Anda di halaman 1dari 22

1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Pelajaran : Praktek Dasar Instalasi Listrik
Kelas/Semester : XI/1
Sub Materi Pokok : Instalasi Penerangan Listrik
Sub Materi : APP
Jumlah Pertemuan : 3 Pertemuan
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

A. Kompetensi Dasar
1. Menjelaskan prinsip kerja secara rinci KWH Meter dan MCB
2. Membuat diagram pengawatan rangkaian KWH Meter, MCB
3. Merangkai dan mengoperasikan KWH Meter dan MCB serta
komponen instalasi penerangan.
4. Mampu memasang sambungan rumah (SR) dan alat pelindung diri
(APP)

B. Indikator

1. Menjelaskan pengertian KWH Meter dan MCB


2. Menjelaskan prinsip kerja KWH Meter dan MCB
3. Menunjukan secara benar komponen komponen yang terdapat pada
KWH Meter dan MCB.
4. Merancang diagram pengawatan sambungan rumah (SR) dan alat
pelindung diri (APP).
5. Merencanakan alat dan bahan untuk pemasangan sambungan rumah
(SR) dan alat pelindung diri (APP)
6. Memasang komponen SR dan APP.
7. Menguji rangkaian instalasi SR dan APP.
8. Menganalisa fungsi dan kerja dari KWH Meter dan MCB serta
komponen instalasi penerangan lain.
9. Membuat laporan pemasangan SR dan APP.

C. Materi Pembelajaran
2

PENGERTIAN KWH METER

KWH meter merupakan suatu alat ukur yang banyak dipakai baik di
lingkungan perumahan, perkantoran maupun industri. Alat ukur ini sudah
mengalami perkembangan yang begitu luar biasa dalam beberapa tahun
terakhir ini. Pada awalnya, fungsi utama dari KWH meter ialah untuk
menghitung pemakaian energi listrik. Dengan perkembangan teknologi
yang luar biasa, maka KWH meter berkembang menjadi suatu alat ukur
otomatis yang bisa mengirimkan hasil pengukurannya kepada perusahaan
listrik yang bersangkutan.

Fungsi fungsi kWh adalah :

1. Pembatas daya yang digunakan oleh pelanggan (sesuai dengan


kontrak pemasangan)
2. Mencatat daya yang dipakai oleh konsumen. Karena itu ada
yang menyebutnya kWh Meter atau Meteran Listrik (kWh :
kilowatt hour)
3. Saklar utama pemutus aliran listrik bila terjadi kelebihan
pemakaian daya oleh pelanggan, adanya gangguan hubung
singkat dalam instalasi listrik rumah pelanggan atau sengaja
dimatikan untuk keperluan perbaikan instalasi listrik rumah.

Secara matematis ditulis UI Cos t. Secara sekilas cara bekerjanya


adalah induksi megnetis oleh medan magnit yang dibangkitkan oleh arus
melalui kumparan arus terhadap disc (piring putar) kWh meter, dimana
induksi megnetis ini berpotongan dengan induksi mgnetis yang
dibangkitkan oleh arus melewati kumparan tegangan terhadap disc yang
sama.

Data dan Spesifikasi kwh meter, terdaftar pada papan nama yang
terpasang pada bagian dalam meter, isinya antara lain :
3

1. Nama / merk pabrik

2. Cara pengawatan

3. Tipe meter

4. Nomor seri dan tahun pembuatan

5. Data teganggan pengenalan

6. Meter

A. PRINSIP DASAR kWh METER

Koppel putar dapat dibangkitkan terhadap disc karena induksi


magnetis kedua medan magnit tersebut diatas bergeser fasa sebesar 90 0
satu terhadap lainnya (azas Ferrari). Hal ini dimungkinkan dengan
konstruksi kumparan tegangan dibuat dalam jumlah besar gulungan
sehingga dapat dianggap inductance murni.
4

