Anda di halaman 1dari 60

Media Informasi Air Minum Dari Redaksi 1

dan Penyehatan Lingkungan


Suara Anda 2
Diterbitkan oleh: Laporan Utama
Kelompok Kerja Air Minum Data AMPL Mungkinkah Terintegrasi? 3
dan Penyehatan Lingkungan Beda Definisi, Beda Hasil 5
(Pokja AMPL)
Menuju Integrasi Data AMPL 6
Penasihat/Pelindung: Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS:
Direktur Jenderal Cipta Karya Masyarakat Belum Sadar Data 7
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Kasubdit Data dan Informasi, Ditjen Cipta Karya:
Penanggung Jawab: Perlu Konsensus Bersama 8
Direktur Permukiman dan Perumahan, Teropong
BAPPENAS Bantul Amburadul 9
Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi, Sanitasi dalam Kondisi Darurat 13
DEPKES
Direktur Pengembangan Air Minum, Peraturan
Dep. Pekerjaan Umum PP No. 2 Tahun 2006 14
Direktur Pengembangan Penyehatan Wawancara
Lingkungan Permukiman,
Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan, Ir. Sri Bebassari, MSc:
Dep. Pekerjaan Umum
Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Master Plan Persampahan Mutlak 15
Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Reportase
Direktur Penataan Ruang dan Kampung Agrowisata di Sudut Jakarta 20
Lingkungan Hidup, DEPDAGRI
Kisah
Pemimpin Redaksi: Pengelolaan Sampah Gaya Komunitas Rungkut Lor 22
Oswar Mungkasa Studi
Kajian Ekonomi Dampak Investasi Air Minum Terhadap
Dewan Redaksi:
Supriyanto, Johan Susmono,
Perekonomian di Indonesia 24
Indar Parawansa, Bambang Purwanto Program
Sekilas tentang ISSDP 27
Redaktur Pelaksana: Inovasi
Maraita Listyasari, Rewang Budiyana,
Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, Insinerator Ramah Lingkungan 29
Essy Asiah, Mujiyanto Wawasan
Air Mengalir dari Negara ke Swasta 31
Desain/Ilustrasi: Misteri Lorong Waktu Peradaban Teknologi Keairan 33
Rudi Kosasih
Tantangan Penyediaan Air Baku dalam Pemenuhan
Produksi: Kebutuhan Air Minum 37
Machrudin Pengelolaan DAS (Hulu) Terpadu untuk Kesejahteraan Rakyat 41
Seputar AMPL 45
Sirkulasi/Distribusi:
Agus Syuhada Seputar WASPOLA 47
Info CD 48
Alamat Redaksi: Info Buku 49
Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat.
Info Situs 50
Telp./Faks.: (021) 31904113
http://www.ampl.or.id Agenda 51
e-mail: redaksipercik@yahoo.com Pustaka AMPL 52
redaksi@ampl.or.id
oswar@bappenas.go.id

Redaksi menerima kiriman


tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan
dengan air minum dan penyehatan lingkungan
dan belum pernah dipublikasikan.
Panjang naskah tak dibatasi.
Sertakan identitas diri.
Redaksi berhak mengeditnya. „ Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id „
Silahkan kirim ke alamat di atas.
D A R I R E DA K S I

P
FOTO:DORMARINGAN HS
ertengahan tahun ini, Indonesia
dibayang-bayangi bencana. Ke-
tika masyarakat di sekitar Gu-
nung Merapi di perbatasan Yogyakarta
dan Jawa Tengah dihantui letusan
gunung, tiba-tiba mereka dihentakkan
oleh gempa berkekuatan 5,9 skala
Richter. Sekitar 6.000 orang meninggal
dunia, dan ratusan ribu jiwa kehilangan
tempat tinggal yang hancur dan rusak
akibat musibah itu.
Belum usai musibah itu ditangani,
bencana datang lagi. Semburan lumpur
panas membanjiri kawasan di Sidoarjo,
Jawa Timur. Lagi-lagi masyarakat men-
jadi korban kecerobohan proses eksplo-
rasi minyak. Meski tak ada korban,
mereka harus menyingkir dari tempat
tinggalnya karena genangan lumpur
pekat yang mengeluarkan bau tak se-
dap. Sekitar 3.000 jiwa mengungsi, pu- Suasana stand Pokja AMPL-WASPOLA ramai didatangi pengunjung.
luhan hektar sawah terendam, dan per-
ekonomian terganggu karena luapan
lumpur menghadang jalur transportasi. kita! Kalau tidak kita akan kedatangan
Banjir lumpur itu belum bisa ditangani. Berkaitan dengan itu, Percik kali ini 'hantu' sampah yang sangat menakut-
Justru muncul sumber lumpur baru. mencoba meneropong kondisi darurat kan.
Tiba-tiba kita dikejutkan lagi adanya di wilayah Bantul pascagempa. Ka- Sedangkan di laporan utama, kami
banjir bandang yang melanda delapan bupaten di selatan Yogyakarta ini dipi- mengajak pembaca untuk menyimak
kabupaten di Sulawesi Selatan. Hampir lih karena daerah inilah yang mengala- pembahasan tentang data AMPL. Fakta
200 orang meninggal dunia dan 145 mi kerusakan paling parah dan korban yang ada menunjukkan ternyata kita
lainnya hilang. Ratusan rumah hancur jiwa paling banyak. Tentu kita akan memiliki banyak data dalam sektor
dilanda air bah yang datang tiba-tiba melihat bagaimana kondisi air minum yang sama. Setiap instansi memiliki
ketika orang sedang terlelap. Gelom- dan penyehatan lingkungannya. Kami data dan kriteria sendiri. Akibatnya ada
bang pengungsian kembali mengalir. berharap potret tersebut nantinya bisa tumpang tindih. Data siapa yang benar?
Dan konon pemerintah kehabisan dana menjadi pelajaran bagi kita semua Tak ada yang tahu pasti. Mengapa itu
cadangan untuk bencana. khususnya dalam menyiapkan tanggap bisa terjadi? Jelas kondisi ini bisa mem-
Apa yang melanda negeri ini bisa bencana di sektor air minum dan penye- pengaruhi perencanaan pembangunan
menunjukkan potret buruk lingkungan hatan lingkungan. ke depan dan akurasi penilaian keber-
kita. Selain itu kita juga bisa melihat Di rubrik wawancara, kami meng- hasilan pembangunan.
betapa belum ada penanganan yang hadirkan 'Ratu' sampah Sri Bebassari Pembaca, di tengah carut marut
memadai menghadapi kondisi itu. untuk memperbincangkan kondisi sam- kondisi kita, kami mengikuti pameran
Padahal, seharusnya kita lebih siap pah kita saat ini dan apa yang harus kita lingkungan hidup di Balai Sidang
mengingat kita memang berada di wi- lakukan ke depan. Persoalan ini penting Jakarta. Alhamdulillah, banyak pengun-
layah yang rawan bencana. Walhasil ki- mengingat kita sudah dalam kondisi jung yang menyapa kami di Stand Pokja
ta hanya bisa mengelus dada dan me- darurat sampah. Kasus di Kota Ban- AMPL-WASPOLA. Puluhan pengun-
minta kepada Yang Maha Esa untuk dung bisa menjadi contoh buruk penge- jung pun berlangganan Percik dan ber-
tidak menurunkan bencana berikutnya lolaan sampah kota, dan mungkin hal diskusi mengenai sektor AMPL. Semoga
seraya meminta ampun atas segala per- yang sama terjadi di kota-kota lain. jalinan komunikasi seperti ini tak
buatan buruk kita terhadap alam-Nya. Butuh kepedulian yang lebih terhadap berhenti.
Di sisi lain, mari kita bantu saudara masalah ini dari semua stakeholder. Wassalam. „

