Anda di halaman 1dari 39

Sejarah dan Asal Usul Tari Zapin

Pengertian Tari Zapin


Tarian Zapin merupakan salah satu dari pada berbagai jenis tarian Melayu yang masih
ada hingga sekarang. Tarian Zapin berasal dari perkataan Arab yaitu Zaffan yang artinya penari
dan Al-Zapin yang artinya gerak kaki. Tarian ini diilhamkan oleh peranakan Arab dan
diketahui berasal dari Yaman. Mengikuti sejarah Tarian Zapin, pada mulanya tarian ini adalah
sebagai tarian hiburan di istana. Setelah dibawa dari Yaman oleh para pedagang Arab pada awal
abad ke-16, Tarian Zapin ini kemudiannya merebak ke negeri-negeri sekitar Johor seperti di
Riau, Singapura, Sarawak dan Brunei Darusalam. Tarian Zapin diperkenalkan di Pekanbaru oleh
seorang songkok yang berasal dari Sumatra yang bernama Adam sekitar tahun 1930-an. Namun
tarian ini sangat popular di Pekanbaru pada tahun 1950-an dan 1960-an terutama di kampung
Tanjung Gemuk dan kampung Lamir.

Sepenggal Sejarah Tari Zapin


Zapin masuk ke nusantara sejalan dengan berkembangnya agama Islam sejak abad ke 13
Masehi. Para pedagang dari Arab dan Gujarat yang datang bersama para ulama dan senimannya,
menelusuri pesisir nusantara. Diantara mereka ada yang tinggal menetap ditempat yang diminati,
dan ada pula yang kembali dinegeri mereka setelah perdagangan mereka usai. Bagi yang
menetap kemudian mernikahi penduduk setempat dan berketurunan hingga kini.

Zapin, salah satu dari kesenian yang dibawah para pendatang tersebut kemudian
berkembang dikalangan masyarakat pemeluk agama Islam. Sekarang kita dapat menemukan
Zapin hampir diseluruh pesisir Nusantara, seperti : pesisir timur Sumatra Utara, Riau dan
Kepulauannya, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jakarta, pesisir
utara timur dan selatan Jawa, Nagara, Mataram, Sumbawa, Maumere, Seluruh Pesisr
Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Ternate, dan Ambon. Sedangkan
dinegara tetangga terdapat di Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura
.
Di Nusantara, zapin dikenal dalam 2 jenis, yaitu zapin Arab yang mengalami perubahan
secara lamban, dan masih dipertahankan oleh masyarakat turunan Arab. Jenis kedua adalah zapin
Melayu yang ditumbuhkan oleh para ahli lokal, dan disesuaikan dengan lingkungan
masyarakatnya. Kalau zapin Arab hanya dikenal satu gaya saja, maka zapin Melayu sangat
beragam dalam gayanya. Begitu pula sebutan untuk tari tersebut tergantung dari bahasa atau
dialeg lokal dimana dia tumbuh dan berkembang. Sebutan zapin umumnya dijumpai di Sumatera
Utara dan Riau, sedangkan di Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu menyebutnya dana.
Julukan Bedana terdapat di Lampung, sedangkan di Jawa umumnya menyebut zafin. Masyarakat
Kalimantan cenderung member nama jepin, di Sulawesi disebut jippeng, dan di Maluku lebih
akrab mengenal dengan nama jepen. Semenatara di Nusatenggara dikenal dengan julukan dana-
dani.

Zapin dapat ditemui pada helat perkawinan, khitanan, syukuran, pesta desa, sampai
peringatan hari besar Islam. Umumnya penari zapin hanya lelaki. Diiringi musik ensemble yang
terdiri dari pemain marwas, gendang, suling, biola, akordion, dumbuk, harmonium, dan vocal.
Pola tarinya sangat sederhana dan dilakukan secara berulang-ulang. Gerak tarinya mendapat
inspirasi dari kegiatan manusia dan alam lingkungan. Misalnya : titi batang, anak ayam patah,
siku keluang, sut patin, pusing tengah, alif, dan lainnya. Pertunujukan zapin biasanya ada atraksi
dari para penari-penari mahir untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam berinprovisasi dengan
music iringan. Beratus tahun zapin hidup dalam kelompok-kelompok kecil masyarakat dan
berfungsi sebagai hiburan dan sekaligus penyampaian nasehat-nasehat untuk masyarakat melauli
pantun dan syair lagunya. Kalaupun terjadi perubahan masih dalam denyut evolusi yang
mengalir secara alamiah. Permasalahan pelestarian tradisi, adat istiadat, mengaitkan dengan
keagamaan, beberapa faktor yang menyebabkan kurang tumbuh dan berkembangnya jenis tari
ini.

Contoh-Contoh Tari Zapin


Contoh-contoh Tarian Zapin:

1. Zapin Melayu Johor

2. Zapin Pulau

3. Zapin Arab

4. Zapin Singapura

5. Zapin Lancang Kuning

6. Zapin Tempurung

7. Zapin Nelayan

8. Zapin Nasib Lancang Kuning

Tehnik Persembahan Tarian Zapin


Sebagai sebuah tarian persembahan, Tarian Zapin terbagi kepada 3 peringkat:

1. Peringkat ke-1: Pemukaan atau pembuka tari

2. Peringkat ke-2: Pecahan atau gerak serta lenggang tari

3. Peringkat ke-3: Penutup tarian


Tarian Zapin menumpukan pada langkahan dengan posisi kaki selalu tertutup dan tidak
merendah. Kebanyakan posisi badan selalu bergerak seperti ombak mengalun. Posisi tangan
tidak diperlihatkan secara jelas, tangan kanan maupun tangan kiri berada dibawah bahu.
Biasanya lagu yang dinyanyikan dalam Tarian Zapin berunsur keagamaan, kata-kata nasihat,
pujian kepada kebesaran agama dan kesempurnaan Budi Pekerti.

Pakaian Didalam Tarian Zapin


Sungguhpun Tarian Zapin mempunyai pengaruh Arab-Parsi, tetapi dari segi pakaian
penari-penari memakai pakaian Melayu selengkapnya yaitu bagi laki-laki berkain samping,
memakai baju teluk belanga, cekak musang, memakai kain sarung tenunan siak, dan bersongkok
sedangkan wanita memakai kurung, kain sarong, kebaya panjang, hiasan kembang goyang untuk
sanggul, gelang atau dukuh.

F. Alat Musik Pengiring Tarian Zapin


Alat musik utama yang digunakan untuk mengiringi Tarian Zapin adalah gambus, rebana,
gendang dan marwas tetapi, untuk Zapin Arab hanya menggunakan alat musik berupa Marwas
dan Gambus. Petikan gambus untuk membawakan lagu sedangkan rentak gendang / rebana
menentukan retak dan pecahan tari. Lagu-lagu pengiring tarian Zapin pertama kali diciptakan
oleh Tengku Mansor dan dinyanyikan oleh istrinya Cik Norlia yang berasal dari Singapura.
Beberapa lagu yang diciptakannya adalah: Ya Salam, Yale-Yale, Tanjung Serindit, Sri Pekan,
Lancang Kuning, Gambus Palembang, dan Lancang Daik. Contoh lagu-lagu pengiring tarian
Zapin lainnya adalah: Nasib Lancang Kuning, Pulut Hitam, Bismillah, Sanaah, Saying Sarawak,
Lancing Balai, Anak Ayam Patah, Zapin Asli, Gendang Rebana, dll.

Gerak-Gerak Dalam Tarian Zapin


Gerak-gerak dalam Tarian Zapin antara laki-laki dan perempuan adalah sama, yang
membedakan hanyalah gerak tangannya saja.
Gerak-gerak dalam Tarian Zapin:

1. Tahto 1

Gerak ini bermakna Bermaksud sikap rendah diri dan menghargai. Gerak ini
merupakan gerak yang ditampilkan diawal-awal Tarian Zapin. Gerak ini
dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada awal dan akhir Tarian Zapin. Gerak ini
dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.

2. Tahto 2

Gerak ini bermakna Bermaksud sikap rendah diri dan menghargai. Gerak ini
selalu dilakukan setelah gerak Tahto 1. Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu
diawal dan diakhir setelah gerak Tahto1. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan
per 1 kali.
3. Tahto 3

Gerak ini bermakna Bermaksud sikap rendah diri dan menghargai. Gerak ini
selalu dilakukan setelah gerak Tahto 2. Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali juga
yaitu diawal dan diakhir setelah gerak Tahto 2. Gerak ini dilakukan sebanyak 8
hitungan per 1 kali.

4. Bebas

Gerak ini merupakan gerak yang selalu ditampilkan dalam Tarian Zapin. Gerak
ini dilakukan diantara gerak-gerak yang lain, ada yang sebanyak 1 kali maupun
sebanyak 2 kali. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.

5. Shut

Gerak ini bermakna Mendahulukan sikap adil dan sabar dengan keseimbangan .
Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas yang sebelumnya adalah gerak Tahto 3.
Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu Shut maju dan Shut mundur. Gerak ini
dilakukan sebanyak 16 hitungan per 1 kali.

6. Siku Keluang

Gerak ini bermakna Dinamis kehidupan. Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas
2 kali yang sebelumnya adalah gerak Shut maju mundur. Gerak ini dilakukan
sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 16
hitungan per 1 kali.

7. Mata Angin

Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 1 kali yang sebelumnya adalah gerak
Siku Keluang maju mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 1 kali. Gerak ini
dilakukan sebanyak 16 hitungan.