Gambar 1A. Prinsip suatu meter penunjuk

Energi listrik arus B B (jenis induksi)


5

Gambar 1B Arus arus Eddy pada suatu piringan

GAMBAR 1

Keterangan Gambar :

M = Magnit permanent

Cp = inti besi kumparan tegangan

Wp = kumparan tegangan yang dapat dianggap sebagai


reaktansi murni, karena lilitan cukup besar

Cc = Inti besi kumparan arus

Wc = kumparan arus

Ip = arus yang mengalir melalui Wp

I = Arus beban yang mengalir melalui Wc

F = Kumparan penyesuaian fasa yang diberi tahanan R


6

RGS = Register

1L & 2S = Terminal sumber daya masuk

2L & 1S = Terminal daya keluar

B. DIAGRAM PENGAWATAN KWH METER 1 FASA


7

C. Klasifikasi kWh Meter Dan Batas Kesalahan.

Klasifikasi kWh meter dibagi dalam 3 klas :

1. kWh meter kelas 0,5 dipakai sebagai meter standard


2. Kwh meter kelas 1 dipakai untuk pengukuran skunder (memakai
trafo ukur)
3. kWh meter kelas 2 dipakai untuk pengukuran primer (tanpa
trafo ukur)

Batas batas kesalahan kWh meter yang ditentukan oleh kamar


tera PLN (atas kebijaksanaan PLN Wilayah/Distribusi setempat)

Arus Faktor Kerja Batas kesalahan kWh meter dalam %

Kl 2 Kl 1 Kl 0,5

100% In 11 + 0 .. + + 0 . + +0 .. +
2 1 0,5*
100% In 0,5 (ind)
+ 0 ...+ + 0 . + +0 .+
50% In 1
2 1 0,8*
50% In 0,5 (ind)
+ 0 + + 0 . + +0 .+ 0,5
10% In 1 2 1 +

5% In 1 + 0 + + 0 . + +0 .+ 0,8
2 1 +
8

+ 0 + + 0 . + +0 .+ 0,5
2 1 +

+ 0 .+ + 0 . + +0 .+ 1
2,5 1,5

Keterangan :

Tanda * : Titik 2 kesalahan yang biasa dirobah, bila


menyimpang dari batas yang ditentukan.

Tanda + : Titik 2 kesalahan yang tidak boleh dirubah, bila


menyimpang batas yang ditentukan

D. ALAT BANTU kWh METER

Ada tiga alat bantu yang digunakan dalam pengukuran dengan kWh
meter :

a. Current transformator (trafo Arus)


b. Potensial transformator (Trafo tegangan)
c. Time switch

Tidak semua alat Bantu tersebut harus dipasang pada suatu


pengukuran kWh meter, hal tersebut tentu tergantung dari kebutuhan
untuk pengukuran itu sendiri. Maksud dari penggunaan alat bantu kWh
meter adalah untuk menyederhanakan disain pemuatan kWh sehingga :

a. Dengan satu jenis kWh meter yang tertentu dapat


digunakan untuk pengukuran dari beberapa macam besarnya daya
listrik.
9

b. Untuk pengukuran tarif ganda maka didesain dengan coil


perubahan register yang menggunakan relay komando dari luar
(Time Switch)

c. Supaya kWh meter dapat digunakan untuk pengukuran


energi listrik baik pada sistem tegangan rendah maupun pada
sistem tegangan menengah juga pada sistem tegangan tinggi

d. Untuk mempermudah pemasangan dan penempatan kWh


meter

1. MCB(Miniature Circuit Breaker)

MCB adalah singkatan dari Miniature Circuit Breaker, Fungsi MCB


adalah sebagai peralatan pengaman terhadap gangguan hubung singkat ,
menggantikan fungsi sekring. Sebagai pengaman hubung singkat sekring
maupun MCB akan 'trip', lepas atau mati jika terjadi gangguan hubung
singkat.

