Anda di halaman 1dari 48

K2N UI 2010

di Pulau-Pulau
Terdepan dan
Perbatasan

Turut Menjaga
Keutuhan NKRI

1-31 Juli 2010

MAKSIMALISASI
TANAMAN KELAPA
Virgin Coconut Oil (VCO) | Kecap Kelapa | Briket Arang | Gula Kelapa | Media
Jamur Kuping | Kosmetik | Kopra | Bumbu Sate | Manisan Kelapa Kering |
Nata de Coco | Cuka Air Kelapa | Karbon Aktif | Kerajinan
K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

MENGAPA MAKSIMALISASI KELAPA?

Kelapa adalah tanaman yang memiliki berbagai manfaat dan nilai


ekonomi yang signifikan. Manfaat dari tanaman dengan nama Binomial Cocos
nucifera dari famili Aracaceae (palem-paleman) ini pun memiliki dimensi
industri dan komersialnya sendiri. Dari spesies yang tumbuh di seluruh dunia
di habitat dataran rendah tropis dan subtropis ini dapat diperoleh berbagai
produk alami, termasuk makanan, minuman, serat, material bangunan, dan
bahan kimia.1 Hampir seluruh bagian pohon, dari akar, batang, daun, sampai
buahnya dapat digunakan untuk kebutuhan manusia sehari-hari. Sabut
kelapa dapat dimanfaatkan menjadi tali, tikar, sikat, kompon untuk
mendempul perahu, sebagai isian serat, dan dalam hortikultura sebagai pot
kompos. Daun kelapa digunakan untuk membuat sapu di India, menjadi
material untuk membuat keranjang dan atap lalang, ditenun menjadi atap
atau tikar, dan sebagainya. Kopra dapat menjadi sumber minyak kelapa, yang
digunakan untuk membuat sabun. Sekam dan batok kelapa dapat digunakan
sebagai bahan bakar dan sumber arang. Batang kelapa digunakan untuk
membangun rumah di Kerala (India), dan kayu kelapa digunakan sebagai
substitusi kayu keras. Akar kelapa digunakan sebagai bahan pewarna, obat
kumur, obat disentri, dan sikat gigi. Kelapa juga mengandung molekul 6-

1
“Coconut, Plant of Many Uses”, UCLA course on Economic Botany, diakses dari
http://www.botgard.ucla.edu/html/botanytextbooks/economicbotany/Cocos/index.
html.
K2N UI 2010 | /Virgin Coconut Oil/VCO (Minyak Kelapa Murni) 1
K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

pentyloxan-2-one (delta-dekalakton) yang digunakan dalam industri makanan


dan fragransi.2

Manfaat Kelapa Tiap Bagian


Daging Kopra, minyak kelapa (VCO), serundeng, margarin, kosmetik,
buah pelumas, kembang gula, sampo, sabun cuci, minyak rambut
Air buah Sirop, nata de coco, cuka, kecap
Tempurung Arang, briket, karbon aktif, tali pinggang, gelang, sendok,
asbak, kancing baju, hiasan dinding
Sabut Karpet, sikat, keset, bahan pengisi jok mobil, tali, pot bunga
(bagian gabus), batako (sabut berkaret), kasur (sabut berkaret)
Akar Bahan kerajinan, obat-obatan, zat warna, pembersih mulut,
obat-obatan (disentri), sikat gigi, furnitur
Batang Bahan bangunan, jembatan, kerangka papan perahu, kayu
bakar, industri kerajinan, media tanam (jamur)
Daun Kemasan makanan (ketupat), janur, atap, tusuk sate, sapu lidi,
topi, keranjang
Bunga Cuka, nata de coco, dekorasi, gula kelapa
(nira)
Pelepah Industri kerajinan, topi, kipas, bahan bakar
Tabel 1 Bagan manfaat kelapa tiap bagian

2
Tentang delta-dekalakton, lihat
http://www.thegoodscentscompany.com/data/rw1013411.html.
K2N UI 2010 | /Virgin Coconut Oil/VCO (Minyak Kelapa Murni) 2
K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Berbagai manfaat kelapa ini menunjukkan signifikansi optimalisasi


pemanfaatan kelapa terhadap keuntungan industri dan komersial. Hal ini
menjadi semakin relevan karena Indonesia adalah negara produsen kelapa
kedua terbesar di dunia (setelah Filipina) terhitung pada 2008 dengan jumlah
produksi 19.500.000 ton.3

Dengan manfaat tanaman kelapa yang sangat beragam, serta kondisi


Pulau Subi Kecil yang kaya akan tanaman kelapa, program kerja maksimalisasi
kelapa menjadi sangat relevan dan signifikan di pulau tersebut. Diharapkan
melalui program Kuliah Kerja Nyata Universitas Indonesia (K2N UI) 2010,
secara spesifik program maksimalisasi kelapa, masyarakat Subi Kecil dapat
lebih melihat nilai tambah dari tanaman kelapa ini dan dapat
memaksimalisasinya sebagai produk ekonomis yang dapat diproduksi dan
dipasarkan.

Adapun maksimalisasi kelapa yang dimaksud dalam program kerja


kelompok kami berfokus pada pemanfaatan kelapa untuk produksi VCO
(Virgin Coconut Oil – Minyak Kelapa Murni), kecap kelapa, briket dari bahan
dasar kelapa, serta berbagai pemanfaatan lainnya. VCO adalah minyak yang
diambil dari parutan daging buah kelapa (Cocos nucifera) yang segar dan
matang dengan cara pengolahan baik natural maupun mekanik, baik dengan
atau tanpa proses penghangatan, yang mana tidak mengarah pada

3
“Food And Agricultural Organization of United Nations: Economic And Social
Department: The Statistical Division”, diakses dari
http://faostat.fao.org/site/567/DesktopDefault.aspx?PageID=567#ancor.
K2N UI 2010 | /Virgin Coconut Oil/VCO (Minyak Kelapa Murni) 3
K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

perubahan dari minyak murni tersebut.4 Briket kelapa merupakan bongkahan


arang hitam dari bahan dasar tempurung kelapa, yang dapat digunakan untuk
bahan bakar aktif baik rumah tangga maupun industri.5

CONTOH PRODUK PEMANFAATAN KELAPA

Virgin Coconut Oil/VCO (Minyak Kelapa Murni)


VCO dikenal sebagai minyak yang mampu
melangsingkan tubuh sehingga cenderung
digemari oleh para gadis yang memahami
manfaatnya. Manfaat minyak yang asalnya dari
buah kelapa ini lebih luas daripada sekedar
pelangsing tubuh. Hasil-hasil penelitian telah
Gambar 1 Virgin membuka tabir kerahasiaan alam yang
Coconut Oil/VCO terkandung dalam buah kelapa, menyajikan

