Anda di halaman 1dari 62

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DENGAN

MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK


MENINGKATKAN PEMAHAMAN MENGENAI
SISTEM TATA SURYA PADA SISWA KELAS 6

PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )


Diajukan untuk memenuhi tugas dan syarat-syarat mengikuti
seleksi Guru Berprestasi ( GUPRES )

Disusun Oleh :
Nama : A R I S N O, S.Pd.
NIP : 196908181991021002
Tempat Tugas : SDN KAMAL 04 PAGI

DINAS PENDIDIKAN DASAR


KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT
2011
LEMBAR PENGESAHAN
Karya tulis dengan judul Penerapan Metode Demonstrasi Dengan
Menggunakan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Pemahaman
Mengenai SistemTata Surya Pada Siswa Kelas 6 .

Ditulis Oleh : ARISNO, S.Pd.


NIP : 196908181991021002
Tempat Tugas : SDN KAMAL 04 PAGI

Disyahkan untuk diajukan dalam seleksi Guru Berprestasi ( GUPRES ) Dinas

Pendidikan Dasar Kota Administrasi Jakarta Barat.

Jakarta, 13 Juni 2011

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
karunia, rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Penelitian
Tindakan Kelas ( PTK ) yang berjudul penerapan metode demonstrasi dengan
menggunakan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman mengenai
sistem tata surya pada siswa kelas 6 .
Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi persyaratan seleksi Guru
Berprestasi ( GUPRES ) yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pendidikan Dasar
Kota Administrasi Jakarta Barat.
Dengan terselesaikannya Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini, penulis
mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan
memberikan bantuan dalam pembuatan karya tulis ini yang tidak dapat disebutkan
satu per satu.
Dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki, penulis sadar bahwa Penelitian
ini masih banyak kekurangannya, untuk itu penulis berharap adanya kritik dan
saran yang sifatnya membangun.
Akhirnya penulis berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi
orang lain dan khususnya bagi penulis sendiri.

Jakarta, 13 Juni 2011


Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul Halaman

LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................. i
KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ............................................................................................ v
DAFTAR GRAFIK ..........................................................................................vi
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................vii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah .............................................................. 4
C. Analisis Masalah ................................................................... 5
D. Rumusan Masalah ................................................................. 5
E. Tujuan Penelitian .................................................................. 5
F. Manfaat Penelitian ................................................................ 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA


A. Metode Demonstrasi ............................................................. 4
B. Media Audio Visual .............................................................. 6
C. Sistem Tata Surya ............................................................... . . 7

BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


A. Subyek Penelitian.................................................................. 9
1. Tempat Pelaksanaan ........................................................ 9
2. Waktu Pelaksanaan ......................................................... 9
3. Karakteristik Siswa ......................................................... 10
B. Deskripsi Per Siklus .............................................................. 10
1. Langkah-langkah Perbaikan Pembelajaran ..................... 17
a. Rencana Perbaikan .................................................... 17
b. Pelaksanaan Perbaikan .............................................. 18
c. Pengamatan/Pengumpulan Data /Instrumen ............. 18

iii
d. Refleksi ...................................................................... 18

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Deskripsi Per Siklus .............................................................. 22
1. Hasil Pengolahan Data dan Pengamatan ......................... 22
B. Deskripsi Temuan dan Refleksi ............................................ 27
1. Deskripsi Per Siklus ........................................................ 28
C. Pembahasan Dari Setiap Siklus ............................................ 28
BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN TINDAK LANJUT
A. Kesimpulan ........................................................................... 30
B. Saran ..................................................................................... 30
C. Saran dan Tindak Lanjut ....................................................... 31

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 32

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran 16


Tabel 2. Daftar Nilai Hasil Belajar Pelajaran Siklus I-III 22
Tabel 3. Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Pelajaran Siklus I ... 24
Tabel 4. Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Pelajaran Siklus II .. 25
Tabel 5. Nilai Rata-Rata Hasil Belajar Pelajaran Siklus III . 26

v
DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. Nilai Siklus I-III ...


27

vi
vi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I 33


Lampiran 2. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II ... 39
Lampiran 3. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus III .. 45

vii
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam Lingkup mikro pendidikan diwujudkan melalui proses
belajar mengajar di dalam kelas maupun di luar kelas. Proses ini
berlangsung edukatif. Melalui proses belajar mengajar inilah peserta didik
akan mengalami proses perkembangan kearah yang lebih baik dan
bermakna agar hal tersebut dapat terwujud maka diperlukan suasana
proses belajar mengajar yang kondusif bagi peserta didik dalam
melampaui tahapan-tahapan belajar secara bermakna dan efektif sehingga
menjadi pribadi yang percaya diri, inovatif dan kreatif (Surya, 1992: 179).
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah memperbaiki
dan mengubah kurikulum yang digunakan di sekolah. Saat ini diluncurkan
Kurikulum 2006 yang menggantikan Kurikulum 2004, padahal belum
semua sekolah dapat melaksanakan Kurikulum 2004. Akan tetapi apapun
jenis dan nama kurikulum yang digunakan, keberhasilan pembelajaran di
sekolah bergantung pada implementasinya dalam pembelajaran oleh guru.
Guru merupakan faktor yang berpengaruh sangat besar dalam proses
belajar mengajar, bahkan sangat menentukan keberhasilan siswa dalam
belajar.
Pendidikan adalah proses memproduksi sistem nilai dan budaya
kearah yang lebih baik, antara lain dalam pembentukan kepribadian,
keterampilan dan perkembangan intelektual siswa. Dalam lembaga formal
proses reproduksi nilai dan budaya ini dilakukan terutama dengan mediasi
proses belajar mengajar sejumlah mata pelajaran di kelas. Salah satu mata
pelajaran yang turut berperan penting dalam pendidikan wawasan,
keterampilan dan sikap ilmiah sejak dini bagi anak adalah mata pelajaran
IPA. Ilmu Pengetahuan Alam adalah pengetahuan yang rasional dan
objektif tentang alam semesta dan segala isinya.
sains merupakan cara mencari tahu tentang alam sekitar secara
sistematis untuk mengusai pengetahuan, fakta-fakta, konsep-konsep,
prinsip-prinsip, proses penemuan, dan memiliki sikap ilmiah. Pendidikan
sains bermanfaat bermanfaat bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan
alam sekitar. Pendidikan sains menekankan pada pemberian pengalaman
langsung dan kegiatan praktis untuk mengembangkan kompetensi agar
siswa memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan sains diarahakan
untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu siswa untuk
memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.
Idealnya, pembelajaran sains digunakan sebagai wahana bagi siswa untuk
menjadi ilmuwan, terutama siswa Sekolah Dasar. Melalui pembelajaran
sains di sekolah siswa dilatih berpikir, membuat konsep ataupun dalil
melalui pengamatan, dan percobaan.
Berdasarkan hal tersebut, tergambar jelas tugas yang harus
diemban guru-guru di sekolah dasar. Untuk mewujudkan keinginan
pembelajaran di Sekolah Dasar yang tertuang di dalam kurikulum, para
guru mengemban amanat yang sangat besar. Untuk mencapai
pembelajaran yang diinginkan kurikulum, guru harus mampu menjadi
fasilitator dalam pembelajaran Sains, dan mampu menciptakan
pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan
siswanya. Dalam pembelajaran, guru harus sebnyak mungkin melibatkan
peserta didik secara aktif agar siswa mampu bereksplorasi untuk
membentuk kompetensi dengan menggali berbagai potensi, dan kebenaran
ilmiah.
Belajar bukan hanya bergantung pada lingkungan atau kondisi
belajar melainkan juga pengetahuan awal siswa. Pengetahuan ini tidak
dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke siswa, namun secara
aktif dibangun oleh siswa sendiri melalui pengalaman nyata. Hal ini
sejalan dengan pendapat Piaget yang mengatakan bahwa belajar
merupakan proses adaptasi terhadap lingkungan yang melibatkan
asimilasi, yaitu proses bergabungnya stimulus ke dalam struktur kognitif.
Bila stimulus baru tersebut masuk ke dalam struktur kognitif
diasimilasikan, maka akan terjadi proses adaptasi yang disebut
kesinambungan dan struktur kognitif menjadi bertambah.

