Anda di halaman 1dari 9

RESUME

MATA KULIAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN


ALIRAN ATAU TEORI DALAM BELAJAR DAN PEMBALAJARAN
BERSERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHANNYA

Disusun Oleh :
KELOMPOK 2
1. Yunita / 16-005
2. Nur Shabrina / 16-017
3. Annisa / 16-021
4. Asmariyah Athaillah / 16-025
5. Alda Riyani / 16-030
6. Jihan Savira Agustin / 16-035

KELAS A
FAKULTAS KEGUARAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
MATEMATIKA UNVERSITAS MULAWARMAN
2017
Sejumlah aliran atau teori belajar memberikan penekanan yang berbeda
terhadap proses belajar, temukan hal hal pokok yang menjadi penekanan
masing masing aliran atau teori tersebut berserta kelebihan dan
kelemahannya.

Dalam konsep pembeljaran, Bruner membedakan anatara teori


pembelajaran, (instructional theory) dan teori belajar, (learning theory). (Dugeng,
1989) teori pembelajaran adalah preskriptif dan teori belajar adalah deskriptif.
Dikatakan preskriptif, karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan
metode pembelajaran yang optimal, sedangkan dikatakan sebagai deskriptif karena
tujuan utama teori belajar dalah menjelaskan proses belajar.

Teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang (guru)


memengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar. Teori pembelajaran berurusan
dengan upaya mengontrol variabel-variabel yang dispesifikasikan dalam teori
belajar agar menudahkan belajar (Budininingsih, 2005:11). Teori belajar menaruh
perhatian pada hubungan di antar variabel yang menentukan hasil belajar. Teori ini
menekankan kepada bagaimana seharusnya seorang belajar. Selanjutnya ada 4 teori
pokok dalam proses pembelajaran, yakni teori disiplin mental, teori behavior, teori
kognitif, dan teori konstruktivisme.

A. Teori disiplin mental


Teori ini berakar dari teori pembelajaran menurut Plato dan Aristoteles
Teori ini menganggap bahwa dalam belajar, mental siswa harus disiplinkan
atau dilatih. Belajar merupakan pengembangan dari kekuatan kemampuan dan
potensi-potensi tersebut.

Adapun kelebihan dari teori disiplin mental ialah pendidik tidak perlu
banyak campur mengatur anak, biarkan dia belajar sendiri yang penting perlu
diciptakan situasi belajar yang rileks, menarik, dan bersifat alamiah, guru
diharapkan lebih mementingkan perkembangan kematangan atau (
maturasional development ) dan keterampilan keterampilan tertentu. inisiatif
belajar hendaknya muncul dari anak.

1
Adapun kekurangan dari teori displin mental ini ialah pengaruhnya terhadap
pendidik dan pembelajar mungkin juga karena pengaruh sifat negatif terhadap
pendidik seperti yang dipegang oleh Penganut aliran naturalisme di samping
itu sifat spekulatif dari teori-teori ini banyak mendapatkan kritikan dari para
ahli pendidikan berbeda dengan konsep behaviorisme, kognitivisme, dan
konstruktivisme.

Penerapannya, misalkan pada pembelajaran Ekonomi. Guru memberikan


materi pembelajaran tentang sistem perilaku ekonomi dan kesejahteraan
denganmemberikan pengertian tentang sistem berekonomi, ketergantungan,
sesialisasi dan pemberian kerja,perkoperasian, kewirausahaan, dan
pengelolaan keuangan perusahaan. Materi-materi tersebut dapatdisampaikan
siswa dengan menerangkan atau mengunakan buku dan diakhir pembelajaran
siswamengerjakan LKS sebagai tes hasil evaluasi.

B. Teori Behaviorisme
Aliran ini disebut dengan behaviorisme karena sangat menekankan kepada
perlunya perilaku (behavior) yang dapat diamati. ada beberapa ciri dari rumpun
Teori ini yaitu:
1. Mengutamakan unsur-unsur atau bagian-bagian kecil
2. Bersifat mekanis
3. Menekankan peranan lingkungan
4. Mementingkan pembentukan respon
5. Menekankan pentingnya latihan pembelajaran

Behaviorisme bersifat molekul, artinya lebih menekankan kepada elemen-


elemen pembelajaran Memandang kehidupan individu terdiri dari unsur-unsur
seperti halnya molekul. Behaviorisme merupakan aliran psikologi yang
memandang individu lebih kepada Sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan
aspek-aspek mental, seperti kecerdasan,bakat ,minat dan perasaan individu.

2
Dalam kegiatan belajar, hal ini dapat dimaklumi karena behaviorisme
berkembang melalui suatu penelitian yang melibatkan binatang seperti burung
merpati , kucing, tikus, dan anjing sebagai objek. Peristiwa belajar semata-mata
dilakukan dengan melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi
kebiasaan individu. Para ahli behaviorisme berpendapat bahwa belajar adalah
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori belajar dalam
aliran behaviorisme terbagi atas:
1. connection
Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun
behaviorisme.
2. classical conditional
Teori pengkondisian klasik merupakan perkembangan lebih lanjut dari
teori koneksionisme.
3. operant conditioning
Teori ini dilandasi oleh adanya penguatan atau reinforcement. bedanya
dengan teori pengkondisian klasik yang diberi kondisi adalah stimulus
maka pada teori operant conditioning yang diberi kondisi adalah respon.
4. teori belajar sosial
Teori belajar sosial disebut juga teori pembelajaran observasional.

Adapun kekurangan dari teori behaviorisme sebagai berikut:


1. Behaviorisme tidak mengadaptasi berbagai macam jenis pembelajaran,
karena mengabaikan aktivitas pikiran.
2. Behaviorisme tidak mampu menjelaskan beberapa jenis pembelajaran.
3. Pandangan behaviorisme juga kurang dapat menjelaskan adanya variasi
tingkat emosi siswa, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan
yang sama.
4. Bagi pendidik yang berpandangan agama sebagai landasan pendidikan
anak manusia behaviorisme dianggap bukan landasan pendidikan yang
ideal.

3
Sedangkan kelebihannya dalam proses belajar mengajar siswa dianggap
sebagai objek pasif, yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari
pengajar dan teori behaviorisme sering diterapkan oleh guru yang menyukai
Pemberian hadiah atau reward dan hukum atau punishment terhadap perilaku

Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari


beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik
pelajar, media Dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembelajaran yang
dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa
pengetahuan adalah obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah
terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan,
sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of
knowledge) ke orang yang belajar atau siswa.

C. Teori kognitivisme

Kognitif adalah sebuah proses aktif dan kreatif yang bertujuan membangun
struktur melalui pengalaman-pengalaman. Sesungguhnya kognitivisme lahir
dari respon terhadap behaviorisme oleh Bude.

Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar daripada hasil


belajar. Teori ini menekankan bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh
persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan
belajarnya. Model belajar kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang
sering disebut sebagai model perseptual.

Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu


dapat terlihat sebagai tingkah laku yang tampak. Teori ini berpandangan bahwa
belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup,ingatan, retensi,
pengolahan informasi, emosi, dan aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan
aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks menurut
budiningsih.

4
Menurut pendekatan kognitif, dalam kaitan teori pemrosesan informasi,
unsur terpenting dalam proses belajar adalah Pengetahuan yang dimiliki setiap
individu sesuai dengan situasi belajarnya.

Adapun kekurangan dari teori kognitivisme adalah sebagai berikut.


1. selalu menganggap semua peserta didik itu mempunyai kemampuan daya
ingat yang sama dan tidak dibeda-bedakan.

2. Jika dalam sekolah kejuruan hanya menggunakan metode kognitif tanpa


adanya metode pembelajaran lain maka peserta didik akan kesulitan dalam
praktek kegiatan atau materi.
3. Dalam menerapkan metode pembelajran kognitif perlu diperhatikan
kemampuan peserta didik untuk mengembangkan suatu materi yang telah
diterimanya.
Sedangkan kelebihan dari teori kognitivisme adalah sebagai berikut.
1. Pendidik hanya perlu memeberikan dasar-dasar dari materi yang diajarkan
unruk pengembangan dan kelanjutannya deserahkan pada peserta didik,
dan pendidik hanya perlu memantau, dan menjelaskan dari alur
pengembangan materi yang telah diberikan.
2. Dalam metode belajar kognitif peserta didik lebih bisa mengkreasikan hal-
hal baru yang belum ada atau menginovasi hal yang yang sudah ada
menjadi lebih baik lagi.