4
“APCC Standards for Virgin Coconut Oil”, diunduh dari
http://www.apccsec.org/document/VCNO.PDF.
5
“Profil Proyek Industri Briket Arang Tempurung Kelapa”, diunduh dari
http://www.bkpmdsulteng.go.id/download/briket.pdf.
K2N UI 2010 | /Virgin Coconut Oil/VCO (Minyak Kelapa Murni) 4
K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

data tentang manfaat minyak beroma gurih dan lembut itu untuk
meningkatkan metabolisme tubuh serta menanggulangi beraneka penyakit.
VCO mengandung lauric acid yang tinggi (sampai 53%), sebuah lemak jenuh
dengan rantai karbon sedang (jumlah karbonnya 12) yang biasa disebut
medium chain fatty acid (MCFA). Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa
penggunaan minyak kelapa virgin untuk memasak makanan akan
meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit-penyakit yang
mematikan. Di dalam tubuh manusia lauric acid akan diubah menjadi
monolaurin, sebuah senyawa monoglyceride yang bersifat antivirus,
antibakteri, dan antiprotozoa. Dengan sifatnya itu, monolaurin dapat
menanggulangi serangan virus-virus seperti HIV, herpes, simplex virus-1 (HSV-
1), vesicular stomatitis virus (VSV), visna vitur, cytomegalovirus (CMV),
influenza, dan berbagai bakteri pathogen termasuk listeria monocytogenes
dan helicobacter pyloryd, serta protozoa seperti Giardia lamblia. Selain
mengandung lauric acid, VCO juga mengandung capric acid, walaupun
kandungannya cuma enam persen juga bermanfaat bagi kesehatan. Di dalam
tubuh kita, lemak berantai sedang yang jumlah karbonnya sepuluh ini diubah
menjadi monocaprin, yang bermanfaat untuk mengatasi penyakit-penyakit
seksual seperti virus HSV-1 dan HSV-2, dan bakteri nisseria gonorrhoeae.
Sifat-sifat antiinfeksi yang dipunyai asam-asam lemak bergantung pada
struktur kimianya, misalnya monoglyserides bersifat antiinfeksi. Sedangkan
diglycerides dan triglycerides bersifat tidak antiinfeksi. Di antara lemak-lemak
jenuh yang berantai karbon sedang, lauric acid mempunyai antiviral activity
yang lebih besar daripada caprylic acid (dengan delapan karbon), capric acid
(sepuluh karbon), atau myristic acid (dengan 14 karbon).

K2N UI 2010 | /Virgin Coconut Oil/VCO (Minyak Kelapa Murni) 5


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Dalam pemanfaatannya, VCO dapat dikonsumsi secara langsung atau


dipakai untuk memasak. Dengan struktur kimia yang tidak menggandung
double band, minyak ini bersifat tahan terhadap panas, cahaya, oksigen, dan
tahan terhadap proses degradasi. Dengan sifat itu, VCO dapat disimpan
dengan mudah pada suhu kamar selama bertahun-tahun. Selain kegunaan di
atas, VCO pun dapat digunakan sebagai kosmetik di antaranya sebagai
pelembab dan dapat meregenerasi sel-sel kulit yang mati, mendukung
keseimbangan kimiawi kulit secara alami, Melembutkan kulit dan
mengencangkan kulit dan lapisan lemak di bawahnya, mencegah keriput,
kulit kendor dan bercak-bercak penuaan, memberikan penampilan rambut
yang sehat dan tidak kering, mencegah kerusakan yang ditimbulkan radiasi
sinar ultra violet pada kulit, mengendalikan ketombe, dan membantu
memberikan vitalitas dan terasa lebih muda.

Proses Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)


Alat:

Wadah transparan
Saringan
Inkubator (jika diperlukan)
Bahan:

K2N UI 2010 | /Virgin Coconut Oil/VCO (Minyak Kelapa Murni) 6


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Parutan kelapa (900gr)


Air (450 ml)
Cara Pembuatan:

Campur parutan kelapa dengan air


Remas-remas dengan kuat, kemudian peras dan saring sehingga

Gambar 2 Proses pembuatan VCO

K2N UI 2010 | /Virgin Coconut Oil/VCO (Minyak Kelapa Murni) 7


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

menghasilkan santan kental


Mixer santan kental tersebut selama 25 menit
Taruh santan tersebut dalam wadah transparan, kemudian diamkan
selama maksimal 48 jam
Setelah 48 jam, pada santan tersebut terdapat tiga lapisan.
Ambil bagian teratas (lapisan yang bening), kemudian disaring
dengan tisu
Hasil saringan tersebut adalah minyak kelapa murni (VCO)
Catat hasil uji coba

Kecap Kelapa
Alat:

Wajan/panci garing tengah 20 cm 1 buah


Tampah/nyiru dan anyaman bambu 1 buah
Sendok pengaduk dan kayu 1 buah
Kompor 1 buah
Saringan plastik garis tengah 20 cm 1 buah
Botol kecap isi 600 ml 2 buah
Bahan:

Air kelapa 2 liter


Gula merah 800 gram atau sesuai selera
Kedelai bubuk 200 gram (2 ons) (bila diperlukan)
Keluwak 120 gram
Laos 40 gram

K2N UI 2010 | Kecap Kelapa 8


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Bawang putih 30 gram


Sereh 4 batang
Daun salam 4 lembar
Vetsin 10 gram
Pehkak 6 gram
Kemiri 20 gram
Wijen 20 gram
Cara Pembuatan:

Pehkak dan wijen disangrai, kemudian digiling halus


Selanjutnya keluwak dan kemiri dihaluskan
Air kelapa disaring dari sisa sabut kelapa dan kotoran lainnya,
masukkan ke dalam wajan yang telah disiapkan. Masukkan ulekan
gula merah, ulekan bawang putih, kedelai bubuk 9hasil proses
penjamuran), keluwak, kemiri pehkak dan wijen, kemudian dimasak
hingga warnanya berubah menjadi kekuning-kuningan dan mulai
kental.
Sereh dan laos dipipihkan, daun salam dan vetsin dimasukkan ke
dalam wajan
Panaskan terus di atas kompor dengan api kecil sambil diaduk selama
kurang lebih 2 jam, hingga warna larutan berubah menjadi hitam dan
kental. Setelah itu angkat dari kompor dan dinginkan
Supaya tahan lebih lama, ke dalam kecap bisa ditambahkan natrium
benzoat
Selanjutnya disaring dan dimasukkan ke dalam botol yang bersih dan
steril. Untuk mendapatkan botol yang steril bisa dilakukan dengan

K2N UI 2010 | Kecap Kelapa 9


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

cara merebus botol dalam wajan berisi air hingga mulut (terendam)
selama kurang lebih 15 menit dan keringkan dengan posisi mulut
botol di bawah.
Kecap manis dan air kelapa siap digunakan atau dipasarkan.