8. Titik Batang

Gerak ini bermakna Bahwa keteguhan hati dan keterampilan dalam menghadapin
cobaan. Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 2 kali yang sebelumnya adalah
gerak Mata Angin. Gerak ini Dilakukan sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur
dimana diantara gerak Titik Batang maju dan mundur itu terdapat 1 kali gerak
bebas yang memisahkan gerak itu. Gerak ini dilakukan sebanyak 16 hitungan per
1 kali.

9. Pusing Tengah
Gerak ini bermakna Kepedulian terhadap lingkungannya. Gerak ini dilakukan setelah gerak
bebas 2 kali yang sebelumnya adalah gerak Titik Batang maju mundur. Gerak ini dilakukan
sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali
Sinopsis Karya Tari Zapin
Karya Seniman Besar Tom Ibnur ZAPINEOZAPIN (Tahun 2000) Sepengal Sejarah zapin

Nah Berikut ini 7 Sinopsis Karya Tari Zapin :


1. ZAPINEO LANGIT
Tari ini ungkapan hati ketika memandang langit malam penuh bintang, Betapa kecilnya
diri ini, Ketika terbang Kelangit Biru betapa kecilnya pesawatku, ketika kupandang Bumi dar
Bulan betapa kecilnya tempat tinggalku ini , Tampa tiang, tampa penyanggah, berapa dan betapa
luasnya langit di ciptakannya.
2. ZAPIN BIDUK
Kehidupan Masyarakat diatas air seperti rakit, Perahu, biduk, kapal dan lainnya menjadi
inspirasi dalam buah karya tarim gerak yang tidak seimbang karena pijakan yang lebih diolah
menjadi tarian dalam gerak tak seimbang. Gerak ini telah member dinamika yang kuat dan
memerlukan kepiawaian dalam melakukannya.
3. ZAPIN BISIK
Karena bisik semua orang tahu. Semakin bisik diapun berwujud fitnah yang
menyebabkan orang lainpu diam, tertawa, bahagia, menagis, kecewa ragu, bingung bahkan tak
tahhu diri dalam garapannya memberika pandangan bagi hati yang tak terkendakli.
4. ZAPINEO TONGGA.
Tongga diambil dari bahasa MInagkabau, yang artinya tunggal.maka zapin ini dibawakan
oleh seorang penari yang diiringi dengan petikan Gambus masing-masingmereka akan saling
member arti dan isi melalui pandangan bunyi suasana hati akhirnya sangat menentukan lahirnya
gerak maupun bunyi.

5. ZAPIN DUO
Dua penari dalam gerka yang sama bagai kembar yang tak terpisahkan.keinginan untuk
memisahkan diri telah dikat oleh naluri yang satu untuk selalu bersama.
6. ZAPINEO TERBUS.
Memakai terbus yang besar dan panjang bagai orang yang sedang berusaha untuk
mempertahankan hal yang keliru dan salah. Dia harus mencari dan berusaha untuk
mempertahankan agar terbus tak jatuh ditanah. Dia bagai orang besar kepala dan penuh
Kesombongan.
7. ZAPI GASING
Zapin ini berisiskan gerakan putar dari lemah hingga kuat. Putaran bkan hanya
berisikankekuatan fisik dan daya tahan. Tetapi memerlukan ketangguhan hati dan pengendalaian
emosi manusia. Dalam tarian penari dituntut untuk hadir dalam keseimbangan hati dan pikiran,
serta kejernihan dan kebeningan jiwa. Gasing bagaikan putaran kehidupan sewaktu-waktu oleng
dan berhenti.

DESKRIPSI TARIAN ZAPIN

A. Pengertian Tarian Zapin

Tarian Zapin merupakan salah satu dari pada berbagai jenis tarian Melayu yang
masih ada hingga sekarang. Tarian Zapin berasal dari perkataan Arab yaitu Zaffan
yang artinya penari dan Al-Zapin yang artinya gerak kaki. Tarian ini diilhamkan
oleh peranakan Arab dan diketahui berasal dari Yaman. Mengikuti sejarah Tarian
Zapin, pada mulanya tarian ini adalah sebagai tarian hiburan di istana. Setelah
dibawa dari Yaman oleh para pedagang Arab pada awal abad ke-16, Tarian Zapin ini
kemudiannya merebak ke negeri-negeri sekitar Johor seperti di Riau, Singapura,
Sarawak dan Brunei Darusalam. Tarian Zapin diperkenalkan di Pekanbaru oleh
seorang songkok yang berasal dari Sumatra yang bernama Adam sekitar tahun
1930-an. Namun tarian ini sangat popular di Pekanbaru pada tahun 1950-an dan
1960-an terutama di kampung Tanjung Gemuk dan kampung Lamir.

Contoh-contoh Tarian Zapin:

1. Zapin Melayu Johor

2. Zapin Pulau

3. Zapin Arab

4. Zapin Singapura

5. Zapin Lancang Kuning

6. Zapin Tempurung

7. Zapin Nelayan

8. Zapin Nasib Lancang Kuning

B. Teknik Persembahan Tarian Zapin


Sebagai sebuah tarian persembahan, Tarian Zapin terbagi kepada 3 peringkat:

1. Peringkat ke-1: Pemukaan atau pembuka tari

2. Peringkat ke-2: Pecahan atau gerak serta lenggang tari

3. Peringkat ke-3: Penutup tarian

Tarian Zapin menumpukan pada langkahan dengan posisi kaki selalu tertutup dan
tidak merendah. Kebanyakan posisi badan selalu bergerak seperti ombak mengalun.
Posisi tangan tidak diperlihatkan secara jelas, tangan kanan maupun tangan kiri
berada dibawah bahu. Biasanya lagu yang dinyanyikan dalam Tarian Zapin berunsur
keagamaan, kata-kata nasihat, pujian kepada kebesaran agama dan kesempurnaan
Budi Pekerti.

C. Pakaian Didalam Tarian Zapin

Sungguhpun Tarian Zapin mempunyai pengaruh Arab-Parsi, tetapi dari segi pakaian
penari-penari memakai pakaian Melayu selengkapnya yaitu bagi laki-laki berkain
samping, memakai baju teluk belanga, cekak musang, memakai kain sarung
tenunan siak, dan bersongkok sedangkan wanita memakai kurung, kain sarong,
kebaya panjang, hiasan kembang goyang untuk sanggul, gelang atau dukuh.

D. Alat Musik Pengiring Tarian Zapin

Alat musik utama yang digunakan untuk mengiringi Tarian Zapin adalah gambus,
rebana, gendang dan marwas tetapi, untuk Zapin Arab hanya menggunakan alat
musik berupa Marwas dan Gambus. Petikan gambus untuk membawakan lagu
sedangkan rentak gendang / rebana menentukan retak dan pecahan tari. Lagu-lagu
pengiring tarian Zapin pertama kali diciptakan oleh Tengku Mansor dan dinyanyikan
oleh istrinya Cik Norlia yang berasal dari Singapura. Beberapa lagu yang
diciptakannya adalah: Ya Salam, Yale-Yale, Tanjung Serindit, Sri Pekan, Lancang
Kuning, Gambus Palembang, dan Lancang Daik. Contoh lagu-lagu pengiring tarian
Zapin lainnya adalah: Nasib Lancang Kuning, Pulut Hitam, Bismillah, Sanaah, Saying
Sarawak, Lancing Balai, Anak Ayam Patah, Zapin Asli, Gendang Rebana, dll.
E. Gerak-Gerak Dalam Tarian Zapin

Gerak-gerak dalam Tarian Zapin antara laki-laki dan perempuan adalah sama, yang
membedakan hanyalah gerak tangannya saja.

Gerak-gerak dalam Tarian Zapin:

1. Tahto 1

Gerak ini bermakna Bermaksud sikap rendah diri dan menghargai.


Gerak ini merupakan gerak yang ditampilkan diawal-awal Tarian Zapin.
Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada awal dan akhir Tarian
Zapin. Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.

2. Tahto 2

Gerak ini bermakna Bermaksud sikap rendah diri dan menghargai.


Gerak ini selalu dilakukan setelah gerak Tahto 1. Gerak ini dilakukan
sebanyak 2 kali yaitu diawal dan diakhir setelah gerak Tahto1. Gerak
ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.

3. Tahto 3

Gerak ini bermakna Bermaksud sikap rendah diri dan menghargai.


Gerak ini selalu dilakukan setelah gerak Tahto 2. Gerak ini dilakukan
sebanyak 2 kali juga yaitu diawal dan diakhir setelah gerak Tahto 2.
Gerak ini dilakukan sebanyak 8 hitungan per 1 kali.

4. Bebas

Gerak ini merupakan gerak yang selalu ditampilkan dalam Tarian


Zapin. Gerak ini dilakukan diantara gerak-gerak yang lain, ada yang
sebanyak 1 kali maupun sebanyak 2 kali. Gerak ini dilakukan sebanyak
8 hitungan per 1 kali.

5. Shut

Gerak ini bermakna Mendahulukan sikap adil dan sabar dengan


keseimbangan . Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas yang
sebelumnya adalah gerak Tahto 3. Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali
yaitu Shut maju dan Shut mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak 16
hitungan per 1 kali.
6. Siku Keluang

Gerak ini bermakna Dinamis kehidupan. Gerak ini dilakukan setelah


gerak bebas 2 kali yang sebelumnya adalah gerak Shut maju mundur.
Gerak ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur. Gerak ini
dilakukan sebanyak 16 hitungan per 1 kali.

7. Mata Angin

Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 1 kali yang sebelumnya


adalah gerak Siku Keluang maju mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak
1 kali. Gerak ini dilakukan sebanyak 16 hitungan.

