Anda di halaman 1dari 75

Kata pengantar

Puji syukur kita panjatkan kehadiran Yang Maha Esa karena


dengan rahmat dan hidayahnya saya dapat menyelesaikan laporan ini.
Dan juga saya sangat berterima kasih kepada bapak Peterus Londa
atas ilmu-ilmu yang telah beliau ajarkan.
zaman ini banyak orang yg bergantung kepada teknologi. Oleh
karena itu dibutuhkan keterampilan yang handal dalam menggunakan
teknologi yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa teknik mesin.
Dalam hal ini mahasiswa teknik mesin diajak untuk dapat menguasai
teknologi dalam proses pemesinan yaitu mesin produksi yg
diantaranya meliputi mesin frais, mesin bubu, mesin gerinda dan
mesin sekrap
Dengan dibuatnya laporan ini bertujuan untuk memberitahukan
teknologi mesin produksi sesuai dengan keadaan sekarang yang
segalanya bergantung kepada teknologi untuk memudah kan
pekerjaan. Isinya menguraikan pengetahuan dasar tentang mesin
produksi. Dalam pengujian ini akan memperkenalkan bagian-bagian
mesin dan fungsinya, pengertian mesin dan lain-lain . Dalam penjelasanpenjelasan pada pengujian ini sengaja ditampilkan gambargambar yang disertai keterangan agar mudah dipahami atau dimengerti.
Laporan ini jauh dari sempurna. Akhirnya, penulis mengharapkan kritik
dan saran yang membangun dari para pembaca untuk perbaikan laporanlaporan agar lebih baik dari laporan ini

Daftar Isi
Politeknik Negeri bandung
1

Kata Pengantar.............................................................................................
1
Daftar Isi.....................................................................................................
2
Bab I. Mesin Milling(frais)...........................................................................
4
1.1

Pengertian dan prinsip mesin milling.................................................


4

1.2

Bagian utama
5

1.3

Jenis-jenis mesing milling......................................................................


7

mesin

milling.............................................................

1.3.1 Berdasarkan spindel.................................................................


7
1.3.2 Fungsi penggunaan..................................................................
8
1.4

Pengerjaan
11

mesin

milling.................................................................

1.4.1 Gerakan dalam mesin milling ..................................................


11
1.4.2 Metode pengefraisan................................................................
11
1.5

Parameter-parameter yang di perhatikan............................................


12

1.5.1 Memilih alat Bantu..................................................................


12
1.5.2 Menentukan
15

parameter-parameter

pemotongan..........................

1.5.3 Menentukan
17

parameter-parameter

pemotongan..........................

Politeknik Negeri bandung


2

1.6

Pemasangan
20

alat

Bantu....................................................................

1.7

Keselamatan
21

kerja

mesin

Frais.........................................................

Bab II. Mesin Bubut....................................................................................


22
2.1 Pengertian dan prinsip kerja mesin bubut..........................................
22
2.2 Bagian - bagian utama mesin bubut..................................................
23
2.3 Jenis-jenis mesin bubut...................................................................
25
2.4 Sumber yang terkait dalam mesin bubut...........................................
30
2.5 Pahat mesin bubut..........................................................................
32
2.5.1 pahat bubut luar........................................................................
35
2.5.2 Pahat bubut dalam....................................................................
35
2.5.3

Macam-macam
37

pahat

berdasarkan

material.................................

2.6 Gerakan-gerakan dalam membubut..................................................


40
2.7 Pengerjaan pada mesin bubut..........................................................
40
2.8 Keselamatan kerja dalam mesin bubut.............................................
41
Bab III. Mesin Gerinda...............................................................................
42
Politeknik Negeri bandung
3

3.1 Pengertian dan prinsip kerja mesin gerinda......................................


42
3.2 Fungsi Utama Mesin Gerinda.........................................................
43
3.3 Komponen-komponen Mesin Gerinda.............................................
43
3.4 Jenis- jenis Mesin Gerinda.............................................................
44
3.5 Batu gerinda...............................................................................
49
3.5.1 Jenis-jenis batu gerinda............................................................
49
3.5.2 Spesifikasi Batu Gerinda..........................................................
51
3.6 Jenis-Jenis Penggerindaan..............................................................
52
3.6.1 Penggerindaan berdasarkan proses............................................
52
3.6.2 Proses Pengasahan Alat Potong................................................
53
3.7 Keselamatan Bekerja pada Mesin Gerinda.......................................
57

Politeknik Negeri bandung


4

.......

Bab IV. Mesin Sekrap...............................................................................


58
4.1 Pengertian dan prinsip mesin sekrap...............................................
58
4.2 Jenis-Jenis Mesin Sekrap..............................................................
59
4.3 Kegunaan khusus mesin sekrap.....................................................
60
4.4 Gerakan mesin skrap....................................................................
61

.......

4.5 Bagian-bagian utama mesin sekrap................................................


61
4.6 Proses pada mesin sekrap.............................................................
63

......

4.6.1 Gerak utama dan panjang langkah...........................................


63
4.6.2 Proses pemasangan................................................................
64

......

4.7 Jenis-jenis pahat pada mesin sekrap...............................................


65
4.8 Jenis-jenis penyayatan..................................................................
66
4.9 Elemen dasar proses sekrap.........................................................
67

......

Kesimpulan............................................................................................
69

.......

Daftar Pustaka........................................................................................
70

.......

Politeknik Negeri bandung


5

Bab I
Mesin Milling(Frais)

1.1 Pengertian dan prinsip kerja mesin milling


Politeknik Negeri bandung
6

Pengerjaan logam dalam dunia manufacturing ada beberapa macam, mulai dari pengerjaan
panas, pengerjaan dingin hingga pengerjaan logam secara mekanis. Pengerjaan mekanis logam
biasanya digunakan untuk pengerjaan lanjutan maupun pengerjaan finishing, sehingga dalam
pengerjaan mekanis dikenal beberapa prinsip pengerjaan, salah satunya adalah pengerjaan
perataan permukaan dengan menggunakan mesin Frais atau biasa juga disebut mesin Milling.
Mesin milling adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak tugas bila dibandingkan
dengan mesin perkakas yang lain. Hal ini disebabkan karena selain mampu memesin permukaan
datar maupun berlekuk dengan penyelesaian dan ketelitian istimewa, juga berguna untuk
menghaluskan atau meratakan benda kerja sesuai dengan dimensi yang dikehendaki. Mesin
milling dapat menghasilkan permukaan bidang rata yang cukup halus, tetapi proses ini
membutuhkan pelumas berupa oli yang berguna untuk pendingin mata milling agar tidak cepat
aus.
Prinsip kerja mesin milling Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah
menjadi gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan
diteruskan melalui suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel mesin
milling. Spindel mesin milling adalah bagian dari sistem utama mesin milling yang bertugas
untuk memegang dan memutar cutter hingga menghasilkan putaran atau gerakan pemotongan.

1.2 Bagian-bagian utama mesin milling

Bagian-bagian utama pada mesin frais , antara lain:


Politeknik Negeri bandung
7

Keterangan Gambar :
A = Spindle Mesin : sebagai tempat berputar dan dicekamnya alat potong.
B = Arbor : sebagai penjepit cutter.
C = Pisau Frais (cutter) : sebagai alat penyayat benda kerja.
D = Ragum : sebagai tempat untuk menjepit benda kerja.
E = Meja Mesin : sebagai tempat kedudukan ragum.
F = Lampu : sebagai alat penerangan saat proses berlangsung
G = Selang cairan coolant : sebagai tempat mengalirnya air pendingin dari penampungan ke
alat potong
H = Tuas Drill : tuas yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan spindel ketika proses
drilling.

Keterangan Gambar:
I = Tuas Pengatur RPM : sebagai pengatur kecepatan berputarnya alat potong (RPM)
J = Eretan Melintang Sumbu Y : sebagai penggerak pahat maju-mundur ).
K = Eretan Memanjang Sumbu X : sebagai penggerak meja mesin arah horizontal
L = Eretan Tinggi Sumbu Z : untuk menggerakkan meja pada arah naik-turun.
M = Bak Penampung Collant : untuk menampung cairan pendingin yang telah selesai
digunakan

Keterangan Gambar:
Politeknik Negeri bandung
8

O1 = Tombol ON Spindel : untuk menghidupkan putaran spindel


O = Tombol OFF Spindel : untuk mematikan putaran spindle
P1 = Tombol ON Collant : untuk menghidupkan cairan
P2 = Tombol OFF Collant : untuk mematikan cairan pendingin
Q1 = Tombol ON Fedding : untuk menghidupkan fedding otomatis
Q2 = Tombol OFF Fedding :untuk mematikan fedding otomatis
R = Tombol Emergency : untuk mematikan mesin secara mendadak ketika terjadi kesalahan
T = Lampu Indikator : untuk mengetahui hidup atau matinya dari tombol operasional

1.3 Jenis-jenis mesin milling


Penggolongan mesin milling menurut jenisnya penamaannya disesuaikan dengan posisi
spindel utamanya dan fungsi pembuatan produknya, ada beberapa jenis mesin milling dalam
dunia manufacturing antara lain:
1.3.1 berdasarkan posisi spindle utama
1. Mesin Milling Horizontal

Gambar1. Mesin frais horisontal


Mesin milling jenis ini mempunyai pemasangan spindel dengan arah horizontal dan
digunakan untuk melakukan pemotongan benda kerja dengan arah mendatar.
2.Mesin Milling Vertikal

Gambar 2. Mesin frais vertikal

Politeknik Negeri bandung


9

Kebalikan dengan mesin milling horizontal, pada mesin milling ini pemasangan spindel-nya
pada kepala mesin adalah vertikal, pada mesin milling jenis ini ada beberapa macam menurut
tipe kepalanya, ada tipe kepala tetap, tipe kepala yang dapat dimiringkan dan type kepala
bergerak.

3. Mesin Milling Universal

Gambar 3. Mesin frais universal


Mesin milling ini mempunyai fungsi bermacam-macam sesuai dengan prinsipnya, seperti :
a. Frais muka
b. Frais spiral
c. Frais datar
d. Pemotongan roda gigi
e. Pengeboran
f. Reaming
g. Boring
h. Pembuatan celah
1.3.2 berdasarkan fungsi penggunaan
1. Plano Milling

Politeknik Negeri bandung


10

Gambar 4. Plano milling


Merupakan mesin yang digunakan untuk memotong permukkan ( face cutting ) dengan
benda kerja yang besar dan berat.
2.Surface Milling
Untuk produksi massal, kepala spindel dan cutter dinaikturunkan.
3.Tread Milling
Untuk pembuatan ulir.
4. Gear Milling
Untuk pembuatan roda gigi.
5.Copy Milling

Gambar 5. Copy milling


Untuk pembuatan benda kerja yang mempunyai bentuk tidak beraturan. Merupakan mesin
milling yang digunakan untuk mengerjakan bentukan yang rumit. Maka dibuat master / mal
yang dipakai sebagai referensi untuk membuat bentukan yang sama.
6.Mesin milling hobbing

Politeknik Negeri bandung


11

Ganbar 6. Mesin milling hobbing


Merupakan mesin milling yang digunakan untuk membuat roda gigi / gear dan sejenisnya
( sprocket dll ). Alat potong yang digunakan juga spesifik, yaitu membentuk profil roda gigi
( Evolvente ) dengan ukuran yang presisi.
7. Mesin milling gravier

Gambar 7. Mesin milling gravier


Merupakan mesin yang digunakan untuk membuat gambar atau tulisan dengan ukuran yang
dapat diatur sesuai keinginan dengan skala tertentu
8. mesin milling CNC

Politeknik Negeri bandung


12

Gambar 8. Mesin milling CNC


Merupakan mesin yang digunakan untuk mengerjakan benda kerja dengan bentukan
bentukan yang lebih komplek. Meruapakan penggangi mesin milling copy dan gravier. Semua
control menggunakan sistem electronic yang komplek ( rumit ). Dibutuhkan operator yang ahli
dalam menjalankan mesin ini. Harga mesin CNC ini sangat mahal.

1.4 Pengerjaan Pada Mesin Milling


1.4.1 Gerakan dalam mesin milling
Pekerjaan dengan mesin milling harus selalu mempunyai 3 gerakan kerja.
1. Gerakan Pemotongan : Sisi potong cutter yang dibuat berbentuk bulat dan berputar dengan
pusat sumbu utama
2. Gerakan Pemakanan : Benda kerja digerakkan sepanjang ukuran yang akan dipotong dan
digerakkan mendatar searah gerakan yang dipunyai oleh alas.
3. Gerakan Penyetelan : Gerakan untuk mengatur posisi pemakanan, kedalaman pemakanan,
dan pengembalian, untuk memungkinkan benda kerja masuk ke dalam sisi potong cutter,
gerakan ini dapat juga disebut gerakan pengikatan
1.4.2 Metode pengefraisan
a. Climb Mill (searah)

Gambar 9. Climb milling


Politeknik Negeri bandung
13

Merupakan cara pengefraisan dimana putaran cutter searah dengan gerakan benda kerja.
Gaya potong menarik benda kerja ke dalam cutter sehingga faktor kerusakan pahat akan lebih
besar. Hanya mesin yang mempunyai alat pengukur keregangan diperbolehkan memakai
metode pemotongan ini.
b. Conventional Milling(berlawanan arah)

Gambar 10. Conventional milling


Merupakan pengefraisan dimana putaran cutter berlawanan arah dengan gerakan benda
kerja, pemotongan ini dimulai dengan beram yang tipis dan metode ini digunakan untuk semua
jenis mesin frais.
C. Pemotongan netral
Alat potong mesin milling memilikii banyak sekali jenis dan bentuknya, baik pada mesin
milling vertikal maupun horizontal. Pemilihan pisau berdasarkan pada bentuk benda kerja
serta mudah atau kompleksnya benda kerja yang dibuat.