Percik „ Juni 2006 „ 01


S U A R A A N DA

ban 2.308 unit, untuk seluruh kecamatan yangan perkembangan CLTS di India,
Rubrik Teknologi Lembak. Bangladesh, dan Desa Babat-desa di
Kondisi ini mendorong Puskesmas Lembak yang telah bebas BAB semba-
Terima kasih atas kiriman Percik Lembak membuat sebuah gebrakan rangan-untuk menambah wawasan dan
yang terbaru, April 2006. Media jurnal menuju Free Open Defecation dengan memotivasi langkah mereka. Mereka
ini bagus dan informatif. menerapkan metode CLTS. Pada 4-7 Juli terpicu. Mereka mempunyai strategi
Kalau boleh, perlu juga re- masing-masing dalam hal me-
FOTO:AGUSTINE SIAHAAN
portase mengenai pengalaman- nindaklanjuti tekad mereka di
pengalaman di negara-negara desa dengan membentuk ke-
lain dalam hal air minum dan lompok-kelompok kecil.
penyehatan lingkungan ini, baik Setiap desa berlomba-lom-
skala komunitas lingkungan ba untuk segera menyatakan
maupun skala kota. Juga perlu desa mereka bebas dari BAB,
ada rubrik mengenai penera- bahkan kelompok-kelompok
pan-penerapan appropriate kecil yang dibentuk di desa
technology mulai dari yang juga berlomba menyelesaikan
sudah ada turun temurun dari pembuatan jamban yang men-
nenek moyang kita, misalnya jadi tanggung jawab kelom-
kincir air di sumatera barat, poknya. Bahkan Desa Tanjung
sampai dengan yang mutakhir Tiga rela menunda ngetam
dan mengupas bagaimana tek- (panen padi) demi membuat
nologi itu diterapkan dan apa WC yang memang hasilnya ter-
kekurangannya, bagaimana sebenarnya 2005, diadakan pelatihan CLTS di kabu- wujud dalam dua minggu. Bahkan ada
kekurangan-kekurangan itu bisa diatasi paten Muara Enim, dan tiga orang petugas desa yang tak kebagian kloset di toko
dengan teknologi atau pengetahuan Puskesmas Lembak yakni dua sanitarian karena stok habis.
masa kini. dan saya sendiri. Selanjutnya kami meng- Sejak metode CLTS diterapkan sela-
Salam dan selamat berjuang mema- adakan pelatihan CLTS pada 8-11 Pebruari ma 5 minggu, sudah 1097 unit jamban
jukan bangsa. kepada seluruh staf Puskesmas Lembak. yang bertambah dengan KK pengguna
Max Pohan Setelah pelatihan terbentuklah tim CLTS jamban 1956 KK. Beberapa desa yang
Staf Ahli Menteri PPN di Puskesmas Lembak yang terdiri dari baru beberapa hari dipicupun sudah
Bidang Pemantauan Pembangunan
sepuluh orang, dan kami menamakan mengalami penambahan jamban. Hasil
diri 'Tim Pemicu Penggerak Perubahan', pemantauan sampai dengan 4 April
Beberapa kali kami telah menyajikan kemudian tim ini menyusun rencana 2006 yang kami lakukan, pengguna
rubrik teknologi. Kami sangat berterima kerja dalam menindak lanjuti pelatihan jamban yang tadinya hanya 37,41
kasih atas masukan tersebut. (Redaksi) tersebut. Sebelumnya kami juga meng- persen menjadi 62,95 persen.
adakan sosialisasi CLTS dalam beberapa Pemicuan biasanya kami lakukan di
kesempatan seperti rapat koordinasi luar jam kerja siang-sore hari. Selain itu
Menuju Bebas BAB kecamatan yang dihadiri oleh camat, staf selalu kami lakukan kunjungan ulang
kecamatan, kepala kepala instansi, selu- untuk melihat perkembangan sekaligus
Sembarangan ruh kepala desa di wilayah kecamatan mengabadikan hasil kerja mereka.
Lembak, kemudian pada pertemuan Kiranya tulisan ini dapat berman-
Kecamatan Lembak terletak di kabu- PKK, dan bidan desa. faat bagi pembaca dan memotivasi kita
paten Muara Enim Propinsi Sumatera Kemudian kami mengadakan pemi- khususnya petugas kesehatan untuk
Selatan yang terdiri atas 18 desa, ber- cuan di seluruh desa di wilayah Puskes- lebih peduli pada masyarakat di wilayah
penduduk + 29.306 jiwa, 7.531 Kepala Ke- mas Lembak setiap hari sejak tanggal 22 kerja masing-masing. Pengalaman kami
luarga (KK). Masyarakat banyak meng- Pebruari 2006-31 Maret 2006. Dan memfasilitasi tidaklah sulit, yang pen-
andalkan hasil pertanian karet. Kondisi pada setiap hari Sabtu, desa yang telah ting ada tekad yang kuat dan kemauan.
sanitasinya belum baik. Penduduk yang dipicu pada minggu tersebut kami ajak
memiliki dan memanfaatkan jamban kelu- menghadiri pertemuan di Puskesmas Drg. P. Agustine Siahaan
Kepala Puskesmas
arga hanya 2.818 KK, atau sekitar 37,41 Lembak untuk membuat kesepakatan Kec. Lembak Kab. Muara Enim,
persen dari total KK dengan jumlah jam- desa masing masing, menyaksikan ta- Sumatera Selatan

2 Percik „ Juni 2006 „


L A P O R A N U TA M A

ILLUSTRASI: www.rudikoz.com

Data Air Minum


dan Penyehatan Lingkungan
Mungkinkah Terintegrasi?
P
enyelenggaraan pembangunan jawabkan. Konsekuensinya, kebutuhan an itu telah mencapai target yang dite-
negara yang baik ditandai dengan data yang dapat diandalkan menjadi tapkan. Sedangkan sebagai pemban-
adanya keterbukaan, akuntabili- keniscayaan. Penggunaan data yang ding, data dapat berfungsi untuk me-
tas dan melibatkan partisipasi ma- akurat dan up to date akan mendorong nunjukkan efektifitas suatu kegiatan.
syarakat. Proses perencanaan pemba- efisiensi pembangunan, tepat guna, dan Selain mempunyai fungsi, data juga
ngunan berjalan berdasarkan atas data tepat sasaran. memiliki peran. Data berperan dalam
dasar, kecenderungan perkembangan, Secara umum data memiliki tiga perencanaan sampai dengan pengukur-
proyeksi kebutuhan, dan alokasi sum- fungsi utama yakni bahan informasi, an pencapaian pembangunan, sebagai
ber-sumber daya. alat ukur, alat pembanding. Sebagai bahan pengambilan kebijakan/keputus-
Pasal 31 Undang-undang No. 25 bahan informasi, data bisa menun- an (Decission Supporting System), alat
tahun 2004 tentang Sistem Peren- jukkan capaian pembangunan, apa yang kontrol untuk mencegah pengulangan
canaan Nasional menyebutkan bahwa sudah dilaksanakan, mana yang belum, kesalahan dan pengulangan program-
perencanaan pembangunan harus di- termasuk bagian mana yang belum /kegiatan, dan mendukung penyeleng-
dasarkan pada data-data dan informasi tersentuh pembangunan. Dengan data garaan pemerintahan yang transparan,
yang akurat dan dapat dipertanggung- dapat diukur sejauh mana pembangun- akuntabel dan partisipatif.

