Anda di halaman 1dari 26

Sifat Mekanis Baja

Menurut SNI 0317292002 tentang TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA


UNTUK BANGUNAN GEDUNG Sifat mekanis baja struktural yang digunakan dalam
perencanaan harus memenuhi persyaratan minimum seperti tabel berikut.
- Tegangan leleh Tegangan leleh untuk perencanaan (f y) tidak boleh diambil melebihi nilai yang
diberikan tabel berikut.
- Tegangan putus Tegangan putus untuk perencanaan (fu) tidak boleh diambil melebihi nilai
yang diberikan tabel berikut.

Sifat mekanis baja struktural (Sumber: Amon dkk, 1996)


Tegangan putus Tegangan leleh Peregangan
Jenis Baja minimum, fu minimum, y f minimum
(MPa) (MPa) (%)
BJ 34 340 210 22
BJ 37 370 240 20
BJ 41 410 250 18
BJ 50 500 290 16
BJ 55 550 410 13

Sifat-sifat mekanis lainnya, Sifat-sifat mekanis lainnya baja struktural untuk maksud
perencanaan ditetapkan sebagai berikut:
Modulus elastisitas : E = 200.000 MPa
Modulus geser : G = 80.000 MPa
Nisbah poisson : = 0,3
Koefisien pemuaian : = 12 x 10 -6 / o C

Sifat Mekanis Struktural Baja WF | Jasa Pasang Konstruksi Besi Baja WF H


Beam

Sifat mekanis dari suatu material adalah kemampuan bahan-bahan tersebut untuk memberikan
perlawanan ketika diberi beban pada bahan tersebut. Atau dapat kita katakan adalah sifat
mekanik bahan dalam kekuatan untuk menanggung beban yang datang dari luar. Sifat penting
dari baja WF adalah kekuatan tarik.
Pada saat regangan awal, dimana baja WF tidak berubah bentuk dan menyebabkan regangan
pada saat beban regangan tadi dilepas, baja WF akan kembali ke bentuk aslinya. Regangan ini
disebut regangan elastis karena sifat bahan masih elastis. Perbandingan antara tegangan dengan
regangan dalam keadaan elastis disebut Modulus Elastisitas / Young Modulus. Ada 3 jenis
tekanan yang terjadi pada baja WF, yaitu :
Tegangan, dimana baja masih dalam keadaan elastis
Tegangan leleh, dimana baja mulai rusak / leleh
Tegangan plastis, tegangan maksimum baja, dimana baja mencapai kekuatan maksimum.

Sifat Mekanis Struktural Baja WF Jasa Pasang Konstruksi Besi Baja WF H Beam

Kekerasan Baja adalah resistensi dari baja dengan jumlah kekuatan yang dapat menembus
permukaan baja. Ketangguhan baja adalah hubungan antara jumlah energi yang dapat diserap
oleh baja sampai baja tersebut putus.

Baja memiliki kekuatan tinggi dan kuat pada kekuatan tarik yang sama serta pers dan oleh
karena itu baja adalah elemen struktur yang memiliki batasan yang sempurna akan menahan
jenis beban tarik aksial, tekan aksial, dan lentur dengan fasilitas serupa. Semua bagian dari
konstruksi baja dapat dibuat di bengkel, sehingga satu-satunya kegiatan yang dilakukan dalam
kegiatan instalasi lapangan adalah bagian konstruksi yang telah disusun. Sifat baja yang dapat
mengalami deformasi yang besar di bawah pengaruh tegangan tarik yang tinggi tanpa hancur
atau rusak disebut daktilitas properti.

Selain keuntungan lain dari struktur baja, antara lain :

Proses instalasi berlangsung dengan cepat di lapangan


Dapat dilas
Komponen Struktumya dapat digunakan lagi untuk tujuan lain;
Komponen tidak dapat digunakan lagi masih memiliki nilai sebagai besi tua; dan
Struktur yang dihasilkan adalah permanen dengan cara yang tidak terlalu sulit pemeliharaan

Sifat Mekanis Struktural Baja WF Jasa Pasang Konstruksi Besi Baja WF H Beam

Putra Jaya Construction merupakan Kontraktor Untuk Kontruksi Baja, Kontruksi Baja Atap
Rumah, Gedung, Lapangan Futsal, Hanggar, Bangunan, Pabrik, Gudang, Kontruksi Rangka
Baja, Baja Wf dan Baja H Beam yang sudah beroperasi bertahun-tahun melayani berbagai
macam pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Jika anda membutuhkan jasa kami siap
melayani dimanapun anda berada.

Sifat Mekanis Baja Struktural

1. Stiffness (kekakuan)
www.civildoqument.com - Sifat bahan yg dapat renggang terhadap tegangan tinggi tanpa diikuti
regangan yg besar. Ini adalah ketahanan pada deformasi. Kekakuan bahan yakni fungsi dari
Modulus elastisitas E. Sebuah material yg memiliki nilai E tinggi seperti baja, E = 207.000 Mpa,
dapat berdeformasi lebih kecil pada beban (maka kekuatannya lebih tinggi) daripada material
dgn nilai E lebih rendah, contohnya kayu dgn E = 7000 Mpa atau kurang.
2. Strength (kapabilitas)
Sifat bahan yg ditentukan oleh tegangan paling besar material bisa renggang sebelum rusak
(failure). Ini akan didefinisikan oleh batas proposional, titik mulur atau tegangan maksimum. tak
ada satu nilai yg lumayan dapat buat mendefinisikan kemampuan, dikarenakan perilaku bahan
tidak sama pada beban & sifat pembebanan.

3. Elasticity (elastisitas)
Sifat material yg bisa kembali ke dimensi awal sesudah beban dihilangkan. Amat sulit
memastikan nilai pas elastisitas. Yg dapat dilakukan yaitu menentukan rentang elastisitas atau
batas elastisitas.

