Anda di halaman 1dari 41

MODUL 1

BILANGAN REAL

Disusun oleh:

Ani Ismayani S.Pd

1
KATA PENGANTAR

Tidak dapat dipungkiri kemampuan berhitung aritmatika banyak diperlukan dan


digunakan dalam aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Konsep Operasi Bilangan
Real adalah salah satu kompetensi yang bisa melatih hal tersebut.

Modul pembelajaran ini dirancang untuk mengarahkan bagaimana siswa belajar


menguasai kompetensi Menerapkan Konsep Operasi Bilangan Real secara
mandiri, tanpa mengesampingkan kerjasama dalam bekerja kelompok.
Keberhasilan pembelajaran ditandai dengan adanya perubahan perilaku positif
pada diri siswa sesuai dengan standar kompetensi dan tujuan pendidikan.
Informasi tentang Konsep Operasi pada Bilangan Real disajikan secara garis
besar tetapi konseptual. Untuk pendalaman, dan perluasan materi, serta
pembentukan kompetensi kunci, dianjurkan siswa dapat memperoleh melalui
observasi di lapangan, studi referensi, diskusi, dan tutorial dengan guru.

Strategi penyajian modul dirancang agar belajar siswa tidak terfokus hanya
mempelajari satu sumber saja, tapi siswa didorong untuk melakukan eksplorasi
terhadap sumber-sumber belajar lain yang relevan. Melalui pendekatan ini,
diharapkan kompetensi dasar dan kompetensi kunci seperti kemampuan
komunikasi, kerjasama dalam tim, penguasaan teknologi informasi, pemecahan
masalah dan pengambilan keputusan dapat terbentuk pada diri siswa.

Cianjur, Januari 2006


Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................... ii
PETA KEDUDUKAN MODUL ......................................................... iii
GLOSARIUM ............................................................................. 2 iv

MODUL 1: OPERASI BILANGAN REAL

BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMELAJARAN
RENCANA BELAJAR SISWA ........................................................ 7
KEGIATAN BELAJAR .................................................................... 8
KEGIATAN BELAJAR 1 ........................................................... 8
KEGIATAN BELAJAR 2 ........................................................... 16
KEGIATAN BELAJAR 3 ........................................................... 22
KEGIATAN BELAJAR 4 ........................................................... 29
BAB III EVALUASI
EVALUASI KOMPETENSI ............................................................. 36
KUNCI EVALUASI ......................................................................... 37
BAB IV PENUTUP .......................................................................... 38

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 39

3
PETA MODUL MATEMATIKA

BIDANG KEAHLIAN : Rekayasa Perangkat Lunak


KELOMPOK PROGRAM KEAHLIAN : Teknik 1
MATA DIKLAT : Matematika

Kode Kompetensi Sub Kompetensi Judul Modul Keterangan

A Menerapkan Menerapkan operasi Operasi Modul 1


konsep pada bilangan Bilangan Real
operasi real
bilangan real Menerapkan operasi
pada bilangan
berpangkat
Menerapkan operasi
pada bilangan
irasional (bentuk
akar)
Menggunakan
konsep logaritma
B Menerapkan Menerapkan konsep Aproksimasi Modul 2
konsep kesalahan
aproksimasi pengukuran
Menerapkan konsep
operasi hasil
pengukuran
C Mengaplikasika 1. Menentukan Persamaan dan Modul 3
n konsep himpunan Pertidaksamaan
persamaan dan penyelesaian
pertidaksamaan persamaan dan
pertidaksamaan
linear
2. Menerapkan
persamaan dan
pertidaksamaan
kuadrat
3. Menyelesaikan
sistem persamaan
D Menerapkan 1. Mendeskripsikan Matriks Modul 4
konsep matriks macam-macam
matriks
2. Menyelesaikan
operasi matriks
3. Menentukan
determinan dan
invers

4
E Menerapkan 1. Membuat grafik Program Linear Modul 5
konsep program himpunan
linear penyelesaian
sistem
pertidaksamaan
linear
2. Menentukan model
matematika dari
soal ceritera
(kalimat verbal)
3. Menentukan nilai
optimum dari
sistem
pertidaksamaan
linear, model
matematika
4. Menerapkan garis
selidik
F Menerapkan 1. Mendeskripsikan Logika Modul 6
konsep logika pernyataan dan Matematika
matematika bukan pernyataan
(kalimat terbuka)
2. Mendeskripsi kan
ingkaran,
konjungsi,
disjungsi, implikasi,
biimplikasi dan
ingkarannya
3. Mendeskripsi kan
invers, konvers dan
kontraposisi
1. Menerapkan
modus ponens,
modus tollens dan
prinsip silogisme
dalam menarik
kesimpulan

5
G Menerapkan 1. menentukan dan Trigonometri Modul 7
trigonometri menggunakan nilai
perbandingan
trigonometri suatu
sudut
2. mengkonversi
koordinat kartesius
dan kutub
3. menggunakan
aturan sinus dan
kosinus
4. menentukan luas
suatu segi tiga
5. menggunakan
rumus trigonometri
jumlah dan selisih
dua sudut
6. menyelesaikan
persamaan
trigonometri
H Mengaplikasika 1. Mendeskripsikan Relasi dan Modul 8
n konsep fungsi perbedaan konsep Fungsi
relasi dan fungsi
2. Menerapkan
konsep fungsi
linear
3. Menerapkan
konsep fungsi
kuadrat
4. Menerapkan
konsep fungsi
eksponen
5. Menerapkan
konsep fungsi
logaritma
6. Menerapkan
konsep fungsi
trigonometri

6
I Mengaplikasika 1. Mengidentifikasi Barisan dan Modul 9
n konsep pola bilangan Deret
barisan dan bilangan dan deret
deret 2. Menerapkan
konsep barisan
dan deret
aritmetika
3. Menerapkan
konsep barisan
dan deret geometri
J Menerapkan 1. Mengidentifikasi Geometri Modul 10
konsep sudut Dimensi Dua
geometri 2. Menentukan
dimensi dua keliling dan luas
daerah bidang
datar
3. menerapkan
transformasi
bangun datar
K Menerapkan 1. Mengidentifikasi Geometri Modul 11
konsep bangun ruang dan Dimensi Tiga
geometri unsur-unsurnya
dimensi tiga 2. Menghitung luas
permukaan
3. Menerapkan
konsep volum
bangun ruang
4. menentukan
hubungan antar
unsur-unsur dalam
bangun ruang
Menerapkan 1. menerapkan Vektor Modul 12
konsep vektor konsep vektor pada
bidang datar
L
2. menerapkan
konsep vektor pada
bangun ruang
M Menerapkan 1. Mendeskripsikan Peluang Modul 13
konsep teori kaidah
peluang pencacahan,
permutasi dan
kombinasi
2. Menghitung
peluang suatu
kejadian

