Anda di halaman 1dari 33

PEMBAHASAN

A. Jenis Dan Macam Obat Yang Menyebabkan Keracuna Dan Overdosis


Mungkin kita sering mendengar berita di Koran, majalah, atau televisi bahwa
sekelompok pekerja di pabrik tiba-tiba muntah dan pusing setelah melahap jatah makan
siang yang disediakan oleh catering. Atau tamu undangan yang tiba-tiba mencret setelah
menyantap hidangan dalam acara pesta pernikahan. Itu bisa jadi dikatakan keracunan bila:
a. Seorang yang sehat mendadak sakit.
b. Gejalanya tak sesuai dengan suatu kadaan patologik tertentu.
c. Gejalanya menjadi cepat karena dosis yang besar.
d. Keracunan kronik diduga bila penggunaan obat dalam waktu yang lama atau
lingkungan pekerjaan yang berhubungan dengan zat-zat kimia.
Zat yang dapat menimbulkan keracunan dapat berbentuk :
a. Padat, misalnya obat-obatan, makanan
b. Gas, misalnya CO
c. Cair, misalnya alcohol, bensin, minyak tanah, zat kimia.
Seseorang dapat mengalami keracunan dengan cara :
1. Tertelan melalui mulut, keracunan makanan, minuman.
2. Terhisap melalui hidung, misalnya keracunan gas CO
3. Terserap melalui kulit/mata, misalnya keracunan zat kimia
Berikut ini adalah Macam-Macam Keracunan yang sering terjadi di masyarakat
1. Keracunan Alkohol
Gejala keracunan alkohol :
a. Kekacauan mental
b. Pupil mata dilatasi (melebar)
c. Sering muntah-muntah
d. Bau alcohol
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan awal :
1) Upayakan muntah bila pasien sadar
2) Pertahankan agar pernapasan baik
3) Bila sadar, beri minum kopi hitam
4) Bawa ke sarana kesehatan
2. Keracunan asetosal/aspirin/naspro
a. Gejala keracunan asetosal/aspirin/naspro :
1) Nafas dan nadi cepat
2) Gelisah
3) Nyeri perut
4) Muntah (sering bercampur darah)
5) Sakit kepala
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama :
a) Upayakan pertolongan dengan membuat nyaman pasien
b) Bila sadar beri minum air atau susu
c) Bawa ke sarana kesehatan

3. Keracunan luminal dan obat tidur sejenisnya


Gejala keracunan luminal dan obat tidur sejenisnya :
a. Refleks berkurang
b. Depresi pernapasan
c. Pupil kecil akhirnya dilatasi (melebar)
d. Shock bisa koma
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan Pertama :
1) Bila penderita sadar, berikan minum hangat serta upayakan agar penderita
muntah
2) Bila penderita tidak sadar, bersihkan saluran pernapasan
3) Penderita dibawa ke sarana kesehatan terdekat
4. Keracunan arsen/racun tikus
Gejala keracunan arsen/racun tikus :
a. Perut dan tenggorokan terasa terbakar
b. Muntah, mulut kering
c. Buang air besar seperti air cucian beras
d. Nafas dan kotoran berbau bawang
e. Kejang sampai syok
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama :
1) Usahakan agar dimuntahkan
2) Beri minum hangat /susu atau larutan norit
3) Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit
5. Keracunan bensin/minyak tanah
Gejala keracunan bensin/minyak tanah :
a. Inhalasi : nyeri kepala, mual,lemah, sesak nafas
b. Ditelan : Muntah,diare, sangat berbahaya jika terjadi aspirasi (terhisap saluran
pernafasan)
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama :
1) Jangan lakukan muntah buatan
2) Beri minum air hangat
3) Segera kirim kepuskesmas/rumah sakit
6. Keracunan makanan laut
Beberapa jenis makanan laut seperti kepiting, rajungan dan ikan lautnya dapat
menyebabkan keracunan dengan gejala-gejala sebagai berikut :
a. Masa laten 1/3 4 jam
b. Rasa panas disekitar mulut
c. Rasa baal pada ekstremitas
d. Lemah
e. Mual, muntah
f. Nyeri perut dan diare
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:
1) Netralisir dengan cairan
2) Upayakan muntah

7. Keracunan jengkol
Keracunan jengkol terjadi karena terbentuknya kristal asam jengkol dalam saluran
kencing. Ada beberapa hal yang diduga mempengaruhi timbulnya keracunan yaitu
jumlah yang dimakan, cara penghidangan dan makanan penyerta lainnya dengan
gejala :
a. Nafas, mulut dan air kemih penderita berbau jengkol
b. Sakit pinggang yang diserta sakit perut
c. Nyeri waktu buang air kecil
d. Buang air kecil disertai darah
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:
1) Minum air putih yang banyak
2) Obat penghilang rasa sakit dapat diberikan untuk menghilangkan rasa sakitnya.
3) Segera kirim ke puskesmas / rumah sakit
8. Keracunan jamur
Gejala alam yang muncul dalam jarakbeberapa menit sampai 2 jam dengan gejala :
a. Sakit perut
b. Muntah
c. Diare
d. Berkeringat banyak
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:
1) Netralisasi dengan cairan
2) Upayakan pasien muntah
3) Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit
9. Keracunan Makanan
Penyebab adalah staphylococcus. Seringkali menyebabkan keracunan dengan masa
laten 2-8 jam dengan gejala :
a. Mual, muntah
b. Diare
c. Nyeri perut
d. Nyeri kepala, demam
e. Dehidrasi
f. Dapat menyerupai disentri
Apa yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama :
1) Muntah buatan
2) Beri minuman yang banyak
3) Segera kirim ke puskesmas/rumah sakit
1. IFO ( Insektisida Fosfat Organik )
Jenis-jenis IFO yaitu :
a. Insektisida untuk dipakai dalam pertanian :
1) Tolly (Malathion) Parathion
2) Basudin Diazinon

b.
c.
d.
e.

3) Phosdrin Systox
Insektisida untuk keperluan rumah tangga
Mafu (DDVP = Dichiorvos) Baygon (DDVP + Propoxur)
Raid (DDVP + Propoxur) Startox (DDVP + Allethrin)
Shelltox (DDVP + Pyrethroid)

