Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH :

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH INDONESIA SESUAI SAP


LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH INDONESIA SESUAI
PSAK 45
LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN IPSAS
PENDAHULUAN

Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja
keuangan suatu entitas. Catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode
akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Begitu juga
dalam lingkup keuangan pemerintahan yang wajib menyajikan laporan keuangan atas dana yang
didapatnya.
Laporan Keuangan Pemerintah Indonesiaterbagi menjadi Laporan keuangan pemerintah
pusat dan daerah yang merupakan Laporan pertanggungjawaban yang masing-masing diberi
tugas untuk menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan layanan sosial kepada
masyarakat.
UU Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara menetapkan bahwa laporan
pertanggungjawaban pelaksanaan APBN / APBD disampaikan berupa laporan keuangan sesuai
dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah di audit oleh Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK).

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH :


LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH INDONESIA SESUAI SAP
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH INDONESIA SESUAI PSAK 45
LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN IPSAS
A.

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH INDONESIA SESUAI SAP1


Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dalam Pasal 32

mengamanatkan bahwa bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD


disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Keuangan Negara tersebut, Pemerintah telah
menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan. Standar Akuntansi Pemerintahan tersebut menggunakan basis kas untuk
pengakuan transaksi pendapatan, belanja dan pembiayaan, dan basis akrual untuk pengakuan
aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Kemudian diubah menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 71
Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang berbasis Akrual.
Laporan keuangan pemerintah ditujukan untuk memenuhi tujuan umum pelaporan
keuangan, namun tidak untuk memenuhi kebutuhan khusus pemakainya. Penggunaan istilah
laporan keuangan meliputi semua laporan dan berbagai penjelasannya yang mengikuti laporan
tersebut.
Disamping penyusunan laporan keuangan bertujuan umum, entitas pelaporan
dimungkinkan untuk menghasilkan laporan keuangan yang disusun untuk kebutuhan khusus.
KSAP mendorong penggunaan SAP dalam penyusunan laporan keuangan bertujuan khusus
apabila diperlukan.
Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)
a) Kedudukan SAP, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang
Keuangan Negara, SAP ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
b) Dengan demikian, setiap entitas pelaporan pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib
menerapkan SAP.
c) Ruang lingkupnya, SAP diterapkan dilingkup pemerintahan pusat, daerah, dan satuan
organisasi dilingkungan pemerintah pusat/daerah.
d) Proses penyiapan SAP merupakan mekanisme prosedural yang meliputi kegiatan yang
dilakukan dalam setiap RSAP oleh Komite.

1Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual.
2

e) Proses penyiapan SAP yang digunakan ini adalah proses yang berlaku umum secara
internasional dengan penyesuaian terhadap kondisi yang ada di Indonesia. Penyesuaian
dilakukan karena pertimbangan kebutuhan yang mendesak.
Berasaskan PP Nomor 71 Tahun 2010 Laporan Keuangan Pokok Pemerintah Indonesia
terdiri dari :
a. Laporan Realisasi Anggaran (LRA);
Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan pemakaian
sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah, yang menggambarkan
perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan. Unsur yang
dicakup secara langsung oleh Laporan Realisasi Anggaran terdiri dari pendapatan-LRA,
belanja, transfer, dan pembiayaan. Masing-masing unsur dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Pendapatan-LRA adalah penerimaan oleh Bendahara Umum Negara/Bendahara
Umum Daerah atau oleh entitas pemerintah lainnya yang menambah Saldo
Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi
hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.
2) Belanja adalah semua pengeluaran oleh Bendahara Umum Negara/Bendahara
Umum Daerah yang mengurangi Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun
anggaranbersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh
pemerintah.
3) Transfer adalah penerimaan atau pengeluaran uang oleh suatu entitas pelaporan
dari/kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana perimbangan dan dana bagi
hasil.
4) Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan/pengeluaran yang tidak
berpengaruh pada kekayaan bersih entitas yang perlu dibayar kembali dan/atau
akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahuntahun anggaranberikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah terutama
dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran.
Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman dan hasil
divestasi. Pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran
kembali pokok pinjaman, pemberian pinjaman kepada entitas lain, dan penyertaan
modal oleh pemerintah.
b. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL);

Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih menyajikan informasi kenaikan atau


penurunan Saldo Anggaran Lebih tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
c. Neraca;
Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset,
kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu. Unsur yang dicakup oleh neraca terdiri dari
aset, kewajiban, dan ekuitas. Masing-masing unsur dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh
pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat
ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh
pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk
sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi
masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah
dan budaya.
2) Kewajiban adalah

utang

yang

timbuldari

peristiwa

masa

lalu

yang

penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.


