Anda di halaman 1dari 9

MODUL III PENGUAT DENGAN UMPAN BALIK

Rosana Dewi Amelinda (13213060)


Asisten : Fikri Abdul A. (13212127)
Tanggal Percobaan: 28/10/2015
EL3109-Praktikum Elektronika II

Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
Abstrak
Abstrak Pada praktikum Modul III ini dilakukan beberapa
percobaan antara lain pengamatan respons umum rangkaian
opamp dengan umpan balik. Diamati perubahan penguatan,
frekuensi pole, serta resistansi inputnya. Kemudian dilakukan
percobaan linieritas rangkaian opamp dnegan umpan balik.
Pada percobaan ini diamati sinyal input dan output pada
rangkaian loop terbuka (tanpa feedback) dan loop tertutup
(dengan feedback). Terakhir yaitu dilakukan pengamatan
penguatan transistor dengan umpan balik. Pada percobaan ini
digunakan dua jenis konfigurasi umpan balik yang setiap
konfigurasi memiliki topologi feedback yang berbeda. Diamati
pula perubahan penguatan, frekuensi pole, dan resistansi input
pada masing-masing rangkaian kemudian dianalisis
pengaruhnya terhadap topologi umpan balik yang digunakan/
Secara umum dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh
telah sesuai dengan teori. Adanya sedikit perbedaan masih
dalam batas toleransi.
Kata kunci: Umpan balik, Shunt, Series, Linieritas.
1.

PENDAHULUAN

Dalam system kendali, umpan balik sebagian dari


output dikembalikan ke input. Sinyal yang kembali
ini bergabung dengan input asal, yang
menghasilkan perubahan yang besar dalam
penampilan dari system. Umpan balik negative
berarti sinyal yang kembali memiliki fasa yang
berlawanan dengan sinyal input. Keuntungan dari
umpan balik negative adalah menstabilkan
penguatan, memperbaliki impedansi input dan
output, mengurangi efek distorsi nonlinier, dan
menambah lebar bandwidth. Suatu penguat umpan
balik mempunya dua bagian yaitu sebuah penguat
dan sebuah rangkaian umpan balik. Tergantung
pada hubungan output, tegangan output atau arus
yang menggerakkan rangakaian umpan balik.
Rangkaian umpan balik mengembalikan sinyal ke
input yang memodifikasi semua gerak dari system.
Tujuan utama umpan balik adalah memungkinkan
input secara persis mengendalikan output.

aplikasi tertentu. Namun yang paling banya


digunakan adalah umpan balik SP dan PP.
Umpan
balik

SP

PP

SS

PS

Hubungan
output

Seri

Paralel

Seri

Paralel

Sinyal
input

Vin

Iin

Vin

Iin

Hubungan
parallel

Paralel

Paralel

Seri

Seri

Sinyal
output

Vout

Vout

Iout

Iout

Rasio yang
distabilkan

Vout/Vin

Vout/Iin

Iout/Vin

Iout/Iin

Tujuan praktikum modul 2 ini diantaranya :


Mengamati dan mengenali prinsip umpan
balik pada rangkaian.
Mengamati, mengukur, dan menganalisa efek
umpan balik pada frekuensi pole rangkaian
orde satu filter frekuensi rendah dan filter
frekuensi tinggi.
Mengamati dan menganalisa efek umpan balik
pada rangkaian dengan distorsi saturasi.
Mengamati dan mengenali cara memberi
penguat umpan balik pada penguat satu
transistor.
Mengamati, mengukur, dan menganalisa efek
umpan balik pada karakteristik penguat:
resistansi input dan penguatan.

2.

STUDI PUSTAKA

Sistem dengan Umpan Balik

Sistem dengan loop terbuka sangat rentan terhadap


gangguan dari luar. Berapa pun besarnya ketelitian
Terdapat empat hubungan umpan balik dasar yaitu sistem tersebut akan menghasilkan keluaran yang
rangkaian umpan balik seri-paralel (SP), umpan buruk saat gangguan misalnya derau masuk pada
balik paralel-paralel (PP), umpan balik seri-seri (SS), sistem, misalnya bercampur dengan input. Untuk
dan umpan balik parallel-seri (PS). Dari keempat memperoleh sistem yang lebih baik digunakan
jenis hubungan tersebut, masing-masing memiliki umpan balik. Pada seperti ini output dikembalikan
sifat-sifat khusus yang secara ideal cocok untuk ke input untuk melihat perbedaan ouput dengan
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

rujukan yang diharapkan. Sistem dengan umpan


balik ini tampak pada Gambar 1 berikut.

