0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan5 halaman

Pencetakan Diagnostik dan Warna Gigi

Teknik diagnostik pencetakan gigi membantu dalam mendiagnosa dan perencanaan perawatan dengan menghasilkan model diagnostik yang akurat. Teknik ini melibatkan pemilihan sendok cetak yang sesuai dan teknik penekanan selektif antara gigi dan jaringan pendukung saat pencetakan. Sistem Munsell digunakan untuk menyesuaikan warna gigi tiruan dengan menentukan hue, chroma, dan value secara benar berdasarkan shade guide standar.

Diunggah oleh

AhmadFardan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan5 halaman

Pencetakan Diagnostik dan Warna Gigi

Teknik diagnostik pencetakan gigi membantu dalam mendiagnosa dan perencanaan perawatan dengan menghasilkan model diagnostik yang akurat. Teknik ini melibatkan pemilihan sendok cetak yang sesuai dan teknik penekanan selektif antara gigi dan jaringan pendukung saat pencetakan. Sistem Munsell digunakan untuk menyesuaikan warna gigi tiruan dengan menentukan hue, chroma, dan value secara benar berdasarkan shade guide standar.

Diunggah oleh

AhmadFardan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LO 1 Pencetakan diagnostik

Pengertian
Pencetakan diagnostik adalah pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan suatu
bahan cetak yang kemudian di cor dengan menggunakan dental stone yang menghasilkan
suatu model diagnostik yang merupakan hasil tiruan yang akurat dari gigi dan batas jaringan.
Tujuan
a. Membantu dalam mendiagnosa dan rencana perawatan
b. Untuk gambaran gigi tiruan ya g akan dibutuhkan
c. Sebagai tambahan pemeriksaan oral
d. Mengethui lengkung rahang yang terdapat kehilangan gigi (ruang kehilangan gigi)
e. Untuk mengetahui perluasan daerah pendukung gigi tiruan
Teknik pencetakan
Perlu memperhatikan pemilihan sendok cetak
a. Sendok cetak harus sesuai dengan lengkung rahang, bila diletakkan dalam mulut
harus ada selisih ruangan 4-5 mm
b. Harus sesuai dengan bahan cetak yang akan digunakan. Contohnya pada bahan cetak
alginat sendok cetak harus yang berlubang
Teknik mencetak dengan penekanan yang selektif antara gigi dan jaringan pendukung :
a. Teknik mukokompresi : jaringan lunak mulut dibawah penekanan. Pencetakan
dilakukan dengan menggunakan bahan yang mempunyai viskositas tinggi, sehingga
tekanan lebih dibutuhkan ke arah mukosa dibawahnya
b. Teknik mukostatis : jaringan lunak mulut berada dalam keadaan istirahat. Pencetakan
dilakukan dengan menggunakan bahan yang mempunyai viskositas yang sangat
rendah dimana hanya sejumlah kecil tekanan yang dibutuhkan, sehingga pada
keadaan ini sedikit atau tidak ada sama sekali terjadi pergerakan mukosa.
Sumber Siswarni, MZ .2009. diagnosa dan perawatan pendahuluan. Medan : USU Press

LO 5 Penentuan Warna
Sistem warna Munsell merupakan suatu sistem untuk menyesuaikan warna gigi tiruan
dengan warna asli dalam kedokteran gigi. Untuk menetapkan suatu warana tanpa kesalahan
perlu digunakan tiga parameter yaitu hue, chroma, dan value yang menjadi standard untuk
menggambarkan warna gigi.
Gambar . Sistem warna Munsell
1. Hue
Hue berhubungan terhadap karakteristik warna yang memberikan suatu identifikasi
dan perbedaan dari suatu warna terhadap warna yang lainnya. Munsell menggunakan symbol
untuk mendesain 10 sektor hue yaitu R, YR, Y, GY, G, BG, B, PB, P, dan PR. R untuk merah,
YR untuk merah-kuning, Y untuk kuning, GY untuk kuning-ungu, G untuk hijau, BG untuk
hijau-biru, B untuk biru, PB untuk biru-ungu dan P untuk ungu.

2. Chroma
Chroma adalah suatu kualitas yang membedakan warna yang kuat dari satu warna
yang lemah. Chroma merupakan intensitas warna yang memisahkan hue dari value. Chroma
menunjukkan sejumlah warna dalam hue, dihubungkan sebagai lingkaran dari pusat seperti
jari-jri dalam kumparan. Jika warna memiliki konsentrasi yang kuat pada pigmen hue, maka
warnanya kuat. Skala chrome dari /0 untuk abu-abu - netral ke /10, /12, /14 dan seterusnya.

3. Value.
Value adalah kualitas warna yang digambarkan dengan istilah gelap dan terang yang
berhubungan dengan pencahayaan. Hal ini merupakan tingkat kecerahan. Value merupakan
parameter fotometrik yang diasosiasikan dengan pemantulan total yaitu kecerahan atau
kegelapan warna. Value menunjukkan tingkat kecerahan atau kegelapan warna yang
dihubungkan dengan skala abu-abu normal yang meluas dari hitam absolute ke putih
absolute. Symbol 0 untuk hitam absolute, symbol 10 untuk putih absolute, symbol 5 untuk
abu-abu sedang dan semua warna chromatic antara hitam absolute dan putih absolute.
Gambar . Tabel warna value dan chroma
Sumber : Annusavice. 2003. Buku Ajar Ilmu Kedokteran Gigi. Jakarta: EGC.