7
N Mengaplikasika 1. Mengidentifikasi Statistika Modul 13
n konsep pengertian
statistika statistik, statistika,
populasi dan
sampel
2. Menyajikan data
dalam bentuk tabel
dan diagram
3. Menentukan
ukuran pemusatan
data
4. Menentukan
ukuran penyebaran
data
O Menerapkan 1. menerapkan Irisan Kerucut Modul 14
konsep irisan konsep lingkaran
kerucut 2. menerapkan
konsep parabola
3. menerapkan
konsep elips
4. menerapkan
konsep hiperbola

8
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi

Modul siswa tentang Penerapan Konsep Operasi Bilangan Real ini terdiri terdiri 4
bagian proses pemelajaran yang meliputi 4 sub kompetensi, yaitu :
1. Operasi pada bilangan real. Kegiatan belajar 1 membahas macam-macam
bilangan real, lengkap dengan sifat-sifat dan operasi yang berlaku pada
bilangan real.
2. Operasi pada bilangan berpangkat (eksponen). Pada kegiatan belajar 2
bilangan berpangkat dijelaskan dengan konsep yang berlaku.
3. Operasi pada bilangan irasional (bentuk akar). Pada kegiatan belajar 3,
bilangan real diklasifikasikan ke dalam bilangan rasional atau irasional.
4. Logaritma. Kegiatan belajar 4 membahas bentuk bilangan logaritma,
termasuk di dalamnya dijelaskan sifat-sifat bilangan lgaritma.
5. Evaluasi untuk kompetensi Penerapan Konsep Operasi Bilangan Real di
alokasikan waktu 2 jam pelajaran.

Setelah mempelajari modul ini , kompetensi yang di harapkan adalah siswa


dapat menerapkan Konsep Operasi Bilangan Real dalam memecahkan
permasalahan yang berhubungan perhitungan-perhitungan teoritis maupun
aplikatif.

Pendekatan yang digunakan dalam modul ini adalah pendekatan siswa aktif
melalui metode: pemberian tugas, diskusi memecahkan masalah dan presentasi.
Guru merancang pemelajaran yang memberikan kesempatan seluas-luasnya
pada siswa untuk berperan aktif dalam membangun konsep secara mandiri
maupun bersama-sama. Peran guru lebih sebagai fasilitator, disamping sebagai
tutor.

B. Prasyarat

9
Kemampuan awal yang diperlukan untuk mempelajari modul ini adalah siswa
telah mempelajari dan mengerti konsep dasar mengenai bilangan yang sudah
dikenal sejak Sekolah Dasar.

C. Petunjuk Penggunaan Modul


1. Penjelasan Bagi Siswa
a. Bacalah modul ini secara berurutan dari Kata Pengantar sampai Cek
Kemampuan, pahami benar isi dari setiap babnya.
b. Setelah anda mengisi Cek Kemampuan, apakah anda termasuk kategori
orang yang perlu mempelajari modul ini? Apabila anda menjawab YA, maka
pelajari modul ini. Jika TIDAK, Anda bisa langsung mengerjakan latihan-
latihan atau evaluasi di bagian akhir modul, maka acungan jempol layak bagi
Anda!
c. Laksanakan semua tugas-tugas yang ada dalam modul ini agar kompetensi
anda berkembang sesuai standar.
d. Buatlah rencana belajar anda dengan menggunakan format seperti yang ada
dalam modul, konsultasikan dengan guru dan institusi pasangan penjamin
mutu, hingga mendapat persetujuan.
e. Lakukan kegiatan belajar untuk mendapatkan kompetensi sesuai rencana
kegiatan belajar yang telah anda susun dan disetujui oleh guru dan institusi
pasangan penjamin mutu.
f. Setiap mempelajari satu sub kompetensi, anda harus mulai dari menguasai
pengetahuan pendukung (Uraian Materi), melaksanakan tugas-tugas,
mengerjakan lembar latihan.
g. Dalam mengerjakan Lembar Latihan, anda jangan melihat Kunci Jawaban
terlebih dahulu sebelum anda menyelesaikan Lembar Latihan.
h. Laksanakan Lembar Kerja untuk pembentukan keterampilan psikomotorik
sampai anda benar-benar terampil sesuai standar. Apabila anda mengalami
kesulitan dalam melaksanakan tugas ini, konsultasikan dengan guru anda.

2. Peran Guru

10
a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.
b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam
tahap belajar.
c. Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktek baru dan menjawab
pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa.
d. Membantu siswa dalam menentukan dan mengakses sumber tambahan lain
yang diperlukan untuk belajar.
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f. Merencanakan seorang ahli/ pendamping guru dari tempat kerja untuk
membantu jika diperlukan.
g. Melaksanakan penilaian.
h. Menjelaskan kepada siswa mengenai bagian yang perlu untuk dibenahi dan
merundingkan rencana pembelajaran selanjutnya
i. Mencatat pencapaian kemajuan siswa.

D. Tujuan Akhir
Spesifikasi kinerja yang diharapkan dikuasai siswa setelah mengikuti seluruh
kegiatan belajar adalah siswa dapat :
1. Menelaah dan menganalisa berbagai himpunan bilangan yang termasuk
bilangan real
2. Mampu menerapkan operasi-operasi yang berlaku pada bilangan real
3. Menelaah dan menganalisa operasi pada bilangan berpangkat
4. Menelaah dan menganalisa operasi pada bilangan bentuk akar
5. Menelaah dan menganalisa operasi pada bilangan logaritma

Berdasarkan spesifikasi kinerja diatas, kemungkinan aplikasi konsep operasi


bilangan real secara nyata di dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja
diantaranya aplikasi operasi hitung dalam berbagai transaksi bisnis atau
perdagangan, perhitungan-perhitungan yang membutuhkan ketelitian dengan
akurasi tertentu dengan menggunakan konsep eksponen atau logaritma, dan
sebagainya.

