Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas / semester : VI (enam)

Pokok Bahasan : Satuan Volume dan Debit

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi
Memahami operasi hitung bilangan pecahan (pengurangan dan penjumlahan)
dan menggunakan pecahan dalam penyelesaian masalah di kehidupan sehari-
hari

B. Kompetensi Dasar
Mengenal pecahan
Menentukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan
Menggunakan pecahan dalam penyelesaian masalah

C. Indikator
Memahami pengertian pecahan
Menentukan letak pecahan pada garis bilangan
Membandingkan dan mengurutkan pecahan
Penjumlahan dan pengurangan pecahan dan menyederhanakan pecahan
Menggunakan pecahan dalam penyelesaian masalah.di kehidupan sehari-
hari

D. Tujuan Pembelajaran

1
Dengan penjelasan guru dan tanya jawab siswa dapat memahami
pengertian pecahan dan operasi hitung pecahan
Dengan mengamati gambar siswa lebih mudah menyebutkan bilangan
pecahan dan mengurutkan pecahan pada garis bilangan
Dengan pemberian tugas siswa dapat menyederhanakan pecahan, dan
melakuakn operasi hitung pecahan (penjumlahan dan pengurangan)
Dengan diskusi kelompok siswa dapat memecahkan masalah yang
berkaitan dengan pecahan

E. Materi
A. Mengenal Pecahan dan Urutannya
Pecahan merupakan bagian dari keseluruhan. Secara singkat, bilangan
pecahan dapat diartikan sebagai sebuah bilangan yang memiliki pembilang
dan juga penyebut. Pada bentuk bilangan ini, pembilang dibaca terlebih
dahulu baru disusul dengan penyebut. Ketika menyebutkan suatu bilangan
pecahan, diantara pembilang dan penyebut harus disisipkan kata "per".
Misalkan untuk bilangan 3/5 maka kita dapat menyebutnya dengan "tiga per
lima".
Menuliskan Letak Pecahan pada Garis Bilangan
Untuk menunjukkan letak suatu pecahan, mari kita gambarkan garis bilangan
antara bilangan 0 dan bilangan 1.

a. Di manakah letak pecahan 1 / 2 ?


b. Di manakah letak pecahan 1 / 4 , 2 / 4 , 3 / 4 , ... , ?

Mari kita selesaikan bersama-sama.


a. Untuk menentukan letak pecahan 1 / 2 , kita bagi ruas garis bilangan antara
0 dan 1 menjadi dua bagian, sehingga diperoleh garis bilangan perduaan.

Jadi, pecahan 1 / 2 terletak di tengah bilangan 0 dan 1.

2
b. Untuk menentukan letak pecahan 1 / 4, 2 / 4, 3 / 4, ..., kita bagi ruas garis
bilangan , antara 0 dan 1 menjadi empat bagian, sehingga diperoleh garis
bilangan perempatan. Letak masing-masing pecahan 1 / 4, 2 / 4, 3 / 4, ...,
adalah sebagai berikut.

B. Membandingkan dan Mengurutkan pecahan


Dalam bilangan pecahan dikenal pecahan - pecahan senilai, artinya
pecahan - pecahan tersebut mempunyai nilai yang sama meskipun
dituliskan dalam bentuk pecahan yang berbeda. Contoh pecahan - pecahan
senilai ditunjukkan dengan garis tegak putus - putus.

Adapun cara lainnya untuk mencari bilangan senilai dengan cara


mengalikan kesemua bilangan dengan angka 1 dalam bentuk pecahan
Contoh
Bilangan pecahan 1/2 akan senilai dengan . . . . . . .?
Jawab :
1. 1/2 x 2/2 = 2/4
2. 1/2 x 3/3 = 3/6
3. 1/2 x 4/4 = 4/8

3
4. 1/2 x 5/5 = 5/10
Dst...
Jadi bilangan 1/2 sama nilainya dengan : 1/2 = 2/4 = 3/6 = 4/8 = 5/10
Untuk Membandingkan pecahan kita dapat lakukan dengan cara
membuat garis bilangan
Contoh : 1/3 3/4

Jadi, 1/3 < 3/4 karena semakin kekanan nilainya akan semakin besar.
Kita juga dapat menggunakan cara lain yang lebih sederhana dan
mudah dengan cara mengalikan silang pecahan. perhatikan!