Prosedur:
Teknik ini menggunakan beberapa shade guide yang disusun berdasarkan hue,
chrome, value cincin tabung enamel dan dentine yang merupakan standard satuan shade
guide yang berasal dari pabrik. Pemilihan warna dengan system Munsell dimulai denagn
langkah hue, value, dan chroma.
1. Langkah Hue
Langkah dalam memilih hue adalah
a. Hal penting pertama kali dalam memilih warna gigi adalah ketika pasien duduk pertama
kali dikursi unit, pilih sumber cahaya dari berbagai cahaya yang berada disekeliling
pasien.
b. Perhatikan sekeliling mulut secara misalnya mahkota gigi, akhiran servikal dan tepi
insisal. Buat taksiran umum hue, gigi umumnya coklat, kuning, atau abu-abu.
c. Gunakan shade guide yang disusun berdasarkan hue yaitu shade guide yang memiliki 4
warna dasar yaitu A, B, C, dan D. A menunjukkan warna kecoklatan, B warna
kekuningan, C warna keabu-abuan dan D warna semu merah jambu. Lampu dihidupkan
pada jarak 20 cm dari lengkung gigi dan shade guide disusun dengan 4 warna dasar,
masing-masing 2 diseberang dan 2 diseberangnya.
d. Mata operator kemudian diistirahatkan dengan melihat kea rah latar belakang warna biru.
Kuning yang umumnya warna gigi dapat diimbangi dengan warna biru sebagai warna
komplementer. Melihat kea rah latar belakang biru kira-kira 1 menit meningkatkan
kesensitifan mata terhadap warna kuning.
e. Jika hue telah ditetapkan, misalkan pilihan adalah A, dan ketiga warna dasar lainnya
diletakkan di samping. Menentukan hue dilakukan dengan mengobservasi bagian servik
gigi. Melihat ke bagian servik dapat meningkatkan penerimaan chroma sementara
melihat ke insisal dapat menurunkan penerimaan chroma, sehingga lebih sulit
mendapatkan hue. Bila kaninus ada, itulah gigi yang paling baik untuk memilih hue
karena memiliki chroma yang paling tinggi
2. Langkah Chroma
Langkah dalam memilih chroma adalah:
a. Pilih chroma berdasarkan hue yang telah ditetapkan. Chroma dari hue dipilih dengan
membandingkan shade guide dengan bagian tengah gigi, bila tidak sesuai warna dasar
diturunkan. Hal ini lebih mudah karena yang ada hanya chroma yang berbeda pada hue
yang sama.
b. Gunakan shade guide yang disusun berdasarkan hue, dibagi lagi atas chroma, misalnya A
terbagi atas A1, A2, A3 dan A4 yan memiliki hue yang sama tetapi berbeda chroma. Hal
yang sama juga untuk B, C, dan D. misalnya chroma yang dipilih adalah A2.
c. Mata istirahatkan lagi dengan melihat kea rah latar belakang warna biru sebagai warna
komplementer. Perbedaan chroma warna dasar yang sama sangat dekat satu sama lain
pada shade guide buatan pabrik, dapat membingunkan dalam menyesuaikan warna.
d. Jika chroma telah ditetapkan, pilih warna dentin dan enamel dengan cincin warna dentin
dan enamel. Sesuaikan waran dentin dengan cincin warna dentin. Kadang-kadang perlu
dilakukan perbaikan, nomor chroma dentin yang dipilih dicatat. Gunakan latar belakang
biru lagi untuk mengistirahatkan mata.
e. Sesuaikan warna enamel dengan cincin warna enamel. Observasi harus dilakukan pada
bagian insisal gigi yang enamelnya lebih tebal dan nomor enamel dicatat.
3. Langkah value
Langkah dalam memilih value adalah:
a. Pilih value dengan memicingkan mata. Memicinkan mata menyebabkan rods pada mata
lebih sensitive dari pada cones terhadap warna, rods bertanggung jawab membantu
menentukan value. Hindari pertimbangan terhadap hue dan chroma.
b. Gunakan shade guide yang disusun berdasarkan value yang merupakan buatan pabrik.
c. Value yang telah dipilih digunakan untuk memilih porselen yang inti. Ini adalah tahap
kritis untuk memilih value yang lebih penting daripada pilihan hue. Bila value ini salah,
efeknya akan kurang baik untuk warna bagian servik gigi. Teknik ini dapat dibantu
dengan penggambaran peta corak gigi (dental shape tab).
Gambar . Dental Shape Tab
Sumber : Anggreini, F. 2003. Teknik Penentuan Warna dengan Sistem Munsel pada Restorasi
Porselen. Medan: USU.

Anda mungkin juga menyukai