Catatan:
Kedelai bubuk dapat dibuat dengan dua cara:

1. Cara Pertama:

1. Dari bahan tempe beli yang bermutu dipasar, bisa dilihat dari bau
wangi khas tempe dan kedelai yang kompak terbalut dengan
jamur di sekelilingnya. Selanjutnya tempe tersebut diiris tipis dan
dijemur hingga kering. Kemudian tempe dihaluskan/ digiling dan
diayak.
2. Proses penjamuran kedelai rendam sebanyak 1 kg kedelai dengan
3 liter air dingin/ mentah selama 1 malam. Setelah itu dicuci
dengan air dingin hingga kulit kedelai mengelupas. Selanjutnya
ditambah air 3 liiter dimasak selama 1 jam, angkat dari kompor,
buang airnya dan tiriskan dengan saringan pelastik. Selanjutkan
dihamparkan di nyiru, lalu tutup dengan nyiru lain dan simpan
selama 3 hari. Setelah 3 hari akan terbentuk kedelai berjamur
seperti tempe lalu dijemur sampai kering. Giling tempe kering dan
diayak dengan saringan plastik hingga menjadi bubuk kedelai.
2. Cara kedua (tanpa kedelai):

K2N UI 2010 | Kecap Kelapa 10


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

1. Bersihkan air kelapa dari kotorandengan menyaringnya kemudian


biarkan beberapa menit agar kotorannya mengendap.
2. Tuangkan air kelapa ke dalam panci kemudian rebus.
3. Tambahkan bumbu-bumbu yang telah halus sambil diaduk-aduk.
4. Biarkan adonan tersebut panas diatas kompor sampai berwarna
coklat tua dan menimbulkan bau sedap.
5. Bila dikehendaki, untuk menambah selera dapat diberikan
penyedap rasa secukupnya.
6. Jika adonan sudah kelihatan masak segera diangkat dan dinginkan.
7. Biarkan kotoran mengendap dan kemudian saring.
8. Agar kecap dapat bertahan lama maka dapat diberikan pengawet
seperti asam benzoat sebanyak 0,02% untuk setiap liter kecap.
9. Kemas dalam botol yang telah disterilkan.

K2N UI 2010 | Kecap Kelapa 11


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Gambar 3 Proses pembuatan kecap kelapa


K2N UI 2010 | Kecap Kelapa 12
K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Briket Arang
Alat: Tungku pembakaran (drum modifikasi), bambu basah (muda) ± 4
meter, botol.

Bahan: Tempurung Kelapa kering 90 kg (1 drum), sabut kelapa, minyak


tanah.

Cara Pembuatan:

Tempurung kelapa dibakar sampai hangus, lalu ditumbuk sampai


halus
Buat adonan dari tepung kanji (air dengan tepung kanji).
Campur bubuk tempurung kelapa dengan adonan kanji.
Cetak campuran dan bubuk tempurung
Jemur diterik matahari kurang lebih 1 hari(sampai benar-benar
kering.

Gambar 4 Briket yang tersedia di pasaran

K2N UI 2010 | Briket Arang 13


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Gambar 5 Alat press untuk briket

Gula Kelapa
Nira kelapa dapat diolah menjadi gula kelapa yang bermutu tinggi. Nira
Kelapa didapatkan dari hasil penyadapan dari mayang (bunga kelapa) yang
berumur satu bulan dan belum mekar.

Komposisi Nira Kelapa


Komposisi Kandungan (%)
Kadar air 84,84
Kadar karbohidrat 14,35
Kadar protein 0,10
Kadar abu 0,66

K2N UI 2010 | Gula Kelapa 14


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Kadar lemak 0,17


Tabel 2 Komposisi kimia nira kelapa

Adapun pembuatan gula kelapa ini hanya menggunakan peralatan


sederhana, seperti:

1. Kompor/Tungku
2. Penggorengan/kuali yang berukuran besar (ukuran 5 liter)
3. Kaleng bekas (untuk penampung nira kelapa)
4. Pengaduk kayu
5. Cetakan gula (terbuat dari bambu)
6. Bahan bakar (kayu bakar, minyak tanah, dan lain lain)
Cara Pembuatan:

Gula kelapa merupakan hasil dari proses penguapan air nira kelapa.
Proses pembuatan gula kelapa dilakukan melalui tahap-tahap sebagai
berikut:

1. Penyadapan

Pohon kelapa dapat disadap bila sudah memiliki 3 tandan bunga yang
belum mekar. Sebelum disadap tanaman kelapa dibersihkan dari
pelepah, serta tandan bunga yang telah mekar. Pembersihan ini
berfungsi untuk memudahkan penyadapan. Berikut ini adalah cara
penyadapan yang dilakukan di lingkungan petani Banjar:

K2N UI 2010 | Gula Kelapa 15


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Kelopak bunga atau yang dikenal dengan mancung dibuka.


Kemudian diiris membujur dan melintang lalu dilepas perlahan –
lahan.
Tandan bunga diikat di beberapa bagian dengan daun kelapa
muda yang telah dilayukan dengan air panas lalu bunga
dirundukkan.
Pagi hari tandan diiris dengan pisau sadap sekitar 5 cm kearah
bawah. Sore hari ujung tandan diiris lagi setebal kurang lebih 0,4
cm.
Pengirisan dilakukan tiap pagi dan sore selama 2 hari. Pada hari
kedua pengirisan tetesan nira biasanya mulai deras. Dan pada saat
itu dapat dipasang wadah penampung nira, dimana dapat
dimanfaatkan kaleng bekas sebagai media
penampungnya.Penyadapan dilakukan setiap pagi antara pukul
6:00 – 9:00 dan sore hari antara pukul 16:00 – 18:00. Hal yang
perlu diingat bahwa setiap penyadapan tandan bunga hanya
boleh diiris sekali. Pengulangan irisan akan merusak jalan keluar
nira. Oleh sebab itu, pisau yang digunakan haruslah tajam.
2. Penyaringan

Proses selanjutnya setelah didapatkan nira dari hasil penyadapan


adalah penyaringan. Air nira disaring untuk memisahkan segala
kotoran atau rempah – rempah yang kemungkinan tercampur pada
air nira selama proses penyadapan.

3. Pemasakan Nira

K2N UI 2010 | Gula Kelapa 16


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Jika air nira sudah disaring dan bersih, masukan nira ke dalam
wajan dan masak diatas tungku dengan panas yang merata sekitar
3 – 3.5 jam.
Ketika mendidih nira berbuih dan tampak bercampur dengan
kotoran halus. Buih – buih dan kotoran tersebut dibuang. Selama
pemasakan nira terus diaduk untuk meratakan panas dan
mengurangi buih. Jika selama pemasakan buih yang muncul cukup
banyak, maka tambahkan kelapa parut, minyak kelapa atau kemiri
yang dihaluskan
Pemasakan dihentikan bila nira telah kental dan meletup – letup.
Dan bila diteteskan ke dalam air, nira kental tersebut akan
memadat dan mengeras. Kemudian, turunkan wajan dari atas
tungku sambil diaduk terus. Setelah beberapa saat, panas adonan
akan berkurang dan dapat dituang ke dalam cetakan.
4. Pencetakan Gula

Proses terakhir dari pembuatan gula kelapa ini adalan pencetakan


gula. Cetakan yang digunakan untuk mencetak gula terdiri dari
berbagai bentuk. Ada pula digunakan potongan bambu sebagai
cetakan gula.
Adonan yang sudah berkurang panasnya tadi kemudian dituang ke
dalam cetaan yang telah dibasahi air. Ini dimaksudkan untuk
memudahkan keluarnya gula dari cetakan.

