Anda di halaman 1dari 13

PENGARUH NILAI NILAI PANCASILA TERHADAP

PEREMBANGAN IPTEK DI INDONESIA

DI SUSUN OLEH

AYU LESTARI
5535161031

PENDIDIKAN TATA RIAS


FAKULTAS TEKNIK
2016

1|NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada awalnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif
sederhana, namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. Berbagai
penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan
terus semakin berkembang.
Akal manusia telah mampu menjangkau hal-hal yang sebelumnya merupakan
sesuatu yang tidak mungkin. Pada jaman dahulu kala, mungkin orang akan menganggap
mustahil kalau manusia bisa menginjakkan kaki di bulan, tetapi berkat kemajuan dalam
bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada pertengahan abad ke-20, pesawat Apollo
berhasil mendarat di Bulan dan Neil Amstrong merupakan orang pertama yang berhasil
menginjakkan kaki di Bulan.
Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa
terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia
sebelumnya. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial, ekonomi dan politik yang
memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai, pemikiran dan cara-cara kehidupan yang
berlaku pada konteks global dan lokal.
Selain itu, dalam abad pengetahuan sekarang ini, diperlukan masyarakat yang
berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dengan standar mutu yang tinggi. Sifat
pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih,
sehingga diperlukan sumber nilai atau orientasi dasar yang disertai dengan kemampuan
dalam mengakses, memilih dan menilai pengetahuan, serta mengatasi situasi yang ambigu
dan antisipatif terhadap ketidakpastian.
Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terutama dalam
bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Oleh
karena itu, pancasila sebagai ideologi bangsa harus dijadikan sebagai acuan yang
mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
sehingga setiap warga negara dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia.

2|NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


1.2 Permasalahan
1.2.1 Apa yang di maksud dengan IPTEK?
1.2.2 Apakah nilai pancasila berpengaruh dalam perkempangan IPTEK?
1.2.3 Bagaimanakah pancasila memotivator perkembangan IPTEK?
1.2.4 Apa saja peranan pancasila dalam perkempangan IPTEK?

3|NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian IPTEK


Ilmu pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh
melalui proses yang disebut metode ilmiah (scientific method) , Sedang Teknologi adalah
pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam
kehidupan manusia sehari-hari.jadi iptek adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala alam
dengan dibantu atau di dorong dengan perkembangan teknologi. Perkembangan iptek adalah
hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan
mengembangkan iptek.
IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk
membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja
yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun
negatif.
2.2 Nilai Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Teknologi
Pancasila bukan merupakan ideologi yang kaku dan tertutup, namun justru bersifat
reformatif, dinamis, dan antisipatif. Dengan demikian Pancasilan mampu menyesuaikan
dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yaitu
dengan tetap memperhatikan dinamika aspirasi masyarakat. Kemampuan ini bukan berarti
Pancasila itu dapat mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung, tetapi lebih menekan pada
kemampuan dalam mengartikulasikan suatu nilai menjadi aktivitas nyata dalam pemecahan
masalah yang terjadi (inovasi teknologi canggih). Karena syarat Sebuah ideologi memiliki
kekuatan dimensi reality,idealismedan fleksibelity adapun penjelasannya sebagai berikut:
Dimensi Reality.
Yaitu nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam ideologi tersebut secara riil berakar
dalam hidup masyarakat atau bangsanya, terutama karena nilai-nilai dasar tersebut
bersumber dari budaya dan pengalaman sejarahnya.
Dimensi Idealisme.

4|NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


Yaitu nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme yang memberi
harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik
kehidupan bersama dengan berbagai dimensinya.
Dimensi Fleksibility.
Yaitu bahwa dimensi pengembangan Ideologi tersebut memiliki kekuasaan yang
memungkinkan dan merangsang perkembangan pemikiran-pemikiran baru yang
relevan dengan ideologi bersangkutan tanpa menghilangkan atau mengingkari
hakikat atau jati diri yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakekatnya merupakan hasil
kreatifitas rohani (jiwa) manusia. Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan
IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang diciptakan Tuhan YME. Tujuan dari IPTEK
ialah untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat manusia, maka
IPTEK pada hakekatnya tidak bebas nilai, namun terikat nilai nilai. Pancasila telah
memberikan dasar nilai nilai dalam pengembangan IPTEK, yaitu didasarkan moral
ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Dengan memasuki kawasan IPTEK yang diletakan diatas Pancasila sebagai
paradigmanya, perlu dipahami dasar dan arah peranannya, yaitu :
1. Aspek Ontologi
Bahwa hakekat IPTEK merupakan aktivitas manusia yang tidak mengenal titik henti
dalam upayanya untuk mencari dan menentukan kebenaran dan kenyataan. Ilmu
Pengetahuan harus dipandang secara utuh, dalam dimensinya sebagai :
Sebagai masyarakat, menunjukkan adanya suatu academic community yang dalam
hidup keseharian para warganya untuk terus menggali dan mengembangkan ilmu
pengetahuan.
Sebagai proses, menggambarkan suatu aktivitas masyarakat ilmiah yang melalui
abstraksi, spekulasi, imajinasi, refleksi, observasi, eksperimentasi, komparasi dan
eksplorasi mencari dan menemukan kebenaran dan kenyataan.
Sebagai produk, adalah hasil yang diperoleh melalui proses, yang berwujud karya
karya ilmiah beserta implikasinya yang berwujud fisik ataupun non-fisik.