11
F. Cek Kemampuan

NO. PERTANYAAN YA TIDAK

1. Apakah Anda pernah mendengar istilah “bilangan real”

2. Tahukah Anda operasi yang berlaku pada bilangan real

3. Dapatkah Anda melakukan operasi penjumlahan,


pengurangan, perkalian, dan pembagian pada bilangan real

4. Tahukah Anda definisi bilangan berpangkat

5. Tahukah Anda definisi bilangan bentuk akar

6. Tahukah Anda definisi logaritma

Apabila Anda menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas,


pelajarilah materi tersebut pada modul ini. Apabila Anda menjawab
“YA” pada semua pertanyaan, maka lanjutkanlah dengan
mengerjakan tugas, tes formatif dan evaluasi yang ada pada modul
ini.

12
BAB II
PEMELAJARAN

A. Rancangan belajar Siswa

Sebagaimana telah diinformasikan dalam pendahuluan bahwa modul ini hanya


sebagian dari sumber belajar yang dapat anda pelajari untuk menguasai
kompetensi Konsep Bilangan Real untuk mengembangkan kompetensi anda
dalam substansi non instruksional, anda perlu melatih diri. Aktifitas yang
dirancang dalam modul ini selain mengembangkan kompetensi matematika juga
mengembangkan kompetensi substansi non instruksional. Untuk itu maka dalam
menggunakan modul ini anda harus melaksanakan tugas-tugas yang telah
dirancang dalam modul ini.

1. Buatlah rencana belajar anda berdasarkan rancangan pembelajaran yang


telah disusun oleh guru, untuk menguasai kompetensi Konsep Logika
Matematika, dengan menggunakan format sebagai berikut :
PENCAPAIAN ALASAN PARAF
NO. KEGIATAN PERUBAHAN BILA
TGL JAM TEMPAT DIPERLUKAN SISWA GURU

Mengetahui, Cianjur, .............................. 2006


Guru Pembimbing Siswa

(.............................) (.............................)

13
2. Rumuskan hasil belajar anda sesuai standar bukti belajar yang telah
ditetapkan.
a. Untuk penguasaan pengetahuan, anda dapat membuat suatu ringkasan
menurut pengertian anda sendiri terhadap konsep-konsep yang berkaitan
dengan kompetensi yang pernah anda pelajari. Selain ringkasan anda
juga dapat melengkapi dengan kliping terhadap informasi yang relevan
dengan kompetensi yang sedang anda pelajari.
b. Tahapan pekerjaan dapat anda tuliskan dalam diagram alir yang
dilengkapi dengan penjelasan.
c. Produk hasil praktik kegiatan ini produksi dapat anda kumpulkan berupa
contoh dan bentuk fisualisasinya.
d. Setiap tahapan proses akan diakhiri, lakukanlah diskusi dengan guru
pembimbing untuk mendapatkan persetujuan, dan apabila ada hal-hal
yang harus dibetulkan maka anda harus melaksanakan saran guru
pembimbing anda.

A. KEGIATAN BELAJAR

1. Kegiatan Belajar 1 (Bilangan Real)


a. Tujuan Kegiatan Belajar 1
Setelah mempelajari uraian kegiatan belajar ini, diharapkan Anda dapat:
1) Megelompokkan bilangan-bilangan ke dalam berbagai himpunan
bilangan
2) Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan real
3) Melakukan operasi perkalian dan pembagian pada bilangan rel
4) Melakukan konversi bilangan pecahan ke persen dan sebaliknya
5) Menghitung perbandingan skala

b. Uraian Materi Kegiatan Belajar 1


1) Berbagai sistem bilangan

14
Sistem matematika adalah himpunan unsur-unsur dengan operasi yang
didefinisikan. Operasi-operasi yang telah kita kenal antara lain:
"+ ","− ","× ","÷ "," ", dan logaritma. Sedangkan sebagian himpunan
dalam aljabar adalah himpunan-himpunan bilangan.
Himpunan-himpunan bilangan secara skematis terlihat seperti pada
bagan berikut:

Himpunan bilangan kompleks

Himpunan Himpunan
Bilangan Real Bilangan Imajiner

Himpunan Himpunan
Bilangan Rasional Bilangan Irasional

Himpunan Himpunan
Bilangan Bulat Bilangan Pecahan

Himpunan Himpunan
Bilangan cacah Bilangan Bulat negatif

Himpunan
Bilangan Asli Nol

Himpunan Himpunan (1)


Bilangan Prima Bilangan Komposit

Gambar 1.1

15
2) Pengertian Bilangan Real
Apakah bilangan real itu dan apa sifat-sifatnya? Untuk menjawabnya, kita
mulai dengan beberapa sistem bilangan yang sederhana berikut ini.

Bilangan-bilangan bulat dan rasional


Diantara sistem bilangan yang paling sederhana adalah bilangan-
bilangan asli ( = Natural),
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 2
Dengan bilangan ini kita dapat menghitung: buku-buku kita, teman-teman
kita, uang kita, dan lain sebagainya. Jika kita gandengkan negatifnya dan
nol, kita akan peroleh bilangan-bilangan bulat ( = dari bahasa Jerman,
Zahlen):
2, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 2
Bila kita mencoba mengukur panjang, berat benda, atau tegangan listrik,
bilangan-bilangan bulat tidak akan memadai. Bilangan ini terlalu kurang
untuk memeberikan ketelitian yang cukup dalam sebuah pengukuran.
Kita dituntut untuk juga mempertimbangkan hasil bagi (rasio) dari
bilangan-bilangan bulat, yaitu bilangan-bilangan seperti:
3 −7 21 19 16 −17
, , , , , ,2
4 8 5 −2 2 1
m
Bilangan-bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk , dimana m dan
n
n adalah bilangan bulat dan n ≠ 0 , disebut bilangan-bilangan rasional
( = Quotient ).
Apakah bilangan rasional berfungsi mengukur semua panjang? Fakta
yang mengejutkan ini ditemukan pertama kali oleh orang Yunani kuno
beberapa abad sebelum masehi. Mereka memperlihatkan bahwa
meskipun 2 merupakan panjang sisi miring sebuah segi tiga siku-siku
dengan sisi 1 , bilangan ini tidak dapat dituliskan sebagai suatu hasil bagi

16
dua bilangan bulat. Jadi 2 adalah suatu bilangan tak rasional
(irasional). Demikian juga 3, 5, 3 7, π
Jika kita belum terbiasa untuk bisa membedakan bilangan rasional dan
bilangan irasional secara langsung, maka ada satu ciri khusus yang yang
bisa kita jadikan pedoman untuk membedakan keduanya.
Sekarang, coba periksa dengan menggunakan kalkulator nilai dari
1 2
, , 2, π . . Akan lebih bagus jika kalkulator yang digunakan memiliki
7 3
digit lebih banyak dibanding kalkulator biasa, atau Anda bisa
menggunakan kalkulator yang tersedia di dalam setiap program windows
di komputer Anda, yang ketelitiannya bisa mencapai 34 digit.
Setelah diperiksa, diperoleh sebagai berikut:
1
= 0,14285714285714285714285714285714
7
2
= 0, 66666666666666666666666666666667
3
2 = 1, 4142135623730950488016887242097
π = 3,1415926535897932384626433832795
1 2
Apabila kita perhatikan, dua bilangan yang pertama yaitu dan
7 3
memiliki bentuk desimal yang bilangan-bilangannya berulang dengan
urutan tertentu. Sedangkan dua bilangan terakhir yaitu 2 dan π (pi)
bentuk bilangan desimalnya tidak berulang (sembarang).
Coba periksa juga bilangan-bilangan lainnya, apakah termasuk bilangan
rasional ataukah irasional!