K2N UI 2010 | Gula Kelapa 17


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Batang Kelapa sebagai Media Jamur Kuping


Batang kelapa, yang disebut glugu, terbentuk bersamaan
pembentukan daun. Batang kelapa tumbuh lurus ke atas dikelilingi cincin-
cincin bekas tempat melekatnya buah. Pada ujung batang terdapt titik
tumbuh, merupakan jaringan yang berfungsi untuk membentuk daun,
batang, dan bunga. Pada umur 3-4 tahun pangkal batang kelapa mulai
terbentuk sehingga lingkaran tidak akan membesar lagi. Pada kondisi normal,
setiap tahunnya tinggi batang kelapa akan bertambah 1-1,5 meter pada
tanaman muda dan 0,5 meter pada tanaman dewasa, dengan tinggi
maksimum mencapai 30 meter. Batang kelapa mempunyai lapisan kayu
seperti tanduk penuh oleh serabut pendek kehitaman, yang sangat keras
pada pangkal batang sehingga kapak akan mental jika tidak miring
menebangnya. Apabila kita menebang palmae harus agak miring arah
kapaknya. Kalau lurus, kelapa sulit ditebangnya, karena batang keras penuh
serabut. Kayu batang kelapa di daerah tertentu digunakan untuk kusen
pintu, jendela, rusuk, dan reng bangunan rumah, dibuat tongkatan, dan ba-
rang souvenir. Batangnya, dipakai orang sebagai kayu dengan mutu
menengah, dan dapat dipakai sebagai papan untuk rumah. Batang kelapa
pun banyak digunakan sebagai bahan bangunan tradisional. Bagian paling
atas dari batang digunakan sebagai kayu bakar untuk rumah tangga, bahan
bakar pada pengolahan kapur dan sebagai tempat pembakaran batu bata dan
genting. Batang kelapa pun digunakan sebagai pondasi bangunan, furnitur,
jendela, perahu dan bingkai pintu.

Cara Pembuatan:

K2N UI 2010 | Batang Kelapa sebagai Media Jamur Kuping 18


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Pembuatan media untuk jamur kuping pada batang kelapa pada


dasarnya dapat dilakukan tanpa menggunakan bibit jamur. Preparasi media
pertumbuhan cukup dilakukan dengan menjemur batang pohon kelapa yang
telah disiram air. Penyimpanan di tempat teduh di bawah naungan pohon
merupakan tempat yang optimum bagi pengkondisian pertumbuhan jamur.
Pembentukan primordia jamur (pinhead) sendiri kemudian akan terjadi
sekitar 2-2,5 bulan setelah penyimpanan dengan akhir panenan menunjukkan
suhu 26-31 derajat celcius dan kelembabab 65-88 %. Sementara pH yang
diperlukan untuk media pertumbuhan harus menunjukkan kurang lebih 7,0-
6,6. Melalui proses ini diperkirakan selama kurang lebih 27 hari dapat
dilakukan 9 kali pemetikan dan kurang lebih 3,3 gram panenan.

Serundeng
Bahan: 100
gram kelapa parut
kering dan 3 lembar
daun jeruk, iris-iris.

Bumbu halus:
1-2 buah cabe
merah, 3 bawang
putih, 1 sendok teh
ketumbar, 1 sendok Gambar 6 Serundeng
teh garam, 2 sendok
teh gula pasir, 1 sendok makan ebi yang telah disangrai.

K2N UI 2010 | Serundeng 19


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Cara Pembuatan: Campur kelapa kering dengan bumbu halus dan


daun jeruk. Kemudian sangrai sampai matang dan cukup kering. Taburkan di
atas nasi.

Kosmetik
1. Sabun Mandi
Bahan: Larutan kaustik soda (natronloog 38 Be) 75 cc, bahan warna
secukupnya, susu murni (susu sapi) 50 cc, minyak kelapa 250 cc, lemak sapi
cair 100 cc, minyak serai 100 cc, bibit minyak wangi 5 cc.

Cara Pembuatan:

Campurkan bahan-bahan kaustik soda (natronloog), pewarna,


susu sapi menjadi satu dan diaduk hingga merata.
Pada tempat yang lain minyak kelapa dan lemak sapi cair
dicampur menjadi satu.
Kemudian tuangkan campuran tersebut ke campuran pertama
tadi dan sambil terus terus diaduk-aduk hingga menjadi kental.
Usahakan supaya jangan sampai berhenti mengaduk. Ketelitian
diwaktu mengaduk sangat dibutuhkan sebab bertambah baik dan
lama waktu mengaduk maka bertambah halus hasil sabun mandi
yang dibuat.
Kemudian minyak serai dengan bibit minyak wangi (parfum)
dituangkan dalam campuran terahir sambil diaduk-aduk.

K2N UI 2010 | Kosmetik 20


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Dalam keadaan kental masukkanlah campuran tersebut di dalam


cetakan.
Setelah didiamkan selama 12 jam, campuran yang dituangkan ke
dalam cetakkan akan menjadi beku. Kemudian bukalah cetakkan
tersebut, jadilah sabun mandi.

2. Obat Penghitam Rambut


Bahan: biji pepaya, minyak kelapa.

Cara Pembuatan:

Sangrai biji pepaya hingga kering dan tumbuk hingga halus.


Kemudian campur tumbukkan biji pepaya tersebut dengan minyak
kelapa, dan aduk sampai rata.
Oleskan ke seluruh rambut hingga merata, biarkan selama 1- 2
jam setelah itu baru keramas sampai bersih. Lakukanlah tiap
seminggu sekali agar Anda memiliki rambut yang hitam dan
menarik.

Kopra
Kopra merupakan salah satu hasil olahan daging buah kelapa yang
banyak diusahakan oleh masyarakat karena prosesnya sangat sederhana.
Biaya produksinya relatif rendah jika dibanding pengolahan daging buah
kelapa menjadi produk santan kering atau minyak goreng. Kopra dihasilkan
dari daginga buah kelapa yang dikeringkan dengan cara dijemur atau

K2N UI 2010 | Kopra 21


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

menggunakan alat ppengering buatan dengan cara pengasapan atau


pemanasan secara tidak langsung. Pengasapan langsung akan menghasilkan
kopra dengan mutu tidak kalah baik jika dibandingkan dengan kopra hasil
pemanasan tidak bersinggungan langsung dengan komuditas. Salah satu
persyaratan yang diminta dalam perdagangan kopra adalah kadar asam
lemak bebas atau FFA maksimun 4%. Tiap kg kopra membutuhkan bahan
baku antara 6 sampai 8 butir kelapa tergantung besar dan tebal daging buah
kelapanya. Harga kopra dari setiap daerah penghasil sangat bervariasi.

Bumbu Sate
Salah satu cara yang dapat digunakan
untuk mengolah kelapa menjadi bumbu sedap
adalah sebagai berikut:

Bahan:

500 gr daging has dalam potong


dadu 1 cm, Gambar 7 Sate
setengah butir kelapa setengah tua,
kupas, parut panjang,
tusuk sate
Haluskan:

5 bawang merah,
3 siung bawang putih,
1 sendok teh ketumbar,
4 lembar daun jeruk, iris halus,
K2N UI 2010 | Bumbu Sate 22
K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

3 sendok makan maizena atau tepung tapioka,


1 cm kunyit,
1 sendok teh garam,
1 sendok makan gula pasir,
4 sendok makan minyak goreng
Cara Pembuatan:

Campur kelapa parut dengan maizena atau tapioka, ratakan.


Masukkan bumbu halus ke daging, aduk rata diamkan selama 30
menit agar bumbu-bumbunya merasuk,kemudian masukan kelapa
dan minyak goreng kemudian aduk rata.
Masukan daging tersebut ke dalam penggorengan, goreng dengan
api kecil, tanpa minyak, karena tadi sudah tercampur daging. Aduk
hingga hampir matang dagingnya. Angkat.
Tusukkan daging ke tusuk sate sambil agak dikepal agar kelapa
menempel ke daging.
Bakar sate di atas bara arang sambil dibolak-balik sampai matang.