Table 1 Efek Umpan Balik pada Penguat dan resistansi


input dan output

Gambar 1 Diagram blok umum system dengan Umpan


Balik

Pada grafik tersebut G(s) adalah fungsi transfer


maju dari sistem, H(s) fungsi transfer umpan balik,
X(s) sinyal input rujukan untuk sistem, Y(s) sinyal
keluaran yang diperoleh, dan (s) perbedaan sinyal
keluaran dengan rujukan atau galat (error). Secara
keseluruhan sistem dengan umpan balik tersebut
akan memberikan fungsi transfer Gf(s) seperti pada
persamaan berikut:

Untuk sistem seperti dia atas, baik G(s) maupun H(s)


dapat merupakan fungsi yang kompleks atau juga
fungsi sederhana. Sistem dengan fungsi kompleks
menjadi bagian dari studi bidang kendali.
Dalam bidang elektronika sistem dengan umpan
balik banyak digunakan dalam penguat dan filter.
Sistem seperti ini menggunakan fungsi G(s) dan
H(s) yang cenderung lebih sederhana.
Respons Umum Penguat dengan Umpan Balik
Untuk penguat dengan umpan balik, G(s)
merupakan fungsi penguatan A. Fungsi transfer
umpan baliknya H(s) merupakan fungsi skalar .
Sinyal yang diperkuat dalam elektronika dapat
berupa tegangan atau arus. Representasi sinyal
tersebut dapat dinyatakan dengan Rangkaian
Thevenin atau Norton. Untuk penguat dengan
umpan balik maka ada empat kemungkinan jenis
penguat, yaitu: penguat tegangan, penguat arus,
penguat
transkonduktasi,
dan
penguat
transresistansi. Tabel 1 menunjukkan efek umpan
balik pada penguatan resistansi input dan output
seluruh konfigurasi tersebut.

Untuk dapat menggunakan persamaan di atas


rangkaian perlu terlebih dahulu dikenali
konfigurasinya. Hubungan series menambah atau
tegangan pada input dan mencuplik arus pada
output. Hubungan shunt menambah atau
mengurangi arus pada input dan mencuplik
tegangan pada output.
Respons Frekuensi Penguat dengan Umpan Balik
Secara alamiah setiap penguat mempunyai
penguatan dengan pada frekuensi terbatas.
Perilaku ini seringkali dimodelkan dengan orde
satu, misalnya untuk respons filter frekuensi

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

rendah (LPF) satu pole maka fungsi transfer


penguat dapat ditulis seperti pada persaan berikut :

Dalam kasus seperti ini persamaan fungsi transfer


untuk penguat dengan umpan balik skalar akan
memberikan penguatan keseluruhan Af(s) seperti
pada persamaan berikut.

Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa pada


penguat LPF orde satu dengan umpan balik,
penguatan akan terskala turun sebesar (1+Am )
dan sebaliknya frekuensi pole atau frekuensi sudut
(corner frequency) akan terskala naik sebesar
(1+Am ). Frekuensi pole menjauh menuju tak
hingga dengan peningkatan penguatan loop
terbuka. Perkalian penguatan keseluruhan dan
frekuensi pole akan tetap. Besaran terakhir ini
disebut Gain Bandwidth Product (GBW Product)
sebuah amplifier. Besaran ini merupakan figure of
merit dari sebuah penguat.
Untuk penguat dengan kopling kapasitif, penguat
juga mempunyai respons HPF pada frekuensi
rendahnya. Fungsi transfer penguat dapat ditulis
seperti pada persamaan berikut:

dengan umpan balik, seperti pada bandwidth dan


resistansi input dan output. Pengambilan sampel
dari output dapat dilakukan dengan menggunakan
resistor, baik secara seri untuk memberikan umpan
balik tegangan, maupun dengan paralel untuk
memberikan umpan balik arus. Penggunaan
resistor ini diharapkan tidak mengubah titik kerja
rangkaian. Untuk analisanya, rangkaian penguat
dan rangkaian umpan balik dimodelkan dahulu
sebagai jaringan 2 port. Selanjutnya besaran yang
menyatakan perilaku rangkaian dapat diprediksi
sesuai Tabel 1 di atas.