2
Guru sebagai ujung tombak yang menentukan keberhasilan
pendidikan dan pengajaran di sekolah, sepertinya belum dapat
mengantisipasi keadaan dan keperluan siswa. Sebagian guru SD masih
menggunakan pembelajaran pola lama, yaitu proses pembelajaran satu
arah yang didominansi oleh guru melalui metode ceramah dan masih
kurang melibatkan siswa untuk aktif dalam proses belajar mengajar.
Dalam pembelajaran, guru hanya bersikap sebagai pelaksana tugas dalam
pembelajaran, bukan memberikan pengalaman belajar yang bermakna
kepada siswanya. Guru pun jarang menciptakan model pembelajaran sains
dengan pengamatan langsung, percobaan, ataupun simulasi. Akibatnya,
sains dianggap sebagai pelajaran hafalan. Padahal, pembelajaran sains
dapat menjadi wahana bagi siswa untuk berlatih menjadi ilmuwan,
mengembangkan menumbuhkan motivasi, inovasi, dan kreativitas
sehingga siswa mampu menghadapi masa depan yang penuh tantangan
melalui penguasaan sains. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru tidak
boleh mendominasi pembelajaran di dalam kelas, dengan menganggap
siswa tidak memiliki pengetahuan awal. Siswa tidak boleh dicekoki
dengan hafalan, melalui transfer hal-hal yang tercantum dalam buku teks.
Akan tetapi, siswa harus dilatih berpikir dan membuat konsep berdasarkan
pengamatan dan percobaan. Jika siswa memberi infut, guru harus mau
menerimanya dan jangan memutus proses eksplorasi berfikir siswa hanya
karena tidak sesuai dengan buku pegangan. Untuk menjadi ilmuwan
ataupun untuk belajar diperlukan independensi berfikir. Oleh karena itu,
guru seharusnya kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran sehingga mampu memenuhi keperluan pembelajaran untuk
setiap siswanya.
Dengan demikian jelas bahwa tahap berpikir anak usia SD harus
dikaitkan dengan hal-hal nyata dan pengetahuan awal siswa yang telah
dibangun mereka dengan sendirinya.

3
Sehubungan dengan hal tersebut metode mengajar yang digunakan
oleh guru hendaknya bervariasi sesuai dengan tujuan dan materi yang
diajarkan. Dengan metode yang bervariasi inilah siswa akan begairah
dalam belajar secara inovatif dan kreatif. Metode yang digunakan dalam
interaksi belajar mengajar merupakan salah satu faktor yang menentukan
keberhasilan dan kelancaran proses pembelajaran.
Usaha untuk meningkatkan pemahaman siswa memerlukan metode
yang efektif dan efisien. Selain itu, diperlukan pula media pembelajaran
yang tepat sehingga siswa dapat menguasai kompetensi yang diharapkan.
Dalam proses belajar mengajar, media memiliki peran yang sangat penting
menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Penerapan metode
demonstrasi dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran
mengenai sistem tata surya diharapkan membangkitkan rasa ingin tahu dan
minat siswa serta motivasi untuk belajar, juga dapat mempermudah siswa
dalam memahami materi dan informasi yang disampaikan. Dengan
demikian, penerapan metode demonstrasi dengan menggunakan media
audio visual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai
Sistem pencernaan manusia pada siswa kelas V.
Pada pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang
Sistem pencernaan menunjukkan hasil belajar yang kurang memuaskan.
Sebagian besar siswa memperoleh nilai di bawah standar ketuntasan
belajar minimal yang sudah ditentukan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan analisis masalah di atas, maka yang akan menjadi


fokus perbaikan pembelajaran adalah :
1. Apakah penerapan metode demonstrasi dengan menggunakan media
audio visual dapat meningkatkan pemahaman mengenai sistem
pencernaan pada siswa kelas 5 ?
2. Apakah dengan menggunakan metode demonstrasi dapat
mempengaruhi pembelajaran siswa dan dapat meningkatkan hasil
belajar siswa

4
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pertanyaan penelitian tindakan kelas yang terdapat
pada rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan :
1. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai sistem pencernaan pada
siswa kelas 5 melalui penerapan metode demonstrasi dengan
menggunakan media audio visual.
2. Meningkatkan habis belajar siswa dalam pembelajaran IPA

D. Manfaat perbaikan
1. Manfaat bagi siswa, untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai
sistem pencernaan.
2. Manfaat bagi guru, untuk mengembangkan potensi guru dalam
pembelajaran IPA dengan menerapkan metode demonstrasi dengan
menggunakan media audio visual.
3. Manfaat bagi sekolah, untuk meningkatkan kwalitas pendidikan dasar.

5
7

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Metode Demonstrasi
Menurut Drs. Lukmanul Hakim, M.Pd.,dalam bukunya
Perencanaan Pembelajaran (2007) mengungkapkan bahwa strategi dan
metode dalam proses pembelajaan. Strategi adalah siasat melakukan
kegiatan. Kegiatan dalam pembelajaran yang mencakup metode dan teknik
pembelajaran.
Yang dimaksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode
mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu
pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya atau
bekerjanya suatu proses atau langkah-langkah kerja dari suatu alat atau
instrumen tertentu kepada siswa.

Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat


dilakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode Demonstrasi
cukup baik apabila digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran sains
dan teknologi, misalnya : bagaimana cara kerja suatu mesin cuci atau apa
yang terjadi jika suatu balon berisi air bakar dengan api dsb.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode demonstrasi :


1. Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang
di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa.
misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas.
2. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti oleh aktivitas di
mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas
mereka sebagai pengalaman yang berharga.
3. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di kelas karena alat-alat yang
terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari
kelas.
4. Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis tetapi dapat
membangkitkan minat siswa.
5. Guru harus dapat memperagakan demonstrasi dengan sebaik-baiknya,
karena itu guru perlu mengulang-ulang peragaan di rumah dan
memeriksa semua alat yang akan dipakai sebelumnya sehingga
sewaktu mendemonstrasikan di depan kelas semuanya berjalan
dengan baik.

Kelebihan metode demonstrasi adalah :


1. Perhatian anak didik dapat dipusatkan, dan titik berat yang di anggap
penting oleh guru dapat di amati.
2. Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang
didemonstrasikan, jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan
mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain.
3. Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses
belajar.
4. Dapat menambah pengalaman anak didik.
5. Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di
sampaikan.
6. Dapat mengurangi kesalah pahaman karena pengajaran lebih jelas dan
kongkrit.
7. Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap
siswa karna ikut serta berperan secara langsung.

Kelebihan metode demonstrasi adalah :


1. Memerlukan waktu yang cukup banyak.
2. Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi menjadi
kurang efesien.
3. Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli bahan-
bahannya.
4. Memerlukan tenaga yang tidak sedikit.
5. Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstran menjadi tidak
efektif.

8
Langkah-langkah dalam penerapan metode demonstrasi adalah:
a. Perencanaan
Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah :
1). Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau
kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode
demontrasi berakhir.
2). Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi
yang akan di laksanakan.
3). Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan
4). Selama demonstrasi berlangsung guru harus instrospeksi diri
apakah :
(a). Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh
siswa
(b). Apakah semua media yang di gunaka telah di tempatkan
pada posisi yang baik, hingga semua siswa dapat melihat
semuanya dengan jelas
(c). Siswa membuat catatan-catatan yang dianggap perlu
5). Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak
didik

b. Pelaksanaannya:
Hal-hal yang di lakukan adalah :
1. Memeriksa hal-hal tersebut di atas untuk kesekian kalinya
2. Melakukan demonstrasi dengan menarik perhatian siswa
3. Mengingat pokok materi yang akan didemonstrasikan agar
mencapai sasaran
4. Memperhatikan keadaan siswa, apakah semuanya mengikuti
demonstrasi dengan baik
5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif
6. Menghindari ketegangan

9
7. Evaluasi; dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat
laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih
lanjut baik di sekolah maupun di rumah.