4. Ductility (keuletan)
Sifat bahan yg dapat deformasi pada beban tarik sebelum benar-benar patah (rupture). Material
ulet yaitu material yg dapat ditarik jadi kawat tipis panjang dgn gaya tarik tanpa rusak. Keliatan
ditandai dgn % perpanjangan panjang ukur spesimen selagi uji tarik & % pengurangan luas
penampang. Besar keuletan bisa dinyatakan dgn pendapat yang merupakan berikut :

Persen Pertambahan = (pertambahan panjang ukur : panjang ukur awal) x 100 % pengurangan
luas = ((luas awal - luas akhir) : Luas awal) x 100%

5. Brittleness (kegetasan)
Menunjukkan tak adanya deformasi plastis sebelum rusak. Material yg getas dapat tiba-tiba
rusak tanpa adanya tanda terlebih dulu. Material getas tak memiliki titik mulur atau proses
pengecilan penampang (necking down process) & kekuatan patah = kebolehan maksimum.
Material getas, contohnya : Besi cor, batu, & semen cor, yg rata-rata lemah dalam uji tarik, maka
penentuan kebolehan dgn memakai uji tekan.
6. Malleability (kelunakan)
Sifat bahan yg mengalami deformasi plastis kepada beban tekan yg bekerja sebelum benar-benar
patah. Rata Rata material yg amat sangat liat merupakan pula cukup lunak.

7. Toughness (ketangguhan)
Sifat material yg dapat menahan beban impack tinggi atau beban kejut. Apabila sebuah benda
mendapat beban impack, sehingga sebahagian energi diserap & sebahagian energi dipindahkan.
Pengukuran ketangguhan = luasan di bawah kurva tegangan-regangan dari titik asal ke titik
patah.

8. resilience (kelenturan)
Sifat material yg bisa menerima beban impack tinggi tanpa memunculkan tegangan lebih
terhadap batas elastis. Ini menunjukkan bahwa energi yg diserap selagi pembebanan disimpan &
dikeluarkan kalau material tak dibebani. Pengukuran kelenturan sama dgn pengukuran
ketangguhan.
Posted by mantap bung at 3:46 AM

Berikut ini adalah karakteristik dari material baja, baik sifat mekanis, alat sambungan untuk struktur
baja.

1. Sifat Mekanis Baja


Sifat mekanis baja struktural yang digunakan dalam perencanaan harus memenuhi persyaratan
minimum yang diberikan pada Tabel dibawah.

2. Tegangan leleh
Tegangan leleh untuk perencanaan (fy) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan Tabel dibawah.

3. Tegangan putus
Tegangan putus untuk perencanaan (fu) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan Tabel
dibawah.

4. Sifat-sifat mekanis lainnya


Sifat-sifat mekanis lainnya baja struktural untuk maksud perencanaan ditetapkan sebagai berikut:

Modulus elastisitas : E = 200.000 Mpa


Modulus geser : G = 80.000 Mpa
Nisbah poisson : = 0,3
Koefisien pemuaian : = 12 x 10E-6 C

5. Syarat Penerimaan baja


Laporan uji material baja di pabrik yang disahkan oleh lembaga yang berwenang dapat dianggap sebagai
bukti yang cukup untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam standar ini.

6. Baja yang tidak teridentifikasi


Baja yang tidak teridentifikasi boleh digunakan selama memenuhi ketentuan berikut ini:

bebas dari cacat permukaan


sifat fisik material dan kemudahannya untuk dilas tidak mengurangi kekuatan dan kemampuan
layan strukturnya
ditest sesuai ketentuan yang berlaku. Tegangan leleh (fy) untuk perencanaan tidak boleh
diambil lebih dari 170 MPa sedangkan tegangan putusnya (fu) tidak boleh diambil lebih dari 300
MPa.

Alat sambung

1. Baut, mur, dan ring


Baut, mur, dan ring harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

2. Alat sambung mutu tinggi


Alat sambung mutu tinggi boleh digunakan bila memenuhi ketentuan berikut:

komposisi kimiawi dan sifat mekanisnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku
diameter batang, luas tumpu kepala baut, dan mur atau penggantinya, harus lebih besar dari
nilai nominal yang ditetapkan dalam ketentuan yang berlaku. Ukuran lainnya boleh berbeda
cara penarikan baut dan prosedur pemeriksaan untuk alat sambung boleh berbeda dari
ketentuan selama persyaratan gaya tarik minimum alat sambung dipenuhi dan prosedur
penarikannya dapat diperiksa.

3. Las

Material pengelasan dan logam las harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4. Penghubung geser jenis paku yang dilas


Semua penghubung geser jenis paku yang dilas harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5. Baut angker
Baut angker harus memenuhi ketentuan Butir atau dibuat dari batang yang memenuhi ketentuan selama
ulirnya memenuhi ketentuan yang berlaku.

Tabel Sifat mekanis baja struktural

Jenis Tegangan putus minimum, fu Tegangan leleh minimum, fy Peregangan minimum


Baja (MPa) (MPa) (%)

BJ 34 340 210 22

BJ 37 370 240 20

BJ 41 410 250 18

BJ 50 500 290 16

BJ 55 550 410 13

Material baja unggul jika ditinjau dari segi kekuatan, kekakuan dan daktilitasnya. Jadi tidak
mengherankan jika di setiap proyek-proyek konstruksi bangunan (jembatan atau gedung) maka baja
selalu ditemukan, meskipun tentu saja volumenya tidak harus mendominasi.

Tinjauan dari segi kekuatan, kekakuan dan daktilitas sangat cocok dipakai mengevaluasi struktur
yang diberi pembebanan. Tetapi perlu diingat bahwa selain kondisi tadi akan ada pengaruh lingkungan
yang mempengaruhi kelangsungan hidup struktur bangunannya. Jadi pada suatu kondisi tertentu, suatu
bangunan bahkan dapat mengalami kerusakan meskipun tanpa diberikan beban sekalipun (belum
berfungsi). Jadi ketahanan bahan material konstruksi terhadap lingkungan sekitarnya adalah penting
untuk diketahui agar dapat diantisipasi baik.

