Anda di halaman 1dari 5

PERHITUNGAN STRUKTUR

GWT KEBUN RAYA


PURWODADI
1Desain struktur GWT Kebun Raya Purwodadi, dimodelkan dengan menggunakan
program SAP 2000V14 untuk mendapatkan gaya- gaya dalam dari masing masing elemen
struktur gedung tersebut. Dengan mengetahui gaya gaya dalam dari masing masing
elemen struktur, maka dapat di perhitungkan kemampuan struktur dalam menerima beban,
termasuk keefektifan penampang dari elemen struktur yang digunakan.
21.

Sistem Perhitungan

Dasar perhitungan struktur gedung ini menggunakan analisis mekanika, struktur beton
bertulang dan bahan beton bertulang, yaitu :
1a. Program SAP 2000V14 untuk analisis mekanika struktur utama dan struktur tahan
gempa,
2b. Tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung (SNI 03-1727-2013),
3c. Pedoman perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung (SNI 03-17262012),
4d. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI-2847-2002), dan
5e. Baja tulangan beton (SNI 07-2052-2002).
3Analisis beton bertulang dibantu oleh program SAP2000, dengan keluaran akhir
memberikan informasi kebutuhan luas tulangan total yang diperlukan, sedangkan untuk
pemilihan diameter, jumlah atau jarak tulangan dilakukan secara manual berdasarkan hasil
perhitungan luas tulangan oleh program. (Gunawan, R., 1987). Dalam running output
digunakan code ACI 1999 yang juga merupakan dasar dari SNI 2002, ditambah dengan
penyesuaian faktor reduksi kekuatan. (Satyarno, dkk., 2012).
4Secara umum tahapan untuk desain penampang beton bertulang meliputi penentuan
code atau dasar peraturan untuk desain (parameter faktor reduksi), pemilihan kombinasi yang
dipakai, dan tahap desain otomatis. Desain beton bertulang dilakukan setelah model selesai
dianalisis (run). Model yang dipakai untuk desain adalah model dengen elemen balok dan
kolom yang telah diberi faktor reduksi inersia (0,35 untuk balok persegi dan 0,70 untuk
kolom, bukan inersia penuh). Model dinamik digunakan pada analisis gempa adalah analisis

dinamik yang telah dikalikan faktor skala guna memenuhi syarat base shear minimum 80%
gaya geser statik. (Satyarno, dkk., 2012)
52. Spesifikasi Beban

Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Tata Tata cara perencanaan


pembebanan untuk rumah dan gedung (SNI 03-1727-2013). pembebanan diperhitungkan
sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana.
Besarnya muatan-muatan tersebut adalah sebagai berikut :
1a. Penutup lantai per cm

2
: 24 Kg/m .

2b. Beban Tekanan Air

: 1000 Kg/m3

3c. Beban Tekanan Tanah

: 1600 Kg/m3

4d. Muatan hidup untuk Plat Penutup

2
: 250 Kg/m .

63. Kombinasi Pembebanan

7Untuk pemodelan rangka dengan pembebanan gempa berdasarkan SNI 28472015


adalah sebagai berikut:
a. 1,4D
b. 1,2D+1,6L+0,5(L_r atau R)
c. 1,2D+1,6(L_r atau R)+(L atau 0,5W)
d. 1,2D+1,0W+L+0,5(L_r atau R)
e. 1,2D1,0E+L
f. 0,9D(1,0W atau 1,0E)

84. Pemodelan Struktur

Urutan dan tahapan permodelan struktur dimasukkan sesuai dengan gambar rencana dan
parameter-parameter material dan pembebanan dimasukkan sesuai dengan spesifikasi dari
material yang digunakan.Setelah permodelan dan analisa struktur maka tahapan berikutnya
adalah evaluasi pendetailan elemen struktur dari permodelan tersebut
4.1.

Data Masukan Material


Data masukkan material dalam permodelan SAP 2000 adalah data material elemen
struktur beton bertulang. Pendefinisian material tersebut dapat dilihat pada gambar 4.1

Gambar 4.1. Input material pada SAP2000


4.2.

Pendefinisian Elemen Struktur Dinding, dan Plat


Elemen struktur berdasarkan gambar struktur prototype menjadi acuan dalam
pendefinisan elemen tersebut sebagaimana terlihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 . Properti dari Elemen Sruktur Pelat
No.

Properti dari Elemen Sruktur Pelat

Tebal (mm)

1 Plat lantai Dasar

250

2 Dinding GWT

200

3 Plat Penutup GWT

150

Gambar 4.2. Model Struktur GWT

95. Hasil Analisis Struktur


10Dengan Menggunakan program SAP2000 model struktur dianalisis, sehingga didapatkan
tegangan yang terjadi pada model struktur.

11
Gambar 5.1. Hasil Analisis model Struktur
12Dari gambar Kontour tegangan yang didapatkan dari analisis struktur tersebut, kemudaian
dapat dihitung kebutuhan tulangan pada masing masing elemen struktur (plat lantai dasar,
dinding, dan Plat penutup). Hasil Analisis kebutuhan tulangan di tampilkan pada tabel 5.1.
Tabel 5.1. Penulangan Model Struktur
ELEMEN STRUKTUR

TEBAL

Plat Lantai Dasar


Dinding GWT
Plat Penutup

250 mm
200 mm
150 mm

JUMLAH
LAYER
2 LAPIS
2 LAPIS
2 LAPIS

TULANGAN
VERTIKAL
D13 - 150
D13 - 150
D13 - 150

HORIZONTAL
D13 - 150
D13 - 150
D13 - 150

DAFTAR PUSTAKA
Badan Standarisasi Nasional, 2013, Tata Tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah
dan gedung, SNI 03-1727-2013, Jakarta
Badan Standarisasi Nasional, 2012, Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur
Bangunan Gedung, SNI 03-1726-2002, Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional, 2002, Baja Tulangan Beton, SNI 07-2052-2002, Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional, 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan
Gedung , SNI-2847-2002, Jakarta.
CSI, 2006, Automated lateral Loads Manual for SAP2000 and ETABS, Computers and
Structures, Inc., USA.
Gunawan, R., 1987, Tabel Profil Konstruksi Baja, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Satyarno, I., Nawangalam, P., dan Pratomo, R. I., 2012, Analisis SAP2000 Edisi 2, Penerbit
Zamil Publishing, Yogyakart