi. Dengan adanya pulsa
clock maka keluaran Q menjadi rendah.
Parameter pewaktuan harus dipertimbangkan bila flip-flop digunakan dalam untai.
Bila sinyal digunakan untuk mengubah keadaan keluaran flip-flop, terdapat tundaan dari
sinyal diberikan hingga saat keluaran flip-flop berubah. Tundaan dihitung antara titik 50%
pada ragam gelombang masukan dan keluaran. Tundaan yang sama juga terjadi pada FF
dalam menaggapi masukan asinkron. Pada banyak untai digital, keluaran Flip-flop
dihubungkan langsung atau lewat gerbang logika ke masukan flip-flop lain, dan kedua flipflop dipicu dengan sinyal clock yang sama.

(Thomas Sri Widodo, 2007)

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Peralatan Dan Komponen
3.1.1 Peralatan
1. Power Suplay 5 Volt DC (1 Buah) berfungsi
Berfungsi sebagai sumber tegangan
2. Jumper (Secukupnya)
Berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk menghubungkan komponen satu dengan
komponen yang lain.
3. Jepit Buaya (4 Buah)
Berfungsi sebagai alat untuk menghubungkan komponen dengan alat.
4. Saklar
Berfungsi sebagai pemutus aliran listrik
5. Protoboard
Berfungsi sebagai tempat rangkaian sementara
3.1.2 Komponen
1. IC 7400 (1 buah)
Berfungsi sebagai Gerbang NAND untuk flip-flop.
2. Resistor 330 (2 buah)
Berfungsi sebagai menghambat arus
3. LED (2 Buah)
Berfungsi sebagai indikator rangkaian
3.2 Prosedur Percobaan
3.2.1 Untuk rangkaian flip-flop RS

1. Disiapkan semua peralatan dan komponen yang akan diguanakan


2. Dirangkai Komponen seperti skematik rangkaian dibawah ini :

3. Dihubungkan kaki 1 dengan saklar 1 sebagai masukan R dan kaki 4 denga Saklar ke 2
sebagai masukan S
4. Dihubungkan kaki 2 (masukan) dengan kaki 6 (keluaran)
5. Dihubungkan kaki 5 (masukan) dengan kaki 3 (keluaran)
6. Kaki dihubungkan dengan LED 2 sebagai keluaran Q dan kaki 3 dengan LED 1 sebagai
keluaran Q.
7. Kaki 7 sebagai ground dan dihubungkan dengan (-) PSA.
8. Kaki 14 sebagai Vcc dan dihubungkan ke (+) PSA.
9. Dihidupkan PSA 5V.
10. Divariasikan masukan RS pada rangkaian mulai dari 00,01,10,11.
11. Diamati dan dicatat keluaran melalui LED.
12. Dimatikan PSA 5V.

3.2.2 Untuk flip-flop clocked RS


1. Dirangkai komponen seperti skematik rangkaian dibawah ini :

2. Dihubungkan kaki 2 IC7408 dengan kaki 4, dan buat sebagai masukan CLK,
Kaki 1 sebagai masukan R, dan kaki 2 sebagai masukan R, dan kaki 5 sebagai Masukan
S.
3. Kaki 3 (keluaran IC 7408) dihubungkan kaki 1 (masukan IC7400).
4. Kaki 6 (keluaran IC 7408) dihubungkan dengan 4 kaki (masukan IC7400)
5. Kaki 2 (masukan IC7400) dihubungkan dengan kaki 6 (keluaran IC7400)
6. Kaki 5 (masukan IC7400) dihubungkan dengan kaki 3 (keluaran IC7400)
7. Kemudian kaki 3 dihubungkan dengan LED 1 sebagai keluaran Q dan kaki 6 Dengan
LED 2 sebagai keluaran Q

8. Kaki 7 sebagai ground dan dihubungkan dengan (-) PSA.


9. Kaki 14 sebagai Vcc dan dihubungkan ke (+) PSA.
10. Dihidupkan PSA 5 V.
11. Diset clocked menjadi 0 dan divariasikan masukan RS pada rangkaian mulai Dari
00,01,10,11.
12. Diamati dan catat keluaran melalui LED.
13. Diset clocked menjadi 1 dan divariasikan masukan RS pada rangkaian mulai dari
00,01,10,11.
14. Diamati dan catat keluaran melalui LED
15. Dimatikan PSA 5V.