Kelebihan material baja dibandingkan material beton atau kayu adalah karena buatan pabrik,
yang tentunya mempunyai kontrol mutu yang baik. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa kualitas
material baja yang dihasilkannya relatif homogen dan konsisten dibanding material lain, yang berarti
juga lebih dapat diandalkan mutunya.
Di sisi lain karena merupakan hasil produk industri, maka agar prosesnya menguntungkan harus
diusahakan mencapai kondisi optimum. Untuk itu diperlukan suatu kuantitas tertentu yang terkesan
relatif monoton serta tidak mudah dibuat variasinya. Itulah pentingnya dibuat standarisasi bentuk profil.
Dari tabel profil baja yang ada terlihat banyak sekali profil yang tersedia, tetapi dalam kenyataannya jika
peminatnya relatif sedikit maka profil yang jarang dipakai tentunya tidak diproduksi banyak. Jadi
akhirnya tidak semua profil pada tabel dapat dipilih. Hanya profil-profil tertentu yang memang umum
(banyak) digunakan. Hal ini perlu diketahui insinyur perencana konstruksi baja, jangan hanya
berpedoman teoritis hitungan, karena kalau sampai mengubah profil rencana dengan profil tersedia,
kemungkinan berubah pula detail sambungan yang dibuat. Jika ini tidak dipikirkan waktu dapat terbuang
sia-sia.

Tidak ada jaminan bahwa lokasi pabrik baja akan berdekatan dengan proyek atau bengkel
fabrikasi, sehingga panjang profil baja ditentukan oleh kemampuan kendaraan transportasi pengangkut
(truk atau kapal) dan jalur transportasi (darat atau air) yang akan dilaluinya.

Ketahanan Korosi

Baja unggul ditinjau dari segi kemampuannya menerima beban, tetapi ketika dibiarkan tanpa
perawatan khusus di lingkungan terbuka, terlihat lemahnya. Baja yang unsur utamanya besi mengalami
korosi, yaitu suatu proses elektrokimia. Jika itu terjadi, maka pada bagian besi yang bertindak sebagai
anode akan terjadi oksidasi yang merusak dan menghasilkan karat besi Fe2O3.nH2O, zat padat berwarna
coklat kemerah-merahan. Volume baja berkurang karena menjadi karat tadi. Mengenai bagian besi yang
bertindak sebagai anode dan bagian mana yang bertindak sebagai katode tergantung pada banyak
faktor, misalnya zat pengotor, atau adanya perbedaan rapatan logam itu, atau ada jenis logam lain yang
bersinggungan.

Kemungkinan terjadinya korosi pada baja merupakan kelemahan konstruksi baja disbanding
kontruksi beton. Oleh sebab itu saat perencanaan faktor ini harus diantisipasi dengan baik. Korosi yang
terjadi pada konstruksi baja adalah ibarat kanker, senyap tetapi akibatnya bias sangat mematikan.

SUMBER 2
o Stainless steel : baja tahan karat mengandung Cr 19%, Ni 9%, dan Fe 72%.

o Baja krom : baja yang tahan karat tahan panas mengandung 12%-18% Cr.

o Baja nikel : baja tahan karat dan keras, mengandung 25% Ni.

o Baja mangan : baja sangat keras mengandung 11%-14% Mn.

SUMBER 3

1. Baja Karbon (carbon steel)

Baja karbon dapat terdiri atas :

Baja karbon rendah (low carbon steel)

Machine, machinery dan mild steel (0,05 % 0,30% C ) Sifatnya mudah ditempa dan mudah di
mesin Penggunaannya:

0,05 % 0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets, screws, nails.

0,20 % 0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings

Baja karbon menengah (medium carbon steel )

Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah.

Sifatnya sulit untuk dibengkokkan, dilas, dipotong.

Penggunaan:

0,30 % 0,40 % C : connecting rods, crank pins, axles.

0,40 % 0,50 % C : car axles, crankshafts, rails, boilers, auger bits, screwdrivers.

0,50 % 0,60 % C : hammers dan sledges

Baja karbon tinggi (high carbon steel) tool steel

Sifatnya sulit dibengkokkan, dilas dan dipotong. Kandungan 0,60 % 1,50 % C


Penggunaan :

screw drivers, blacksmiths hummers, tables knives, screws, hammers, vise jaws, knives, drills.tools for
turning brass and wood, reamers, tools for turning hard metals, saws for cutting steel, wire drawing dies,
fine cutters

2. Baja Paduan (Alloy steel)

Tujuan dilakukan penambahan unsur yaitu:

Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan, keliatan, kekuatan tarik dan sebagainya)

Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah

Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi)

Untuk membuat sifat-sifat spesial

Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi:

Low alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 %

Medium alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 10 %

High alloy steel, jika elemen paduannya > 10 %

Baja paduan juga dibagi menjadi dua golongan yaitu baja campuran khusus (special alloy steel)
&high speed steel.

Baja Paduan Khusus (special alloy steel)

Baja jenis ini mengandung satu atau lebih logam-logam seperti nikel, chromium, manganese,
molybdenum, tungsten dan vanadium. Dengan menambahkan logam tersebut ke dalam baja maka
baja paduan tersebut akan merubah sifat-sifat mekanik dan kimianya seperti menjadi lebih keras,
kuat dan ulet bila dibandingkan terhadap baja karbon (carbon steel).

High Speed Steel (HSS) Self Hardening Steel

Kandungan karbon : 0,70 % 1,50 %. Penggunaan membuat alat-alat potong seperti drills, reamers,
countersinks, lathe tool bits dan milling cutters. Disebut High Speed Steel karena alat potong yang dibuat
dengan material tersebut dapat dioperasikan dua kali lebih cepat dibanding dengan carbon steel.
Sedangkan harga dari HSS besarnya dua sampai empat kali daripada carbon steel

SUMBER 4

Berbagai jenis bahan telah kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri.
Penggunaannya pun sangat bergantung pada sifat-sifat dari bahan tersebut. Didalam industri
manufaktur tidak akan lepas dari dengan satu bidang ilmu teknik yang berhubungan dengan material.
Secara umum meterial teknik diklasifikasikan menjadi 2 (dua) golongan yakni logam (metal) dan non
logam (non metal). Jika ditinjau dari sudut pandang susunan unsur dasar, logam (metal) dibagi menjadi 2
(dua), yaitu logam murni dan logam alloy (logam paduan). Sedangkan non logam dibagi menjadi 3 (tiga),
yaitu keramik, komposit, dan polimer.