8. Titik Batang

Gerak ini bermakna Bahwa keteguhan hati dan keterampilan dalam


menghadapin cobaan. Gerak ini dilakukan setelah gerak bebas 2 kali
yang sebelumnya adalah gerak Mata Angin. Gerak ini Dilakukan
sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur dimana diantara gerak Titik
Batang maju dan mundur itu terdapat 1 kali gerak bebas yang
memisahkan gerak itu. Gerak ini dilakukan sebanyak 16 hitungan per 1
kali.

9. Pusing Tengah

Gerak ini bermakna Kepedulian terhadap lingkungannya. Gerak ini dilakukan setelah
gerak bebas 2 kali yang sebelumnya adalah gerak Titik Batang maju mundur. Gerak
ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu maju dan mundur. Gerak ini dilakukan sebanyak
8 hitungan per 1 kali
Diposkan oleh Teddy Andreas di 07.29

TARI ZAPIN TRADISI MELAYU RIAU


Tari zapin mulanya berasal dari tanah arab yaitu yaman dimana tarian
zapin tersebut digunakan sebagai hiburan dikalangan istana khusuhnya di
negeri parsi tarian zapin itu berasal. Kemudian dibawa dari Hadramaut,
oleh saudagar arab pada awal abad ke-16 dan masuk ke Johor Lingga, 1824
tumbuh dan berkembang pada kerajaan Johor, Riau, dan Lingga. Barulah tari
zapin merebak ke sekitar daerah melayu seperti Malaysia, Singapura,
Indonesia dan Brunei Darussalam.
Perkembangan tari zapin identik dengan budaya melayu maupun dengan
hal berpantun. Seniman dan budayawan mampu membuat seni tradisinya.
Tidak mandek tapi penuh dinamika yang selalu dapat diterima dalam setiap
keadaan. Makanya tari zapin masih eksis sampai saat ini. Bagaimanapun
juga walaupun tari zapin masih eksis sampai sekarang tentunya ada daerah
yang membuat tari zapin itu lebih berkembang dikalangan masyarakatnya.
Tari zapin pada saat sekarang ini lebih berkembang di daerah pesisir pantai
atau daerah kepulauan.
Tari zapin merupakan salah satu tari tradisi khususnya di Riau. Dimana
tari zapin tradisi penarinya hanya ditarikan oleh para lelaki tetapi pada saat
sekarang ini tari zapin sudah berembang dimana tari zapin sekarang sudah
mengalami perubahan dan perkembangannya di setiap gerakannya. Tari
zapin tradisi pada zaman dahulu kala yang hanya dilakukan oleh para penari
lelaki akan mengangkat status sosialnya pada masyarakat dan selalu
menjadi incaran oleh para orang tua untuk dijodohkan kepada anaknya.
Tari zapin diciptakan berdasarkan unsur sosial masyarakat
pendukungnya, bukan hanya semata-mata sebagai uangkapan ekspresi,
tetapi merupakan wajah batiniah dan ekspresi cultural masyarakat yang
melahirkan. Tarian ini lahir dilingkungan masyarakat melayu riau yang sarat
dengan berbagai tata nilai.

Nilai nilai dalam Tari Tradisi Zapin Riau


Kostum atau busana tari zapin secafra tradisi memakai pakaian melayu.
Pakaian ini amat banyak variasinya, karena dilatar belakangi oleh
masyarakat dan kebudayaan melayu yang majemuk. Kemajemukan ini
terwujud melalui kontak-kontak budaya tempatan dengan budaya luar yang
berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Pakaian yang digunakan
zapin yang bernuansa islamiah itu lah yang menimbulkan nilai estetika yang
tinggi sebab pakaiannya saja sudah menimbulkan suatu norma kesopanan
didalam berpakaian. Dan dengan cara berpakaian itu saja sudah menjadi
acuan dalam masyarakat dan menjadi aturan khusus serta berpakaiannya
sejalan dengan adat istiadat yang berlaku.
Fungsi penataan busana itu adalah:
a. Menutupi tubuh penari
b. Memperjelas garis-garis ruang gerak penari
c. Mendukung ungkapan suasana tari
d. Mempertegas identitas tari
e. Tidak mengganggu gerak penari.

Tari Tradisional Daerah Riau & Kepulauan Riau - Tari Zapin (Dari Kab. Siak
Provinsi Riau)

Tari Zapin adalah khazanah tarian rumpun Melayu yang menghibur sekaligus sarat
pesan agama dan pendidikan. Tari zapin ini memiliki kaidah dan aturan yang tidak
boleh diubah dari masa ke masa namun keindahannya tak lekang begitu saja.

Tarian Zapin ini tumbuh dalam sejarahnya di beberapa tempat seperti Sumatera
Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat (Minang Kabau), Lampung,
Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bengkulu, dan Jakarta (Betawi). Nama tari
zapin sedikit berbeda di berbagai tempat, seperti di Nusa Tenggara dinamai dana-
dani, di Kalimantan bernama jepin, di Sulawesi disebut jippeg, di Jawa dinamakan
zafin, di Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu disebut dana, lalu di Maluku
bernama jepen, serta di Sumatera dan Riau dinamai zapin.

Tari tradisional dari Riau ini diiringi oleh alat musik tradisional Riau yaitu Marwas
dan Gambus. Tari zapin ini mempertontonkan gerak kaki cepat mengikuti hentakan
pukulan pada gendang kecil yang disebut marwas. Harmoni ritmik instrumennya
semakin merdu dengan alat musik petik gambus. Karena mendapat pengaruh dari
Arab, tarian ini memang terasa bersifat edukatif tanpa menghilangkan sisi hiburan.
Ada sisipan pesan agama ada dalam syair lagunya.

Biasanya dalam tariannya dikisahkan keseharian hidup masyarakat melayu seperti


gerak meniti batang, pinang kotai, pusar belanak dan lainnya. Awalnya tari zapin
hanya ditarikan penari lelaki tetapi seiring dengan perkembangan, penari
perempuan juga ditampilkan. Kadang juga tampil penari campuran laki-laki dengan
perempuan.
Dahulu tari zapin ditarikan di atas tikar madani dan tikar tersebut tidak boleh
bergoyang atau bergeser sedikitpun sewaktu menarikan tari zapin tersebut. Gerak
dan ritme tari zapin merupakan media utama untuk mengungkapkan ekspresi
penarinya. Darinya Anda dapat meresapi pengalaman kehidupan, peristiwa sejarah,
dan keadaan alam yang menjadi sumber gerak dalam tari zapin.

Adapun kostum dan tata rias para penari zapin lelaki mengenakan baju kurung
cekak musang dan seluar, songket, plekat, kopiah, dan bros. Sementara untuk
penari perempuan berupa baju kurung labuh, kain songket, kain samping,
selendang tudung manto, anting-anting, kembang goyang, kalung, serta riasan
sanggul lipat pandan dan conget.

Selengkapnya : http://www.tradisikita.my.id/2016/02/tari-tradisional-daerah-riau-
kepulauan.html#ixzz4JI1stldh
Follow us: @kangdede on Twitter | dede.mahmud on Facebook

TARI KREASI NIRMALA


PALEMBANG,ini adalah tarian yang sering ditampilkan oleh anak muda, terutama
para remaja, atau gadis-gadis yang ada di daerah ini, yaitu Di PALEMBANG, pada
saat adanya perayaan pernikahan, hal ini sering ditampilkan tarian ini.
Maka dari itu banyak tarian ini ditampilkan,karena sudah jadi suatu kebiasaan yang
dilakukan oleh masarakat yang ada di kota Palembang dan Sumatera Selatan, pada
umumnya .

Mereka selalu ingin menampilkan, berbagai tarian yang ada di daerah kota
Palembang pada saat ini, oleh karena itu, bagi masarakat Palembang dan Sumatera
Selatan pada umumnya , setiap pernikahaan itu selalu adanya penampilan tarian
yang di sajikan, oleh pihak mempelai lelaki atau juga dari pihak perempuan, dan itu
beranekan ragam tarian.
Hal ini merupakan ungkapan raasa kegembiraan yang dilakukannya, oleh karena
itu, masarakat yang ada di Palembang, selalu melakukan dan melaksanakan
kegiatan tarian ini, inilah salah satu ikut sertanya kegembiraan yang disampaika
Tari-tarian Daerah Sumatra Utara
Tari Serampang Dua Belas, Sebuah tari Melayu dengan irama joged diiringi musik
dengan pukulan gendang ala Amerika Latin. Serampang dua belas merupakan tari
pergaulan.

Tari Serampang Dua Belas

Tari Tor Tor, Sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan
dan ditarikan dalam suasana khusuk.

Tarian tradisional satu ini merupakan salah satu tarian pergaulan yang berasal dari Serdang
Bedagai, Sumatera Utara. Namanya adalah Tari Serampang Dua Belas.

Apakah Tari Serampang Dua Belas itu?

Tari Serampang Dua Belas adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Serdang
Bedagai, Sumatera Utara. Tarian ini termasuk tarian pergaulan yang dimainkan oleh beberapa
penari pria dan wanita secara berpasangan. Selain kaya akan nilai seni, tarian ini juga kaya akan
makna dan nilai-nilai kehidupan di dalamnya. Tari Serampang Dua Belas merupakan salah satu
tarian yang sangat terkenal di Sumatera Utara, terutama di daerah Serdang Bedagai sebagai
daerah asalnya. Tarian ini bahkan juga dikenal di daerah berbudaya Melayu lain seperti Riau,
Jambi, dan beberapa daerah lainnya.