Percik „ Juni 2006 „ 3


L A P O R A N U TA M A

Melihat peran data pembangunan yang dilaksanakan oleh institusi yang terdata secara akurat di tingkat masya-
tersebut, ketersediaan data menjadi bersangkutan. Perbedaan data tersebut rakat karena didefinisikan secara berbe-
kunci pembangunan. Bisa dibayangkan juga disebabkan oleh adanya perbedaan da. Persepsi masyarakat dengan pe-
bagaimana kebijakan akan diambil pada penggunaan definisi, kategorisasi ngumpul data (surveyor) yang berbeda
sementara data-data pendukung yang variabel yang digunakan, metode pe- mengakibatkan fasilitas yang sama
dijadikan pijakan bagi keputusan itu ngambilan data, dan kehandalan sum- ditempatkan pada kelompok data ber-
tidak memenuhi syarat. Dapat diduga, ber daya manusia yang mengolah dan beda. Perbedaan data juga bisa terjadi
hasilnya bisa jadi melenceng dari harap- mengelolanya. karena perbedaan kriteria teknis terha-
an atau bahkan tak sesuai sama sekali Berbagai jenis data itu tentu tak bisa dap prasarana dan sarana.
dengan prediksi. disatukan begitu saja. Di sisi lain data
Di negara-negara maju, database pembangunan harus tersedia. Jalan ke- Tantangan ke Depan
pembangunan mendapat perhatian luarnya yakni menggunakan data yang Ketiadaan data baku yang bisa
penting. Sistem informasi data yang di- dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik menggambarkan kondisi riil sektor
terapkan memungkinkan semua data (BPS) sebagai lembaga pemerintah yang AMPL sekaligus bisa dipergunakan
bisa tersedia sesuai dengan kebutuhan. berwenang mengeluarkan data. Data acuan oleh semua stakeholder, jelas ti-
Kondisi ini memungkinkan pelaksana- AMPL ini diambil berdasarkan hasil dak menguntungkan dari sisi pemba-
an pembangunan menjadi efisien dan Survey Sosial Ekonomi Nasional (SU- ngunan dan penilaian pihak luar. Ini
efektif serta terukur. SENAS). Data hasil SUSENAS tersebut bisa menunjukkan belum adanya kepe-
digunakan sebagai acuan khususnya merintahan yang baik (good gover-
Data AMPL Indonesia dalam mengevaluasi pencapaian target nance). Oleh karena itu, perlu ada siner-
Indonesia yang merdeka sejak 1945 MDGs. gi antarstakeholder dan antarstake-
seharusnya telah memiliki database Ketersediaan data AMPL di data holder dengan BPS.
pembangunan secara rinci. Namun BPS sangat terbatas. Mengapa? Karena Banyak hal yang bisa dikerjakan
fakta menunjukkan lain. Sistem pen- data AMPL belum dipandang sebagai bersama di antaranya melakukan anali-
dataan pembangunan belum berjalan variabel yang perlu diperlakukan secara sis komparasi bagaimana data sektor
sesuai dengan harapan. Banyak data khusus dibanding sektor lain, misalnya AMPL saat ini didefinisikan, dikum-
pembangunan yang masih sulit didapat- survei pertanian atau survei volume pulkan dan diagregasikan. Penting pula,
kan hingga kini. Kalau pun ada sering penjualan beras. Dalam SUSENAS, pihak-pihak tersebut mengidentifikasi
tidak lengkap. Tak heran bila data terse- kavling pertanyaan untuk sektor ini pun kembali kategori data AMPL yang dibu-
but tidak memungkinkan untuk dianali- sangat terbatas. Misalnya, tidak ada tuhkan baik di tingkat nasional maupun
sa dan dijadikan dasar pengambilan data dari BPS berapa sumur gali yang daerah dalam rangka sinkronisasi de-
kebijakan. memenuhi syarat jarak minimal 10 ngan SUSENAS yang dilakukan oleh
Kenyataan itu mencakup pula data meter dari tempat pembuangan tinja. BPS, serta mengidentifikasi peran dan
sektor air minum dan penyehatan ling- Survei ini hanya mempertanyakan hal- tanggung jawab stakeholder dalam
kungan (AMPL). Padahal pembangun- hal global. pengelolaan data AMPL.
an sektor ini telah mulai berlangsung Ketiadaan data rinci inilah yang Yang tak kalah pentingnya yaitu
secara menyeluruh dan sistematis sejak mendorong instansi terkait di luar BPS membangun konsensus bersama an-
PELITA I. Hanya saja pembangunan mengadakan survei yang lebih khusus. tarstakeholder AMPL dalam pengkla-
sarana fisik itu tidak diikuti dengan Instansi tersebut membutuhkan data sifikasian, metoda pengumpulan serta
pendataan secara terpadu. Berbagai sesuai kebutuhannya. Dengan demikian pengelolaan data AMPL terutama un-
institusi terkait mengeluarkan data setiap instansi menggunakan pende- tuk data dasar (base line) dan peman-
AMPL. Misalnya Departemen Kesehat- katan yang dianggap sesuai dengan data tauan MDGs. Di sini, stakeholder ha-
an, Departemen Pekerjaan Umum, atau yang dibutuhkannya. rus duduk bersama untuk membahas
Departemen Dalam Negeri memiliki da- Sayangnya selama proses pendataan dan membicarakan hal itu. Peme-
ta masing-masing. Bisa diduga muncul berlangsung, koordinasi antar-instansi rintah daerah alangkah baiknya ikut
angka yang berbeda untuk kategori dan intansi dengan BPS sebagai sur- pula dalam pembahasan ini karena
yang sama dan kelompok sasaran yang veyor resmi negara belum terjalin de- merekalah ujung tombak pengumpul-
sama. ngan baik. Di sana-sini ditemukan tum- an data di daerah. Pemda pula yang
Hal ini bisa dimaklumi mengingat pang tindih data. Perbedaan definisi di mengenali data AMPL di daerahnya
setiap institusi akan lebih fokus ter- tingkat institusi dan masyarakat terus dan yang bisa memverifikasi data yang
hadap angka pencapaian pembangunan terjadi. Seringkali fasilitas AMPL tidak dikeluarkan BPS. „ MJ

4 Percik „ Juni 2006 „


L A P O R A N U TA M A

Beda Definisi, Beda Hasil


D
efinisi memegang peranan Tabel 2
penting dalam pendataan. Per- Cakupan Pelayanan Air Minum dari Berbagai Institusi
bedaan pendefinisian akan Wilayah
Penerbit 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 Sumber
mengakibatkan hasil yang berbeda sa- Data
ma sekali. Karena itu, persamaan pen- UNICEF Perkotaan 87,3 89,1 90,8 90,8 91,7 90,1 90,6 91,4 SUSENAS
definisian menjadi hal pertama dan Perdesaan 57,4 61,5 65,7 67,3 67,7 68,7 67,0 68,5
utama sebelum proses pendataan ber- Total 67,7 71,4 75,0 76,4 77,1 78,2 77,2 78,7
langsung. Jika tidak, hasilnya pasti akan WHO Perkotaan 52,6 54,4 72,8 55,2 55,5 61,4 Penghitungan
lain-lain. Ini seperti yang terjadi dalam Perdesaan 30,8 34,3 45,2 35,9 35,6 40,8 SUSENAS
penyajian data air minum dan penye- Total 38,5 41,5 55,4 43,1 43,4 50,0 untuk MDG's
hatan lingkungan (AMPL) Indonesia se- Pekerjaan Perkotaan 43,0 51,7 DGURD, PU
Umum Perdesaan
lama ini.
Total 51,7
Tabel 1 memberikan contoh definisi
Direktori Perkotaan 36,8 PERPAMSI
yang berbeda pada sektor air minum
PERPAMSI Perdesaan
untuk membedakan sumber air yang Total 36,8
berkategori baik dan tidak baik antara BPS Perkotaan 63,6 62,2 BPS
laporan Pemantauan MDGs di Indone- (non pipa)
sia dan BPS (Susenas 2002).
MDGs menjadikan hidran umum berdiri definisi sumber air dan sarana sanitasi
Tabel 1
sendiri karena sistem distribusinya sangat yang layak (improved) dan tidak layak (un-
Kategori Sumber Air Bersih
Menurut Beberapa berbeda kendati sumbernya sama. improved) yang saat ini digunakan untuk
Laporan Statistik Yang lebih nyata perbedaannya da- memantau pencapaian MDG's sektor Per-
mukiman dan Perumahan di tingkat glo-
SUMBER AIR BERSIH TERLINDUNGI SUMBER AIR BERSIH TAK TERLINDUNGI bal. Selain perbedaan antar-institusi, ada
Laporan MDGs BPS Laporan MDGs BPS perbedaan di masyarakat. Perbedaan itu
Indonesia Indonesia menyangkut persepsi antara masyarakat
dan pengumpul data. Ini memungkinkan
1. sambungan pipa 1. sambungan pipa 1. gerobak dorong 1. air kemasan fasilitas yang sama ditempatkan pada ke-
2. hidran umum 2. sumur bor 2. air kemasan (termasuk isi ulang) lompok data yang berbeda-beda.
3. sumur bor 3. sumur terlindungi 3. air dari truk tangki 2. sumur Di samping masalah definisi, ada beda
4. sumur terlindungi 4. mata air terlindungi 4. sumur tak terlindungi pendekatan yang digunakan oleh masing-
5. mata air 5. air hujan tak terlindungi 3. mata air masing institusi sesuai kebutuhan dan ke-
terlindungi 5. mata air tak terlindungi pentingannya (service provider point of
6. air hujan tak terlindungi 4. sungai view). Tabel 2 menggambarkan salah satu
5. lain-lain contoh ketidaksinkronan data dari berba-
(danau, waduk, dll) gai institusi yang ada.
Data dalam tabel 2 menunjukkan
Tabel tersebut menunjukkan dalam lam memandang sumber air tak terlin- UNICEF dan WHO keduanya mengambil
hal sumber air bersih terlindungi, dungi. Dalam kategori ini BPS mema- data dari SUSENAS tapi perbedaan
MDGs menjadikan hidran umum ma- sukkan sungai dan lain-lain. Sedangkan angkanya sangat jauh. Mana yang benar?
suk kategori sumber air bersih terlin- MDGs tidak mengkategorikannya seba- Tentu semua data itu benar karena
dungi, sedangkan BPS tidak memasuk- gai sumber air tak terlindungi, dan me- masing-masing memiliki argumentasi
kannya. Bisa jadi BPS menganggap hi- masukkan gerobak dorong (penjaja air tersendiri. Persoalannya sekarang,
dran sebagai bagian dari sistem sam- keliling) ke dalamnya. apakah perbedaan itu akan terus
bungan perpipaan karena sumber airnya Definisi yang digunakan oleh media dilestarikan? Dalam hal data, perlu ada
berasal dari jaringan pipa. Sebaliknya sumber tersebut juga belum sesuai dengan integrasi. „ (MJ/GUS)