Bilangan-bilangan real
Sekumpulan bilangan (rasional dan irasional) yang dapat mengukur
panjang, bersama-sama dengan negatifnya dan nol kita namakan
bilangan-bilangan real. Atau dengan kata lain, bilangan real adalah
bilangan yang dapat berkoresponden satu-satu dengan sebuah titik pada

17
garis bilangan. Pada garis bilangan tersebut terdapat titik asal yang diberi
lambang 0 (nol) sebagai titik awal untuk mengukur jarak ke arah kanan
atau kiri. Setiap titik pada garis bilangan mempunyai lambang yang
tunggal, disebut koordinat titik, dan garis bilangan yang dihasilkan diacu
sebagai garis real. Perhatikan gambar!

Kedudukan bilangan real dalam sistem bilangan dapat kita lihat dalam
diagram Gambar 1.1.

Pertanyaan
Dengan mengetahui anggota dari masing-masing himpunan bilangan
yang termasuk kelompok bilangan real, bagaimanakah hubungan masing-
masing himpunan bilangan asli, bilangan cacah, bilangan bulat, bilangan
rasional, bilangan real, dan bilangan kompleks jika kita gambarkan dalam
diagram venn?

3) Operasi pada Bilangan Real

Operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian


a) Operasi penjumlahan

a + b = c dengan a, b, c ∈

Contoh:
1. 4 + 6 = 10
2. 4 + ( − 6 ) = −2

3. −4 + 6 = 2
4. −4 + ( −6 ) = −10

b) Operasi pengurangan

18
a − b = c ⇔ a + ( −b ) = c dengan a, b, c ∈

Contoh:
1. 6−4 = 2
2. 6 − ( −4 ) = 6 + 4 = 10

3. −6 − 4 = −6 + ( −4 ) = −10

c) Operasi perkalian

a ⋅ b = c dengan a, b, c ∈

Contoh:
1. 6 ⋅ 4 = 24
2. 6 ⋅ ( −4 ) = −24

3. ( −6 ) ⋅ ( −4 ) = 24
d) Operasi pembagian

a 1
= a ⋅ = c dengan a, b, c ∈
b b

Contoh:
8 1
1. = 8× = 2
4 4
4 1 5
2. = 4 : = 4 ⋅ = 20
1 5 1
5
1
1 1 2 1 3 3 1
3. : = = ⋅ = =1
2 3 1 2 1 2 2
3
1
1 1 1 1
4. :3 = 2 = × =
2 3 2 3 6

19
Pengubahan pecahan ke desimal, desimal ke persen, dan
sebaliknya
a) Mengubah pecahan biasa ke desimal
Contoh:
2 2× 2 4
1. = = = 0, 4
5 5 × 2 10
5 5× 4 20
2. = = = 0, 2
25 25 × 4 100
1 1× 125 125
3. = = = 0,125
8 8 ×125 1000
b) Mengubah pecahan desimal ke persen
Contoh:
1. 0,3 = 0, 3 × 100% = 30%
2. 0, 05 = 0, 05 × 100% = 5%
c) Mengubah persen ke pecahan dan sebaliknya
Contoh:
Nyatakan ke dalam pecahan atau ke dalam persen!
25 1
1. 25% = =
100 4
2 50
16
2 50 1
2. 16 % = 3 = 3 = =
3 100 100 300 6
3 75
3. = = 75%
4 100
1 20
4. = = 20%
5 100

Menghitung persentase
a) Komisi
Komisi adalah pendapatan yang besarnya tergantung pada tingkat
penjualan yang dilakukan
Contoh:

20
Seorang salesman akan mendapatkan komisi sebesar 15 % jika ia
mampu menjual barang senilai Rp. 2.000.000,00. tentukan besarnya
komisi yang diterima?
Jawab:
Komisi = 15% × Rp 2.000.000, 00
15
= × Rp 2.000.000, 00
100
= Rp 300.000, 00
∴ Jadi besarnya komisi yang diterima oleh salesman itu
sebesar Rp 300.000, 00 .
b) Diskon
Diskon adalah potongan harga yang diberikan
Contoh:
Menjelang miladnya, sebuah toko serba ada memberikan diskon
sebesar 25% untuk semua produk. Jika kita berbelanja senilai Rp.
800.000,00, berapa kita harus membayar?
Jawab:
Diskon = 25% × Rp. 800.000, 00
25
= × Rp. 800.000, 00
100
= Rp. 200.000, 00
∴ Jadi, kita harus membayar sebesar:
Rp. 800.000, 00 − Rp. 200.000, 00 = Rp. 600.000, 00
c) Laba dan rugi
Laba diperoleh jika harga penjualan lebih dari harga atau biaya
pembelian. Dirumuskan sebagai berikut:

Laba = Penjualan - Pembelian

Rugi diderita jika harga penjualan kurang dari harga atau biaya
pembelian. Rumusannya sebagai berikut:
Rugi = Pembelian - Penjualan

21
Contoh:
Sebuah barang dibeli dengan harga Rp. 2.000.000,00, dan di jual
dengan harga Rp. 2.400.000,00. Hitunglah persentase keuntungan
dari harga pembelian dan dari harga penjualan!
Jawab:
Laba =Rp. 2.400.000, 00 − Rp. 2.000.000, 00 = Rp. 400.000, 00
Persentase keuntungan (laba) dari harga beli:
Rp. 400.000
p% = × 100% = 20%
Rp. 2.000.000
Persentase keuntungan (laba) dari harga penjualan:
Rp. 400.000
p% = × 100% = 16, 7%
Rp. 2.400.000