MCB selain digunakan sebagai pengaman hubung singkat juga


digunakan sebagai pengaman beban lebih. Dalam instalasi rumah MCB
digunakan sebagai alat pembatas yakni membatasi arus yang mengalir
dari jaringan PLN ke rumah pelanggan. Misal pelanggan 450 VA, maka
pada APP dipasang MCB 2 Amper, pada pelanggan 900 VA pada APP
dipasang MCB 4 Amper dan pada pelanggan 1300 VA pada APP dipasang
MCB 6 Amper.

Jadi MCB yang dipasang pada APP berfungsi sebagai pembatas arus,
sedang MCB yang dipasang pada kotak sekring atau PHB (papan hubung
bagi) berfungsi sebagai pengaman hubung singkat.
10

Nilai MCB yang ada dipasaran terbagai menjadi 2 bagian 1 phasa


(220V) dan 3 phasa (380V) dan dibatasi dengan Arus yang membatasinya.

Untuk yang 1 phasa ( 220V) terdiri dari:

1. 2A, 4A, 6A,10A,16A,20A,25A, 32A, 40A, 50A dan 63A.


Untuk yang 3 phasa (380V) terdiri dari:

2. 10A, 16A, 20A, 25A, 32A, 40A, 50A, dan 63A.

MCB terdapat berbagai jenis untuk berbagai macam kebutuhan


pemutusan arus listrik. Menurut phasa, ada 1phasa, 2phasa, 3phasa, dan
menurut jenis peralatan yang akan diproteksi misal: instalasi motor
3phasa, instalasi tenaga, dll masing-masing berbeda jenis dan ratingnya.
MCB biasanya digunakan oleh PLN sebagai pembatas daya pada
pelanggan pelanggan daya rendah (daya 450VA 33.000VA). Letaknya
dibawah kWh meter dan didalam panel bagi instalasi (biasanya didalam
ruangan).
MCB merupakan sebuah pengaman yang bekerja berdasarkan prinsip
Bimetal, dengan beberapa elemen operasi yaitu :
1. Terminal trip (Bimetal)
2. Elektromagnetik trip (coil)
3. Pemadam busur api
4. Mekanisme pemutusan
Berdasarkan konstruksinya, maka MCB memiliki dua cara pemutusan
yaitu : pemutusan berdasarkan panas dan berdasarkan elektromagnetik.

1.Pemutusan berdasarkan panas dilakukan oleh batang bimetal,


yaitu : perpaduan dua buah logam yang berbeda koefisien muai
logamnya. Jika terjadi arus lebih akibat beban lebih, maka bimetal akan
11

melengkung akibat panas dan akan mendorong tuas pemutus tersebut


untuk melepas kunci mekanisnya. Hal ini menyebabkan MCB trip.

2.Pemutusan berdasarkan ektromagnetik dilakukan oleh koil, jika


terjadi hubung singkat maka koil akan terinduksi dan daerah sekitarnya
akan terdapat medan magnet sehingga akan menarik poros dan
mengoperasikan tuas pemutus. Untuk menghindari dari efek lebur, maka
panas yang tinggi dapat terjadi bunga api yang pada saat pemutusan
akan diredam oleh pemadam busur api (arc-shute) dan bunga api yang
timbul akan masuk melalui bilah-bilah arc-shute tersebut.

Keuntungan sebuah pengaman otomatis adalah dapat segera digunakan


lagi setelah terjadi pemutusan, dalam pengaman otomatis terdapat
kopeling jalan bebas karena kopeling ini otomatnya tidak bisa digunakan
kembali kalau gangguanya belum diperbaiki.
Sifat dari MCB adalah :
a. Arus beban dapat diputuskan bila panas yang ditimbulkan melebihi dari
panas yang di izinkan
b. Arus hubung singkat dapat diputuskan tanpa adanya perlambatan
c. Setelah dilakukan perbaikan , maka MCB dapat digunakan kembali.