B. Media Audio Visual


Perkembangan dan kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi telah
membawa pengaruh yang besar dalam dunia pendidikan. Pendidikan pada
dasarnya memiliki fungsi dan tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut
dilaksanakan pembelajaran yang mendapat dukungan media pendidikan yang
tepat dan efektif.
Media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar.
Penggunaan media pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum dan kemampuan
siswa. Sebelum menggunakan media sebagai sarana penunjang pembelajaran,
guru memiliki pengetahuan dan pemakaian media tersebut.
Media berarti wadah atau sarana. Dalam bidang komunikasi, istilah media
yang sering kita sebut sebenarnya adalah penyebutan singkat dari media
komunikasi.
Menurut Gagne (1970) media adalah berbagai jenis komponen dalam
lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs
(1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan
pesan serta merangsang siswa untuk belajar, seperti ; buku, film, kaset, film
bingkai dan lain-lain. Menurut Kosasih Djahiri (1999) berpendapat bahwa media
adalah sesuatu yang bersifat materiel inmaterial atau behavioral atau personal
yang dijadikan wahana kemudahan, kelancaran serta keberhasilan proses hasil
belajar.
Menurut Dr. Arief S. Sadiman, MSc.dkk, dalam bukunya Media
Pendidikan ( pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya ) menjelaskan
bahwa kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari
kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah
perantara atau pengantar dari pengirim ke penerima pesan.
Aristo (2004:13) menjelaskan secara umum dalam proses pembelajaran
media memiliki fungsi yang sangat penting yaitu memperlancar interaksi antara

10
siswa dan guru sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.
Kamp, Dkk (1985) dalam Aristo (2004:13-15) mengidentifikasi beberapa manfaat
dalam pembelajaran, yaitu :
1) Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
2) Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
3) Proses pembelajaran menjadi lebih intensif.
4) Efisiensi dalam waktu dan tenaga.
5) Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
6) Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan
kapan saja.
7) Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses
belajar.
8) Mengubah pesan guru kea rah yang lebih positif dan peroduktif.
Banyak batasan yang diberikan para ahli mengenai media. Asosiasi
Teknologi dan Komunikasi Pendidikan ( Association of Education and
Communication Technology/AECT ), membatasi media sebagai segala bentuk dan
saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
Sementara Gagne ( 1970 ) berpendapat bahwa media adalah berbagai jenis
komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa tersebut untuk
belajar. Briggs (1970) menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang
dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa media
adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari
pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga protes belajar terjadi.
Media komunikasi sangat berperan dalam mempengaruhi perubahan
masyarakat. Televisi dan radio adalah contoh media yang paling sukses menjadi
pendorong perubahan. Audio-visual juga dapat menjadi media komunikasi.
Penyebutan audio-visual sebenarnya mengacu pada indra yang menjadi sasaran
dari media tersebut. Media audiovisual mengandalkan pendengaran dan
penglihatan dari khalayak sasaran (penonton). Produk audio-visual dapat menjadi
media dokumentasi dan dapat juga menjadi media komunikasi. Sebagai media

11
dokumentasi tujuan yang lebih utama adalah mendapatkan fakta dari suatu
peristiwa. Sedangkan sebagai media komunikasi, sebuah produk audio-visual
melibatkan lebih banyak elemen media dan lebih membutuhkan perencanaan agar
dapat mengkomunikasikan sesuatu. Film cerita, iklan, media pembelajaran adalah
contoh media audio-visual yang lebih menonjolkan fungsi komunikasi. Media
dokumentasi sering menjadi salah satu elemen dari media komunikasi. Karena
melibatkan banyak elemen media, maka produk audio-visual yang diperuntukkan
sebagai media komunikasi kini sering disebut sebagai multimedia.
Media audio visual merupakan salah satu media yang digunakan dalam
pembelajaran menyimak. Media ini dapat menambah minat siswa dalam belajar
karena siswa dapat menyimak sekaligus melihat gambar. Aristo (2004:56)
menjelaskan bahwa fungsi media pembelajaran, khususnya media audio visual
bukan saja berfungsi menyalurkan pesan, melainkan membantu menyederhanakan
proses penyampaian pesan yang sulit sehingga komunikasi dapat menjadi lancar.
Dengan uraian di atas media audio visual sangat berguna dan membantu
pencapaian tujuan pembelajaran.
Asnawir (2002:57-58) menjelaskan bahwa media audio visual memiliki
kesanggupan untuk; pertama menembus ruang dan waktu, kedua menerjemahkan
pesan menjadi satuan esensial, ketiga memberikan pengalaman sosial dan
emosional, keempat memberikan motivasi, kelima memperjelas pemahaman.

B. Sistem Tata Surya


Tata surya adalah matahari dan keluarga benda antariksa yang
mengedarinya. Tata Surya terdiri dari sebuah bintang yang disebut Matahari
(dalam sistem tatasurya kita) dan semua objek yang mengelilinginya. Dalam tata
surya kita, objek yang mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya itu adalah
planet bersama satelitnya yang mengorbit secara elips, meteor, komet, asteroid,
dan planet-planet kecil.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk
asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan
piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak
sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

12
Menurut sumber lain tata surya adalah Sebuah tata surya terdiri dari satu
Matahari dan semua benda angkasa yang beredar mengelilinginya. Matahari
adalah bintang yang menghasilkan cahayanya sendiri. Benda yang mengedari
bintang dinamakan planet. Sebagian besar planet memiliki satelit (bulan) yang
berjalan mengelilinginya. Dalam tata surya kita semuanya terdapat sembilan
planet yang mengedari matahari.
Sebuah planet dapat dibagi menjadi dua kelompok: planet besar serta
planet kecil. Merkurius, Venus, Bumi dan mars membentuk kelompok empat
planet yang kecildan sejenis bumi. Keempat planet ini terdiri dari materi yang
kerapatan rata-ratanya empat atau lima kali kerapatan air. Yupiter, Saturnus dan
Neptunus jauh lebih besar daripada planet-planet sejenis Bumi. Jari-jari Yupiter
lebih dari sebelas kali jari-jari Bumi, dan volumenya kira-kira 1320 kali lebih
besar. Saturnus mempunyai jari-jari 60400 km; ini hampir 10 kali jari-jari
Bumi.Yupiter serta Saturnus mempunyai banyak satelit. Uranus mempunyai jari-
jari yang panjangnya 23700 km, sedangkan Neptunus mempunyai jati-jari 22300
km. Pluto mempunyai jari-jari 3200 km; ini berarti bahwa Pluto lebih kecil dari
Mars.
Anggota tata surya terdiri dari :
1. Matahari.
Matahari merupakan bintang yang terdekat dengan bumi dan menjadi
pusat dari tata surya dengan jarak rata-rata dengan bumi sekitar 150 juta km. Lain
halnya dengan bumi, zat penyusun utama dari matahari adalah gas yang memiliki
suhu permukaan sekitar 6.000 C, sedangkan pada bagian inti matahari
mempunyai suhu 15.000.000 C. Kala rotasi matahari adalah 25,04 hari dan
gravitasinya sangatlah besar, sekitar 27,9 kali gravitasi bumi dengan massa
333.000 kali massa bumi.

2. Planet.
Planet adalah suatu benda gelap yang mengorbit sebuah bintang yaitu
matahari. Dalam tata surya kita, didasarkan pada bumi sebagai pembatas, planet
dibedakan menjadi 2, yaitu :

13
a. Planet Inferor: yaitu planet yang orbitnya berada didalam orbit bumi
mengelilingi matahari yaitu : Merkurius dan Venus
b. Superior: yaitu planet yang orbitnya berada diluar orbit bumi mengelilingi
matahari yaitu : Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto

3. Asteroid.
Asteroid adalah benda langit kecil dan padat yang terdapat dalam sistem
tata surya. Asteroid adalah contoh dari sebuah planet kecil akan tetapi masih jauh
lebih kecil dari sebuah planet. Asteroid ini berada dalam sebuah sabuk antara
planet Mars dan Jupiter dan disebut sebagai sabuk Asteroid. Selama 200 tahun,
Ceres masih merupakan asteroid terbesar sebelum ditemukannya asteroid yang
lebih besar pada 23 Agustus 2001dan terlihat atau diamati oleh manusia berada
didekat orbit Pluto. Nama dari asteroid ini adalah KX 76

4. Komet.
Komet adalah benda luar angkasa dalam tata surya yang mirip dengan
asteroid, akan tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas dan debu yang
membeku. Komet memiliki orbit terhadap matahari dengan lintasan elips, namun
lebih lonjong dari orbit planet. Ketika Lintasan komet ini mendekati bagian dalam
tata surya, ia memiliki ciri khusus yang dapat dilihat dengan kasat mata apa bila
jarak komet ini dengan bumi cukup dekat dalam lintasannya, yaitu ekor komet.
Ekor komet terbentuk dari menguapnya lapisan es dan debu terluar dari komet
tersebut karena radiasi dari matahari. Arus debu dan gas yang dihasilkan dari
radiasi ini membentuk suatu lapisan atmosfer tipis disekeliling komet tersebut
(Coma) dan akibat tekana radiasi dan angin matahari pada coma ini, maka
terbentuklah ekor raksasa yang selalu menjauhi matahari. Komet bergerak
mengelilingi matahari berkali-kali, tetapi peredarannya memakan waktu yang
sangat lama. Komet yang terkenal dan dapat dilihat secara kasat mata ketika
orbitnya mendekati matahari adalah komet Halley, yang mengorbit matahari
setiap 76 tahun sekali.