3.

METODOLOGI

Pada percobaan 2 ini, alat dan bahan yang


digunakan yaitu :
1.

Kit praktikum Rangakaian Umpan Balik

2.

Generator Sinyal GW Instek SFG-2110

3.

Osiloskop GW Instek GDS-806S

4.

Multimeter Digital Sanwa (1 buah)

5.

Catu daya Ter-regulasi (2 buah)

6.

Kabel dan asesori pengukuran ( 4 buah


kabel BNC dan 12 kabel banana)

Memulai percobaan
Sebelum memulai percobaan, isi dan tanda
tangani lembar penggunaan meja yang
tertempel pada masing-masing meja praktikum

Respons Umum Rangkaian


dengan Umpan Balik

Opamp

Gambar 2 Rangkaian LPF orde 1 dengan Umpan Balik

Dalam kasus HPF orde 1 ini, penguatan akan


terskala turun sebesar (1+Am ) dan frekuensi pole
juga akan terskala turun sebesar (1+Am ).
Frekuensi pole mendekati nol (letak zero) dengan
peningkatan penguatan loop terbuka.
Umpan Balik untuk Linieritas
Umpan balik dapat digunakan untuk menekan
nonlinieritas penguat. Salah satu contoh umpan
balik untuk menekan cross over distortion yang
muncul pada penguat push-pull kelas B seperti
yang dilalukan pada percobaan penguat daya.
Umpan balik juga dapat digunakan untuk
menekan nonlinieritas saturasi pada penguat.

Gambar 3 Rangakaian HPF orde 1 dengan opamp

Umpan Balik pada Penguat Transistor


Penguat transistor dapat diberikan umpan balik
untuk memperoleh keuntungan perilaku rangkaian
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Disusun rangkaian pada pada kit untuk memperoleh


rangkaian LPF orde 1 seperti tampak pada Gambar 2.
Dihubungkan generator sinyal sinusoidal untuk
memberikan input pada rangkaian dan osiloskop
untuk mengamati sinyal input dan outputnya.

Dengan memanfaatkan selektor S1 untuk memilih RA,


RB, atau RC guna menentukan nilai skala umpan balik
output ke inputnya,
a. Diamati perilaku rangkaian untuk penguatan pada
frekuensi passband (rendah, sekitar 1kHz atau
kurang). Pilih amplituda output sekitar
b. Dinaikkan frekuensi sehingga mencapaicapai
frekuensi sudut (cut-off 3dB.
c. Dilakukan untuk rangkaian loop terbuka dan loop
tertutup. Dicatat nilai-nilai tersebut.

Dengan menggunakan resistor tambahan pada input


rangkaian, diamati dan diukur resistansi input
rangkaian untuk rangkaian loop terbuka dan
rangkaian umpan balik untuk semua nilai skala
umpan balik yang tersedia. Dicatat nilai-nilai tersebut
dalam tabel yang sama dengan data sebelumnya.

Disusun rangkaian pada pada kit untuk memperoleh


rangkaian HPF orde 1 seperti tampak pada Gambar 3.
Hubungkan generator sinyal sinusoidal untuk
memberikan input pada rangkaian dan osiloskop
untuk mengamati sinyal input dan outputnya.

Dilakukan pengamatan perilaku rangkaian untuk


penguatan pada frekuensi passband (tinggi, sekitar
12-15 kHz) dan turunkan frekuensi sehingga
mencapai frekuensi sudut (cut-off 3dB) untuk
rangkaian loop terbuka dan loop tertutup dan
rangkaian dengan umpan balik. Dicatat nilai-nilai
tersebut. Dibandingkan hasilnya dengan hasil pada
langkah kedua di atas.

Pasangan
Resistor

Diferensial

dengan

Gambar 4 Rangkaian Penguat LPF orde 1 Nonlinier

Bias

Disusun rangkaian pada pada kit untuk memperoleh


rangkaian nonlinier seperti tampak pada Gambar 4.
Dihubungkan generator sinyal sinusoidal untuk
memberikan input pada rangkaian dan osiloskop
untuk mengamati sinyal input dan outputnya

Digunakan soiloskop dalam mode dual trace. Dalam


keadaan loop terbuka, diberikan amplituda sinyal
input yang cukup besar sehingga pada sinyal output
tampak saturasi pada puncak dan lembah sinyalnya.
Diamati juga kurva alih tegangan (VTC) dalam xy.
Dicatat kedua hasilnya.