Keterangan gambar :
1. Tuas aktuaror operasi On-Of
2. Mekanisme Actuator
3. Kontak penghubung
4. Terminal Input-Output
12

5. Batang Bimetal
6. Plat penahan & penyalur busurapi
7. Solenoid / Trip Coil
8. Kisi-kisi pemadam busur api

2. Sambungan Pelayanan Tegangan Rendah ( SP TR ) atau


Sambungan Rumah( SR )

Sambungan pelayanan tegangan rendah ( SP TR ) disebut juga


dengan sambungan rumah (SR) ialah bagian dari jaringan tegangan
rendah (JTR) yang menghubungkan saluran tegangan rendah (STR)
sampai dengan APP (lihat gambar 1)

Pengaman tipe MCB

MCB ( Miniature Circuit Breaker) adalah komponen dalam instalasi listrik


rumah yang mempunyai peran sangat penting. Komponen ini berfungsi
sebagai system proteksi dalam instalasi listrik bila terjadi beban lebih dan
hubung singkat arus listrik ( short circuit atau korsleting). Kegagalan
fungsi dari MCB ini berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan
seperti timbulnya percikan api karena hubung singkat yang akhirnya bisa
menimbulkan kebakaran. Dalam artikel kami sebelumnya, Mengenal
Peralatan Instalasi Listrik Rumah ada dijelaskan secara singkat

fungsi MCB ini dan lokasi dimana MCB ini terpasang.

Pada instalasi listrik rumah, MCB terpasang di kWh meter listrik PLN dan
juga di MCB Box . Jadi sebenarnya kita kenal baik dengan komponen ini,
setidaknya tahulah bentuk dan dimana lokasinya. Tentunya karena setiap
terjadi listrik di rumah anjlok disebabkan kelebihan pemakaian daya
listrik atau korsleting, maka yang pasti dicari untuk menyalakan listrik PLN
adalah MCB yang ada di kWh meter atau MCB Box.
13

Artikel ini akan membahas mengenai MCB ini secara lebih dalam dan
lengkap. Sedikit teori dan beberapa istilah teknis kami munculkan sebagai
pendukung penjelasan, dan semoga masih bisa dimengerti dengan
mudah.

Fungsi MCB

Simbol MCB & Toggle Switch Bila kita perhatikan secara lebih detail, pada
bagian depan MCB akan ada gambar simbol seperti gambar disamping ini.
Simbol tersebut merupakan simbol yang umum dipakai dalam gambar
listrik sebagai legenda yang menjelaskan fungsi dari peralatan listrik
tersebut. Sedangkan angka 1 dan 2 menunjukkan nomor terminal pada
MCB sebagai tempat koneksi kabel listrik. Pada angka 1 atau bagian atas
umumnya disambungkan dengan kabel incoming dan pada angka 2 atau
bagian bawah disambungkan dengan kabel outgoing .

Dari simbol tersebut, terlihat MCB mempunyai tiga

macam fungsi yaitu :

1. Pemutus Arus (simbol x dengan garis miring ke kiri) . MCB ini


mempunyai fungsi sebagai pemutus arus listrik ke arah beban. Dan
fasilitas pemutus arus ini bisa dilakukan dengan cara manual ataupun
otomatis.

Cara manual adalah dengan merubah toggle switch yang ada didepan
MCB (biasanya berwarna biru atau hitam) dari posisi ON ke posisi OFF
dan bagian mekanis dalam MCB akan memutus arus listrik. Hal ini
dilakukan bila kita ingin mematikan sumber listrik di rumah karena adanya
keperluan perbaikan instalasi listrik rumah. Istilah yang biasa dipakai
adalah MCB Switch Of. Sedangkan MCB akan otomatis OFF bila
dideteksi terjadi arus lebih, disebabkan karena beban pemakaian listrik
yang lebih, atau terjadi gangguan hubung singkat, oleh bagian didalam
MCB dan memerintahkan MCB untuk OFF agar aliran listrik terputus.
14

Istilah yang biasa dipakai adalah MCB Trip . Bagian-bagian di dalam MCB
tersebut akan dijelaskan pada poin 2 dan 3 berikut.

