Anda di halaman 1dari 7

1

Disusun Oleh:
ANUGRAH DIAN P.
XII IPS 4
25

SMA NEGERI 1 MOJOSARI


TAHUN PELAJARAN
2007/2008
2

KUNGFU MASTER

Di abad pertengahan masehi tepatnya didesa Wongzu terdapat festival


pemilihan calon pewaris dragon warior. Dragon warior adalah gulungan yang berisi
jurus sakti. Yang memegang jabatan dragon warior yang dulu adalah Kazuya.
Sekarang Kazuya merasa kalau dia udah tua dan dia udah selayaknya di gantikan
kepada orang lain. Tapi untuk memilihnya gak semudah di bayangkan. Sudah banyak
pendekar-pendekar yang menyalonkan diri akan tetapi semuanya gagal. Dan di sana
juga banyak para warga yang ingin melihat festival itu. Salah satunya adalah aku
sendiri. Namaku Feng. Dan umurku sekitar 20 tahun. Pekerjaan aku sehari-hari adalah
penjual bakpao. Saat itu aku ingin sekali melihat festival itu. Setelah semua bakso
aku habiz terjual, aku cepat cepat melihat acaranya. Setelah sampai disana, kaki dan
tubuhku terasa capek . Aku sempatkan untuk istirahat sebentar, tak tahu nya gerbang
tempat festival tersebut tertutup. Aku saat itu gelisa dan bingung gimana agar aku
dapat masuk dan melihat acaranya. Setelah itu aku menemukan lubang kecil disele-
sela pintu gerbang. Dan aku mencoba untuk mengintipnya walupun itu agak remang-
remang sih. Yang mencalonkan ada 4 orang. 3 orang pria dan satu orang wanita.
Kalau gak salah yang aku dengar namanya adalah Jin, Law, Briyan, Xiyoyu.
Jin adalah orang yang ahli beladiri karate. Dan Law adalah orang yang ahli bela diri
wushu, kalau Briyan adalah orang yang ahli bela diri kempo, sedangkan Xiyoyu ahli
beladiri wushu. Mereka menunjukan seni beladirinya di depan semua warga. Tiba-tiba
aku terhalang kepala seseorang. Dan aku berusaha mencari agar aku bisa melihat
acara itu. Setelah mau di umumkan, aku malah semakin bingung gimana agar aku bisa
melihat festival itu. Padahal udah aku coba berbagai cara. Salah satunya yaitu
menaiki atap gerbang itu dan hasil nya mengecewakan. Aku terjatuh dan badan-badan
aku sedikit luka. Aku gak putus asa dan terus mencoba. Dan pada akhirnya aku
menemukan tali yang panjang dan aku mencoba mengaitkan tali tersebut ke patung
naga yang berada di atap gerbang pintu masuk nya. Setelah talinya terkait, aku
mencoba memanjat nya. Disaat sampai di atas salah satu teman aku menyapa aku.
Sebut aja namanya Law, sedang apa kamu disana?.
aku sedang mencoba giman agar aku bisa melihat pertunjukan festival ini.
kamu turun aja tolol, nanti kamu jatuh lho.
3

biariii.in, yang penting aku bisa melihat pertunjukan iniii..ii


Disaat Kazuya sedang memilih pewaris tersebut, tiba-tiba atap gerbangnya
retak dan aku terjatuh di depan Kazuya dan 4 calon pewaris dragon warior. Banyak
orang yang gelisa melihat aku terjatuh dari atap gerbang setinggi 10 meter itu. Mataku
berkunang-kunang dan aku sedikit pusing. Tiba-tiba telunjuk Kazuya mengarah ke
aku. Dan semua warga bersorak riang. Saat itu aku bingung sekali. Apa yang terjadi
saat aku belum sadar tadi. Tiba-tiba Kazuya berkata
inilah yang terpilih menjadi penerus dragon warior selanjutnya. apa kata-kata itu
yang bisa aku ucapkan saat itu. Aku terheran-heran mengapa harus aku yang terpilih
menjadi dragon warior. Padahal aku tidak bisa bela diri sama sekali. Kemudian aku di
bawa masuk ke kuil killin oleh perajuritprajurit kerajaan. Setelah sampai di sana aku
di hampir salah satu biarawan. Sebut saja namanya Sifu. Sifu tidak percaya apa betul
ini pewaris dragon warior. Lalu aku di coba untuk menyerang dia. Dan hasilnya malah
aku yang babak belur di buatnya. Setelah itu aku pingsan dan di bawa d isuatu tempat
penginapan dekat dengan kuil killin. Setelah sampai di sana aku di hampiri oleh Jin,
Law, Briyan, Xiyoyu. Disana aku di obati dengan menggunakan media akupuntur
oleh nya. Beberapa menit kemudian aku tersadar dan di sana udah ada Xiyoyu dan
Jin. Aku bertanya kepada mereka apa yang terjadi padaku saat itu. Mereka
mengatakan semua apa yang terjadi padaaku saat itu. Dan aku juga bertanya kepada
mereka mengapa dragon warior yang dulu harus digantikan?.
Jin menjawab sebenarnya 2 tahun yang lalu ada seseorang yang mengincar
daragon warior sejak dulu. Namanya yaitu Senlhong. Mungkin sekarang umurnya
sekitar seumuran kita. Pada suatu malam hari salah satu biarawan menemukan bayi
kecil di depan pintu masuk wihara. Bayi itu sangat mungil dan lucu. Biarawan
tersebut tidak tega melihat bayi itu terlantar di luar wiharanya. Sebut saja namanya
Sifu. Sifu merupakan salah satu pengajar kungfu di wihara tersebut. Banyak yang
kagum dengannya, karena kehebatan kungfu yang dimilikinya. Setelah itu bayi
tersebut di bawa masuk dan bayi tersebut diangkat menjadi anaknya. Bayi itu di
berinama Senlhong. Setelah Senlhong bertambah dewasa, dia di ajari kungfu oleh
Sifu. Sifu dengan sabar memberikan pelajaran seni beleh diri kepada Senlhong.
Setelah dewasa Senlhong ingin menjadi pewaris dragon warrior dan ternyata
Senlhong tidak terpilih menjadi pewaris dragon warrior. Saat itu juga Senlhong
punyak ambisi untuk mengembil dragon warrior secara paksa dari tangan Kazuya.
Banyak korban yang terbunuh olehnya. Dan dia di cap sebagai pembrontak negara.
4

