Anda di halaman 1dari 3

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan mengenai karakteristik simplisia
herba pegagan yaitu uji organoleptik ekstra pola dinamolisa, berat jenis, pH ekstrak dan
penetapan KLT.
Pada uji organoleptik dilakukan untuk mengetahui kebenaran simplisia herba pegagan
menggunakan panca indera dengan mendeskripsikan bentuk, warna, bau, rasa. Dari hasil
pengujian simplisia herba pegagan memiliki bentuk serbuk, memiliki warna hijau tua, bau
khas pegagan, dan memiliki rasa pahit.
Uji Organoleptik
Bentuk
Warna
Bau
Rasa

Hasil
Serbuk
Hijau tua
Khas herba
Pahit

Selanjutnya uji parameter pola dinamolisis, proses dinamolisis dilakukan untuk


memberikan gambaran secara kualitatif dari kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak
karena masing-masing ekstrak memiliki pola dinamolisis yang berbeda. Uji dinamolisis
dilakukan dengan cara menuangkan ekstrak kedalam cawan petri sebanyak 1/3 dari cawan
petri. Cawan petri tersebut ditutup dengan kertas saring berbentuk lingkaran yang bersumbu
ditengah. Uji dinamolisi dilakukan selama kurang lebih 20 menit. Noda yang dihasilkan
diamati polanya. Berdasarka hasil percobaan, pola yang dimiliki oleh centella asiatica
menunjukan pola lingkaran, diameter 1 yaitu hijau muda, diameter 2 berwarna hijau tua. Selai
sebagai penyaring, kertas saring berfungsi untuk kromatografi sederhana. Dari kertas saring
diukur diameter yaitu 6,8 cm. Pola ini menunjukan karakteristik simplisia centella asiatica.
Selanjutnya dilakukan penentuan bobot jenis ekstrak. Bobot jenis suatu zat adalah
perbandingan antara bobot zat dibandingkan dengan volume zat pada suhu tertentu (biasanya
250C). Penentuan bobot jenis ini dilakuka dengan menggunakan alat piknometer. Prinsip
metode piknometer ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan ruangan yang
ditempati cairan ini. Ruang pikno dilakukan dengan menimbang air. Ketelitan metode dengan
piknometer akan bertambah sampai suatu optimum tertentu dengan bertambahnya volume
piknometer yang digunakan. Pada praktikum kali ini adalah piknometer botol. Pertama tama
piknometer ditimbang dalam keadaan kosong, didapat 10,8192 g kemudian piknometer diisi
dengan air sampai penuh lalu ditimbang, dihasilkan 19,6072 g. Setelah itu piknometer
dikosongkan dan diisi dengan ekstrka cair yang telah dipisahkan dalam botol sampai penuh
kemudian ditimbang, didapat 21,2466 g. Setelah itu dihiung BJ ekstrak dan Bj sejati
diperoleh berturut turut 1,0427 g/ml : 1,2272 g/ml.
Dilakukan pengujian parameter terakhir yaitu menentukan kromatografi lapis tipis
(KLT). Teknik ini biasanya menggunakan fase diam dari bentuk plat silika dan fase geraknya
disesuaikan dengan jenis sampel yang ingin dipisahkan. Untuk KLT kali ini digunakan silika
gel GF 254, ini adalah jenis silika gel yang akan menunjukan fluoresensi kuning, hijau

dibawah sinar UV 254 nm. Pengembang yang digunakan pada metode ini adalah n-heksan :
etil asetat (4:1) digunakan pengembang ini karena menurut literatur senyawa dapat dideteksi
dengan menggunakan pengembang ini.
Pertama tama pengembang dimasukan kedalam chamber lalu dijenuhkan, tanda
bahwa pengembang sudah jenuh adalah suhu dalam chamber menjadi hangat. Disini chamber
ditutup rapat dengan tujuan agar meyakinkan bahwa atmosfer dalam gelas kimia terjenuhkan
dengan uap pelarut. Sebelum menotolkan sampel ke plat KLT, terlebih dahulu dibuat batas
atas dan batas bawah dengan menggunakan pensil, hal ini bertujuan agar kita mengetahui
dimana penetesan sampel tersebut. Dalam penandaan tidak digunakan tnta karena pewarna
dari tinta akan bergerak selayaknya kromatogram dibentuk, hal ini dapat mempengaruhi
proses pengelusian senyawa sampel.
Setelah chamber jenuh maka plat KLT siap dimasukan kedalam chamber, ketika
pelarut mulai membasahi plat/lempengan., pelarut pertama tama akan melarutkan senyawasenyawa dalam bercak yang telah ditempatkan pada garis dasar. Senyawa akan cenderung
bergerak pada lempengan kromatografi sebagaimana halnya pergerakan pelarut.
Setelah eluen mencapai batas atas plat, maka plat segera diangkat dan diamati. Pada
sinar tampak tidak terlihat adanya noda, maka selanjutnya dilihat dibawah sinar UV 254 nm
setelah dihitung didapatkan Rf yaitu 0,289

pH ekstrak herba pegagan

Piknometer kosong

Piknometer + ekstrak

Piknometer + Air

Proses Penjenuhan

Pola dinamolisa

Hasil KLT