BAB IV
DATA DAN ANALISA DATA
4.1 Data Percobaan

A. Tabel Rangkaian Flip-flop RS tanpa Clocked


Masukan

Keluaran

Keterangan

Terlarang

Set

Reset

Memory

B. Tabel Rangkaian Flip-flop RS dengan Clocked


Masukan

Keluaran

Keterangan

Terlarang

Terlarang

Terlarang

Terlarang

Terlarang

Set

Reset

Memory

4.2 Analisa Data


1. Buatlah timing diagram untuk rangkaian yang dicobakan !
2. Buatlah karakteristik tiap rangkaian yang dicobakan berdasarkan data yang diperoleh!
3. Sebutkan aplikasi dari flip-flop dan jelaskan !
Jawab :
1. Timing diagram
a. Rangkaian flip-flop RS tanpa clocked
Masukan :

Keluaran :

a. Rangkaian flip-flop RS dengan clocked


Masukan :

Keluaran :

2. Karakteristik dari Flip flop RS adalah flip flop RS mempunyai dua masukan yang
diberi tabel S dan R yang mana S berasal dari kata set sedangkan R adalah Reset dan juga
dua untuk bagian keluaran yakni Q dan juga Q yang mana Q adalah keluaran normal
sedangkan Q adalah keluaran komplementer. Yang diperoleh pada rangkaian flip-flop RS
tanpa clocked diketahui bahwa :
Saat : R=0 dan S=0, menyebabkan keluaran Q=Q=1 disebut keadaan terlarang
R=0 dan S=1, menyebabkan keluaran Q=1 dan Q=0 disebut keadaan set
R=1 dan S=0, menyebabkan keluaran Q=0 dan Q=1 disebut keadaan reset
R=1 dan S=1, disebut keadaan memory atau tidak berubah dari keluaran
sebelumnya
Dan pada rangkaian flip-flop dengan clocked diketahui bahwa :
Saat C (clocked) = 0, maka berapa pun logika yang diberikan (1 atau 0) pada
masukan R dan S maka keluaran Q dan Q akan tetap 1 (tidak akan berubah). Tetapi saat C
= 1, barulah keluarannya akan berubah sesuai dengan keadaan pada rangkaian flip-flop RS.
3. Aplikasi dari flip flop :
a. Rangkaian lampu kamar otomatis (sebagai aplikasi flip-flop)
Menggunakan dua LDR yang ditempatkan satu demi satu (dipisahkan oleh jarak sekitar
setengah meter) sehingga mereka secara terpisah bisa mendeteksi seseorang
masuk ke ruangan atau keluar dari ruangan. Output dari sensorLDR, setelah
pengolahan, digunakan dalam hubungannya dengan bicolour LED.
b. IC Timer 555
Memberi solusi praktis dan relatif murah untuk berbagai aplikasi elektronikyang
berkenaan dengan pewaktuan (timing). Terutama dua aplikasinya yang paling
populeradalah rangkaian pewaktu monostable dan astable. Komponen utama IC timer
555 ini terdiri dari komparator dan flip-flop yang direalisasikan dengan banyak
transistorIC Timer 555.
c. Counter
Sebagaimana counter adalah sistem yang digunakan untuk menghitung banyaknya
cacahan. Sehingga dikenal dengan istilah pencacah. Maksimal hitungan dari counter
akan sama dengan jumlah flip-flop yang digunakan. Hitungan maksimal dinamakan
modulo. Hubungan antara jumlah flip-flop yang digunakan dengan modulo adalah
2n, dimana n adalah jumlah flip-flop yang digunakan.
d. Mesin Sekuensial Elektronis
Banyak untai sekuensial yang merupakan realisasi secara elektronis dari mesin
sekuensial. Beberapa diantaranya seperti Elevator automatis sebagai sistem

switching, sistem kontrol pada lampu lalu lintas dan untai-untai elektronis dalam
kalkulator. Telepon, mesin sekuensial elektronis sebagai system switching.
e. RAM computer, sebagai penyimpan data (memori) computer
f. Rangkaian Shift Register. Register merupakan sekelompok flip-flop yang dapat
menyimpan informasi biner yang terdiri dari bit majemuk. Register dengan n flipflop mampu menyimpan sebesar n bit.
g. Digunakan pada Mikrokontroler, mikroprosesor dan komputer untuk menyimpan
(memori) data.

GAMBAR PERCOBAAN
Flip-Flop RS

Flip-Flop RS-Clocked

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
1. Penjelasan memori, set, reset, terlarang pada flip-flop RS:
Memori adalah keadaan dimana masukan sebelumnya jika bernilai R = S = 1.
Set adalah keadaan dimana masukan sebelumnya menyebabkan Q bernilai 1.
Reset adalah keadaan dimana masukan sebelumnya menyebabkan Q bernilai 1.
Terlarang adalah keadaan dimana jika masukan sebelumnya bernilai R = S = 0
menyebabkan dimana akan masukan keluaran sebelumnya.
2. Jenis-jenis flip-flop :
a. Flip-flop RS

Rangkaian

b. Flip-flop jenis S-R berdetak


Dengan rangkaian dan lambangnya sebagai berikut :