SUMBER 5

SIFAT LOGAM :

kadar kemurnian 99,9%

kekuatan tarik rendah

titik lebur tinggi

daya hantar listrik baik

daya tahan terhadap karat baik


SUMBER 6

SIFAT BAJA Baja mempunyai sejumlah sifat yang membuatnya menjadi baqhan bangunan yang sangat
berharga. Beberapa sifat baja yang penting adalah: kekuatan, kelenturan, kealotan, kekerasan dan
ketaqhan terhadap korosi.

1. kekuatan

baja mempunyai daya tarik,lengkung, dan tekan yang sangat besar. Pada setiap partai baja, pabrikan
baja menandai beberapa besar daya kekuatan baja itu. Pabrikan baja misalnya, memasukan satu partai
baja batangan dan mencatumkan pada baja itu Fe 360. di sini Fe menunjukan bahwa partai itu
menunjukkan daya kekuatan (minimum) tarikan atau daya tarik baja itu. Yang dimaksud dengan istilah
tersebut adalah gaya tarik N yang dapat dilakukan baja bergaris tengah 1 mm2 sebelum baja itu menjadi
patah. Dalam hal ini daya tarik itu adalah 360 N/mm2. dahulu kita mencantumkan daya tarik baja itu Fe
37, karena daya tariknya adalah 37 kgf/mm2. karna smengandung sedikit kadar karbon, maka semua
jenis baja mempunyai daya tarik yang kuat. Oleh karna daya tarik baja yang kuat maka baja dapat
menahan berbagai tegangan, seperti tegangan lentur.

2. Kelenturan

Baja bukan saja kuat tetapi juga lentur

3. Kealotan

Pada umumnya baja bersifat sangat a lot,sehingga tidak cepat patah

4. Kekerasan

Baja itu sangat keras sekali sehingga sebagai bahan konstruksi, baja mungkin saja untuk digunakan
berbagai tujuan. Apabila untuk produk-produk baja tertentu ada suatu keharusan,maka bisa saja baja
itu, dengan cara dipanaskan,dibuat luar biasa kerasnya.

5. ketahanan terhadap korosi


Tanpa perlindungan, baja sangat cepat berkarat. Untung saja baja diberikan perlindungan yang sangat
efektif dengan berbagai cara.

SUMBER 7

Sifat fisik baja

meliputi : berat, berat jenis, daya hantar panas dan konduktivitas listrik

Sifat mekanis suatu bahan adalah kemampuan bahan tersebut memberikan perlawanan apabila
diberikan beban pada bahan tersebut. Atau dapat dikatakan sifat mekanis adalah kekuatan bahan
didalam memikul beban yang berasal dari luar. Sifat mekanis pada baja meliputi:

Kekuatan Baja.

Sifat penting pada baja adalah kuat tarik. Pada saat baja diberi beban, maka baja akan cenderung
mengalami deformasi/perubahan bentuk. Perubahan bentuk ini akan menimbulkan regangan/strain,
yaitu sebesar terjadinya deformasi tiap satuan panjangnya. Akibat regangan tersebut, didalam baja
terjadi tegangan/stress sebesar, , dimana P = beban yang membebani baja, A = luas penampang baja.
Pada waktu baja diberi beban, maka terjadi regangan. Pada waktu terjadi regangan awal, dimana baja
belum sampai berubah bentuknya dan bila beban yang menyababkan regangan tadi dilepas, maka baja
akan kembali ke bentuk semula. Regangan ini disebut dengan regangan elastis karena sifat bahan masih
elastis. Perbandingan antara tegangan dengan regangan dalam keadaan elastis disebut dengan
Modulus Elastisitas/Modulus Young. Ada 3 jenis tegangan yang terjadi pada baja, yaitu :

- tegangan , dimana baja masih dalam keadaan elastis

- tegangan leleh, dimana baja mulai rusak/leleh

- tegangan plastis, tegangan maksimum baja, dimana baja mencapai kekuatan


maksimum.

Keuletan Baja (ductility)

Kemampuan baja untuk berdeformasi sebelum baja putus. Keuletan ini berhubungan dengan besarnya
regangan/strain yang permanen sebelum baja putus. Keuletan ini juga berhubungan dengan sifat dapat
dikerjakan pada baja. Cara ujinya berupa uji tarik.
Kekerasan Baja

adalah ketahanan baja terhadap besarnya gaya yang dapat menembus permukaan baja. Cara ujinya
dengan kekerasan Brinell, Rockwell, ultrasonic, dll

Ketangguhan Baja (toughness)

Ketangguhan baja adalah hubungan antara jumlah energi yang dapat diserap oleh baja sampai baja
tersebut putus. Semakin kecil energi yang diserap oleh baja, maka baja tersebut makin rapuh dan makin
kecil ketangguhannya. Cara ujinya dengan cara memeberi pukulan mendadak (impact/pukul takik).

SUMBER 8

Sifat mekanis suatu bahan adalah kemampuan bahan tersebut memberikan perlawanan apabila
diberikan beban pada bahan tersebut. Atau dapat dikatakan sifat mekanis adalah kekuatan bahan
didalam memikul beban yang berasal dari luar. Sifat penting pada baja adalah kuat tarik.

Pada waktu terjadi regangan awal, dimana baja belum sampai berubah bentuknya dan bila beban yang
menyebabkan regangan tadi dilepas, maka baja akan kembali ke bentuk semula. Regangan ini disebut
dengan regangan elastis karena sifat bahan masih elastis. Perbandingan antara tegangan dengan
regangan dalam keadaan elastis disebut dengan Modulus Elastisitas/Modulus Young. Ada 3 jenis
tegangan yang terjadi pada baja, yaitu:

Tegangan, dimana baja masih dalam keadaan elastis;

Tegangan leleh, dimana baja mulai rusak/leleh; dan

Tegangan plastis, tegangan maksimum baja, dimana baja mencapai kekuatan maksimum.