Dengan memanfaatkan selektor S1 untuk memilih RA


15k , RB 22k , atau RC 110k guna menentukan nilai
skala umpan balik output ke inputnya, dalam mode xy
diamati VTC untuk rangkaian dengan umpan balik.
Diamati juga sinyal keluarannya dalam mode dual
trace. Dicatat hasil keduanya.

Penguat Transistor dengan Umpan Balik

Digunakan rangkaian pada kit praktikum untuk


menyusun rangkaian seperti tampak pada Gambar 5.
Diberikan sinyal input sinusoidal dari generator sinyal
dan amati sinyal input dan output dengan osiloskop.

Dilakukan pengamatan dan pengukuran untuk


penguatan, frekuensi cut-off, dan resistansi input
rangkaian tersebut.

Diputuskan hubungan kapasitor bypass CB dari


resistor emitor RE sehingga diperoleh rangkaian
seperti pada Gambar 6.

Dilakukan ulang pengamatan dan pengukuran untuk


penguatan, frekuensi cut-off, dan resistansi input
rangkaian tersebut.

Dihubungkan kembali kapasitor bypass CB dari resistor


emitor RE dan hubungkan juga resistor RF dan
kapasitor CF sehingga diperoleh rangkaian seperti
pada Gambar 7.

Dilakukan ulang pengamatan dan pengukuran untuk


penguatan, frekuensi cut-off, dan resistansi input
rangkaian tersebut.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Gambar 5 Penguat Satu transistor Tanpa Umpan Balik

tegangan output yang setengah dari tegangan


input. Maka didapat Rin = Rvar.
Pengukuran ini menggunakan prinsip transfer
daya maksmimum dan pembagi tegangan.

RESPONS UMUM RANGKAIAN OPAMP


DENGAN UMPAN BALIK

LOW-PASS FILTER
Table 2 Parameter penguat loop terbuka LPF
Gambar 6 Penguat Satu Transistor dengan Umpan Balik 1

Gain (V/V)

Frekuensi cutoff (Hz)

Rin ()

20

27.5 k

4.4 k

Table 3 Parameter penguat loop tertutup LPF

Gambar 7 Penguat Satu Transistor dengan Umpan Balik 2

4.

HASIL DAN ANALISIS

Pengukuran
penguatan
dilakukan
dengan
menggunakan osiloskop. Channel 1 osiloskop
dihubungkan ke input rangkaian dan Channel 2
dihubungkan ke output rangkaian. Penguatan
dihitung dengan rumus :
=

Hasil penguatan yang diperoleh tersebut berlaku


untuk frekuensi midband (didapat penguatan
maksimum).
Untuk pengukuran frekuensi pole (frekuensi 3 dB)
dilakukan dengan mencari nilai frekuensi yang
1
menyebabkan penguatan menjadi
kali dari
2

penguatan maksimum. Pada LPF frekuensi pole


yang diperoleh haruslah lebih besar dari frekuensi
pada penguatan maksimum. Sedangkan pada HPF
frekuensi pole yang diperoleh seharusnya lebih
kecil dari penguatan maksimumnya.
Pengukuran Resistansi input rangkaian dilakukan
dengna menghubungkan seri Vsignal dan Rvar lalu
dihubungkana ke node input rangkaian. Nilai Rvar
diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan

Resistansi
yg
digunakan

Gain
(V/V)

Frekuensi
cut-off
(Hz)

Rin ()