Sejarah Tari Serampang Dua Belas

Menurut sejarahnya, Tari Serampang Dua Belas pertama kali diciptakan pada tahun 1940an oleh
salah satu seniman bernama Sauti. Tarian ini awalnya diperkenalkan ke publik dengan nama Tari
Pulau Sari, hal ini disesuaikan dengan judul lagu yang mengiringinya yaitu lagu Pulau Sari.
Karena keindahan gerak serta pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, tarian ini mulai
disambut baik dan mendapatkan antusias dari masyarakat. Tarian ini juga mendapat respon
positif dari pemerintah daerah Sumatera Utara, dengan memberikan berbagai penghargaan
kepada pencipta tarian tersebut.

Sauti kemudian juga diberikan mandat oleh Dinas PP & K Serdang Bedagai untuk menjadi guru
perwakilan dalam jawatan kebudayaan Sumatera Utara, yang pada saat itu ditugaskan di medan,
Sumatera Utara. Selama di sana, Sauti terus memperkenalkan kepada murid serta masyarakat
luas akan Tari Pulau Sari ini. Hingga akhirnya tarian ini semakin dikenal akrab oleh mereka,
terutama di dunia pendidikan dan kebudayaan di Sumatera Utara.

Pada tahun 1950-1960an, tarian ini mulai mengalami beberapa perubahan terutama pada segi
nama. Dengan beberapa pertimbangan yang dilakukan, tarian ini kemudian diubah namanya
menjadi Tari Serampang Dua Belas dan dikenal hingga sekarang. Selain nama, komposisi
tarian juga diubah, yang awalnya hanya dilakukan oleh para penari pria saja, kemudian diubah
menjadi tarian berpasangan dengan wanita. Perubahan tersebut tentunya juga berpengaruh pada
perubahan segi gerak, yang kemudian menjadi seperti yang sekarang ini.

Seiring dengan berjalannya waktu, tari Tari Serampang Dua Belas mulai sering ditampilkan di
berbagai acara, baik di daerah maupun tinggat nasional. Hingga akhirnya tarian ini mulai dikenal
dan sering ditampilkan di daerah lain. Untuk menjaga dan melestarikan karya tersebut,
pemerintah daerah kemudian mematenkannya dan menjadikan tari Tari Serampang Dua Belas
sebagai icon kesenian di kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Fungsi Dan Makna Tari Serampang Dua Belas

Tari Serampang Dua Belas pada dasarnya lebih difungsikan sebagai tarian pertunjukan, dimana
tarian tersebut bisa ditampilkan di acara apapun, baik acara hiburan, acara adat, maupun budaya.
Tarian ini sangat kaya akan makna serta nilai-nilai kehidupan di dalamnya. Secara garis besar,
Tari Serampang Dua Belas ini menggambarkan fase-fase dalam percintaan sepasang kekasih,
dari pertemuan hingga menuju pelaminan. Dalam tarian tersebut tentu memiliki makna serta
pesan-pesan khusus yang ingin disampaikan, terutama dalam mencari pasangan hidup.

Pertunjukan Tari Serampang Dua Belas

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Tari Serampang Dua Belas ditampilkan oleh beberapa
penari pria dan wanita secara berpasangan. Untuk jumlah penari, biasanya terdiri dari 2 pasang
penari atau lebih, sesuai dengan kelompok serta acara yang akan ditampilkan. Dalam
pertunjukannya, para penari menggunakan pakaian adat khas Melayu, baik penari pria maupun
wanita. Dengan diiringi musik pengiring, mereka menari dengan gerakannya yang khas.

Gambar : Pertunjukan Tari Serampang Dua Belas


Gerakan dalam Tari Serampang Dua Belas ini cukup unik dan bervariasi. Gerakan tersebut
diantaranya gerakan berputar, melompat, berjalan kecil, memainkan sapu tangan dan lain-lain.
Selain itu dalam pertunjukan Tari Serampang Dua Belas biasanya ditampilkan dalam 12 babak
utama, yang setiap babaknya menggambarkan romantisme dalam percintaan sepasang kekasih,
mulai dari pertemuan, jatuh cinta, hingga pelaminan, yang dirangkum dalam satu pertunjukan.
Selain kaya akan makna, apabila kita cermati tarian ini juga terdapat pesan-pesan moral di
dalamnya.

Pengiring Tari Serampang Dua Belas

Dalam pertunjukan Tari Serampang Dua Belas biasanya diiringi oleh alunan musik tradisional
seperti kecapi, rebana dan musik tradisional Melayu lainnya. Sedangkan untuk lagu yang biasa
digunakan untuk mengiringi tarian ini adalah lagu pulau sari. Namun seiring dengan
perkembangan zaman, mulai banyak juga yang menggunakan musik digital atau musik rekaman
sebagai pengiring tarian tersebut, karena dianggap lebih praktis dan mudah. Tapi ada juga yang
masih menggunakan musik tradisional, terutama untuk menampilkan kesan tradisional dalam
tarian ini.

Kostum Tari Serampang Dua Belas

Untuk kostum yang digunakan para penari dalam pertunjukan Tari Serampang Dua Belas,
biasanya adalah busana khas adat Melayu di pesisir pantai timur Sumatera. Untuk penari pria
biasanya menggunakan baju kemeja panjang dan celana panjang. Serta beberapa atribut
tambahan seperti peci dan kain yang dikenakan di pinggang hingga paha.

Sedangkan untuk penari wanita biasanya menggunakan baju lengan panjang dan kain panjang di
bagian bawah. Serta berbagai atribut pemanis seperti hiasan kepala, hiasan penutup dada, dan
kain yang dikenakan di pinggang. Namun penggunaan kostum tersebut juga disesuaikan dengan
kreasi masing-masing kelompok, sehingga lebih bervariatif namun tidak meninggalkan kesan
tradisional Melayunya.

Perkembangan Tari Serampang Dua Belas


Dalam perkembangannya, Tari Serampang Dua Belas masih terus dilestarikan dan
dikembangkan hingga sekarang. Berbagai kreasi dan variasi juga sering ditampilkan disetiap
pertunjukannya, baik dalam segi gerak, pengiring, maupun kostum yang digunakan. Hal ini tentu
dilakukan agar terlihat menarik, namun tidak meninggalkan ciri khas dan keasliannya.

Sebagai salah satu icon kesenian tradisional di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Tari
Serampang Dua Belas masih sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu,
perayaan hari besar dan upacara adat lainnya yang diselenggarakan di sana. Selain itu tarian ini
juga sering ditampilkan di berbagai acara budaya, seperti pertunjukan seni, festival budaya, dan
promosi pariwisata, baik di tingkat daerah, dalam negeri, maupun mancanegara.

Pengertian
Tari serampang dua belas adalah sebuah kesenian tari tradisional yang berasal
dari Serdang Bedagai. Pada awalanya tarian ini dilakukan oleh masyarakat adat
Kesultanan Serdang. Keunikan dan ciri khas dari maha karya masa lalu ini yakni
terdapat pada alur cerita tarian yang dilakukan.

Sebagain ilmuwan berpendapat bahwa salah satu kesenian khas peninggalan


Kesultanan Serdang ini merupakan jenis tarian pergaulan. Alur cerita yang disajikan
dalam gerakan tari ini merupakan sebuah kisah tentang tahapan-tahapan
seseorang dalam mencari tambatan hati sebagai tempan hidup mengarungi
bahtera rumah tangga.

Dengan kata lain tarian serampang dua belas merupakan sebuah cara masyarakat
Serdang dalam mengajarkan secara turun temurun proses dan tahapan seseorang
dalam melaksanakan pernikahan. Salah satu fungsi dari tari ini ialah sebagai
komunikasi sekaligus transformasi ilmu sosial yang berkembang pada Kesultanan
Serdang khususnya dalam menurunkan ilmu dan pengetahuan dalam
melaksanakan bahtera rumah tangga. Tak heran jika tarian ini sangat digemari oleh
para kawula muda di daerah Serdang.

Di lain sisi tarian tradisional ini juga dikenal dengan sebutan Tari Pulau Sari, nama
tersebut tentunya tidak serta merta diberikan tanpa adanya sebab dan alasan
tersendiri. Sebagian besar masyarakat Dili Serdang meyakini bahwa tari
serampang dua belas juga dikenal dengan Tari Pulau Sari karena lagu pengiring
tarian ini ialah lagu Pulau Sari.

Menurut beberapa sumber sejarah, tari pulau sari mulai dikenalkan oleh Sauti salah
seorang seniman asal Pulau Serdang pada tahun 40-an. Karena gerakan dan sifat
yang terdapat dalam tarian tersebut sangat menarik dan luhur maka pada dekade-
dekade berikutnya jenis tarian ini banyak mendapat gubahan serta penghargaan
dari berbagai instansi maupun Dinas.

Sejarah dan asal usul

Sejarah tari ini berawal pada era tahun 40-an ketika seorang seniman yakni Sauti
menciptakan sebuah gerakan tari Pulau Sari dan mulai diperkenalkan kepada
masyarakat. Antusias masyarakat akan makna serta pesan yang terkandung dalam
komunikasi tarian ini membuat Sauti semakin terkenal dengan tariannya.

Tak heran jika Dinas PP&K Sumatera Utara memberikan penghargaan kepada Sauti
beserta tariannya. Asal usul nama tari serampang du belas berawal dari tari Pulau
Sari yang diciptakan oleh Sauti dan pada dekade berikutnya nama Tari Pulau Sari
berubah nama menjadi tari serampang dua belas yang terkenal hingga saat ini.

Angin segar rupanya menerpa Sauti dengan kesenian hasil karyanya, beliau
diberikan mandat oleh Dinas PP & K untuk menjadi seorang Guru Perwakilan dala
Jawatan Kebudayaan Sumatera Utara yang kala itu ditugaskan di Medan Sumatera
Utara. Selama menjadi guru perwakilan tersebutlah Sautu semakin semangat dalam
berinovasi serta mengenalkan tari Pulau Sari kepada murid serta masyarakat luas.