4) Sifat-sifat operasi bilangan real


Waktu SMP kita sudah mengenal operasi-operasi yang berlaku pada
bilangan real berikut sifat-sifatnya, dan sekarang kita tengok kembali
sifat-sifat yang berlaku pada bilangan real dengan operasi “penjumlahan”
dan “perkalian”.
Untuk setiap a, b, c ∈ , beralku sifat-sifat berikut;
Penjumlahan:
1. Sifat tertutup pada penjumlahan;
a + b = r, r ∈
2. Sifat komutatif pada penjumlahan
a+b = b+a
3. Sifat asosiatif pada penjumlahan
( a + b ) + c = a + (b + c )
4. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan
a ( b + c ) = ab + ac (distributif kiri) 
 jika ada operasi perkalian
( b + c ) a = ab + ac (distributif kanan) 

22
5. Sifat identitas pada penjumlahan (0 adalah elemen identitas atau
elemen netral)
a+0 = 0+a = a
6. Sifat invers pada penjumlahan
a + ( −a ) = ( −a ) + a = 0

Perkalian:
1. Sifat tertutup pada perkalian
a × b = r, r ∈
2. Sifat komutatif pada perkalian
a×b = b× a
3. Sifat asosiatif pada perkalian
( a × b) × c = a × (b × c )
4. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan
a ( b + c ) = ab + ac (distributif kiri) 
 jika ada operasi penjumlahan
( b + c ) a = ab + ac (distributif kanan) 
5. Sifat identitas pada perkalian (1 adalah elemen identitas perkalian)
a × 1 = 1× a = a
6. Sifat invers pada perkalian tidak berlaku, sebab 0 tidak mempunyai
invers.
1 1
a× = × a = 1 (untuk a ≠ 0 )
a a
1
0 × ≠ 1 (tidak ada/tidak didefinisikan)
0
Catatan:
Untuk selanjutnya kita sepakati jangan sekali-kali membagi dengan nol,
karena kita tidak mungkin membuat pengertian dari lambang-lambang ini

c. Rangkuman Uraian Kegiatan Belajar 1

23
• Bilangan-bilangan real adalah Sekumpulan bilangan (rasional dan
irasional) yang dapat mengukur panjang, bersama-sama dengan
negatifnya dan nol.
• Sifat-sifat operasi penjumlahan pada bilangan real diantaranya:
tertutup, komutatif, asosiatif, distributif, identitas (0 adalah elemen
identitasnya), invers (lawan bilangannya).
• Sifat-sifat operasi perkalian pada bilangan real diantaranya: tertutup,
komutatif, asosiatif, distributif, identitas (1 adalah elemen identitasnya).
• Komisi adalah pendapatan yang besarnya tergantung pada tingkat
penjualan yang dilakukan.
• Diskon adalah potongan harga yang diberikan.
• Laba diperoleh jika harga penjualan lebih dari harga atau biaya
pembelian.
• Rugi diderita jika harga penjualan kurang dari harga atau biaya
pembelian.

d. Tugas Kegiatan Belajar 1


Diskusikan soal-soal LKS 1 dengan anggota kelompok anda, kemudian
presentasikan hasilnya, sesuai dengan yang ditugaskan oleh guru.

e. Tes Formatif 1 (waktu 15 menit)


1. Nyatakan himpunan berikut dengan cara mendaftar semua
anggotanya!
a) A = { x 3 < x < 10, x ∈ }
b) B = { x x ≥ −5, x ∈ }
c) C = { x 2 ≤ x < 15, x ∈ bilangan prima}

2. Manakah bilangan di bawah ini yang termasuk bilangan rasional dan


bilangan irasional?
a) −5 b) 5

24
1 d) 9
c)
5
e) 1,3232
3. Nyatakan pecahan berikut ke dalam bentuk persen atau sebaliknya!
3 c) 12,5%
a)
5
d) 175%
5
b) 1
20 e) 3 %
4
4. Frodo menjual tanah pamannya, Mr. Bilbo, seharga Rp.
1
75.000.000,00. Jika Mr. Bilbo memberinya komisi 2 % , berapakah
2
komisi yang diterima Frodo?
5. Berapa persen diskon yang diberikan “Toko Little S” jika harga
barang Rp. 2.500.000,00 bisa dibayar dengan harga Rp.
2.325.000,00?

f. Kunci Jawaban Tes Formatif 1

g. Lembar Kerja Siswa 1 (waktu 45 menit)


Dalam soal nomor 1-15, sederhanakan atau cari nilai dari bilangan-
bilangan berikut. Sedikit manipulasi mungkin diperlukan sehingga
hasilnya akan lebih mudah diperoleh.
1. 3, 056 − 5,301 = 8. 2 3 − 2 ( 4 − 8 )  =
3 1 1
2. 1 + 3 − 11 = 5 1 2
4 3 6 9. − +  =
6 4 3
2 1
3. 23 × 5 = 3 5 2 
3 2 10. − −  =
4  8 12 
4. 23, 005 × 101, 5 =
11 1 1
3 1 11.  − + =
5. 4 :2 = 3 4 3 6
5 10
1 2 1 1
6. 4, 05 : 0, 001 = 12. −  −  − =
3 5 2 5
7. 4 − 3 ( 8 − 12 ) − 6 =

25
1 3 7 2
− + 15. 2 + =
2 4 8= 1
13. 2−
1 3 7 2
+ −
2 4 8
2
14. 1 − =
1
2+
2

2. Kegiatan Belajar 2 (Bilangan Berpangkat)


a. Tujuan Kegiatan Belajar 2
Setelah mempelajari uraian kegiatan belajar 2, Anda diharapkan :
1. Memiliki pemahaman tentang bilangan berpangkat
2. Dapat menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan sifat-sifat
eksponen
3. Dapat menentukan himpunan penyelesaian persamaan eksponen

b. Uraian Materi Kegiatan Belajar 2


Bentuk pangkat, akar, dan logaritma bukan hal asing bagi kita. Kita
sudah mengenal dan mempelajarinya di SMP. Pada bab ini konsep
tersebut akan kita pelajari kembali tentu dengan beberapa
pengembangan.
Konsep-konsep tersebut tentunya akan bermanfaat sekali jika kita
pelajari dngan baik, sebab ada beberapa permasalahan dalam
kehidupan kita sehari-hari yang menggunakan konsep tersebut.