Percik „ Juni 2006 „ 5


L A P O R A N U TA M A

Menuju Integrasi Data AMPL


I
ntegrasi data mau tidak mau harus 2006 ini, Pokja AMPL yang terdiri atas z Grand design pengelolaan data
dilakukan oleh semua stakeholder stakeholder Air Minum dan Penyehatan AMPL dimulai dengan analisis
data air minum dan penyehatan Lingkungan, menyusun program untuk komparasi data berupa studi pe-
lingkungan (AMPL) mengingat kebu- mewujudkan tujuan di atas. Program ini ngelolaan data AMPL pada tiap
tuhan yang mendesak. Tentu prosesnya terdiri atas berbagai komponen, yaitu: Departemen Teknis.
tidak mudah. Masing-masing pihak 1. Pengajuan usulan perubahan data 3. Sosialisasi di daerah mengenai pen-
harus meninggalkan pola-pola pengelo- dalam SUSENAS-BPS tingnya penyusunan basis data AMPL
laan data 'maunya sendiri', tumpang Komponen ini mencakup kegiat- sebagai bahan dalam pemantauan
tindih, dan tidak terorganisasi dengan an-kegiatan antara lain pertemuan pencapaian MDGs.
baik. serial, lokakarya, proses pengajuan Kegiatan dalam komponen ini
Dalam kerangka pengelolaan data usulan, pelaksanaan atas usulan antara lain:
yang lebih integral dan handal, perlu perubahan tersebut dalam kerangka z Mengomunikasikan mengenai arti
sejumlah langkah, antara lain dengan kegiatan SUSENAS-BPS tahun 2007 penting pengelolaan data bagi dae-
melakukan analisis komparasi bagaima- mendatang. rah dalam tiap kesempatan penye-
na data sektor AMPL saat ini didefini- 2. Pengembangan jejaring yang sinergis lenggaraan program-program
sikan, dikumpulkan, dan diagregasi ter- dalam pengelolaan data dan infor- AMPL lainnya.
utama oleh BPS dan institusi terkait. masi antarstakeholder AMPL z Memantau dan mengevaluasi per-
Selanjutnya kategori data yang ada Kegiatan-kegiatan yang termasuk kembangan pelaksanaan pengelo-
diidentifikasi sesuai kebutuhkan baik di dalam komponen ini antara lain: laan data AMPL di daerah.
tingkat nasional maupun daerah dalam z Konsolidasi data dan informasi z Memfasilitasi daerah dalam ke-
rangka sinkronisasi dengan SUSENAS termasuk di dalamnya hasil-hasil rangka pengelolaan data.
yang dilakukan oleh BPS. Selain itu, penelitian dan studi dari masing- Program ini didukung oleh seluruh
perlu ada identifikasi kembali peran dan masing stakeholder dengan aktivi- pihak yang peduli atas pengembangan
tanggung jawab stakeholder dalam pe- tas kompilasi, kategorisasi, inter- data sektor Air Minum dan Penyehatan
ngelolaan data AMPL. Proses tersebut exchange, dan publikasi/penerbit- Lingkungan, seperti: Bappenas, BPS,
tidak bisa tidak membutuhkan langkah an (buku, CD, website). Departemen Pekerjaan Umum, Depar-
bersama seluruh stakeholder. Ini bertu- z Konsolidasi program pengelolaan temen Kesehatan, Departemen Dalam Ne-
juan membangun konsensus bersama data AMPL dari masing-masing geri, dan Kementrian Lingkungan Hidup.
atas masalah ini. stakeholder. Lembaga internasional pun terlibat.
Di luar itu, Pemerintah ILUSTRASI:RUDI KOSASIH Mereka antara lain: UNICEF,
Daerah pun memiliki peran dan AusAID melalui program
yang tidak bisa dielakkan. WASPOLA. Dengan dukungan
Pemda perlu lebih proaktif da- seluruh stakeholder ini, diha-
lam mengenali kondisi data rapkan pengelolaan data AMPL
AMPL di daerahnya. Dengan bisa terlaksana lebih terpadu
demikian, pengelolaan data dan menyeluruh namun tetap
AMPL menjadi suatu jejaring efektif dan efisien.
sinergis yang terhubungkan baik Memang, hasil belum ter-
vertikal maupun horizontal. lihat nyata. Namun dari ber-
Melalui proses tersebut diharap- bagai kegiatan yang melibat-
kan pengelolaan data menjadi kan stakeholder terkait, at-
efektif, efisien, dan tetap achie- mosfer menuju integrasi data
veble dan reasonable. AMPL sudah mulai terasa.
Kita berharap, integrasi data
Langkah Awal AMPL bukan lagi sekadar
Dalam kurun waktu tahun mimpi. „ (GUS/MJ)

6 Percik „ Juni 2006 „


L A P O R A N U TA M A

Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat, BPS, Ahrizal Manaf


Masyarakat Belum Sadar Data
B agaimana konsep pengelo- di karena BPS menerapkan satu pintu
FOTO: ISTIMEWA

laan data Sistem Statistik Na- untuk permintaan data, yaitu melalui
sional? Direktorat Diseminasi Statistik bekerja
Konsepnya adalah dengan memben- sama dengan satuan organisasi BPS
tuk suatu tatanan yang terdiri atas un- yang terkait. Sementara untuk eksternal
sur-unsur yang secara teratur saling BPS, memang masih banyak hal yang
berkaitan sehingga membentuk totali- harus dilakukan untuk mengatasi "ke-
tas dalam penyelenggaraan statistik. Se- simpangsiuran" tersebut. Untuk meng-
perti diketahui bahwa penyelenggara atasi hal itu, selama ini yang dilakukan
kegiatan statistik terdiri dari Badan Pu- BPS adalah mengundang instansi ter-
sat Statistik (BPS) yang menghasilkan kait untuk melakukan kerja sama sebe-
statistik dasar; instansi pemerintah lum melakukan kegiatan statistik. Seba-
(sektoral) yang menghasilkan statistik gai contoh, mengundang beberapa ins-
sektoral, dan masyarakat umum yang tansi terkait dalam suatu rapat interdep
menghasilkan statistik khusus. Agar ter- dalam rangka persiapan Survei Sosial
jadi totalitas dalam penyelenggaraan Ekonomi Nasional (Susenas) serta me-
statistik, maka diperlukan adanya kerja dalam kegiatannya. nyosialisasikan hasilnya melalui kegiat-
sama antara ketiga penyelenggara di an seminar dan sebagainya. Selain itu,
atas dalam hal perencanaan, pengum- Bagaimana efektifitas BPS da- BPS juga mengirim Formulir Pemberi-
pulan, pengolahan dan atau analisis sta- lam menjalankan peran tersebut tahuan Survei Statistik Sektoral (FS3)
tistik. Bila hal ini terwujud maka akan dan apa kendalanya? kepada instansi terkait untuk diisi se-
tercipta kesamaan dalam hal konsep, Hal yang paling utama yang dilaku- suai dengan pertanyaan yang ada me-
definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukur- kan BPS adalah menyosialisaikan UU ngenai kegiatan statistik yang dilakukan
annya sehingga akan tersedia data sta- Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik, oleh instansi terkait. Kemudian BPS
tistik yang lengkap, akurat, dan mu- serta Peraturan Pemerintah Nomor 51 melakukan meneliti dan mengevaluasi
takhir serta terhindarinya duplikasi da- tahun 1999 tentang penyelenggaraan rancangan survei yang diajukan, untuk
ta. statistik kepada semua pihak yang ter- kemudian diberikan rekomendasi kepa-
kait dengan statistik, termasuk di da- da instansi terkait. Bila rekomendasi ti-
Bisa Anda jelaskan peran BPS lamnya masyarakat sebagai sumber da- dak diberikan, instansi terkait tidak di-
dalam pengelolaan data statistik ta atau responden. Kendala yang diha- perkenankan melakukan kegiatan sta-
secara nasional? dapi adalah kurangnya kesadaran dari tistik.
Peran BPS adalah sebagai pusat ru- masyarakat tentang pentingnya data
jukan statistik. Artinya setiap kegiatan yang memenuhi unsur kelengkapan, Sejauh mana respon departe-
statistik yang dilakukan oleh instansi akurat, dan mutakhir sehingga mempe- men sektoral dalam menanggapi
pemerintah maupun masyarakat wajib ngaruhi kualitas data yang dihasilkan upaya-upaya dari BPS ini?
diberitahukan rancangan kegiatannya dari suatu kegiatan statistik. Sejauh ini, respon dari instansi
dengan mengikuti rekomendasi yang di- terkait cukup baik untuk menghadiri
berikan BPS serta menyerahkan hasil- Sering ada "kesimpangsiuran" kegiatan-kegiatan yang dilakukan BPS.
nya kepada BPS. Dalam hal ini, instansi angka dalam penyajiannya, baik Namun, untuk Formulir Pemberitahuan
pemerintah maupun masyarakat diper- yang dikeluarkan departemen tek- Survei Statistik Sektoral (FS3) masih sa-
bolehkan menyelenggarakan kegiatan nis (sektoral) maupun BPS. Apa ngat kurang. Instansi yang rutin meres-
statistik sendiri. Namun bila kegiatan yang telah dilakukan BPS dalam ponnya adalah Bank Indonesia. Dengan
tersebut dilakukan dengan cara sensus mengatasi hal itu? sendirinya, rekomendasi yang sering
dan dengan jangkauan populasi berska- Untuk internal BPS, Insya Allah "ke- BPS keluarkan adalah untuk Bank In-
la nasional, maka harus melibatkan BPS simpangsiuran" angka tidak akan terja- donesia. „ (GUS/MJ)

Percik „ Juni 2006 „ 7


L A P O R A N U TA M A

Kasubdit Data dan Informasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Dep. PU, Dwityo A. Soeranto