Manisan Kelapa Kering


Bahan:

1 butir kelapa yang


agak muda, iris tipis
panjang.
pewarna merah, hijau,
½ sendok teh garam,

K2N UI 2010 | Manisan Kelapa Kering 23

Gambar 8 Manisan kelapa kering


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

75 mL air,
200 gram gula pasir,
¼ sendok teh esens vanilla,
gula halus secukupnya
Cara Pembuatan:

Kelapa dibagi 2. Masing-masing beri pewarna, aduk-aduk.


Masak garam, air, gula pasir. Bagi dua, campur dengan kelapa.
Masing-masing dimasak, aduk-aduk sampai kental.
Tabur dengan gula halus secukupnya. Jemur atau oven dengan
sisa panas oven yang sudah dimatikan.

Nata de Coco
Cara Pembuatan:

Buat larutan 1 liter dari air kelapa, kemudian diendapkan selama


beberapa menit, saring larutan air kelapa. Panaskan sampai
mendidih , tambahkan 100 gram gula, cuka 25% 20 mL (3-4
sendok makan), aduk sampai larut.
Tuang campuran tersebut ke bak fermentasi dengan ketinggian ±4
cm. Tutup dengan koran dan diberi isolasi, tunggu sampai dingin.
Tambahkan starter sebanyak 80 mL kedalam campuran tersebut,
usahakan dalam kondisi steril.
Letakkan bak di ruang fermentasi yang datar selama 12-15 hari,
jangan goncang sampai terbentuk lapisan nata setebal 2-3 cm.

K2N UI 2010 | Nata de Coco 24


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Setelah 10-14 hari akan terbentuk lapisan nata yang mempunyai


tebal 1-1,5 cm. Jika lembaran nata tersebut terlihat bersih dan
tidak ada kontaminan (tumbuh jamur, terlihat bercak-bercak di
permukaan), maka nata dapat dipanen.
Cara Panen Nata de Coco:

Periksa lembaran nata de coco. Jika ditemukan jamur, bercak


hitam, dan lubang-lubang harus dipisahkan.
Lembaran nata de coco dipindahkan, lalu dibalik. Kerok lapisan
(kulit ari) secara perlahan menggunakan sendok, lalu cuci.
Potong lembaran nata de coco sesuai ukuran (1 x 1cm atau 1,5 x
1,5 cm) sampai pH netral (bau asam hilang).
Rendam lembaran nata selama sehari (24 jam) sampai pH netral
(bau asam hilang).
Kemudian dimasak dalam air mendidih selama 15 menit, buang air
rebusan ganti dengan air yang baru, kemudian rebus kembali
selama 15 menit.
Setelah dingin, lembaran nata dipotong kecil-kecil
Nata dapat dihidangkan dengan air sirup

Cuka Air Kelapa


Cuka selain digunakan sebagai penyedap makanan juga merupakan
bahan pembuatan berbagai produk makanan, seperti mayonais, salad
dressing, prepared mustard, acar atau asinan, marinades, saus tomat. Cuka
diproduksi dengan cara fermentasi yang mengubah gula menjadi alkohol
yang kemudian alkohol itu diubah lagi menjadi asam cuka. Cuka harus

K2N UI 2010 | Cuka Air Kelapa 25


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

mengandung sedikitnya 4 gram asam cuka untuk setiap 100 mL. Kekuatan
cuka dinyatakan dalam grains. Setiap 10 grains sama dengan 1%. Jadi 4
gram/100 mL adalah 4% atau 40 grains.

Bahan: air kelapa tua, gula, bibit cuka (mengandung bakteri


acetobacter), ragi.

Cara Pembuatan:

Secara tradisional cuka air kelapa dibuat dengan menambahkan gula


pada air kelapa. Larutan itu kemudian dibiarkan, diangin-anginkan selama
beberapa hari di udara luar yang terindung dari air hujan. Hal ini dilakukan
untuk menangkap ragi untuk membuat cuka yang berasal dari alam dan
ditambahkan bibit cuka sehingga air kelapa berubah menjadi cuka.

Karbon Aktif
Karbon aktif banyak digunakan dalam industri pangan maupun non-
pangan seperti untuk pemurnian, bahan pemutih (bleaching) minyak nabati
dan bahan kimia lain, pemurnian air, pengambilan (recovery) bahan larutan
atau uap, proteksi terhadap gas beracun karena kemampuannya menyaring
berbagai gas berbahaya.

Bahan: batubara, kayu, batang padi, sabut kelapa.

Alat:

Mesin pemecah rahang (jaw crusher)


Mesin penepung palu (hammer mill)
K2N UI 2010 | Karbon Aktif 26
K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Mesin pengumpan getar (vibratory feeder)


Elevator
Tungku karbonisasi
Tangki-tangki
Siklon (cyclones)
Tungku putar (rotary klin) dengan unit pengambil kembali panas
(heat recovery)
Alat pendingin
Pemusing (centrifuge)
Pengering putar
Penepung mikro (micro pulverizer)
Ayakan
Mesin pengemas
Cara Pembuatan:

Bahan baku diaktivasi terlebih dahulu. Aktivasi adalah proses membuat


agar stuktur bahan menjadi berpori-pori dalam jumlah yang sangat banyak
sehingga efektif dalam menyerap gas/uap atau mengeluarkan komponen
warna dan bau. Proses aktivasi berlangsung dalam dua tahap. Tahap
pertama, bahan dibuat menjadi arang dengan proses karbonisasi atau
pengarangan. Tahap berikutnya adalah proses aktivasi, yaitu memberikan
uap dengan temperatur 900-1.100°C pada tekanan atmosfer dalam
tungku/reaktor. Masalah temperatur menjadi masalah yang sangat penting
untuk memperoleh hasil dengan kualitas yang tinggi. Pada temperatur di
bawah 900°C reaksi akan berjalan lambat dan tidak ekonomis, sedang

K2N UI 2010 | Karbon Aktif 27


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

temperatur di atas 1.100°C terdifusi dan berjalan di permukaan luar sehingga


akan banyak kehilangan arang.

Kerajinan
Tanaman kelapa dapat digunakan untuk membuat kerajinan tali
pinggang, asbak, sendok, gelang, kancing baju, hiasan dinding, dan lain-lain
sebagaimana terlihat dalam gambar-gambar berikut.

Gayung Asbak

K2N UI 2010 | Kerajinan 28


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Gelang

Cangkir

Jam

Kancing

K2N UI 2010 | Kerajinan 29


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Sandal
Mangkok Mie

Sendok

Tas

K2N UI 2010 | Kerajinan 30


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Tampah

Bingkai Kaca

Gambar 9 Berbagai kerajinan dari tanaman kelapa.

