Anda di halaman 1dari 4

Seperti halnya pemeriksaan makroskopik sediaan jamu,

Uji mikroskopik dilakukan dengan mikroskopik yang

pemeriksaan mikroskopik juga digunakan untuk menjamin

derajat perbesarannya disesuaikan denga keperluan. Uji

kebenaran dari simplisia penyusun sediaan jamu dengan

mikroskopik serbuk jamu tidak hanya dapt dilakukan melihat

mengamati bentuk fragmen spepisifik penyusun pada sediaan

bentuk anatomi jaringan yang khas, tetapi dapat pula

jamu. (Anonim,2010),

menggunakan uji histokimia dengan penambahan pereaksi

Berbeda dengan obat-obatan modern, standar mutu

tertentu pada serbuk sediaan jamu uji, dan zat kandungan

untuk jamu didasarkan pada bahan baku dan produk akhir yang

simplisia uji akan memebrikan warna spesifik, sehingga mudah

pada umumnya belum memiliki baku standar yang sesuai

di deteksi. ( Anonim,2010)

dengan persyaratan. Simplisia nabati, hewani dan pelican yang

Pemeriksaan anatomi serbuk dari suatu simplisia

dipergunakan sebagai bahan untuk memperoleh minyak atsiri,

memiliki karakteristik tersendiri, dan merupakan pemeriksaan

alkaloid, glikosida atau zat berkhasiat lainnya, tidak perlu

spesifik suatu simplisia atau penyusun jamu. sebelum

memenuhi persyaratan yang tertera pada monografi yang

melakukan pemeriksaan mikroskopik harus di pahami bahwa

bersangkutan.

masing-masing

Identifikasi

simplisia

dapat

dilakukan

berdasarkan uraian mikroskopik serta identifikasi kimia


berdasarkan kandungan senyawa yang terdapat didalamnya
(MMI,1995)

jaringan

tanaman

berbeda

bentuknya.

( Egon,1985)
Ciri khas dari masing-masing organ batang, akar dan
rimpang umumnya memiliki jaringan penyusun primer yang
hampir sama yaitu epidermis,korteks dan endodermis, jari-jari

empulur dan bentuk berkas pengangkutannya. Tipe berkas

Ekstrak metanol serbuk dimasukkan dalam plat tetes,

pengangkut umumnya mengacu pada kelas tanaman seperti


monokotil

memiliki

tipe

berkas

pengankutan

terpusat

kemudia di tambahkan :

(konsentris), dan pada dikotil tersebar (kolateral). (Egon,1985)


Sedangkan jaringan sekunder pada organ batang , akar

mengandung pirogalotanin

dan rimpang berupa periderm , dan ritidorm. Rambut penutup


dan stomata merupakan ciri spesifik dari bagian daun serta tipe
sel idoblas seringkalai menunjukkan ciri spesifik suatu bahan
nabati.(Egon,1985)
Identifikasi Reaksi kimia Sediaan Jamu (Dirjen
POM,2000)
1. Reaksi terhadap Lignin.
Serbuk jamu dan simplisia pembanding dibasahi

FeCl3 1 N, jika diperoleh warna biru hitam berarti

FeCl3 1 N, diperoleh warna hijau yang mwngandung warna


katekol

NaOH, jika diperoleh warna merah sampai merah coklat


berarti mengandung pirogalotanin

3. Reaksi Identifikasi tehadap Dioksiantrakinon


Sedikit serbuk dimasukkan kedalam tabung reaksi, lalu
di tetesi dengan KOH 10 % b/v dalam etanol 95%, jika
mengandung dioksantrakinon akan menghasilkan warna merah.
4. Reaksi Identifikasi terhadap Fenol

dengan larutan flouroglusin P, kemudian di tetesi dengan

Sedikit serbuk dimasukkan ke dalam vial, ditambahkan

sedikit HCL, diamati di bawah mikroskopik, jika dinding sel

air, lalu ditutup dengan kaca objek yang diatasnya diberi kapas

yang menagndung lignin akan berwarna merah.

yang telah di basahi dengan air, kemudian di panaskan.

2. Reaksi identifikasi terhadap turunan Tanin

Setelaha da uap yang berupa titik cairan pada kaca objek ,

diambil dan ditambahkan FeCl3, jika mengandung fenol akan

7. Reaksi Identifikasi terhadap Karbohidrat

menghasilkan warna biru hitam.

Serbuk di kocok dengan air lalu di masukkan dalam

5. Reasi Identifiasi terhadap Alkaloid


Ekstrak metanol srbuk dimasukan ke dalam masing-

tabung reaksi kemudian di tetesi :

masing tabung reaksi kemudian di tetesi :

HCl 0,5 N dan pereaksi Meyer, ika mengandung Alkaloid

menghasikan cincin ungu

maka akan menghasilkan endapan putih kekuningan.

HCl 0,5 N dan pereaski Bauchardat, jika mengandung

Serbuk dihaluskan dengan etanol kemudian di didihkan

Pereaski

Luff,

jika

mengandung

karbohidrat

akan

mengahsilkan endapan merah

alkaloid akan menghasilkan endapan jingga kecoklatan.


6. Reaksi Identifikasi terhadap Steroid

Pereaksi Mollish, jika mengandung karbohidrat akan

Pereaksi fehling A dan B, jika mengandung KArbohidrat


akan menghasilkan endapan kuning jingga.

8. Reaksi identifikasi terhadap Pati dan eleuron

Serbuk ditempatkan diatas kaca objek , kemudian di tetesi

selama 15 menit lalu disaring, filtrat di uapkan sampai kering.

dengan larutan iodin 0,1 N, jika mengandung pati akan

ekstrak Kering ditambahkan dengan dietil etersetelah terlebih

berwarna biru da warna kuning coklat jika mengandung

dahulu disuspensikan engan sediit air, bagian yang larut dalam

aleuron

dietil eter dipisahkan. lapisan dietil eter kemudian ditetesi

Sedikit serbuk dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu di

dengan pereaksi Lieberman-Bauchardat, jiak menganung

tetesi dengan pereaksi Luff dan di panaskan, jika mengandung

steroid akan menghasilkan warna merah atau merah jambu

pati akan menghasilkan endapan merah bata.