2. CO (Karbon Monoksida)
Karbon monoksida di lingkungan dapat terbentuk secara alamiah, tetapi
sumber utamanya adalah dari kegiatan manusia, Korban monoksida yang berasal dari
alam termasuk dari lautan, oksidasi metal di atmosfir, pegunungan, kebakaran hutan
dan badai listrik alam.
Sumber CO buatan antara lain kendaraan bermotor, terutama yang
menggunakan bahan bakar bensin. Berdasarkan estimasi, Jumlah CO dari sumber
buatan diperkirakan mendekati 60 juta Ton per tahun. Separuh dari jumlah ini berasal
dari kendaraan bermotor yang menggunakan bakan bakar bensin dan sepertiganya
berasal dari sumber tidak bergerak seperti pembakaran batubara dan minyak dari
industri dan pembakaran sampah domestik. Didalam laporan WHO (1992) dinyatakan
paling tidak 90% dari CO diudara perkotaan berasal dari emisi kendaraan bermotor.
Selain itu asap rokok juga mengandung CO, sehingga para perokok dapat memajan
dirinya sendiri dari asap rokok yang sedang dihisapnya. Sumber CO dari dalam ruang
(indoor) termasuk dari tungku dapur rumah tangga dan tungku pemanas ruang. Dalam
beberapa penelitian ditemukan kadar CO yang cukup tinggi didalam kendaraan sedan
maupun bus.
Kadar CO diperkotaan cukup bervariasi tergantung dari kepadatan kendaraan
bermotor yang menggunakan bahan bakar bensin dan umumnya ditemukan kadar
maksimum CO yang bersamaan dengan jam-jam sibuk pada pagi dan malam hari.
Selain cuaca, variasi dari kadar CO juga dipengaruhi oleh topografi jalan dan
bangunan disekitarnya. Penggunaan CO dari udara ambien dapat direfleksikan dalam
bentuk kadar karboksi-hemoglobin (HbCO) dalam darah yang terbentuk dengan
sangat pelahan karena butuh waktu 4-12 jam untuk tercapainya keseimbangan antara
kadar CO diudara dan HbCO dalam darah Oleh karena itu kadar CO didalam
lingkungan, cenderung dinyatakan sebagai kadar rata-rata dalam 8 jam pemajanan
Data CO yang dinyatakan dalam rata-rata setiap 8 jam pengukuran sepajang hari
(moving 8 hour average concentration) adalah lebih baik dibandingkan dari data CO
yang dinyatakan dalam rata-rata dari 3 kali pengukuran pada periode waktu 8 jam

yang berbeda dalam sehari. Perhitungan tersebut akan lebih mendekati gambaran dari
respons tubuh manusia tyerhadap keracunan CO dari udara.
Karbon monoksida yang bersumber dari dalam ruang (indoor) terutama
berasal dari alat pemanas ruang yang menggunakan bahan bakar fosil dan tungku
masak. Kadarnya akan lebih tinggi bila ruangan tempat alat tersebut bekerja, tidak
memadai ventilasinya. Namun umumnya penggunaanya yang berasal dari dalam
ruangan kadarnya lebih kecil dibandingkan dari kadar CO hasil asap rokok.
Beberapa Individu juga dapat terpengaruh oleh CO karena lingkungan
kerjanya. Kelompok masyarakat yang paling terpengaruh oleh CO termasuk polisi
lalu lintas atau tukang pakir, pekerja bengkel mobil, petugas industri logam, industri
bahan bakar bensin, industri gas kimia dan pemadam kebakaran.
3. NAPZA
Yang termasuk NAPZA yaitu :
a. NARKOTIKA
: Heroin/Putauw, morfin, kodein, kokain, ganja.
b. PSIKOTROPIKA : Ekstasi, Sabu-sabu, Amfetamin, Diazepam, pil koplo.
c. ZAT ADIKTIF LAIN: Alkohol, Bensin, Lem, Rokok
Macam-Macam Zat Adiktif Paling Berbahaya & Dampaknya
1) Heroin (Putau)
Heroin atau Putau adalah adalah sejenis opioid alkaloid.. Heroin berasal dari
bunga Papaver somniferum (Lihat Gambar Disamping), sejenis bunga di iklim
panas dan kering. Bunga tersebut menghasilkan zat lengket yang menjadi cikal
bakal dari heroin, opium, morfin dan kodein. Heroin adalah zat depresan. Obatobatan depresan tidak langsung membuat Anda merasa tertekan. Zat-zat tersebut
memperlambat pesan dari otak ke tubuh dan sebaliknya. Beberapa nama lain dari
zat tersebut adalah bedak, putih. Rumus Molekul Heroin Adalah C
21

H 23 N O 5.

Apa saja dampak langsung dari heroin?


a) Menghilangkan rasa sakit (analgesik)
b) Kesulitan bernafas.

21

H 23 N O 5 C

c) Sembelit.
d) Merasa nyaman (euforia).
e) Mual dan muntah-muntah.
f) Dalam dosis yang tinggi, akan memperlambat sistem saraf pusat hingga
menyebabkan koma dan kematian.
Apa saja dampak jangka panjang dari heroin?
a) Pembuluh darah pecah.
b) Tetanus.
c) Masalah jantung, dada dan cabang tenggorokan.
d) Menstruasi yang tidak teratur dan ketidaksuburan (pada wanita).
e) Impotensi (pada pria).
f) Sembelit kronis.
g) Tindak kekerasan dan kriminal.
Heroin adalah zat yang mempunyai daya ketergantungan tinggi dan pemakai
biasa hampir dipastikan menjadi ketergantungan. Toleransi pada heroin berarti
seseorang perlu dosis narkoba yang lebih tinggi untuk mencapai efek yang sama
ketika mereka menggunakan zat tersebut dalam skala kecil.
Heroin Tidak Murni. Seperti pembuatan obat-obatan terlarang lainnya, putau
yang dijual di masyarakat sering dicampur dengan bahan berbahaya seperti bedak
talek dan deterjen. Kadang-kadang beberapa obat-obatan seperti amfetamin dan
obat tidur dicampurkan juga. Zat-zat aditif ini dapat mematikan, dan karena
pengguna tidak berhati-hati apakah ia menggunakan heroin murni dengan kadar
5% atau 50% akan mudah bagi orang itu untuk mengalami overdosis dadakan dan
bahkan mati.

Heroin dan Obat-obatan Lain. Heroin dapat menjadi berbahaya ketika


dikombinasikan dengan berbagai obat-obatan lainnya, khususnya obat-obatan
depresan seperti alkohol atau obat-obat penenang lainnya. Depresan memperlambat
sirkulasi tubuh dan kombinasi obat-obatan tersebut dapat meningkatkan efeknya.
Jika sirkulasi tubuh terlalu banyak yang melambat, resikonya bisa berupa keadaan
koma atau bahkan kematian.
Mengemudi. Heroin memengaruhi keterampilan motorik dan koordinasi
tubuh, penglihatan dan kemampuan untuk mengambil keputusan tentang jarak dan
kecepatan. Hal ini yang menyebabkan mengemudi atau menumpang bersama
seseorang yang dimabuk heroin sangat berbahaya.
AIDS dan Hepatitis. Heroin biasanya disuntikkan, dan berbagi peralatan
suntik alat hisap, sendok, kain katun penyeka, turniket sangat meningkatkan
peluang komplikasi infeksi seperti keracunan darah, Hepatitis B dan C sekaligus
HIV/AIDS. Baik Hepatitis C dan AIDS tidak dapat disembuhkan dan akhirnya
menyebabkan kematian.
Hukum dan Narkoba. Memiliki, menggunakan atau menjual amfetamin di
Indonesia adalah melanggar hukum dan akan terkena denda yang besar dan atau
hukuman berat. Siapa saja yang dituduh dengan tuduhan narkoba akan
mendapatkan catatan kriminal. Hal ini dapat membawa masalah lain dalam
kehidupan: dari mencari pekerjaan atau membuat visa untuk perjalanan, sampai
kesempatan pendidikan baik dalam negeri maupun luar negeri.
2) Kokain
Kokain (benzoylmethylecgonine) adalah kristalin tropane alkaloid yang
diperoleh dari daun koka nama latinya adalah Erythroxylum coca (lihat gambar
disamping). Daun koka atau Erythroxylon coca adalah jenis pokok Erythroloxylon
yang terdapat di Peru, Bolivia dan Colombia di Pergunungan Andes, Amerika
Serikat.

Bahan

ini

kebanyakannya

digunakan

di

Amerika

Rumus Molekul Untuk Kokain Adalah :C 17 H 21 N O 4 C 17 H 21 N O 4

Serikat.