Lihat angka yang dilingkari karena 4 lebih kecil dari 9 maka, 1/3 < 3/4
Setelah mengetahui membandingkan pecahan dan mengetahui
pecahan yang lebih kecil dan lebih besar. Sekarang kita akan belajar
mengurutkan kelompok bilangan pecahan.
Urutkan pecahan 2/3, 3/4, 1/4, 1/2 dari yang terkecil ?

dari gambar diatas maka urutan kelompok bilangan dari yang terkecil
adalah 1/4, 1/2, 2/3, 3/4 karna semakin kekanan nilainya semakin besar.
Urutan pecahan - pecahan dari yang terkecil adalah :

4
Urutan pecahan - pecahan tersebut dari yang terbesar adalah :

C. Menyederhanakan pecahan
Dalam menyederhanakan pecahan kita dapat melakukan dengan membagi
pecahan tersebut dengan pembilang dan penyebut yang sama. Kita akan
melihat bahwa sebuah pecahan tidak berubah nilainya jika pembilang dan
penyebutnya dikalikan dengan bilangan yang sama.
Contoh :

Dari operasi hitung diatas sebuah pecahan tidak akan berubah


nilainya jika pembilang dan penyebutnya dikali dan juga dibagi dengan
bilangan yang sama. Maka pecahan senilai dapat ditentukan dengan
mengalikan atau membagi pembilang dan penyebutnya dengan bilangan
yang sama.
Setiap pecahan memiliki pecahan lain yang senilai sehingga kita
harus mencari pecahan yang paling sederhana karena aturan penulisan
pecahan baku adalah yang paling sederhana. Misalnya saja pecahan 1/2
adalah bentuk sederhana dari pecahan, 2/4, 3/6, 4/8, 5/10 karena 1/2 tidak
dapat dibagi lagi dengan bilangan yang sama. Untuk memperoleh pecahan

5
yang paling sederhanan maka pembilang dan penyebut harus dibagi
dengan faktor persekutuan terbesar dari pembilang dan penyebut.
Perhatikan Contoh berikut!
Tentukan pecahan paling sederhanan dari 12/15

Jawab:
Faktor 12 = 1, 2, 3, 4, 6, 12

Faktor 15 = 1, 3, 5, 15

FPB dari 12 dan 15 adalah 3

pecahan sederhana dari 12/15 adalah 4/5


Jadi menyederhanakan pecahan dapat dilakukan dengan membagi
pembilang dan penyebut dari suatu pecahan dengan bilangan yang sama
hingga tidak bisa dibagi lagi.

D. Penjumlahan pecahan
Penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dilakukan dengan
menjumlahkan pembilang-pembilangnya. Sedangkan penyebutnya tidak
dijumlahkan.
Contoh :

Sedangkan untuk menjumlahkan pecahan yang memiliki penyebut yang


berbeda, maka kalian harus mengubah atau menyamakan penyebutnya
terlebih dahulu, yaitu dengan cara mencari KPK dari penyebutnya.
Contoh :

KPK dari 5 dan 7 adalah 35, sehingga :

6
E. Pengurangan pecahan
Konsep pengurangan pada bilangan pecahan biasa sama saja seperti pada
penjumlahan. Jika penyebutnya sama tinggal mengurangkan angka yang
ada di atasnya atau "pembilang".
Contoh :

Untuk bilangan pecahan yang penyebutnya berbeda juga sama, terlebih


dahulu harus disamakan penyebutnya dengan cara mencari KPK dari
kedua bilangan penyebut.
Contoh :

KPK dari 6 dan 5 adalah 30, sehingga :

F. Menyelesaikan Masalah Pecahan


Setelah memahami bentuk-bentuk pecahan dan operasi hitung
penjumlahan dan pengurangannya, berikutnya akan kita gunakan untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan bilangan pecahan.
Mari kita perhatikan contoh masalah beserta penyelesaiannya berikut ini.
1. Nabil memiliki tali sepanjang 3/4 meter. 1/4 tali tersebut akan
digunakan untuk mengikat kayu. Berapa meter sisa tali nabil?

Jawab :
3/4 - 1/4 = 2/4 ( Jadi, sisa tali nabil 2/4 meter )

2. Ibu akan membuat kue, untuk membuatkue ibu membutuhkan terigu


sebanyak 3/4 kg di lemari ibu masih menyisakan 1/4 kg terigu. Berapa
kg lagi ibu membutuhkan terigu?