3) Ekuitas adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset
dan kewajiban pemerintah.
d. Laporan Operasional (LO);
Laporan Operasional menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah
ekuitas dan penggunaannya yangdikelola oleh pemerintah pusat/daerah untuk kegiatan
penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode pelaporan. Unsur yang dicakup secara
langsung dalam Laporan Operasional terdiri dari pendapatan-LO, beban, transfer,dan pospos luar biasa. Masing - masing unsur dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Pendapatan-LO adalah hak pemerintah yang diakui sebagai penambah nilai
kekayaan bersih.
2) Beban adalah kewajiban pemerintah yang diakui sebagai pengurang nilai
kekayaan bersih.
3) Transfer adalah hak penerimaan atau kewajiban pengeluaran uang dari/oleh suatu
entitas pelaporan dari/kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana perimbangan
dan dana bagi hasil.
4) Pos Luar Biasa adalah pendapatan luar biasa atau beban luar biasa yang terjadi
karena kejadian atau transaksiyang bukan merupakan operasi biasa, tidak
diharapkan sering atau rutin terjadi, dan berada di luar kendali atau pengaruh
entitas bersangkutan.
e. Laporan Arus Kas (LAK);
4

Laporan Arus Kas menyajikan informasi kas sehubungan dengan aktivitas operasi,
investasi, pendanaan, dan transitorisyang menggambarkan saldo awal, penerimaan,
pengeluaran, dan saldo akhir kas pemerintah pusat/daerah selama periode tertentu. Unsur
yang dicakup dalam Laporan Arus Kas terdiri dari penerimaan dan pengeluaran kas, yang
masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Penerimaan kas adalah semua aliran kas yang masuk ke Bendahara Umum
Negara/Daerah.
2) Pengeluaran kas adalah semua aliran kas yang keluar dari Bendahara Umum
Negara/Daerah.
f. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE);
Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas
tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
g. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).
Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka
yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan SAL, Laporan
Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Catatan atas
Laporan Keuangan juga mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang
dipergunakan oleh entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan dan dianjurkan
untuk diungkapkan di dalam Standar Akuntansi Pemerintahan serta ungkapan-ungkapan
yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.
Komponen-komponen laporan keuangan tersebut disajikan oleh setiap entitas pelaporan,
kecuali:
1)

Laporan Arus Kas yang hanya disajikan oleh entitas yang mempunyai fungsi

perbendaharaan umum;
2)
Laporan Perubahan Saldo AnggaranLebih yang hanya disajikan oleh Bendahara
Umum Negara dan entitas pelaporan yang menyusun laporan keuangan konsolidasiannya.
Unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan umum adalah unit yang ditetapkan sebagai
bendahara umum negara/daerah dan/atau sebagai kuasa bendahara umum negara/daerah.
Entitas pelaporan pemerintah pusat juga menyajikan Saldo Anggaran Lebih pemerintah
yang mencakup Saldo Anggaran Lebih tahun sebelumnya, penggunaan Saldo Anggaran Lebih,
Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA) tahun berjalan, dan penyesuaian lain
yang diperkenankan.

Berdasarkan Lampiran I Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Ilustrasi


PSAP 01, 02, 03 dan 12, Format Laporan Keuangan Pemerintah Pusat adalah
digambarkan sebagai berikut:
a.Neraca

b.

Laporan Perubahan Ekuitas

c.Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih

d.

Laporan Realisasi Anggaran

e.

10

11

f. Laporan Arus Kas

12

13

g.

Laporan Operasional

14

B.