Kekerasan baja adalah ketahanan baja terhadap besarnya gaya yang dapat menembus permukaan baja.
Ketangguhan baja adalah hubungan antara jumlah energi yang dapat diserap oleh baja sampai baja
tersebut putus.
Baja mempunyai kekuatan yang tinggi dan sama kuat pada kekuatan tarik maupun tekan dan oleh
karena itu baja adalah elemen struktur yang memiliki batasan sempurna yang akan menahan beban
jenis tarik aksial, tekan aksial, dan lentur dengan fasilitas yang hampir sama. Semua bagian-bagian dari
konstruksi baja bisa dipersiapkan di bengkel, sehingga satu-satunya kegiatan yang dilakukan di lapangan
ialah kegiatan pemasangan bagian-bagian konstruksi yang telah dipersiapkan. Sifat dari baja yang dapat
mengalami deformasi yang besar di bawah pengaruh tegangan tarik yang tinggi tanpa hancur atau putus
disebut sifat daktilitas.

Di samping itu keuntungan-keuntungan lain dari struktur baja, antara lain adalah:

Proses pemasangan di lapangan berlangsung dengan cepat;

Dapat di las;

Komponen-komponen struktumya bisa digunakan lagi untuk keperluan lainnya;

Komponen-komponen yang sudah tidak dapat digunakan lagi masih mempunyai nilai sebagai
besi tua; dan

Struktur yang dihasilkan bersifat permanen dengan cara pemeliharaan yang tidak terlalu sukar;

Selain keuntungan-keuntungan tersebut bahan baja juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai


berikut:

Komponen-komponen struktur yang dibuat dari bahan baja perlu diusahakan supaya tahan api
sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk bahaya kebakaran;

Diperlukannya suatu biaya pemeliharaan untuk mencegah baja dari bahaya karat; dan

Akibat kemampuannya menahan tekukan pada batang-batang yang langsing, walaupun dapat
menahan gaya-gaya aksial, tetapi tidak bisa mencegah terjadinya pergeseran horisontal.
Sifat-sifat mekanis lainnya baja struktural untuk maksud perencanaan ditetapkan sebagai berikut:

Modulus elastisitas : E = 200.000 MPa;

Modulus geser : G = 80.000 MPa;

Nisbah poisson : = 0,3; dan

Koefisien pemuaian : = 12 x 10 -6 / o C.

Penggilingan dengan pemanasan (hot-rolling) adalah proses pembentukan utama di mana bongkahan
baja yang merah menyala secara besar-besaran digelindingkan di antara beberapa kelompok penggiling.
Penampang melintang dari bongkahan yang ash biasanya dicetak dari baja yang baru dibuat dan
biasanya berukuran sekitar 0,5 m x 0,5 m persegi, yang akibat proses penggilingan ukuran penampang
melintang dikurangi menjadi lebih kecil dan menjadi bentuk yang tepat dan khusus.

Pembentukan dengan pendinginan (cold-forming) adalah metode lain yang digunakan untuk

membuat komponen-komponen baja dalam jumlah yang besar. Satu hal lain yang membedakan proses-
proses tersebut adalah bahwa peralatan yang digunakan untuk proses pencetakan dengan pendinginan
lebih sederhana dan dapat digunakan untuk menghasilkan penampang melintang yang bentuknya
disesuaikan untuk penggunaan yang khusus. Beberapa keuntungan baja profil dingin antara lain:

Lebih ringan;

Kekuatan dan kakuan yang tinggi;

Kemudahan pabrikasi dan produksi massal;

Kecepatan dan kemudahan pendirian; dan

Lebih ekonomis dalam pengangkutan dan pengelolaan.

Telah ada pelengkung yang dirancang secara khusus dan mempunyai bentang sangat panjang [misalnya
bentang 300 ft (90 m) atau lebih]. Masalah utama dalam penggunaan baja untuk memperoleh
permukaan berkelengkungan ganda adalah memuat bentuk dari elemen-elemen garis. Pada
kubah,misalnya, baik pendekatan dengan rusuk atau geodesik adalah mungkin.

Baja adalah satu-satunya material yang dapat digunakan sebagai struktur kabel. Kolom baja struktural
umumnya mempunyai perbandingan tebal-tinggi bervariasi antara 1 : 24 dan 1 : 9, yang tergantung pada
beban dan tinggi kolom. Setiap struktur adalah gabungan dari bagian-bagian tersendiri atau batang-
batang yang harus disambung bersama (biasanya di ujung batang) dengan beberapa cara.

Jenis-jenis sambungan struktur baja yang digunakan adalah pengelasan serta sambungan yang
menggunakan alat penyambung berupa paku keling (rivet) dan baut.

Sumber 9

Keuntungan Baja sebagai Material Struktur Bangunan

Di samping kekuatannya yang besar untuk menahan kekuatan tarik dan tekan tanpa membutuhkan
banyak volume, baja juga mempunyai sifatsifat lain yang menguntungkan sehingga menjadikannya
sebagai salah satu bahan bangunan yang sangat umum dipakai dewasa ini. Beberapa keuntungan baja
sebagai material struktur antara lain:

Kekuatan Tinggi

Dewasa ini baja bisa diproduksi dengan berbagai kekuatan yang bisa dinyatakan dengan kekuatan
tegangan tekan lelehnya (Fy) atau oleh tegangan tarik batas (Fu). Bahan baja walaupun dari jenis yang
paling rendah kekuatannya, tetap mempunyai perbandingan kekuatan per-volume lebih tinggi bila
dibandingkan dengan bahan-bahan bangunan lainnya yang umum dipakai. Hal ini memungkinkan
perencanaan sebuah konstruksi baja bisa mempunyai beban mati yang lebih kecil untuk bentang yang
lebih panjang, sehingga. memberikan kelebihan ruang dan volume yang dapat dimanfaatkan akibat
langsingnya profil-profil yang dipakai.