Jerih payah Sauti dalam menciptakan sebuah gagasan baru dalam kesenian tari
ternyata diterima oleh masyarakat secara antusias. Perlahan namun pasti tarian
Pulau Sari mulai dikenal akrab oleh murid-murid di sekolah serta guru kebudayaan/
Muatan Lokal.

Namun pada era tahun 60-an karena beberapa pertimbangan nama Tari Pulau Sari
diputuskan untuk diganti menjadi Tari Serampang Dua Belas. Adapun alasan utama
terkait dengan pergantian nama tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama
Para seniman dan budayawan meilai bahwa nama Tari Pulau Sari tidak cocok
dengan jenis gerakan tarian yang disajikan dalam kesenian tradisional tersebut. Hal
ini disebabkan karena image kata pulau yang mengikuti nama tarian ini mencirikan
sebuah gerakan dengan tempo lambat sebagaimana tarian lain sebagaimana Tari
Pulau Putri maupun tarian Pulau Kampai, kedua tarian dengan awalan nama pulau
ini memiliki ciri khas gerakan yang lambat atau biasa disebut dengan istilah
bertempo rumba.

Kedua
Pada masa tersebut juga terdapat sebuah tarian tradisional dengan sebutan Tari
Serampang Laut yang memiliki gerakan cepat. Para pakar menilai bahwa sebutan
serampang lebih tepat diberikan pada tarian pulau sari yang memang juga
memiliki tempo gerakan cepat sebagaimana tari serampang laut.

Dari kedua alasan di atas serta untuk mempermudah nama tarian dikenal
masyarakat luas maka diputuskan untuk penggantian nama tari hasil karya Sauti
tersebut dengan nama tari serampang dua belas. Kata dua belas yang
mengikuti nama serampang merupakan filosofi dari jumlah ragam gerakan tari yang
berjenis 12.

Perlu kita ketahui bersama bahwa pada sejarah dan asal usul tari ini hanya
dilakukan oleh para kaum adam. Hal tersebut berkembang pada masyarakat karena
beranggapan bahwa kaum hawa tidak diperbolehkan untuk tampil di sebuah
panggung terlebih melakukan gerakan serta memamerkan kegemulaiannya.

Baru pada perkembangan selanjutnya serta setelah adanya gubahan tarian ini
boleh dimainkan oleh para wanita. Bahkan pada dekade berikutnya jenis tarian
tradisional ini dibawakan secara berpasangan serta berkembang ke berbagai
daerah di Indonesia. Beberapa daerah yang mengenal kesenian tari dari Provinsi
Suamtera Utara ini adalah sebagai berikut:

1. Kalimantan

2. Sulawesi

3. Riau

4. Maluku

5. Jambi

Selain dari kelima daerah tersebut ternyata tarian ciptaan seniman asal Serdang ini
juga dikenal dan sering dipertunjukkan di beberapa negara tetangga seperti
Hongkong, Tahiland, Malaysia, dan Singapura.
Suatu perkembangan yang sangat luar biasa terlebih setelah nama tarian pulau sari
dirubah dengan nama tari serampang dua belas pada tahun 1960-an. Pada
tahun-tahun berikutnya pemerintah kabupatan Serdang secara mematenkan jenis
tarian ini serta melakukan banyak kegiatan guna mendukung berkembang tari
tradisional dari kabupaten Serdang tersebut.

Berbagai seminar dan diklat tercatat pernah diadakan oleh pemerintah setempat
guna memberikan dukungan tarian serampang dua belas menjadi icon Kabupaten
Serdang bedagai.Selain memperkenalkan jenis tarian kepada masyarakat seminar
dan diklat dimaksudkan agar masyarakat umum mengetahui bagaimana sejarah
dan asal usul tari serampang dua belas. Dengan demikian pemerintahan kabupaten
serdang berharap agar jenis kesenian tari tradisional tersebut tetap terjaga
kelestarian nya serta tidak diakui oleh bangsa lain menjadi kesenian tradisional
mereka.

Tak cukup sampai disitu, pemerintahan Kabupaten Serdang juga kerap


melaksanakan berbagai perlombaan tari di wilayah kabupaten baik dari kalangan
pelajar maupun masyarakat umum. Dengan adanya momentum ini keberadaan tari
tradisional kabupaten Serdang tersebut semakin dikenal masyarakat luas di seluruh
nusantara bahkan mancanegara.

Fungsi tari serampang dua belas

Sebagaimana telah kami sampaikan dalam uraian di atas, fungsi dari tarian
serampang yakni sebagai alat komunikasi menyampaikan pesan sekaligus ajaran
kepada generasi muda tentang tata cara, tahapan, serta proses dalam mencari
jodoh sebagai teman dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Pada perkembangannya tarian ini tidak hanya dijadikan sebagai media komunikasi
semata sebagaimana dijelaskan di atas namun lebih dari itu pemerintah daerah
Serdang ingin menjadikan tari serampang dua belas sebagai salah satu icon
Kabupaten Serdang.

Dengan adanya kedua kepentingan tersebut tari yang memiliki nama awal Pulau
Sari ini kemudian secara gencar diperkenalkan serta disebarluaskan kepada
masyarakat umum baik yang berada di wilayah Kabupaten Serdang pada
khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya.

Guna melaksanakan visi tersebut pemerintah Kabupaten Serdang banyak


melakukan seminar tari serampang dua belas serta berbagai perlombaan di
dalam kabupaten.

Pada saat ini, serampang dua belas tidak lagi hanya dikenal sebagai icon kabupaten
Serdang maupun media penyampaian pelajaran semata namun lebih dari hal
tersebut jenis tarian tradisional ini juga dikenal sebagai hiburan dalam acara
tertentu.

Setelah menyimak deskripsi di atas dapat kita simpulkan bahwa fungsi tari
serampang dua belas antara lain: 1) sebagai media komunikasi penyampaian
pesan; 2) sebagai icon Kabupaten Serdang guna mempromosikan diri terhadap
dunia luar; 3) sebagai media hiburan dalam berebagai acara seperti pentas seni
maupun pesta rakyat.

Properti dan Pelengkap Pertunjukan tari


Adapun properti dan pelengkap pertunjukan tari serampang dua belas secara
garis besar dapat kita bagi menjadi 2 yakni:

Busana
Kostum yang dikenakan dalam sebuah tarian serampang dua belas memang tidak
mutlak dan wajib mengenakan jenis pakaian tertentu. Namun disamping itu
terdapat jenis pakaian yang menjadi ciri utama pertunjukan tari tradisional yang
berasal dari Serdang ini.

Adapun kostum busana yang dikenakan biasanya merupakan pakaian adat melayu,
beberapa kelompok penari juga mempertunjukkan tarian ini dengan mengenakan
busana berwarna-warni. Selain hal tersebut, pada beberapa acara tari ini juga
dipertunjukkan dengan mengenalkan pakaian adat darimana asal para penari
tersebut.

Alat musik
Seni murni yang diciptakan oleh Sauti awalnya menggunakan alat musi tradisional
seperti kecapi dan rebana. Namun demikian seiring berkembangnya tarian tersebut
ke berbagai daerah alat musik pengiring tari tradisional ini disesuaikan dengan alat
musik tradisional yang ada di daerah tarian tersebut di mainkan.

Hingga pada saat ini alat musik pengirin terlihat semakin modern sesuai dengan
perkembangan zaman dengan mengenakan alat musik pengiring piano maupun
biola. Hal ini tergantung bagaimana kreasi tim penari dalam berinovasi.

Keunikan gerakan tari serampang dua belas


Telah kita singgung di atas bahwa nama serampang dua belas merupakan nama
pengganti dari tari Pulau Sari yang memiliki makna memiliki ragam gerakan tari
sebanyak dua belas. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa gerakan dalam
tarian serampang dua belas cukup banyak dan beragam mulai dari berjalan kecil,
berputar-putar, melompat, gerakan mabuk kepayang, jalan berlenggak-lenggok,
Goncat-goncet, bergerak sebelah kaki, melonjak maju dan mundur, melonjak, saling
mendekat, berjalan fariasi, dan gerakan memainkan sapu tangan.
Adapun keunikan gerakan tari serampang dua belas adalah sebagai berikut:
1 gerakan berputar dan melompat kecil
Merupakan gerakan tari awal dalam melakukan tari seramang dua belas. Dalam
video terlihat kedua pasangan saling berputar dan melompat kecil sebagai simbol
pertemuan dua manusia lawan jenis untuk pertama kalinya. Gerak tersebut juga
mencerminkan sifat malu-malu antara pria dan wanita ketika pertama kali bertatap
muka.

2 gerakan berjalan kecil dan berputar


Jenis gerakan tari kedua ini memberikan simbol bahwa mulai timbul rasa penasaran
antara laki-laki dan perempuan yang biasa kita sebut dengan benih-benih cinta.
Makna keunikan gerakan tari serampang dua belas yang kedua ini menyampaikan
tahapan jatuh cinta, ketika kedua insan mulai merasakan tumbuhnya cinta maka
keduanya akan semakin penasaran namun masih ragu dan mencari waktu yang
tepat dalam menyampaikannya.

3 gerakan berputar
Sebuah gerakan unik ini bermakna bahwa seseorang sedang memendam rasa cinta
yang ada dalam diri mereka. Meskipun keduanya telah merasakan adanya cinta
namun masih bingung dan ragu untuk menyampaikannya. Dengan demikian dua
insan manusia laki-laki dan perempuan saling memendam cinta namun
menginginkan pertemuan yang lebih sering dibandingkan dengan sebelumnya.