2. Proteksi Beban Lebih ( overload) (simbol seperti kotak dengan sisi


terbuka di kiri) Fungsi ini akan bekerja bila MCB mendeteksi arus listrik
yang melebihi rating-nya. Misalnya, suatu MCB mempunyai rating arus
listrik 6A tetapi arus listrik aktual yang mengalir melalui MCB tersebut
ternyata 7A, maka MCB akan trip dengan delay waktu yang cukup lama
sejak MCB ini mendeteksi arus lebih tersebut.

Bagian di dalam MCB yang menjalankan tugas ini adalah sebuah strip
bimetal . Arus listrik yang melewati bimetal ini akan membuat bagian ini
menjadi panas dan memuai atau mungkin melengkung. Semakin besar
arus listrik maka bimetal akan semakin panas dan memuai dimana pada
akhirnya akan memerintahkan switch mekanis MCB memutus arus listrik
dan toggle switch akan pindah ke posisi OFF. Lamanya waktu
pemutusan arus ini tergantung dari besarnya arus listrik. Semakin besar
tentu akan semakin cepat. Fungsi strip bimetal ini disebut dengan
Thermal Trip . Saat arus listriknya sudah putus, maka bimetal akan
mendingin dan kembali normal. MCB bisa kembali mengalirkan arus listrik
dengan mengembalikan ke posisi ON.

3. Proteksi Hubung Singkat ( Short Circuit ) (symbol lengkungan) Fungsi


proteksi ini akan bekerja bila terjadi korsleting atau hubung singkat arus
listrik. Terjadinya korsleting akan menimbulkan arus listrik yang sangat
besar dan mengalir dalam

sistem instalasi listrik rumah. Bagian MCB yang mendeteksi adalah bagian
magnetic trip yang berupa solenoid (bentuknya seperti coil/lilitan),
dimana besarnya arus listrik yang mengalir akan menimbulkan gaya tarik
magnet di solenoid yang menarik switch pemutus aliran listrik. Sistem
kerjanya cepat, karena bertujuan menghindari kerusakan pada peralatan
listrik. Bayangkan bila bagian ini gagal bekerja. Bagian bimetal strip
15

sebenarnya juga merasakan arus hubung singkat ini, hanya saja reaksinya
lambat sehingga kalah cepat dari solenoid ini. Bila MCB trip karena
overload seperti pada poin 2, maka kita cukup mengurangi pemakaian
listrik dengan memutuskan sebagian beban peralatan listrik. Setelah itu
MCB bisa kita ON kan kembali. Tetapi perlu kita beri waktu sekitar 1 atau
2 menit untuk bimetal Kembali normal lebih dahulu.

D. Alokasi Waktu

Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu

1. Pendahuluan 20 menit

2. Siswa
menjawab
sapaan guru,
berdoa, dan
mengondisikan
diri siap belajar

3. Guru dan siswa


bertanya jawab
berkaitan
dengan teks
16

laporan hasil
observasi dan
teks deskripsi

4. Guru
menyampaikan
tujuan
pembelajaran
dan
memberikan
penjelasan
tentang manfaat
menguasai
materi
pembelajaran.

5. Guru
menyampaikan
pokok-
pokok/cakupan
materi
pembelajaran

6. Guru membagi
siswa menjadi
beberapa
kelompok

1. Inti Mengamati 80 menit

1. Siswa mengamati bentuk fisik


peralatan instalasi penerangan
listrik yang digunakan manusia
dalam aktivitas kesehariannya

2. Siswa memahami karakterstik


peralatan instalasi penerangan
listrik yang digunakan oleh
manusia dalam kehidupannya.
17

3. Siswa memperhatikan langkah-


langkah pemasangan instalasi
penerangan listrik dengan
kelompoknya

4. Siswa menganalisis bagaimana


proses pemasangan instalasi
penerangan listrik yang baik dan
benar bersama kelompok
belajarnya.