Kemudahan Pemasangan
Semua bagian-bagian dari konstruksi baja bisa dipersiapkan di bengkel, sehingga satu-satunya kegiatan
yang dilakukan di lapangan ialah kegiatan pemasangan bagian-bagian konstruksi yang telah
dipersiapkan. Sebagian besar dari komponen-komponen konstruksi mempunyai bentuk standar yang
siap digunakan bisa diperoleh di toko-toko besi, sehingga waktu yang diperlukan untuk membuat
bagian-bagian konstruksi baja yang telah ada, juga bisa dilakukan dengan mudah karena komponen-
komponen baja biasanya mempunyai bentuk standar dan sifat-sifat yang tertentu, serta mudah
diperoleh di mana-mana.

Keseragaman

Sifat-sifat baja baik sebagai bahan bangunan maupun dalam bentuk struktur dapat terkendali dengan
baik sekali, sehingga para ahli dapat mengharapkan elemen-elemen dari konstruksi baja ini akan
berperilaku sesuai dengan yang diperkirakan dalam perencanaan. Dengan demikian bisa dihindari
terdapatnya proses pemborosan yang biasanya terjadi dalam perencanaan akibat adanya berbagai
ketidakpastian.

Daktilitas

Sifat dari baja yang dapat mengalami deformasi yang besar di bawah pengaruh tegangan tarik yang
tinggi tanpa hancur atau putus disebut sifat daktilitas. Adanya sifat ini membuat struktur baja mampu
mencegah terjadinya proses robohnya bangunan secara tiba-tiba. Sifat ini sangat

menguntungkan ditinjau dari aspek keamanan penghuni bangunan bila terjadi suatu goncangan yang
tiba-tiba seperti misalnya pada peristiwa gempa bumi. Di samping itu keuntungan-keuntungan lain dari
struktur baja, antara lain adalah:

? Proses pemasangan di lapangan berlangsung dengan cepat.

? Dapat di las.

? Komponen-komponen struktumya bisa digunakan lagi untuk keperluan lainnya.

? Komponen-komponen yang sudah tidak dapat digunakan lagi masih mempunyai nilai sebagai besi tua.

? Struktur yang dihasilkan bersifat permanen dengan cara pemeliharaan yang tidak terlalu sukar.

Selain keuntungan-keuntungan tersebut bahan baja juga mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai


berikut :
? Komponen-komponen struktur yang dibuat dari bahan baja perlu diusahakan supaya tahan api sesuai
dengan peraturan yang berlaku untuk bahaya kebakaran.

? Diperlukannya suatu biaya pemeliharaan untuk mencegah baja dari bahaya karat.

? Akibat kemampuannya menahan tekukan pada batang-batang yang langsing, walaupun dapat
menahan gaya-gaya aksial, tetapi tidak bisa mencegah terjadinya pergeseran horisontal

2. Kelemahan Baja

Sumber 1

Bisa berkarat.
Lemah terhadap gaya tekan.
Tidak fleksibel seperti kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profile
Tidak kokoh
Tidak tahan api

Sumber 2
Kelemahan Baja sebagai Material Struktur
Secara umum baja mempunyai kekurangan seperti dijelaskan pada paragraf dibawah ini.
BiayaPemeliharaan
Umumnya material baja sangat rentan terhadap korosi jika dibiarkan terjadi kontak dengan udara dan
air sehingga perlu dicat secara periodik.
Biaya Perlindungan Terhadap Kebakaran
Meskipun baja tidak mudah terbakar tetapi kekuatannya menurun drastis jika terjadi kebakaran. Selain
itu baja juga merupakan konduktor panas yang baik sehingga dapat menjadi pemicu kebakaran pada
komponen lain. Akibatnya, portal dengan kemungkinan kebakaran tinggi perlu diberi pelindung.
Ketahanan material baja terhadap api dipersyaratkan dalam Pasal 14 SNI 03-1729-2002.
Rentan Terhadap Buckling
Semakin langsung suatu elemen tekan, semakin besar pula bahaya terhadap buckling (tekuk).
Sebagaimana telah disebutkan bahwa baja mempunyai kekuatan yang tinggi per satuan berat dan jika
digunakan sebagai kolom seringkali tidak ekonomis karena banyak material yang perlu digunakan untuk
memperkuat kolom terhadap buckling.
Fatik
Kekuatan baja akan menurun jika mendapat beban siklis. Dalam perancangan perlu dilakukan
pengurangan kekuatan jika pada elemen struktur akan terjadi beban siklis.
Keruntuhan Getas
Pada kondisi tertentu baja akan kehilangan daktilitasnya dan keruntuhan getas dapat terjadi pada
tempat dengan konsentrasi tegangan tinggi. Jenis beban fatik dan temperatur yang sangat rendah akan
memperbesar kemungkinan keruntuhan getas (ini yang terjadi pada kapal Titanic).

Sumber 3

Kelemahan memakai material besi/ baja daripada beton

Tapi baja juga memiliki kelemahan seperti :


1. Bisa berkarat
2. Lebih berisik jika dilewati beban seperti kereta api.
Karena itu ada penelitian dan pengembangan untuk masalah ini yaitu mengembangkan baja mutu tinggi
tahan korosi yang sangat berguna jika jembatan berada di daerah laut yang kadar garamnya tinggi.
Untuk mengatasi kebisingan , maka dikembangkan beton komposit dengan baja di atas permukaannya,
sehingga bisa menurunkan tingkat kebisingan.

Penelitian di dalam kualitas baja yang digunakan di dalam pembangunan jembatan, bersamaan dengan
metoda-metoda konstruksi lainnya , sudah membuat produksi dan pemasangan jembatan baja bentang
yang panjang. Dan komponen struktur baja dapat dibuat sepanjangnya- panjangnya dan pemasangan
dapat dibagi menjadi beberapa blok-blok, Sedangkan pengiriman komponen dan pemasangan di
lapangan dapat bekerja dengan cepat dan mudah. Jembatan baja dapat dikhususkan untuk
dibengkokkan atau disesuaikan dengan kondisi- kondisi di lapangan dengan sempurna. Di mana lokasi
berisi sebagian besar dari lumpur dan bumi lemah, konstruksi dari suatu jembatan baja dapat dilakukan
dengan mudah dan aman karena berat baja hanya 25 - 35 % dari bobot mati struktur beton yang setara.