1) Bilangan Berpangkat (eksponen)


Kenyataan menunjukkan bahwa kebanyakan orang berkeinginan untuk
menggunakan cara yang paling simpel dalam berbagai hal, termasuk
cara menuliskan suatu bilangan.
Andai ditemukan kasus sebagai berikut. Anda diminta menuliskan cara
yang paling simpel untuk hal berikut!
a) 2 × 2 × 2 × 2 × ... × 2 (seratus kali)

26
b) 1× 2 × 3 × 4 × ... × 100 (sampai dengan 100)
c) 2 × 3 × 10 × 15 × 43 (perkalian 5 bilangan sembarangan)
d) x1 + x2 + x3 + ... + x100 (sampai dengan 100)

e) x1 ⋅ x2 ⋅ x3 ⋅ ... ⋅ x100 (sampai dengan 100)

Penyelesaiannya adalah sebagai berikut:


a) Ditulis dengan cara eksponen, 3100 (3 pangkat 100)
b) Ditulis dengan notasi faktorial, 100! (100 faktorial)
c) Tidak ada cara umum (tidak beraturan)
100
d) Ditulis dengan mengunakan notasi sigma, ∑x
i =1
i

100
e) Ditulis dengan mengunakan notasi pi, π xi
i =1

Dari keempat model cara penulisan singkat (bentuk umum) di atas, yang
akan kita pelajari sekarang adalah cara penulisan dalam bentuk
perpangkatan (eksponen).

Pengertian bilangan berpangkat


Kita ulangi cara penulisan seperti soal nomor (a) di atas.
2 × 2 × 2 = 23
4 × 4 × 4 × 4 = 44
a × a × a × a × a = a5
Dari cara penulisan itu dapat kita simpulkan:

a n = a14
⋅ a ⋅4⋅ a ⋅ ... ⋅3
a244 a⋅
n buah faktor a

Keterangan:
 a n dibaca a pangkat n
 a (ruas kiri) disebut bilangan pokok, berasal dari a (ruas kanan)
yang disebut faktor.
 n disebut eksponen (pangkat), menunjukkan banyaknya faktor a

27
Selanjutnya a1 = a , dan nanti kita akan menemukan bahwa a 0 = 1 .

Sifat-sifat bilangan berpangkat


Contoh Generalisasi
1. 23 × 22 = 2 ⋅ 2 ⋅ 2 × 2 ⋅ 2
= 2 3+ 2 a m × a n = a m+n
= 25
2⋅2⋅2⋅2⋅2
2. 25 : 23 =
2⋅2⋅2 am
am : an = = a m−n
= 25 −3 a n

= 22

3. (4 )
2 3
= 42 × 4 2 × 42

=4 2+ 2 + 2 (a )
p n
= a pn

= 46

( 2 ⋅ 4)
3
4. = 2⋅ 4× 2⋅ 4× 2⋅ 4
(a ⋅ b)
n
= a nb n
= 2⋅ 2⋅ 2× 4⋅ 4⋅ 4
= 2 3 × 25
33
2 2 23
5.   = 3 =
( 22 )
3 n
4 4 a an
  = ;b ≠ 0
b bn
23 1 1
= = =
2 6 23 8
23
6. 23 : 23 = =1
23
a0 = 1 ( a ≠ 0)
2⋅2⋅2
=
2⋅2⋅2
= 23−3 = 2 0
23
7. 23 : 25 =
25
1
a−n =
2⋅2⋅2 an
=
2⋅2⋅2⋅2⋅2

28
1
= 23−5 = 2 −2 =
22
3
 2 2 2 2
3⋅
2
8.  a 3  = a 3 × a 3 × a 3 = a 3 =a 2
 

( a)=
3
m
3 2 3
a2 × 3 a2 × 3 a2
a n = n am

= 3 a6 = a 2
2
a 3 = 3 a2

Contoh:
Hitung atau sederhanakan bentuk berikut!
1. 115 × 113 4. b3 : b10
2. a 9 × a 3 a7 ⋅ b ⋅ c4
5.
7 5 a 4 ⋅ b3 ⋅ c
1 1
3.   ×  
5 5
Jawab:
1. 115 ×113 = 115+3 = 118
2. a 9 × a 3 = a 9 +3 = a12
7 5 7 +5 12
1 1 1 1 1
3.   ×   =   =   = 12 = 5−12
5 5 5 5 5

4. b3 : b10 = b 3−10 = b −7
a7 ⋅ b ⋅ c4
5. = a 7 − 4 ⋅ b1−3 ⋅ c 4−1 = a 3 ⋅ b −2 ⋅ c 3
a 4 ⋅ b3 ⋅ c

Persamaan eksponen
Definisi:

Persamaan eksponen adalah persamaan yang didalamnya terdapat eksponen


(pangkat) yang berbentuk suatu fungsi dalam x.

29
Cara penyelesaiannya:
Tipe 1 a
f ( x)
= a p ⇔ f ( x) = p
( )

Contoh:
Selesaikan!
1. 52 x +1 = 59
2
−4 x 1
2. 5 x =
125
Jawab:
1. 52 x +1 = 59 ⇔ 2 x + 1 = 9
⇔ 2x = 9 −1
8
⇔ x= =4
2
∴ HP = {4}

2
−4 x 1 2
2. 5 x = ⇔ 5 x − 4 x = 5− 3
125
⇔ x 2 − 4 x = −3
⇔ x2 − 4 x + 3 = 0
⇔ ( x − 1)( x − 3) = 0

⇔ x1 = 1; x2 = 3

∴ HP = {1,3}

f ( x) g ( x)
Tipe 2 a =a ⇔ f ( x) = g ( x)

Contoh:
Selesaikan!
1. 52 x +1 = 5 x − 2
2
−4 x 1
2. 5 x =
125
Jawab:

30
1. 52 x +1 = 5 x − 2 ⇔ 2 x + 1 = x − 2
⇔ 2 x − x = −2 − 1
⇔ x = −3
∴ HP = {−3}

2
−3 x 1 2 1
2. 5 x = 6− x
⇔ 5 x − 4 x = 2( 6 − x )
25 5
2
−3 x − 2( 6 − x )
⇔ 5x =5
⇔ x 2 − 3 x = −2 ( 6 − x )

⇔ x 2 − 3 x = −6 + 2 x
⇔ x 2 − 3x − 2 x + 6 = 0
⇔ x2 − 5x + 6 = 0
⇔ ( x − 2 )( x − 3) = 0