Menanya

1. Siswa berdiskusi macam-macam


peralatan instalasi penerangan
listrik dengan kelompok yang
sudah ditentukan

2. Siswa berdiskusi prinsip kerja


peralatan instalasi penerangan
listrik dengan tenang dan
semangat.

3. Siswa berdiskusi bagaimana


pemasangan instalasi
penerangan listrik yang baik dan
benar

Menalar 60 Menit

1. Siswa menjelaskan instalasi


penerangan listrik

2. Siswa menyebutkan macam-


18

macam peralatan instalasi


penerangan listrik

3. Siswa menyebutkan peralatan


instalasi penerangan listrik

4. Siswa menjelaskan prinsip kerja


peralatan instalasi penerangan
listrik

5. Siswa menyebutkan tahap-tahap


pemasangan instalasi
penerangan listrik

Mencoba/mencipta

1. Siswa mencoba memasangkan


peralatan-peralatan sesuai
dengan Prosedur yang baik dan
benar secara berkelompok

Menyajikan/Mengkomunikasikan

1. Siswa melaporkan hasil


pemasangan intalasi
penerangan listrik yang
dipraktekkan

2. Siswa membuat laporan dalam


bentuk tertulis dengan format
yang ditentukan oleh guru

1. Penutup

2. Siswa dengan bimbingan


guru menyimpulkan
materi pembelajaran
19

3. Siswa melaksanakan
evaluasi

4. Siswa merefleksi
penguasaan materi yang
telah dipelajari dengan
membuat catatan
penguasaan materi.

5. Siswa menyimak
informasi mengenai
rencana tindak lanjut
pembelajaran berikutnya

20 menit

E. Alat/ Media/ Sumber Belajar


Media
- Power Point
Alat
- Infokus
- laptop
- Sumber Belajar / Jobsheet

F. Kegiatan Proyek
1. Judul Proyek :
Rangkaian Saklar Tukar Satu Lampu Dengan Menggunakan KWH
Meter dan MCB

2. Alokasi Waktu : 180 Menit.


3. Pelaksanaan Tugas : Kelompok

Langkah Kerja
20

1. Bentuklah Kelompok maksimal 3 orang.


2. Buatlah gambar perencanaan Rangkaian Saklar Tukar Satu Lampu
Dengan Menggunakan KWH Meter dan MCB.
3. Tunjukan pada guru hasil gambar rangkaian yang telah dibuat.
4. Apabila telah disetujui, Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
5. Rangkailah komponen sesuai dengan gambar perencanaan.
6. Setelah dirangkai, konsultasikan kepada guru hasil rangkaian untuk
diperiksa
7. Setelah disetujui nyalakan sumber tegangan dan nyalakan kedua
saklar secara bergantian.
8. Amati apa yang terjadi pada lampu dan piringan yang ada pada KWH
Meter
9. Matikan MCB, dan amati apa yang terjadi pada lampu dan saklra
10. Nyalakan kembali MCB dan amati kembali apa yang terjadi pada
lampu dan saklar.
11. Analisis hasil percobaan yang telah dilakukan.
12. Buatlah laporan sesuai dengan hasil percobaan.
9
8
7
6
5
4
3
2
1

11

15
14
13
12
10
NO
NAMA SISWA
Kerja sama

Disiplin

G. Rubrik penilaian proyek


KerjaKeselamatan

Pemakaian Alat

JawabTanggung

Point
Sikap Kerja

Kebersihan

Ketelitian

WaktuKetepatan

total
21

I
I
L
A
N
22

16
17
18
19
20
21
Rubrik penilaian :

Point A = 81 100 Pedoman penilaian

nilai=
point
Point B = 61 80 9
Point C = 41 60
Point D = 21 40
Point E = 1 20