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH INDONESIA SESUAI PSAK 452


Karakteristikorganisasinirlababerbedadenganorganisasibisnis.Perbedaanutama

yangmendasarterletakpadacaraorganisasimemperolehsumberdayayangdibutuhkanuntukmelakuka
nberbagaiaktivitas
operasinya.Organisasinirlabamemperolehsumberdayadarisumbanganparaanggotadanparapenyum
banglainyangtidakmengharapkanimbalanapapundariorganisasitersebut.
Para pengguna laporan keuangan organisasi nirlaba memiliki kepentingan bersama yang tidak
berbeda dengan organisasi bisnis, yaitu untuk menilai:
a. Jasa yang diberikan oleh organisasi nirlaba dan kemampuannya untuk terus memberikan
jasa tersebut
b. Cara manajer melaksanakan tanggung jawabnya dan aspek kinerja manajer.
Ruang lingkup laporan keuangan yang disajikan oleh organisasi nirlaba memenuhi karakteristik
sebagai berikut:
a. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan
pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya
yang diberikan.
b. Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan kalau suatu
entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri
atau pemilik entitas tersebut.
c. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa
kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkah, atau ditebus kembali,
atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas
pada saat likuidasi atau pembubaran entitas.
Laporan keuangan untuk organisasi nirlaba terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan
aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut
berbeda dengan laporan keuangan untuk organisasi bisnis pada umumnya.
Berikut ini adalah pengertian istilah yang digunakan dalam organisasi nirlaba:
Pembatasan permanen adalah pembatasan penggunaan sumber daya yang ditetapkan oleh
penyumbang agar sumber daya tersebut dipertahankan secara permanen, tetapi organisasi
2Ikatan Akuntan Indonesia.Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45 tentang Pelaporan
Keuangan Entitas Nirlaba. 2012.
15

diizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua penghasilan atau manfaat ekonomi lainnya
yang berasal dari sumber daya tersebut.
Pembatasan temporer adalah pembatasan penggunaan sumber daya oleh penyumbang yang
menetapkan agar sumber daya tersebut dipertahankan sampai dengan periode tertentu atau
sampai dengan terpenuhinya keadaan tertentu.
Sumbangan terikat adalah sumber daya yang penggunaannya dibatasi untuk tujuan tertentu oleh
penyumbang. Pembatasan tersebut dapat bersifat permanen atau temporer.
Sumbangan tidak terikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan
tertentu oleh penyumbang.
Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakaninformasi yang relevan untuk
memenuhi kepentingan para penyumbang,anggota organisasi, kreditur, dan pihak lain yang
menyediakan sumberdaya bagi organisasi nirlaba.
Pihak pengguna laporan keuangan organisasi nirlaba memiliki kepentingan bersama dalam
rangka menilai:
a) Jasa yang diberikan oleh organisasi nirlaba dan kemampuannya untuk terus
memberikan jasa tersebut
b) Cara manajer melaksanakan tanggung jawabnya dan aspek lain dari kinerja mereka.
Secara rinci, tujuan laporan keuangan, termasuk catatanatas laporan keuangan, adalah untuk
menyajikan informasi mengenai:
a) Jumlah dan sifat aktiva, kewajiban, dan aktiva bersih suatu organisasi.
b) Pengaruh transaksi, peristiwa dan situasi lainnya yang mengubah nilai dan sifat aktiva
bersih.
c) Jenis dan jumlah arus masuk dan arus keluar sumber daya dalam satu periode dan
hubungan antara keduanya.
d) Cara suatu organisasi mendapatkan dan membelanjakan kas, memperoleh pinjaman dan
melunasi pinjaman, dan faktor lainnya yang berpengaruh pada likuiditasnya.
e) Usaha jasa suatu organisasi.
Setiap laporan keuangan menyediakan informasi yang berbeda, daninformasi dalam suatu
laporan keuangan biasanya melengkapi informasidalam laporan keuangan yang lain.