Salah satu keuntungan besi baja dalam masalah keamanan strukturnya adalah besi baja mempunyai
kekuatan struktur yang pasti bila dibandigkan dengan beton yang kekuatan strukturnya berubah
berdasarkan campuran semen dan airnya. Karena diproduksi di pabrik, besi baja mempunyai kualitas
yang seragam dan ketelitian ukuran yang tinggi daripada beton. Beban angin juga menjadi lebih kecil
dalam jembatan yang memakai material baja. Ini dikarenakan material struktur dengan memakai baja
lebih kecil daripada jembatan dari beton. Besi itu juga sangat keras, sehingga walaupun sudah mencapai
titik leleh karena beban jembatan,besi baja masih bisa kembali ke bentuk asalnya, berbeda dengan
beton yang sangat rapuh, sekali dia meregang akan retak. Bila beton meregang dalam waktu lama,
beton cenderung untuk menyusut dan deformasinya akan menghasilkan retak. Sedangkan baja tidak
bermasalah seperti beton yang punya kecenderungan untuk retak sewaktu masa pengecoran karena
efek pengeringan. Dalam hal ini jembatan baja lebih bagus dari beton dari sisi penampilan. Dalam hal
gempa baja juga menunjukkan daya tahannya daripada beton

Sumber 4

Sistem struktur rangka baja ringan tersusun rapat, padat dan terlihat ramai, terhubung & terkait
satu dengan lainnya, sehingga kurang menarik jika diexpose.
Membutuhkan perhitungan yang benar-benar matang, karena sistem strukturnya yang seperti
rangka ruang tersebut maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung, salah pasang,
akan membuat perlemahan sehingga dapat menyebabkan kegagalan total.
Rangka atap baja ringan tidak se-fleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai
profil.
Dibutuhkan keahlian khusus untuk menghitung kebutuhan baja ringan, oleh karena itu tidak
semua orang bisa menghitungnya.

Sumber 5

Kerangka atap baja ringan tidak bisa diekspos seperti rangka kayu, sistem rangkanya yang berbentuk
jaring kurang menarik bila tanpa penutup plafon.

Karena strukturnya yang seperti jaring ini maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung ia
akan menyeret bagian lainnya maksudnya jika salah satu bagian kurang memenuhi syarat keamanan,
maka kegagalan bisa terjadi secara keseluruhan (biasanya perhitungan strukturnya langsung dilakukan
oleh structural engineer dari aplikatornya)
Rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil.

Mutu dan Kualitas dari struktur atap baja ringan kurang terjamin

Sumber 6

Kekurangan dari atap besi baja adalah tidak dapat menyerap panas dengan baik, tidak seperti atap kayu
yang sangat baik menyerap panas. Kerangka Atap rumah besi baja juga memerlukan biaya pemasangan
yang cukup banyak, karena harus menggunakan tukang bangunan yang benar-benar ahli dalam
memasang atap besi baja. Pada bagian dalam untuk atap besi baja harus ditutup dengan atap asbes,
berbeda dengan atap kayu walaupun tidak ditutup dengan ternit, akan tetap bagus dan terkesan lebih
alami.

Sumber 7

Kelemahan Baja Ringan :

Kerangka atap baja ringan tidak bisa diekspos seperti rangka kayu, sistem rangkanya yang
berbentuk jaring kurang menarik bila tanpa penutup plafon.
Karena strukturnya yang seperti jaring ini maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah
hitung ia akan menyeret bagian lainnya maksudnya jika salah satu bagian kurang memenuhi
syarat keamanan, maka kegagalan bisa terjadi secara keseluruhan.
Rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil.

Sumber 8

1. Pemilihan material memerlukan perhitungan struktur yang teliti dan kuat, karena jika ada yang
salah maka atap bisa roboh total.
2. Tergolong sebagai material rangka atap yang cukup mahal dibanding jenis lainya, namun
keberadaan kayu yang semakin langka telah membuat baja ringan menjadi lebih murah untuk
digunakan.
3. Tidak bisa asal membuat rangka atap, perlu gambar kerja yang benar sehingga atap bisa
dibangun dan berfungsi dengan baik.
4. Dari segi tampilan arsitektur terlihat kurang bagus jika tidak didesain sedemikian rupa, oleh
karena itu diperlukan plafond penutup agar langit-langit terlihat bagus.
5. Tidak terjual bebas di toko bahan bangunan, jadi harus memesan langsung pada supplier rangka
atap baja ringan yang biasanya menawarkan harga perencanaan,bahan berikut pemasangan
sampai jadi.

3. Contoh kegagalan rangka baja

a. Runtuhnya Highland tower, Selangor Malaysia


Pada pukul 1:35 pagi waktu setempat tanggal 11 Desember 1993, salah satu bangunan dari komplek
apartement Highland Towers ambruk rata ketanah. Salah satu saksi mata yang menyaksikan kejadian
tersebut menggambarkan bahwa ia melihat bangunan tersebut runtuh seperti dalam adegan slow
motion.
Komplek apartement Highland towers terdiri dari 3 blok bangunan tinggi didasar dari sebuah bukit
curam tidak jauh dari ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Penyebab keruntuhan adalah BAJA penahan serta
sistem drainase yang buruk dan juga maintenance yang buruk dan diperparah oleh tindakan adanya
pengembang lain yang membangun gedung di punggung bukit tepat diatas Highland towers. Hal ini
mengakibatkan lapisan tanah rentan terhadap erosi dan pipa pipa drainase yang dibuat menghalangi
akar-akar pepohonan dibukit tersebut.
Pada akhirnya hujan yang turun selama 10 hari berturut-turut membuat tekanan yang besar pada pipa
pipa drainase dibukit, pada akhirnya pipa meledak dan menumpahkan air sehingga air mencapai kadar
level berbahaya lalu mengikis lapisan tanah yang berimbas pada longsor yang menerjang dan
meruntuhkan dinding pelindung di kaki bukit.
Seratus ribu meter persegi lumpur menerjang blok bangunan I dan menerjang maju serta membuat
fondasi bangunan tersebut amblas, tiga orang berhasil ditarik keluar hidup-hidup dari terjangan lumpur,
namun setelah 12 hari pencarian yang gagal untuk menemukan korban selamat mereka menemukan 48
mayat korban runtuhnya bangunan tersebut.
Setelah peristiwa itu, Blok II dan III para penghuninya dievakuasi dan selanjutnya mereka meninggalkan
apartement tersebut yang hingga kini masih berdiri sebagai saksi bisu atas peristiwa kelalaian manusia.
B . royal place hotel, thailand