5|NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


2. Epistemologi
Nilai nilai pancasila di jadikn senjata untuk analisis atau metode berfikir dan sebagai
tolok ukur dalam mencari kebenara
3. Aksiologis
Mengandung nilai nilai imperatif (memaksa)dalam mengembangkan dimensi ini sila
sila pamcasila akan menjadi satu kesatuan dan ilmuwan pun di tun tut harus memahami
pancasila
Nilai-nilai Pancasila inilah yang digunakan sebagai dasar Perkembangan IPTEK
karena Nilai-nilai pancasila itu sangat mendorong dan mendasari akan perkembangan dari
ilmu pengetahuan dan teknologi yang baik dan terarah,perlu menjadi kesadaran masyarakat
bahwa untuk meningkatakan IPTEK di Indonesia itu, sejak dini masyarakat harus memiliki
dan memegang prinsip dan tekad yang kukuh serta berlandaskan pada Nilai-nilai Pancasila
yang merupakan kepribadian khas Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam
perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan
datang itu sangat cepat. Di sini letak tantangan bagi Indonesia, yaitu mengembangkan
kehidupan bangsa yang berbasis IPTEK tanpa kehilangan jati diri (nilai-nilai Pancasila). Hal
ini berarti ada nilai-nilai dasar yang ingin dipertahankan bahkan ingin diperkuat. Nilai-nilai
itu sudah jelas, yaitu Pancasila. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bagi bangsa
Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, yang
ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan, sepertinya berjalan berlawanan.
Dalam masyarakat modern yang berbasisi IPTEK, terlihat kecenderungan lunturnya
kehidupan keagamaan. Jadi, ini bukan tantangan yang sederhana, tetapi penting, karena
landasan moral, segenap imperative moral, dan konsep mengenai kemanusiaan, keadilan,
dan keberadaban, adalah keimanan dan ketakwaan. Dari dalam dan dari luar bangsa
Indonesia akan menghadapi tantangan-tantangan terhadap sistem demokrasi yang dianut dan
ingin ditegakkan, yang sesuai dengan kondisi sosialkultural bangsa yang demikian majemuk
dan latar belakang historis bangsa.

6|NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


2.3 Nilai-nilai Pancasila Sebagai Motivator Perkembangan IPTEK
Secara konstitusional di dalam Pembukaan UUD Proklamasi 1945. Kedudukan nilai
filsafat Pancasila di dalam Pembukaan UUD tersebut, berfungsi sebagai dasar negara dan
ideologi negara; sekaligus sebagai asas kerohaniannegara dan sebagai perwujudan jiwa
bangsa. Dengan demikian, identitas dan integritas (nasional) Indonesia ialah nilai filsafat
Pancasila.
Nilai-nilai Pancasila juga menjadi sumber motivasi bagi perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) nasional dalam mencerdaskan bangsa yang
mempunyai nilai-nilai Pancasila tinggi serta menegakkan kemerdekaan secara utuh,
kedaulatan dan martabat nasional dalam wujud negara Indonesia yang merdeka, yakni
Negara Kesatuan Republik Indonesia , Pancasila sebagai terkandung dalam UUD
Proklamasi 45 seutuhnya. Karenanya, secara filosofis-ideologis dan konstitusional, NKRI
dapat dinamakan (dengan predikat) sebagai sistem kenegaraan Pancasila yangsejajar dan
analog dengan berbagai sistem kenegaraan bangsa-bangsa modern dan canggih.
Kedudukan nilai Pancasila (sistem ideologi Pancasila) dengan demikian berfungsi
juga sebagai asasnormatif-filosofis-ideologis-konstitusional bangsa; menjiwai dan
melandasi budaya dan moralpolitik nasional, sebagai terjabar dalam UUD Proklamasi yang
memandu kehidupan bangsa Indoensia dalam integritas NKRI sebagai sistem kenegaraaan
Pancasila. Maknanya, integritas nilai Pancasila secara konstitusional imperatif memberikan
asas budaya dan moral politik nasional Indonesia serta membangun bangsa yang memiliki
ilmu pengetahuan tinggi dan menguasai berbagai teknologi (IPTEK) guna memenuhi
kehidupan masyarakat.
Sila-sila pancasila yang harus menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK:
Sila ketuhanan yang mahaesa mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta,
keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan
sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan
diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan
manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa
manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK
adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu,