16

Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba


Laporan keuangan organisasi nirlaba meliputi laporanposisi keuangan pada akhir periode
laporan, laporan aktivitas sertalaporan arus kas untuk suatu periode pelaporan, dan catatan
ataslaporan keuangan.
1. Laporan Posisi Keuangan
Tujuan Laporan Posisi Keuangan
Tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai aktiva,
kewajiban, dan aktiva bersih dan informasimengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut
pada waktu tertentu.Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama
pengungkapan dan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantupara
penyumbang, anggota organisasi, kreditur dan pihak-pihak lain untukmenilai:
a) kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan dan
b) likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhikewajibannya, dan
kebutuhan pendanaan eksternal.
Laporan posisi keuangan mencakup organisasi secarakeseluruhan dan harus menyajikan total
aktiva, kewajiban dan aktiva bersih.
Klasifikasi Aktiva dan Kewajiban
Laporan posisi keuangan, termasuk catatan atas laporankeuangan, menyediakan informasi
yang relevan mengenai likuiditas,fleksibilitas keuangan, dan hubungan antara aktiva dan
kewajiban.

Informasitersebut

umumnya

disajikan

dengan

pengumpulan

aktiva

dan

kewajibanyang memiliki karakteristik serupa dalam suatu kelompok yang relatifhomogen.


Sebagai contoh, organisasi biasanya melaporkan masing-masingunsur aktiva dalam kelompok
yang homogen, seperti:
a) kas dan setara kas;
b) piutang pasien, pelajar, anggota, dan penerima jasa yang lain;
c) persediaan;
d) sewa, asuransi, dan jasa lainnya yang dibayar di muka;
e) surat berharga/efek dan investasi jangka panjang;
f) tanah, gedung, peralatan, serta aktiva tetap lainnya yang digunakan
untuk menghasilkan barang dan jasa.
17

Kas atau aktiva lain yang dibatasi penggunaanya oleh penyumbang harusdisajikan terpisah dari
kas atau aktiva lain yang tidak terikat penggunaannya.
Informasi likuiditas diberikan dengan cara sebagaiberikut:
a) menyajikan aktiva berdasarkan urutan likuiditas, dan kewajiban berdasarkan tanggal
jatuh tempo.
b) mengelompokan aktiva ke dalam lancar dan tidak lancar, dan kewajiban ke dalam
jangka pendek dan jangka panjang.
c) mengungkapkan informasi mengenai likuiditas aktiva atau saat jatuh temponya
kewajiban termasuk pembatasan penggunaan aktiva, pada catatan atas laporan
keuangan.
Klasifikasi Aktiva Bersih atau Tidak Terikat
Laporan posisi keuangan menyajikan jumlah masingmasing kelompok aktiva bersih
berdasarkan ada atau tidaknyapembatasan oleh penyumbang, yaitu: terikat secara permanen,
terikatsecara temporer, dan tidak terikat.Informasi mengenai sifat dan jumlah dari
pembatasanpermanen atau temporer diungkapkan dengan cara menyajikan jumlahtersebut dalam
laporan keuangan atau dalam catatan atas laporankeuangan.
Pembatasan permanen terhadap (1) aktiva, seperti tanahatau karya seni, yang
disumbangkan untuk tujuan tertentu, untuk dirawatdan tidak untuk dijual, atau (2) aktiva yang
disumbangkan untuk investasiyang mendatangkan pendapatan secara permanen dapat disajikan
sebagaiunsur terpisah dalam kelompok aktiva bersih yang penggunaannya dibatasisecara
permanen atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.
Pembatasan permanen kelompok kedua tersebut berasal dari hibah atauwakaf dan warisan yang
menjadi dana abadi (endowment).Pembatasan temporer terhadap (1) sumbangan berupaaktivitas
operasi tertentu, (2) investasi untuk jangka waktu tertentu, (3)penggunaan selama periode
tertentu dimasa depan, atau (4) pemerolehanaktiva tetap, dapat disajikan sebagai unsur terpisah
dalam kelompok aktivabersih yang penggunaannya dibatasi secara temporer atau disajikan
dalamcatatan atas laporan keuangan. Pembatasan temporer oleh penyumbangdapat berbentuk
pembatasan waktu atau pembatasan penggunaan, ataukeduanya.
Aktiva bersih tidak terikat umumnya meliputi pendapatandari jasa, penjualan barang,
sumbangan, dan dividen atau hasil investasi,dikurangi beban untuk memperoleh pendapatan
tersebut. Batasan terhadappenggunaan aktiva bersih tidak terikat dapat berasal dari sifat
organisasi,lingkungan operasi, dan tujuan organisasi yang tercantum dalam aktependirian, dan
18

dari perjanjian kontraktual dengan pemasok, kreditur danpihak lain yang berhubungan dengan
organisasi. Informasi mengenaibatasan-batasan tersebut umumnya disajikan dalam catatan atas
laporankeuangan.