Perlu Konsensus Bersama FOTO: ISTIMEWA

B agaimana konsep pengelola-


an data dan informasi di Cip-
ta Karya?
tansi yang berbeda, dan tujuan pengum-
pulan data itu untuk apa? Kadang-kadang
ada instansi yang mempublikasikan data
Sebelum terbentuknya kembali tanpa melihat fungsi instansi tertentu yang
Ditjen Cipta Karya, terdapat beberapa seharusnya mempublikasikannya.
aplikasi pengolahan data. Struktur or-
ganisasi-saat itu Ditjen TPTP-dibagi Upaya apa saja yang telah dila-
berdasarkan wilayah, dan wilayah diba- kukan untuk menjembatani per-
gi menjadi sektor. Masing-masing di- bedaan ini?
rektorat berorientasi pada data yang di- Perlu ada konsensus di antara instansi
butuhkan sesuai dengan lingkup tugas- yang terlibat, siapa yang bertanggung
nya dengan metode pengumpulan data ware yang kurang mengantisipasi kebu- jawab terhadap data apa. Dengan BAPPE-
yang belum sama, tergantung dana dan tuhan beban, kecepatan, dan kemam- NAS dan BPS kita sudah melakukan hal ini
waktu pengumpulan yang tersedia. Be- puan penyimpanan. Yang terakhir, untuk data AM dan PLP. Kita duduk ber-
lum ada upaya integrasi yang optimal. kendala SDM. SDM belum siap dengan sama menyamakan persepsi, definisi, in-
Sejak terbentuknya Ditjen Cipta Karya perubahan teknologi informasi. IT min- dikator, variabel, dan tata cara pengum-
kembali 2005, ada Subdit Data dan In- ded belum membudaya. pulan datanya sesuai dengan standar BPS,
formasi, di bawah Dit Bina Program jadi keabsahannya dapat terjamin. BPS
yang bertugas melakukan pengumpulan Bagaimana langkah mengatasi merupakan instansi yang bertanggung
dan pengolahan data serta pelaporan kendala tersebut? jawab dalam penyajian data nasional. Kita
kemajuan pelaksanaan pembangunan Kami sedang menyiapkan konsep dan BAPPENAS serta BPS akan uji coba
bidang Cipta Karya. Kami bersyukur Rencana Induk Sistem Informasi Ma- tahun ini, dan akan melakukan SUSENAS
bahwa dalam Renstra Dep PU 2005- najemen (RI SIM). Mudah-mudahan 2007 nanti.
2009, Pengelolaan Data dan Penyebar- selesai akhir tahun ini. Bila konsep RI
luasan Informasi merupakan prioritas SIM jadi, nanti akan langsung disosiali- Sejauh mana hubungan Dep.
yang harus dikembangkan. sasikan ke semua stakeholders tentang PU dengan BPS dalam kerangka
rencana pengembangannya ke depan. Sistem Statistik Nasional ini?
Apa saja kendala pengelolaan Hingga tahun 2005, untuk pengum-
data? Sering ada data sektor yang di- pulan data dan informasi bidang per-
Bila melihat ke belakang, terutama keluarkan oleh instansi/departe- mukiman kami telah bekerja sama de-
pengalaman 1 tahun terakhir ini kenda- men lain berbeda, tanggapan An- ngan BPS. Saat itu masih ada Ditjen Pe-
lanya sangat banyak. Paling tidak ada da? rumahan dan Permukiman. Mulai
empat yaitu pertama data. Pemeliha- Ya harus dilihat latar belakangnya. 2006, fungsi tersebut diambil alih oleh
raan data yang sudah ada kurang dan Mirip seperti di unit kerja di lingkungan Ditjen Cipta Karya. Saat ini sedang dila-
jarang di-back-up. Sering ada bypass kami. Masing-masing instansi mengam- kukan penataan kembali beberapa per-
prosedur dalam pencarian data sehing- bil data sesuai dengan kebutuhan dan tanyaan untuk SUSENAS 2007 me-
ga membuat file menjadi besar. Kedua, kepentingannya. Dalam hal ini kami nyangkut bidang AM dan PLP kerja sama
masalah aplikasi. Selama ini banyak akan melihat data mana yang terbaru, dengan BAPPENAS dan BPS. Diharap-
aplikasi yang disusun pihak ketiga tidak dan apakah instansi yang mempublika- kan ke depan hal ini bisa berlanjut
menyerahkan source programnya dan sikan data tersebut memiliki kompeten- mengingat data yang dikumpulkan ha-
source kodenya kepada pengelola data. si dalam mengeluarkannya. rus time-series, dan kami menyadari
Beberapa aplikasi tidak dapat diguna- bahwa potensi BPS sangatlah kompeten
kan melalui jaringan karena platform Apa kira-kira penyebab perbe- dalam melakukan survei dan pengolah-
berbeda. Yang ketiga kendala hard- daan ini? an data, yang akhirnya menjadi dasar
ware. Pengadaan hardware tidak ter- Seperti yg disampaikan sebelumnya, kami dalam mengimplementasikan ke-
koordinasi. Proses peremajaan hard- karena kepentingan masing-masing ins- bijakan yang ditetapkan. „ (MJ/GUS)

8 Percik „ Juni 2006 „


TEROPONG

Air Lumayan, BAB Sembarangan

TAK ADA YANG MENDUGA. SEMUANYA BERJALAN BEGITU CEPAT. DALAM SEKE- membersihkan puing rumah terpaksa
JAP, HUNIAN LULUH LANTAK. SEKITAR 6.000 JIWA MEREGANG NYAWA. RA- hanya diparkir di kantor Dinas Cipta
Karya. Masyarakat belum mau puing
TUSAN RIBU ORANG KEHILANGAN RUMAH. KABUPATEN BANTUL MENJADI DAERAH rumahnya dibersihkan karena mereka
YANG PALING PARAH KONDISINYA. YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA BERDUKA. mendengar pernyataan Wapres Yusuf
Kalla bahwa korban gempa akan didata

S
aat itu waktu menunjukkan pu- Dalam keramaian itu pun kecelakaan untuk mendapatkan bantuan Rp. 10
kul 05.53 WIB. Banyak warga tak terelakkan. Beberapa orang terluka. juta-Rp. 30 juta setiap rumah tergan-
Yogya dan sekitarnya masih Hingga akhirnya isu tsunami tak ter- tung kerusakannya. Mereka baru mau
asyik di rumah. Mereka menikmati bukti. Warga pun kembali. Sebagian membongkar puing-puing itu setelah
sarapan pagi sebelum beranjak bekerja. masih bisa bersyukur karena rumahnya pendataan berakhir.
Tiba-tiba bumi berguncang dahsyat. hanya rusak ringan. Banyak yang lain Dalam kondisi darurat, mereka me-
Gempa bumi terjadi. Data Badan harus meneteskan air mata karena milih bertahan di tenda-tenda darurat.
Meteorologi dan Geofisika menun- kehilangan sebagian anggota keluarga Tidak seperti di Aceh, di mana peng-
jukkan angka 5,9 pada skala Richter. dan tempat tinggalnya. ungsi terkonsentrasi di barak-barak
Orang-orang tunggang langgang menye- Di hari kelima pasca bencana, puing- pengungsian, warga Yogyakarta dan
lamatkan diri keluar rumah. Sebagian puing rumah masih teronggok di tem- sekitarnya lebih suka berada di sekitar
lagi kalah cepat dengan runtuhnya patnya. Mereka belum berpikir untuk reruntuhan rumah mereka. Mereka
rumah mereka. Mereka tertimpa rerun- membersihkan puing-puing itu. Seba- membangun tempat tinggal sementara
tuhan. Ada yang hanya terluka, tapi ada gian besar masih berpikir untuk men- dari tenda maupun seng-seng bekas. Be-
yang meninggal dunia. dapatkan bantuan makanan yang pem- berapa di antara mereka malah hanya
Suasana panik menyelimuti daerah bagiannya masih belum merata hingga beratap langit. Mereka beralasan ingin
bencana sesaat setelah gempa. Ini gara- seminggu bencana. Daerah-daerah yang menjaga barang-barang mereka.
gara berhembus isu tsunami. Orang jauh dari akses jalan raya kondisinya Apalagi beredar berita banyak terjadi
berlarian menuju ke arah utara. Jalan- menyedihkan karena kurang pasokan pencurian. Tak heran mereka mencuri-
jalan ke arah kota Yogyakarta dari arah bahan pangan dan obat-obatan. gai setiap yang datang ke daerah mere-
Bantul (di selatan) padat dipenuhi ken- Beberapa eskavator yang datang da- ka tanpa identitas atau sekadar ingin
daraan dan orang-orang yang berlarian. ri berbagai daerah untuk membantu melihat-lihat kehancuran yang terjadi.