Tempat Pengemasan Makanan: Ketupat


Secara umum, ketupat banyak dijumpai di berbagai daerah di Asia
Tenggara. Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama pemeluk
agama Islam mengenal ketupat. Ketupat adalah salah satu makanan
berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari daun
kelapa. Ketupat sering dijumpai dalam dua bentuk; kepal dan jajaran
genjang. Perbedaan ini dilihat dari alur anyaman yang berbeda dalam kedua
bentuknya. Satu hal yang penting dalam pembuatan pembungkusnya adalah
dengan memilih daun kelapa panjang, tidak terlalu muda, dan tidak terlalu
tua. Cara pembuatannya amat sederhana dan dapat dilakukan oleh
seseorang, baik tua maupun muda.

K2N UI 2010 | Tempat Pengemasan Makanan: Ketupat 31


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Janur
Janur cukup populer bagi masyarakat di Jawa dan Bali.
Penggunaannya dapat dijumpai dalam upacara keagamaan dan perkawinan
dalam masyarakat. Secara khusus, bagian yang digunakan atau yang disebut
dengan janur adalah daun kelapa yang telah dipisahkan dari tangkai daun
serta tulang anak daun kelapa. Janur yang masih terangkai pada tangkai daun
diikat dengan bambu panjang, dan kemudian anyaman janur dipasang pada
ujungnya dipasang di gerbang atau tepi jalan dan disebut pènjor (bahasa
Bali). Di Jawa, sepasang hiasan kombinasi janur, buah-buahan, serta bunga-
bungaan dipajang di tepi pelaminan pada upacara perkawinan, yang disebut
kembar mayang ("mayang sepasang") sebagai simbol penyatuan dua individu
dalam wadah rumah tangga. Hiasan serupa juga ditemukan dalam upacara-
upacara di Bali.

Sapu Lidi dan Placemat


Secara tradisional, bahan dasar sapu lidi diambil dari daun kelapa
yang sudah jatuh dan mengering. Kemudian, daun kelapa tersebut direndam
dengan air sungai selama 1-2 hari lamanya. Setelah dirasa cukup kuat, daun
kelapa akan dikeringkan sebelum dipotong-potong untuk memisahkan antara
daun dengan lidi. Satu persatu lidi tersebut dikelompokkan menjadi satu sapu
lidi dengan variasi ukuran besar maupun kecil. Selain sebagai sapu lidi, bahan
lidi dari kelapa dapat dipakai untuk membuat placemat seperti taplak meja.
Lidi dari kelapa diubah fungsinya menjadi bahan dasar tenun yang dianyam
dengan menggunakan benang cutton untuk membuat berbagai macam
variasi motif.

K2N UI 2010 | Janur 32


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Kerajinan Tangan dari Bunga Kelapa


Bunga kelapa pun dapat dibuat berbagai bentuk kerajinan tangan,
sebagaimana terlihat dalam gambar-gambar berikut.

Gambar 10 Berbagai kerajinan tangan dari


bunga kelapa

Kerajinan dari Pelepah Kelapa


Pelepah kelapa dapat digunakan sebagai bahan berbagai kerajinan
tangan. Sama halnya seperti bagian bunga kelapa, Pelepah dapat digunakan
sebagai bahan dasar pembuatan topi kelapa dan kipas dari kelapa.
Pembuatan kerajinan tangan dari pelepah tidak begitu sulit. Kerajinan tangan
dari pelepah ini cukup banyak ditemui di pantai utara Jawa.

K2N UI 2010 | Kerajinan Tangan dari Bunga Kelapa 33


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Gambar 11 Berbagai kerajinan dari


pelepah kelapa

Cocopeat
Cocopeat merupakan sabut kelapa yang diolah menjadi butiran-
butiran gabus sabut kelapa. Cocopeat dapat menahan kandungan air dan
unsur kimia pupuk serta dapat menetralkan keasaman tanah. Cocopeat dapat
digunakan sebagai media yang baik untuk pertumbuhan tanaman
hortikultura dan media tanaman rumah kaca. Hasil penelitian Dr Geoff

K2N UI 2010 | Cocopeat 34


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Creswell, dari Creswell Horticultural Service, Australia, media tanam cocopeat


sanggup menahan air hingga 73%. Dari 41 ml air yang dialirkan melewati
lapisan cocopeat, yang terbuang hanya 11 ml. Jumlah itu jauh lebih tinggi
daripada sphagnum moss yang hanya 41%. Secara umum, derajat keasaman
media cocopeat 5,8-6.

Cara Pembuatan:

1. Sabut kelapa direndam selama 6 bulan untuk menghilangkan


senyawa-senyawa kimia yang dapat merugikan tanaman seperti tanin
karena senyawa itu dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
2. Setelah dikeringkan, sabut kelapa itu dimasukkan ke dalam mesin
untuk memisahkan serat dan jaringan empulur.
3. Residu dari pemisahan kemudian dicetak membentuk kotak. Media
dicetak dengan tingkat kerapatan rongga kapiler sehingga dapat
menyimpan oksigen sampai 50% lebih tinggi dibandingkan tanah
yang hanya 2-3% untuk menyimpan oksigen. Ketersediaan oksigen
pada media tanam dibutuhkan untuk pertumbuhan akar.
Kelebihan dan Kelemahan:

1. Kandungan klor pada cocopeat cenderung tinggi. Bila klor bereaksi


dengan air, ia akan membentuk asam klorida, yang berakibat media
menjadi terlalu asam.
2. Banyak mengandung zat tanin yang dapat menghambat
pertumbuhan tanaman. Untuk menghilangkan zat tanin yang
berlebihan, dilakukan dengan cara merendam cocopeat di dalam air
bersih selama beberapa jam, lalu diaduk sampai air berbusa putih.

K2N UI 2010 | Cocopeat 35


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Selanjutnya buang air dan diganti dengan air bersih yang baru.
Demikian dilakukan beberapa kali sampai busa tidak keluar lagi.
3. Bila dicampurkan dengan tanah berpasir hasil tanam pun
menakjubkan.
4. Masih membutuhkan pupuk karena unsur hara tanah tidak tersedia
dalam cocopeat.
5. Meningkatkan sirkulasi udara dan sinar matahari
6. Netral dan tahan lama.
7. Dengan cocopeat, penyiraman yang dilakukan lebih jarang.

Gambar 12 Cocopeat

Sebutret (Serat Sabut Kelapa Keriting Berkaret Alam)


Serat sabut kelapa keriting berkaret alam (sebutret) atau disebut juga
Rubberized Coir (RC) dibuat melalui empat proses, yakni proses pengolahan
sabut kelapa menjadi serat keriting, proses pengolahan disperse kimia, proses
pengolahan lateks, dan proses pembuatan sebutret.

K2N UI 2010 | Sebutret (Serat Sabut Kelapa Keriting Berkaret Alam) 36


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

1. Proses pengolahan sabut kelapa menjadi serat keriting: Pada tahap


ini kulit kelapa yang kering digiling dengan mesin pemecah sabut
untuk diambil seratnya. Selanjutnya serat gilingan disortir untuk
memisahkan serat kasar dan halus yang dilakukan oleh sekelompok
ibu-ibu. Setelah dipisah, serat kasar digiling ulang, sedang serat halus
dipintal membentuk semacam tambang. Hasil pintalan serat dioven
selama 4 jam dalam suhu 80O C. Usai dioven, pintalan kering diperam
selama sehari semalam. Kemudian pintalan yang telah diperam
dibongkar atau diurai kembali untuk menjadi serat keriting.