Ketika Senlhong merebut dragon warrior secara paksa, dia berhadapan dengan
gurunya sendiri. Ketika Senlhong mengambil gulungan itu, gurunya menendang
dengan melompat dan senlong melakukan pukulan dengan melompat juga.
Brakkkk.brakkdugg.brukk. Gurunya sendiri terlempar jauh dan Senlhong
langsung melompat dan mnyerang Kazuya. Dugg plakk..brakk. buggg. Apa
yang terjadi, Senlhong terjatuh dan pingsan. Saat itu juga Senlhong di bawa oleh
prajurit negara ke penjara bawah tanah.
Aku sudsh mengerti, Jadi itu ya permasalahannya. Sekarang aku udah tahu
mengapa pewaris dragon warior yang dulu harus di gantikan.
Di sisi lain di kabarkan kalau Senlhong udah meloloskan diri dari tahan di
karenakan saat itu salah satu penjaga tahanan Senlhong melihat Senlhong udah tidak
ada di tahanannya. Padahal Senlhong bersembunyi di balik pintu. Setelah penjaganya
membuka pintu tahanannya, tiba-tiba Senlhong memukul dan menendang kepala
penjaganya brukkkdagggbuggg.. langsung tewas di buatnya. Saat itu
juga Senlhong melarikan diri dan menuju desa Wongzu untuk menyelesaikan tujuan
pertama nya, yaitu mengambil dragon warrior. Setelah kabar itu sampai di desa
Wongzu, para warga Wongzu gelisa dan rasa takut menghantui setiap warga tersebut.
Untuk itu para calon dragon warrior siap-siap menjaga jembatan yang
menghubungkan antara pintu masuk desa Wongzu ke desa tetangga. Pada saat itu juga
mereka pergi ke jembatan itu yang di berinama jembatan kuanglo. Jembatan itu
panjangnya sekitar 39 meter. Untuk mencapai jembatan itu di butuhkan waktu 3 hari
dari kuil killin.
Di kuil killin sekarang hanya ada aku dan Sifu saja. Di kuil, Sifu menyendiri
entah apa yang di lakukan nya. Sedangkan aku lagi asyik menyiapkan bakpao buatan
ku sendiri di dapur. Dapur nya berada di ruang belakang dekat sembahyangan. Ketika
aku sedang membuat bakpao, tiba-tiba ada sorotan mata yang tajam di balik pintu
dapur. Ehh.gak tahu nya Sifu yang memperhatikan aku sejak tadi. Tiba-tiba Sifu
berkata Kamu memang mempunyai bakat untuk menjadi ahli kungfu.
Ahh gak mungkin, Sifu ngomong nya terlalu berlebihan.
Itu benar, kalau gak percaya besok kamu ikut aku kesebuah tempat.
Keesokan hari nya aku di ajak Sifu ke sebuah tempat yang sangat jauh di
daerah pegunungan. Kata Sifu ini adalah tempat Kazuya berlatih bela diri. Aku
terheran dan sedikit penasaran gak percaya juga. Tapi saat itu Sifu menawarkan ke
aku Apa kau mau menjadi murid ku. Aku senang dan tersenyum bahagia makasih
5