7
Jawab
3/4 - 1/4 = 2/4 ( Jadi, Ibu membutuhkan 2/4 kg terigu untuk membuat
kue )

F. Pendekatan, Metode, Media, dan Sumber


Model : Cooperative Learning
Metode : Ekspositoris, tanya jawab, dan diskusi kelompok
Media : Gambar
Sumber : - Buku paket Ayo Belajar Matematika untuk SD/MI kelas
IV (Pusat Perbukuan Depdiknas: 2008)
- Internet

G. Langkah-langkah pembelajaran
Tahap Waktu Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
Mengkondisikan Siswa terkondisi untuk
siswa untuk siap siap belajar
Persiapan 10 menit belajar, berdoa dan
mengabsen siswa
Menyampaikan Menyimak guru
tujuan pembelajaran
Memotivasi siswa Menjawab pertanyaan
dengan tanya jawab dan mengungkapkan
mengenai bilangan pengetahuan awal
pecahan

Melihatkan media Melihat media


Penyajian yang telah disediakan
materi 15 menit Menjelaskan Memperhatikan guru
pengertian bilangan
pecahan, operasi
Menjawab pertanyaan
hitung pecahan
guru
( penjumlahan dan
pengurangan)
Bertanya jawab
mengenai contoh

8
materi yang
berhubungan dengan
siswa.

Membagi siswa Siswa bergabung


kedalam beberapa dengan kelompoknya
kelompok Membaca LKS yang
Memberikan LKS harus dikerjakan secara
yang harus berkelompok
dikerjakans ecara Mengisi LKS dengan
kelompok berdiskusi kelompok
Membingbing siswa Perwakilan kelompok
Kegiatan mengerjakan LKS melaporkan hasil
25 menit
kelompok Meminta perwakilan diskusi
kelompok untuk Membahas hasil
melaporkan hasil pengerjaan LKS
pengerjaan LKS
Membahas hasil
pengerjaan LKS

Bersama siswa Bersama guru


Tes hasil 15 menit menyimpulkan proses menyimpulkan proses
belajar pembelajaran pembelajran
Memberikan tes Mngerjakan tes
evaluasi evaluasi

Penilaian 5 menit Membahas dan Memperhatikan guru


menilai tes evaluasi Mencatat PR dari guru
Memberikan tindak Berdoa dengan
lanjut berupa dipimpin oleh ketua
pekerjaan rumah kelas

9
Menutup
pembelajaran

H. Evaluasi
Prosedur tes : Tes proses dan tes hasil
Jenis tes : Tes tertulis
Bentuk tes : Uraian
Alat tes : Lembar kerja kelompok dan Lembar kerja siswa

Instrumen penilaian tes akhir (individu)


Rumus :

Jumlah jawaban benar


Hasil evaluasi = x 100%
Jumlah soal

Instrumen penilaian proses

Nama Ketepatan
No Keaktifan Kerjasama
Siswa Jawaban
1 A B C D A B C D A B C D
2
3
4
5
Jumlah
Jumlah dalam %

Keterangan :
A = 80 100 (Baik Sekali)
B = 70 - 80 (Baik)
C = 60 - 70 (Cukup)
D = < 60 (Kurang)

10
Mengetahui

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

LEMBAR EVALUASI SISWA

NAMA:.....................................
.

KELAS:....................................

Kerjakan soal soal dibawah ini dengan jawaban tepat dan benar !
1. Sebuah melon dipotong menjadi 5 bagian. Melon itu dimakan 2/5 bagian.
berapa bagiankah sisa melon tersebut ?
2. Pekerjaan rumah Arif baru selesai 1/4 bagian. Malamnya, Arif 2/4
menyelesaikan bagian lagi. Berapa banyak jumlah pekerjaan rumah Arif
yang sudah selesai?
3. Rita mempunyai 2/5 meter pita. Keesokan harinya, rita mmbeli lagi pita
4/5 meter. Berapa panjang pita rita seluruhya?
4. 2/6 + 7/6 =
5. 15/7 - 5/3 =
6. 56/15 -16/15 = .

11
7. 12/10 5/10 = .

Jawaban
1. 3/5
2. 3/4
3. 6/5
4. 9/6
5. 10/21
6. 40/15
7. 7/10

12