4 gerakan mabuk
Gerakan tari ini hanyalah sebagai ilustrasi seseorang yang sedang mabuk cinta.
Dengan adanya gerakan ini dapat kita lihat bahwa kedua insan sedang mabuk
kepayang yang disampaikan dengan gerakan tertatih-tatih layaknya orang mabuk.

5 jalan melenggok/ ragam gila


Keunikan gerakan tari serampang dua belas pada ragam ke-5 ini merupakan
gerakan yang menggambarkan isyarat dari seorang wanita bahwa dirinya memiliki
rasa simpatik sekaligus cinta terhadap seorang laki-laki yang berusaha
mendekatinya. Dalam video di atas dapat kita lihat gerakan penari wanita yang
mengikuti gerakan pria secara lentur dan teratur. Secara tersirat gerakan ini
mengajarkan kepada anak muda khususnya wanita untuk memberikan isyarat
kepada pria yang berusaha mendekatinya agar mengetahui bahwa ia juga memiliki
hasyrat yang sama untuk menjalin suatu hubungan.

6 gerakan gegoncetan
Pada ragam gerak tari ke-6 ini kedua penari menyajikan gerakan gegoncetan
dengan maksud seorang lelaki menangkap isyarat yang diberikan oleh seorang
perempuan sebagaimana yang dilakukan dari filosofi ragam gerak ke-5 di atas tadi.

7 gerakan sebelah kaki


Gerakan sebelah kaki dalam ragam gerak tari serampang dua belas memberikan
pemahaman bahwa kedua pasangan saling menduga. Pasangan tersebut sama-
sama memiliki hasyrat cinta kepada masing-masing individu. Pada tahapan ini
pesan yang disampaikan dalam gerakan ini menandakan bahwa pasangan tersebut
sama-sama memahami isyarat yang diberikan oleh masing-masing insan sehingga
memberikan keyakinan pada keduanya untuk menjalin suatu hubungan percintaan.

8 ragam gerak melompat maju-mundur


Pada video di atas dapat kita perhatikan bahwa kedua penari melakukan gerakan
tari melonjak secara maju-mundur. Pesan yang disampaikan dalam gerakan ini ialah
simbol bahwa kedua pasangan tersebut sama-sama meyakinkan hati dalam
membangun suatu hubungan yang lebih serius. Ragam gerak ini juga
menggambarkan bahwa pasangan tersebut merasa gembira dalam tahapan saling
mengenalkan kepada masing-masing keluarga mereka.

9 gerakan melonjak
Setelah sama-sama mengenalkan pasangan kepada masing-masing keluarga dalam
gerakan melonjak menggambarkan pasangan tersebut merasa berdebar dalam
penantian apakah keduanya mendapat restu dari masing-masing keluarga
khususnya orang tua mereka.

10 gerakan saling mendekat


Ragam gerak ke-10 sebagaimana dipertunjukkan pada video tarian tersebut
memeperlihatkan pasangan muda-mudi bergerak saling mendekat, filosofi yang
dapat diambil dari gerakan tari ini ialah tahapan suatu hubungan percintaan yang
memasuki tahap pinangan/ lamaran yang dilakukan oleh pihak pria kepada wanita
yang ia cintai untuk selanjutnya berencana melakukan hubungan yang lebih serius
lagi. Hal ini dilakukan setelah adanya restu dari masing-masing keluarga.

11 jalan beraneka
Tahapan percintaan yang diceritakan dalam sebuah tari serampang dua belas
berikutnya ialah melakukan prosesi perkawinan sehingga terlihat dalam gerakan
tari tersebut sangat cerita dan suka cita. Dalam ragam gerakan ke-11 ini
merupakan bentuk tarian yang menggambarkan pasangan melakukan prosesi
perkawinan guna memasuki bahtera rumah tangga.

12 gerakan sapu tangan


Dalam video di atas terlihat sapu tangan berwarna kuning yang diselipkan pada
pinggang penari pria. Hal ini dimaksudkan sebagai properti terakhir yang dimainkan
oleh penari pria. Ragam gerakan terakhir ini menyampaikan pesan bahwa kedua
mempelai yang telah melakukan prosesi pernikahan memiliki hasyrat untuk tetap
bersama dalam kondisi dan keadaan apapu. Dengan kata lain pasangan suami istri
tidak mudah goyah dengan apapun yang menimpa mereka serta tidak ada yang
dapat memisahkan keduanya kecuali kehendak Tuhan.

Kesimpulan

Dari artikel yang telah kita simak di atas dapat kita simpulkan mengenai materi
terkait kesenian tradisional dari Sumatera Utara ini. Adapun kesimpulan yang dapat
kita ambil dari materi di atas adalah sebagai berikut:

Pengertian tari serampang dua belas adalah sebuah kesenian tari tradisional
yang berasal dari Serdang Bedagai Sumatera Utara.

Sejarah tarian pergaulan yang satu ini berawal pada era tahun 40-an ketika seorang
seniman yakni Sauti menciptakan tari Pulau Sari dan memperkebalkannya kepada
masyarakat Serdang. Pada perkembangan berikutnya tari pulau sari berubah nama
menjadi tari serampang dua belas serta dengan pesat berkembang ke berbagai
daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, Riau, Maluku, dan Jambi. Bahkan tarian ini
juga dikenal di berbagai negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan
Hongkong.

Properti dalam tarian secara garis besar dapat kita bagi menjadi 2 yakni kostum
atau pakaian yang digunakan serta alat musik pengiring tarian tradisional ini. Pada
tahapan terakhir ragam gerakan menggunakan pelengkap sapu tangan berwarna
kuning.

Keunikan gerakan tari serampang dua belas terdapat pada kedua belas ragam
gerak yang dipertunjukkan sebagai simbol sekaligus pesan dalam kisah seseorang
dalam melakukan pencarian tambatan hati. Dengan kata lain tarian ini memberikan
pelajaran terhadap para pemuda dalam tahapan mencari jodoh sebagai teman
mengarungi bahtera rumah tangga.

Demikian materi lengkap tentang tari Kabupaten Sedang, selain gerakan tari yang
gemulai serta sangat menarik untuk kita saksikan ternyata di dalam pementasan
tarian ini terdapat makna yang cukup banyak khususnya dalam sebuah proses dan
tahapan pernikahan dua insan manusia. Semoga dengan memahami secara
lengkap terkait materi di atas dapat menambah kecintaan kita terhadap kesenian
tradisional mulai dari pengertian tari serampang dua belas hingga makna dan
keunikan gerakan tarian yang cuku terkenal di berbagai daerah di Indonesia
maupun mancanegara.
Sejarah dan Asal Usul Tari Saman

Sejarah dan Asal Usul Tari Saman - Di antara beraneka ragam tarian dari
pelosok Indonesia, tari saman termasuk dalam kategori seni tari yang sangat
menarik. Keunikan Tari Saman ini terletak pada kekompakan gerakannya yang
sangat menakjubkan. Para penari saman dapat bergerak serentak mengikuti irama
musik yang harmonis. Gerakan-gerakan teratur itu seolah digerakkan satu tubuh,
terus menari dengan kompak, mengikuti dendang lagu yang dinamis. Sungguh
menarik, bukan? Tak salah jika tari saman banyak memikat hati para penikmat seni
tari. Bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari mancanegara. Sekarang, mari kita
ulas lebih dalam lagi mengenai tarian unik ini.

Sejarah Tari Saman

Mengapa tarian ini dinamakan tari Saman? Tarian ini di namakan Saman karena
diciptakan oleh seorang Ulama Gayo bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV
Masehi, dari dataran tinggi Gayo. Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan
rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair
yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-
tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media dakwah.

Pada mulanya, tari saman hanya ditampilkan untuk even-even tertentu, khususnya
pada saat merayakan Hari Ulang Tahun Nabi Besar Muhammad SAW atau disebut
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Biasanya, tari saman ditampilkan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau


panggung). Namun seiring perkembangan zaman, tari Saman pun ikut berkembang
hingga penggunaannya menjadi semakin sering dilakukan. Kini, tari saman dapat
digolongkan sebagai tari hiburan/pertunjukan, karena penampilan tari tidak terikat
dengan waktu, peristiwa atau upacara tertentu.

Tari Saman dapat ditampilkan pada setiap kesempatan yang bersifat keramaian
dan kegembiraan, seperti pesta ulang tahun, pesta pernikahan, atau perayaan-
perayaan lainnya. Untuk tempatnya, tari Saman biasa dilakukan di rumah,
lapangan, dan ada juga yang menggunakan panggung.

Tari Saman biasanya ditampilkan dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya
disebut Syekh. Penari Saman dan Syekh harus bisa bekerja sama dengan baik agar
tercipta gerakan yang kompak dan harmonis.

Makna dan Fungsi

Tari Saman dijadikan sebagai media dakwah. Sebelum Saman dimulai, tampil
pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat. Pemuka adat memberikan
nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Syair-syair yang
di antunkan dalam tari Saman juga berisi petuah-petuah dan dakwah.
Namun dewasa ini, fungsi tarian saman menjadi bergeser. Tarian ini jadi lebih sering
berfungsi sebagai media hiburan pada pesta-pesta, hajatan, dan acara-acara lain.

1. Pada tari Saman, terdapat 5 macam nyanyian : Rengum, yaitu sebagai


pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan
sebelumnya keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi.
Begitu berakhir langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang
terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian kepada seseorang yang
diumpamakan, bisa kepada benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan.

2. Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.

3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh
seorang penari pada bagian tengah tari.

4. Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang
tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.

5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah
dinyanyikan oleh penari solo.