guru. Saat itu aku di ajari beladiri dan hanya turun waktu 2 hari, aku dapat
menguasai tekhnik dan semua jurus yang di ajarkan oleh guru Sifu. Setelah hari ke 3
aku dan Sifu kembali ke kuil. Saat sampai di tengah perjalanan, aku bertemu dengan
Xiyoyu. Dia terluka parah dan berlumuran darah. Pada saat itu juga dia menceritakan
semua yang terjadi di jembatan kuanglo. Kata nya pertarungan itu sangat sengit
sekali. Saat kami tiba di sana, Senlhong berlari dan ingin menembus pintu masuk nya.
Tapi dia gak semudah itu untuk masuk ke desa kami. Pertama kali yang menghadang
nya yaitu Jin. Jin memukul kepala nya tapi pukulan nya itu dapat di tangkis dengan
mudah. Dan Briyan langsung membantu Jin. Perut Jin saat itu kena tendang keras oleh
Senlhong. (Dukkkk.) tiba-tiba Briyan dari belakang mengunci Senlhong. Dan
Law lansung menendang dada Senlhong dengan keras (bakkkkk. ). Senlhong dan
Briyan terjatuh. Dan Xiyoyu tidak segan-segan memberikan ribuan pukulan dan
tendangan kearah Senlhong (dugggbugg.plakkkbuakkk). Tidak satu pun
pukulan dan tendangan nya mengenai wajah dan badan Senlhong. Dan Senlhong
malah membalik menyerang dengan kecepatan dan pukulan nya (bekk
duakk..bluk..deng.buakkk). kami semua terlempar jauh. Jin, Briyan, dan Law
sekarat. Dan aku langsung lari menjauh dan bersembunyi darinya. Aku dan Sifu
membawa Xiyoyu ke kuil killin. Setelah sampai di sana, aku dan Xiyoyu di suruh Sifu
untuk mengajak para warga sekitar mengungsi ketempat yang lebih aman. Setelah di
tengah perjalan aku berfikir pada diri aku sendiri. Apa aku tega membiarkan guru
aku sendiri yang melawannya. Dan aku putuskan untuk kembali ke kuil killin.
Xiyoyu, kamu ajak warga ketempat yang lebih aman.
Kamu mau kemana Feng?
Aku ingin membantu guru Sifu.
Apa? kamu gak salah ngomongkan?
Ya, aku serius
Apa kamu yakin dengan kemampuan mu?
Aku akan berusaha sekuat tenaga agar dragon warrior ini tidak jatuh ketangan orang-
orang yang gak benar.
Yaudah kalau gitu. kalau masalah warga, biar itu urasan ku.
Terima kasih Xiyoyu, aku pergi dulu.
Setelah 30 menit aku berlari terus, akhirnya kuil killin udah ada di depan
mataku. Aku sangat kaget ketika Sifu udah gak berdaya dan mau di bunuh oleh
Senlhong.
6

Hai, jangan lukai guruku.


Siapa kamu.
Aku pewaris dragon warrior.
Apa? Kamu pewaris dragon warrior? Tubuh kamu kecil dan kamu gak berotot sama
sekali
Kamu gak percaya ? Ini buktinya. Setelah aku menunnjukan gulungan itu, tiba-tiba
Senlhong berlari ke arahku dengan gesit dan cepat dan langsung menendangku
dengan keras. Aku terhempas ke arah batu besar (bruak..bruak.dugg.). Dan aku
membalik menyerang nya dengan jurus-jurus yang di ajarkan oleh Sifu. Tapi semua
itu sia-sia. Karena dulunya dia juga murid dari guru Sifu. Jadi dia mudah membaca
gerakan ku. Dan dia malah memberikan puluhan jurus ke arah ku
(buak.dakk..deng.dukk.). Aku gak berdaya di buat nya. Setelah itu dia
mendapatkan gulungan nya,. Tidak tahu mengapa aku melihat gulungan itu tiba-tiba
mengeluarkan cahaya berwarna kuning. Apa mungkin aku salah lihat. Setelah
Senlhong mendapatkan gulungan itu, dan langsung dia membuka nya. Ternyata isi
nya hanyalah ..!!kosong. Setelah itu dia marah dan berkata Kenapa isi nya
kosong ?
Ya memang isi nya kosong, tapi gulungan itu mempunyai arti tersendiri buat aku.
Karena teman-teman aku yang sudah berjuang demi gulungan itu.
Terimalah pukulan ini Senlhong. Mati kau... (brak
bruk..dak.). Senlhong menerima pukulan itu secara langsung. Dan dia terhempas
dan menabrak pepohonan di sekitar kuil. Dan dia pingsan seketika. Setelah itu aku
langsung menghampiri Sifu. Keadaan Sifu saat itu terluka parah dan aku gak tahu
gimana cara mengobati nya. Dan pada akhirnya Xiyoyu tiba-tiba berada di depan kuil
bersama para warga.
Xiyoyu berkata apa yang terjadi Feng ?.
Sifu terluka parah, gimana nih?. (sambil meneteskan air mata)
biar aku coba dengan menggunakan media akupuntur.
Saat Xiyoyu mau mengambil jarum akupuntur nya, Sifu tiba-tiba bangun
dan luka nya tiba-tiba sembuh seketika. Seseaat air mata aku terjatuh di kepala Sifu.
Dan semua orang kaget melihat nya. Sifu guru aku sendiri tiba-tiba mengatakan
master kepada ku. Dan semua orang juga memanggil aku master kungfu.
7

TAMAT