Percik „ Juni 2006 „ 9


TEROPONG

Sebuah tulisan besar misalnya berbunyi, Tabel Jumlah Korban dan Kerusakan Akibat Gempa
''Kami bukan tontonan'', atau ''Ini bu- Daerah Istimewa Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta
kan daerah wisata gempa''.
Lokasi Korban Kerusakan (Rumah Penduduk) Fasilitas Umum
Lokasi
KK Jiwa Meninggal Lk Berat Lk Ringan Roboh Berat Ringan Tempat Ibadah Sekolah Bang Pemerintah
Kondisi AMPL
Roboh Berat Ringan Roboh Berat Ringan Roboh Berat Ringan
Secara umum kondisi air bersih bagi Kab.
BantulBantul 223.117 779.287 4.143 8.673 3.353 71.763 71.372 73.669 236 401 268
masyarakat masih tersedia. Sumur-su- Kab. Sleman
Sleman 95.865 364.258 243 689 2.539 19.113 27.687 49.065 2 159 281

mur warga yang umumnya berupa su- Kota Yogyakarta


Yogyakarta 48.808 205.625 204 245 73 7.186 14.561 21.230 22 144 104
Kab. Kulon Progo
Kln. Progo 19.090 74.976 23 282 1.897 4.527 5.178 8.501 1 20 110 11 177 123 39 57
mur gali masih bisa dipakai kendati ha- Kab.
Gng. Gunung
Kidul Kidul 43.042 179.631 84 1.086 0 12.581 5.950 18.178 307 11 135 280 120
rus ada upaya untuk membersihkan da- Total 429.922 1.603.777 4.697 18.837 7.862 115.170 124.748 170.643 1 20 653 282 1.016 1.056 120 39 57
ri puing-puing reruntuhan. Sementara
warga yang menggunakan sumur pom-
Jawa Tengah
pa, kini beralih ke sumur timba.
Lokasi Korban Kerusakan (Rumah Penduduk) Fasilitas Umum
Ketua RT 8/13 Dusun Kanubayan, Lokasi
KK Jiwa Meninggal Lk Berat Lk Ringan Roboh Berat Ringan Tempat Ibadah Sekolah Bang Pemerintah
Desa Trirenggo, Kec. Bantul, Kab. Roboh Berat Ringan Roboh Berat Ringan Roboh Berat Ringan
Bantul, Karyadi mengungkapkan air tak Kab. Klaten 1.045 18.127 29.988 62.979 98.552 46 230 22 76 430 439

menjadi masalah. Hanya saja karena lis- Kab. Magelang 1.318 5.108 10 386 386 546 1 20 54 56 36 60
Kab. Boyolali 4 300 307 696 708 2 1
trik padam, mereka terpaksa harus me-
Kab. Sukoharjo 3 67 51 1.808 2.475 27 45 6 14 7
nimba di sumur, sementara biasanya Kab. Wonogiri 0 4 17 12 74 25
mereka tinggal pencet tombol pompa, Kab. Purworejo 1 4 10 214 780 26 87

air langsung mengalir. Total 1.318 5.108 1.063 18.502 30.759 66.095 103.136 47 303 208 163 482 507

Lain lagi di RT 02 Dusun Sawungan, Total DIY&Jateng 431.240 1.608.885


1,608.885 5.760 37.339 145.929 190.843 273.779 653 329 1.319 1.264 283 521 564

Desa Sumbermulyo, Kec. Bambangli- Sumber: Media Center Pemda Propinsi DIY, 17 Juni 2006

puro, Bantul, air sumur memang masih


bisa dipakai tapi agak bau dan keruh. nya, kamar mandi dan WC dibangun
''Tapi masih lumayan, kita bisa pakai,'' menempel dengan rumah. Kondisi ini
kata Sukindro, warga setempat sambil Secara umum kondisi air bersih telah mengubah perilaku warga dalam
menunjukkan adanya puing-puing tem- bagi masyarakat masih tersedia. buang air besar (BAB). Mereka kembali
bok yang masuk ke lubang sumur. Sumur-sumur warga yang BAB sembarangan.
Di RW 39 Derman, Desa Sumber- umumnya berupa sumur gali Sungai menjadi pilihan utama.
mulyo, kecamatan yang sama rumah masih bisa dipakai kendati harus ''Kebetulan kita dekat dengan Sungai
yang rusak mencapai 90 persen. Sumur Winongo dan Kalisoro. Lagipula airnya
ada upaya untuk membersihkan
mereka yang 90 persen menggunakan mengalir. Ya ini kan darurat. Mau
pompa ikut tak berfungsi. ''Makanya di dari puing-puing reruntuhan. apalagi karena MCK ikut tertimbun,''
sini air agak kekurangan,'' kata Ketua Sementara warga yang kata Suwandi. Menurutnya, pihaknya
RW Suwandi, DS. menggunakan sumur pompa, sangat paham bahwa persoalan sanitasi
Air memang cukup untuk meme- kini beralih ke sumur timba. ini penting tapi warga saat ini perlu res-
nuhi kebutuhan air minum dan masak cue (penyelamatan) terlebih dahulu.
tapi tidak cukup untuk mandi setiap ''Saya baru memikirkan sanitasi setelah
hari dua kali seperti biasanya. ''Seka- hari kedelapan. Tapi itu baru mikir lho,
rang kita paling mandi sekali, itu pun datang membantu beserta peralatan- entah dilaksanakan atau tidak,'' kata
menunggu kalau sudah malam karena nya. Hidran umum juga ditempatkan di mantan anggota DPRD ini.
tempatnya terbuka,'' kata Sukindro. 25 titik rawan air. UNICEF saat itu akan ''Ya sekarang jadi tren pagi. Sebelum
Masalah air ini pun telah mendapat membantu 50 hidran umum dan ratus- subuh orang-orang pada ke sungai,'' ka-
perhatian. Satu unit mobil pengolah air an jerigen air bersih. Air cukup kendati ta Sukindro. Warga tak mau buang air
bersih hasil kerja sama Ditjen Cipta masih belum mencukupi standar. di sekitar reruntuhan. ''Warga di sini
Karya-LAPI ITB-Kodam III Siliwangi Yang menjadi masalah justru per- malu kalau buang air sembarangan di
diperbantukan untuk memproduksi air soalan sanitasi. Bersamaan dengan run- dekat rumah. Paling hanya anak-anak
bersih. Penyaluran dilakukan oleh re- tuhnya rumah-rumah warga, WC pun yang buang hajat di dekat reruntuhan
lawan dari instansi daerah lain yang ikut hancur. Di daerah Bantul khusus- rumah,'' katanya sambil menunjuk