RA

14

23.5 k

2.4 k

RB

17.6

25.7 k

3.3 k

RC

19

27.1 k

3.7 k

Nilai penguatan loop terbuka (open loop) yang


didapatkan sama dengan hasil perhitungan (pada
Lampiran) yaitu 20 V/V. Sedangkan untuk nilai
frekuensi polenya sedikit berbeda dengan hasil
perhitungan. Hal ini kemungkinan disebabkan
karena resistor yang dipakai memiliki toleransi
5% dan adanya factor toleransi pada kapasitor
yang cukup besar.
Pada perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh
nilai amount of feedback. Nilai ini akan
mempengaruhi penguatan dan frekuensi pole dari
rangkaian. Berdasarkan teori, nilai penguatan akan
turun sebesar 1+A. Hal ini terbukti pada nilai
penguatan loop tertutup yang diperoleh dari
percobaan. Untuk frekuensi pole, pada LPF loop
tertutup seharusnya diperoleh nilai yang lebih kecil
daripada frekuensi pole pada open loop, yaitu
menurun sebesar 1+A. Namum praktikan
memperoleh nilai yang sebaliknya (frekuensi loop
tertutup lebih besar dari open loop). Hal ini
kemungkinan disebabkan karena kekurang telitian
pada penentuan frekuensi 3 dB dan adanya factor
toleransi kapasitor.
Dapat disimpulkan rangkaian LPF dengan
feedback merupakan topologi Shunt-Shunt yang
menurunkan penguatan, menaikan frekuesni pole
yang dapat memperlebar bandwidth LPF.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

HIGH-PASS FILTER

Loop tertutup RA

Table 4 Parameter penguat loop terbuka HPF

Gain (V/V)

Frekuensi cutoff (Hz)

Rin ()

20

1.9 k

2.3 k

Table 5 Parameter penguat loop tertutup HPF

Loop tertutup RB

Resistansi
yg
digunakan

Gain
(V/V)

Frekuensi
cut-off
(Hz)

Rin ()

RA

15.2

1.4 k

2.3 k

RB

17.6

1.6 k

2.3 k

RC

19.2

1.8 k

2.3 k

Loop tertutup RC

Nilai penguatan open loop yang diperoleh dari


hasil percobaan sesuai dengan hasil perhitungan
yaitu 20 V/V. Begitu juga dengan nilai frekuensi
pole yang diperoleh (1.9 kHz) yaitu tidak jauh
berbeda dengan hasil perhitungan (2.192 kHz).
Adanya sedikit perbedaan ini kemungkinan karena
factor toleransi yang dimiliki resistor dan kapasitor
yaitu sekitar 5%.

Linieritas adalah kemampuan suatu penguat untuk


memberikan nilai penguatan yang sama pada
setiap nilai sinyal input.

Perbandingan linieritas dapat dilihat pada kurva


VTC yang diperoleh. Untuk penguatan tanpa
Hasil perhitungan amount of feedback akan
umpan balik, kurva VTC yang dihasilkan memiliki
mempengaruhi penguatan dan frekuensi pole dari
linieritas yang kurang baik. Sedangkan pada
rangkaian. Untuk nilai penguatan akan mengalami
penguatan dengan feedback terlihat bahwa kurva
penurunan sebesar 1+A. Hal ini terbukti dengan
VTC yang dihasilkan menjadi lebih baik (lebih
nilai penguatan hasil percobaan yang diperoleh.
linier). Apabila pada open loop didapatkan output
Begitu juga untuk frekuensi pole dari filter high
yang telah mengalami saturasi, maka pada saat
pass yaitu akan turun sebesar 1+A dan hal ini pun
digunakan feedback akan didapatkan output yang
terbukti dari hasil percobaan (penambahan
belum mengalami saturasi (pengguanaan feedback
feedback pada rangkaian memperlebar bandwidth).
menurunkan penguatan).
Dapat disimpulkan bahwa penambahan feedback
Linieritas ini dapat meningkat karena proses
pada rangkaian HPF merupakan topologi Shuntfeedback yang akan mengoreksi output melalui
Shunt yang menurunkan penguatan dan frekuensi
mixing sinyal pada input dengan cuplikan dari
pole (sebesar 1+A) serta memperlebar bandwidth
output sehingga output yang dihasilkan menjadi
HPF.
lebih presisi dan meningkatkan liniertitas
walaupun dengan trade off yaitu menurunkan
LINIERITAS RANGKAIAN OPAMP DENGAN
penguatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
UMPAN BALIK
rangkaian feedback dapat memperbaiki linieritas
Vo/Vi.
Dual Trace

VTC
Loop terbuka

PENGUAT TRANSISTOR DENGAN UMPAN


BALIK

Table 6 Penguat satu transistor tanpa feedback

Gain (V/V)

Frekuensi cutoff (Hz)