⇔ x = 2 atau x = 3
∴ HP = {2,3}

c. Rangkuman :
• Bilangan berpangkat (eksponen) didefinisikan sebagai:
a n = a14
⋅ a ⋅4⋅ a ⋅ ... ⋅3
a244 a⋅
n buah faktor a

 a (ruas kiri) disebut bilangan pokok, berasal dari a (ruas kanan) yang
disebut faktor.
 n disebut eksponen (pangkat), menunjukkan banyaknya faktor a
• Sifat-sifat ekponen diantaranya:
 a m × a n = a m+n a
n
an
   = ;b ≠ 0
am b bn
 a m : a n = n = a m−n
a  a0 = 1 ( a ≠ 0)
 (a )
p n
= a pn 1
 a−n =
an
(a ⋅ b)
n
 = a nb n
m
 a = n am
n

31
• Cara menyelesaikan persamaan eksponen:
f ( x)
 Tipe 1: a = a p ⇔ f ( x) = p
f ( x) g ( x)
 Tipe 2: a =a ⇔ f ( x) = g ( x)

d. Tugas Kegiatan Belajar 2


Kerjakan dan diskusikan soal-soal Lembar Kerja 2 secara berkelompok,
kemudian presentasikan hasilnya.

e. Tes Formatif 2 (waktu 45 menit)


1. Hitunglah!
a) 109 × 10 −6 2
−3
−2

d) 8 ⋅   ⋅ 92
3
1 1
7 3
b)   ×  
5 5
5
 1
c)  23 ⋅ 
 2
2. Sederhanakan bentuk berikut ini!
a) a 9 × a −6 a10b 2 c5
c)
a 7 bc8
b) (2 p q )
2 5 3

d) x 2 3 x 2
3. Carilah himpunan penyelesaian dari persamaan eksponen berikut ini!
a) 36 x −3 = 32 x +11 c) 52 x −6 = 5 5
b) 213 x + 2 = 128 d) 1253 x − 2 = 25 x − 20

f. Kunci Jawaban Tes Formatif 2

g. Lembar Kerja Siswa 2


1) Lengkapi pernyataan-pernyataan berikut ini sehingga diperoleh
pernyataan yang benar!
am
1. Perhatikan sifat = a m − n untuk a ≠ 0 dan m ≥ n .
an

32
2. Sifat pada Langkah 1 menunjukkan bahwa hanya berlaku untuk m ≥ n .
Jika ditetapkan m dan n dengan m < n , misalnya m = 6 dan n = 8 ,
maka sifat pada langkah 1 memberikan:
a6
8
= a...−... = a −... (*)
a
a6
3. sekarang hitunglah 8
dengan menyatakan a 6 dan a 8 ke dalam
a
perkalian berulang a .
× a × ... ×3a
a1424
a6
= ... faktor

a 8
× a4
a14 ×244 a × ... ×3a
... faktor

Sederhanakan faktor yang sama pada pembilang dan penyebut di


ruas kanan, dan tulis hasilnya.
a6 1
8
= ... (**)
a a
4. Ruas kiri persamaan (*) dan (**) adalah sama, sehingga Anda dapat
menyamakan ruas kanannya dan diperoleh:
1
a −... = (***)
a...
Ulangi langkah 2 sampai dengan Langkah 4 untuk nilai m dan n lainnya
dengan m < n . Perhatikan persamaan (***) yang telah Anda peroleh!

3. Kegiatan Belajar 3 (Bilangan Bentuk Akar)


a. Tujuan Kegiatan Belajar 3
Setelah mempelajari uraian kegiatan belajar ini, Anda diharapkan :
1) Memahami bentuk dan pengertian bilangan bentuk akar
2) Memahami sifat-sifat bilangan bentuk akar
3) Melakukan berbagai operasi pada bilangan bentuk akar

33
b. Uraian Materi Kegiatan Belajar 3
1) Bilangan bentuk akar
Definisi bilangan bentuk akar

b= n a

Disebut bilangan bentuk akar, ini berasal dari persamaan b n = a .


Keterangan:
n
 a disebut radikal atau bentuk akar
 a disebut radikan atau bilangan di bawah tanda akar
 n disebut indeks (penunjuk akar) yang selanjutnya disebut pangkat
akar, dengan n > 1, n ∈ .

Catatan:

a) 9 = 32 = 3 Akar pangkat n dari suatu


bilangan positif adalah positif
3
125 = 3 53 = 5

( −2 )
3
b) 3
−8 = 3
= −2 Akar pangkat n dari suatu
bilangan negatif adalah negatif
( −3 )
5
5
−243 = 5
= −3 untuk n ganjil

c) −4 = tidak ada
(khayal/ imajiner) Akar pangkat n dari suatu
bilangan negatif tidak ada jika n
−9 = tidak ada
genap
(khayal/ imajiner)

Sebab: ( 2 ) = 4
2

( −2 )
2
=2

(?)
2
= −4 (tidak ada)

Operasi pada bilangan bentuk akar


Perhatikan beberapa ketentuan berikut ini!

Bilangan m a dan n
b disebut senama jika dan hanya
jika m = n .
34
(penting untuk prinsip perkalian dan pembagian)
Contoh:
a. 2, 2 3,3 5, 8 adalah bilangan-bilangan yang senama
3
b. 2, 3 3, 2 3 8, 3 21 adalah bilangan-bilangan yang senama

Bilangan m a dan n b disebut sejenis jika dan hanya


jika m = n dan a = b .

(penting untuk prinsip penjumlahan dan pengurangan)


Contoh:
a. 2,3 2, −6 2,10 2 adalah bilangan-bilangan yang sejenis
33
b. 3
3,5 3 3, 7 3 3, − 3 adalah bilangan-bilangan yang sejenis
2

1. Penjumlahan/ pengurangan bilangan bentuk akar

Dua atau lebih bilangan bentuk akar bisa dijumlahkan/


dikurangkan jika dan hanya jika akarnya sejenis.

Contoh:
a. 6 2 + 5 2 − 3 2 = ( 6 + 5 − 3) 2 = 8 2

b. 10 3 2 − 5 3 2 − 3 3 2 + 3 2 = (10 − 5 − 3 + 1) 3 2 = 3 3 2

c. 32 − 8 = 25 − 23

= 22 2 − 2 2
= 4 2 −2 2 = 2 2

d. 9 12 − 2 75 = 9 22 ⋅ 3 − 2 52 ⋅ 3

= 9⋅ 2 3 − 2⋅5 3

= 18 3 − 10 3 = 8 3

35
Perhatikan bahwa untuk contoh c dan d diperlukan penyederhanaan
terlebih dahulu sehingga akar-akarnya menjadi sejenis sehingga
operasi penjumlahan dan pengurangan bisa dilakukan.