5. Meteor

14
Meteorid, dan Meteoroid. Meteor adalah Asteroid yang masuk kedalam
atmosfer bumi dan menjadi panas dan berpijar karena gesekan dengan atmosfer
bumi. Orang biasa menyebut benda ini sebagai bintang jatuh. Meteorid adalah
sisa-sisa meteor yang dapat mencapai permukaan bumi. Sedangkan Meteoroid
adalah batuan dalam ruang antar planet yang berukuran kecil hingga sedang
( sebesar gerbong kereta api )

15
16

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. SUBYEK PENELITIAN

1. Tempat Penelitian
Tempat pelaksanaan perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) mengenai sistem tata surya yaitu di SDN Kamal 04 Pagi, yang berada di
wilayah Kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.

2. Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan perbaikan terdiri dari 3 siklus, yang dilaksanakan
selama bulan April 2011 Jadwal perbaikan sebagai berikut :

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran

Siklus Tanggal Mata Pelajaran Materi

I 06-04-2011 IPA Matahari sebagai pusat Tata Surya

II 13-04-2011 IPA Planet-planet dalam tata surya

III 20-04-2011 IPA Profil dari 8 planet dalam tata surya

3. Karakteristik Siswa
Usia siswa di sekolah dasar yaitu sekitar 6 12 tahun. Masa ini merupakan
masa sekolah dan siap untuk belajar. Pada masa ini anak telah mampu
mengembangkan psikologi kognitif yang harus dikembangkan secara kongkret
Ada dua tingkatan kelas pada sekolah dasar yang sesuai dengan masa
intelektuanya. Masa ini sangat menentukan masa berikutnya karena lebih mudah
mendidik, antara lain :
a. Masa kelas rendah sekolah dasar ( kelas 1 sampai kelas 3 )
Ciri-ciri masa kelas rendah sekolah dasar yaitu :
1). Adanya korelasi positif antara pertumbuhan dengan prestasi di
sekolah
2). Memenuhi peraturan-peraturan / regulasi tradisional
3). Suka membandingkan dirinya dengan anak lain
4). Hal yang bersifat konkret mudah dipahami
5). Mampu mengingat, berbahasa dan berkembang lebih cepat

B. Deskripsi Per Siklus


Selama perbaikan pembelajaran dilaksanakan penulis selaku peneliti yang
bertindak sebagai observer mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran
berlangsung dan mencatat hal hal yang penting untuk perbaikan pembelajaran.
Datadata selama 3 siklus pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) mengenai sistem tata surya.
Prosedur perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan mengacu kepada
tahap Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan perbaikan pembelajaran
dilaksanakan di kelas 6 SDN Kamal 04 Pagi.
Dalam melaksanakan proses perbaikan pembelajaran, penulis melakukan
berbagai persiapan mencari jalan untuk mengatasi dan memperbaiki masalah
tersebut dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Menyusun skenario pembelajaran atau Rencana Pembelajaran (RP).
2. Merumuskan tujuan pembelajaran.
3. Menetapkan metode dan media pembelajaran.
4. Menyiapkan instrumen evaluasi.

1. Langkah-langkah yang ditempuh pada perbaikan pembelajaran


a. Siklus I
1). Rencana Perbaikan

Adapaun rencana perbaikan yang dilakukan oleh penulis adalah sebagai


berikut :
(a). Mengamati proses belajar mengajar di kelas

17
(b). Penulis mengumpulkan data berupa peristiwa dan hasil belajar
yang dicapai oleh siswa
(c). Melakukan wawancara dengan siswa untuk mengetahui keinginan
mereka untuk belajar.
(d). Melakukan pemeriksaan kembali dokumen yang ada seperti
rencana persiapan mengajar dan soal evaluasi.

2). Pelaksanaan Perbaikan


(a). Guru memberikan materi pokok tentang matahari sebagai pusat tata
surya.
(b). Siswa memperhatikan penjelasan guru tentang matahari sebagai
pusat tata surya.
(c). Siswa dan guru melakukan tanya jawab dan guru memberikan soal-
soal latihan.
(d). Siswa mengerjakan soal latihan.
(e). Membahas soal latihan bersama-sama.
(f). Diakhir pembelajaran guru bersama siswa menyimpulkan materi
pelajaran dan memberikan tindak lanjut berupa PR.

3). Pengamatan/Pengumpulan Data/Instrumen


(a). Dalam proses belajar mengajar siswa kurang aktif dan masih ada
yang bermain dengan temannya.
(b). Anak masih ada yang tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.
(c). Guru kurang memantau siswa saat mengerjakan latihan atau tugas
yang diberikan.

4). Refleksi
(a). Hasil evaluasi pada siklus ini dengan rata-rata masih kurang dari
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 59 yang seharusnya 60.
(b). Siswa yang banyak bermain di kelas dan mengganggu temannya
diberi teguran oleh guru.

18
(c). Masih adanya siswa yang tidak dapat menyelesaikan tugas karena
belum tepatnya penggunaan metode pembelajaran.

b. Siklus II
Pada siklus II penulis menyampaikan materi tentang palnet-planet dalam
tata surya.
1). Rencana Perbaikan
(a). Pengkondisian siswa.
(b). Menyiapkan alat peraga berupa gambar
(c). Menggunakan metode tanya jawab dan latihan.
(d). Membuat soal evaluasi.

2). Pelaksanaan Perbaikan


(a). Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum memahami
materi pelajaran.
(b). Memberikan penjelasan materi pelajaran tentang anggota tata
surya.
(c). Siswa diajak mengamati gambar anggota tata surya.
(d). Siswa diminta menyebutkan anggota dari tata surya.
(e). Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya pada guru.
(f). Diakhir pembelajaran guru bersama siswa menyimpulkan materi
pelajaran, memberikan tindak lanjut, memberikan tuga berupa PR
serta menutup pelajaran.

3). Pengamatan/Pengumpulan Data/Instrumen


(a). Memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menyelesaikan
tugas dan memberikan semangat bagi siswa yang belum menguasai
materi pelajaran.
(b). Menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas.

4). Refleksi

19
a). Awal pembelajaran yang baik dapat meningkatkan semangat
belajar.
b). Penggunaan media yang tepat dapat memudahkan pemahaman
materi.
c). Mengadakan penelitian hasil sebagai perbandingan dari hasil
sebelumnya dan sebagai bahan untuk penentu hasil berikutnya.

c. Siklus III
1). Rencana perbaikan
Pada siklus ini penulis menekankan rencana perbaikan pembelajaran
dengan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual.
(a). Pengkondisian siswa
(b). Menyampaikan tujuan pembelajaran
(c) Guru menyiapkan media audio visual berupa tayangan gambar
tentang sifat dan keadaan 8 planet dalam tata surya
(d). Mengadakan tanya jawab seputar materi yang akan di bahas.
(e). Mengoreksi kembali dokumen yang ada seperti persiapan mengajar
dan lembar evaluasi.

2). Pelaksanaan Perbaikan


(a). Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum memahami
materi pelajaran.
(b). Memberikan penjelasan materi pelajaran tentang profil dari 8
planet dalam tata surya.
(c). Siswa diajak mengamati tayangan gambar melalui media LCD
yang menunjukkan sifat dan keadaan 8 planet dalam tata surya.
(d). Siswa diberi pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan isi tayangan
gambar dengan tujuan agar siswa lebih mengerti tentang materi
yang dipelajari.
(e). Siswa diberi tes yang sudah dipersiapkan dengan tujuan untuk
mengetahui sejauh mana penguasannya terhadap materi yang sudah
dipelajari.

20
(f). Diakhir pembelajaran guru bersama siswa menyimpulkan materi
pelajaran, memberikan tindak lanjut, serta menutup pelajaran.

3). Pengamatan/Pengumpulan Data/Instrumen


(a). Penggunaan media audio visual sesuai dengan rencana
pembelajaran.
(b). Menggunakan metode demonstrasi sehingga membuat siswa
belajar lebih menyenangkan.

4). Refleksi
(a). Awal pembelajaran yang baik dapat meningkatkan semangat
belajar.
(b). Penggunaan media yang tepat dapat membuat siswa lebih antusias
dalam belajar.
(c). Dengan penggunaan metode demonstrasi melalui media audio
visual dapat menigkatkan prestasi dan penguasaan siswa terhadap
materi yang dipelajari.