10 Percik „ Juni 2006 „


TEROPONG

sebuah sungai yang jaraknya sekitar Jumlah rumah yang berhasil dibersih- belum mengeluh ada bocoran limbah ke
200 meter dari kampung. kan sangat sedikit. Beberapa warga me- sumur-sumur mereka.
Selain faktor keterpaksaan, ada pula manfaatkan kembali sisa-sisa bangunan Ke depan, pada masa recovery, re-
faktor trauma. Ini seperti yang dialami yang masih bisa dipakai untuk mem- konstruksi, dan rehabilitasi, perlu ada
oleh warga Kampung Pajimatan, Desa bangun kembali rumah mereka. tenaga-tenaga handal di bidang penye-
Girirejo, Kec. Imogiri Bantul. ''Warga Sementara itu, Instalasi Pengolahan hatan lingkungan, surveillance, dan gizi.
justru saya anjurkan buang hajat di su- Air Limbah (IPAL) Yogyakarta yang ter- Masyarakat tinggal diarahkan. Mereka
ngai, lha wong mereka masih takut. letak di Sewon, Bantul terlihat masih mudah untuk diajak partisipasi. Mereka
Jangan-jangan ada gempa lagi. Kalau aman. Hanya jalan di sekeliling IPAL itu juga punya kesadaran yang tinggi untuk
saya sendiri, ke sungai lebih tenang,'' retak-retak. Diduga retakan ini pun ter- segera bangkit kembali. Bahkan ada
kata Abdul Gani, penasihat LPMD kam- jadi di bagian dasar IPAL. Namun itu yang bertekad untuk tidak mengan-
pung tersebut. Di daerah ini, warga juga perlu pembuktian dan agak sulit dila- dalkan bantuan pemerintah. „
memanfaatkan MCK umum yang ada di kukan karena IPAL tak bisa di-stop peng- (Mujiyanto, berdasarkan
terminal Imogiri, namun jumlahnya operasiannya. Sejauh ini warga sekitar pantauan hari ke-4--6 pasca bencana)
tidak mencukupi.
Perilaku seperti ini telah memun-
culkan persoalan. Sampai 1 Juni 2006
(hari kelima pasca bencana) semua ru- YUDI INDARTO,
mah sakit dan posko kesehatan mela- Direktur Administrasi PDAM Kabupaten Bantul
porkan telah menangani pasien pende-
rita diare baik dewasa maupun anak- FOTO:MUJIYANTO
anak. Serangan diare ini sudah diduga itu sudah normal?
sebelumnya. Perkembangan penyakit Belum maksimal, tapi paling tidak
itu sangat memungkinkan karena kon- sudah bisa berproduksi lagi. Itu tadi
disi sanitasi lingkungan yang buruk dan karena listriknya dan yang kedua
bertumpuknya sampah di mana-mana karena jaringan distribusi juga ter-
yang mengundang datangnya lalat. ganggu. Sejauh ini jaringan distribusi
Fasilitas MCK yang ada tak mencukupi. yang rusak sekitar 10 persen. Tak
Selain diare, penyakit lainnya yang heran maka di beberapa lokasi air
diprediksi yaitu ISPA (infeksi saluran yang kita hasilkan masih terlihat
pernafasan atas), dan cacar di kalangan keruh karena mungkin ada kebocor-
anak balita. an. Kami akan terus perbaiki.
Bantuan WC darurat memang be-
lum masuk. Inisiatif sudah ada. Misal-
nya Pemda DKI mengirimkan beberapa
unit toilet umum yang diletakkan di la-
B isa dijelaskan kondisi
PDAM Bantul karena gem-
pa bumi Sabtu lalu?
Berapa jumlah pelanggan
yang terganggung salurannya?
Sekitar 2.000 pelanggan dari
pangan Desa Trirenggo, Bantul, tepat di PDAM Bantul mengelola 12 sistem 11.500 pelanggan PDAM Bantul yang
depan rumah dinas bupati yang menja- penyediaan air bersih yang terletak di ada. Karena perlu diketahui ke-
di Posko Satkorlak daerah. Jumlah ini beberapa kecamatan. Dari jumlah ter- banyakan rakyat Bantul tinggal di de-
sangat tidak memadai dibandingkan lu- sebut, pada hari kelima (Rabu/7/6) sa-desa dan memenuhi kebutuhan air
asnya daerah bencana. ini sebanyak delapan sistem IPA telah bersihnya dari sumur gali dan sumur
Di bidang persampahan, dalam kon- bisa beroperasi, sedangkan empat pompa. Air di sini sangat bagus dan
disi darurat, belum ada perhatian. Da- yang lain belum bisa beroperasi. Ma- dangkal.
pat dipastikan sampah puing (debris) sih ada trouble. Yang belum berope-
akan sangat melimpah. Puing-puing itu rasi yaitu di Dlingo, Trimulyo, Sran- Apa upaya PDAM mengha-
praktis belum dibersihkan sama sekali dakan, dan Plandak. Penyebabnya dapi kondisi bencana ini, teruta-
karena butuh tenaga yang banyak. Be- aliran listrik mati. ma bagi pelanggan?
berapa keluarga korban dari luar daerah Kami menyediakan hidran umum.
berinisiatif datang khusus untuk mem- Apakah dari yang berfungsi Sampai sekarang kami telah menyedi-
bersihkan puing-puing tersebut.

Percik „ Juni 2006 „ 11


TEROPONG

dr. SITI NOOR ZAENAB, MKes,


akan 50 unit hidran umum ke posko- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul
posko pengungsian. Kapasitasnya satu
HU sekitar 3.000 liter. Ini tidak hanya FOTO:MUJIYANTO

untuk pelanggan kami tapi juga untuk Kurang lebih selama 10 hari.
masyarakat. Hidran-hidran itu kami
suplai air dari IPA-IPA yang ada meng- Setelah itu apa rencana beri-
gunakan truk tangki yang jumlahnya 18 kutnya?
unit. Kami sudah mengantisipasi bah-
wa setelah bencana ini akan muncul
Apakah HU yang ada cukup? penyakit-penyakit karena kondisi
Kalau bicara cukup, belum cukup. lingkungan yang jelek. Ini bisa terja-
Idealnya minimal ada 150 unit hidran di karena banyak sarana sanitasi
umum. Tapi memang banyak keterba- yang rusak sehingga masyarakat
tasan yang kami miliki. buang air besar sembarangan. Ini

Maksudnya?
Dana untuk alokasi itu tidak ada.
B isa Anda jelaskan kondisi
layanan kesehatan di Ka-
bupaten Bantul?
kan berbahaya. Makanya saat ini pun
kami sudah mulai melakukan pe-
nyemprotan untuk membasmi lalat.
Kami masih mengajukan. Belum tahu Saat ini semua layanan kesehatan Kami juga terus mengimbau ma-
kapan akan cair. Di sisi lain kami Puskesmas kolaps. Ini terjadi karena syarakat agar hati-hati dalam buang
sendiri mengalami musibah. Hampir hampir 65 persen Puskesmas yang air besar. Kami juga terus berkoordi-
80 persen SDM kami mengalami musi- ada hancur atau rusak sehingga tak nasi dengan instansi terkait untuk
bah. Satu di antaranya meninggal bisa digunakan untuk melayani menyediakan air bersih guna me-
dunia atas nama Sarjono. Praktis masyarakat. menuhi kebutuhan masyarakat.
operasional terganggu. Perlu diketahui,
operasionalisasi saat ini justru Bagaimana layanan terha- Penyakit apa saja yang sudah
dilakukan oleh pihak luar yang mem- dap korban gempa? mulai terdeteksi?
bantu seperti SDM dari PDAM lain Saat ini kami telah memperoleh Infeksi saluran pernafasan atas
yang terjun langsung baik sebagai bantuan dokter sebanyak 500 dokter (ISPA), kulit berupa gatal-gatal,
sopir, operator IPA dan sebagainya. umum dan 50 dokter spesialis, di- diare, mata, dan THT.
Kami sendiri belum normal. Tapi kami tambah sekitar 1.000 perawat, leng-
harus tetap buka dari pagi hingga kap dengan obat-obatannya. Kami Langkah apa saja yang Anda
pukul 21.00. juga menerima bantuan rumah sakit ambil setelah kondisi darurat?
lapangan. Alhamdulillah RSUD Kami ingin Puskesmas segera
Mengenai soal listrik, apakah masih bisa berfungsi. Ada tiga rumah berfungsi kembali. Kami ingin agar
PDAM Bantul tak memiliki ca- sakit lapangan dengan kapasitas gedung Puskesmas yang hancur
dangan pembangkit sendiri? masing-masing 100 tempat tidur. segera bisa dibangun kembali de-
Kami cuma satu unit jenset keliling. Rumah sakit itu ada di lapangan ngan lebih cepat. Ini sangat pen-
Jadi gak mungkin itu digunakan, kare- Dwiwindu, RS PKU Muhammadiyah, ting. Selain itu, kami bekerja sama
na semuanya butuh listrik. Makanya dan RS Panembahan Senopati. Jadi dengan dinas PU akan segera mem-
kami menunggu listrik dari PLN. kalau ada masyarakat yang sakit, bangun MCK bagi warga yang ter-
mereka langsung kami arahkan ke timpa bencana.
Apa yang mendesak diper- rumah sakit lapangan tersebut.
lukan oleh PDAM Bantul? Semua layanan gratis, termasuk yang Apakah masih ada bantuan
Dalam kondisi darurat seperti ada di rumah sakit swasta. Pe- yang diperlukan?
sekarang kami butuh SDM. Selain itu merintah akan menanggung semua Dari sisi medis sudah cukup
kami butuh truk tangki untuk mendis- biayanya. dalam masa tanggap darurat ini.
tribusikan air. Selama ini kami hanya Namun setelahnya kami butuh tena-
punya dua unit. „ (MJ) Berapa lama kondisi darurat ga kesehatan lingkungan, surveil-
ini akan berlangsung? lance, dan ahli gizi. „ (MJ)