Efek Samping :
a) Darah tinggi
b) Bola mata menjadi kecil
c) Hilang nafsu makan / kurus
d) Detak jantung jadi cepat
e) Terbius sesaat
f) Bercakap berlebih-lebihan.

Dengan

dosis

yang

tinggi

menyebabkan

percakapan tidak difahami oleh orang lain kerana tidak munasabah. Rasa puas
hati yang diperoleh dengan dosis rendah bertukar kepada rasa bimbang dan
rasa gelisah dengan dosis tinggi.
g) Rasa cergas yang diperoleh dengan dos rendah menimbulkan kekeliruan
h)
i)
j)
k)
l)
m)

dengan dos tinggi


Tidak dapat tidur
Tidak menghiraukan kesihatan dan kebersihan diri
Halusinasi dan paranoia
Desakan untuk melakukan kerja yang berulang-ulang
Pergantungan fizikal dan psikologi serta meningkatkan daya tahan
Psikosis kokain seperti psikosis amfetamin

3) Barbiturates

Barbiturat disebut juga asam barbiturate. Barbiturat digunakan secara medis


untuk menenangkan orang dan sebagai obat tidur. Barbiturat merupakan obat yang
dibeli dengan resep. Barbiturat mempengaruhi sistim syaraf pusat, menyebabkan
perasaan lembab, dan tergantung pada dosisnya, efeknya dapat bertahan antara
tiga hingga enam jam. Barbiturat dapat menyebabkan orang jadi sembrono,
merasa bahagia dan kebingungan mental ketidakbahagiaan juga dapat
diakibatkan oleh barbiturat. Dosis yang tinggi dapat menyebabkan pingsan,
masalah pernapasan dan kematian. Kematian akibat overdosis merupakan bahaya
yang sangat nyata, karena dosis yang berbahaya takarannya sangat dekat dengan
dosis normal yang aman. Kemungkinan overdosis lebih meningkat lagi bila
barbiturat dikonsumsi bersamaan dengan alkohol. Risiko penggunaan barbiturat
juga meningkat bila obat tersebut disuntikkan.
Tubuh dapat dengan cepat menjadi toleran terhadap barbiturate, yang
mengakibatkan ketergantungan fisik dan mental. Sakaw dapat menunjukkan gejala
mudah marah, tidak bisa tidur, sakit-sakitan, tidak bisa diam, kejang-kejang, dan

halusinasi. Pengguna berat barbiturat lebih rentan terhadap masalah dada dan
hipotermia.
4) Alkohol
Alkohol sering dipakai untuk menyebut etanol, yang juga disebut grain
alcohol; dan kadang untuk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini
disebabkan karena memang etanol yang digunakan sebagai bahan dasar pada
minuman tersebut, bukan metanol, atau grup alkohol lainnya. Begitu juga dengan
alkohol yang digunakan dalam dunia famasi. Alkohol yang dimaksudkan adalah
etanol. Sebenarnya alkohol dalam ilmu kimia memiliki pengertian yang lebih luas
lagi. Alkohol juga bisa sebagai pengawet hewan. Dalam kimia, alkohol (atau
alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki
gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada
atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.
Alkohol adalah zat pengalih suasana hati. Zat tersebut ,merupakan sebuah
depresan yang mengurangi aktivitas otak dan sistem saraf. Minuman beralkohol
mengandung zat etanol dan mempunyai warna dan rasa yang berbeda-beda,
tergantung bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatannya. Alkohol tersaji dalam
banyak variasi termasuk bir, anggur, brandy, arak, whisky, dan lain-lain. Dampak
dari alkohol pada penggunanya beragam pada setiap orang, dan tergantung pada:
a) Seberapa banyak dan seberapa cepat alkohol yang dikonsumsi.
b) Berat dan ukuran tubuh.
c) Kondisi kesehatan khususnya seberapa baik kerja hati pada tubuh.
d) Ketika alkohol dikonsumsi pada perut yang kenyang atau kosong.
e) Usia dan jenis kelamin Anak muda dan wanita biasanya lebih banyak
terpengaruh oleh alkohol.
f) Apakah alkohol dikonsumsi bersama dengan obat-obatan lain atau tidak.
Apa saja dampak langsungnya?
1. Badan terasa santai.
2. Kehilangan pengendalian diri.
3. Pergerakan badan yang tidak terkendali.

4.
5.
6.
7.

Pandangan kabur.
Bicara tidak jelas.
Mual dan muntah-muntah.
Kehilangan kesadaran.

Apa saja dampak jangka panjangnya?


1. Perut terasa terbakar.
2. Kerusakan hati.
3. Kerusakan otak.
4. Kehilangan daya ingat.
5. Kebingungan.
6. Ketidakstabilan jantung dan darah.
7. Depresi.
8. Masalah sosial (kecanduan alkohol, kriminalitas, masalah keluarga, dsb).
Siapapun yang meminum alkohol dengan jumlah banyak secara rutin, dalam
jangka waktu tertentu, akan mengalami masalah fisik, emosional atau sosial.
Efek berbahaya lainnya
Ketergantungan. Alkohol dapat menjadi segala-galanya bagi kegiatan, emosi,
dan pemikiran seseorang. Ketika pecandu alkohol ingin berhenti minum, ia akan
sulit sekali berhenti dan merasa sangat membutuhkan alkohol secara psikologis
maupun secara fisik. Hal ini tidak hanya mempengaruhi orang yang
ketergantungan tersebut tapi juga semua orang di sekitarnya; khususnya keluarga
dekatnya.
Mengemudi

dan

Kecelakaan.

Karena

pengaruh

alkohol

terhadap

pengambilan keputusan, konsentrasi, pengelihatan dan koordinasi, maka tak


heran jika mabuk menjadi penyebab umum terjadinya kecelakaan, khususnya
kecelakaan mobil, dan kecelakaan karena tenggelam. Orang-orang yang telah

mengkonsumsi alkohol walaupun hanya sedikit, tidak seharusnya diperkenankan


mengemudi, mengoperasikan mesin atau berpartisipasi dalam kegiatan yang
secara potensial berbahaya.
Kehamilan. Minum alkohol secara rutin dalam berbagai kuantitas selama
kehamilan, dapat merusak kesehatan ibu maupun anaknya selama dalam
kandungan. Kecanduan berat dapat memicu keguguran atau sindrom alkohol
janin, yang akan berakibat pada pertumbuhan janin yang lambat sebelum atau
sesudah kelahiran, sekaligus kecacatan mental.
Mencampur obat-obatan. Sangatlah berbahaya mencampur minuman
alkohol dengan obat-obatan lainnya karena ini meningkatkan efek dan
mengembangkan kemungkinan akan hal-hal yang tidak diinginkan dan efek yang
negatif termasuk kerusakan serius secara permanen. Kebanyakan kematian yang
disebabkan oleh alkohol, selain kecelakaan, disebabkan karena mengkonsumsi
minuman beralkohol berserta obat-obatan lainnya.
Apa yang harus kita lakukan jika seseorang mabuk?
1) Jangan biarkan orang itu mengemudikan kendaraan.
2) Beri dia air sebanyak-banyaknya.
3) Ajak dia makan.
4) Jangan tinggalkan dia sendirian.
5) Hindarkan dia dari tempat yang berbahaya, contohnya jalan, jembatan, tempat
yang banyak airnya, balkon-balkon, dan lain-lain.
Jika seseorang pingsan karena mabuk:
1. Periksa sistem pernafasannya.
2. Bersihkan saluran pernafasan.