2. Perkalian/ pembagian bilangan bentuk akar

Dua atau lebih bilangan bentuk akar bisa dikalikan/


dibagi jika dan hanya jika akarnya senama.

Contoh:

a. 6 × 3 = 18 = 32 ⋅ 2 = 3 2

b. 3
5 × 2 3 2 × 3 4 = 2 3 5 ⋅ 2 ⋅ 4 = 2 3 40 = 2 3 23 ⋅ 5 = 2 ⋅ 2 3 5 = 4 3 5

c. 3
5 × 7 = 6 52 × 6 7 3

= 6 25 × 6 343 = 6 8575

d. 2 2 × 5 2 × 10 2 = 210 25 × 10 22 × 10 2

= 210 25 × 2 2 × 2

= 210 28 = 2 5 24

c. Rangkuman :
• Definisi bilangan bentuk akar

b= n a

Disebut bilangan bentuk akar, ini berasal dari persamaan b n = a .


Keterangan:
n
 a disebut radikal atau bentuk akar
 a disebut radikan atau bilangan di bawah tanda akar
 n disebut indeks (penunjuk akar) yang selanjutnya disebut pangkat
akar, dengan n > 1, n ∈ .

• Bilangan
m
a dan n
b disebut senama jika dan hanya jika m = n .

36
• Bilangan m
a dan n
b disebut sejenis jika dan hanya jika m = n dan a = b .
• Dua atau lebih bilangan bentuk akar bisa dijumlahkan/ dikurangkan jika
dan hanya jika akarnya sejenis.
• Dua atau lebih bilangan bentuk akar bisa dikalikan/ dibagi jika dan hanya
jika akarnya senama.

4. Kegiatan Belajar 4 (Logaritma)


a. Tujuan Kegiatan Belajar 4
Setelah mempelajari uraian kegiatan belajar ini, Anda diharapkan :
1) Memahami pengertian logaritma
2) Memahami sifat-sifat logaritma
3) Menyelesaikan soal-soal dengan menggunakan sifat-sifat logaritma
4) Menentukan himpunan penyelesaian persamaan logaritma

b. Uraian Materi Kegiatan Belajar 4


1) Logaritma
Ketika Anda berbisik, intensitas bunyi yang dihasilkan sangatlah kecil.
Berbeda dengan suara halilintar ketika hujan terjadi yang bisa
menghasilkan intensitas bunyi yang sangat besar.
Allah swt. telah menganugerahkan kita sepasang telinga, yang dengan
kepekaannya hingga mampu mendengar bunyi dalam selang intensitas
yang cukup lebar, yaitu mulai dari 10-12 W.m-2 hingga 1 W.m-2, atau
dalam rentang 10-12. Supaya rentang intensitas yang dapat didengar
oleh telinga, yaitu 10-12 dapat dilukiskan dalam kertas milimiter dengan
rentang pengukuran hanya 103, digunakanlah skala logaritma.
Hal yang sama akan Anda temui dalam ilmu kimia ketika Anda belajar
tentang keseimbangan ionik dalam larutan asam basa. Ukuran tingkat
keasaman larutan dinyatakan dalam pH, yang didefiniskan dengan
menggunakan konsep logaritma. Dalam bidang ekonomi pun, ada
konsep logaritma digunakan.

37
Hal tersebut, menggambarkan betapa perlunya Anda memahami
logaritma dengan baik.

Definisi logaritma

a
log b = c ⇔ a c = b
dengan syarat: a > 0; a ≠ 1 dan b > 0 .
Perhatikan, bahwa logaritma adalah invers (kebalikan) dari eksponen.
Bentuk logaritma
a isebut bilangan pokok
b isebut numerus
c disebut hasil
Bentuk eksponen
a disebut bilangan pokok
b disebut pangkat (eksponen)
c disebut hasil

Contoh:
Hitunglah logaritma (soal a dan b) dan cari nilai x (soal c dan d)!
a. log10.000 c. 2
log x = 3
2 1 1
b. log d. 4
log x =
2 2
Jawab:
a. log10.000 = 4, sebab 10 4 = 10.000
1 1
b. 2
log = −1, sebab 2−1 =
2 2
c. 2
log x = 3 ⇔ 23 = x = 8
1
1
d. 4
log x = ⇔ 42 = x
2
⇔ x= 4=2

Sifat-sifat logaritma

38
1. Sifat perkalian
a
log ( b × c ) = a log b + a log c

2. Sifat pembagian

b a
a
log = log b − a log c
c

3. Sifat pemangkatan

a
log b n = n ⋅ a log b

4. Sifat pengubahan bilangan pokok

c
log b 1
a
log b =
a
log b = b
c
log a log a
c
log b

Contoh:
Jika log 2 = 0,301 , log 3 = 0, 477 , log 5 = 0, 699 , hitung:
a. log 6 9
c. log
4
b. log18
Jawab:
a. log 6 = log 2 ⋅ 3 = log 2 + log 3 = 0,301 + 0, 477 = 0, 778

b. log18 = log 2 ⋅ 32 = log 2 + log 32 = log 2 + 2 log 3 = 0,301 + 2 ( 0, 477 ) = 1, 255

9
c. log = log 9 − log 4 = log 32 − log 22 = 2 log 3 − 2 log 2 = 2 ( 0, 477 ) − 2 ( 0, 301) = 0,352
4

c. Rangkuman :
• Logaritma adalah invers dari eksponen
a
log b = c ⇔ a c = b
a disebut bilangan pokok, dengan a > 0 dan a ≠ 1
b disebut numerus, dengan b > 0

39
c disebut hasil logaritma, bisa positif, nol, atau negatif
• Sifat-sifat logaritma:
o Sifat perkalian a log ( b × c ) = a log b + a log c

b a
o Sifat pembagian a log = log b − a log c
c
o Sifat pemangkatan a log b n = n ⋅ a log b
c
log b
o Sifat pengubahan bilangan pokok a log b = c
log a

40
DAFTAR PUSTAKA

Putra, 2004, Matematika SMA Kelas 1 Jilid 1B, Jakarta: PT Gramedia


Widiasarana Indonesia.

Tim Penulis Matematika, 1995, Matematika SMU 1B Edisi Revisi, Bandung: PT


Remaja Rosdakarya.

Tim Penulis Matematika, 2004, Matematika Untuk SMK Kelas 1, Dinas


Pendidikan Propinsi Jawa Barat.

41