21
22

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Per Siklus


1. Hasil Pengolahan Data dan Pengamatan.
Penelitian dilaksanakan di kelas 6 SDN Kamal 04 Pagi. Peneltian
ini yang dilakukan pada 3 siklus pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
( IPA ) tentang Sistem Tata Surya. Waktu yang digunakan untuk setiap kali
pertemuan adalah 70 menit.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari pembelajaran
siklus pertama hingga yang ke-tiga menunjukkan adanya perubahan baik
pada diri siswa, hasil belajar maupun kemampuan profesionalisme
gurunya.
Perolehan hasil belajar yang dicapai siswa sebanyak 3 siklus untuk materi
tentang sistem tata surya dengan KKM 65.

Tabel 2. Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus I III

Siklus
No Nama Siswa L/P Ket
I II III
1 Almiah P 50 70 70
2 Agung Setiawan L 50 70 70
3 Ananda Apriyanti Kartini P 60 60 70
4 Arif Fadhila Rokhim L 80 90 100
5 Berliansyah L 60 60 70
6 Dewi Rahayu P 60 60 70
7 Diana Laelasari P 50 60 60
8 Elen P 30 40 50
9 Elvira Viriya Hakim P 70 80 90
10 Eveline Viriya Hakim P 70 80 80
11 Exsan Hidayat L 40 50 60
12 Fahlul Muhajir L 80 80 100
13 Faozi Latif L 60 70 80
14 Febriansyah L 70 70 80
23
Lanjutan Tabel 2. Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus I III

Siklus
No Nama Siswa L/P Ket
I II III
15 Fatimah Azzahra P 70 80 90
16 Fika Wahidatunnisa P 80 80 100
17 Gilang Livaldi L 40 50 60
18 Huswatun Fadilah P 50 50 60
19 Indah P 70 70 80
20 Isa Sampurna L 30 40 50
21 Junisai Daud L 70 70 70
22 Kelvin Gunawan L 70 70 80
23 Khoirunisah P 80 80 90
24 Khusnul Khotimah P 50 60 70
25 Kristin P 60 60 70
26 Kus Sundari P 50 60 60
27 Laela Alfiah Nur Hakim P 60 70 80
28 Lely Herviani P 80 80 90
29 Meliyanti P 70 70 80
30 Moch. Nasir L 70 70 80
31 Noni Yuli Anggraini P 50 50 80
32 Nopita Sari P 50 50 60
33 Nur Amalia P 50 50 50
34 Nurmalasari. H P 50 50 40
35 Nurul Herviani P 80 80 80
36 Oktaviani Wahyuni P 70 70 90
37 Rahmadanti Nur Safitri P 60 60 70
38 Rifqi Pangestu L 40 50 50
39 Siti Amelia P 50 70 80
40 Siti Aminah Islamiyah P 50 70 70
41 Syapta Pradifta L 70 80 80
42 Teby Pratama L 60 60 70
43 Yohanda Halim L 60 60 70
Jumlah 2570 2800 3160
Rata-rata Kelas 60 65 74

23
Tabel 3. Nilai Rata-Rata Hasil Belajar pada Siklus I

Prosentase
Jumlah Jumlah
No Nilai Ket

23
Dari data pada siklus I menunjukkan bahwa walaupun hasil rata-rata kelas
mencapai nilai 60 ternyata masih ada siswa yang belum tuntas karena
mendapatkan nilai di bawah KKM. Siswa yang mendapat nilai 100 dan 90 tidak
ada, siswa yang mendapat nilai 80 hanya 6 orang (18,67%), siswa yang mendapat
nilai 70 sebanyak 11 orang (29,96%), siswa yang mendapatkan nilai 60 sebanyak
9 orang (21%), siswa yang mendapatkan nilai 50 sebanyak 12 orang (23,34%),
siswa yang mendapatkan nilai 40 sebanyak 3 orang (4,67%), siswa yang
mendapatkan nilai 30 sebanyak 2 orang (2,33%),. Berdasarkan hasil yang dicapai
tersebut maka siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 17 orang yaitu
sekitar 49%. Sedangkan yang tidak mencapai ketuntasan belajar sebanyak 26
orang yaitu sekitar 51%.

Tabel 4. Nilai Rata-Rata Hasil Belajar pada Siklus II

Prosentase
Jumlah Jumlah
No Nilai Ket
Siswa Nilai Tidak
Tuntas
Tuntas
Nilai rata-rata Kelas
1 100 - -
2800 : 43 = 65
2 90 1 90 3,21 %

3 80 9 720 25,71 %

4 70 13 910 32,50 %

5 60 10 600 21,43

6 50 8 400 14,29

7 40 2 80 2,86

8 30 - -
9 20 - -

23
10 10 - -

Jumlah 43 2800 61 % 39 %

Dari data pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan yang semula


rata-rata kelas mencapai nilai 60 tetapi pada siklus II rata-ratanya mencapai 65.
Hasil tes pada siklus II siswa yang mendapat nilai 100 tidak ada, siswa yang
mendapat nilai 90 berjumlah 1 orang (3,21%), siswa yang mendapat nilai 80
sebanyak 9 orang (25,71%), siswa yang mendapatkan nilai 70 sebanyak 13 orang
(32,50%), siswa yang mendapatkan nilai 60 sebanyak 10 orang (21,43%), siswa
yang mendapatkan nilai 50 sebanyak 8 orang (14,29%), siswa yang mendapatkan
nilai 40 sebanyak 2 orang (2,86%). Berdasarkan hasil yang dicapai tersebut maka
siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 23 orang yaitu sekitar 61%. Sedangkan
yang tidak mencapai ketuntasan belajar sebanyak 20 orang yaitu sekitar 39%.

Tabel 5. Nilai Rata-Rata Hasil Belajar pada Siklus III

Prosentase
Jumlah Jumlah
No Nilai Ket
Siswa Nilai Tidak
Tuntas
Tuntas
1 100 3 300 9,49 %

2 90 5 450 14,24 %

3 80 12 960 30,38 %

4 70 12 840 26,58 %

5 60 6 360 11,40 %
Nilai rata-rata Kelas
6 50 5 250 7,91 % 3150 : 43 = 74

7 40

8 30

9 20

10 10

23
Jumlah 43 3160 81 % 19 %

Dari data pada siklus III menunjukkan kenaikan yang cukup siginifikan
yaitu hasil rata-rata kelas mencapai nilai 73 % dimana Siswa yang mendapat nilai
100 sebanyak 3 orang (9,29%), siswa yang mendapat nilai 90 sebanyak 5 orang
(14,24%), siswa yang mendapat nilai 80 sebanyak 12 orang (30,38%), siswa yang
mendapatkan nilai 70 sebanyak 12 orang (26,58%), siswa yang mendapatkan nilai
60 sebanyak 6 orang (11,40%), siswa yang mendapatkan nilai 50 sebanyak 5
orang (7,91%). Dari data nilai siklus III dapat ditarik kesimpulan bahwa proses
perbaikan pelajaran IPA dengan materi tentang sistem tata surya ini sudah dapat
dikatakan berhasil dan mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 32
orang (81%). Jadi proses pembelajaran ini sudah tidak perlu diadakan perbaikan
lagi.

Grafik Peningkatan Hasil Nilai dari Siklus I, II dan III Digambarkan di


bawah ini :

23
A. Deskripsi Temuan dan Refleksi Pembelajaran IPA
Berdasarkan observasi dan hasil diskusi dengan teman sejawat, diperoleh
hasil bahwa perlu diadakannya perbaikan pembelajaran di setiap siklus. Setelah
melaksanakan proses pembelajaran tiga siklus untuk materi tentang sistem tata
surya maka terdapat temuan sebagai berikut :
Selama pelajaran pada siklus 1 peneliti tidak menggunakan hanya
menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Dengan cara belajar tersebut
siswa didik menjadi lebih cepat bosan dan hasil yang diperoleh juga tidak begitu
baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai ulangan siklus 1, dimana nilai rata
ratanya 60 dengan 26 dari 43 siswa mendapat nilai dibawah 65.
Sedangkan pada siklus II dimana peneliti menggunakan media peraga,
para siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran dan juga memahami
materi pelajaran yang diajarkan. Hal ini mempengaruhi hasil nilai ulangan pada
siklus II ini, dimana nilai rata rata siswa lebih meningkat menjadi 65 dan
terdapat 20 dari 43 siswa yang mendapat nilai dibawah 65.