3. Baringkan orang itu dengan posisi miring, jika mereka telentang mereka akan
tersedak ketika mereka merasa mual.

Dampak-dampak yang lebih serius yang mungkin membutuhkan penanganan


medis:
1. Tidak sadar atau setengah sadar.
2. Pernafasan yang lambat.
3. Demam, pucat atau kulit memerah.
5) Ganja

Ganja (Cannabis sativa) adalah obat depresan terbuat dari daun tanaman
cannabis. THC (Delta 9 tetrahidrokanibinol) adalah salah satu dari 400 zat kimia
yang ditemukan di dalam ganja dan yang menyebabkan efek perubahan suasana
hati. Sebagai obat depresan, ganja memengaruhi sistem saraf dengan
memperlambat aktivitas otak.
Ganja hadir dalam berbagai bentuk. Ganja adalah tembakau hijau-seperti
campuran daun. Hasis dan minyak hasis adalah bentuk yang lebih kuat dampaknya
dari ganja. Hasis adalah hasil lelehan dari tanaman yang dijual dalam bentuk
minyak atau blok kecil hasil pemadatan. Ganja mempunyai beberapa nama
populer seperti dele, daun, cimeng, Pot, Weed, dan lain-lain.
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika
Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas.
Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan
terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara
berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva
menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan

dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan


meminum Bhang.
Apa saja dampak langsung dari ganja?
Ganja memengaruhi penggunanya dengan cara yang berbeda. Beberapa orang
mengalami reaksi lebih kuat dari yang lain. Reaksi paling umum yang ditimbulkan
oleh ganja adalah kejang-kejang dan mabuk. Ada beberapa efek lain seperti:
1. Paranoia.
2. Muntah-muntah.
3. Kehilangan koordinasi.
4. Kebingungan.
5. Meningkatkan nafsu makan.
6. Mata merah.
7. Halusinasi.
Apa saja dampak jangka panjang dari ganja?
Penelitian telah menunjukkan bahwa ada beberapa dampak yang lebih serius
jika ganja dikonsumsi secara rutin. Beberapa efek diantaranya adalah:
1. Beresiko tinggi terhadap bronkitis, kanker paru-paru dan gangguan pernafasan
(ganja berdampak dua kali lebih berat daripada tar dari rokok).
2. Kehilangan minat untuk melakukan aktivitas, kehilangan tenaga, kebosanan.
3. Mengganggu daya ingat jangka pendek, pemikiran logis dan koordinasi.
4. Mengganggu gairah seksual.
5. Mengurangi jumlah sperma/periode menstruasi yang tidak teratur.
6. Perilaku gangguan mental hebat.

7. Merusak sistem kekebalan tubuh.


Ketagihan. Ganja dapat membuat Anda mengalami ketergantungan secara
psikologis dan dapat menyebabkan ketagihan, dan membuat para penggunanya
membutuhkan dosis yang lebih kuat daripada biasanya.
Mengemudi. Ganja mempengaruhi keterampilan motorik dan koordinasi
tubuh, penglihatan dan kemampuan untuk mengambil keputusan tentang jarak
dan kecepatan. Hal ini yang menyebabkan mengemudi atau menumpang bersama
seseorang yang dimabuk ganja sangat berbahaya.
Daya Ingat dan Pembelajaran. Ganja mempengaruhi daya ingat. Ketika
THC masuk ke dalam tubuh, seseorang akan sulit berpikir logis. Ganja akan
membuat kesulitan belajar walaupun hanya tugas yang sederhana, jadi seseorang
akan bekerja dan belajar dengan buruk.
a. Ekstasi (Metilendioksimetamfetamin)

MDMA atau ekstasi, begitu orang mengenalnya, struktur kimia dan


efeknya sejenis dengan amfetamin dan bersifat halusinogen. Ekstasi biasanya
hadir dalam dalam bentuk tablet berbagai warna dengan desain yang berbeda.
Ekstasi juga dapat berupa bubuk atau kapsul. Seperti narkoba lainnya, tidak
ada pengawasan terhadap kekuatan dan kebersihan dari zat tersebut. Tidak ada
jaminan bahwa sebuah pil ekstasi mengandung MDMA secara keseluruhan,
karena zat-zat tersebut sering dicampur dengan zat-zat berbahaya lainnya.
Nama lain: Inex, XTC, Dolphin, Black Heart, Gober, Circle K, dan
lain-lain.
Apa saja dampak langsung dari ekstasi?
1. Perasaan senang berlebihan.
2. Perasaan nyaman.

3. Mual-mual.
4. Berkeringat dan dehidrasi.
5. Meningkatkan kedekatan dengan orang lain.
6. Percaya diri dan kurang mampu mengendalikan diri.
7. Suka menggertakkan dan menggesek gigi.
8. Paranoia, kebingungan.
9. Meningkatnya denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah.
10. Pusing, pingsan atau suka bercanda yang tidak lucu.
Apa saja dampak jangka panjang dari ekstasi?
Hanya sedikit yang mengetahui tentang dampak jangka panjang dari ekstasi,
tetapi resiko kerusakan psikologi dan mental sangat tinggi.
Hal-hal di bawah ini adalah hal yang kami ketahui:
1. Ekstasi merusak otak dan mengganggu daya ingat.
2. Ektasi membahayakan otak yang berfungsi untuk pembelajaran dan berpikir
cepat.
3. Ada bukti-bukti bahwa ekstasi dapat menyebabkan kerusakan jantung dan hati.
4. Pengguna rutin telah melaporkan bahwa diri mereka mengalami depresi
ekstrim dan beberapa kasus gangguan mental.
6) Tembakau

Tembakau berasal dari tumbuhan yang bernama nicotiana tabacum.


Walaupun orang-orang percaya bahwa rokok meregangkan saraf-saraf, namun
secara ilmiah terbukti bahwa merokok melepaskan zat epinefrin, yaitu hormon
yang menghasilkan stres psikis pada perokok, daripada peregangan. Ketika
rokok dihisap, nikotin diserap oleh paru-paru dan secara cepat berpindah ke
aliran darah, di mana zat tersebut disirkulasikan ke otak.
Nikotin bekerja secara langsung pada jantung untuk mengubah denyut
jantung dan tekanan darah, sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi,
serangan jantung, penyakit pembuluh darah lainnya, dan pembengkakan
pembuluh darah. Zat tersebut juga bekerja pada saraf yang mengendalikan
pernafasan untuk mengubah pola pernafasan. Dalam konsentrasi tinggi, nikotin
sangat mematikan; kenyataannya setetes pemurnian nikotin di lidah akan
membunuh orang tersebut. Zat itu begitu mematikan sehingga zat tersebut telah
digunakan sebagai pestisida selama berabad-abad.
Kecanduan rokok adalah sepertiga penyebab dari semua penyakit kanker,
dan kanker yang paling banyak disebabkan oleh rokok adalah kanker paru-paru.
Tingkat keseluruhan kematian yang disebabkan oleh kanker diderita oleh
perokok, dua kali lebih banyak daripada non-perokok. Seperlima dari kematian
yang disebabkan oleh serangan jantung, diakibatkan karena merokok. Perokok
pasif atau perokok sekunder juga meningkatkan resiko banyak penyakit sejenis.
Rokok juga dapat berperan sebagai pintu masuk utama dari bentuk lain
kecanduan narkoba. Sepertiga dari populasi kaum muda yang bereksperimen,
akhirnya menjadi kecanduan rokok ketika mereka berusia 20 tahun. Perokok
remaja memiliki kecenderungan 100 kali untuk menghisap ganja dan
menggunakan obat-obatan terlarang lainnya, seperti kokain dan heroin di masa
depan.
Merokok sangat berbahaya terutama bagi para remaja karena tubuh
mereka masih dalam tahap perkembangan dan perubahan, serta zat tersebut
dapat berpengaruh negatif pada proses ini. Tembakau adalah zat berbahaya. Zat
ini membuat kecanduan, merusak kesehatan dan menyebabkan pengurangan
tenaga dan penyakit yang mengubah kehidupan yang mematikan. Tembakau
dikemas dan dijual seperti rokok.
Apa saja yang terkandung dalam sebatang rokok?