Lambang

c. Flip-flop D

Rangkaian

Lambang

Rangkaian

Lambang

d. Flip flop JK

e. Flip flop T

Rangkaian

Lambang

3. Aplikasi dari flip-flop :


a. Mesin Sekuensial Elektronis, digunakan pada sistem switching telepon, elevator
automatis, sistem kontrol lampu lalu lintas dan untai-untai elektronis dalam
kalkulator. Yang menggunakan rangkaian R-S flip-flop yang merupakan bagian
dasar dari rangkaian pengingat.
b. Rangkaian Shift Register. Register merupakan sekelompok flip-flop yang dapat
menyimpan informasi biner.
c. Rangkaian Counter yang dipasang pada jam digital yang menggunakan flipflop
untuk pembagi frekuensi, penghitung naik, penghitung turun dan Modulus. Selain
itu counter juga digunakan pada alat pengukur jarak dan pengukur kecepatan.
d. Digunakan pada Mikrokontroler, mikroprosesor dan komputer untuk menyimpan
(memori) data.
4. Perbedaan memakai gerbang NAND dan AND.
Pada percobaan flip-flop, IC yang digunakan adalah IC 7400 yang memiliki gerbang
NAND dan IC 7408 yang memiliki gerbang AND yang memiliki karakteristik yang
berbeda.

5.2 SARAN
1. Sebaiknya parktikan selanjutnya lebih teliti dalam merangkaikan komponen.
2. Sebaiknya praktikan selanjutnya mengetahui karakteristik rangkaian flip-flop RS tanpa
clocked maupun dengan menggunakan clocked
3. Sebaiknya praktikan selanjutnya mengetahui simbol, rangkaian dan karakteristik dari
gerbang-gerbang dasar logika.
4. Sebaiknya praktikan selanjutnya melakukan persiapan yang cukup sebelum praktikum.

NAMA : WILLIAM FERNANDES


NIM

: 142411011
TUGAS PERSIAPAN

1. Jelaskan apa itu flip-flop?


Jawab : Flip-flop adalah rangkaian digital yang digunakan untuk menyimpan satu
bit
secara semi permanen sampai ada suatu perintah untuk menghapus atau
mengganti isi dari bit yang disimpan.
2. Sebutkan dan jelaskan lambang dari flip-flop ?
Jawab : Lambang dari Flip-flop :
a) Flip-flop S-R

Gambar simbol flip-flop S-R


R dan S keduanya rendah berarti keluaran y tetap berada pada keadaan terakhirnya
secara tak terbatas akibat adanya aksi penggrendelan internal. Masukan S yang tinggi
mengeset keluaran y ke 1, kecuali jika keluaran ini memang telah berada pada keadaan
tinggi. Dalam hal ini keluaran tidak berubah, walaupun masukan S kembali ke keadaan
rendah. Masukan R yang tinggi mereset keluaran y ke 0, kecuali jika keluaran ini memang
telah rendah. Keluaran y selanjutnya tetap pada keadaan rendah, walaupun masukan R
kembali ke keadaan rendah. Memberikan R dan S keduanya tinggi pada saat yang sama
adalah terlarang karena merupakan pertentangan (Kondisi ini mengakibatkan masalah pacu,
yang akan dibahas kemudian).
b) Simbol Flip-flop D

Gambar Simbol Flip-flop D


S-R terdetak dapat dimodifikasi untuk menambahkan tunda satu bit pada sebuah jalur
data masukan D. Sebuah pembalik ditambahkan pada masukan R sehingga masukan R
merupakan komplemen dari masukan S. Dalam keadaan ini, flip-flop selalu berada pada
keadaan D = 1 (set) atau D = 0 (reset). Pada dasarnya untai adalah sebuah flip-flop S-R
dengan keadaan S = R = 1 yang dihilangkan, karena keadaan ini tidak akan pernah terjadi
lagi.
c) Simbol Flip-flop J-K

Gambar Simbol Flip-flop J-K


Dari uraian subbab-subbab sebelumnya dapat dilihat bahwa dasar dari semua flip-flop
adalah flip-flop RS. JK Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun untuk
megantisipasi keadaan terlarang pada flip-flop S-R. Dalam prakteknya, ada kalanya perlu
merealisasikan flip-flop tertentu daripada flip-flop yang tersedia, misalnya flipflop yang
dibutuhkan tidak tersedia atau dari serpih (chip) flip-flop yang digunakan masih ada sisa
flip-flop dari jenis lain yang belum termanfaatkan. Sebagaimana diuraikan di depan, flip-

flop D dapat dibangun dari flip-flop JK dengan memberikan komplemen J sebagai masukan
bagi K. Flip-flop D yang disusun dari flip-flop JK.
d) Simbol Flip-Flop T