23
Apabila diperhatikan perubahan yang terjadi pada nilai siswa pada siklus I
dan II menunjukan hal yang positif. Namun hasil yang diperoleh peneliti dinilai
masih kurang memuaskan. Oleh karena itu peneliti mengadakan siklus III dengan
memperbaiki strategi dalam proses pembelajaran. Pada siklus III ini peneliti
menerapkan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual dalam
proses pembelajaran.
Dengan menggunakan strategi pembelajaran yang baik dan metode
pmebelajaran yang bervariatif serta media audio visual siswa menjadi lebih aktif
dan menguasai materi pembelajaran lebih bagus bila dibandingkan dengan siklus
sebelumnya. Hal ini terlihat dari hasil nilai ulangan yang diperoleh siswa pada
siklus III ini, dimana rata rata yang didapat dalah 74 dan hanya 11 orang siswa
yang mendapat nilai kurang dari 64.

B. Pembahasan Dari setiap Siklus


1. Pembahasan Hasil Temuan
Berdasarkan hasil obervasi dan refleksi selama proses
pembelajaran tentang sistem tata surya menggambarkan bawah dengan
menerapkan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual
siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti proses pemebalajaran dan
siswa lebih menguasai materi pembelajaran yang disampaikan.
Perkembangan hasil yang diperoleh dari tiap siklus adalah sebagai berikut
:

a. Siklus I
Selama proses pembelajarn, aktifitas guru kurang menarik minat
dan perhatian siswa. Dengan metode ceramah guru terlalu banyak
memberikan penjelasan tanpa memberikan menggunakan media peraga
apapun, guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat
dalam proses pembelajaran akibatnya proses pembelajaran kurang
berhasil. Siswa hanya diam mendengarkan penjelasan guru. Aktifitas dan
kreatifitas siswa kurang terpacu, siswa kurang terlibat dalam proses
pembelajaran dan kurang diberi latihan.

23
Hasil belajar siswa pada siklus I mata pelajaran IPA rendah, yaitu
60, hal ini karena guru hanya memberikan metode ceramah tanpa
menggunakan media yang dapat menarik perhatian siswa.
b. Siklus II
Hasil pembelajaran pada siklus II ditunjukkan sebagai berikut :
Proses kegiatan belajar mulai menarik perhatian siswa serta terlihat
semangat dan aktif dalam mendemonstrasikan alat peraga yang disiapkan
oleh guru. Penggunaan media penunjang berupa gambar ternyata mulai
menarik perhatian siswa. Siswa mulai aktif menjawab pertanyaaan-
pertanyaan yang diajukan guru.
Hasil belajar yang dicapai siswa pada siklus II mengalami peningkatan
dibandingkan pada siklus I yakni mencapai rata-rata 65.
c. Siklus III
Hasil pembelajaran pada siklus III ditunjukkan sebagai berikut :
Proses kegiatan belajar mengajar berbeda dengan siklus I dan II.
Guru tidak hanya menerangkan dengan menggunakan metode ceramah,
tetapi juga dengan menerapkan metode demonstrasi dengan menggunakan
media audio visual. Siswa diberi latihan-latihan dan dalam
mendemonstrasikan alat peraga difokuskan pada anak yang daya serapnya
rendah, tujuannya agar meningkatkan daya ingatnya.
Metode dan Media yang digunakan lebih konkrit sehingga siswa
menjadi terlihat lebih aktif. Guru hanya memancing siswa dengan beragam
pertanyaan sesuai gambar yang disajikan dengan menggunakan media
audio visual, sehingga siswa termotivasi untuk mengutarakan pendapatnya
dan memudahkan bagi siswa untuk memahami materi tentang sistem tata
surya. Hal ini berpengarauh pada hasil yang diperoleh untuk rata-rata kelas
lebih meningkat dari siklus sebelumnya yaitu mencapai 74. Dengan
demikian kegiatan perbaikan ini sesuai dengan rencana. Hal ini
menunjukkan bahwa pembelajaran sudah dapat dikatakan berhasil.

23
30

BAB V
KESIMPULAN, SARAN DAN TINDAK LANJUT

A. Kesimpulan
Setelah melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu tiga
siklus untuk materi tentang sistem tata surya dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut :
a. Penggunaan metode dan media pembelajaran secara tepat mampu
memicu keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses
pembelajaran sehingga dapat memotivasi siswa dalam
meningkatkan hasil belajarnya.
b. Sebagai motivator dan fasilitator, guru harus dapat menciptakan
kondisi agar siswa tertarik untuk belajar, kondisi ini dapat
diciptakan jika guru mampu menggunakan metode dan media
belajar yang efektif pada pembelajaran tentang sistem tata surya
secara tepat.

B. Saran dan Tindak Lanjut


1. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, terdapat beberapa hal yang
sebaiknya dilaksanakan oleh guru dalam melaksanakan proses
pembelajaran diantaranya adalah :
Penggunaan metode demonstrasi serta media audio visual yang
disesuaikan dengan materi ajar dapat membantu siswa untuk lebih mudah
memahami materi pembelajaran yang disampaikan di banding hanya
menggunakan metode ceramah saja.
2. Tindak lanjut
Berdasarkan kesimpulan tersebut, hal yang penting dan perlu
diperhatikan untuk menindak lanjuti hasil penelitian tindakan kelas oleh
guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yaitu :
a. Sebelum pembelajaran dimulai guru harus menyiapkan suatu strategi
pembelajaran yang tepat, lengkap dan terencana.
b. Dalam menyampaikan materi pembelajaran agar lebih sistematis
dan mudah dimengerti siswa guru harus mengunakan metode dan
media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelejaran.

31
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi,Dr.(1990). Manajemen Pengajaran secara manusiawi.


Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Arikuntoro, Suharsini. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Asnawir. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers.
Ensiklopedi IPTEK/Ensiklopedi Sains untuk Pelajar dan Umum. 2004. Bumi-
Ruang dan Waktu. Jakarta: PT. Lentera Abadi.
Djaman, Satori. (2007). Profesi Keguruan. Jakarta : Universitas Terbuka.
Hamalik, Oemar, Drs. (1995). Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar.
Bandung : Tarsito.
Hera, Lestari, Mikarsa, dkk.(2007). Pendidikan Anak di SD. Jakarta : Universitas
Terbuka.
Meleong, J.Lexy. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Rahadi, Aristo. 2004. Media Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional.
Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rhineka Cipta.
Rositawaty. S. 2008. Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Nasional.
Sadiman, Arief. S, Dr., M.Sc., dkk. (1986). Media Pendidikan (Pengertian,
Pengembangan, dan Pemanfaatannya). Jakarta : Pustekkom Dikbud dan
CV. Rajawali.
Setiawan, Denny, M.Ed., dkk. (2007). Komputer dan Media Pembelajaran.
Jakarta : Universitas Terbuka.
Sudjana, Nana. (1990). Media Pembelajaran. Bandung : CV. Sinar

32
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SDN Kamal 04 Pagi
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester : VI / 2
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)
Metode : Ceramah dan Tanya jawab

A. Standar Kompetensi :
- Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam
tata surya
B. Kompetensi Dasar
- Mendeskripsikan sistem tata surya dan posisi penyusun tata surya
C. Indikator
- Matahari sebagai pusat tata surya
D. Tujuan Pembelajaran :
- Siswa dapat memahami sejarah terbentuknya tata surya
- Siswa dapat memahami bahwa matahari adalah pusat dari tata surya
- Siswa dapat mendeskripsikan tentang matahari
Karakter siswa yang diharapkan :
- memiliki kepekaan terhadap lingkungan, bertanggung jawab, mampu
berpikir ilmiah dan bersifat kritis.
E. Materi
Sekitar lima miliar tahun lalu, materi yang kini berwujud matahari dan
planet-planet masih merupakan dari awan gas dan debu raksasa yang disebut
nebula solar. Awan ini tersusun dari Helium dan Hidrogen dan sejumlah unsur-
unsur lain. Nebula solar terus berpusar dan menarik benda disekitarnya ke
pusat awan yang lama kelamaan berubah menjadi bola gas yang dikelilingi
oleh cakram gas dan debu, bola gas ini yang kemudian dikenal sebagai
matahari sementara materi cakram berubah menjadi planet dan benda angkasa
lainnya.