Sebatang rokok mengandung:


a. Nikotin
Nikotin adalah zat racun. Menelan dua dari tiga tetes nikotin murni dapat
membunuh seseorang. Zat tersebut bekerja sebagai stimulan peningkat
kecepatan

aktivitas

otak.

Nikotin

dikategorikan

mempunyai

efek

ketergantungan yang lebih tinggi dari heroin, dan semakin muda seseorang
mulai merokok, semakin sulit bagi mereka untuk berhenti.
b. Tar
Tar adalah zat penyebab utama yang menyebabkan kanker pada perokok. Zat
tersebut juga memperburuk penyakit batang tenggorok dan sistem
pernafasan.
c. Karbon monoksida
Karbon monoksida adalah gas yang sangat beracun. Gas ini ditemukan pada
asap pembuangan mobil dan asap dari api. Merokok dapat membuat
konsentrasi yang lebih besar dari gas karbon monoksida di paru-paru
daripada menghirup udara berpolusi.
d. Zat kimia lainnya
Dengan jumlah lebih dari 4000 zat lainnya dapat ditemukan pada asap rokok.
Beberapa zat tersebut beracun dan 43 diantaranya dikenal sebagai penyebab
kanker. Beberapa dari zat-zat tersebut adalah aceton, amonia dan hidrogen
sianida.
Apa saja dampak langsung dari merokok?
1. Meningkatkan denyut jantung.
2. Pernafasan yang buruk.
3. Pakaian berbau.
4. Mengurangi daya tahan kebugaran dan olah raga.
5. Memperlemah indera pengecap dan penciuman.
Apa saja dampak jangka panjang dari merokok?
1. Gigi menjadi kuning.

2. Beresiko tinggi mengidap penyakit bronkitis dan pernafasan.


3. Beresiko tinggi mengidap kanker paru-paru.
4. Jerawat dan masalah kulit, kulit berkerut dan kering.
5. Kecanduan nikotin.
6. Mempengaruhi kesuburan wanita.
7. Impotensi.
Bahaya dan Pengaruh Lainnya Toleransi dan Kecanduan Seumur Hidup
Toleransi pada nikotin berarti bahwa seseorang membutuhkan kuantitas
yang lebih besar untuk mendapatkan efek yang sama. Kecanduan pada rokok
sangat sulit untuk dikalahkan dan semakin banyak seseorang merokok, maka dia
akan semakin menderita juga. Semakin muda seseorang mulai merokok, juga
membuatnya semakin sulit menghentikan.
Obat-obatan Yang Lain
Tembakau, seperti halnya ganja dikategorikan sebagai pintu masuk
narkoba, karena orang-orang yang merokok mempunyai kecenderungan yang
tinggi untuk mencoba zat-zat terlarang.
Merokok Pasif.
Merokok pasif adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan
efek-efek asap rokok pada orang yang tidak merokok tapi menghabiskan waktu
mereka bersama perokok. Perokok pasif terbuka untuk menghirup jumlah zat
beracun lebih banyak dibanding perokok itu sendiri. Merokok pasif adalah
penyebab signifikan dari kanker paru-paru, serangan asma dan penyakitpenyakit pernafasan. Orang yang tidak merokok yang tinggal bersama seorang
perokok mempunyai peluang yang lebih besar mengembangkan penyakit
pernafasan daripada orang-orang yang tinggal di daerah bebas rokok.

Bayi tak terlahirkan


Fase pembukaan pada tahap pra kelahiran pada seoarang pecandu rokok
akan mengurangi fungsi pernafasan pada saat kelahiran dan ukuran saluran
pernafasan.
Anak-anak
Bronchitis, pneumonia and other respiratory diseases occur twice as often
in children of parents who smoke than in Children of non-smokers.
7) Buprenorfin Buprenorfin (nama merek: Subutex)
Merupakan opiat (narkotik) sintetis yang kuat seperti heroin (putaw),
tetapi tidak menimbulkan efek sedatif yang kuat. Seperti metadon (lihat
Lembaran Informasi 670), buprenorfin biasanya dipakai dalam program
pengalihan narkoba, yaitu program yang mengganti heroin yang dipakai oleh
pecandu dengan obat lain yang lebih aman.
Buprenorfin bukan penyembuh untuk ketergantungan opiat: selama
memakai buprenorfin, penggunanya tetap tergantung pada opiat secara fisik.
Tetapi buprenorfin menawarkan kesempatan pada penggunanya untuk
mengubah hidupnya menjadi lebih stabil dan mengurangi risiko terkait dengan
penggunaan narkoba suntikan, dan juga mengurangi kejahatan yang sering
terkait dengan kecanduan. Dan karena diminum, penggunaan metadon
mengurangi penggunaan jarum suntik bergantian.
Program buprenorfin sering mempunyai dua tujuan pilihan. Tujuan
pertama adalah untuk membantu pengguna berhenti memakai heroin
(detoksifikasi), diganti dengan takaran buprenorfin yang dikurangi tahap-demitahap selama jangka waktu tertentu. Tujuan kedua adalah untuk menyediakan
terapi rumatan, yang memberikan buprenorfin pada pengguna secara terusmenerus dengan dosis yang disesuaikan agar pengguna tidak mengalami gejala
putus zat (sakaw).

Ada risiko pengguna narkoba suntikan (penasun) akan menyalahgunakan


buprenorfin dengan mengurus tablet, melarutkannya dengan air, lalu memakai
larutan dengan cara suntikan. Hal ini menimbulkan dua masalah: pertama,
buprenorfin tidak larut dalam air, sehingga cairan mengandung gumpalan obat,
yang dapat memampatkan pembuluh darah, dengan risiko terjadi emboli
(penyumbatan), yang dapat mematikan. Kedua, perilaku suntikan terus berisiko
menyebarkan infeksi.
Oleh karena itu, versi buprenorfin yang tersedia di Indonesia
dikombinasikan dengan nalokson, obat yang dipakai untuk mengobati overdosis
opiat. Versi ini dikenal sebagai Suboxone. Nalokson hanya bekerja bila
disuntikkan pada pembuluh darah, jadi bila dipakai melalui mulut, tidak ada
dampak. Tetapi bila Suboxone disuntik, nalokson langsung melawan dengan
buprenorfin, sehingga tidak ada efek sama sekali dari buprenorfin. Oleh karena
itu,

pengguna

dihindari

memakainya

dengan

cara

suntikan.

Bagaimana Buprenorfin Dipakai?