2. Laporan Aktivitas
Tujuan Laporan Aktivitas
19

Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai


(a) pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aktiva
bersih,
(b) hubungan antar transaksi, dan peristiwa lain, dan
(c) bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau
jasa, Informasi dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan
pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu
para penyumbang, anggota organisasi, kreditur dan pihak lainnya untuk
- mengevaluasi kinerja dalam suatu periode,
- menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dan
-

memberikan jasa,
menilai pelaksanaan tanggung jawab dankinerja manajer.

Laporan aktivitas mencakup organisasi secara keseluruhan dan menyajikan perubahan


jumlah aktiva bersih selama suatuperiode. Perubahan aktiva bersih dalam laporan aktivitas
tercerminpada aktiva bersih atau ekuitas dalam laporan posisi keuangan.Laporan aktivitas
menyajikan jumlah perubahan aktivabersih terikat permanen, terikat temporer, dan tidak terikat
dalam suatuperiode.Pendapatan dan keuntungan yang menambah aktiva bersih,serta beban dan
kerugian yang mengurangi aktiva bersih dikelompokanseperti diatur dalam paragraf 24-25.
Laporan aktivitas menyajikan pendapatan sebagaipenambah aktiva bersih tidak terikat,
kecuali jika penggunaannyadibatasi oleh penyumbang, dan menyajikan beban sebagai
pengurangaktiva bersih tidak terikat.Sumbangan disajikan sebagai penambah aktiva bersihtidak
terikat, terikat permanen, atau terikat temporer, tergantung padaada tidaknya pembatasan. Dalam
hal sumbangan terikat yang pembatasannya tidak berlaku lagi dalam periode yang sama, dapat
disajikansebagai sumbangan tidak terikat sepanjang disajikan secara konsistendan diungkapkan
sebagai kebijakan akuntansi.
Laporan aktivitas menyajikan keuntungan dan kerugianyang diakui dari investasi dan
aktiva lain (atau kewajiban) sebagaipenambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat, kecuali
jikapenggunaannya dibatasi.
Laporan aktivitas menyajikan jumlah pendapatan danbeban secara bruto. Namun demikian
pendapatan investasi dapatdisajikan secara neto dengan syarat beban-beban terkait, sepertibeban
penitipan dan beban penasihat investasi, diungkapkan dalamcatatan atas laporan keuangan.

20

Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuanganharus menyajikan informasi mengenai
beban menurut klasifikasifungsional, seperti menurut kelompok program jasa utama danaktivitas
pendukung.

21

22

23

24

3. Laporan Arus Kas


Tujuan Laporan Arus Kas
Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikaninformasi mengenai penerimaan dan
pengeluaran kas dalam suatuperiode. Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2 tentangLaporan
Arus Kas dengan tambahan berikut ini:
a. Aktivitas pendanaan:
1) penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka
panjang.
2) penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaannya
dibatasi untuk pemerolehan, pembangunan dan pemeliharaan aktiva tetap, atau
peningkatan dana abadi (endowment).
3) bunga dan dividen yang dibatasi penggunaannya untuk jangka panjang.
b. Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan pendanaan nonkas:
sumbangan berupa bangunan atau aktiva investasi.