1.5 Parameter-parameter yang di perhatikan dalam pekerjaan pengefraisan


1.5.1 Memilih alat Bantu yang digunakan.
Pada mesin frais banyak sekali terdapat peralatan Bantu yang digunakan untuk membuat
benda kerja. Antara lain :
A) Mesin Vertical
1.Ragum (catok)
Benda kerja yang akan dikerjakan dengan mesin frais harus dijepit dengan kuat agar
posisinya tidak berubah waktu difrais. Berdasarkan gerakannya ragum dibagi menjadi 3
jenis yaitu :
-Ragum biasa
Politeknik Negeri bandung
14

Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang bentuknya sederhana dan biasanya
hanya digunakan untuk mengefrais bidang datar saja.
-Ragum berputar
Ragum ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang harus membentuk sudut terhadap
spindle. Bentuk ragum ini sama dengan ragum biasa tetapi pada bagaian bawahnya terdapat
alas yang dapat diputar 360

Gambar 12. Ragum putar


-Ragum universal
Ragum ini mempunyai dua sumbu perputaran, sehingga dapat diatur letaknya secara datar
dan tegak.

Gambar 13. Ragum universal


2.Kepala pembagi (dividing head)
Kepala pembagi (dividing head) adalah peralatan mesin frais yang digunakan untuk
membentuk segisegi yang beraturan pada poros yang panjang. Pada peralatan ini biasanya
dilengkapi dengan plat pembagi yang berfungsi untuk membantu pembagian yang tidak
dapat dilakukan dengan pembagian langsung.

Politeknik Negeri bandung


15

Gambar 14. Kepala pembagi


3. Kepala lepas
Alat ini digunakan untuk menyangga benda kerja yang dikerjakan dengan dividing head.
Sehingga waktu disayat benda kerja tidak terangkat atau tertekan ke bawah.

Gambar 15. Kepala lepas


4.Rotary table.
Rotary table digunakan untuk membagi segi-segi beraturan misalnya kepala baut.
Disamping itu juga dapat digunakan untuk membagi jarak-jarak lubang yang berpusat pada
satu titik misalnya membagi lubang baut pengikat pada flendes.

Gambar 16. Meja putar


Politeknik Negeri bandung
16

5.Adaptor
Bagian ini adalah tempat dudukan (pengikatan) cutter sebelum dimasukkan ke sarung tirus
pada sumbu utama.

Gambar 17. Adaptor


B) Mesin horizontal
1.Kepala pembagi
Pada mesin frais horizontal. Kepala pembagi dapat digunakan untuk membuat benda kerja
segi-segi beraturan, roda gigi, ulir cacing.
2 Kepala lepas
Kepala lepas digunakan untuk menyokong benda kerja yang panjang dan diproses dengan
dividing head. Hal ini dimaksudkan agar benda kerja tidak tidak tertarik atau tertekan waktu
disayat (difrais).
3. Ragum
Ragum pada mesin frais horizontal dan vertical bentuk dan fungsinya sama catok (ragum)
yang digunakan untuk mencekam benda kerja yang akan disayat datar.
(untuk lebih jelasnya mengenai macam-macam ragum.
4. Arbor beserta cincin dan dudukan penyangga
Cutter pada mesin frais horizontal dipasang pada arbor yang posisinya diatur dengan
pemasangan cincin.

Politeknik Negeri bandung


17

Gambar 18. Arbor


1.5.2 Menentukan parameter-parameter pemotongan
Parameter-parameter yang mempengaruhi pemotongan antara lain:
1.Bahan yang disayat.
Dengan mengetahui bahan yang akan disayat maka kita akan dapat menentukan kecepatan
potong. Kecepatan potong dari suatu bahan tidak dapat dihitung secara matematis melainkan
hanya dapat diketahui dengan melihat pada tabel dari buku referensi bahan tersebut. Berikut ini
adalah table kecepatan potong beberapa material.

Table 1 Kecepatan potong bahan teknik


Bahan

Benda kerja Vc (m/menit)

Kuningan, Perunggu keras

30 45

Besi tuang

14 21

Baja >70

10 14

Baja 50-70

14 21

Baja 34-50

20 30

Tembaga, Perunggu lunak

40 70

Allumunium murni

300 500

Plastik

40 60

2.Bahan cutter
Bahan cutter sangat berpengaruh terhadap kemampuan cutter dalam menyayat benda kerja.
Cutter mesin frais dibuat dari berbagai jenis bahan antara lain :
a. Unalloyed tool steel
Politeknik Negeri bandung
18

Adalah baja perkakas bukan paduan dengan kadar karbon 0,5 1,5% kekerasannya akan
hilang jika suhu kerja mencapai 2500 C, oleh karena itu material ini tidak cocok untuk
kecepatan potong tinggi.
b. Alloy tool steel
Adalah baja perkakas paduan yang mengandung karbon kromium, vanadium dan
molybdenum. Baja ini terdiri dari baja paduan tinggi dan paduan rendah. HSS (High Speed
Steel) adalah baja paduan tinggi yang tahan terhadap keausan sampai suhu 6000C.
c. Cemented Carbide
Susunan bahan ini terdiri dari tungsten atau molybdenum, cobalt serta carbon. Cemented
Carbide biasanya dibuat dalam bentuk tip yang pemasangannya dibaut pada holdernya
(pemegang cutter). Pada suhu 9000C bahan ini masih mampu memotong dengan baik,
cemented carbide sangat cocok untuk proses pengefraisan dengan kecepatan tinggi.
d. Mata potong pisau frais (geometri pisau).
Salah satu faktor yang menentukan baik buruknya kualitas hasil pengerjaan proses frais
adalah pengerindaan permukaan atau bidang-bidang utama dari cutter frais. Untuk pekerjaanpekerjaan khusus, cutter yang digunakan juga harus dipersiapkan secara khusus pula.
Permukaan cutter yang harus diperhatikan pada waktu menggerinda adalah sudut tatal, sudut
bebas sisi, sudut bebas depan, sudut bebas mata potong, dan sudut bebas belakang.
6. Putaran sumbu utama.
Untuk mengetahui kecepatan putar spindle utama, maka kita harus mengetahui kecepatan
potong dari benda yang akan disayat. Untuk ngetahui kecepatan putar spindle utama, dapat
dihitung secara matematis dengan rumus :
n = Vc . 1000/3,14.d (putaran/menit)
keterangan :
n = Putaran sumbu utama (RPM)
Vc = kecepatan potong (m/menit)
D = Diameter Cutter (mm)
= konstanta (3,14) ?

1.5.3 Menentukan cutter


Cutter pada mesin milling mempunyai bentuk silindris, berputar pada sumbunya dan
dilengkapi dengan gigi melingkar yang seragam.
Politeknik Negeri bandung
19

Keuntungan cutter dibanding dengan pahat bubut dan pahat ketam adalah setiap sisi
potong dari pisau frais mengenai benda kerja hanya dalam waktu yang pendek pada proses
pemotongan selama 1 putaran pisau frais dan pendinginannya pada waktu sisi potong
mengenai benda kerja, maka hasilnya cutter frais akan lebih tahan lama.
Cutter biasanya terbuat dari HSS maupun Carbide Tripped. Gigi cutter ada yang lurus
maupun ada yang mempunyai sudut, untuk yang bersudut (helix angle) dapat mengarah ke
kanan dan ke kiri. Cutter mesin frais baik horisontal maupun vertical banyak sekali jenisnya
antara lain :

a) Cutter mantel
Cutter jenis ini dipakai untuk mesin frais horizontal.

Gambar 19. Cutter mantel


b) Cutter alur
Digunakan untuk membuat alur-alur pada batang atau permukaan benda lainnya

Gambar 20 cutterr alur


c) Cutter modul
Cutter ini dalam satu set terdapat 8 buah. Cutter ini dipakai untuk membuat roda-roda gigi.

Gambar 21. Cutter modul


Politeknik Negeri bandung
20

d) Cutter radius cekung


Cutter ini dipakai untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius dalam
(cekung)

Gambar 22. Cutter radius cekung

e) Cutter radius cembung


Cutter ini dipakai untuk membuat benda kerja yang bentuknya memiliki radius dalam
(cekung)

Gambar 23. Cutter radius cembung

f) Cutter alur T.
Alat ini hanya digunakan untuk untuk membuat alur berbentuk T seperti halnya pada meja
mesin frais.

Gambar 24. Cutter alur T


g) Cutter ekor burung
Cutter ini dipakai untuk membuat alur ekor burung. Cutter ini sudut kemiringannya terletak
pada sudut-sudut istimewa yaitu : 300, 450 ,600

Politeknik Negeri bandung


21

Gambar 25. Cutter ekor burung

h) Cutter endmill
Ukuran cutter ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran besar. Cutter ini
biasanya dipakai untuk membuat alur pasak dan ini hanya dapat dipasang pada mesin frais
vertical.

Gambar 26. Cutter end mill

1.6 Pemasangan alat Bantu


A) Ragum
1. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam memasang ragum. Antara lain :
Periksalah ragum dalam kondisi baik dan bersih.
2. Usahakan pemasangan ragum berada ditengahtengah benda kerja, hal ini bertujuan untuk
mendapatkan keleluasaan kerja.
3. Luruskan lubang baut pengikat agar bertepatan dengan alur meja mesin.
4. Kerasi baut-baut pengikat. Sebelum baut-baut terikat dengan kuat, pastikan bahwa bibir ragum
benar-benar tegak lurus atau sejajar dengan pergerakan meja. Untuk mengecek kesejajaran
ragum tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan dial indikator dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
a. Ikatlah ragum dengan salah satu baut pengunci dan ingat pengikatanya jangan terlalu keras
(sebelum kedudukan baut benar-benar tegak lurus, jangan kerasi baut-baut pengikatnya.
b. Pasang pararel pada ragum, kemudian pasang blok bagnet pada badan mesin.
c. Kenakan sisi penggerak jarum pada sisi pararel.
d. Gerakan meja mesin sejalan dengan sisi pararel yang dipasang pada ragum.
e. Pukulah ragum dengan palu lunak sedikit demi sedikit apabila jarum pada dial indikator
bergerak. gerakkan meja mesin berulang kali dan bila dari ujung ke ujung jarum sudah tidak
bergerak,baru baut-baut pengikat ragum dikerasi semua, tapi ingat dalam mengerasi ragum
jangan sampai merubah posisi dari ragum tersebut.
Politeknik Negeri bandung
22

B) Dividing head
Pemasangan dividing head harus sejajar dengan meja mesin karena kalau tidak benda kerja yang
dihasilkan akan miring. Oleh karena itu pada waktu memasang jarak tepi dividing head harus
sama bila diukur dari tepi meja. Untuk lebih tepatnya dalam mancari kesejajaran dividing head
terhadap merja mesin dapat digunakan prosedur pengukuran seperti dibawah ini :
1.Pastikan mandrill dan lubang spindle dalam keadaan bersih kemudian masukkan mandril dan
dalam lubang spindle.
2.Lepaskan hubungan gigi spindle dengan sumbu cacing.
3.Stell jam penunjuk diatas meja mesin, sambil spindle diputar dan teliti jam penunjuknya. Jika
jarum bergerak beranti belum sentris
4.Geser jam penunjuk mendekati spindle dan perhatikan angka yang ditunjukkan oleh jarumnya,
kemudian jam penunjuk digeser lagi ke arah mandrel sambil diputar spindlenya
5.Kerjakan langkah ini secara berulang-ulang samapai angka jam menunjukkan angka yang tetap
untuk keduan ujungnya. setelah jam penunjuk tidak bergerak sama sekali waktu digeser maka
setting kedataran telah selesaia dan kerasi semua baut-baut pengikatanya.

