Anda di halaman 1dari 11

ALARM ANTI MALING

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT, karena berkat rahmatNya kami dapat
menyelesaikan makalah ini yang diberi judul Sistem Anti Maling Dengan Menggunakan
Sensor Cahaya untuk di ajukan sebagai Tugas Akhir Semester. Kami menyadari bahwa
didalam penulisan laporan ini masih banyak sekali kekurangan-kekurangan baik itu dari segi
bahasa maupun dari segi penulisan. Mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat.

Malang , 10 Maret 2017


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sering kali kita mendengar kasus kemalingan rumah maupun terhadap barang-barang
berharga.tindak kriminal ini susah diketahui oleh sang pemilik barang berharga. Biasanya
akan diketahui setelah terjadi musibah kemalingan tersebut terjadi. Keadaan seperti
ini tentu membuat kita tidak nyaman dan merasa resah terhadap barang berharga kita.
Kebanyakan orang untuk sistem keamanan barang berharga mereka menggunakan CCTV
(Closed Circuit TeleVision), yang dapat merekam gerak-gerik setiap aktivitas orang.
Salah satu kelemahan menggunakan CCTV adalah setelah kita tahu adanya musibah
kemalingan, maka kita hanya bisa melihat dari rekaman gambar yang sudah terjadi,dan
pelaku kemalingan dapat diungkap. Setelah dilakukan analisa terhadap gambar yang
ditangkap,dan juga setiap saat kita harus memantau gerak-gerik setiap orang. Hal ini tentu
masih merepotkan kita dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Kelemahan tersebut bisa kita tutupi dengan menggunakan alat yang disebut dengan
alarm anti maling. Prinsip kerja alarm anti maling adalah ketika suatu objek bergerak
mendekati alarm, maka alarm tersebut akan berbunyi dengan keras sehingga kemungkinan
besar pemilik barang akan menyadari adanya pencuri dan mengundang perhatian ke orang
lain.
Perkembangan teknologi dan informasi sekarang ini mengalami kemajuan
yang signifikan dan sangat pesat. Teknologi yang canggih telah banyak ditemukan seiring
dengan kebutuhan manusia yang semakin kompleks. Dengan beberapa alat-alat elektronika
dan software penguji PROTEUS ISIS, kita bisa mengkonstruksi suatu alarm yang sederhana,
namun memiliki fungsi yang hampir sama dengan alarm anti maling yang dijual di pasaran.
Selain itu, dengan berbekal kemampuan dasar di dalam sistem elektronika kita sudah bisa
menyusun alarm anti maling ini.
B. Rumusan Masalah
Dalam menyusun makalah ini penulis menuliskan beberapa perumusan masalah :
1. Bagaimana cara agar alarm dapat berbunyi apabila ada objek yang mendekat ke arah
sensor
2. Bagaimana menyusun rancangan rangkaian alarm anti maling dengan menggunakan
software PROTEUS ISIS

C. Tujuan Praktikum
1. Tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk mendapatkan suatu rangkaian sistem alarm
yang dapat mendeteksi maling dan menjelaskan bagaimana proses kerjanya.
2. Kemudian kita dapat memperoleh sebuah informasi yang jelas mengenai cara kerja
model pengolahan input sensor dan model responnya.
D. Dasar Teori
1. IC 324
IC LM324 merupakan IC Operational Amplifier, IC ini mempunyai 4 buah op-
amp yang berfungsi sebagai comparator. IC ini mempunyai tegangan kerja antara +5
V sampai +15V untuk +Vcc dan -5V sampai -15V untuk -Vcc. Adapun definisi dari
masing-masing pin IC LM324 adalah sebagai berikut : :

a) Pin 1,7,8,14 (Output)


Merupakan sinyal output.
b) Pin 2,6,9,13 (Inverting Input)
Semua sinyal input yang berada di pin ini akan mempunyai output yang
berkebalikan dari input.
c) Pin 3,5,10,12 (Non-inverting input)
Semua sinyal input yang berada di pin ini akan mempunyai output yang sama
dengan input (tidak berkebalikan).
d) Pin 4 (+Vcc)
Pin ini dapat beroperasi pada tegangan antara +5 Volt sampai +15 Volt.
e) Pin 11 (-Vcc)
Pin ini dapat beroperasi pada tegangan antara -5 Volt sampai -15 Volt.