2. Proses pengolahan disperse kimia: Pada proses ini padatan kimia


ditimbang sesuai formula. Selanjutnya kedalam guci keramik
perpeluru, dituangkan satuan padatan kimia sesuai ukuran yang
dibakukan dan ditambah air. Setelah itu keramik berisi padatan kimia
dan air diputar selama 24 jam pada mesin pengocok (ball mill
disperse) supaya senyawa. Kemudian senyawa cairan kimia dituang
atau disimpan dalam keadaan tertutup dalam bejana plastic dan siap
digunakan untuk proses pengolahan lateks karet alam.

3. Proses pengolahan lateks: Lateks hasil sadapan dikebun disaring,


ditimbang sesuai kebutuhan. Sesuai formula, larutan kimia
dituangkan kedalam lateks kebun untuk memisahkan latkes dari air,
melalui pendidihan atau sentrifuse. Selanjutnya adonan lateks
berkimia diaduk dengan mesin streerer (homogenizer) minimal
selama 4 jam agar terjadi senyawa yang diharapkan. Adonan yang
sudah senyawa diperam tertutup selama seminggu (7 hari) agar
terjadi pemisahan antara air dan lateks pekat 60%. Kemudian lateks

K2N UI 2010 | Sebutret (Serat Sabut Kelapa Keriting Berkaret Alam) 37


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

pekat 60% ditambah dengan larutan kimia sesuai formula yang


dibakukan menggunakan homogenizer selama 4 jam, maka jadilah
kompon.

4. Proses pengolahan sebutret: Pada proses ini serat sabut kelapa yang
sudah keriting, sesuai ukuran, density dan ingredientnya kemudian
dicetak dalam cetakan secara manual sesuai dengan kebutuhan.
Setelah serat keriting dalam cetakan kemudian disemprot tahap I
dengan kompon menggunakan gunsprayer didorong udara dari
kompresor. Setelah terlapis kompon kemudian di-oven (tahap I)
selama 1 jam dengan suhu 60OC. Setelah satu jam, kemudian
dikeluarkan dari oven dan semprot tahap II, setelah itu dioven
kembali selama 4 jam dengan suhu 80-90OC. Dan jadilah sebutret.

Sebutret dirapikan dan diberi cover sesuai dengan pesanan. Produk


jadi sebutret yang sudah banyak diproduksi diantaranya digunakan bahan jok
untuk meubelair, mobil, pesawat dan kapal. Berbagai bentuk kasur mulai dari
kasur lipat, bayi, kasur biasa, bantal dan guling. Matras untuk alas olahraga
lantai. Bahan peredam suara studio, karpet lantai. Juga untuk kebutuhan
dapur seperti sponge cuci gerabah dan bahan lainnya.

Keunggulan Sebutret di antaranya bobot ringan dan poreus karena


rongga pori-porinya lebar. Tidak menimbulkan panas, walau lama diduduki
atau ditiduri. Tidak kempis atau berlekuk, sepanjang tidak dipanasi lebih dari
90OC. Keriting serat membantu pijat refleksi selama digunakan. Aroma karet
asli dan matang, serta dapat menghalau alergi pernafasan.

K2N UI 2010 | Sebutret (Serat Sabut Kelapa Keriting Berkaret Alam) 38


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Keset
Dalam kegiatan gelar ini untuk mendapatkan serta sabut kelapa
dengan cara perendaman. Ektraksi serat dengan perendaman adalah untuk
memisahkan berkas-berkas serat dari sekam yang mengikatnya
menggunakan aktivitas mikroorganisme. Cara perendaman ini dilakukan
selama 1-2 minggu dengan cara mengupas kulit ari sabut. Kegiatan gelar ini
membuat keset 2 tipe, yaitu :
Sabut Kelapa
keset babat/jambul dan keset
pres tali/ anyam. Untuk
membuat 1 buah keset Pelepasan Kulit Ari
dengan ukuran 40 cm x 60
cm membutuhkan tali
Perendaman selama 1-2 minggu
anyam/pintal seberat 0,9
kg dengan waktu 2 jam.
Waktu ini dihitung dari Pemukulan pada Sabut
pembuatan tali simpul
sampai ke penganyaman Pemisahan antara Serat dan Sekam
keset; untuk keset yang
berukuran 40 cm x 60 cm Pembuatan tali Simpul dari Serat
dapat dijual dengan harga
Rp.15.000 – Rp.20.000/buah.
Pemintalan Tali
Berikut ini dapat dilihat
skematis pembautan keset dari
Penganyaman Keset
sabut kelapa.

Gambar 13 Skema pembuatan keset Keset


sabut kelapa K2N UI 2010 | Keset 39
K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Gambar 13 Pengupasan kulit ari sabut kelapa

Gambar 14 Sistem perendaman sabut kelapa menggunakan drum

K2N UI 2010 | Keset 40


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Karpet

Gambar 15 Karpet dari kelapa

Bahan baku pembuatan karpet kelapa diperoleh dari bagian kelapa


yang disebut sabut kelapa. Dalam dunia industri, sabut kelapa memiliki
potensi besar untuk pengolahan kelapa karena memiliki besaran sekitar 35
persen dalam sebuah kelapa. Sabut kelapa lazim diolah kembali menjadi
serat sabut kelapa. Beberapa jenis serat sabut kelapa, diantaranya: Coco
fiber, Coir fiber, Coir yarn, Coir mats, dan Rugs. Setelah diperoleh serat sabut
kelapa, bagian tersebut biasanya dihaluskan kembali sebelum dirangkai ke
dalam cetakan tekstil untuk membuat karpet.

Gambar 16 Karpet kelapa Gambar 17 Serat sabut kelapa

K2N UI 2010 | Karpet 41


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Sikat
Sama halnya seperti pembuatan karpet kelapa, sikat kelapa diperoleh
dari serat sabut kelapa. Pembuatan sikat dari serat sabut kelapa bervariasi
tergantung dari model yang hendak dibuat. Contoh dari model sikat kelapa
adalah sebagai berikut:

Gambar 18 Model sikat kelapa

Bahan yang dapat digunakan untuk membuat satu bentuk sikat dari
kelapa adalah serat sabut kelapa, lem serbaguna, batang kayu sebagai
gagang, spons atau busa, gunting, dan pisau. Dapat pula digunakan bahan-
bahan lain sebagai pernak-pernik atau mengikuti kreasi pembuat sikat kelapa
itu sendiri.

Manfaat Akar Kelapa


Bagian tanaman kelapa yang dapat dimanfaatkan adalah akar.
Masyarakat tepi pantai kerap memakainya untuk mengobati penyakit
kelamin. Di Cina, akarnya dipuji sebagai penciut selaput lendir, obat penahan
K2N UI 2010 | Sikat 42
K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

perdarahan wasir, dan dapat memperbaiki aliran darah pada tubuh. Di


kawasan Indocina, akarnya dipercaya sebagai penurun demam, peluruh
kencing pada pengobatan penghentian kelebihan lendir (blennorrhea) akibat
penyakit kelamin, obat penyakit liver, dan bronkhitis. Maurafe dan kawan-
kawan dalam Journal Science Food Agricultural (1987) menegaskan, akar
kelapa mengandung karbohidrat protides, lipid, asam lauric, myristic, dan
coprylic. Asam laurie mudah dicerna sebagai sumber energi dan
memperlihatkan antimikroba lipid monolourin yang dapat mempertinggi
kekebalan tubuh manusia.