1.7 Keselamatan kerja mesin Frais


1) Pakaian Kerja
Pakaian kerja yang dipakai operator harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
a) Tidak mengganggu pergerakan tubuh operator
b) Tidak terasa panas waktu dipakai
2) Sepatu kerja
Sepatu harus benar-benar dapat memberikan perlindungan terhadap kaki kita. Berdasarkan
standart yang telah ditentukan, sepatu kerja terbuat dari bahan kulit, sedangkan alas terbuat
dari karet yang elastis tetapi tidak mudah rusak karena berinteraksi dengan minyak pelumas
(oli). Untuk bagian ujung sepatu masih dilapisi dengan pelat besi yang digunakan untuk
melindungi kaki.
3) Kaca Mata
Kaca mata digunakan untuk melindungi mata dari chip-chip yang berterbangan pada saat
kerja di mesin frais. Oleh karena itu kaca mata yang dipakai oleh operator harus memenuhi
syarat-syarat berikut :
Politeknik Negeri bandung
23

a) Mampu menutup seluruh bagian-bagian mata dari kemungkinan terkena chip.


b) Tidak mengganggu penglihatan operator

BAB II
MESIN BUBUT

2.1 Pengertian dan prinsip kerja mesin bubut


Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada proses turning
atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses penghilangan bagian dari benda kerja
untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda kerja akan diputar/rotasi dengan kecepatan
tertentu bersamaan dengandilakukannya proses pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara
Politeknik Negeri bandung
24

translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut
gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding).
Prinsip kerja mesin bubut Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan
pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung,
putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut
diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja
akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

2.2 Bagian - bagian utama mesin bubut


Komponen Utama Mesin Bubut pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen utama antara
lain:
1. Kepala tetap (HeadStock)

Adalah bagian mesin yang letaknya disebelah kiri mesin,bagian inilah yang memutarkan
benda kerja. Didalamnya terdapat kumparan satu seri roda gigi serta roda tingkat atau tunggal.
Roda tingkat terdiri atas tiga atau empat buah keping dengan garis tengah yang berbeda,roda
tingkat diputar oleh suatu motor yang letaknya dibawah atau disamping roda tersebut melalui
suatu ban.
2. Kepala Lepas (Tailstock)

Adalah bagian dari mesin bubut yang letaknya disebelah kanan mesin dan dipasang diatas
mesin berfungsi
1) Sebagai tempat pemicu ujung benda kerja yang dibubut
Politeknik Negeri bandung
25

2) Sebagai tempat kedudukan bor pada waktu mengebor


3) Sebagai Tempat kedudukan penjepit bor

Kepala lepas dapat bergeser di sepanjang alas mesin.kepala lepas terdiri atas dua bagian, yaitu
alas dan ban,kedua bagian itu di ikat dengan 2 atau 3 baut.ikat dan dapat digerakkan
dipenggeser itu di perlukan apabila:
1) Kedudukan kedua senter tersebut tidak sepusat
2) Kedudukan kedua senter tidak harus sepusat misalnya untuk menghasilkan pembubutan yang
tirus.
3. Alas(Ways)

Fungsi utama alas mesin bubut ada 3 yaitu :


1) Tempat kedudukan kepala lepas
2) Tempat kedudukan eretan (cariage/support)
3) Tempat kedudukan penyangga diam(stendy prest)
Alas yang terbentuk memanjang merupakan tempat tumpuan gaya-gaya pemakanan pahat saat
membubut.
4.Eretan (cariage/support)
Eretan terdiri dari atas alas,eretan lintang,dan eretan atas.eretan alas adalah eretan yang
kedudukannya pada alas mesin.Gerakan eretan itu melalui roda yang dihubungkan roda batang
gigi panjang yang dipasang dibawah alas melalui penghantar.
A)Eretan Lintang

Politeknik Negeri bandung


26

Letaknya Diatas eretan alas dan kedudukannya melintang terhadap alas .fungsi eretan
lintang adalah untuk memberikan tempat pemakanan pahat saat membubut bagian ujung pahat
dengan putaran tiap pembagian ukurannya mengatur pemakanan pada bubut.
B)Eretan Atas

Letak eretan atas berada diatas eretan lintang dan di ikat oleh baut dengan mur ikat.fungsi
eretan atas mesin bubut adalah memegang eretan perkakas bubut dan memberi gerakan yang
diperlukan.
4.Chuck

Berfungsi sebagai tempat untuk memegang benda kerja agar tetap pada tempatnya. Terdapat
dua jenis chuck dalam mesin bubut yaitu chuck 3 rahang dan chuck 4 rahang.

2.3 Jenis-jenis mesin bubut


1. Mesin Bubut Turet

Politeknik Negeri bandung


27

Mesin bubut turet memiliki ciri khusus yang terutama meneyesuaikanya kepada produksi.
Karakteristik utama dari mesin bubut golongan ini adalah bahwa pahat untuk operasi yang
berurutan dapat distel dalam kesiagaan unutk penggunaan dalam urutan yang sesuai. Meskipun
diperlukan keterampilan sangat tinggi untuk mengunci dan mengatur pahat dengan tepat, tetapi
sekali sudah benar, maka hanya sikit keterampilan untuk mengoperasikanya, dan banyak suku
cadang dapat di produksi.
Perbedaan antara bubut turet dengan bubut mesin yaitu :
Perbedaan utama antara kedua mesin adalah mesin bubut turet disesuaikan untuk produksi
banyak. Sedangkan bubut mesin digunakan untuk berbagai penugasan, ruang perkakas, atau
pekerjaan operasi tunggal .cirri utama dari bubut turet yang membuatnya menjadi mesin
produksi banyak adalah sebagai berikut :
a).Pahat dapat dikunci secara permanen dalam turet pada urutan yang sesuai
penggunaan.

dari

b).Setiap stasiun dilengkapi dengan penghenti hantaran atau pelompat hantaran sehingga masingmasing pemotongan oleh pahat adalah sama dengan pemotongan sebelumnya.
c).Pemotongan majemuk dapat diambil dari stasiun yang sama pada saat yang sama.
d).Pemotongan kombinasi dapat dibuat dengan yaitu pahat pada peluncur menyilang dapat
digunakan pada saat yang sama denagn pahat yang dituret yang memotong.
e).Kekakuan yang berlebih dalam memegang benda kerja dan pahatnya
mesin untuk pemotongan kombinasi dan majemuk.

dibangun ke dalam

f).Mereka mungkin dipasangkan dengan berbagai perlengkapan misalnya untuk pembubutan


tirus, pembubutan ulir dan lain-lain.
Jenis-jenis dari mesin bubut turet yaitu :
1). Mesin bubut turet horizontal
Mesin bubut jenis ini dibuat dalam dua rancangan dan dikenal sebagai ram dan sade. Mesin
bubut turret ini dapat juga diklasifikasikan sebagai mesin pencekam atau batang.
Politeknik Negeri bandung
28

2). Mesin bubut turret otomatis


Mesin bubut jenis ini mirip dengan mesin jenis sadel standart tetapi operasinya otomatis
sepenuhnya agar seseorang operator dapat menangani dua mesin atau lebih. Mesin jenis ini
digunakan pada tugas pencekam yang berjalan lama, yang usaha untuk penyetelan dan
pemahatannya dapat diperluas kepada banyak suku cadang. Keuntungan dari mesin ini adalah
penghapusan elemen manusia dari daur waktu, kemungkinan untuk operator mengawasi untuk
beberapa mesin dalam produksi yang lebih cepat.

3). Mesin bubut turet yg dikendalikan oleh pita


Dalam gambar ditunjukkan sebuah bubut turret dua suhu tugas berat dengan kendali
numeris, yang dirancang khusus untuk produksi berat. Mesin ini dapat distel dengan cepat
untuk pekerjaan suku cadang kecil biasanya dengan hanya menukar pencekam rahang, pita
pengendali, dan mungkin satu atau dua pemotongan.

Politeknik Negeri bandung


29

4). Mesin bubut turret vertical.


Mesin bubut turret vertical adalah sebuah mesin yang mirip freis pengebor vertical, tetapi
memiliki karakteristik pengaturan turet untuk pemegangan pahat. Mesin ini dilengkapi dengan
system kendali yang memungkinkan operasi otomatis tiap kepala termasuk kecepatan arah
antaran. Kecepatan produksi dari mesin ini sangant meningkat melebihi dan dioperasikan
dengan tangan karena mesin ini beroperasi secara kontiniu.

5). Mesin bubut stasiun jamak vertikal, otomatis.


Mesin jenis ini dirancang untuk produksi tinggi dan biasanya dilengkapi dengan lima atau
sembilan stasiun kerja dan kedudukan kemuatan pada setasiun kecuali stasiun pemuat sebuah
operasi dilakukan yang menuju kepenyelesaian dari suku cadang. Keuntungan dari mesin ini
bahwa segala operasi dapat dilakukan secara serentak dan dalam urutan yang sesuai.

Politeknik Negeri bandung


30

4. Mesin bubut otomatis (CNC)

Perkembangan teknologi komputer saat ini telah mengalami kemajuan yang amat pesat.
Dalam hal ini komputer telah diaplikasikan ke dalam alat-alat mesin perkakas di antaranya mesin
bubut, mesin frais, mesin gerinda, mesin bor, mesin potong dan lain-lain. Hasil perpaduan
teknologi komputer dan teknologi mekanik inilah yang selanjutnya dinamakan CNC (Computer
Numerically Controlled). Sistem pengoperasian CNC menggunakan program yang dikontrol
langsung oleh komputer. Secara umum konstruksi mesin perkakas CNC dan sistem kerjanya
adalah sinkronisasi antara komputer dan mekaniknya. Jika dibandingkan dengan mesin perkakas
konvensional yang setaraf dan sejenis, mesin perkakas CNC lebih unggul baik dari segi
Politeknik Negeri bandung
31

ketelitian (accurate), ketepatan (precision), fleksibilitas, dan kapasitas produksi. Sehingga, di era
modern seperti saat ini banyak industri-industri mulai meninggalkan mesin-mesin perkakas
konvensional dan beralih menggunakan mesin-mesin perkakas CNC . Secara garis besar
pengertian mesin CNC adalah suatu mesin yang dikontrol oleh komputer dengan menggunakan
bahasa numerik (perintah gerakan yang menggunakan angka dan huruf). Sebagai contoh: apabila
pada layar monitor mesin kita tulis M03, spindel utama mesin akan berputar berlawanan jarum
jam dan apabila kita tulis M30, spindel utama mesin akan berhenti berputar.
5. Mesin bubut duplikat.

Mesin bubut duplikat memproduksi kembali sejumlah suku cadang dari bentuk induk ataupun
contoh dari benda kerja hanpir setiap mesin bubut standar dapat dimodifikasi untuk pekerjaan
penduplikasian atau terdapat mesin bubut duplikat otomatis khusus. Reproduksinya dari sebuah
pola baik bulat atau datar, biasanya dipasangkan di belakang mesin bubut.
Dalam gambar ditunjukkan pandangan dari sebuah mesin bubut duplikat yang dikendalikan
numeris atau otomatis. Model ini biasanya dilengkapi dengan system kendali numeris. Ketitik
yang memiliki masukan dial desimal pembacaan langsung. Unit penduplikasi adalah sebuah
system elektromekanis yang tersusun dari tiga bagian yaitu:
1. Sebuah penguat listrik
2. Sebuah penguat daya mekanis
3. Sebuah jarum sayat.
Ciri lain dari mesin ini blok pahat pengarah dua kedudukan terkendali secara otomatis yang
terpasang di atas benda kerja.
8. Mesin bubut center
Pada mesin bubut ini pekerjaan dapat dilakukan diantara dua senter, yaitu kepala
tetap(headstock) dan senter kepala tetap(tailstock). Pada kepala tetap dipasang cekam 3 rahang,
empat rahang atau collet sebagai pemegang benda kerja. Sedangkan kepala lepas berfungsi
sebagai penyangga benda kerja pada sisi lainnya.
Politeknik Negeri bandung
32

2.4 Sumber yang terkait dalam mesin bubut


Dalam mesin bubut terdapat berbagai macam sumber data yang dapat diperoleh diantaranya
adalah sebagai berikut
A. Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penentu yang
sangaterat hubungannya dengan mesin bubut, dimana SDM yang berkualitas akanlebih baik
dalam mengoperasikan maupun melakukan perawatan mesin bubut itu sendiri.Dalam pekerjaan
perawatan, sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk merencanakan pekerjaan perawatan
maupun perbaikan dapat dilakukan oleh satu orang, namun dalam pelaksanaannya kegiatan
perawatan dapat dibantu oleh seorang operator. Sesuai dengan konsep kerja Total
Produktif Maintenance (TPM)
B. Sumber Daya Alat Sumber daya alat yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan pekerjaan
perawatan seperti membersihkan, pengecekan, pelumasan pengukuran, penyetelan, penggantian.
Alat - alat yang digunakan untuk mendukung pekerjaan perawatan mesin bubut adalah sebagai
berikut :
a) Lap(majun)
Untuk membersihkan benda kerja atau mesin bubut dari cairan pendingin atau serpihan
serpihan potongan dalam proses pembubutan
b) Kunci Chuck
Untuk mengunci cutter untuk dipasang pada tailstock
c) Kunci L
Untuk mengencangkan atau mengunci pahat yg sudah dipasang pada toolholder
d) Silinder pejal
Untuk menyetting ketinggian pahat dan juga dapat digunakan untuk membantu pemutaran
benda kerja agar tidak lepas dari cekaman chuck
e) Pahat
Alat untuk memotong benda kerja yg dipasang pada toolholder
f)
kacamata
Alat keselamatan untuk melindungi mata dari seriphan-serpihan hasil pemotongan dalam
proses pembubutan yang sering kali terlempar kemana-mana
g) Jangka sorong
Politeknik Negeri bandung
33

Untuk mengukur panjang,ketebalan, dan tinggi benda kerja dan bisa juga digunakan untuk
menentukan titik atau batas pemakanan dalam proses pembubutan
h) Gambar kerja
Sebagai acuan untuk membuat bentuk benda kerja yg akan dibuat
C. Spare Part
Ketersediaan suku cadang atau biasa disebut spare part sangat menentukan keberhasilan
perencanaan perawatan pada mesin bubut. Dibawah ini adalah contoh spare part yang merupakan
komponen dari mesin bubut.
a.Pencekam ( Chuck ) dan Pelat Pembawa
Pelat pembawa adalah peralatan yang ada dalam mesin bubut yang digunakan pada saat
melakukan pembubutan dengan menggunakan duasenter, yakni pada proses pembubutan 5 konis
misalnya. Pelat ini bentuknya menyerupai pelat cekam tetapi tidak memiliki penjepit. Pelatini
bergerak karena dipasangnya pembawa dan dijepit pada benda kerja.
b. Senter
Senter merupakan peralatan mesin bubut yang digunakan untuk menopang benda kerja yang
sedang dibubut, baik pada saat dibubut rata maupun dibubut tirus. Untuk menempatkan senter
ini, ujung benda harus dibuat lubang dengan menggunakan bor senter. Lubang ini
dimaksudkansebagai tempat atau dudukan kepala senter. Penggunaan senter inidimaksudkan
untuk menjada atau menahan benda kerja agar kelurusannya terhadap sumbu tetap terjaga. Pada
bagian kepalanya, senter ini berbentuk runcing dengan sudut ketirusannya 60 derajat. Sementara
pada sisi yanglainnya, berbentuk tirus. Ada dua jenis senter, yaitu senter yang ikut berputar
mengikuti putaran benda kerja (senter jalan/live center) dansenter yang tidak ikut berputar
dengan putaran benda kerja (senter mati/tail stock center). Berikut ini adalah gambar dari senter
jalan dansenter mati.
c. Collet
Collet adalah peralatan mesin bubut yang digunakan untuk membantu menjepit benda kerja
yang memiliki permukaan halus, apabila benda kerja tersebut mau dikerjakan dalam mesin
bubut. Dengan katalain, apabila salah satu sisi benda kerja telah selesai dikerjakan dan sisii yang
satunya akan dikerjakan, maka untuk mencegah terjadina kerusakan pada permukaan benda kerja
tersebut, dalam menjepitnya harus digunakan collet
d. Penyangga
Penyangga adalah perlatan mesin bubut yang digunakan untuk menyangga benda panjang
pada saat di bubut. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga benda kerja agar tidak melentur pada
saat dibubut, sehinggakelurusan benda kerja bisa tetap terjaga. Ada dua jenis penyangga yang
dapat digunakan, yaitu penyangga tetap (stead rest) dan penyangga jalan(follow rest). Kedua
jenis penyangga tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.
e. Pahat Bubut
Politeknik Negeri bandung
34

Pahat bubut adalah perkakas potong yang digunakan dalam membubut. Pahat ini terbuat dari
bahan logam keras, seperti HSS ataupun Carbida. Logam-logam tersebut memiliki kekerasan
yang lebih tinggi dari bahan benda kerjanya, sehingga pahat bisa menyayat dengan baik.Selama
membubut, ujung pahat harus selalu mendapat pendinginan yang kontinyu, karena jika ujung
pahat tersebut panas, pahat akan cepat aus dan tumpul. Sesuai dengan bentuk dan
penggunaannya, pahat-pahat bubut dapat dinamakan: pahat kasar, pahat penyelesaian, pahat
pemotong, pahatalur, pahat ulir, dan pahat bentuk. Berdasarkan arah pemakanan, pahat dapat
dikelompokkan menjadi pahat kanan dan pahat kiri. Pahat kanan adalah pahat yang arah
pemakanannya dari kanan ke kiri, dan pahat kiri adalah pahat yang arah pemakannnya dari kiri
ke kan. Ada berbagai macam pahat bubut

2.5 Pahat mesin bubut


a. Pahat bubut rata kanan
Pahat bubut rata kanan memilki sudut baji 80 dan sudut-sudut bebas lainnya sebagaimana
gambar 26, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang pemakanannya
dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi cekam.

b. Pahat bubut rata kiri


Pahat bubut rata kiri memilki sudut baji 55, pada umumnya digunakan untuk pembubutan
rata memanjang yang pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi kepala
lepas.

Politeknik Negeri bandung


35

c. Pahat bubut muka


Pahat bubut muka memilki sudut baji 55, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata
permukaan benda kerja (facing) yang pemakanannya dapat dimulai dari luar benda kerja ke arah
mendekati titik senter dan juga dapat dimulai dari titik senter ke arah luar benda kerja tergantung
arah putaran mesinnya.

d. Pahat bubut ulir


Pahat bubut ulir memilki sudut puncak tergantung dari jenis ulir yang akan dibuat, sudut
puncak 55 adalah untuk membuat ulir jenis whitwhort. Sedangkan untuk pembuatan ulir jenis
metrik sudut puncak pahat ulirnya dibuat 60.

Politeknik Negeri bandung


36

e.

Pahat Alur
Pahat alur digunakan untuk membuat alur pada benda kerja. Macam-macam pahat alur
digunakan sesuai dengan kebutuhan membuat celah alur atau ukuran clip.

2.5.1 Penggunaan pahat bubut luar


Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa salahsatu alat potong yang sering digunakan pada
proses pembubutan adalah pahat bubut. Bentuk, jenis dan bahan pahat ada bermacam-macam
yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Prosesnya adalah benda kerja yang akan dibubut
bergerak berputar sedangkan pahatnya bergerak memanjang, melintang atau menyudut
tergantung pada hasil pembubutan yang diinginkan.

berdasarkan bentuknya diaatas , pahat bubut dari kiri ke kanan


a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)

pahat kiri
pahat potong
pahat kanan
pahat rata
pahat radius
pahat alur
pahat ulir
pahat muka
pahat kasar

Politeknik Negeri bandung


37

2.5.2 Pahat bubut dalam


Selain pahat bubut luar, pada proses pembubutan juga sering menggunakan pahat bubut
dalam. Pahat jenis ini digunakan untuk membubut bagian dalam atau memperbesar lubang
yang sebelumnya telah dikerjakan dengan mata bor. Bentuknya juga bermacam-macam dapat
berupa pahat potong, pahat alur ataupun pahat ulir, ada yang diikat pada tangkai pahat. Bentuk
ada yang khusus sehingga tidak diperlukan tangkai pahat. Contoh pemakaian pahat bubut
dalam ketika memperbesar lubang dan membubut rata bagian dalam.

4. Pahat potong
Pahat potong adalah jenis pahat potong yang menggunakan tangkai digunakan untuk
memotong benda kerja.

5. Pahat bentuk
Pahat bentuk digunakan untuk membentuk permukaan benda kerja, bentuknya sangat
banyak dan dapat diasah sesuai bentuk yang dikehendaki operatornya. adalah jenis-jenis pahat
berbentuk radius.

Politeknik Negeri bandung


38

6. Pahat keras
Pahat keras yaitu pahat yang terbuat dari logam keras yang mengandung bahan karbon
tinggi yang dipadu dengan bahan-bahan lainnya, seperti Cemented Carbid, Tungsten, Widedan
lain-lain. Pahat jenis ini tahan terhadap suhu kerja sampai dengan kurang lebih 1000 C,
sehingga tahan aus/gesekan tetapi getas/rapuh dan dalam pengoperasiannya tidak harus
menggunakan pendingin, sehingga cocok untuk mengerjakan baja, besi tuang, dan jenis baja
lainnya dengan pemakanan yang tebal namun tidak boleh mendapat tekanan yang besar. Di
pasaran pahat jenis ini ada yang berbentuk segi tiga, segi empat dan lain-lain yang pengikatan
dalam tangkainya dengan cara dipateri keras (brassing) atau dijepit menggunakan tangkai dan
baut khusus.

2.5.3 Macam-macam pahat berdasarkan material pembentuknya


a. Pahat High Speed Steel (HSS )
High speed steel (HSS) adalah perkakas yang tahan terhadap kecepatan kerja yang tinggi
dan temperatur yang tinggi juga dengan sifat tahan softening, tahan abrasi, dan
tahan breaking. HSS merupakan peralatan yang berasal dari baja dengan unsur karbon yang
tinggi. Pahat HSS ini digunakan untuk mengasah atau memotong benda kerja. Beberapa unsur
yang membentuk HSS antara lain Tungsten/wolfram (W), Chromium (Cr), Vanadium (V),
Molydenum (Mo), dan Cobalt (Co). Kekerasan permukaan HSS dapat ditingkatkan dengan
melakukan pelapisan. Material pelapis yang digunakan antara lain : tungsten karbida, titanium
karbida, dan titanium nitride, dengan ketebalan pelapisan 5~8 m. Pahat jenis ini mampu
mempertahankan kekerasan pada suhu moderat dan digunakan secara luas untuk mata bor,
pahat bubut, dan tap. Selain itu harganya juga relatif murah

Politeknik Negeri bandung


39

.
b. Pahat Karbida (HCS)
Pahat ini dibuat dari campuran antara karbida dan kobalt. Karbida mendapatkan kekerasan
mereka dari biji-bijian tungsten dan ketangguhan mereka dari ikatan ketat yang dihasilkan
oleh aksi penyemenan dari logam tersebut. Kekerasannya sekitar 90 HRC. Ketahanan aus dan
ketangguhan (resistensi shock) dari karbida dapat diubah dengan memvariasikan jumlah
kekerasan kobalt. Pahat jenis ini lebih unggul dibandingkan dengan pahat HSS, karena pahat
ini memiliki ketangguhan dan ketahanan terhadap abrasi serta keausan. Selain itu, resistensi
terhadap deformasi termal/perubahan bentuk karena panas, juga cukup baik. Oleh karena itu,
harga pahat jenis ini juga relatif mahal.

c. Pahat Baja
Karbon Baja dengan kandungan karbon yang relatif tinggi (0,7% - 1,4% C) tanpa unsur lain
dengan prosentasi unsur lain yang rendah (2% Mn, W, Cr) mampu mempunyai kekerasan
permukaan yang cukup tinggi. Baja karbon ini bisa digunakan untuk kecepatan potong rendah
(sekitar VC 10 m/min) karena sifat martensit yang melunak pada temperatur sekitar 250C.
Pahat jenis ini hanya dapat digunakan untuk memotong logam yang lunak ataupun kayu.
Karena harganya yang relatif murah maka sering digunakan untuk tap (untuk membuat ulir)
.
Keuntungannya:
1.Digunakan untuk kecepatan potong yang rendah.
2.Dapat memotong material benda kerja yang lunak.
3.Harganya murah.

Politeknik Negeri bandung


40

d. Pahat Paduan Cor Nonferro


Sifat-sifat paduan cor nonferro adalah diantara HSS dan Karbida (Cemented Carbide) dan
digunakan dalam hal khusus diantara pilihan dimana karbida terlalu rapuh dan HSS
mempunyai hot hardness dan wear resistance yang terlalu rendah. Jenis material ini dibentuk
secara tuang menjadi bentuk-bentuk yang tidak terlampau sulit misalnya tool bit (sisipan)
yang kemudian diasah menurut geometri yang dibutuhkan.Paduan nonferro terdiri dari 4
macam eleman utama adalah sebagai berikut :1. Cobalt : sebagai pelarut bagi elemen elemen
lain2. Krom(Cr) : (10% s.d 35% berat) yang membentuk karbida.3.Wolfram (W) : (10% s.d
25% berat) sebagai pembentuk karbida4.Karbon : 3% C menghasilkan jenis yang keras dan
tahan aus

e. Pahat Keramik
Keramik adalah material paduan metalik dan non metalik. Proses pembuatannya
melalui powder processing. Keramik secara luas mencakup karbida, nitrida, borida, oksida,
silikon, dan karbon. Keramik mempunyai sifat yang relatif rapuh.Beberapa contoh jenis
keramik sebagai perkakas potong adalah :1. Keramik oksida atau oksida aluminium (Al2O3)
murni atau ditambah 30% titanium (TiC) untuk menaikkan kekuatannonadhesif. Disertai
dengan penambahan serat halus (whisker) dari SiC dimaksudkan untuk mengurangi kegetasan
disertai dengan penambahan zirkonia (ZrO2) untuk menaikan jumlah retak mikro yang
tidak terorientasi guna menghamabat pertumbuhan retak yang cukup besar dan memiliki sifat
yang sangat keras dan tahan panas.

Politeknik Negeri bandung


41

.
f. Pahat CBN (Cubic Boron Nitride)
CBN termasuk jenis keramik. Dibuat dengan penekanan panas (HIP, 60kbar, 1500C)
sehingga bentuk grafit putih nitrida boron dengan strukrur atom heksagonal berubah menjadi
struktur kubik. Pahat sisipan CBN dapat di buat dengan menyinter serbuk nitrida boron tanpa
atau dengan material pengikat Al2O3, TiN, atau Co.CBN memiliki kekerasan yang sangat
tinggi dibandingkan pahat sebelumnya. Pahat ini bisa digunakan untuk permesinan berbagai
jenis baja pada keadaan dikeraskan, besi tuang, HSS, atau karbida. CBN memiliki afinitas
yang sangat kecil terhadap baja dan tahan terhadap perubahan reaksi kimia sampai dengan
kecepatan potong yang sangat tinggi. Saat ini, pahat CBN sangat mahal sehingga
pemakaiannya sangat terbatas

.
g. Pahat Intan
Merupakan pahat potong yang sangat keras yang merupakan hasil proses sintering serbuk
intan tiruan dengan pengikat Co (5%-10%). Hot hardness sangat tinggi dan tahan terhadap
deformasi plastis. Sifat ini ditentukan oleh besar butir intan serta prosentase dan komposisi
material pengikat. Karena intan pada temperatur tinggi akan berubah menjadi grafit dan mudah
terdifusi dengan atom besi, maka pahat intan tidak dapat di gunakan untuk memotong bahan
yang mengadung besi (ferros). Cocok untuk ultra high precision & mirror finish cutting bagi
benda kerja nonferro (Al Alloys, Cu Alloys, plastics, rubber).

Politeknik Negeri bandung


42

2.6 Gerakan-gerakan dalam membubut


Dalam pengerjaan mesin bubut dikenal beberapa prinsip gerakan yaitu :
a. Gerakan berputar benda kerja pada sumbunya disebut cutting motion, main motion, artinya
putaran utama. Dan cutting speed atau kecepatan potong merupakan gerakan untuk
mengurangi benda kerja dengan pahat.
b. Pahat yang bergerak maju secara teratur, akan menghasilkan chip (geram, serpih,
tatal).Gerakan tadi disebut feed motion.
c. Bila pahat dipasang dengan dalam pemotongan (depth of cutting), pahat dimajukan ke arah
melintang sampai kedalaman pemotongan yang dikehendaki. Gerakan ini disebut adjusting
motion.

2.7 Pengerjaan pada mesin bubut


Adapun macam pengerjaan yang dapat dilakukan pada mesin bubut adalah :
a. Membubut memanjang (longitudinal)
Saat membubut memanjang, pahat digerakkan sejajar sumbu putar benda kerja sehingga
dihasilkan bentuk silinder.
b. Membubut melintang (transversal)
Pahat bergerak tegak lurus terhadap sumbu putar benda kerja sehingga bahan terpotong
menjadi dua bagian atau meratakan dari sisi benda kerja.
c. Membubut tirus / membubut konus
Pada waktu membubut tirus, pahat terlebih dulu diputar beberapa derajat, dengan demikian
dihasilkan bentuk silinder tirus.
d. Membubut ulir
Pada waktu membubut ulir, pahat digerakkan dari kanan ke kiri dan sebaliknya. Pada waktu
bergerak ke kiri pahat melakukan pemotongan, sedangkan pada saat kembali tidak melakukan
pemotongan.
e. Membubut profil
Dipergunakan pahat khusus untuk membuat profile dengan gerakan pahat tegak lurus sumbu
putar dari benda kerja.

2.8 Keselamatan kerja dalam mesin bubut


Sebagaimana kita ketahui dalam praktek kerja kita harus mengutamakan keselamatan agar
terhidar dari kejadian yang kita tidak inginkan. Contohya dalam mesin bubut hal yg perlu kita
perhatikan adalah :
1. Mengenakan baju praktek(warepack)
Politeknik Negeri bandung
43

Dalam proses pembubutan kita harus mengenakan baju praktek(warepack) karena pada saat
proses pembubutan seringkali potongan potongan besi dalam proses pembubutan berterbangan
oleh karena itu kita harus megenakan baju praktek(warepack) untuk menghindari hal tersebut.
2. Mengenakan sepatu kerja(safety shoes)
Mengenakan sepatu kerja(safety shoes) juga sangat penting dalam proses pembubutan untuk
melindungi kaki dari jatuhnya benda-benda berat apabila terjadi kesalahan dalam proses
pembubutan.
3. Rambut tidak boleh panjang atau harus di ikat
Karena dalam proses pembubutan benda kerja berputan apabila rambut kita panjang dan
menyentuh putaran benda kerja dalam proses pembubutan rambut kita akan tertarik oleh karena
itu rambut tidak boleh panjang atau harus di ikat selama proses pembubutan
4. Menggunakan kacamata pelindung
Hal ini sangat penting dalam keselamatan pada proses pebubutan karena untuk melindungi
mata dari serpihan-serpihan besi yang sering kali berterbangan pada saat proses pembubutan
5. Keringkan terlebih dahulu bila ada cairan pada mesin bubut
Hal ini dilakukan untuk menghindari konsleting dan juga agar saat pencekaman benda kerja
tidak licin sehingga benda tercekam kuat agar tidak jatuh atau terlempar selama proses
6. Tidak boleh mengoperasikan mesin bubut sebelum ada intruksi
Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan dan kerusakan pada mesin selama
pembubutan

Bab III
Mesin Gerinda (Grinding Machine)
Politeknik Negeri bandung
44

3.1 Pengertian dan prinsip kerja mesin gerinda


Kemampuan menajamkan alat potong dengan mengasahnya dengan pasir atau batu telah
ditemukan oleh manusia primitif sejak beberapa abad yang lalu. Alat pengikis digunakan untuk
membuat batu gerinda pertama kali pada zaman besi dan pada perkembangannya dibuat lebih
bagus untuk proses penajaman. Di awal tahun 1900-an, penggerindaan mengalami
perkembangan yang sangat cepat seiring dengan kemampuan manusia membuat butiran abrasive
seperti silikon karbida dan aluminium karbida. Selanjutnya dikembangkan mesin pengasah yang
lebih efektif yang disebut mesin gerinda. Mesin ini dapat mengikis permukaan logam dengan
cepat dan mempunyai tingkat akurasi yang tinggi sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk mengasah/memotong
benda kerja dengan tujuan tertentu. Prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar
bersentuhan dengan benda.kerja sehingga terjadi pengikisan, penajaman, pengasahan, atau
pemotongan.
Pasa prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar bersentuhan dengan benda
kerja sehingga terjadi pengikisan, penajaman, pengasahan, pemolesan, maupun pemotongan.
Untuk sejarah penggunaan batu gerinda Sebagai alat pengikis mulai dipergunakan di dalam
pembuat batu gerinda yang mana ini pertama kali digunakan pada zaman besi dan perunggu.
Pada zaman ini sudah dikembangannya Mata Batu Gerinda. Pada zaman ini mata gerinda sudah
dibuat lebih bagus dan lebih baik dalam proses penajaman alat buru maupun alat perkakas. Dan
di awal tahun 1900-an, mengalami perkembangan yang amat pesat seiring dengan kemampuan
manusia membuat butiran abrasive seperti pasir silikon karbida serta aluminium karbida.

3.2 Fungsi Utama Mesin Gerinda


1. Memotong benda kerja yang ketebalanya yang tidak relatif tebal.
2. Menghaluskan dan meratakan permukaan benda kerja.
Politeknik Negeri bandung
45

3. Sebagai proses jadi akhir ( finishing ) pada benda kerja.


4. Mengasah alat potong agar tajam.
5. Menghilangkan sisi tajam pada benda kerja.
6. Membentuk suatu profil pada benda kerja ( baik itu elips, siku, dan lain-lain )

3.3 Komponen-komponen Mesin Gerinda


Bagian badan mesin yang biasanya terbuat dari besi tuang yang memiliki sifat sehagai
peredam getaran yang baik. fungsinya adalah untuk menopang meja kerja dan menopang kepala
rumah spindel.Bagian poros spindel merupakan bagian yang kritis karena harus berputar dengan
kecepatan tinggi juga dibebani gaya pemotongan pada batu gerindanya dalam berbagal arah.
Bagian meja juga merupakan bagian yang dapat mempengaruhi basil kerja proses gerinda karena
diatas meja inilah Benda kerja dilelakkan melalui suatu ragum ataupun magnetic chuck yang
dikencanukan pada meja ini.

1. Power Transmission
Power Transmission grinda dilindungi oleh pelindung tetap sebagai peredam getaran. Power
Transmission grinda berupa spindle.
2. Point Of Operation
Point Of Operation grinda ini merupakan bagian mesin yang dirancang untuk mengasah atau
rnengikis benda kerja.
3. Pelindung yang Dapat Diatur
Pelindung ini adalah safety glass, di mana dirancang untuk melindung bagian atas badan
pekerja seperti bagian wajah dari percikan api.
4. Heavy wheel guard
Heavy wheel guard bertujuan untuk melindung gerinda pada saat berputar dan merupakan
pelindung tetap.
5. Meja Benda
Meja benda bertujuan untuk mengontrol benda pada saat penggerindaan dan mempengaruhi
hasil dan penggerindaan.

3.4 Jenis- jenis Mesin Gerinda


Politeknik Negeri bandung
46

1. Mesin Gerinda Permukaan

Mesin Surface Grinding adalah mesin gerinda yang mengacu pada pembuatan bentuk datar
dan permukaan yang rata pada sebuah benda kerja yang berada di bawah batu gerinda yang
berputar. Mesin surface grinding bisa kita jumpai di ATMI pada mesin Brand dan Magerle. Pada
umumnya mesin gerinda digunakan untuk penggerindaan permukaan yang meja mesinnya
bergerak horizontal bolak-balik. Benda kerja dicekam pada meja magnetik, digerakkan maju
mundur di bawah batu gerinda. Meja pada mesin gerinda datar dapat dioperasikan secara
manual atau otomatis yang dapat diatur pada bagian tuasnya. Mesin surface grinding
berdasarkan pergerakan meja dan spindlenya dibagi menjadi 4 macam, yaitu:
1.Mesin gerinda datar horizontal dengan gerak meja bolak-balik
Mesin gerinda ini digunakan untuk menggerinda benda-benda dengan permukaan rata dan
menyudut. Mengenai panjang langkah pada meja dan gerakan melintang batu gerinda dapat
disetting pada tuas dimeja mesin gerinda sesuai dengan sifat dan karakter benda kerja yang akan
dikerjakan.
2.Mesin gerinda datar horizontal dengan gerak meja berputar
Mesin jenis ini dipergunakan untuk menggerinda permukaan rata pada benda kerja silindris.
Tepatnya dibagian sisi permukaan rata benda kerja tersebut dengan gerakan berputarnya meja
mesin surface grinding.
3.Mesin gerinda datar vertical dengan gerak meja bolak-balik
Mesin jenis ini digunakan untuk menggerinda benda-benda berpermukaan rata, lebar, dan
menyudut. Penggerindaan berlangsung pada sisi samping roda gerinda sehingga ketika proses
harus berhati-hati dalam pemakanan (DOC) dengan cara lebih sedikit-sedikit. Cara ini
dilakukan agar benda kerja tidak gosong ketika menerima beban dan luas penampang yang
terlalu besar pada sisi potong batu gerinda.
4.Mesin gerinda datar vertical dengan gerak meja berputar
Politeknik Negeri bandung
47

Mesin jenis ini dipergunakan untuk menggerinda permukaan rata poros dan lubang. Bisa juga
untuk membuat lubang yang presisi bila memang tidak ada mesin universal grinding dalam
bengkel Anda saat diperlukannya penggerindaan lubang dalam seperti gambar disebaliknya.
Berdasarkan prinsip kerjanya mesin gerinda datar dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Surface grinding semi otomatis, proses pemotongan dapat dilakukan secara manual (tangan)
dan otomatis mesin.
2. Surface grinding otomatis, proses pemotongan diatur melalui program (NC/Numerical
Control dan CNC/Computer Numerically Control).
Berdasarkan prinsip pendingin (coolant) mesin gerinda datar dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Penggerindaan kering
Sesuai dengan tujuannya, penggerindaan kering dilakukan tanpa menggunakan cairan
pendingin. Agar debu yang timbul dari penggerindaan tidak beterbangan dan terhisap oleh orang
yang bekerja, maka mesin dilengkapi dengan penyedot debu. Karena apabila tidak disedot, maka
debu akan mengendap pada bagian-bagian mesin.
2. Penggerindaan basah
Pada penggerindaan basah digunakan cairan pendingin untuk mencegah debu yang timbul dari
penggerindaan. Hal ini perlu dijaga agar tidak sampai mengenai operator, dan tidak pula
berserakan keluar mesin maupun kena lantai. Untuk itu mesin ini operlu dilengkapi perisai untuk
menahan cairan pendingin. Pada penggerindaan basah, kita dapat mempertahankan sifat logam,
karena tidak mengalami kenaikan suhu akibat gesesekan pada proses pemotongan.
Prinsip kerja utama dari mesin surface grinding adalah gerakan bolak-balik benda kerja, dan
gerak rotasi dari tool. Dilihat dari prinsip kerja utama mesin tersebut, mesin gerinda datar secara
garis besar mempunyai tiga gerakan utama, yaitu:
1) Gerak putar batu gerinda.
2) Gerak meja memanjang dan melintang.
3) Gerak Pemakanan.

2.Mesin Gerinda tangan

Politeknik Negeri bandung


48

Mesin gerinda tangan merupakan mesin yang berfungsi untuk menggerinda benda kerja.
Awalnya mesin gerinda hanya ditujukan untuk benda kerja berupa logam yang keras seperti besi
dan stainless steel. Menggerinda dapat bertujuan untuk mengasah benda kerja seperti pisau dan
pahat, atau dapat juga bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapikan hasil
pemotongan, merapikan hasil las, membentuk lengkungan pada benda kerja yang bersudut,
menyiapkan permukaan benda kerja untuk dilas, dan lain-lain.
Mesin Gerinda didesain untuk dapat menghasilkan kecepatan sekitar 11000 - 15000 rpm.
Dengan kecepatan tersebut batu grinda, yang merupakan komposisi aluminium oksida dengan
kekasaran serta kekerasan yang sesuai, dapat menggerus permukaan logam sehingga
menghasilkan bentuk yang diinginkan. Dengan kecepatan tersebut juga, mesin gerinda juga
dapat digunakan untuk memotong benda logam dengan menggunakan batu grinda yang
dikhususkan untuk memotong. Untuk mengetahui komposisi kandungan batu gerinda yang
sesuai untuk benda kerjanya dapat dilihat pada artikel spesifikasi batu gerinda.
Pada umumnya mesin gerinda tangan digunakan untuk menggerinda atau memotong logam,
tetapi dengan menggunakan batu atau mata yang sesuai kita juga dapat menggunakan mesin
gerinda pada benda kerja lain seperti kayu, beton, keramik, genteng, bata, batu alam, kaca, dan
lain-lain. Tetapi sebelum menggunakan mesin gerinda tangan untuk benda kerja yang bukan
logam, perlu juga dipastikan agar kita menggunakannya secara benar, karena penggunaan mesin
gerinda tangan untuk benda kerja bukan logam umumnya memiliki resiko yang lebih besar.
Untuk itu kita perlu menggunakan peralatan keselamatan kerja seperti pelindung mata, pelindung
hidung (masker), sarung tangan, dan juga perlu menggunakan handle tangan yang biasanya
disediakan oleh mesin gerinda. Tidak semua mesin gerinda tangan menyediakan handle tangan,
karena mesin yang tidak menyediakan handle tangan biasanya tidak disarankan untuk digunakan
pada benda kerja non-logam.
Untuk memotong kayu kita dapat menggunakan mata gergaji circular ukuran 4 seperti yang
disediakan oleh merk eye brand dan GMT. Untuk memotong bahan bangunan seperti bata,
genteng, beton, keramik, atau batu alam kita dapat menggunakan mata potong seperti yang
disediakan oleh merk Bosch atau Makita. Untuk membentuk atau menggerinda bahan bangunan
juga dapat menggunakan mata gerinda beton seperti yang disediakan oleh merk Benz. Untuk
menggerinda kaca kita juga dapat menggunakan batu gerinda yang dikhususkan untuk kaca.
Tetapi selain menggunakan batu atau mata yang tepat kita juga harus dapat menggunakan mesin
gerinda tangan yang tepat pula.
Dari beberapa pilihan merk dan tipe mesin gerinda tangan, mesin gerinda tangan ukuran 4
adalah mesin gerinda yang banyak disediakan di pasaran. Mesin gerinda tangan ukuran ini
banyak digunakan untuk hobby dan usaha kecil dan menengah, sedangkan ukuran yang lebih
besar biasanya lebih banyak digunakan untuk industri-industri besar.
Pada mesin gerinda ukuran 4 beberapa merk terkenal (seperti : Makita, Bosch, Dewalt)
memberikan minimal 2 pilihan yaitu yang standard dan yang bertenaga lebih besar. Tipe standard
biasanya memiliki daya listrik berikisar antara 500 - 700 watt (Makita 9500N / 9553B, Bosch
GWS 6-100, Dewalt DW810) sedangkan yang bertenaga lebih besar memiliki daya lebih besar
Politeknik Negeri bandung
49

dari 800 watt (Makita 9556NB, Bosch GWS8-100C / CE, Dewalt D28111). Pada dasarnya
semua keperluan cukup menggunakan tipe standard, penggunaan mesin dengan tenaga yang
lebih besar diperlukan untuk benda kerja yang lebih keras, seperti stainless steel, logam yang
lebih keras, keramik, batu alam atau beton. Mesin tipe standar yang digunakan untuk materialmaterial tersebut umumnya lebih cepat panas dan berumur lebih pendek, karena pada material
yang lebih keras, mesin bekerja lebih keras sehingga membutuhkan torsi yang lebih besar dan
ketahanan panas yang lebih tinggi.
Khusus untuk benda kerja berupa kaca, karena sifat materialnya, kita membutuhkan mesin
gerinda dengan kecepatan lebih rendah. Dan yang menyediakan mesin untuk keperluan ini
adalah merk Bosch dengan tipe GWS 8-100CE, mesin ini memiliki fitur berupa pengaturan
akecepatan, yang tidak dimiliki merk lainnya. Dengan demikian kita dapat mengatur mesin pada
kecepatan rendah sehingga mengurangi resiko rusak pada benda kerja. Selain itu karena fitur ini,
mesin gerinda Bosch GWS 8-100CE ini juga dapat digunakan untuk memoles mobil. Cukup
dengan menggunakan piringan karet dan wol poles yang sesuai.
Mesin gerinda tangan adalah mesin yang serba guna, dapat digunakan untuk menggerinda atau
memotong benda logam, kayu, bahan bangunan, kaca dan juga memoles mobil. Dengan
menggunakan mesin dan mata yang tepat maka kita dapat menggunakan mesin gerinda dengan
optimal. Tetapi tak lupa kita juga perlu memperhatikan keselamatan kerja.
3. Mesin Gerinda Duduk

Fungsi utama gerinda duduk adalah untuk mengasah mata bor, tetapi dapat juga digunakan
untuk mengasah pisau lainnya, seperti mengasah pisau dapur, golok, kampak, arit, mata bajak,
dan perkakas pisau lainnya.
Selain untuk mengasah, gerinda duduk dapat juga untuk membentuk atau membuat perkakas
baru, seperti membuat pisau khusus untuk meraut bambu, membuat sukucadang mesin jahit,
membuat obeng, atau alat bantu lainnya untuk reparasi turbin dan mesin lainnya.
Pemasangan
dua jenis batu gerinda tersebut bertujuan agar mesin gerinda ini mempunyai dua fungsi
sekaligus, yakni sebagai pemotong dan pengasah. Fungsi pemotong menggunakan batu gerinda
kasar sedangkan fungsi pengasah menggunakan batu gerinda halus.

4. Mesin Gerinda Silindris


Politeknik Negeri bandung
50

Mesin gerinda silindris adalah alat pemesinan yang berfungsi untuk membuat
bentuk-bentuk silindris, silindris bertingkat, dan sebagainya. Berdasarkan
konstruksi mesinnya, mesin gerinda silindris dibedakan mejadi menjadi empat
macam:
A. Gerinda silindris luar
Mesin gerinda silindris luar berfungsi untuk menggerinda diameter luar benda
kerja yang berbentuk silindris dan tirus.
B. Mesin gerinda silindris dalam
Mesin gerinda silindris jenis ini berfungsi untuk menggerinda benda-benda
dengan diameter dalam yang berbentuk silindris dan tirus.
C. Mesin gerinda silinder luar tanpa center (centreless)
Mesin gerinda silindris jenis ini digunakan untuk menggerinda diameter luar
dalam jumlah yang banyak/massal baik panjang maupun pendek
D. Mesin gerinda silindris universal
Sesuai namanya, mesin gerinda jenis ini mampu untuk menggerinda benda
kerja dengan diameter luar dan dalam baik bentuk silinder
Mesin gerinda memiliki fungsi yang hampir sama dengan alat-alat tangan kerja otomotif.
Gerinda adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menghaluskan benda kerja atau untuk
mengasah mempertajam benda seperti pisau, golok dan senjata tajam lainnya.
Sebagai pengguna kita harus memperhatikan dalam menggunakan mesin gerinda, untuk batu
gerinda dengan permukaan kasar digunakan pada waktu awal, dan untuk batu gerinda dengan
permukaan halus digunakan untuk menghaluskan atau pengasahan mata bor.

3.5 Batu gerinda


Politeknik Negeri bandung
51

Batu gerinda banyak digunakan di bengkel-bengkel pengerjaan logam. Batu gerinda


sebetulnya juga menyayat seperti penyayatan pada pisau milling, hanya penyayatannya sangat
halus, dan tatalnya tidak terlihat seperti milling. Tatal hasil penggerindaan ini sangat kecil seperti
debu. Dari berbagai bentuk batu gerinda sebenarnya bahan utamanya hanya terdiri dari dua jenis
pokok, yaitu butiran bahan asah/pemotong(abrasive) dan perekat (bond).
Fungsi batu gerinda adalah sebagai berikut:
1. Untuk penggerindaan silindris, datar dan profil.
2. Menghilangkan permukaan yang tidak rata.
3. Untuk pekerjaan finishing permukaan.
4. Untuk pemotongan.
5. Penajaman alat-alat potong.
3.5.1 Jenis-jenis batu gerinda
Jenis-jenis dan Fungsi dari batu gerinda berbeda-beda dalam pemakaiannya, berikut fungsi dari
beberapa jenisnya :
1. Batu Gerinda Flat wheels
untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti handtap, countersink, mata bor,
dan sebagainya.

2. Batu Gerinda Cut wheels


untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti cutter, pahat bubut, dan
sebagainya.

Politeknik Negeri bandung


52

3. Batu Gerinda Dish grinding wheels


untuk melakukan penggerindaan profil pada cutter.

4. Batu Gerinda Shaped grinding wheels


untuk memotong alat potong ataupun material yang sangat keras, seperti HSS, material
yang sudah mengalami proses heat treatment.

5. Batu Gerinda Cylindrical grinding wheels


untuk melakukan penggerindaan diameter dalam suatu jenis produk.

6. Batu Gerinda Saucer Grinding Wheels


Gerinda ini biasa digunakan untuk mengerinda bergelombang dan gerinda pemotong. Ini
menemukan penggunaan yang luas di non-mesin daerah, karena hal ini filers bertemu
digunakan oleh roda piring untuk menjaga bilah gergaji.

7. Batu Gerinda Diamond Grinding Wheels


Dalam roda berlian berlian industri tetap terikat ke tepi. Digunakan untuk mengerinda
bahan-bahan keras seperti beton, batu permata dll. Sebuah melihat menggorok dirancang
untuk mengiris batu permata seperti bahan keras.

Politeknik Negeri bandung


53

Selain fungsi yang berbeda pada setiap jenis batu, juga mempunyai warna batu yang
berbeda pula, dimana setiap warna yang dimiliki batu mempunyai karakteristik yang berbeda
pula, di pasaran pada umumnya terdapat warna merah muda, putih dan hijau.
3.5.2 Spesifikasi Batu Gerinda
Pada setiap batu gerinda pasti terdapat simbol/ tanda yang menyebutkan identitas batu gerinda
tersebut. Indentitas batu berisi informasi, antara lain:
1. Jenis bahan asah
2. Ukuran butiran asah
3. Tingkat kekerasan
4. Susunan butiran asah
5. Jenis bahan perekat
Sebagai contoh:
35

60

15

Artinya:
35

: prefix, kode pabrik

C
: jenis abrasive, terdiri dari dua simbol yaitu A (aluminium oksida atau alundun) dan C
(silikon karbida atau crystolon)
60

: ukuran abrasivenya sedang

: tingkat kekerasannya keras

: susunan abrasivenya renggang

: jenis bond/perekatnya Silikat

Cara membaca kode diatas adalah, batu gerinda dengan bahan abrasive silikon karbida dengan
ukuran 60 mesh dengan susunan keras dan menggunakan perekat sodium silikat.

Politeknik Negeri bandung


54

3.6 Jenis-Jenis Penggerindaan


3.6.1 penggerindaan berdasarkan proses
1. Penggerindaan Kering
Penggerindaan kering merupakan suatu penggerindaan yang pengerjaanya tanpa
menggunakan cairan pendingin. Untuk penggerindaan kering biasanya dipasang alat bantu
penyedot udara sebagai penyaring debu agar tidak beterbangan. Pada penggerindaan kering
biasanya digunakan dalam pengasahan mata bor untuk membuat sudut puncaknya, untuk
mengasah chisel dan untuk mengasah cutter mesin milling. Bisanya hal ini dikarenakan adanya
faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu :
a. Jenis benda kerja.
b. Jenis proses pengerjaan.
c. Jenis Mesin Gerinda
d. Roda Gerinda ( jenis batu gerinda ).
Beberapa akibat dari penggerindaan kering yaitu :
a. Suhu pengerjaan yang terjadi menjadi lebih tinggi.
b. Chip atau debu yang dihasilkan akan beterbangan.
c. Batu gerinda lebih awet.
d. Biaya yang diperlukan lebih murah.
2. Penggerindaan Basah
Penggerindaan basah merupakan suatu proses penggerindaan yang mengguanakan cairan
pendingin. Biasanya pada penggerindaan basah digunakan untuk pengasahan pahat bubut yang
tip pahatnya berasal dari bahan karbid. Hal ini dilakukan agar tip pahat karbid tidak mudah
gosong. Pada penggerindaan basah biasanya dipasang alat bantu semacam penutup pada batu
gerinda agar chip yang keluar tidak berceceran kemana-mana. Beberapa akibat dari
penggerindaan kering antara lain :
a. Suhu pengerjaan yang terjadi menjadi lebih rendah.
Politeknik Negeri bandung
55

b. Chip atau debu yang dihasilkan tidak beterbangan.


c. Batu gerinda cepat habis.
d. Perlu biaya tambahan untuk pendinginnya.
3.6.2 Proses Pengasahan Alat Potong
1. Pengasahan Twist Drill
Ada beberapa kriteria dalam pengasahan twist drill yang harus terpenuhi dalam mengasah
twist drill yaitu:
a) Sudut Puncak
Sudut puncak adalah sudut yang dibentuk oleh kedua sisi potong pada mata potong primer.
Besarnya sudut puncak dipengaruhi oleh material yang akan dikerjakan. Rumusan standar
untuk menentukan besarnya sudut puncak ini tidak ada. Data tersebut diperoleh melalui
caraeksperimen dimana ditemukan geometri yang paling cocok untuk pengerjaan material
tersebut, kemudian dibakukan dalam standar DIN1414. Pemilihan sudut puncak ini erat
kaitannya dengan type twist drill yang dipakai. Adapun datanya sebagai berikut:
1. Type N
Baja dan baja tuang dengan kekuatan tarik sampai 700 N/mm2, = 118
Paduan CuZn, nickel, stainless steel , = 140
2. Type H
Paduan CuZn 40 , = 118
Baja kekuatan tinggi > St 70 , = 140
Plastik cetakan , batu , = 80
3. Type W
Aluminium, copper = 140
Zinc alloys , = 118

b) Sisi Potong Sama Panjang


Tuntutan kedua dalam pengasahan twist drill adalah sisi potong yang sama panjang. Ukuran
ini diambil dari ujung pembentuk diameter sampai pada chisel edge. Perbedaan panjang pada
sisi potong akan mengakibatkan munculnya gaya radial pada saat pengeboran sehingga
Politeknik Negeri bandung
56

memungkinkan adanya perubahan center lubang dan ukuran yang dihasilkan. Paduan material
pada twist drill memungkinkan adanya kelenturan hal ini dimaksudkan untuk menghindari
kepatahan pada twist drill. Posisi sisi potong terhadap center memang miring maka
memungkinkan sekali munculnya gaya radial tersebut. Gaya radial yang muncul pada masingmasing sisi potong akan beresultan menjadi gaya aksial apabila besar dan arahnya tidak sama.
c) Sudut Bebas ( )
Bidang bebas pada twist drill berupa bidang lengkung, sehingga pengukurannya cukup
menyulitkan sehingga ada toleransi yang agak besar untuk itu. Sudut bebas twist drill diukur
dengan cara mencari titik singgung pertama pada punggung dari ujung mata potongnya.
Besarnya clearence yang diminta adalah 10 - 12. Besar kecilnya sudut bebas ini dipengaruhi
oleh laju pemakanan ( feed ), semakin cepat maka dibutuhkan sudut yang besar pula, dan
sebaliknya. Jika kita membesarkan sudut bebasnya perlu diperhitungkan ketegaran pada twist
drill dan kecenderungan twist drill untuk tertancap pada benda kerja dan akhirnya patah,
karena sudut bebas juga berfungsi untuk membatasi laju pemakanan ( secara manual )
d) Chisel Edge Angle
Chisel edge juga merupakan mata potong, Pada pengeboran awal ( predrill ) bagian ini
menghabiskan kira-kira 2/3 gaya potong yang diberikan saat proses pengerjaan, untuk
mengurangi kerugian tersebut maka ditemukan efisiensi maksimal pengeboran dengan chisel
edge angle 55. Bagian chisel edge juga bekerja seperti mata potong utamanya saat pengeboran
awal ( predrill ), agar tidak terlalu berat dan mempengaruhi kesentrisannya maka dibentuklah
chisel edge angle ( bekerja dalam arah gaya yang berbeda ).
Pada bagian ini mempunyai geometri sudut potong yang buruk dimana sudut garuknya
terlalu kecil dan sudut bebas terlalu besar. Pada beberapa modifikasi untuk mengatasi kondisi
tersebut, yang akan dibahas pada bagian berikutnya.
e) Kesebidangan
Kesebidangan bukan hanya merupakan syarat secara penampilan saja, tetapi akan
menyangkut mengenai ketepatan akan sudut potongnya juga umur pakai mata potongnya.
Mengasah secara manual dengan tuntutan sebanyak ini tidaklah gampang, perlu banyak latihan
agar kemampuan yang kita miliki dapat mencapainya. Sebetulnya daerah yang harus sebidang
adalah daerah yang dekat dengan sisi potong karena hanya daerah itu yang efektif bekerja.
f) Cara Pengasahan Twist Drill
Pada cara manual, hanya dibutuhkan mesin gerinda jenis bangku misalnya Vitax. Kriteria
pengasahan dicapai dengan kemampuan operator tanpa alat bantu, sehingga memang dituntut
ketrampilan pengerjaan manual yang baik. Pengerjaan ini memakai batu gerinda type I atau
form A, dengan cara memanfaatkan kelengkungan diameter luarnya.
2. Pengasahan Pahat Bubut
Mengasah pahat adalah bagian dari tekhnik dan juga bagian dari seni. Pahat bubut HSS dijual
dalam keadaan blank(belum dibuat sisi potongnya). Ukuran yang tersedia biasanya mulai dari
Politeknik Negeri bandung
57

5/16",3/8",1/2" dst (penampang) dan panjangnya 2",4",6"dst. Ada empat langkah yang harus
ditempuh untuk membuat sebuah pahat bubut muka kanan,yaitu:
menggerinda di bagian ujung
menggerinda sisi kirinya
menggerinda sisi atasnya
membulatkan ujungnya

I. Pertama menggerinda bagian depan batang HSS ini (bagian yang berwarna kuning dari
model diatas). Gunakan batu gerinda kasar.Posisikan pahat agak miring ke kiri 10-15 derajat.
Hal inni akan membuat sudut pembebas,agar tidak semua bagian pahat bersentuhan dengan
benda kerja nantinya.

Politeknik Negeri bandung


58

Proses pengerindaan membuat pahat menjadi panas,maka kita perlu sesekali mencelubkan ke
cairan pendingin selama kurang lebih 15 detik. Di bawah ini adalah gambar setelah proses
penggerindaan pertama.

II. Langkah kedua,kita akan menggerinda sisi potongnya,karena pahat yang kita buat pahat
kanan maka sisi potongnya ada di sebelah kiri(ditunjukkan warna merah pada
model). Prosedur dasarnya adalah sama kecuali bahwa kita memegang alat dengan sisi sekitar
sudut 10 derajat ke roda gerinda.

III. Langkah ketiga,kita akan membuat sudut pembuangan tatal pada sisi atas,pada model
ditunjukkan warna biru. Pada langkah ini,kita harus lebih berhati-hati,jangan sampai bagian
sisi potongnya yaitu pertemuan sisi kiri dan atas, ikut tersapu batu gerinda. Jika terjadi maka
ketinggian sisi potongnya akan berkurang atau lebih rendah dari badan pahat itu sendiri,masih
bisa dipakai memang,namun mungkin akan membutuhkan plat ganjal tambahan saat menyetel.

Politeknik Negeri bandung


59

IV. Langkah keempat atau terakhir adalah membulatkan ujung sisi potongnya. Untuk tugas
membubut yang normal, ujung sisi potong yang terlalu tajam seperti gambar diatas tidak akan
bertahan lama. Karena itu kita harus membuatnya memiliki radius kecil agar bisa digunakan
dalam pemakanan yang cukup dalam. Kurang lebih bentuknya seperti gambar 4.b.

3. Pengasahan Pisau Frais ( Cutter )


1. Menyiapkan pisau frais yang akan digerinda/diasah.
2. Menyiapkan kolet disesuaikan diameternya dengan diameter lubang pisau frais.
3. Memeriksa kondisi mesin gerinda alat, roda gerinda gerinddan perlengkapannya untuk
keperluan menggerinda pisau frais
4. Bila roda gerinda yang terpasang bentuknya belumsesuai dengan yang dibutuhkan, maka
gantilah dengan bentuk roda gerinda yang sesuai.
5. Memasang pisau frais profil pada kolet, kepala putar, dan kepala lepasnya
6. Mengatur posisi/kedudukan pisau frais baik terhadap
roda gerindanya maupun sudut mata potongnya.
7. Mengatur sudut mata potong sebesar 8 - 10.
Politeknik Negeri bandung
60

8. Menghidupkan mesin gerinda kemudian mendekatkan batu gerinda ke celah pisau frais
secara perlahan-lahan sampai menyentuhnya.
9. Melakukan penggerindaan dengan menggeser meja secara manual ke arah kanan dan kiri
perlahan lahan. Ketebalan pemotongan di batasi hanya sampai 10 mikron saja untuk satu
profil gigi setiap kali pemotongan.
10. Lakukan proses yang sama untuk profil gigi berikutnya sampai selesai.
Jika telah selesai proses dan profil gigi belum tajam maka lakukan penambahan
pemotongan dan kerjakan proses pengasahan seperti yang telah dilakukan.
4. Pengasahan Batu Gerinda ( Truing and Dressing )
Truing berfungsi untuk Membuat bentuk / form yang diinginkan, menjaga permukaan batu
gerinda agar tetap rata dan memperbaiki putaran yang eksentris Sedangkan dresser digunakan
untuk mengasah batu gerinda. Adapun cara penggunaan dresser untuk mengasah batu gerinda
sebagai berikut :
a. Dresser diletakkan di atas meja magnet tepat di bawah batu gerinda, sesuai tempat batu
gerinda yang akan diasah.
b. Sentuhkan batu gerinda pada dresser dengan menaikkan meja mesin sedikit saja.
c. Saat menggerinda jangan lupa hidupkan pendingin agar batu gerinda tidak terjadi panas
berlebih.
d. Dressing dilakukan satu kali langkah sudah cukup untuk membersihkan batu gerinda dan
menajamkanya.

3.7 Keselamatan Bekerja pada Mesin Gerinda


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan praktikum dengan
mesin gerinda, yaitu sebagai berikut:
a. Gunakan alat keselamatan kerja setiap saat.
b. Selalu periksa kondisi roda gerinda dari keretakan. Ketuk roda gerinda dengan tangkai obeng,
bila suaranya nyaring berarti baik, dan sember berarti ada keretakan.
c. Jaga kecepatan roda gerinda sesuai ketentuan tabel kecepatan pada mesin tersebut.
Politeknik Negeri bandung
61

d. Pastikan benda kerja, kepala lepas, pencekam dan peralatan yang lain suda pada posisi yang
benar.
e. Gunakan roda gerinda sesuai dengan jenis kerja dan benda kerjanya.
f. Jangan memakankan (to feed) terlalu cepat, benda kerja antara dua senter kemungkinan akan
tertekan dan dapat merusakkan benda kerja dan roda gerindanya.
g. Stop seluruh motor penggerak sebelum mengatur atau menyetel mesin gerinda.
h. Jangan memeriksa dimensi (pengukuran) selama benda kerja sedang digerinda.
i. Ketika memasang atau menempatkan benda kerja, pastikan roda gerinda dijauhkan agar tidak
mengganggu pemasangan.
j. Jangan gunakan pakaian kerja yang panjang dan terurai, kalung, dan perhiasan lainnya yang
memungkinkan jatuh atau tersangkut selama kerja gerinda.
k. Jangan tinggalkan mesin gerinda dalam keadaaan hidup, pastikan mesin pada keadaan mati
pada saat ditinggalkan

Bab IV
Mesin Sekrap (Shaping Machine)

Politeknik Negeri bandung


62

4.1 Pengertian dan prinsip mesin sekrap


Mesin Skrap atau biasa juga dituliskan sebagai sekrap (Shaping Machine) merupakan jenis
mesin perkakas yang memiliki gerak utama yakni bolak balok secara horizontal. Fungsi utama
mesin ini adalah unttuk merubah bentuk serta ukuran benda kerja seperti apa yang diinginkan.
Mesin Sekrap ini bisa melakukan berbagai fungsi seperti meratakan sebuah bidang datar, tegak
maupun bidang miring. Mesin ini juga bisa membuat bidang yang bersudut atau bertingkat.
Selain itu, Shaping Machine ini juga bisa membuat alur pasak, alur ekor burung bahkan alur V.
Prinsip Kerja Shaping Machine/Mesin Sekrap Mesin yang juga bisa membentuk bidangbidang tak beraturan ini memiliki mekanisme kerja yang cukup sederhana. Pada mesin skrap,
terdapat gerakan memutar yang bersumber dari motor yang kemudian diubah menjadi gerak
lurus ataukah gerak bolak-balik melalui blok geser serta lengan penggerak. Letak langkah dapat
diatur dengan spindle posisi. Untuk mengatur panjang langkah, gunakan bantuan blok geser.
Dalam menentukan ukuran utama mesin skrap ini, hal yang berpengaruh antara lain panjang
langkah maksimum, jarak masimum tiap gerakan meja mesin ke arah mendatar serta jarak
maksimal gerak meja ke arah vertikal atau naik-turun meja mesin.

4.2 Jenis-Jenis Mesin Sekrap


Mesin sekrap adalah mesin yang relatif sederhana. Biasanya digunakan dalam ruang alat
atau untuk mengerjakan benda kerja yang jumlahnya satu atau dua buah untuk prototype (benda
contoh). Pahat yang digunakan sama dengan pahat bubut. Proses sekrap tidak terlalu
Politeknik Negeri bandung
63

memerlukan perhatian/ konsentrasi bagi operatornya ketika melakukan penyayatan. Mesin


sekrap yang sering digunakan adalah mesin sekrap horizontal. Selain itu, ada mesin sekrap
vertikal yang biasanya dinamakan mesin slotting/slotter. Proses sekrap ada dua macam yaitu
proses sekrap (shaper) dan planner. Proses sekrap dilakukan untuk benda kerja yang relatif kecil,
sedang proses planner untuk benda kerja yang besar.
1. Mesin Sekrap Datar atau Horizontal (Shaper)
Mesin jenis ini umum dipakai untuk produksi dan pekerjaan serbaguna terdiri atas rangka
dasar dan rangka yang mendukung lengan horizontal. Benda kerja didukung pada rel silang
sehingga memungkinkan benda kerja untuk digerakkan ke arah menyilang atau vertikal dengan
tangan atau penggerak daya.Pada mesin ini pahat melakukan gerakan bolak-balik, sedangkan
benda kerja melakukan gerakan ingsutan. Panjang langkah maksimum sampai 1.000 mm, cocok
untuk benda pendek dan tidak terlalu berat.

2. Mesin Sekrap Vertikal (Slotter)


Mesin sekrap jenis ini digunakan untuk pemotongan dalam, menyerut dan bersudut serta
untuk pengerjaan permukaan-permukaan yang sukar dijangkau. Selain itu mesin ini juga bisa
digunakan untuk operasi yang memerlukan pemotongan vertikal. Gerakan pahat dari mesin ini
naik turun secara vertikal, sedangkan benda kerja bisa bergeser ke arah memanjang dan
melintang. Mesin jenis ini juga dilengkapi dengan meja putar, sehingga dengan mesin ini bisa
dilakukan pengerjaan pembagian bidang yang sama besar.

Politeknik Negeri bandung


64

3. Mesin Planner
Digunakan untuk mengerjakan benda kerja yang panjang dan besar (berat). Benda kerja
dipasang pada eretan yang melakukan gerak bolak-balik, sedangkan pahat membuat gerakan
ingsutan dan gerak penyetelan. Lebar benda ditentukan oleh jarak antartiang mesin. Panjang
langkah mesin jenis ini ada yang mencapai 200 sampai 1.000 mm.

4.3 Kegunaan khusus mesin sekrap


Misalnya untuk memotong roda gigi. Daya yang digunakan kepada mesin dengan motor
tersendiri, baik melalui roda gigi maupun sabuk atau dengan menggunakan sistem hidrolis.
Pergerakan ulak-alik pahat dapat diatur dengan beberapa cara. Mesin skrap yang lebih tua
digerakkan dengan roda gigi atau ulir hantaran, tetapi pada umumnya sekarang mesin skrap
digerakkan dengan lengan osilasi dan mekanisme engkol.
Dalam menjalankan mesin untuk praktikum mesin skrap ini, yang perlu diatur adalah
putaran engkol dan panjang langkah pengirisannya. Pengirisan benda kerja dilakukan ketika alat
iris bergerak maju. Panjang langkah alat iris disesuaikan dengan panjang bidang yang akan diiris.
Biasanya panjang langkah alat iris sama dengan panjang benda kerja ditambah panjang awalan
Politeknik Negeri bandung
65

kurang lebih 20 mm dan panjang sisa kurang lebih 10 mm. Jumlah langkah maju mundur per
menit tergantung pada kecepatan potong dari bahan yang diserut dan panjang langkahnya.