Buprenorfin biasanya diberikan pada klien program dalam bentuk pil yang
tidak ditelan, tetapi ditaruh di bawah lidah sampai larut. Proses ini
membutuhkan 2-10 menit. Buprenorfin tidak bekerja bila dikunyah atau ditelan.
Jangan menyuntik tablet buprenorfin yang dibuat puyer dan dilarutkan dengan
air. Buprenorfin seharusnya dipakai di bawah pengawasan di klinik setiap hari.
Setiap klien membutuhkan takaran yang berbeda, karena adanya perbedaan
metabolisme, berat badan dan toleransi terhadap opiat.
Beberapa waktu dibutuhkan untuk menentukan takaran buprenorfin yang
tepat untuk setiap klien. Awalnya, klien harus diamati setiap hari dan reaksi
terhadap dosisnya dinilai. Jika klien menunjukkan tanda atau gejala putus zat,
takaran harus ditingkatkan. Umumnya program mulai dengan takaran 2-4mg
buprenorfin dan kemudian ditingkatkan 2-4 mg per hari. Biasanya klien
bertahan dalam terapi dan mampu menghentikan penggunaan heroin dengan
takaran buprenorfin 12-24mg/hari, dengan maksimum 32mg/hari.
Buprenorfin dapat menyebabkan gejala putus zat bila dipakai segera
setelah opiat (heroin, morfin atau metadon).

Buprenorfin mempunyai yang disebut sebagai efek plafon. Setelah


takaran buprenorfin tertentu dipakai, takaran yang lebih tidak menimbulkan efek
yang lebih tinggi. Oleh karena ini, overdosis buprenorfin jarang terjadi, jadi
dianggap lebih aman daripada metadon.
Karena buprenorfin bertahan lebih lama dalam darah dibandingkan
metadon, untuk klien tertentu dosis buprenorfin dapat diberikan setiap tiga hari.
Buprenorfin sebaiknya tidak dipakai oleh perempuan hamil atau mungkin
menjadi hamil. Buprenorfin juga dapat mengarah pada air susu ibu (ASI), dan
memberi dampak buruk pada bayi yang disusui. Oleh karena itu, ibu yang
menyusui sebaiknya tidak memakai buprenorfin.

Apa Efek Samping Buprenorfin?


Efek samping buprenorfin pada awalnya serupa dengan opiat lain,
termasuk sakit kepala, mual, muntah dan sembelit. Namun klien yang dialihkan
dari heroin ke buprenorfin jarang mengalami efek samping. Sebelum mulai
memakai buprenorfin, berhenti memakai heroin atau metadon untuk beberapa
waktu sehingga gejala putus zat timbul, sedikitnya delapan jam untuk heroin
dan 24 jam untuk metadon. Bila mulai lebih cepat, dosis pertama buprenorfin
akan langsung membuat sakaw.
Apakah Buprenorfin Berinteraksi dengan Obat Lain?
Beberapa obat dapat mempengaruhi tingkat buprenorfin dalam darah bila
dipakai bersamaan, dan sebaiknya klien dipantau untuk gejala sakaw atau sedasi
setelah mulai atau mengganti penggunaan obat apa pun. Saat ini hanya ada sedikit
data mengenai interaksi antara buprenorfin dan obat lain, suplemen, jamu atau
narkoba lain.
Tampaknya tidak ada dampak besar dari obat antiretroviral (ARV), selain
atazanavir dan mungkin saquinavir. Atazanavir dapat meningkatkan tingkat
buprenorfin dalam darah, sehingga takaran buprenorfin harus diturunkan bila
dipakai dengan atazanavir, dan mungkin juga dengan saquinavir.
Nevirapine dan efavirenz dapat mengurangi tingkat buprenorfin dalam
darah, dan walau kemungkinan besar perubahan takaran buprenorfin tidak

dibutuhkan, klien buprenorfin yang mulai ARV ini sebaiknya dipantau untuk
beberapa minggu.
Tampaknya tidak ada interaksi yang bermakna dengan ARV lain. Tidak ada
interaksi dengan buprenorfin yang mempengaruhi tingkat ARV dalam darah.
Bila buprenorfin dipakai bersama dengan flukonazol, fenobarbital, fenitoin
atau rifampisin, kemungkinan tidak dibutuhkan penyesuaian dosis buprenorfin
atau obat yang bersangkutan.
Penggunaan buprenorfin bersama dengan jenis benzodiazepin (mis.
diazepam) dapat menjadi berbahaya.

8) Methadone/Opiat

Metadon adalah salah satu dari sejumlah opiat sintetik (juga disebut opioid)
yang dibuat untuk penggunaan medis dan memiliki efek mirip heroin.
Methadone and Subutex (Buprenorphine) are used as opiate substitutes for
heroin in the treatment of heroin addiction. Metadon dan Subutex (buprenorfin)
digunakan sebagai pengganti candu heroin dalam pengobatan ketergantungan
heroin.
Opiat adalah obat penenang yang menekan sistem saraf. Mereka
memperlambat fungsi tubuh dan mengurangi rasa sakit fisik dan psikologis.
Efek ini biasanya untuk memberikan rasa kehangatan, relaksasi dan detasemen.
Methadone dapat membantu meringankan perasaan cemas. Lihat juga efek
heroin.
Risiko :
a. Beberapa orang yang sakit pertama kalinya mereka mengambilnya dan
mereka dapat menjadi sembelit.

b. Dengan dosis tinggi, pengguna merasa sangat mengantuk tetapi tidak dapat
tidur.
c. Dosis Terlalu banyak dan pengguna dapat jatuh ke dalam keadaan koma atau
berhenti bernapas sama sekali.
d. Opiat yang mungkin meningkatkan risiko keguguran
e. Opiat yang mungkin meningkatkan risiko bayi lahir dengan tubuh kecil
f. Penghentikan penggunaan opiat Secara tiba-tiba dapat menyebabkan bayi
prematur dan keguguran.

B. Definisi
Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh
manusia yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya dan pada
keadaan kelebihan dosis disebut overdosis karena tubuh menerima obat melebihi
kapasitasnya.
C. Manifestasi Klinis
Secara umum keracunan yang berdampak pada overdosis memiliki manifestasi
kinis sebagai berikut :
1. Tidak merespon pada sentuhan atau suara.
2. Tidak bernafas ( 3-5 menit tidak bernafas cukukp untuk menyebabkan kerusakan
otak).
3. Bernafas, namun sangat lambat. Pernafasan yang normal kurang lebih 15 kali dalam
semenit seorang yang mengalami OD bernafas kira- kira 2-4 kali dalam semenit, yang
mana pernafasan ini hanya cukup membuat jantungnya tetap berdenyut. Kerusakan
otak yang permanen biasa terjadi karena kurangnya oksigen di otak.
4. Adanya suara- suara mengorok atau mendengkur yang berasal dari tenggorokkan
yang menandakan bawha seorang itu mengalami kesulitan dalam melakukan
pernafasan yang benar. Pastikan korban baik- baik saja. Jangan tinggalkan orang
tersebut, karena banyak orang yang tinggal dalam keadaan sperti itu tidak pernah
bangun lagi.
5. Otot memanjang.

