Anda di halaman 1dari 3

DIAGNOSA KEPERAWATAN GIGI

Eva Devalia Ulpah, AMKG


Perawat Pelaksana Gigi RSP Dr. H. A. Rotinsulu

Mengadopsi konsep dental higiene, asuhan keperawatan gigi dapat diartikan


sebagai statu proses menggunakan pendekatan sistematik dalam pelayanan
perawatan gigi.didalam pelaksanaannya terdapat beberapa aspek atau perilaku
kunci yaitu sebagai berikut :
1. Pengkajian
2. Diagnosa keperawatan gigi
3. Perencanaan
4. Implementasi
5. Evaluasi
Proses keperawatan gigi yang ditujukan untuk pemberian pelayanan klinis
keperawatan gigi menunjukan bahwa seorang perawat gigi bertanggung jawabuntuk
mengidentifikasi dan memecahkan masalah dalam ruang lingkup praktek pelayanan
asuhan keperawatan gigi.
PENGKAJIAN
Tahap pengkajian merupakan fondasi dari proses keperawatan gigi.
Pengkajian hdala seni mengumpulkan dan menganalisis data-data subyektif
maupun obyektif dari klien dan mengarahkan penilaian kepada kebutuhan manusia
dari klien dan hal-hal yang dapat menghalangi pemenuhan kebutuhan tersebut yang
berhubungan dengan pelayanan asuhan keperawatan gigi
DIAGNOSA
Diagnosis adalah kesimpulan dari pengkajian dan fokus kepada kebutuhan-
kebutuhan
manusia yang dapat dipenuhi melalui pelayanan asuhan keperawatan gigi.
PERENCANAAN
Perencanaan adalah tindakan penentuan tipe-tipe intervens keperawatan
gigi yang dapat dilaksanakan (diimplementasikan) untuk mengatasi masalah klien
dan membantu klien mencapai pemenuhan kebutuhan yang berhubungan dengan
kesehatan mulut.
IMPLEMENTASI
Implementasi hdala tindakan pelaksanaan perencanaan keperawatan gigi
yang telah dirancang dengan khusus untuk memenuhi kebutuhan klien yang
berhubungan dengan kesehatan mulut. Implementasi termasuk tindakan tindakan
yang dilaksanakan oleh perawat gigi, klien atau direncanakan lain dalam rangka
mencapai tujuan klien,setiap tindakan ditampilkan (dilaksanakan) dan hasilnya
dicatat dalam catatan klien (medical record/client record).
EVALUASI
Setelah pelayanan asuhan keperawatan gigi selesai dilaksanakan, tindakan
selanjutnya hdala evaluasi. Evaluasi hdala membandingkan data klien setelah
selesai perawatan dengan data yang telah dikumpulkan pada waktu pengkajian awal
untuk menentukan ada / tidaknya kemajuan (perubahan) klien atau tercapai tidaknya
tujuan perawatan.
Contoh format Pencatatan Diagnosa (Wilkins,2005)
Analisa data :
1.Diagnosa Keperawatan Gigi
data Masalah Kemungkinan
Penyebab
17 KMD sudah adaKMD (KariesSehubungan -Pengetahuan
keluhan linu Mencapai Dentin) dengan tentang kesgilut
kurang
- Pola makan
kariogenik
- Penumpukan plak
23,24,25,dst..... Kalkulus/karang gigiSehubungan - Pengetahuan
dengan tentang kesgilut
kurang
- Mengunyah satu
sisi karena ada gigi
yang berlubang
besar

2. Rencana Intervensi

Tindakan klinis Penyuluhan/konseling Instruksi keperawatan


Gigi di Rumah
Penambalan GI satuMemberikan penyuluhan-instruksi sikat gigi
bidang gigi 17 tentang akibat karies dan cara-insruksi pola makan yg
perawatannya tdk karioganik
Skaling untuk gigiMemberikan pengetahuaninstruksi sikat gigi
23,24,dst..... tentang bahaya kalkulus dan-insruksi pola makan yg
perawatannya tdk karioganik

3. Tujuan Perawatan dan waktu Perawatan

Tujuan Cara Evaluasi Waktu perawatan


Terlaksananya Diperiksa ulang setelahKunjungan I tanggal :
penambalan gigi 17 & perawatan
konseling
Terlaksananya Skeling idem Kunjingan II tanggal:

4. Pelaksanaan Perawatan

Kunjungan Perawatan Klinis Penyuluhan /Konseling


Ke I tanggal 17 penambalan GI (satuPenyuluhan tentang
12 januari 2011 Bidang) karies

LINGKUP KEWENANGAN PERAWAT GIGI DI PELAYANAN ASUHAN


KEPERAWATAN GIGI
Promotif
Pendidikan kesehatan gigi
a. Cara menggosok gigi yang tepat dan benar.
b. Petunjuk penggunaan flossing/benang gigi.
c. Penyuluhan tentang diet yang berhubungan dengan kesehatan gigi.
d. Pemeriksaan gigi secara teratur.
Preventif
a. CPITN ( Community Periodontal Index of Treatment Needs).
b. Pemeriksaan OHI-S (Oral Hygiene Index-

Simplified).
a. Scaling/pembersihan karang gigi.
b. Pit dan Fissure Sealent.
c. Topical aplikasi Fluor.
d. Sikat Gigi Massal.
Kuratif
a.. Penambalan ART (Atraumatic Restorative Treatment).
b. Penambalan Gigi Sulung dan tetap kelas I dan V.
c. Pencabutan gigi sulung dengan indikasi goyang fisiologis.