Gerakan Tari Saman

Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam
tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama
Islam, syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan
kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi
memudahkan dakwahnya.

Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan
sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-
pertunjukan.

Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya
menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak
guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo).
Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan semua
penari Tari Saman harus menari dengan harmonis. Dalam Tari Saman biasanya,
temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman menarik.

Penari

Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki. tetapi
jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini juga
dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain mengatakan tarian ini ditarikan
kurang dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-
aba sambil bernyanyi.

Namun, perkembangan di era modern menghendaki bahwa suatu tarian itu akan
semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak.
Di sinilah peran Syeikh, ia harus mengatur gerakan dan menyanyikan syair-syair tari
Saman.

Kostum Tari Saman

Kostum atau busana khusus saman terbagi dari tiga bagian yaitu:

Pada kepala: bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi.
Dua segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.

Pada badan: baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam
benang putih, hijau dan merah, bahagian pinggang disulam dengan kedawek
dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.

Pada tangan: topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam
penggunaan warna, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu, karena
melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna
tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan,
keberanian dan keharmonisan.

Tari saman memang sangat menarik. Pertunjukkan tari Saman tidak hanya populer
di negeri kita sendiri, namun juga populer di mancanegara seperti di Australia dan
Eropa. Baru-baru ini tari saman di pertunjukkan di Australia untuk memperingati
bencana besar tsunami pada 26 Desember 2006 silam. Maka dari itu, kita harus
bangga dengan kesenian yang kita miliki, dan melestarikannya agar tidak punah.

ari Saman berasal dari daerah Aceh atau Nangroe Aceh Darussalam (NAD).
Keunikan tari dari Aceh adalah gerakannya yang lincah, luwes, dan ringan. Tarian
dari Aceh pada umumnya diiringi musik yang sumbernya bisa dari alat musik
(rebana) atau anggota tubuh penari, seperti petikan jemari, tepukan tangan, atau
tepukan dada. Tari Saman atau Seudati adalah contoh tarian khas Aceh yang sudah
sangat terkenal di Nusantara bahkan di dunia.
Tari Saman memiliki gerakan yang cukup unik karena gerakan yang
ditampilkan meliputi gerakan tangan, badan, dan kepala dan dilakukan sambil
duduk. Gerakan tersebut mengikuti syair-syair yang dilagukan.
Tari Saman biasanya dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi
jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangannya tarian ini dimainkan oleh
perempuan. Untuk melakukan tarian ini, diperlukan kerja sama yang baik di antara
penari.
Tari Saman Dari Aceh

Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh 17 orang penari dengan


ketentuan sebagai berikut.
Penari nomor 9 disebut Pengangkat.
Pengangkat merupakan tokoh utama dalam tari Saman. Ia menentukan gerak tari
sambil melagukan syair-syair.
Penari nomor 8 dan 10 disebut Pengapit.
Pengapit merupakan tokoh yang membantu pengangkat, baik dalam gerak tari
maupun syair yang dilagukan.
Penari nomor 2-7 dan 11-16 disebut Penyepit.
Penyepit merupakan penari biasa yang mendukung gerak tari yang diarahkan oleh
Pengangkat.
Penari nomor 1 dan 17 disebut Penupang.
Penupang adalah penari yang berada di paling ujung kiri dan kanan. Selain
berfungsi menahan keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus.
Pada tari Saman, posisi penari duduk berlutut dan berat badan tertekan pada
kedua telapak kaki. Pola ruang pada tari saman terbatas pada ketinggian posisi
badan, dari posisi duduk berlutut berubah ke posisi di atas lutut yang disebut
berlembuku. Gerakan ini merupakan level paling tinggi. Adapun level paling rendah
saat penari membungkuk ke depan 45O yang disebut tungkuk atau saat penari
miring ke belakang sampai 60O yang disebut langat. Ada pula gerakan tari Saman
yang disertai miring ke kiri atau ke kanan yang disebut singkeh. Selain itu, ada
gerak badan dalam posisi duduk melenggang ke kanandepan atau ke kiri-belakang
yang disebut lingang.
Dalam tari Saman, gerakan tangan yang sangat dominan karena berfungsi
sebagai gerak dan musik. Gerakan tangan dalam tari Saman antara lain
sebagai berikut.
Cerkop, yaitu gerakan kedua tangan berhimpit dan searah.
Cilok, yaitu gerak ujung jari telunjuk seakan mengambil sebuah benda ringan
seperti garam.
Tepok, yaitu gerakan tangan yang dilakukan dalam berbagai posisi, misalnya
horizontal atau baling-baling.
Adapun gerak kepala dalam tari Saman adalah sebagai berikut.
Anguk, yaitu gerakan kepala seperti mengangguk dalam tempo lambat sampai
cepat.
Girek, yaitu gerakan kepala berputar seperti baling-baling.
Tari Saman dilakukan tanpa alat musik. Adapun pengiring tari Saman adalah
gerakan tangan dan badan penari. Berikut ini beberapa cara untuk
mendapatkan bunyi-bunyian bertempo sedang sampai cepat.
Tepukan kedua belah tangan, biasanya bertempo sedang sampai cepat.
Tepuk kedua telapak tangan ke dada, biasanya bertempo cepat.
Tepukan sebelah telapak tangan ke dada, biasanya bertempo sedang.
Gesekan ibu jari dengan jari tengah, biasanya bertempo sedang.
Dalam pertunjukkan tari Saman, semua gerakan tersebut digabungkan sehingga
menghasilkan tarian yang indah. Kekuatan tari Saman tidak hanya dari syair yang
dilakukan saja, namun gerakan yang kompak juga menjadi nilai lebih dalam tarian
ini.

Tari Saman ( Sejarah Gerakan Dan Maknanya ) - Tari Saman . Tari saman
punya banyak nama. Bukan hanya tari seribu tangan, tapi juga Saman Gayo di Aceh
Tenggara dan Tengah, Saman Lokop di Aceh Timur, dan Saman Aceh Barat di Aceh
Barat.

Tarian tradisional Melayu ini asal mulanya dari daerah Aceh Tenggara tepatnya
di dataran tinggi Gayo. Nama "Saman" diambil dari nama pencipta dan
pengembang tari Saman yaitu Syeikh Saman. Ia adalah salah seorang ulama yang
menyebarkan agama Islam di Aceh. Itu sebabnya syair atau lagu yang digunakan
dalam tari saman adalah bahasa Arab dan Aceh. Biasanya syair yang dipakai dalam
taari saman berisi pesan-pesan dakwah, sindiran, pantun nasehat, dan pantun
percintaan.
Tari Saman ( Sejarah Gerakan Dan Maknanya )

Tarian tradisional Melayu ini asal mulanya dari daerah Aceh Tenggara tepatnya di
dataran tinggi Gayo. Nama "Saman" diambil dari nama pencipta dan pengembang
tari Saman yaitu Syeikh Saman. Ia adalah salah seorang ulama yang menyebarkan
agama Islam di Aceh. Itu sebabnya syair atau lagu yang digunakan dalam tari
saman adalah bahasa Arab dan Aceh. Biasanya syair yang dipakai dalam tari saman
berisi pesan-pesan dakwah, sindiran, pantun nasehat, dan pantun percintaan.
Tarian saman diduga berasal dari tarian Melayu kuno karena tari saman
menggunakan dua gerakan yang umum digunakan dalam tarian Melayu kuno: tepuk
tangan dan tepuk dada. Menurut cerita, Syeikh Saman menyebarkan agama Islam
sambil mempelajari tarian Melayu kuno. Supaya dakwahnya lebih mudah, Syeikh
Saman menggunakan syair-syair dakwah dengan gerakan-gerakan tari. Sampai
sekarang, tari saman yang sifatnya religius ini masih dipakai sebagai alat
penyampaian pesan dakwah.

B. Pertunjukan Tari Saman dari Masa ke Masa

Dahulu, tari saman ditampilkan dalam upacara adat tertentu. Salah satunya
adalah upacara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekarang, tari
saman juga ditampilkan dalam acara-acara kenegaraan seperti kunjungan tamu-
tamu negara atau dalam pembukaan festival dan acara lainnya.
Pada masa penjajahan Belanda, pertunjukan tari saman dilarang karena
katanya mengandung unsur magis yang bisa menyesatkan. Namun larangan ini
tidak dihiraukan oleh masyarakat Aceh. Tari saman pun terus berkembang pesat
sampai sekarang. Selain itu, tari saman tidak hanya dipertunjukkan di NAD tapi juga
di kota-kota lain di Indonesia. Tari saman bahkan sudah sampai ke negara-negara
tetangga dan Eropa. Kalau dilihat dari jumlah gerakan tubuh, tari saman bisa
dikatakan tari yang sederhana. Tetapi gerakannya beragam, antara lain: gerak
guncang, kirep, lingang, surang-saring, dan gerak lengek. Keunikan tari saman
adalah gerakan tangannya yang dinamis, perubahan posisi duduk para penari, dan
goyangan badan yang dihentakkan ke kiri atau kanan ketika syair lagu dinyanyikan.
Tari saman tidak menggunakan musik loh, hanya syair yang dinyanyikan serta suara
tepukan tangan, dada, dan paha.
Para penari saman memakai kostum seragam khas Aceh: bulan teleng di
kepala, penutup leher, dan gelang di kedua pergelangan tangan. Sebelum menari,
para penari duduk berbaris memanjang ke samping dengan lutut ditekuk. Syeikh
duduk di tengah-tengah para penari lainnya kemudian menyanyikan syair atau lagu
yang diikuti dengan berbagai gerakan oleh penari yang lain.