6. Suhu tubuh menurun.


7. Kuku, bibir menjadi kebiru- biruan.
Berikut manifestasi klinis keracunan secara spesifikasi pada beberapa zat tertentu :
1. CO ( Karbonmonoksida )
sakit kepala, mual, muntah, lelah, lesi pada kulit, berkeringat banyak, pyrexia,
pernapasan meningkat, mental dullness dan konfusion, gangguan penglihatan,
konvulsi, hipotensi, myocardinal, dan ischamea.
2. IFO ( Insektisida Fosfat Organik )
Yang paling menonjol adalah hiperaktivitas

kelenjar-kelenjar

ludah/air

mata/keringat/urine/saluran pencernaan makanan (disngkat dengan SLUD = Salivasi,


Lakrimasi, Urinasi dan diare), kelainan visus dan kesukaran bernapas.
a. Keracunan ringan
1) Anoriksia - Nyeri kepala - Rasa lemah
2) Rasa takut - Tremor lidah - Tremor kelopak mata
3) Pupil miosis
b. Keracunan sedang
1) Nausea - Muntah-muntah - Kejang/keram perut.
2) Hipersalivasi - Hiperhidrosis - Fasikulasi otot
3) Bradikardi
c. Keracunan berat
1) Diare - Pupil pin-Point - Reaksi cahaya (-)
2) Sesak napas - Sianosos - Edema paru
3) Inkonteinensia urine - Inkotinensia feses Konvulsi
4) Koma - Blokade jantung - Akhirnya meninggal
3. Penyalahgunaan Napza :
Perubahan Fisik
a. Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis
( acuh tak acuh ), mengantuk, agresif.
b. Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi
lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal.
c. Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare,
rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun.
d. Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap
kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
Perubahan sikap dan prilaku

a. Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos,


pemalas, kurang bertanggung jawab.
b. Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau
tempat kerja.
c. Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin.
d. Sering mengurung diri, berlama lama di kamar mandi, menghidar bertemu
dengan anggota keluarga yang lain.
e. Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota
keluarga yang lain.
f. Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas
penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau
keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi.
g. Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan
pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.
Efek Pengguna Narkoba
a. Euforia
b. Energi berlebihan
c. Meningkatkan kemampuan kerja & interaksi sosial
Efek Klinik
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Euforia
Perubahan suasana hati
Ngantuk
Melayang
Mual
Obstipasi
Depresi respirasi
Tekanan reflek batuk
Tekanan kerja jantung

Efek Putus Obat


a.
b.
c.
d.

Craving = Sugesti = Rindu = selama hidup


Gelisah = Mudah tersinggung
Peningkatan kepekaan terhadap nyeri
Mual-mual

e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

Nyeri otot
Disforia, cemas
Keringat >>>
Pilo erektil, bulu roma berdiri
Nadi >>, tansi meningkat
Kejang otot
Diare, insomnia
Demam
Jalur kenikmatan

D. PENATALAKSANAAN (IFO, CO, NAPZA)


Perawatan pasien intoksikasi adalah suatu bentuk pelayanan perawatan yang
komprehensif pada pasien yang intoksikasi dengan menggunakan proses perawatan yang
bertujuan mempertahankan vitalitas kehidupan pasien serta mencegah penyerapan racun
dengan cara menghambat absorbsi dan menghilangkan racun dalam tubuh.
1. Prinsip penatalaksanaan keracunan
Mungkin jika kita harus menghapalkan langkah-langkah yang harus dilakukan
seperti tertera di atas, barangkali akan sulit, tapi prinsip utama penatalaksanaan
keracunan adalah: Mencegah /menghentikan penyerapan racun.
a. Bila Racun ditelan, prinsipnya hanya dua:
1) Encerkan racun yang ada dalam

lambung,

sekaligus

menghalangi

penyerapannya dengan cara memberikan cairan dalam jumlah banyak. Cairan


yang dipakai adalah air biasa atau susu. Pengenceran dengan susu tidak boleh
dilakukan pada penderita yang menelan kamper.
2) Upayakan pasien muntah (emesis), efektif bila dilakukan dalam 4 jam setelah
racun ditelan. Dapat dilakukan dengan cara mekanik yaitu dengan merangsang
dinding faring dengan jari atau suruh penderita untuk berbaring tengkurap,
dengan kepala lebih rendah dari pada bagian dada. Emesis tidak boleh dilakukan
pada keracunan zat korosif, keracunan zat kerosene, serta pada penderita tidak
sadar. Tindakan tersebut tidak boleh dilakukan pada pasien yang tidak sadar.
Segera bawa ke Rumah Sakit.
b. Bila racun melalui kulit/mata
1) Pakaian yang terkontaminasi dilepas
2) Cuci/bilas bagian yang terkena dengan air
3) Perhatikan jangan sampai penolong ikut terkena.
c. Segera bawa ke Rumah Sakit
pengobatan biasanya hanya penanganan simptomatiknya saja.
2. Penatalaksanaan NAPZA

Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Napza


Upaya pencegahan meliputi 3 hal :
a. Pencegahan primer
Mengenali resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan
intervensi. Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali yang mempunyai resiko
tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap
mereka agar tidak menggunakan NAPZA.Upaya pencegahan ini dilakukan sejak
anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak
dapat diatasi dengan baik.
b. Pencegahan Sekunder
Mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.
c. Pencegahan Tersier
Merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.
Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan
NAPZA :
a. Mengasuh anak dengan baik.
1) penuh kasih sayang
2) penanaman disiplin yang baik
3) ajarkan membedakan yang baik dan buruk
4) mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
5) mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai
prestasi tertentu.

b. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat. Hal ini membuat anak rindu untuk
pulang ke rumah.
c. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
d. Orang tua menjadi contoh yang baik. Orang tua yang merokok akan menjadi
contoh yang tidak baik bagi anak.
e. Kembangkan komunikasi yang baik Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan
jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.
f. Memperkuat kehidupan beragama. Yang diutamakan bukan hanya ritual
keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari hari.
g. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi
dengan anak
Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan
NAPZA :
a. Upaya terhadap siswa :
1) Memberikan

pendidikan

kepada

siswa

tentang

bahaya

dan

akibat

penyalahgunaan NAPZA.
2) Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan
penyalahgunaan NAPZA di sekolah.
3) Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang
positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok.
4) Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ).
5) Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah
menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya.
6) Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari hari.

b. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah :


1) Razia dengan cara sidak
2) Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
3) Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
4) Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
5) Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang
sekolah.

c. Upaya untuk membina lingkungan sekolah :


1) Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina
huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik.
2) Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah
3) Sikap keteladanan guru amat penting
4) Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.
Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan
NAPZA:
a. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga
masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.
b. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan
NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.
c. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.
d. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan
dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.