7|NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


pengembangan Iptek harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan umat
manusia. Iptek bukan untuk kesombongan dan keserakahan manusia. Namun, harus
diabdikan demi peningkatan harkat dan martabat manusia.
Sila persatuan Indonesia mengkomplementasiakan universalitas dan
internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK
hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta
keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap
ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus
menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang
terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengkomplementasikan
pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan
kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya
senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan
masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
T.Jacob (2000) (dalam internet) berpendapat bahwa Pancasila mengandung hal-hal yang
penting dalam pengembangan iptek, yaitu:
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengingatkan manusia bahwa ia hanyalah makhluk
Tuhan yang mempunyai keterbatasan seperti makhluk-makhluk lain, baik yang hidup
maupun yang tidak hidup. Ia tidak dapat terlepas dari alam, sedangkan alam raya
dapat berada tanpa manusia.
2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, usaha untuk menyejahterakan manusia
haruslah dengan cara-cara yang berprikemanusiaan. Desain, eksperimen, ujicoba dan
penciptaan harus etis dan tidak merugikan uamat manusia zaman sekarang maupun
yang akan datang. Sehingga kita tidak boleh terjerumus mengembangkan iptek tanpa
nilai-nilai perikemanusiaan.
3. Sila Persatuan Indonesia, mengingatkan pada kita untuk mengembangkan iptek
untuk seluruh tanah air dan bangsa. Dimana segi-segi yang khas Indonesia harus

8|NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


mendapat prioritas untuk dikembangkan secara merata untuk kepentingan seluruh
bangsa, tidak hanya atau terutama untuk kepentingan bangsa lain.
4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan, membuka kesempatan yang sama bagi semua warga negara untuk
mengembangkan iptek, dan mengenyam hasilnya, sesuai kemampuan dan keperluan
masing-masing.
5. Sila Keadilan sosial, memperkuat keadilan yang lengkap dalam alokasi dan
perlakuan, dalam pemutusan, pelaksanaan,perolehan hasil dan pemikiran resiko,
dengan memaksimalisasi kelompok-kelompok minimum dalam pemanfaatan
pengembangan teknologi.
Pemahaman pancasila melalui kelima silanya secara universal dapat masuk kedalam
tatanan pembangunan Indonesia melalui perkembangan IPTEK. Pentingnya keselerasan
diantara keduanya menjanjikan hubungan yang harmonis dalam membangun sebuah negara
yang dicita-citakan. Namun, pada kenyataanya sangat sulit untuk menyeimbangkan
keduanya, karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang plural, tidak jarang di
antara masyarakat tersebut tidak memiliki etika dalam menggunakan teknologi. Hal tersebut
sangat tergantung kepada tingkah laku manusia. Tidak setiap tingkah laku itu memberikan
jaminan. Hanya tingkah laku tertentu saja yang dapat menjamin, yaitu tingkah laku yang
bertanggung jawab. Artinya, yang berdasarkan pada prinsip keadilan, yakni melakukan
perbuatan sebagai kewajiban atas hak yang layak bagi seseorang menurut posisi, fungsi dan
keberadaannya.
Peraturan perundangan, sebagai salah satu teknik bernegara, harus mampu
menghidupi warganya dalam suasana tenteram damai, dan bahagia karena hal ini merupakan
wujud ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan negara itu sendiri. Dengan demikian cara-
cara pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya berkiblat kepada kelima
sila pancasila yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai
basis ketenteraman bernegara.
Pengembangan dan penguasaan dalam IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi)
merupakan salah satu syarat menuju terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa yang maju
dan modern. Pengembangan dan penguasaan IPTEK menjadi sangat penting untuk dikaitkan
dengan kehidupan global yang ditandai dengan persaingan. Namun pengembangna IPTEK