Pada pukul 10 pagi 13 Agustus 1993, sebuah hotel mewah berlantai 6 runtuh hanya dalam waktu kurang
dari 10 detik, berarti tiap lantainya sekitar 1.6 detik. Tragisnya 137 jiwa menjadi korban dan 227 orang
cedera dalam peristiwa runtuhnya hotel tersebut.
Imbas dari peristiwa ini polisi menahan pemilik hotel, arsitek serta insinyur yang menangani pembuatan
hotel tersebut, karena pada tahun 1990 mereka telah melakukan penambahan lantai pada gedung
tersebut tanpa izin selain itu di bagian atap juga digunakan sebagai tempat penampungan air dalam
jumlah besa

c. Menara WTC

Tidak perlu diragukan lagi bahwa bencana terbesar akibat runtuhnya gedung dalam sejarah manusia
hingga saat ini adalah tragedy runtuhnya gedung pencakar langit WTC 11 September 2011.
Menara kembar tersebut didesign menggunakan baja ringan, sebuah inti pusat, dan sebuah design peti
telur yang menyebabkan struktur memiliki kelebihan beban.
Selain itu, tiap menara didesign untuk menahan beban dari tiupan angin seberat 5000ton lateral.
Dinyatakan bahwa 90 ribu galon bahan bakar jet yang yang membakar struktur baja yang membuat
gumpalan asap hitam diatas langit New York, Api tersebut tidak melelehkan struktur baja namun hanya
melemahkan kekuatan mereka.Meskipun kekuatan fondasi bangunan telah berkurang 50 persen namun
kolom kolom penyangga masih mampu untuk menahan beban bangunan, Masalah nyata dari kasus ini
adalah panas api yang tidak merata mendistorsi baja disalah satu sisi gedung pencakar langit
tersebut.Akibat tekanan yang terlalu banyak akhirnya lantai menjadi lemas dan seperti efek domino
gedung runtuh mulai dari lantai paling atas secara simultan hingga kelantai dibawahnya.
Tiap-tiap menara memiliki berat 500.000 ton, dan hanya butuh 10 detik untuk bangunan besar runtuh
dengan kecepatan 124 mph saat menghantam tanah, terlepas dari tidak adanya kesalahan dalam sistem
design dan struktur bangunan, para ahli terus mempelajari konsep bangunan untuk menghindari beban
berlebih dan keruntuhan yang progresif serta yang paling penting adalah prosedur evakuasi,
keselamatan bangunan dan pembangunan dalam skala hemat.

D. KATOWICE TRADE HALL

28 January 2006, disaat Polandia tengah mengalami musim dingin, di Katowice Trade Hall diadakan
acara Pameran nasional ke-56 merpati pos.Para peserta konvensi tidak mengetahui dan mengira bahwa
atap gedung terawat dengan baik dan mengira bahwa pihak manajemen gedung telah membersihkan
atap dari gundukan es. Sialnya atap gedung tersebut telah melengkung akibat tumpukan es musim
dingin 4 tahun sebelumnya dan belum pernah diperbaiki atau pun dilakukan pemeriksaan dan
pengujian.
Pada hari naas tersebut, akumulasi salju yang memumpuk diatas atap bangunan tersebut 100 persen
diatas beban yang mampu ditahan oleh atap, membuat atap ambruk kebawah membuat sekitar 700
orang terjebak dibawah atap yang berat dan membuat mereka terkespos oleh cuaca musim dingin yang
cukup ekstrim 0 derajat celcius.
Tim SAR berdatangan menyelamatkan korban,bekerja dibawah cuaca buruk namun bagaimanapun
struktur bangun telah menjadi tidak stabil dan akhirnya bagian kedua dari atap runtuh pada saat
tindakan penyelamatan dilakukan.
Selain itu pecahan material logam bangunan yang terkoyak sama sekali tidak menguntungkan para
korban yang terjebak karena membuatnya bertindak sebagai freezer apalagi ditengah musim dingin
yang ekstrim, selain itu sebagian besar bangunan telah tertimbun oleh salju, pada akhirnya 65 jiwa harus
menjadi korban dan 170 lainnya menderita cedera. Arsitektur dan pemilik bangunan harus berhadapan
dengan hukum.

E. ATAP MASJID DI PAKISTAN RUNTUH

Lahore, 15 Dzulqadah 1435/10 September 2014 (MINA) Atap Masjid di Droghawala, pinggiran kota
Lohare Pakistan runtuh dan menewaskan 24 orang jamaah yang tengah berada di masjid tersebut.
Jumlah korban tewas akibat insiden ini sebanhyak 24 orang. Usia para jamaah yang meninggal sekitar
15 hingga 35 tahun, kata seorang petugas di ruang pos penyelamat, Muhammad Rashid, Rabu (10/9),
On Islam melaporkan seperti dikutip Miraj Islamic News Agency (MINA).

Kami telah menyelamatkan tujuh orang yang terluka parah akibat tertimbun reruntuhan, tambahnya.

Bencana ini terjadi pada Selasa kemarin , setelah hujan lebat dan atap yang terbuat dari rangka baja
tidak mampu menahahan tekanan angin. Kepala pemerintah kota Lohera, Muhammad Usman
mengatakan kepada media, korban tewas dan terluka ditemukan setelah 13 jam upaya pencarian.

Operasi penyelamatan akan berlanjut sampai semua puing telah dibereskan, tambahnya

Usman menjelaskan, menurut penduduk setempat hampir semua orang telah kembali, tapi kami akan
melanjutkan upaya pencarian sampai seluruh puing beres.

Para korban tewas dishalatkan dan di makamkan di Lahore, Rabui. Menurut laporan, lebih dari 250
orang tewas akibat hujan dan banjir yang kini melanda Pakistan