25

26

27

4. Catatan Atas Laporan Keuangan


Ilustrasi Catatan A menguraikan kebijakan pengungkapan yang diwajibkanyang
menyebabkan Catatan B dan Catatan C wajib disajikan. Catatan D,E, dan F menyediakan
informasi yang dianjurkan untuk diungkapkan oleh organisasi nirlaba. Semua jumlah dalam
ribuan rupiah.
Catatan A
Organisasi menyajikan hadiah atau wakaf berupa kas atau aktiva lainsebagai sumbangan
terikat jika hibah atau wakaf tersebut diterima denganpersyaratan yang membatasi penggunaan
aktiva tersebut. Jika pembatasandari penyumbang telah kadaluwarsa, yaitu pada saat masa
pembatasantelah berakhir atau pembatasan tujuan telah dipenuhi, aktiva bersih terikattemporer
digolongkan kembali menjadi aktiva bersih tidak terikat dandisajikan dalam laporan aktivitas
sebagai aktiva bersih yang dibebaskandari pembatasan.
Organisasi menyajikan hibah atau wakaf berupa tanah, bangunan, danperalatan sebagai
sumbangan tidak terikat kecuali jika ada pembatasanyang secara eksplisit menyatakan tujuan
pemanfaatan aktiva tersebut daripenyumbang. Hibah atau wakaf untuk aktiva tetap dengan
pembatasaneksplisit yang menyatakan tujuan pemanfaatan aktiva tersebut dansumbangan berupa
kas atau aktiva lain yang harus digunakan untukmemperoleh aktiva tetap disajikan sebagai
sumbangan terikat.

28

Catatan E
Investasi dicatat sebesar nilai pasar atau nilai apraisal, dan penghasilan(atau kerugian)
yang telah terealisasikan atau belum terealisasikan dapatdilihat dari laporan aktivitas. Organisasi
mengivestasikan kelebihan kas diatas kebutuhan harian dalam investasi lancar. Pada tanggal 31
Desember19X1, Rp 1.400 diinvestasikan pada investasi lancar dan menghasilkanRp 850 per
tahun. Sebagian besar investasi jangka panjang dibagi ke dalamdua kelompok. Kelompok A
adalah dana permanen dan tidak diwajibkanuntuk menaikkan nilai bersihnya. Kelompok B
adalah jumlah yang olehbadan perwalian ditujukan untuk investasi jangka panjang. Tabel
berikutini menunjukkan investasi jangka panjang organisasi.

29

Komponen dalam setiap kelompok investasi dan kepemilikan investasi lainlain pada tanggal 31
Desember 19X1 disajikan dalam tabel berikut ini.

30

C.

LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN IPSAS3


Laporan keuangan adalah representasi terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja

keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan untuk tujuan umum adalah memberikan
informasi tentang posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas dari suatu entitas yang berguna
untuk berbagai pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan tentang alokasi sumber.
Secara khusus, tujuan pelaporan keuangan untuk tujuan umum di sektor publik harus
memberikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan, dan untuk menunjukkan
akuntabilitas entitas untuk sumber daya yang dipercayakan kepadanya oleh:
a) Memberikan informasi tentang sumber-sumber, alokasi dan menggunakan
sumberdaya keuangan;
b) Memberikan informasi tentang bagaimana entitas dibiayai kegiatannya dan
memenuhi persyaratan kas;
c) Memberikan informasi yang berguna dalam mengevaluasi kemampuan entitas
untuk membiayai kegiatannya dan untuk memenuhi kewajiban dan komitmen;
d) Memberikan informasi tentang kondisi keuangan entitas dan perubahan itu; dan
e) Memberikan informasi agregat yang berguna dalam mengevaluasi kinerja entitas
dalam hal biaya pelayanan, efisiensi dan prestasi.
3International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) Nomor 01 tentang Penyajian Laporan
Keuangan.
31

Laporan PosisiKeuangansekarang
Entitas harus menyajikan aset lancar dan tidak lancar, dan kewajiban lancar dan tidak lancar,
sebagai klasifikasi yang terpisah di muka laporan posisi keuangan sesuai dengan paragraf 76-87
kecuali ketika presentasi berdasarkan likuiditas menyediakan informasi yang handal dan lebih
relevan. Ketika itu pengecualian berlaku, semua aset dan kewajiban harus disajikan secara luas
agar likuiditas.Metode presentasi mana diadopsi, untuk setiap aset dan kewajiban item baris yang
menggabungkan jumlah yang diharapkan akan direalisasi atau diselesaikan (a) tidak lebih dari
dua belas bulan setelah tanggal pelaporan dan (b) lebih dari dua belas bulan setelah tanggal
pelaporan, entitas harus mengungkapkan jumlah diharapkan akan pulih atau menetap setelah
lebih dari dua belas bulan.
Aktiva Lancar
aset harus diklasifikasikan sebagai arus bila salah satu darikriteriaberikut:
a) Hal ini diharapkan akan diwujudkan dalam, atau dimiliki untuk dijual atau
digunakandalam, siklus operasi normal entitas;
b) Hal ini diadakan terutama untuk tujuan diperdagangkan;
c) Hal ini diharapkan dapat terwujud dalam waktu dua belas bulan setelahtanggal
pelaporan; atau
d) Ini adalah uang tunai atau setara kas (sebagaimana didefinisikan dalam IPSAS 2,
kecuali dibatasi dari yang ditukar atau digunakan untuk melunasi kewajiban untuk
setidaknya dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.
Semua aset lainnya harus diklasifikasikan sebagai non- saat ini.
kewajiban Lancar
kewajiban harus diklasifikasikan sebagai arus bila salah satu dari kriteriaberikut:
a) diperkirakan akan diselesaikan dalam siklus operasi normal entitas;
32