Rin ()

-75

145

2k

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Dual Trace

Pada rangkaian umpan balik 1 merupakan topologi


feedback Series-Series (input di mixing tegangan
dan output disampling arus). Diperoleh penguatan
yang

XY

Untuk nilai resistansi inputnya terjadi peningkatan


sesuai dengan teori. Hal ini disebabkan karena
adanya mixing tegangan pada input yang
menghasilkan nilai resistansi input sebesar
mungkin. Oleh karena itu, rangkaian feedback 1 ini
sesuai dengan topologinya (yaitu Series-Series)
yang berperan untuk memperbaiki nilai resistansi
input pada rangakaian (diperbesar).

Table 7 Penguat satu transistor dengan feedback 1

Gain (V/V)

Frekuensi cutoff (Hz)

Rin ()

-82.5

148

2.2 k

Dual Trace

Selain itu dengan adanya kapasitor bypass, nilai


frekuensi cut-off nya menjadi semakin besar.
Kemudian ditambah dengan penggunaan CF pada
rangkaian sehingga akan lebih memperbesar
frekuensi cut-off (karena kapasitor mempengaruhi
offset DC yang akan meningkatkan frekuensi cutoff).

XY

Pada rangkaian umpan balik 2 merupakan topologi


feedback Shunt-Shunt (input di mixing arus dan
output disampling tegangan)
Berdasarkan data, dapat dilihat bahwa terjadi
pengurangan resistansi inpur sekitar 1+A sesuai
dengan topologi mixingnya yaitu pada input
dilakukan mixing arus yang idealnya resistansi
input haruslah sekecil mungkin. Oleh karena itu,
dengan adanya feedback 2 ini maka resistansi input
nilainya menjadi lebih kecil daripada tanpa
feedback.

Table 8 Penguat satu transistor dengan feedback 2

Gain (V/V)

Fzrekuensi
cut-off (Hz)

Rin ()

-81.6

280

580

Dual Trace

Selain itu dengan penggunaan feedback ini


diperoleh nilai bandwidth yang lebih lebar
(frekuensi cut-off meningkat).

XY

5.

KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada


praktikum
modul II ini maka diperoleh
kesimpulan sebagai berikut :

Berdasarkan data pada table diatas didapatkan


nilai penguatan yang negative (sinyal input dan
output berbeda fasa 1800) , hal ini dikarenakan
rangkaian yang digunakan adalah Common
Emitter dan Common Emitter dengan Re (resistansi
di emitter).
Untuk nilai penguatan pada umpan balik 1
maupun 2 diperoleh nilai yang kurang sesuai
dengan referensi (penguatan membersar) dimana
seharusnya nilai penguatan yang diperoleh
semakin kecil karena konfigurasi penguat yang
digunakan adalah penguat common emitter.

Umpan
balik
pada
rangkaian
mempengaruhi penguatan, resistansi input,
dan frekuensi pole-nya
Rangkaian umpan balik akan menurunkan
penguatan sebasar 1+A
Frekuensi pole untuk HPF akan turun dan
untuk LPF akan naik masing-masing
sebesar 1+A. Rangkaian umpan balik ini
dapat memperlebar bandwidth penguatan.
Rangkaian umpan balik akan memperbaiki
linieritas dengan cara menekan cross-over
yang terjadi akibat saturasi. Batas saturasi
tegangan output lebih besar karena nilai
penguatannya turun sebesar 1+A.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Resistansi input akan naik dan turun


sebesar 1+A bergantung pada topologi
rangkaian. Untuk rangkaian Shunt-Shunt,
resistansi input menurun sedangkan pada
rangakian Series-Series, resistansi inputnya
naik. (jika dilakukan mixing tegangan ->
Series maka Rin meningkat, jika dilakukan
mixing arus -> Shunt maka resistansi input
akan turun).

DAFTAR PUSTAKA
[1]. Mervin T Hutabarat, Praktikum Elektronika II
Laboratorium
Dasar
Teknik
Elektro
ITB,Bandung, 2015.
[2]. Adel S. Sedra and Kennet C. Smith,
Microelectronic Circuits, Oxford University Press,
USA, 2004.
[3]. http://willyriyadi.blogspot.co.id/2009/12/ump
an-balik-feedback.html, 29 Oktober 2015

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Lampiran

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB