Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA


DI ERA GLOBALISASI

Disusun oleh :
1. Advenda Prahastetra

(2014011111)

2. Alga Kusuma Hariba

(2014011096)

3. Fauzi Mustofa

(2014011074)

4. Gallant Krisna Kusuma

(2014011085)

UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA


YOGYAKARTA
2014

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha
Esa atas kuasa sehingga penyusunan makalah ini dapat berjalan dengan baik
dan lancar. Kami juga berterimakasih kepada setiap pihak yang telah terlibat dan
membantu kami dalam penyusunan makalah ini.
Makalah untuk Mata Kuliah Kewarganegaraan kali ini mengangkat topik
mengenai implementasi wawasan nusantara di era globalisasi.
Dalam
kesempatan ini menganalisa tentang wawasan nusantara. Makalah ini kami
susun sedemikian rupa dengan mencari dan menggabungkan sejumlah informasi
yang kami dapatkan baik melalaui buku, media cetak, elektronik maupun media
lainnya. Kami berharap dengan informasi yang kami dapat dan kemudian
kami sajikan ini dapat memberikan penjelasan yang cukup tentang implementasi
wawasan nusantara di era globalisasi.
Demikian satu dua kata yang bisa kami sampaikan kepada seluruh pembaca
makalah ini. Jika ada kesalahan baik dalam penulisan maupun kutipan, kami
terlebih dahulu memohon maaf dan kami juga berharap semua pihak dapat
memakluminya. Semoga semua pihak dapat menikmati dan mengambil esensi
dari makalah ini. Terimakasih.

Tim Penyusun

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..........................................................................................

KATA PENGANTAR .......................................................................................

ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................

iii

BAB I

PENDAHULUAN .............................................................................

A. Latar Belakang ............................................................................

B. Rumusan Masalah .......................................................................

C. Tujuan Penulisan .........................................................................

KAJIAN TEORI ................................................................................

A. Pengertian Implementasi .............................................................

B. Pengertian Wawasan Nusantara ..................................................

C. Wawasan Nusantara di Berbagai Aspek .....................................

BAB III PEMBAHASAN ...............................................................................

A. Aspek Ideologi ............................................................................

B. Aspek politik ...............................................................................

C. Aspek Ekonomi ...........................................................................

D. Aspek Sosial dan Budaya ............................................................

BAB II

E. Aspek Pertahanan dan Keamanan ............................................... 10


F. Prospek Implementasi Wawasan Nusantara ............................... 12
BAB IV KESIMPULAN ................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 15

iii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era Reformasi ini, Wawasan Nusantara semakin kabur dalam
pemahaman bangsa Indonesia.Peranan wawasan nusantara sebagai landasan
visional semakin berkurang penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.Konflik-konflik internal dan eksternal yang terjadi saat ini yang
tidak mampu diselesaikan dengan baik disebabkan rapuhnya landasan visional
bangsa Indonesia.Kasus Sipadan dan Ligitan yang kini telah menjadi milik
Malaysia, menjadi bukti lemahnya bangsa Indonesia memahami konsep
Wawasan Nusantara.Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin
hari semakin berat, maka penerapan dan pemahaman konsep wawasan
nusantara sebagai landasan visional mutlak perlu ditanamkan kembali dalan
tatanan

kehidupan

masyarakat

Indonesia.Euforia

reformasi

telah

menghilangkan arah dalam pembangunan yang merata dan adil, karena


hilangnya arah visional pembangunan bangsa. Era desentralisasi dan
globalisasi saat ini, menjadi tantangan dan peluang bagi bangsa Indonesia,
untuk terus bertahan dan menjaga keutuhannya.Tantangan globalisai yang
semakin besar akan merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Apabila tidak memiliki arah pandangan hidup yang kuat. Pemahaman yang
kuat tentang konsep wawasan nusantara dapat menjadi banteng dalam
mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wawasan
Nusantara merupakan kebanggaan nasional yang dimiliki oleh bangsa
Indonesia, konsep yang begitu padu dan sesuai dengan khasanah budaya dan
kepribadian masyarakat Indonesia, seharusnya terus berkembang dan jangan
ditinggalkan, karena dengan meninggalkan konsep ini berarti telah
meninggalkan identitas dan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia.
Makalah ini akan membahas konsep wawasan nusantara secara ringkas.
Indonesia adalah negara kepulauan yang berarti Indonesia terdiri dari
pulau-pulau. Hal ini juga memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia itu terdiri

dari banyak suku bangsa yang mempunyai bahasa yang berbeda-beda,


kebiasaan dan adat istiadat yang berbeda, kepercayaan yang berbeda,
kesenian, ilmu pengetahuan, mata pencaharian dan cara berpikir yang
berbeda-beda. Berkat kekuasaan kerajaan Majapahit dan penjajahan Belanda
Indonesia mulai bersatu.Untuk menjadi sebuah negara yang merdeka
Indonesia harus mempunyai wilayah, penduduk dan pemerintah.Semua warga
daerah di kepulauan nusantara yang dijajah Belanda setuju untuk bersatu dan
membentuk sebuah negara kesatuan melalui sumpah pemuda.Agar Indonesia
dapat merdeka.Indonesia harus memiliki keinginan bersama.Setelah Indonesia
merdeka tentu Indonesia harus mempertahankan kesatuan negara yang sudah
diperjuangkan dengan darah. Oleh karena itu Indonesia harus punya cara
pandang Bangsa Indonesia yang sama terhadap negara Indonesia.
Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai
negara kepulauan yang berdasarkan Pancasila dengan semua aspek kehidupan
yang beragam disebut Wawasan Nusantara. Wawasan nusantara dibentuk dan
dijiwai oleh geopolitik. Geopolitik adalah ilmu pengelolaan negara yang
menitikberatkan pada keadaan geografis. Geopolitik selalu berkaitan dengan
kekuasaan dan kekuatan yang mengangkat paham atau mempertahankan
paham yang di anut oleh suatu bangsa atau negara demi menjaga persatuan
dan kesatuan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana implementasi wawasan nusantara di era global?
2. Bagaimana implementasi wawasan nusantara di berbagai aspek?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui implementasi wawasan nusantara di era global.
2. Mengetahui implementasi wawasan nusantara di berbagai aspek

BAB II
KAJIAN TEORI
D. Pengertian Implementasi
Implementasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai
pelaksanaan atau penerapan. Artinya yang dilaksanakan dan diterapkan adalah
kurikulum yang telah dirancang/didesain untuk kemudian dijalankan
sepenuhnya.Kalau diibaratkan dengan sebuah rancangan bangunan yang
dibuat oleh seorang Insinyur bangunan tentang rancangan sebuah rumah pada
kertas kalkirnya maka impelemntasi yang dilakukan oleh para tukang adalah
rancangan yang telah dibuat tadi dan sangat tidak mungkin atau mustahil akan
melenceng atau tidak sesuai dengan rancangan, apabila yang dilakukan oleh
para tukang tidak sama dengan hasil nrancangan akan terjadi masalah besar
dengan bangunan yang telah di buat karenarancangan adalah sebuah proses
yang panjang, rumit, sulit dan telah sempurna darisisi perancang dan
rancangan itu.

E. Pengertian Wawasan Nusantara


Wawasan nusantara adalah cara pandang suatu bangsa yang telah
menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba
terhubung (melalui interaksi dan interrelasi ) dan dalam pembangunannya di
lingkungan nasional ( temasuk local dan propinsional), regional, serta global.

F. Wawasan Nusantara di Berbagai Aspek


1. Aspek Ideologi
Ideologi Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup
bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Keyakinan ini
dibuktikan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak awal proses
pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai sekarang.
Dengan demikian wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya
mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin

kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan


ketertiban dan perdamaian dunia.
2. Aspek Politik
Konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia
sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk
dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak
terpisahkan, yang menyatukan bangsa dan negara secara utuh menyeluruh.
3. Aspek Ekonomi
Dari

aspek

ekonomi

wawasan

nusantara

bertujuan

agar

menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan


peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
4. Aspek Sosial Budaya
Sosial budaya adalah faktor dinamik masyarakat yang terbentuk
oleh keseluruhan pola tingkah laku lahir batin yang memungkinkan
hubungan sosial diantara anggota-anggotanya. Dimana secara universal
kebudayaan masyarakat Indonesia bersifat heterogen karena banyaknya
perbedaan setiap Negara maupun daerah.
5. Aspek Pertahanan dan Keamanan
Wawasan Nasional bangsa Indonesia adalah Wawasan Nusantara
yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju
tujuan nasional. Sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang
harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat
berjalan dengan sukses. Agar terwujudnya pertahanan dan keamanan
tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran
bela Negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara
stabilitas pertahanan dan keamanan Negara, mengamankan pembangunan
dan hasil-hasilnya, serta mempertahankan kedaulatan Negara dan
menangkal segala bentuk ancaman.

BAB III
PEMBAHASAN
Implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada
pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan
bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain,
wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan
bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi wawasan nusantara
senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh
dan menyeluruh.
Selain itu untuk menambah perwujudan wawasan nusantara kita juga
harus tahu semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika atau Kesatuan
dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat Walaupun berbeda-beda tetapi tetap
satu.
Maka untuk menjamin agar kesatuan Indonesia selalu terpelihara, bangsa
Indonesia melahirkan Wawasan Nusantara. Pandangan itu adalah satu konsepsi
geopolitik dan geostrategi yang menyatakan bahwa Kepulauan Nusantara yang
meliputi seluruh wilayah daratan, lautan dan ruang angkasa di atasnya beserta seluruh
penduduknya adalah satu kesatuan ideologi,politik, ekonomi, sosial budaya dan
pertahanan-keamanan.

G. Aspek Ideologi
Manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai
naluri, akhlak dan daya pikir, sadar akan keberadaannya yang serba terhubung
dengan sesama, lingkungan, alam semesta dan dengan Penciptanya.Dengan
demikian

nilai-nilai

Pancasila

sesungguhnya

telah

bersemayam

dan

berkembang dalam hati sanubari dan kesadaran bangsa Indonesia, termasuk


dalam menggali dan mengembangkan Wawasan Nasional
Falsafah Pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
yang sesuai dengan aspirasinya. Keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah
perjuangan bangsa Indonesia sejak awal proses pembentukan Negara

Kesatuan Republik Indonesia sampai sekarang. Dengan demikian wawasan


nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek
kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa,
serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.
Salah satu Distorsi pemahaman dan implementasi yang terjadi saat ini,
dapat kita amati fenomenanya antara lain :

Terjadinya kemerosotan (dekadensi) moral, watak, mental dan perilaku/


etika hidup bermasyarakat dan berbangsa terutama pada generasi muda.

Gaya hidup yang Hedonistik, materialistik konsumtif dan cenderung


melahirkan sifat ketamakan atau keserakahan, serta mengarah pada sifat
dan sikap individualistik.

Timbulnya gejala politik yang berorientasi kepada kekuatan, kekuasaan


dan kekerasan, sehingga hukum sulit ditegakkan.

Persepsi yang dangkal, wawasan yang sempit, beda pendapat yang


berujung bermusuhan, anti terhadap kritik serta sulit menerima perubahan
yang pada akhirnya cenderung anarkhis.

Birokrasi pemerintahan terlihat semakin arogan berlebihan, cenderung


KKN dan sukar menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Pemberantasan korupsi yang berakar pada birokrasi ini yang terasakan amat sulit
karena telah membudaya.
Dalam era globalisasi pada saat ini sangatlah diperlukan keyakinan akan

sebuah ideologi agar selalu berada pada jalur yang terus menuju tujuan bangsa
Indonesia. Banyak sekali yang harus kita lakukan,contohnya adalah memahami
apa arti dari sebuah bangsa dan tidak berbuat perbuatan yang merendahkan
martabat bangsa Indonesia.
H. Aspek Politik
Bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa lain ikut menciptakan ketertiban
dunia dan perdamaian abadi melalui politik luar negeri yang bebas aktif.
Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan
iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis. Hal tersebut tampak

dalam wujud pemerintahan yang kuat aspiratif dan terpercaya yang dibangun
sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat.
konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu
kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan
tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak terpisahkan, yang
menyatukan bangsa dan negara secara utuh menyeluruh. Berdasarkan ide
nasionalnya yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945 (Undang-Undang
Dasar 1945) yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka,
berdaulat, bermartabat serta menjiwai tata hidup dalam mencapai tujuan
perjuangan nasional. Dalam hal iniPerwujudan Wawasan Nusantara sebagai
Satu Kesatuan Politik, dapat di artikan :
a) Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya
merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang lingkup, dan kesatuan
bagi seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.
b) Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam
berbagai bahasa daerah serta memeluk dan meyakini berbagai agama dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu
kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya.
c) Secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib
sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai tekad dalam
mencapai cita-cita bangsa.
d) Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara
yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju
tujuannya.
e) Bahwa kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu
kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945.
f)

Bahwa seluruh Kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem


hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi
kepada kepentingan nasional.

g) Bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain


ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negeri bebas
aktif serta diabdikan pada kepentingan nasional.

I. Aspek Ekonomi
Aktualisasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi bertujuan agar
menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan
peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
Disamping itu memncerminkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya
alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antara daerah secara timbal
balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri. Dalam bidang ekonomi,
implementasi wawasan nusantara akan menciptakan tatanan ekonomi yang
benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat secara adil dan merata.
Di samping itu, juga dapat mencerminkan tanggung jawab pengelolaan
sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antar daerah
secara timbal balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri.
Prinsip-prinsip implementasi wawasan nusantara dalam bidang ekonomi
yaitu :
1. Kekayaan di wilayah nusantara, baik potensial maupun efektif, adalah
modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan di seluruh
wilayah Indonesia secara merata.
2. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh
daerah tanpa

meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah masing-

masing dalam pengembangan kehidupan ekonominya.


3. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara diselenggarakan
sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi
kerakyatan untuk kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya.

Contoh implementasi wawasan nusantara dalam bidang ekonomi yang perlu


kita perhatikan diantaranya yaitu :
1. Wilayah nusantara mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, seperti

posisikhatulistiwa, wilayah laut yang luas, hutan tropis yang besar, hasil
tambang dan minyak yang besar, serta memeliki penduduk dalam jumlah
cukup besar. Oleh karena itu, implementasi dalam kehidupan ekonomi
harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan perindustrian.
2. Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan

antardaerah. Oleh sebab itu, dengan adanya otonomi daerah dapat


menciptakan upaya dalam keadilan ekonomi.
3. Pembangunan ekonomi harus melibatkan partisipasi rakyat, seperti dengan

memberikan fasilitas kredit mikro dalam pengembangan usaha kecil.


J. Aspek Sosial Dan Budaya
Budaya/kebudayaan secara etimologis adalah segala sesuatu yang
dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Kebudayaan diungkapkan sebagai
cita, rasa dan karsa (budi, perasaan, dan kehendak). Sosial budaya adalah
faktor dinamik masyarakat yang terbentuk oleh keseluruhan pola tingkah laku
lahir batin yang memungkinkan hubungan sosial diantara anggota-anggotanya.
Secara universal kebudayaan masyarakat Indonesia bersifat heterogen
dengan unsur-unsur :
1. Sistem religi dan upacara keagamaan
2. Sistem masyarakat dan organisasi kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Bahasa
5.

Keserasiaan

6.

Sistem mata pencaharian

7. System teknologi dan peralatan

Sesuai dengan sifatnya, kebudayaan merupakan warisan yang bersifat


memaksa bagi masyarakat artinya setiap generasi yang lahir dari suatu
masyarakat dengan serta merta mewarisi norma-norma budaya dari generasi

sebelumnya.Warisan budaya diterima secara emosional dan bersifat mengikat


ke dalam (Cohesivness) sehingga menjadi sangat sensitif.
Berdasar ciri dan sifat kebudayaan serta kondisi dan konstelasi geografi,
masyarakat Indonesia sangat heterogen dan unik sehingga mengandung
potensi konflik yang sangat besar, terlebih kesadaran nasional masyarakat
yang relatif rendah sejalan dengan terbatasnya masyarakat terdidik.
Selain bersifat heterogen adapula yang perlu diperhatikan dalam kehidupan
sosial, yaitu :
1. Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang

berbeda, dari segi budaya, status sosial, maupun daerah. Contohnya dengan
pemerataan pendidikan di semua daerah dan program wajib belajar harus
diprioritaskan bagi daerah tertinggal.
2. Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia,

serta

dapat

dijadikan

kegiatan pariwisata yang

memberikan

sumber pendapatan nasional maupun daerah. Contohnya dengan pelestarian


budaya, pengembangan museum, dan cagar budaya.
K. Aspek Pertahanan Dan Keamanan
Wawasan Nasional bangsa Indonesia adalah Wawasan Nusantara yang
merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan
nasional. Sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang harus
diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan
dengan sukses. Oleh karena itu diperlukan suatu konsepsi Ketahanan Nasional
yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Dan dapat dikatakan
bahwa Wawasan Nusantara dan ketahanan nasional merupakan dua konsepsi
dasar yang saling mendukung sebagai pedoman bagi penyelenggaraan
kehidupan barbangsa dan bernegara agar tetap jaya dan berkembang
seterusnya.
Wujud pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal
bangsa yang dilandasi kesadaran bela Negara seluruh rakyat yang
mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan

10

Negara,

mengamankan

mempertahankan

pembangunan

kedaulatan

Negara

dan

dan

hasil-hasilnya,

menangkal

segala

serta
bentuk

ancaman. Adapula system pertahanan dan keamanan rakyat semesta yaitu


ditandai dengan :
1) Pandangan bangsa Indonesia tentang Perang dan Damai : bangsa
Indonesia cinta dan damai dan tidak menghendaki perang. Pertikaian
diusahakan penyelesaiannya secara damai, walaupun demikian bangsa
Indonesia lebih cinta dengan kemerdekaan dan kedaulatannya. Perang
adalah usaha terakhir, bila usaha damai tidak tercapai
2) Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan NKRI dilandasi oleh landasan
idil pancasila, landasan konstitusional, UUD 1945, dan landasan visional
wawasan nusantara.
3) Pertahanan dan keamanan Negara merupakan usaha nasional terpadu yang
melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional, dengan semangat tanpa
mengenal

menyerah. Dirumuskan

dalam

Doktrin

Pertahanan

dan

Keamanan Negara Republik Indonesia.


Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan akan menumbuhkan
kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang lebih lanjut . Kesadaran dan sikap
cinta tanah air dan bangsa serta beda Negara ini akan menjadi modal utama
yang akan menggerakan partisipasi setiap warga Negara Indonesia dalam
menanggapi setiap bentuk ancaman seberapa pun kecilnya dan dari manana
pun datangnya atau setiap gejala yang membahayakan keselamatan bangsa
dan kedaulatan Negara dalam pembinaan seluruh aspek kehidupan nasional
wawasan nusantara harus menjadi nilai yang menjiwai segenap perundangundangan yang berlaku pada setiap strata diseluruh wilayah Negara.
Disamping itu, wawasan nusantara dapat di implementasikan kedalam
segenap pranatai sosial yang berlaku di masyarakat dalam ulasan kebhinekaan
sehingga mendinamiskan kehidupan sosial yang akrab, peduli, toleran,
hormat, dan tahu hukum. Semua itu menggambarkan sikap, paham, dan

11

semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi sebagai identitas atau jati
diri bangsa Indonesia.

L. Prospek Implementasi Wawasan Nusantara


Berdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sebagai
berikut:
1. Global Paradox menyatakan negara harus mampu memberikan peranan
sebesar besarnya kepada rakyatnya.
2. Borderless World dan The End of Nation State menyatakan batas wilayah
geografi relatif tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan
menembus batas tsb. Pemerintah daerah perlu diberi peranan lebih berarti.
3. The Future of Capitalism menyatakan strategi baru kapitalisme adalah
mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan
masyarakat serta antara negara maju dengan negara berkembang.
4. Building Win Win World (Henderson) menyatakan perlu ada perubahan
nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih
bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta
pemerintahan yang demokratis.
5. The Second Curve (Ian Morison) menyatakan dalam era baru timbul
adanya peranan yang lebih besar dari pasar, peranan konsumen dan
teknologi baru yang mengantar terwujudnya masyarakat baru.

Dari rumusan-rumusan diatas ternyata tidak ada satupun yang menyatakan


tentang perlu adanya persatuan, sehingga akan berdampak konflik antar
bangsa karena kepentingan nasionalnya tidak terpenuhi. Dengan demikian
Wawasan Nusantara sebagai cara pandang bangsa Indonesia dan sebagai visi
nasional yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa masih tetap valid
baik saat sekarang maupun mendatang, sehingga prospek wawasan nusantara
dalam era mendatang masih tetap relevan dengan norma-norma global. Dalam
implementasinya perlu lebih diberdayakan peranan daerah dan rakyat kecil,
dan terwujud apabila dipenuhi adanya faktor-faktor dominan : keteladanan

12

kepemimpinan nasional, pendidikan berkualitas dan bermoral kebangsaan,


media massa yang memberikan informasi dan kesan yang positif, keadilan
penegakan hukum dalam arti pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan
berwibawa.

Keberhasilan Implementasi Wasantara Diperlukan kesadaran WNI untuk :


1. Mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban warganegara
serta hubungan warganegara dengan negara, sehingga sadar sebagai
bangsa Indonesia.
2. Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara,
bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi
wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki
cara pandang.

Agar ke-2 hal dapat terwujud diperlukan sosialisasi dengan program yang
teratur, terjadwal dan terarah. Untuk mengetuk hati nurani setiap warga negara
Indonesia agar sadar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diperlukan
pendekatan /sosialisasi/ pemasyarakatan dengan program yang teratur,
terjadwal dan terarah, sehingga akan terwujud keberhasilan dari implementasi
Wawasan Nusantara dalam kehidupan nasional guna mewujudkan Ketahanan
Nasional..

13

BAB IV
KESIMPULAN
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa tentang dan lingkungan
berdasarkan idea nasional yaitu pancasila dan UUD 45 sebagai aspirasi suatu
bangsa yang merdeka berdaulat dan bermartabat ditengah lingkungannya dan
menjiwai dalam tindak kebijaksanaan dalam mencapai tujuan perjuangan
nasional.
Fungsinya sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu
dalam menentikan segala kelejaksaan keputusan, tindakan dan perbuatan bagi
penyelenggaraan

ditingkat

rakyat Indonesia dalam

pusat

dan

kehidupan

daerah

maupun

bermasyarakat,

bagi

berbangsa

seluruh
dan

bernegara.Beberapa implementasinya yaitu :


1. Pada kehidupan politik
2. Pada kehidupan ekonomi
3. Pada kehidupan sosial budaya
4. Pada kehidupan pertahanan keamanan

14

DAFTAR PUSTAKA
Ardianzah,

Nur.

2012.

Wawasan

Nusantara

Di

Era

Globalisasi.Blogger.<http://ardianzahnur.blogspot.com/2012/08/wawasannusantara-di-era-globalisasi.html> diakses tanggal 18 November 2014, 12:20


WIB.
Putra,

Muhammad

Ady

Surya.

2010.

Wawasan

Nusantara

Di

Era Globalisasi.Wordpress.<Http://Muhammadadysuryaputra.Wordpress.Com/20
10/03/24/Wawasan-Nusantara-Di-Era-Globalisasi/> diakses tanggal 18 November
2014, 12:20 WIB.
Revival44.

2010.

Wawasan

Nusantara.

Wordpress.<http://revival44.wordpress.com/2010/03/14/wawasan-nusantara/>
diakses tanggal 18 November 2014, 12:20 WIB.
Angreiny, Irma. 2012 . Pengertian Implementasi Menurut Para Ahli.
Blogger.

<http://el-kawaqi.blogspot.com/2012/12/pengertian-implementasi-

menurut-para.html>diakses tanggal 18 November 2014, 12:20 WIB.


Yaminsyah, Ricky. 2011.Aktualisasi Perwujudan Wawasan Nusantara.
Blogger.<http://ricky-26209320.blogspot.com/2011/11/aktualisasi-perwujudanwawasan.html> diakses tanggal 18 November 2014, 12:30 WIB.

15