4.4 Gerakan mesin skrap


Mesin ini dapat dipakai untuk mengerjakan benda kerja sampai dengan sepanjang 550 mm.
Berpegangan pada prinsip gerakan utama mendatar, mesin ini juga disebut Mesin Slotting
Horizontal. Untuk menjalankannnya diperlukan gerakan utama, feed (langkah pemakanan) dan
penyetelan (dalamnya pemakanan).
1. Gerakan utama atau gerakan pemotongan
Gerakan ini ditunjukkan oleh pahat. Ada perbedaan langkah kerja dan langkah bukan
kerja. Selama langkah kerja (gerak maju) chip akan terpotong dan selama langkah tidak kerja
(gerak mundur) pahat bergerak mundur tanpa memotong banda kerja. Kedua langkah ini
dibentuk oleh gerak lingkaran.
2. Gerakan feed (langkah pemakanan)
Gerakan ini akan menghasilkan chip. Untuk menskrap datar benda kerja yang terpasang
pada ragum akan bergerak berlawanan dengan pahat.
3.

Penyetelan (dalamnya pemakanan)

Penyetelan ini akan menghasilkan kedalaman potong. Menyekrap mendatar dapat


dilakukan dengan gerakan pahat kebawah sedangkan untuk tegak dengan gerakan benda kerja
ke samping.

4.5 Bagian-bagian utama mesin sekrap


Secara garis besar mesin skrap terdiri dari: penyangga, meja, ram (lengan), penggerak
utama, dan penggerak langkah pemakanan.

Politeknik Negeri bandung


66

1. Badan mesin
Merupakan keseluruhan mesin tempat mekanik penggerak dan tuas pengatur
2.Eretan pahat
Fungsinya untuk mengatur ketebalan pemakanan pahat. Dengan memutar roda pemutar maka
pahat akan turun atau naik. Ketebalan pamakanan dapat dibaca pada dial. Eretan pahat
terpasang di bagian ujung lengan dengan ditumpu oleh dua buah mur baut pengikat. Eretan
dapat dimiringkan untuk penyekrapan bidang bersudut atau miring. Kemiringan eretan dapat
dibaca pada pengukur sudut eretan
3.Pengatur kecepatan
Fungsinya untuk mengatur atau memilih jumlah langkah lengan mesin per menit. Untuk
pemakanan tipis dapat dipercepat. Pengaturan harus pada saat mesin berhenti.
4.Tuas panjang langkah
Berfungsi mengatur panjang pendeknya langkah pahat atau lengan sesuai panjang benda
yang disekrap. Pengaturan dengan memutar tap ke arah kanan atau kiri .
5.Tuas posisi pahat
Tuas ini terletak pada lengan mesin dan berfungsi untuk mengatur kedudukan pahat terhadap
benda kerja. Pengaturan dapat dilakukan setelah mengendorkan pengikat lengan.
6.Tuas pengatur gerakan otomatis meja melintang
Untuk menyekrap secara otomatis diperlukan pengaturan-pengaturan panjang engkol yang
mengubah gerakan putar mesin pada roda gigi menjadi gerakan lurus meja. Dengan demikian
meja melakukan gerak ingsutan (feeding)
7. Ram (Lengan)

Lengan berada di guideway dan menghasilkan gerakan utama. Dibagian depannya (kepala),
lengan membawa Tool Slide. Pahat dipegang pada tool post yang mempunyai posisi tetap pada
engsel di clapper box. Pada saat langkah maju, clapper ditekan oleh clapper box dengan gaya
potong (tenaga potong). Pada saat langkah mundur clapper terangkat. Dengan cara ini
kerusakan pada pahat dan benda kerja dapat dihindarkan.
Politeknik Negeri bandung
67

7.Tool slide

Tool Slide dapat disetel untuk penyekrapan miring. Untuk keperluan ini dilengkapi dengan
pembagi sudut. Spindle didalam lengan digunakan untuk menyetel posisi langkah. Benda kerja
dapat dipegang secara berlainan dimeja mesin. Oleh sebab itu langkah gerak harus dapat distel
sesuai dengan posisi benda kerja. Untuk menyetelnya tangkai pengunci dikendorkan dan
lengan digerakkan kearah yang diperlukan dengan memutar spindle untuk menyetel posisi
langkah.
8. Meja

Dipakai untuk memegang benda kerja, dapat distel mendatar dan tegak dengan spidle
penggerak.

4.6 Proses pada mesin sekrap


4.6.1 Gerak utama dan panjang langkah
1. Gerak utama
Gerak utama adalah langkah maju dan langkah mundur. Biasanya diubah dari gerak
berputar ke gerak lurus oleh batang ayun. Motor listrik menggerakkan roda penggerak ke roda
gigi yang dipasang pada poros yang dapat distel dengan baut spindle.
Balok geser akan meluncur bolak-balik pada batang ayun. Dengan moment putar dari
roda gigi, batang ayun mempunyai titik galang didasar mesin yang berayun maju dan mundur
dengan bebas. Sebuah penghubung memindahkan gerakan berayun ini ke lengan. Adapula
mesin skrap yang menggunakan penggerak hidrolik.

Politeknik Negeri bandung


68

.
2. Panjang langkah
Panjang langkah dapat diatur dengan menggerakkan poros roda gigi. Gerak langkah
mundur memerlukan waktu yang pendek daripada langkah maju. Untuk langkah maksimum
poros harus dutempatkan pada jarak maksimum dari titik pusat roda gigi. Pada waktu langkah
maju poros melintasi jarak dari A ke B (sudut a) dan melintasi jarak dari B ke A (sudut b) pada
waktu langkah mundur. Oleh sebab itu langkah maju memakan waktu yang lebih lama
daripada langkah mundur.
Diwaktu langkah terpendek, poros terpasang dekat sekali dengan centre. Perbedaan
diantara sudut a dan sudut b sangat kecil sekali. Oleh sebab itu perbedaan langkah maju dengan
langkah mundur tidak terlalu banyak.
Daya yang digunakan mesin dengan motor tersendiri, baik melalui roda gigi maupun
sabuk atau dengan menggunakan sistem hidrolis. Pergerakkan ulak-alik pahat dapat diatur
dengan beberapa cara. Beberapa mesin skrap yang lebih tua digerakkan dengan roda gigi atau
ulir hantaran, tetapi pada umumnya sekarang mesin skrap digerakkan dengan lengan osilasi
dan mekanisme engkol.
4.6.2 Proses pemasangan
1. Cara pemasangan pahat

Untuk menghindari lenturan, pahat harus dipasang atau dijepit sependek mungkin. Pada
pemakanan mendatar pahat dipegang tegak terhadap benda kerja. Pada pengerjaan ini di waktu
gerak mundur clapper akan terangkat dengan menyetel tool slide pada pemakanan miring, tool
post dapat dimiringkan tanpa dapat kembali lagi. Supaya dapat dimiringkan kembali, clapper
box dipasang setegak mungkin.
2. Cara memasang benda kerja
Politeknik Negeri bandung
69

Untuk memegang benda kerja biasanya dipegang pada meja atau tanggem. Pegangan ini akan
menghindarkan terlemparnya benda kerja pada waktu dikerjakan. Pegangan ini akan diperkuat
oleh permukaan benda kerja yang kasar yang diklem pada tanggem. Pada benda kerja yang tipis
tidak rusak maka pengkleman tidak boleh terlalu kuat. Permukaan yang dipegang harus cukup
besar. Jika permukaan yang dipegang terlalu kecil tekanan tiap persegi akan bertambah besar.
Chip dan kotoran akan mempengaruhi pemegangan, oleh sebab itu permukaan yang akan
dipegang harus bersih.

4.7 Jenis-jenis pahat pada mesin sekrap


Pada proses penyekrapan ada berbagai bentuk permukaan benda kerja yang dikerjakan mulai
dari mendatar, beralur, menyudut, atau bentuk profil.Untuk menunjang pengerjaan tersebut ada
beberapa jenis pahat yang bisa digunakan pada proses penyekrapan.Pahat-pahat tersebut antara
lain:

Geometri pahat sekrap


Politeknik Negeri bandung
70

= sudut bebas
= sudut mata potong (baji)
= sudut buang
= sudut potong ( + )

4.8 Jenis-jenis penyayatan


Jenis-jenis penyayatan yang bisa dilakukan untuk proses sekrap yaitu penyayatan
permukaan (facing), alur (slotting) dan tangga (steps)

4.9 Elemen dasar proses sekrap


Politeknik Negeri bandung
71

Elemen pemesinan dapat dihitung dengan rumus-rumus yang identik dengan elemen
pemesinan proses pemesinan yang lain. Pada proses sekrap diantaranya :
>gerak makan (f) adalah gerakan pahat per langkah penyayatan,
>kecepatan potong adalah kecepatan potong rata-rata untuk gerak maju dan gerak kembali
dengan perbandingan kecepatan = Vm/Vr. Harga Rs <1.

1. Kecepatan potong rata-rata:

Dimana:
lt = lv + lw + ln
np = jumlah langkah per menit
2. Kecepatan makan:

Dimana:
f = gerak makan (mm/langkah)
np = jumlah langkah per menit

3. Waktu pemotongan:
Politeknik Negeri bandung
72

Dimana:
w = lebar benda kerja (mm)
vf

= kecepatan makan (mm/menit)


4. Kecepatan penghasilan beram:

Dimana:
a = Kedalaman potong (mm)
f

= gerak makan (mm/langkah)

Kesimpulan
Politeknik Negeri bandung
73

Mesin milling adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak tugas bila
dibandingkan dengan mesin perkakas yang lain. Hal ini disebabkan karena selain mampu
memesin permukaan datar maupun berlekuk dengan penyelesaian dan ketelitian istimewa, juga
berguna untuk menghaluskan atau meratakan benda kerja sesuai dengan dimensi yang
dikehendaki. Mesin milling dapat menghasilkan permukaan bidang rata yang cukup halus, tetapi
proses ini membutuhkan pelumas berupa oli yang berguna untuk pendingin mata milling agar
tidak cepat aus.
Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada proses
turning atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses penghilangan bagian dari benda
kerja untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda kerja akan diputar/rotasi dengan
kecepatan tertentu bersamaan dengandilakukannya proses pemakanan oleh pahat yang
digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari
benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan
(feeding).
Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk
mengasah/memotong benda kerja dengan tujuan tertentu. Prinsip kerja mesin gerinda adalah batu
gerinda berputar bersentuhan dengan benda.kerja sehingga terjadi pengikisan, penajaman,
pengasahan, atau pemotongan.
Mesin Skrap atau biasa juga dituliskan sebagai sekrap (Shaping Machine) merupakan
jenis mesin perkakas yang memiliki gerak utama yakni bolak balok secara horizontal. Fungsi
utama mesin ini adalah unttuk merubah bentuk serta ukuran benda kerja seperti apa yang
diinginkan. Mesin Sekrap ini bisa melakukan berbagai fungsi seperti meratakan sebuah bidang
datar, tegak maupun bidang miring. Mesin ini juga bisa membuat bidang yang bersudut atau
bertingkat. Selain itu, Shaping Machine ini juga bisa membuat alur pasak, alur ekor burung
bahkan alur V

DAFTAR PUSTAKA
Politeknik Negeri bandung
74

https://muhammadsumaryono.wordpress.com/2013/01/22/gitar-gitar/
fiandruva.blogspot.in/2013/05/pengertian-mesin-frais_16.html

https://www.google.com/search?q=pisau+freis&client=firefoxb&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiapYL1qsPPAhVPImMKHUGuCn0Q_AUIC
CgB&biw=1366&bih=609#imgrc=_
http://fadlybachtiar.blogspot.co.id/2011/12/mesin-frais-milling-machine.html
https://www.google.com/search?q=bagian+bagian+mesin+milling&client=firefox-bab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi-7f2q8PPAhUK0WMKHfpGAl8Q_AUICCgB&biw=1366&bih=609#imgrc=t3-23BHA353O_M
%3A
http://sefnath.blogspot.co.id/2013/09/mesin-bubut.html
https://januarsutrisnoyayan.wordpress.com/2008/11/29/mesin-bubut/
http://blogkegalih.blogspot.co.id/p/blog-page_5409.html
http://desainmanufaktur.bayuwiro.net/index.php/2016/01/06/sekrap-shaping-processes-tooling/
http://ikaapriliaayu.blogspot.co.id/2014/05/mesin-sekrap.html
http://blogkegalih.blogspot.co.id/p/kemampuan-menajamkan-alat-potong-dengan.html
http://sandisuryaptmstaff.blogspot.co.id/2014/05/proses-gerinda.html
https://www.google.com/search?
q=bagian+bagian+utama+mesin+gerinda+pedestal&client=firefoxb&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiZ4va597PAhXErY8KHWZ4AnUQ_AUICCgB&biw=1138&bih=556#imgrc=1156SiEHp_Qq5M%3A
http://rama-desa.blogspot.co.id/2011/03/teori-mesin-gerinda.html
http://tipsajbs.blogspot.co.id/2016/03/jenis-jenis-mesin-gerinda.html
http://sandisuryaptmstaff.blogspot.co.id/2014/05/proses-gerinda.html

Politeknik Negeri bandung


75