Manfaat Batang Kelapa


Selain akar, bagian batang kelapa pun dapat digunakan untuk
membuat berbagai barang. Cara pembuatan barang-barang menggunakan
batang kelapa adalah sebagai berikut:

1. Lakukan seleksi terhadap pohon kelapa, yaitu yang berumur 60 tahun


ke atas, terutama yang tidak produktif. Bagian luar pangkal sampai
dengan tengah batang (sekitar 0,45 m3 per pohon) dimanfaatkan
sebagai kayu (timber), yang diklasifikasikan kayu kelas 2, sedangkan
bagian tengah batang dan pucuk (sekitar 0,6 m3) diklasifikasikan
sebagai kayu kelas 3-4.
2. Seleksi antarbagian batang kelapa berdasarkan kekerasan dilakukan
melalui penggergajian, berupa balok, panan, dan totara. Pada seleksi
ini diperoleh tiga kelompok kayu, yakni kayu keras dan agak keras
(timber serta bagian yang lunak. Kayu yang keras dan agak keras

K2N UI 2010 | Manfaat Batang Kelapa 43


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

dijadikan bahan baku untu proses lanjut dikonsumsi sesuai


kebutuhan.
3. Batang/kelapa dikategorikan kayu dengan tingkat keawetan rendah
sehingga pengawetan.
4. Bahan pengawet yang digunakan adlah tanalith, celcure, dan solar.
Pengawetan yang murah menggunakan solar. Penggunaan solar
selain sebagai pengawet, juga berfungsi memperbaiki nilai estetika
tampilan kayu, sehingga lebih menarik.
5. Sebelum kayu diawetkan, dilakukan pengeringan pendahuluan
dengan sinar matahari. Setelah kering direndam dalam solar atau
bahan pengawet lainnya. Waktu perendaman bervariasi tergantung
ketebalan kayu. Indikasi perendaman telah optimal, jika serapan
bahan pengawet telah menyeluruh pada volume kayu, hal ini terlihat
pada potongan melintang kayu dengan warna lebih gelap.
6. Selanjutnya pengeringan setelah diawetkan. Pengeringan secara
perlahan dengan suhu ruang, sampai diperoleh berat stabil.
7. Proses lanjut adalah pengolahan kayu kelapa sesuai dengan variasi
tingkat kekerasan kayu untuk menghasilkan berbagai produk. Kayu
hasil awetan yang dikategorikan kayu keras, sesuai digunakan untuk
pembuatan mebel , perlengkapan rumah tangga, dan kusen. Kayu
yang dikategorikan agak keras dapat digunakan sebagai totara, tiang
balok, balok penyangga dan kerajinan. Sedangkan yang dikategorikan
lunak dapat digunakan untuk bahan kemasan hasil pertanian dan
bahan bakar rumah tangga.

K2N UI 2010 | Manfaat Batang Kelapa 44


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Kelapa sebagai Obat-obatan


Tanaman kelapa mengandung glukosa, sakarosa, fruktosa, sukrosa
mineral, dan asam amino. Karena kandungannya ini, kelapa dapat digunakan
sebagai obat-obatan sebagai berikut:

Keracunan: Minum air sebuah kelapa hijau sampai habis.


Panas dalam: Air sebuah kelapa hijau campur dengan sebutir telur
ayam mentah. Aduk sampai rata, lalu diminum.
Menurunkan panas: Segelas air kelapa muda, 1 sendok madu, diaduk
rata. Diminum 2 kali sehari, masing-masing satu gelas untuk dewasa,
atau ½ gelas untuk anak di bawah lima tahun.
Kencing batu:
o Cara I: Sebuah kelapa hijau dikupas sampai mendekati batoknya,
lubangi atasnya sebesar 5 - 6 cm, bakar di atas api sampai
mendidih. Setelah dingin baru diminum sekaligus. Lakukan 1x
sehari.
o Cara II: Lubangi sebuah kelapa hijau, masukkan sebutir telur
ayam, kocok supaya rata, minum langsung dari lubang kelapa itu.
Kolera: Sebuah kelapa hijau, dipotong bagian atas dan bawahnya.
Lubangi atasnya. Panaskan di atas api hingga airnya mendidih selama
10 menit. Setelah dingin diminum airnya 2 kali sehari.
Rambut rontok: Sebuah kelapa hijau muda, potong bagian bawah
dan atasnya. Atasnya beri lubang. Beri garam sedikit. Embunkan di
luar rumah semalaman. Gunakan airnya untuk membasahi kulit
kepala sambil dipijat-pijat. Lakukan sore hari sesudah mandi.

K2N UI 2010 | Kelapa sebagai Obat-obatan 45


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

Demam karena gigitan serangga: Minum air kelapa hijau sebanyak-


banyaknya.
Nyeri menjelang haid: Air kelapa dicampur dengan gula kelapa.
Minum 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut menjelang haid.
Alergi (karena cuaca): Air sebuah kelapa hijau diaduk dengan ¼ gelas
madu murni. Minum selama 3 hari berturut-turut.
Sukar tidur: 5 potong akar pohon kelapa hijau (4 cm), dicuci,
dipotong-potong. Rebus dengan segelas air sampai airnya tinggal
setengah. Saring, minum setengah cairan itu sebelum tidur.
Cacing kremi: ¼ kelapa hijau dan 1 wortel diparut, campur kedua
bahan ini dengan segelas air, peras, dan saring. Sebaiknya diminum
malam hari sebelum tidur.
Mencegah uban: Sebuah kelapa hijau diparut, peras santannya. Beri
garam biarkan semalam. Pakai untuk keramas.

K2N UI 2010 | Kelapa sebagai Obat-obatan 46


K2N UI 2010 | MAKSIMALISASI TANAMAN KELAPA 2010

PENUTUP

Dengan melihat banyaknya contoh pemanfaatan yang bisa diolah dari


kelapa, kiranya dapat disimpulkan bahwa memang kelapa merupakan
tanaman kehidupan yang sangat berguna sekali untuk kehidupan manusia.
Hal ini dibuktikan dengan bahwa Hampir seluruh bagian dari tanaman kelapa
dapat dimanfaatkan yang mencakup sembilan bagian: akar, batang, daun,
bunga, pelepah, air, tempurung, sabut, dan daging buah. Kesembilan bagian
tanaman ini dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk pemenuh
kebutuhan masyarakat, di antaranya makanan, obat-obatan, perabotan
rumah tangga, bahan bakar, kerajinan tangan, dan sebagainya. Potensi yang
besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat datang dari budidaya
tanaman ini.

Oleh sebab itu, sudah selayaknya Indonesia sebagai penghasil tanaman


kelapa terluas di dunia sudah seharusnya dapat memanfaatkan peluang dan
kesempatan dari budidaya kelapa ini. Daerah-daerah di Indonesia yang kaya
akan tanaman kelapa saat ini harus bisa memaksimalkan potensi kelapa yang
bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Jadikanlah
tanaman kelapa tidak hanya sebagai kebutuhan sehari-hari, tetapi juga
sebagai sumber penghasilan yang akan meningkatkan perekonomian.

K2N UI 2010 | Kelapa sebagai Obat-obatan 47