Anda di halaman 1dari 4

SOAL-SOAL KEDOKTERAN NUKLIR

1.

Detektor diukur dengan menggunakan kriteria sebagai berikut :


1. Sensitivitas/ efisiensi intrinsik (Ei)
2. Dead time of resolving time (t)
3. Energy Resolution
a. Salah semua
b. Benar semua
c. 1 dan 2
d. 1 dan 3

2.

Instrumen utama dalam kedokteran nuklir :


1. Sample counters
2. Detektor
3. Alat penggambar
a. Benar semua
b. 2 dan 3
c. 1 dan 3
d. Salah semua

3.

Denyut output yang dihasilkan sangat rendah, perlu tegangan yang super stabil,
mampu mendeteksi radiasi dengan intensitas yg cukup rendah. Merupakan ciriciri dari
a. Detektor kamar ionisasi
b. Detektor proporsional
c. Detektor Geiger Muller (GM)
d. Detektor Sintilasi

4.

Prosedur diagnostic klinik dengan memberikan radiofarmaka di dalam tubuh


pasien baik melalui oral maupun injeksi untuk mempelajari morfologi dan
fungsi organ disebut
a. In Vitro
b. Pemeriksaan Tomogram
c. Pemeriksaan Renogram
d. In Vivo

5.

6.

Alat atau pesawat untuk pemeriksaan suatu penyakit dengan teknik kedokteran
nuklir disebut
a. Pesawat CT Scan
b. Pesawat MRI
c. Gamma Camera
d. Pesawat X- Ray
Pada pemeriksaan suatu penyakit dengan menggunakan teknik kedokteran nuklir
dengan memasukan zat radiofarmaka kedalam tubuh pasien, maka radiofarmaka
tersebut harus memancarkan radiasi
a.
Radiasi Alpha
b.
Radiasi Beta
c.
Radiasi Gamma
d.
Alpha, Beta

7.

Radiasi yang menembus keluar tubuh pasen yang diperiksa akan mengenai
detektor yang kemudian radiasi tersebut diubah menjadi
a. Gelombang suara
b. Gelombang elektromagnetik
c. Gelombang Cahaya tampak
d. Signal Listrik

8.

Hal tersebut dapat terjadi karena detektor yang terdapat pada pesawat
pemeriksaan tersebut adalah jenis
a. Isian gas
b. Radiofotografi
c. Radioluminensi
d. Scintilasi

9.

Efek stokastik akibat radiasi


a. timbul karena sel yang terkena radiasi mengalami kematian
b. Peluangnya bertambah besar sesuai dengan bertambahnya dosis radiasi
c. Terutama disebabkan oleh penyinaran internal
d. Semua jawaban tersebut di atas benar

10.

Nilai Batas Dosis adalah


a. Tidak memperhitungkan resiko stokastik
b. Nilai ambang untuk efek somatik non-stokastik
c. Nilai ambang untuk efek somatik stokastik
d. Tidak meperhitungkan penyinaran medic

11.

Prosedur diagnostik klinik dengan memberikan radiofarmaka untuk menganalisa


jaringan yang berasal dari dalam tubuh pasien seperti darah, urine, dan feces
disebut
a. In Vitro
b. Pemeriksaan tomogram
c. Pemeriksaan renogram
d. In Vivo

12.

Contoh pemeriksaan yang dilakukan beberapa saat setelah pemberian


radiofarmaka adalah
a. Pemeriksaan bone scan
b. Pemeriksaan thyroid
c. A dan B salah
d. A dan B benar

13.

Contoh pemeriksaan yang dilakukan segera setelah pemberian radiofarmaka


adalah
a. Pemeriksaan tomogram
b. Pemeriksaan renogram
c. Pemeriksaan in vivo
d. Pemeriksaan in vitro

14.

Pemeriksaan yang dilakukan dengan pengambilan gambar dari beberapa sudut


selama kamera berputar mengelilingi tubuh pasien adalah pemeriksaan
a. Pemeriksaan bone scan
b. Pemeriksaan thyroid
c. Pemeriksaan renogram
d. Pemeriksaan tomogram

15.

Senyawa aktif yang diberikan kepada pasien, merupakan sumber terbuka dan
ikut metabolisme tubuh disebut
a. Radiofarmaka
b. Zat radioaktif
c. Sumber radiasi
d. Radioisotope

16.

Suatu cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan energi inti atom buatan
untuk tujuan diagnostik, terapi dan penelitian kedokteran disebut
a. Radioisotope
b. Kedokteran nuklir
c. Radiotherapy
d. Radiodoagnostik
Zat atau unsur yang dapat mengikat zat radioaktif dan membawanya melalui
metabolisme tubuh ke dalam organ yang akan diperiksa disebut
a. Zat radioaktif
b. Radioisotope
c. Zat pembawa

17.

d. Radiofarmaka
18.

Radiofarmaka bentuk gas O-15 digunakan untuk mendeteksi


a. Fungsi hati
b. Fungsi paru
c. Ca thyroid
d. Tulang

19.

Pin hole, pararel hole, converging, diverging merupakan jenis-jenis dari


a. Gantry
b. Detector
c. Kolimator
d. PMT (photomultiplier tube)

20.

Merubah signal cahaya menjadi signal elektrik secara terukur merupakan fungsi
dari
a. Pulsa height analyzer (PHA)
b. Hand controller
c. Rak elektronik
d. Photomultiplier tube (PMT)