Pentalaksanaan NAPZA
a. Detoksifikasi
b. Rehabilitasi : rehabilitasi sosial
c. Resosialisasi
3. Penatalaksanaan IFO (Insektisida Fosfat Organik)
a. Resusitasi
Setelah jalan nafas dibebaskan dan dibersihkan, periksa pernafasan dan nadi. Infus
dextrose 5 % kec. 15- 20 tts/menit, nafas buatan, oksigen, hisap lendir dalam
saluran pernafasan, hindari obat-obatan depresan saluran nafas, kalu perlu
respirator pada kegagalan nafas berat. Hindari pernafasan buatan dari mulut
kemulut, sebab racun organo fhosfat akan meracuni lewat mlut penolong.
Pernafasan buatan hanya dilakukan dengan meniup face mask atau menggunakan
alat bag valve mask.
b. Eliminasi.
Emesis, merangsang penderita supaya muntah pada penderita yang sadar atau
dengan pemeberian sirup ipecac 15 - 30 ml. Dapat diulang setelah 20 menit bila
tidak berhasil. Katarsis ( intestinal lavage ) dengan pemberian laksan bila diduga
racun telah sampai diusus halus dan besar. Kumbah lambung atau gastric lavage,
pada penderita yang kesadarannya menurun,atau pada penderita yang tidak
kooperatif. Hasil paling efektif bila kumbah lambung dikerjakan dalam 4 jam
setelah keracunan. Keramas rambut dan memandikan seluruh tubuh dengan sabun.
Emesis, katarsis dan kumbah lambung sebaiknya hanya dilakukan bila keracunan
terjadi kurang dari 4 6 jam. Pada koma derajat sedang hingga berat tindakan
kumbah lambung sebaiknya dikerjakan dengan bantuan pemasangan pipa
endotrakeal berbalon untuk mencegah aspirasi pnemonia.
c. Anti dotum.
Atropin sulfat ( SA ) bekerja dengan menghambat efek akumulasi Akh pada tempat
penumpukan.
1) Mula-mula diberikan bolus IV 1 - 2,5 mg
2) Dilanjutkan dengan 0,5 1 mg setiap 5 - 10 - 15 menitsamapi timbulk gejalagejala atropinisasi (muka merah,mulut kering,takikardi,midriasis,febris dan
psikosis).
3) Kemudian interval diperpanjang setiap 15 30 - 60 menit selanjutnya setiap 2
4 6 8 dan 12 jam.

4) Pemberian SA dihentikan minimal setelaj 2 x 24 jam. Penghentian yang


mendadak dapat menimbulkan rebound effect berupa edema paru dan kegagalan
pernafasan akut yang sering fatal.
Timbulnya gejala-gejala atropinisasi yang lengkap, dapat dipakai sebagai
petunjuk adanya keracunan atropin. Reaktivator KhE bekerja dengan memotong
ikatan IFO-KhE sehingga timbul reaktivitas ensim KhE. Yang terkenal 2 PAM
(pyrydin 2 aldoxime methiodide /methcloride = Pralidoxime = Protopam).
Hanya bermanfaat pada keracunan IFO, kontra indikasi pada keracunan
carbamate. Dosis 1 gr iv perlahan-lahan (10 20 menit), diulang setelah 6 8
jam, hanya diberikan bila pemberian atropin telah adekuat. Pada anak-anak 25
50 mg/kg BB iv, maksimal 1 gr/hari, dapat diulang setelah 6 8 jam.
Prognosis
Pada umumnya baik, bila pengobatan belum terlambat, beberapa kesalahan
pengobatan sering terjadi, berupa :
a. Resusitasi kurang baik dikerjakan.
b. Eliminasi racun kurang baik.
c. Dosis atropin kurang adekuat, atau terlalu cepat dihentikan.
4. Pencegahan dan Penanggulangan Keracunan Gas Monoksida
Pencegahan
a. Jangan menggunakan generator di dalam ruangan atau ruangan yang tertutup
sebagian / penuh, seperti garasi dan ruangan bawah tanah. Pintu dan jendela yang
dibuka dapat mencegah akumulasi karbon monoksida. Pastikan generator
mempunyai jarak minimal 1 meter pada ruangan yang terbuka di segala sisinya
untuk memastikan ventilasi yang memadai.
b. Jangan menggunakan generator diluar ruangan, jika peletakannya dekat dengan
pintu, jendela atau lubang ventilasi yang dapat mengakibatkan CO masuk dan
berakumulasi pada ruangan yang terhuni oleh manusia.
c. Jika menggunakan pemanas ruangan dan tungku, pastikan bahwa peralatan tersebut
bekerja dalam kondisi yang baik untuk mencegah timbulnya CO dan jangan pernah
menggunakannya pada ruangan tertutup atau dalam ruangan.
d. Pertimbangkan untuk mengganti peralatan yang berbahan bakar bensin dengan
peralatan yang dijalankan oleh listrik atau udara bertekanan, jika tersedia.

e. Periksa sistem pembuangan pembakaran mobil dan sistem pendingin udara anda
setahun sekali, kebocoran dalam system kecik tersebut dapat mengakibatkan
masuknya CO ke dalam mobil
f. Jika anda mengalami gejala keracunan CO, segera keluar untuk mendapatkan udara
segar dan cari bantuan dari poliklinik terdekat.
Penanggulangan
a. Mengatur pertukaran udara didalam ruang seperti mengunakan exhaustfan
b. Bila terjadi korban keracunan maka lakukan :
1) Berikan pengobatan atau pernafasan buatan
2) Kirim segera ke rumah sakit atau puskesmas terdekat
c. Lakukan evaluasi dan terapi suportif jalan nafas
d. Lakukan intubasi orotrakhea bila terjadi gangguan ventilasi dan oksigenasi
e. Berikan suplemen oksigen 100% melalui masker yang melekat erat ke wajah
Catatan : waktu paruh eliminasi COHb dalam serum bila bernafas dengan udara
bebas adalah 520 menit, berubah menjadi 80 menit bila bernafas dengan oksigen
100%. Terapi oksigen sebaiknya tidak dihentikan sampai gejala hilang dan kadar
COHb < 10%
3) Lakukan monitoring : EKG (menunjukkan gambaran sinus takikardi dan
perubahan segme ST)
4) Pikirkan penggunaan natrium bikarbonat infus bila ada metabolik asidosis (pH
darah arteri < 7
a. Pemeriksaan Laboratorium
1) Rutin : Darah lengkap, glukosa, ureum/creatinin/elektrolit, analisa gas darah
dengan kadar COHb, EKG 12 lead
2) Sesuai dengan kondisi pasien : foto rontgen thoraks (pada cedera inhalasi yang
berat, aspirasi paru, bronkopneumonia dan edema paru)
b. Terapi antidotum
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Weaver, dkk (2002) menunjukkan bahwa 3
buah terapi oksigen hiperbarik yang dilakukan dalam 24 jam berhasil menurunkan
resiko gejala sisa berupa kelainan kognitif dalam waktu 6 minggu dan 12 minggu
setelah keracunan gas CO. Keuntungan dari terapi oksigen hiperbarik adalah untuk
mencegah kerusakan yang disebabkan oleh gas CO bukan menghilangkan gas
tersebut.
(Penulis: Dra. Murti Hadiyani - Staf Pusat Informasi Obat dan Makanan, Badan POM RI)

DAFTAR PUSTAKA
Departemen kesehatan RI, ( 2000 ) Resusitasi jantung, paru otak Bantuan hidup lanjut
( Advanced Life Support ) Jakarta.
Emerton, D M ( 1989 ) Principle And Practise Of nursing , University of Quennsland Press,
Australia.
http://x-unearthly.blogspot.com/2010/01/zat-zat-adiktif-paling-berbahaya.html,

diakses

tanggal 16 oktober 2014


La/UPF Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr.Soetomo Surabaya,( 1994 ) Pedoman Diagnosis dan
Terapi, Surabaya.
Phipps , ect, ( 1999 ) Medikal Surgical Nursing : Consept dan Clinical Pratise, Mosby Year
Book, Toronto.
[en.wikipedia.org][www.ycab.org][stikomksi2007azwar.wordpress.com]
[www.thisisdrugs.info][spiritia.or.id] diakses tanggal 16 oktober 2014