C. Makna dan Fungsi

Tari Saman dijadikan sebagai media dakwah. Sebelum Saman dimulai, tampil
pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat. Pemuka adat memberikan
nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Syair-syair yang
di antunkan dalam tari Saman juga berisi petuah-petuah dan dakwah.Namun
dewasa ini, fungsi tarian saman menjadi bergeser. Tarian ini jadi lebih sering
berfungsi sebagai media hiburan pada pesta-pesta, hajatan, dan acara-acara
lain.1. Pada tari Saman, terdapat 5 macam nyanyian : Rengum, yaitu sebagai
pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya
keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir
langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya,
antara lain berupa pujian kepada seseorang yang diumpamakan, bisa kepada
benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan.2. Dering, yaitu rengum yang segera
diikuti oleh semua penari.3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang
dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.4. Syek, yaitu lagu
yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking,
biasanya sebagai tanda perubahan gerak.5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama
oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo. D. Gerakan

Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam
tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama
Islam, syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan
kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi
memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat
religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan
dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.Tarian Saman termasuk salah satu tarian
yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-
gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak
ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil
bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis.
Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari
Saman menarik.Penari Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan
atau puluhan laki-laki. tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan
selanjutnya, tarian ini juga dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain
mengatakan tarian ini ditarikan kurang dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2
orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, perkembangan di
era modern menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila
ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Di sinilah peran Syeikh, ia
harus mengatur gerakan dan menyanyikan syair-syair tari Saman. D. Kostum atau
busana khusus saman terbagi dari tiga bagian yaitu:

Pada kepala: bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua
segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.
Pada badan: baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang
putih, hijau dan merah, bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait,
baju bertangan pendek) celana dan kain sarung. Pada tangan: topeng gelang,
sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi
mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas para
pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan,
keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.

Demikianlah informasi mengenai Tari Saman ( Sejarah Gerakan Dan


Maknanya ) . Baca juga informasi lainya seperti Tari Merak Sejarah Dan Gerakan
Dasarnya . Terima Kasih

Tari Saman ( Sejarah Gerakan Dan Maknanya ) - Tari Saman . Tari saman
punya banyak nama. Bukan hanya tari seribu tangan, tapi juga Saman Gayo di Aceh
Tenggara dan Tengah, Saman Lokop di Aceh Timur, dan Saman Aceh Barat di Aceh
Barat.
Tarian tradisional Melayu ini asal mulanya dari daerah Aceh Tenggara tepatnya
di dataran tinggi Gayo. Nama "Saman" diambil dari nama pencipta dan
pengembang tari Saman yaitu Syeikh Saman. Ia adalah salah seorang ulama yang
menyebarkan agama Islam di Aceh. Itu sebabnya syair atau lagu yang digunakan
dalam tari saman adalah bahasa Arab dan Aceh. Biasanya syair yang dipakai dalam
taari saman berisi pesan-pesan dakwah, sindiran, pantun nasehat, dan pantun
percintaan.
Tari Saman ( Sejarah Gerakan Dan Maknanya )

Tarian tradisional Melayu ini asal mulanya dari daerah Aceh Tenggara tepatnya di
dataran tinggi Gayo. Nama "Saman" diambil dari nama pencipta dan pengembang
tari Saman yaitu Syeikh Saman. Ia adalah salah seorang ulama yang menyebarkan
agama Islam di Aceh. Itu sebabnya syair atau lagu yang digunakan dalam tari
saman adalah bahasa Arab dan Aceh. Biasanya syair yang dipakai dalam tari saman
berisi pesan-pesan dakwah, sindiran, pantun nasehat, dan pantun percintaan.
Tarian saman diduga berasal dari tarian Melayu kuno karena tari saman
menggunakan dua gerakan yang umum digunakan dalam tarian Melayu kuno: tepuk
tangan dan tepuk dada. Menurut cerita, Syeikh Saman menyebarkan agama Islam
sambil mempelajari tarian Melayu kuno. Supaya dakwahnya lebih mudah, Syeikh
Saman menggunakan syair-syair dakwah dengan gerakan-gerakan tari. Sampai
sekarang, tari saman yang sifatnya religius ini masih dipakai sebagai alat
penyampaian pesan dakwah.

B. Pertunjukan Tari Saman dari Masa ke Masa

Dahulu, tari saman ditampilkan dalam upacara adat tertentu. Salah satunya
adalah upacara memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sekarang, tari
saman juga ditampilkan dalam acara-acara kenegaraan seperti kunjungan tamu-
tamu negara atau dalam pembukaan festival dan acara lainnya.
Pada masa penjajahan Belanda, pertunjukan tari saman dilarang karena
katanya mengandung unsur magis yang bisa menyesatkan. Namun larangan ini
tidak dihiraukan oleh masyarakat Aceh. Tari saman pun terus berkembang pesat
sampai sekarang. Selain itu, tari saman tidak hanya dipertunjukkan di NAD tapi juga
di kota-kota lain di Indonesia. Tari saman bahkan sudah sampai ke negara-negara
tetangga dan Eropa. Kalau dilihat dari jumlah gerakan tubuh, tari saman bisa
dikatakan tari yang sederhana. Tetapi gerakannya beragam, antara lain: gerak
guncang, kirep, lingang, surang-saring, dan gerak lengek. Keunikan tari saman
adalah gerakan tangannya yang dinamis, perubahan posisi duduk para penari, dan
goyangan badan yang dihentakkan ke kiri atau kanan ketika syair lagu dinyanyikan.
Tari saman tidak menggunakan musik loh, hanya syair yang dinyanyikan serta suara
tepukan tangan, dada, dan paha.
Para penari saman memakai kostum seragam khas Aceh: bulan teleng di
kepala, penutup leher, dan gelang di kedua pergelangan tangan. Sebelum menari,
para penari duduk berbaris memanjang ke samping dengan lutut ditekuk. Syeikh
duduk di tengah-tengah para penari lainnya kemudian menyanyikan syair atau lagu
yang diikuti dengan berbagai gerakan oleh penari yang lain.

C. Makna dan Fungsi

Tari Saman dijadikan sebagai media dakwah. Sebelum Saman dimulai, tampil
pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat. Pemuka adat memberikan
nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Syair-syair yang
di antunkan dalam tari Saman juga berisi petuah-petuah dan dakwah.Namun
dewasa ini, fungsi tarian saman menjadi bergeser. Tarian ini jadi lebih sering
berfungsi sebagai media hiburan pada pesta-pesta, hajatan, dan acara-acara
lain.1. Pada tari Saman, terdapat 5 macam nyanyian : Rengum, yaitu sebagai
pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya
keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir
langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya,
antara lain berupa pujian kepada seseorang yang diumpamakan, bisa kepada
benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan.2. Dering, yaitu rengum yang segera
diikuti oleh semua penari.3. Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang
dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.4. Syek, yaitu lagu
yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking,
biasanya sebagai tanda perubahan gerak.5. Saur, yaitu lagu yang diulang bersama
oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo. D. Gerakan

Tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam
tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama
Islam, syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan
kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi
memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat
religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan
dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.Tarian Saman termasuk salah satu tarian
yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-
gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak
ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil
bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis.
Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari
Saman menarik.Penari Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan
atau puluhan laki-laki. tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan
selanjutnya, tarian ini juga dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain
mengatakan tarian ini ditarikan kurang dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2
orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, perkembangan di
era modern menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila
ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Di sinilah peran Syeikh, ia
harus mengatur gerakan dan menyanyikan syair-syair tari Saman. D. Kostum atau
busana khusus saman terbagi dari tiga bagian yaitu:

Pada kepala: bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua
segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.
Pada badan: baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang
putih, hijau dan merah, bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait,
baju bertangan pendek) celana dan kain sarung. Pada tangan: topeng gelang,
sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi
mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas para
pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan,
keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.

Demikianlah informasi mengenai Tari Saman ( Sejarah Gerakan Dan


Maknanya ) . Baca juga informasi lainya seperti Tari Merak Sejarah Dan Gerakan
Dasarnya . Terima Kasih

Share to:

Google+ Facebook Twitter

Related Articles :

Tari Saman ( Sejarah Gerakan Dan Maknanya )Tari Saman ( Sejarah


Gerakan Dan Maknanya ) - Tari Saman . Tari saman punya banyak nama.
Bukan hanya tari seribu tangan, tapi juga Sam ...

1 comments:

1.
Konveksi Seragamtop

siip artikelnya semoga kebudayaan kesenian indonesia selalu terjaga kelestariannya .......
salam sukses selalu dari http://tailorelegant.blogspot.co.id/

Balas

Muat yang lain...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Popular

Pengertian Tari Modern ( Jenis ,Sejarah Dan Tokoh )

Pengertian Tari Kreasi Baru Dan Contohnya

Tari Merak Sejarah Dan Gerakan Dasarnya

Pengertian Tari Kontemporer Dan Contohnya

Tari Saman ( Sejarah Gerakan Dan Maknanya )

Macam Tari Dari Jawa Tengah

Pengertian Tari Nusantara Dan Contohnya

Tari Serimpi ( Sejarah Makna Dan Jenisnya)

Pengertian Drama Tari Dan Contohnya

Pengertian Dan Sejarah Seni Tari Indonesia

Category
Drama Tari Macam - Macam Jenis Tari Pengertian Tari Pengertian Tari Kontemporer
Pengertian Tari Kreasi Baru Pengertian Tari Modern Tari Gambyong Tari Jaipong Tari
Jawa Tengah Tari Kipas Pakarena Tari Klasik Tari Merak Tari Nusantara Tari Remo Tari
Saman Tari Serimipi Tari Tradisonal

Recent Post