9|NILAI PANCASILA DALAM PERKEMBANGAN IPTEK


bukan semata-mata untuk mengejar kemajuan material melainkan harus memperhatikan
aspek-aspek spiritual, artinya pengembangan IPTEK harus diarahkan untuk mencapai
kebahagiaan lahir dan batin.
Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila yang merupakan sumber nilai,
kerangka pikir serta asas moralitas bagi pembangunan IPTEK. Sehingga bangsa yang
memiliki pengembangan hidup pancasila, maka tidak berlebihan apabila pengembangan
IPTEK harus didasarkan atas paradigma pancasila.
Syarat dan kondisi dikembangkannya iptek yang pancasialis :
Adanya keyakinan akan kebenaran nilai-nilai Pancasila dalam diri setiap ilmuwan
Adanya situasi yang kondusif secara kultural, yaitu harus adanya semangat pantang
menyerah untuk mencari kebenaran ilmiah yang belum selesai, dan adanya kultur
bahwa disiplin merupakan suatu kebutuhan bukan sebagai beban atau paksaan.
Adanya situasi yang kondusif secara struktural, bahwa perguruan tinggi harus
terbuka wacana akademisnya, kreatif, inovatif, dan mengembangkan kerja sama
dengan bidang-bidang yang berbeda
Hasil iptek harus dapat dipertanggungjawabkan akibatnya, baik pada masa lalu,
sekarang, maupun masa depan. Oleh karena itu, diperlukan suatu aturan yang mampu
menjadikan pancasila sebagai roh bagi perkembangan iptek di Indonesia. Dalam hal ini
pancasila mampu berperan memberikan beberapa prinsip etis pada iptek sebagai berikut.
Martabat manusia sebagai subjek, tidak boleh diperalat oleh iptek.
Harus dihindari kerusakan yang mengancam kemanusiaan.
Iptek harus sedapat mungkin membantu manusia melepaskan kesulitan-kesulitan
hidupnya.
Harus dihindari adanya monopoli iptek.
Harus ada kesamaan pemahaman antara ilmuwan dan agamawan. Bahwa iman
dalam agama harus memancar dalam ilmu dan ilmu menerangi jalan yang telah
ditunjukkan oleh iman. Hal ini sesuai dengan ucapan Einstein, yaitu without
religion is blind, religion science is lame (ilmu tanpa agama adala buta, agama tanpa
ilmu adalah lumpuh).

10 | N I L A I P A N C A S I L A D A L A M P E R K E M B A N G A N I P T E K
2.4 Peranan pancasila dalam mengembangkan iptek.
Dalam perkembangan iptek peranan pancasila sangatlah penting guna menjaga nama
baik dan integritas bangsa. Peran pancasila antara lain :
Sebagai filtrasi.
Pancasila berperan sebagai filtrasi masuknya budaya asing ke indonesia, sehingga
Indonesia masih mempertahankan ciri khas atau integritas bangsa tanpa ketinggalan
zaman di era globalisasi.
Sebagai tolok ukur.
Dalam pengembangan iptek tidak selalu bernilai positif namun dapat juga bernilai
negatif, oleh karena itu, pancasila disini berperan untuk mengukur baik buruknya
perkembangan iptek tersebut,
Sebagai alat control.
Perkembangan iptek yang tidak terkontrol akan menimbulkan penyimpangan-
penyimpangan yang tidak di inginkan. Dengan adanya nilai-nilai pancasila
perkembangan iptek dapat terkontrol, Sebagai contoh, Kloning, Bom nuklir,

11 | N I L A I P A N C A S I L A D A L A M P E R K E M B A N G A N I P T E K
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan temuan-temuannya melaju pesat, mendasar,
spektakuler. IPTEK tidak lagi hanya sebagai sarana kehidupan tetapi sekaligus sebagai
kebutuhan kehidupan manusia. Untuk itu diperlukan sikap bijaksana, yaitu kesediaan untuk
membuka diri terhadap tuntutan jaman, sekaligus waspada terhadap nilai-nilai sosial budaya
dari luar. Hanya nilai-nilai yang sesuai dengan kepribadian kita yang kita serap.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakekatnya merupakan hasil
kreatifitas rohani (jiwa) manusia. Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan
IPTEK untuk mengolah kekayaan alam yang diciptakan Tuhan YME. Tujuan dari IPTEK
ialah untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabat manusia, maka
IPTEK pada hakekatnya tidak bebas nilai, namun terikat nilai nilai. Pancasila telah
memberikan dasar nilai nilai dalam pengembangan IPTEK, yaitu didasarkan moral
ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Hubungan antara pancasila dengan IPTEK tidak dapat lagi ditempatkan secara
dikotomi saling bertentangan, pancasila tanpa disertai sikap kritis ilmu pengetahuan, akan
menjadikan pancasila itu sebagai suatu yang represif dan kontraproduktif. Sebaliknya ilmu
pengetahuan tanpa didasari dan diarahkan oleh nilai-nilai pancasila akan kehilangan arah
konstruktifnya dan terdistori menjadi suatu yang akan melahirkan akibat-akibat fatal bagi
kehidupan manusia.

12 | N I L A I P A N C A S I L A D A L A M P E R K E M B A N G A N I P T E K
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Rukiyati, dkk.2008. Pendidikan Pancasila.Yogyakarta: UNY Press


Kaelan, H. 2010. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma
https://www.academia.edu/9438724/Pancasila_sebagai_Pembangunan_IPTEK
http://www.anneahira.com/perkembangan-iptek-di-indonesia.html

13 | N I L A I P A N C A S I L A D A L A M P E R K E M B A N G A N I P T E K