2. Photodiode

Photodioda adalah suatu jenis dioda yang resistansinya berubah-ubah kalau


cahaya yang jatuh pada dioda berubahubah intensitasnya.Dalam gelap nilai
tahanannya sangat besar hingga praktis tidak ada arus yang mengalir.Semakin kuat
cahaya yang jatuh pada dioda maka makin kecil nilai tahanannya, sehingga arus yang
mengalir semakin besar. Jika photodioda persambungan p-n bertegangan balik
disinari, maka arus akan berubah secara linier dengan kenaikan fluks cahaya yang
dikenakan pada persambungan tersebut.
Photodioda terbuat dari bahan semikonduktor. Biasanya yang dipakai adalah
silicon (Si) atau gallium arsenide (GaAs), dan lain-lain termasuk indium antimonide
(InSb), indium arsenide (InAs), lead selenide (PbSe), dan timah sulfide (PBS). Bahan-
bahan ini menyerap cahaya melalui karakteristik jangkauan panjang gelombang,
misalnya: 250 nm ke 1100 untuk nm silicon, dan 800 nm ke 2,0 m untuk GaAs.
Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda
dengan diode biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus
listrik. Cahaya yang dapat dideteksi oleh diode foto ini mulai dari cahaya infra
merah, cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan sinar-X. Aplikasi diode foto mulai
dari penghitung kendaraan di jalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada
kamera serta beberapa peralatan di bidang medis.

3. Resistor

Resisitor merupakan salah satu komponen elektronika yang bersifat pasif


dimana komponen ini tidak membutuhan arus listrik untuk berkerja. Resisitor
memiliki sifat menghambat arus listrik dan resistor sendiri memiliki nilai besaran
hambatan yaitu ohm dan dituliskan dengan simbol .
Sesuai dengan nama dan kegunaanya untuk membatasi atau menghambat arus
listrik yang melewatinya dalam suatu rangkaian maka resistor mempunyai sifat
resistif (menghambat) yang umunya terbuat dari bahan karbon. Hal ini bisa terjadi
karena resistor yang memiliki dua kutub akan memproduksi tegangan listrik di antara
kedua kutubnya. Dengan mengatur besarnya arus yang mengalir, kita dapat mengatur
alat elektronik untuk melakukan berbagai hal.
Dari hukum Ohm di jelaskan bahwa resistansi akan berbanding terbalik
dengan jumlah arus yang melaluinya. Maka untuk menyatakan besarnya resistansi
dari sebuah resistor dinyatakan dalam satuan Ohm yang dilambangkan dengan simbol
(Omega). Untuk menggambarkanya dalam suatu rangkaian dilambangkan dengan
huruf R, karena huruf ini merupakan standart internasional yang sudah disepakati
bersama untuk melambangkan sebuah komponen resistor dalam sebuah rangkaian.

FUNGSI RESISTOR
Selain untuk membatasi atau menghambat arus listrik, resistor mempunyai
kegunaan atau fungsi lainnya, diantara nya adalah sebagai berikut :
Sebagai pembagi arus
Sebagai pembagi tegangan
Sebagai penurun tegangan
Sebagai penghambat arus listrik
Menghambat arus listrik
Pengatur volume (potensiometer)
Pengatur kecepatan motor (rheostat), dll.

4. Potensio Meter
Potensiometer adalah perangkat komponen elektronika bagian dari sebuah
resistor yang memiliki tiga terminal dengan sambungan yang membentuk pembagi
tegangan yang dapat di setel. Jika anda menemukan potensiometer yang
menggunakan dua terminal tetap masih bisa di gunakan dengan cara salah satu dari
terminal tetap dan terminal geser. Komponen elektronika ini berperan sebagai resistor
variabel atau Rheostat.
Prinsip kerja potensiometer dapat kita anggap sebagai gabungan dari dua buah
resistor yang kita hubungkan seri (R1 dan R2. Tapi dalam dua buah resistor yang kita
pakai nilai resistansinya dapat di rubah. Resistansi total dari sebuah resistor akan
selalu tetap dan nilai ini merupakan nilai resistansi potensiometer (Variabel Resistor).
Jika nilai resistansi dari resistor 1 di perbesar dengan cara memutar bagian
potensiometer, maka otomatis nilai resistansi dari resistor 2 akan berkurang, begitu
juga sebaliknya.
Bentuk fisik dari potensiometer sangat berbeda jauh dengan bentuk dari
resistor. Bentuk resistor pada umumnya hanya memiliki gelang warna yang di
gunakan untuk menetukan nilai tahanannya, sementara bentuk dari potensio untuk
menentukan nilai tahanannya hanya dengan memutar atau mengeser pada bagian yang
sudah di tentukan.
5. Buzzer

Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah


getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama
dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada
diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi
elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah
arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap
gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga
membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan
sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah
alat (alarm).
BAB II
ALAT , BAHAN DAN CARA KERJA

ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN

1. Printed circuit board 1 Buah

2. Adaptor 5V DC 1 Buah

3. IC 324 1 Buah

4. Photodioda 3 Buah

5. LED 5 Buah

6. Resistor 470K Secukupnya

7. Resistor 10K Secukupnya

8. Resistor 220 Ohm Secukupnya

9. Potensio 10K Secukupnya

10. Buzzer 1 Buah

11. Kabel Secukupnya

CARA KERJA RANGKAIAN

Sebagai komponen utama adalah sebuah sensor yaitu berupa komponen photodioda
yang dipasang pada tempat tersembunyi namun mendapat cahaya lampu penerangan yang
ada. Rangkaian alarm ini akan berbunyi apabila ada cahaya yang menyinari photodioda
terpotong/terhalang oleh orang atau sebuah gerakan yang lewat sensor tersebut. Telah kita
ketahui bahwa komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan untuk merangkai alarm
diatas mempunyai cara kerja sendiri-sendiri yaitu:

1. Resistor berfungsi sebagai tahanan listrik yang mempunyai besar tahanan sesuai
dengan warna-warna yang ditunjukkan pada transistor.

2. Photodioda yang terdiri dari sebuah piringan bahan semikonduktor dengan dua buah
elektroda pada permukaannya. Di bawah cahaya yang cukup terang, banyak elektron
yang melepaskan diri dari atom-atom bahan semikonduktor sehingga nilai tahanan
listrik bahan rendah. Dan sebaliknya apabila dalam gelap atau dibawah cahaya yang
redup, bahan piringan hanya mengandung elektron bebas dalam jumlah yang relatif
sangat kecil sehingga nilai tahanan bahan sangat tinggi sehingga alarm dapat bekerja.

3. Buzzer (speaker) berfungsi sebagai penghasil suara alarm.

4. LED berfungsi sebagai indikator

5. Saklar SPDT (Single-Pole, Double-Throw) berfungsi untuk menyambung dan


memutuskan arus listrik yang mengalir pada alarm.

6. Infrared berfungsi sebagai transmitter

7. Papan protoboard sebagai tempat percobaan rangkaian

8. Kabel sebagai penghubung antar peralatan elektronika

9. Adaptor berfungsi sebagai sumber daya pada alarm.

Jika saklar kedua dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah alarm yang kedua yang
diletakkan pada ruangan atau bagian dalam rumah. Dimana cara kerja rangakaian alarm yang
kedua, apabila ada orang yang bergerak didalam ruangan tersebut, maka akan mengakibatkan
cahaya yang menyinari sensor (LDR) akan terhalang dan alarm akan berbunyi. Sedangkan
apabila kedua saklar dihidupkan, maka alarm yang bekerja adalah kedua-duanya, sehingga
apabila ada seorang pencuri yang masuk melalui pintu maupun terdapat gerakan didalam
ruangan rumah maka alarm akan berbunyi, dan sebaliknya apabila kedua saklar alarm
dimatikan maka tidak ada alarm yang bekerja.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa rangkaian alarm anti


maling tersebut dapat berbunyi ketika sensor (LDR) dalam keadaan gelap atau tidak
mendapat cahaya lampu, karena jika sensor (LDR) dalam keadaan gelap mempunyai tahanan
yang lebih tinggi daripada sensor (LDR) dalam keadaan yang tersinari cahaya, sehingga
alarm dapat bekerja atau berbunyi.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Prinsip kerja dari alarm ini menggunakan sebuah komponen yang peka terhadap
cahaya. Jadi, jika si pencuri menutup jalur cahaya yang diterima oleh komponen tersebut,
maka komponen tersebut akan mempengaruhi komponen yang lain sehingga rangkaian akan
menghasilkan bunyi yang dapat menandakan terdapat pencuri sehingga pencuri dapat
dideteksi dan segera dilakukan tindakan selanjutnya. Pada rangkaian Alarm anti maling ini
ketika LDR terkena cahaya, maka alarm berbunyi, sedangkan ketika LDR tidak terkena
cahaya maka alarm tidak berbunyi.

B. Saran
Sebaiknya menaruh alarm anti maling ditempat yang gelap dan mudah terkena cahaya bila
pintu dibuka oleh maling tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

http://ilmumalingehsalahilmuantimaling.blogspot.com/2013/06/alarm-anti-maling.html
http://nofricandra.blogspot.com/2012/02/alarm-anti-maling.html
http://kreativitasimajinasi.blogspot.com/2012/07/alarm-anti-maling.html
http://www.trikis-zone.blogspot.com/2012/06/rangkaian-alarm-anti-maling-dengan-ldr.html
http://dokumen.tips/documents/alarm-anti-maling-dengan-menggunakan-sensor-cahaya.html
http://dokumen.tips/documents/alarm-anti-maling-menggunakan-sensor-cahaya.html

http://de-kill.blogspot.com/2008/03/perancangan-alarm-anti-maling.html