33
Matahari merupakan tokoh utama dalam di dalam tata surya. Matahari
adalah objek terbesar dan paling pejal di dalam tata surya. Matahari memiliki
95 % dari seluruh materi di dalam tata surya. Sisanya menyusun objek yang
beredar mengelilingi matahari, yaitu 8 planet, lebih dari 60 bulan, miliaran
asteroid, dan miliaran komet.
Matahari adalah salah satu dari 100 miliar lebih bintang yang ada di
galaksi Bimasakti. Diameter matahari 110 kali diameter bumi. Suhu
permukaannya 5.0006.000 derajat Celsius, suhu di inti matahari 15 juta
derajat Celsius. matahari terdiri atas gas hidrogen (80%90%) dan gas helium.
Matahari berputar pada porosnya dari barat ke timur.

F. Media / Alat/ Sumber Belajar


Buku Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk kelas VI SD

G. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


Waktu
Kegiatan Pembelajaran
( menit )
1. Kegiatan Awal 10 menit
a. Mengkondisikan siswa
b. Appersepsi, memotivasi siswa dengan melakukan tanya
jawab tentang matahari sebagai pusat tata surya. Pertanyaan
yang akan diajukan adalah :
1). Bagaiamana tata surya terbentuk ?
2). Apa yang menjadikan matahari sebagai pusat tata surya ?
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Kegiatan Inti 45 menit
Eksplorasi
a. Guru mengevaluasi jawaban siswa yang dilakukan pada awal
pembelajaran.
b. Mendengarkan penjelasan tentang peristiwa terbentuknya
tata surya.

Elaborasi
a. Secara bergantian, siswa diminta untuk menyebutkan lapisan
matahari

34
b. Dengan dibantu guru siswa mendeskripsikan bagian-bagian
dari matahari
Konfirmasi
a. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang hal-hal
yang belum dipahami oleh siswa berkaitan dengan materi
yang dibahas
3. Kegiatan Akhir 15 menit
a. Guru Memberikan kesimpulan bahwa matahari merupakan
pusat tata surya yang tersusun atas hidrogen dan helium.
Matahari memiliki lapisan-lapisan yaitu : permukaan luar
disebut fotosfer, lapisan atmosfer terluar disebut korona.
b. Siswa secara individual mengerjakan tes evaluasi

H. Penilaian
3. Prosedur
a. Tes Awal
b. Tes dalam proses : Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab
pertanyan dan memberikan tanggapan.
c. Tes akhir (evaluasi)

2. Jenis Tes
a. Tes lisan
b. Tes tertulis

3. Alat evaluasi
a. Essay (terlampir)
b. Kunci jawaban (terlampir)
c. Kriteria penilaian (terlampi)

Jakarta, 6 April 2011


Kepala SDN Kamal 04 Pagi Guru Kelas VI

Dra. Hj. SRI MURYANI, M.Pd. ARISNO, S.Pd.


NIP : 196306301986032005 NIP : 196908181991021002

35
SOAL EVALUASI MATEMATIKA

1. Pusat tata surya adalah .


2. Suhu di dalam inti bumi yaitu sekitar .
3. Lapisan atmosfer terluar matahari disebut .
4. Permukaan luar matahari disebut .
5. Ledakan gas panas dari permukaan matahari disebut .
6. Gas penyusun matahari yaitu .
7. Galaksi tempat terletaknya tata surya yaitu .
8. Kumpulan benda langit yang berputar mengelilingi matahari disebut .
9. Waktu yang dibutuhkan oleh matahari untuk menyelesaikan satu putaran pada
khatulistiwanya yaitu selama .
10. Matahari terbentuk berasal dari .

36
KUNCI JAWABAN EVALUASI

1. matahari
2. 15 juta derajat celcius
3. korona
4. Fotosfer
5. kantar
6. hidrogen dan helium
7. bimasakti
8. tata surya
9. 25 hari
10. nebula

37
KRITERIA PENILAIAN

Tiap nomor bernilai 1 : 1 x 10 = 10

Nilai akhir adalah : Jumlah jawaban benar x 100


Jumlah seluruh soal

38
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SDN Kamal 04 Pagi
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester : VI / 2
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)
Metode : Pengamatan, Ceramah dan Tanya jawab

A. Standar Kompetensi :
- Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam
tata surya
B. Kompetensi Dasar
- Mendeskripsikan sistem tata surya dan posisi penyusun tata surya
C. Indikator
- Planet-planet dalam tata surya
D. Tujuan Pembelajaran :
- Siswa dapat menjelaskan pengertian orbit, revolusi dan rotasi
- Siswa dapat menyebutkan nama-nama planet yang mengelilingi matahari
Karakter siswa yang diharapkan :
- memiliki kepekaan terhadap lingkungan, bertanggung jawab, mampu
berpikir ilmiah dan bersifat kritis.

E. Materi
Planet-planet beredar mengelilingi matahari. Planet-planet tersebut beredar
dalam suatu lintasan planet yang disebut orbit berbentuk elips. Lintasan planet
mengelilingi matahari disebut orbit. Peredaran planet-planet mengelilingi
matahari disebut revolusi planet.
Waktu yang diperlukan planet untuk melakukan satu kali revolusi disebut
kala revolusi. Selain berevolusi, planet juga melakukan gerak rotasi. Gerak
rotasi adalah gerak berputar pada porosnya. Waktu yang diperlukan planet
untuk melakukan satu kali rotasi disebut kala rotasi.
Nama-nama planet dalam tata surya yaitu :

39
1. Merkurius 5. Yupiter
2. Venus 6. Saturnus
3. Bumi 7. Uranus
4. Mars 8. Neptunus
Planet dikelompokkan menjadi dua yaitu planet dalam dan planet luar,yang
termasuk dalam planet dalam yaitu : Merkurius, Venus, bumi dan Mars. Yang
termasuk planet luar yaitu : Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
F. Media / Alat/ Sumber Belajar
Buku yang relevan, Gambar beberapa planet

G. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


Waktu
Kegiatan Pembelajaran
( menit )
1. Kegiatan Awal 10 menit
a. Mengkondisikan siswa
b. Appersepsi, memotivasi siswa dengan melakukan tanya
jawab tentang planet dalam tata surya. Pertanyaan
yang akan diajukan adalah :
1). Apa nama planet tempat manusia tinggal ?
2). Ada berapa jumlah planet yang kamu ketahui?
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran
d. Guru menyiapkan alat peraga beupa gambar planet
2. Kegiatan Inti 45 menit
Eksplorasi
a. Guru mengevaluasi jawaban siswa yang dilakukan pada
awal pembelajaran.
b. Mendengarkan penjelasan planet-planet yang termasuk
dalam tata surya sambil mengamati gambar yang sudah
disiapkan guru.

Elaborasi
a. Secara bergantian, siswa diminta untuk menyebutkan
nama- nama planet yang terdapat dalam gambar
b. Dengan dibantu guru siswa menjelaskan perbedaan anatar
planet dengan matahari
Konfirmasi

40
a. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang hal-
hal yang belum dipahami oleh siswa berkaitan dengan
materi yang dibahas
3. Kegiatan Akhir 15 menit
a. Guru Memberikan kesimpulan bahwa planet-planet
beredar mengelilingi matahari.Ada dua kelompok planet
yaitu planet dalam yang terdiri dari merkurius, venus,
bumi dan mars, dan ada planet luar yaitu: yupietr,
saturnus, uranus dan neptunus
b. Siswa secara individual mengerjakan tes evaluasi

H. Penilaian
1. Prosedur
a. Tes Awal
b. Tes dalam proses : Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab
pertanyan dan memberikan tanggapan.
c. Tes akhir (evaluasi)

2. Jenis Tes
a. Tes lisan
b. Tes tertulis

3. Alat evaluasi
a. Essay (terlampir)
b. Kunci jawaban (terlampir)
c. Kriteria penilaian (terlampi)

Jakarta, 13 April 2011


Kepala SDN Kamal 04 Pagi Guru Kelas VI

Dra. Hj. SRI MURYANI, M.Pd. ARISNO, S.Pd.


NIP : 196306301986032005 NIP : 196908181991021002

SOAL EVALUASI

41
1. Waktu yang diperlukan planet untuk melakukan satu kali revolusi disebut .
2. Lintasan planet berbentuk .
3. Lintasan planet mengelilingi matahari disebut .
4. Gerak planet berputar pada porosnya disebut .
5. Planet yang ada dalam tata surya berjumlah .
6. Planet yang terdekat dengan matahari disebut kelompok planet .
7. Zat penyusun planet luar yaitu .
8. Berdasarkan letak edarnya planet dikelompokkan menjadi .
9. Kala revolusi planet bumi yaitu selama .
10. Kala rotasi planet bumi selama .