b) Hal ini diadakan terutama untuk tujuan menjadi diperdagangkan;


c) Hal Penyanyi akan dilunasi hearts Waktu doa belas bulan Tanggal ATAU setelah
pelaporan;
d) entitas TIDAK memiliki hak Tanpa Syarat untuk review menunda Penyelesaian
Kewajiban untuk review setidaknya doa belas bulan Penghasilan kena pajak Tanggal
Pelaporan
* Semua Kewajiban lainnya Harus diklasifikasikan sebagai non Saat ini.
Laporan Perubahan aktiva bersih / ekuitas
Entitas harus menyajikan laporan perubahan aktiva bersih / ekuitas menunjukkan di muka
pernyataan :
a) Surplus atau defisit untuk periode;
b) Setiap item pendapatan dan beban untuk periode itu, seperti yang dipersyaratkan
oleh Standar lainnya, diakui langsung di net aset / ekuitas, dan total item ini;
c) total pendapatan dan beban untuk periode (dihitung sebagai jumlah dari (a) dan
(b)), menunjukkan secara terpisah total jumlah diatribusikan kepada pemilik entitas
pengendali dan minoritas; dan
d) Untuk setiap komponen dari aktiva bersih / ekuitas diungkapkan secara terpisah,
efek dari perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan diakui sesuai
dengan IPSAS 3.
Entitas harus juga hadir, baik di muka laporan perubahan di net aset / ekuitas atau dalam catatan:
a) jumlah transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik,
menunjukkan secara terpisah distribusi kepada pemilik;
b) saldo akumulasi surplus atau defisit pada awal periode dan pada tanggal
pelaporan, dan perubahan selama periode; dan
c) Sejauh komponen net aset / ekuitas diungkapkan secara terpisah, rekonsiliasi
antara nilai tercatat masing-masing komponen dari net aset / ekuitas pada awal
dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.
Laporan Arus Kas

33

Informasi arus kas memberikan pengguna laporan keuangan dengan dasar untuk menilai
kemampuan entitas untuk menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas untuk
memanfaatkan arus kas tersebut. IPSAS 2 menetapkan persyaratan untuk penyajian laporan arus
kas dan pengungkapan harus terkait.
Catatan
a) informasi Hadir tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi
yang spesifik digunakan sesuai dengan paragraf 132-139;
b) Mengungkapkan informasi yang diperlukan oleh IPSASs yang tidak disajikan di muka
laporan posisi keuangan, laporan kinerja keuangan, laporan perubahan net asset / saham
atau arus kas pernyataan; dan
c) Memberikan informasi tambahan yang tidak disajikan di muka laporan posisi keuangan,
laporan kinerja keuangan, laporan perubahan net asset / saham atau arus kas pernyataan,
tapi yang relevan dengan pemahaman tentang salah satu dari mereka .
Catatan harus, sejauh mungkin, disajikan secara sistematis. Setiap item di muka laporan
posisi keuangan, laporan kinerja keuangan, laporan perubahan net asset / ekuitas dan laporan
arus kas harus cross-berkaitan dengan informasi yang salah dalam catatan.Catatan biasanya
disajikan dalam urutan berikut, yang membantu pengguna dalam memahami laporan keuangan
dan membandingkannya dengan laporan keuangan entitas lain:
a) pernyataan kesesuaian dengan IPSASs (lihat paragraf 28);
b) Ringkasan akuntansi kebijakan yang diterapkan (lihat paragraf 132);
c) informasi pendukung untuk item yang disajikan di muka laporan posisi keuangan,
laporan kinerja keuangan, laporan perubahan net asset / saham atau arus kas
pernyataan, dalam urutan di mana setiap pernyataan dan setiap item baris disajikan;
dan pengungkapan lain, termasuk:
d) Kewajiban kontinjensi (lihat IPSAS 19), danyang belum komitmen kontrakdiakui;dan
(ii)