Gambar Simbol Flip-flop T


T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop
J-K yang kedua inputnya dihubungkan menjadi satu, maka akan diperoleh flip-flop yang
memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan
tetap jika inputnya rendah. Flip-flop T dapat dibentuk dari flip-flop JK dengan
menggabungkan masukan J dan K sebagai masukan T. Perhatikan bahwa bila T=0 akan
membuat J=K=0 sehingga keadaan flip-flop tidak berubah. Tetapi bila T=1, J=K=1 akan
membuat flip-flop beroperasi secara toggle
Penjelasan :
a. J=0 dan K=0. Masukan J dan K ini melarang (disable) kedua gerbang AND sehingga
pulsa clock tidak mempengaruhi keadaan FF. maka Q mempertahankan nilai
terakhirnya.
b. J=0 dan K=1. Gerbang AND yang atas dilarang dan gerbang AND yang dibawah
dibolehkan (enabled) bila Q = 1. Sehingga transisi menuju negatif dari clock akan
mereset FF bila sebelumnya berkeadaan set.
c. J=1 dan K=0. Gerbang AND yang atas dibolehkan bila Q = 1, dan gerbang AND
yang bawah dilarang. Sehingga transisi menuju negatif dari clock akan mereset FF
bila sebelumnya berkeadaan reset.
d. J=1 dan K=1. Bila Q = 0 maka gerbang AND yang bawah dilarang tetapi gerbang
AND yang atas dibolehkan. Transisi menuju negatif dari clock akan menset FF (Q
berubah menjadi 1). Tapi bila Q = 1 maka gerbang AND yang bawah dibolehkan,
sehingga transisi negatif dari clock akan menset FF (Q berubah menjadi 0). Dengan
kata lain bila J dan K tinggi maka transisi negatif dari clock akan mengubah keadaan
FF atau dikatakan terjadi toggle.
3. Jelaskan aplikasi flip-flop dalam kehidupan sehari?
Jawab : Penggunaan flip-flop dalam kehidupan sehari-hari yaitu Aplikasi flip-flop
adalah pada lampu flip-flop, jam digital seven segmen, running teks, dan
lampu lalu lintas.
a. IC Timer 555

Memberi solusi praktis dan relatif murah untuk berbagai aplikasi elektronikyang
berkenaan dengan pewaktuan (timing).

Terutama

dua

aplikasinya

yang

paling

populeradalah rangkaian pewaktu monostable dan astable. Komponen utama IC timer 555
ini terdiri dari komparator dan flip-flop yang direalisasikan dengan banyak transistor.IC
Timer 555.
b. Rangkaian lampu kamar otomatis (sebagai aplikasi flip-flop)
Menggunakan dua LDR yang ditempatkan satu demi satu(dipisahkan oleh jarak sekitar
setengah meter) sehingga mereka secara terpisah bisamendeteksi seseorang masuk ke
ruangan atau keluar dari ruangan. Output dari sensorLDR, setelah pengolahan,
digunakan dalam hubungannya dengan bicolour LED.
4. Jelaskan arti memori, set, reset, terlarang ?
Jawab : -Memori adalah media penyimpanan data sementara atau setiap data yang
di
proses akan di simpan pada media penyimpanan memori.
-Set adalah jika kondisi mengakibatkan keluaran bernilai logika positif (1)
saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya.
-Reset adalah jika kondisi mengakibatkan keluaran bernilai logika negatif (0)
saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya.
-Terlarang adalah memberikan R dan S keduanya tinggi pada saat yang sama

LEMBAR PERSETUJUAN

Judul Percobaan

: FLIP-FLOP

Kategori

: Jurnal Praktikum Sistem Digital

Nama

: WILLIAM FERNANDES SITANGGANG

Program Studi

: Metrologi dan Instrumentasi D3

Departemen

: Fisika

Fakultas

: MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN


(MIPA)

Asisten,

Medan 19 Maret 2015


Praktikan

(Ilham Syuryadi Harahap)

WILLIAM FERNANDES

S
110801022

142411011

DAFTAR PUSTAKA
Silaban Pantur. 1985.Dasar-dasar Elektronika. Jakarta: Erlangga
Halaman: 189-191
Tarigan Pernantin. 2001.Rangkaian Logika Digital.Medan: USU Press
Halaman: 107-117
Widodo Sri Thomas.Teknik Digital.Yogyakarta: Graha Ilmu
Halaman79-81

RESPONSI
Nama : William Fernandes Sitanggang
Jurusan
Nim

: D3 Metrologi dan Instrumentasi

: 142411011

1. Tuliskan gerbang logika beserta lambang dan tabel kebenarannya ?


Nama
1. Not

Lambang

Tabel Kebenaran

Z=A

2. And

3. NAND

4. OR

Masukan

Keluaran

Z =A+ B

5. NOR

6. XOR

7. EXNOR