KUNCI JAWABAN EVALUASI

42
1. Kala revolusi
2. elips
3. orbit
4. rotasi
5. 8
6. planet dalam
7. gas
8. dua
9. 365 hari
10. 24 jam

43
KRITERIA PENILAIAN

Tiap nomor bernilai 1 : 1 x 10 = 10

Nilai akhir adalah : Jumlah jawaban benar x 100


Jumlah seluruh soal

44
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SDN Kamal 04 Pagi
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester : VI / 2
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)
Metode : Demonstrasi dan tanya jawab

A. Standar Kompetensi :
- Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam
tata surya
B. Kompetensi Dasar
- Mendeskripsikan sistem tata surya dan posisi penyusun tata surya
C. Indikator
- Sifat dan keadaan 8 planet dalam tata surya
D. Tujuan Pembelajaran :
- Siswa dapat menjelaskan keadaan dari tiap planet dalam tata surya
- Siswa dapat menjelaskan posisi 8 planet dalam sistem tata surya
- Siswa dapat menyebutkan benda-benda lain yang termasuk dalam sistem
tat surya
Karakter siswa yang diharapkan :
- memiliki kepekaan terhadap lingkungan, bertanggung jawab, mampu
berpikir ilmiah dan bersifat kritis.

E. Materi
Merkurius
Planet yang paling dekat dengan matahari adalah Merkurius. Lapisan
atmosfer planet Merkurius sangat tipis sehingga suhu di permukaannya
mencapai 430oC pada siang hari. Permukaan planet Merkurius berlubang-
lubang dan tidak memiliki satelit.

45
Venus
Planet Venus memiliki ukuran hampir sama dengan ukuran bumi sehingga
orang sering menjulukinya kembaran bumi. Arah rotasi planet Venus searah
dengan jarum jam, Planet Venus sering disebut sebagai bintang fajar dan
bintang senja, tetapi Venus bukan bintang. Atmosfer Venus terdiri atas gas
karbondioksida, sedikit hidrogen, nitrogen, dan uap air.
Bumi
Bumi adalah planet satu-satunya yang dihuni oleh makhluk hidup. Bumi
memiliki atmosfer yang terdiri dari nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan
uap air. Bumi memiliki sebuah satelit, yaitu bulan. Bulan mengelilingi bumi
dalam peredarannya mengitari matahari.
Mars
Planet Mars sering disebut planet merah karena tampak kemerahan.
Atmosfer di Mars terdiri dari gas karbon dioksida dan nitrogen. Di planet
tersebut tidak ada air dan planet itu memiliki 2 satelit atau bulan, yaitu Phobos
dan Deimos.
Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya. Besar Yupiter sebelas
kali besar bumi sehingga sering disebut planet raksasa. Planet Yupiter
memiliki 16, satelit dengan empat satelit terbesar secara berturut-turut adalah
Ganymede, Callisto, Europa, dan Io.
Saturnus
Ukuran Saturnus sembilan kali ukuran bumi. Saturnus tersusun atas gas
hidrogen dan helium serta sedikit metana dan amonia. Saturnus memiliki tiga
cincin pada bagian atmosfernya. Planet itu tampak berwarna kekuningan.
Planet Saturnus memiliki 31 buah satelit dan satu di antaranya yang paling
besar adalah Titan. Titan merupakan satu-satunya satelit dalam sistem tata
surya yang memiliki lapisan atmosfer.
Uranus
Planet Uranus ditemukan seorang astronom inggris bernama Sir William
Herschel tahun 1781. Uranus diselimuti oleh awan yang tebal sehingga sulit
diamati dari bumi. Planet Uranus tampak berwarna hijau kebiruan. Atmosfer
planet ini tersusun dari hidrogen, helium, dan metana. Uranus berotasi dari
timur ke barat seperti halnya Venus. Planet Uranus memiliki cincin pada

46
atmosfer. Cincin Uranus tidak dapat diamati dari bumi, sekalipun dengan
bantuan teleskop. Planet itu memiliki 27 satelit atau bulan. Satelit yang
ukurannya besar ada lima buah, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan
Oberon.
Neptunus
Neptunus ditemukan oleh seorang astronom Jerman bernama J. G. Galle
tahun 1846. Planet Neptunus tampak berwarna kebiruan. Neptunus juga
dikelilingi oleh cincin debu. Selain itu, Neptunus memiliki bintik hitam.
Bintik itu diperkirakan adalah badai raksasa.
Atmosfer itu tersusun dari gas hidrogen dan helium. Planet Neptunus
memiliki 4 cincin dan 11 satelit atau bulan. Satelit yang paling besar adalah
Triton.
Benda-benda langit yang termasuk ke dalam sistem tata surya yaitu :
1. Asteroid
2. Komet
3. Meteroid
4. Satelit
F. Media / Alat/ Sumber Belajar
- Laptop, in focus, media internet
- vidio tentang sistem tata surya
- buku yang relevan
G. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa
Waktu
Kegiatan Pembelajaran
( menit )
1. Kegiatan Awal 10 menit
a. Mengkondisikan siswa
b. Appersepsi, memotivasi siswa dengan melakukan tanya
jawab tentang sistem tata surya.
Pertanyaan yang akan diajukan adalah :
1). Pada urutan keberapa planet bumi dalam sistem tata
surya?
2). Apa nama planet terbesar dalam sistem tata surya?

47
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran
d. Guru menyiapkan alat peraga berupa tayangan gambar
sistem tata surya melalui media audio visual yang di ambil
dari internet

2. Kegiatan Inti 45 menit


Eksplorasi
a. Guru mengevaluasi jawaban siswa yang dilakukan pada
awal pembelajaran.
b. Guru menjelaskan tentang keadaan planet-planet yang
termasuk dalam tata surya sambil mendemonstrasikan
tayangan gambar melalui media audio visual yang sudah
disiapkan guru.

Elaborasi
a. Setelah memperhatikan demonstrasi yang dilakukan oleh
guru melalui media audio visual, Secara bergantian, siswa
diminta untuk menyebutkan nama-nama planet yang ada
dalam tayangan tersebut.
b. Dengan dibantu guru siswa menjelaskan keadaan dari
tiap-tiap planet yang ada dalam sistem tata surya.
c. Siswa diminta untuk menyebutkan benda-benda lain yang
termasuk dalam sistem tata surya

Konfirmasi
a. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang hal-
hal yang belum dipahami oleh siswa berkaitan dengan
materi yang dibahas

3. Kegiatan Akhir 16 menit


a. Guru Memberikan kesimpulan bahwa matahari merupakan
pusat tata surya yang tersusun atas hidrogen dan helium.
Matahari memiliki lapisan-lapisan yaitu : permukaan luar
disebut fotosfer, lapisan atmosfer terluar disebut korona.
b. Siswa secara individual mengerjakan tes evaluasi

48
H. Penilaian
1. Prosedur
a. Tes Awal
b. Tes dalam proses : Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab
pertanyan dan memberikan tanggapan.
c. Tes akhir (evaluasi)

2. Jenis Tes
a. Tes lisan
b. Tes tertulis

3. Alat evaluasi
a. Essay (terlampir)
b. Kunci jawaban (terlampir)
c. Kriteria penilaian (terlampi)

Jakarta, 20 April 2011


Kepala SDN Kamal 04 Pagi Guru Kelas VI

Dra. Hj. SRI MURYANI, M.Pd. ARISNO, S.Pd.


NIP : 196306301986032005 NIP : 196908181991021002

49
SOAL EVALUASI

1. Deimos adalah satelit yang dimiliki oleh planet.


2. Jarak bumi ke matahari yaitu sekitar .
3. Jumlah satelit yang dimiliki oleh planet Yupiter sebanyak .
4. Warna dari planet mars adalah .
5. Nama satelit terbesar yang dimiliki oleh planet Saturnus yang juga
merupakan satu-satunya satelit dalam sistem tata surya yaitu .
6. Arah rotasi planet Uranus yaitu .
7. Nama asteroid terbesar dalam sistem tata surya adalah .
8. Contoh satelit buatan yaitu .
9. Unsur-unsur yang terkandung dalam meteoroid adalah .
10. Satelit bumi adalah .

50
KUNCI JAWABAN EVALUASI

1. Mars
2. 150 juta km
3. 16 satelit
4. merah oranye
5. Titan
6. dari atas ke bawah
7. Ceres
8. satelit palapa
9. besi dan nikel
10. bulan

51