pengungkapan

Non-keuangan,

misalnya,

keuanganrisiko

entitas

tujuan

manajemendan kebijakan (lihat IPSAS 15).


Dalam beberapa keadaan, mungkin diperlukan atau diinginkan untuk memvariasikan
pemesanan item tertentu dalam catatan. Sebagai contoh, informasi tentang perubahan nilai wajar
diakui dalam surplus atau defisit dapat dikombinasikan dengan informasi tentang jatuh tempo
instrumen keuangan, meskipun mantan pengungkapan berhubungan dengan laporan kinerja

34

keuangan dan yang terakhir berhubungan dengan laporan posisi keuangan. Namun demikian,
struktur sistematis untuk catatan dipertahankan sepraktis.
Catatan memberikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan
akuntansi yang spesifik dapat disajikan sebagai komponen terpisah dari laporan keuangan
Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
Entitas mengungkapkan dalam ringkasan akuntansi yang kebijakansignifikan.
a) pengukuran dasar (atau basa) yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan;
b) sejauh mana entitas telah diterapkan transisi ketentuandalam IPSAS; dan
c) Kebijakan akuntansi yang lain yang digunakan yang relevan untukmemahami laporan
keuangan.
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi entitas, manajemen membuat berbagai
pertimbangan, selain dari yang estimasi melibatkan, yang secara signifikan dapat mempengaruhi
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan. Misalnya, manajemen membuat keputusan dalam
menentukan:
a) Apakah aset investasi properti;
b) Apakah perjanjian untuk penyediaan barang dan / atau jasa yang melibatkan
penggunaan aset berdedikasi sewa;
c) Apakah, dalam substansi, penjualan tertentu barang pembiayaan pengaturan dan
karena itu tidak menimbulkan pendapatan; dan
d)
Apakah substansi hubungan antara entitas pelaporan dan entitas lain
menunjukkan bahwa entitas lain dikendalikan oleh entitas pelapor.
PRESENTASI LAPORAN kEUANGAN
Pengungkapan Lainnya
1.

Entitas mengungkapkan dalam (A) Jumlah dividen, atau distribusi yang sama, yang
diusulkan atau dinyatakan sebelum laporan keuangan telah disetujui untuk diterbitkan
tapi tidak diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode tersebut, dan jumlah
yang terkait per saham; dan (b) Jumlah dividen preferen kumulatif, atau yang

2.

distribusisama,tidak diakui.
Entitas mengungkapkan berikut, jika tidak diungkapkan di tempat lain di informasi yang
dipublikasikan dengan laporan keuangan:
35

a) Domisili dan bentuk hukum entitas, dan yurisdiksi di mana ia beroperasi;


b) Uraian tentang sifat dari entitas operasi dan kegiatan pokok;
c) Mengacu pada undang-undang yang relevan yang mengaturentitas; operasi dan
Nama entitas pengendali dan pengendali entitasutamadari entitas ekonomi
(jika ada).
,

36

37

38

39

40

PENUTUP

Kesimpulan
Laporan keuangan dalam lingkup pemerintahan diatur jelas berdasarkan aturan atau
ketentuan hukum. Prinsip penyajian laporan keuangan pemerintahan sama dengan prinsip
akuntansi dan pelaporan keuangan akuntansi, yang membedakan adalah komponen dan struktur
laporan keuangannya.

41

DAFTAR PUSTAKA

Ikatan Akuntan Indonesia. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45 tentang
Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba. 2012.
International Public Sector Accounting Standards (IPSAS).Nomor 01 tentang Penyajian Laporan
Keuangan.
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis
Akrual.

42