Kegiatan pebelajaran yang berpijak pada teori belajar kognitif ini sudah
banyak digunakan. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran,
mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran, tidak lagi mekanistik
sebagaimana yang dilakukan dalam pendekatan behavioristik. Kebebasan dan
keterlibatann siswa secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan,
agar belajar lebih bermakna bagi siswa

D. Teori Konstruktivisme
Kontruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan
baru dalam stuktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Pengetahuan itu
terbentuk bukan dari objek semata, akan tetapi juga dari kemampuan individu

5
sebagai subjek yang menangkap setiap objek yang di amatinya. Menurut
konstruktivisme, pengetahuan itu memang berasal dari luar akan tetapi
dikontruksi dalam diri seseorang. Oleh sebab itu tidak bersifat statis akan tetapi
bersifat dinamis. Tergantung individu yang melihat dan mengkontruksinya.
Belajar menurut konstruktivisme adalah suatu proses mengasimilasikan
dan mengkaitkan pengalaman atau pelajaran yang dipelajari dengan pngertian
yang sudah dimilikinya, sehingga pengetahuannya dapat dikembangkan.

Kelemahan dalam menerapkan teori konstruktivisme


1. Guru tidak ingin berubah dalam menggunakan model pembelajaran. Guru
merasa nyaman dengan model pembelajaran tradisional, yaitu model
ceramah. Pandangan guru terhadap siswa diibaratkan siswa seperti bejana
yang masih kosong perlu diisi oleh ilmu pengetahuan yang dimiliki guru.
Guru merasa dengan menggunakan model tradisional saja bisa
mendapatkann nilai yanng tinggi, sehingga tidak perlu menggunakan
model pembelajaran lainnya.
2. Guru berpikir bahwa pembelajaran konstruktivisme memerlukan lebih
banyak waktu. Proses pembelajaran konstruktivisme ingin membuat siswa
menjadi aktif, hal in terkadang juga terkendala dengan kemampuan
kognitif siswa. Beban mengajar guru sudah terlalu banyak.

Kelebihan dalam menerapkan teori konstrutivisme


1. Pembelajaran berdasarkan konstruktivisme memberikan kesempatan
kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan
menggunakan bahasa siswa sendiri, berbagi gagasan dengan temannya,
dan mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasannya.
2. Pembelajaran berdasarkan konstruktivisme memberi pengalaman yang
berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa atau rancangan
kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa agar siswa memperluas
pengetahuan mereka tentang fenomena dan memiliki kesempatan untuk
merangkai fenomena, sehingga siswa terdorong untuk membedakan dan
memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa.

6
Pembelajaran konstruktivisme memberi siswa kesempatan untuk berpikir
tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa berpikir kreatif,
imajinatif, mendorong refleksi tentang model dan teori, mengenalkan
gagasan-gagasanpada saat yang tepat.
Pendekatan konstruktivis menekankan bahwa peranan utama dalam
kegiatan belajar adalah aktivitas siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan
sendiri. Segala sesuatu seperti bahan, media, peralatan, lingkungandan fasilitas
lainnya disediakan untuk membantu pembentukan tersebut. Siswa diberi
kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan pemikirannya tentang sesuatu
yang dihadapinya. Dengan cara demikian, siswa akan terbiasa dan terlatih
untuk berpikir sendiri, memecahkan masalah yang dihadapinya, mandiri kritis,
kreatif, dan mampu mempertanggung jawabkan pemikiranya secara rasional.

7
DAFTAR PUSTAKA

Sagala, Syaiful (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung :


Alfabeta
Suryono, Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Surabaya: PT.
Remaja Rosdakarya
Wilis Ratna Dahar. 2006. Teori-Teori Belajar & Pembelajaran. Bandung:
PT Gelora Aksra Pratama
http://www.donisetyawan.com/keunggulan-dan-kelemahan-pembelajaran-
konstruktivime/
https://www.academia.edu/7049755/teori_belajar_dan_pembelajaran