12 Percik „ Juni 2006 „


TEROPONG

Sanitasi
dalam Kondisi Darurat
S
etelah peristiwa gempa bumi air yang diinstalasikan ke ruang toilet.
Oleh: Frank W. Fladerer *
pada hari Sabtu tanggal 27 Mei Pengguna harus membawa wadah air 8
2006 pada pukul 05.53 WIB, liter ke dalam toilet. Ini untuk memas-
yang menghancurkan 200.000 rumah sekitar wilayah tersebut. tikan penggunaan air yang minimal dan
dan menewaskan lebih dari 6.200 orang Konsep penerapan sanitasi dalam efektif. Sistem perpipaan dalam ruang
di Yogyakarta dan Jawa Tengah, perto- kondisi darurat yakni: toilet akan meningkatkan volume air
longan darurat telah datang dan 1. Pengurangan air limbah dengan limbah yang dihasilkan lebih dari 8
menghilangkan penderitaan sebagian membatasi jumlah air bersih yang di- liter, seperti yang terjadi di Aceh.
besar dari korban gempa tersebut. gunakan dan memisahkan grey Seorang operator akan dipekerjakan
Pada tahap selanjutnya, sarana air water (air yang telah digunakan un- dan digaji sebesar Rp 600.000,- (setara
bersih dan sanitasi darurat harus secara tuk mencuci, mandi) dengan black dengan 50 euro) per bulannya. Ini un-
tepat direncanakan dan dibangun water (air hasil pembilasan kotoran tuk memastikan kebersihan dari sarana
secepatnya untuk mengurangi risiko di toilet) yang digunakan.
menyebarnya penyakit di dalam penam- 2. Pengolahan blackwater mengguna- Pengolahan air limbah yang diterap-
pungan. Penampungan-penampungan kan prinsip DEWATS yang dimodifi- kan dengan prinsip DEWATS akan
menyediakan ruang untuk 150-500 kasi, dimana tangki air telah dimo- mengurangi BOD dan COD, yang meru-
orang/penampungan dan dibangun di difikasi dan diatur untuk mencapai pakan indikator untuk polusi organik
dekat rumah-rumah korban gempa reactor anaerobic 8 tingkat. dalam blackwater lebih dari 90 persen.
yang rusak. Pos Koordinasi (Posko) 3. Sedimentasi dan infiltrasi dari grey- Untuk mempercepat pengoperasian/pe-
menghubungkan bantuan darurat kepa- water dan blackwater yang telah dio- manasan, lumpur anaerobik dari insta-
da masyarakat yang berada di tempat lah lasi DEWATS yang telah ada di Yog-
penampungan di sekitarnya. Kasus per- 4. Pemisahan dari sub-unit (tangki) dan yakarta (ada lebih dari 10 unit DEWATS
tama dari munculnya penyakit diare dihubungkan dengan penghubung yang beroperasi) akan diinjeksi ke
telah terjadi saat ini. yang fleksibel dari silikon untuk dalam reaktor selama permulaan peng-
Pengalaman berharga dari peristiwa membuat stabil dari goncangan yang operasian unit tersebut.
di Aceh yang dapat diambil adalah per- masih terjadi setelah peristiwa gempa Biaya untuk sebuah sarana tersebut
lunya untuk mengurangi volume air bumi. bagi 200 orang adalah Rp 32.000.000,-
limbah domestik di tempat penampung- Unit akan mencakup sebuah tangki (setara dengan 3.000 euro), waktu mak-
an karena tangki septik yang ada tidak untuk air bersih. Tidak akan ada pipa simal setelah identifikasi lokasi yang
dirancang untuk menyerap air dibutuhkan sampai dengan permu-
limbah domestik dalam volume laan pengoperasian adalah 5 hari.
yang besar. Kapasitas dari truk Pe-fabrikasi (pra-pembuatan) unit-
tinja untuk mengumpulkan unit tersebut sudah mulai diajukan
limbah tersebut juga sangat oleh BORDA-Yogyakarta bekerja
terbatas, begitu pula dengan sama dengan LSM lokal LPTP.
kapasitas pengolahan air lim- Lokasi tepatnya sedang dalam pro-
bah dan lumpur tinja domestik. ses identifikasi. Upaya ini didukung
Instalasi pengolahan air limbah oleh Water & Sanitation Coordina-
di Sewon, Kabupaten Bantul tion Group yang diketuai oleh
mengalami retak-retak pada UNICEF. Sumber pendanaan untuk
strukturnya akibat gempa. pelaksanaan sanitasi dalam kondisi
Pengoperasian secara terus- darurat ini berasal dari donasi pri-
menerus akan mengakibatkan badi.„
terjadinya polusi air tanah di * BORDA Representative Indonesia

Percik „ Juni 2006 „ 13


P E R AT U R A N

Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2006


Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau
Penerimaan Hibah serta Penerusan
Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri

A
khir Januari lalu pemerintah dan/atau hibah kepada Menteri Peren- an untuk selanjutkan dituangkan dalam
mengeluarkan Peraturan Peme- canaan. Usulan itu termasuk kegiatan dokumen pelaksanaan anggaran. Pena-
rintah baru yang berkaitan de- yang pembiayaannya akan diterushi- rikan pinjaman dan/atau hibah luar ne-
ngan tata cara pengadaan pinjaman bahkan kepada pemerintah daerah atau geri harus tercatat dalam realisasi
dan/atau penerimaan hibah serta pene- sebagai penyertaan modal negara kepa- APBN. Kementerian Negara/Lembaga
rusan pinjaman dan/atau hibah luar da BUMN. Sedangkan pemerintah wajib memprioritaskan penyediaan
negeri. Peraturan ini secara garis besar daerah bisa mengajukan usulan kegiat- dana/porsi rupiah lainnya yang di-
mengatur kewenangan meminjam; an investasi untuk mendapatkan pene- persyaratkan dalam NPPLN/NPHLN.
sumber, jenis dan persyaratan pinjam- rusan pinjaman luar negeri dari peme- Dana yang belum selesai digunakan di-
an; perencanaan dan pengadaan pin- rintah kepada Menteri Perencanaan. tampung dalam dokumen anggaran ta-
jaman; pelaksanaan dan penatausahaan Hal yang sama bisa dilakukan BUMN. hun berikutnya.
pinjaman; tata cara penerusan pinjam- Usulan kegiatan Kementerian Ne- Tentang peneruspinjaman pinjam-
an; pelaporan, monitoring, evaluasi, gara/Lembaga, pemerintah daerah, dan an/hibah kepada pemerintah dae-
dan pengawasan; pembayaran pin- BUMN harus dilampiri kerangka acuan rah/BUMN, penetapannya dilaksana-
jaman; dan transparansi dan akun- kerja dan dokumen studi kelayakan. kan sebelum ada negosiasi dengan pem-
tabilitas. Khusus usulan pemerintah daerah beri pinjaman. Pertimbangan yang di-
Berdasarkan PP ini, yang berhak harus ditambah surat persetujuan dari pakai adalah kemampuan membayar
meminjam kepada pihak asing yaitu DPRD. Semua usulan akan dinilai oleh kembali dan kapasitas fiskal daerah ser-
pemerintah melalui menteri. Sedang- Menteri Perencanaan sesuai prioritas ta pertimbangan Menteri Dalam Negeri.
kan kementerian Negara/lembaga/pe- bidang pembangunan yang dapat dibi- Pelaporan kegiatan dilakukan triwu-
merintah daerah dilarang melakukan ayai pinjaman luar negeri. lanan. Laporan itu meliputi proses
perikatan dalam bentuk apapun yang Alokasi pinjaman itu didasarkan pengadaan barang/jasa, realisasi penye-
dapat menimbulkan kewajiban untuk atas pertimbangan kebutuhan riil pem- rapan pinjaman, dan kemajuan fisik
melakukan pinjaman luar negeri. biayaan luar negeri, kemampuan mem- kegiatan. Monitoring dilaksanakan oleh
Pemerintah dapat meminjam bayar kembali, batas maksimum kumu- Menteri, Menteri Perencanaan, dan
dan/atau menerima hibah dari luar ne- latif pinjaman, kemampuan penyerapan Menteri pada Kementerian Nega-
geri yang bersumber dari negara asing, pinjaman, serta risiko pinjaman. Bila ra/Lembaga. Mereka bisa menyelesai-
lembaga multilateral, lembaga keuang- usulan kegiatan disetujui, selanjutnya kan pelaksanaan kegiatan yang lambat
an dan non keuangan asing, serta lem- akan ada negosiasi dengan pemberi pin- atau penyerapan pinjaman yang ren-
baga keuangan non asing. Bentuk pin- jaman setelah kriteria kesiapan kegiatan dah, termasuk melakukan pembatalan
jaman ini bisa pinjaman lunak, kredit dipenuhi. pinjaman.
ekspor, pinjaman komersial, dan pin- Mengenai penatausahaan pinjaman, Dalam rangka transparansi dan
jaman campuran. kegiatannya mencakup administrasi akuntabilitas, Menteri menyelengga-
Rencana kebutuhan pinjaman disu- dan akuntansi pengelolaan pinjaman rakan publikasi informasi mengenai
sun lima tahunan berdasarkan prioritas. dan/atau hibah luar negeri. Jumlah pinjaman dan/atau hibah luar negeri
Kementerian Negara/lembaga menga- yang tercatat dalam naskah perjanjian yang meliputi kebijakan, jumlah dan
jukan usulan kegiatan prioritas yang pinjaman luar negeri (NPPLN) ditu- posisi, sumber, dan jenis pinjaman
dibiayai oleh pinjaman luar negeri angkan dalam dokumen satuan anggar- dan/hibah luar negeri. „ (MJ)

14 Percik „ Juni 2006 „


WAWA N C A R A

Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan, Ir. Sri Bebassari, MSc


Master Plan Persampahan Mutlak
but telah memiliki UU Persampahan
Sampah menjadi FOTO:MUJIYANTO
persoalan sendiri. Bukannya yang melibatkan 16 menteri pada saat
bom waktu yang bisa me- penyelesaian yang didapat- penyusunannya dan langsung dipimpin
ledak setiap saat dan kan, justru permasalahan ba- oleh perdana menteri. Di situ terlihat
menelan korban. Ledak- ru. Persampahan seolah men- bagaimana pemerintah melihat priori-
an itu sudah dimulai. jadi benang kusut yang sulit tas di bidang persampahan. Jadi kita
Tempat Pembuangan terurai. jangan melihat sepotong-sepotong, Je-
Akhir (TPA) Leuwigajah Bisakah persoalan di de- pang kok bisa begini, bisa begitu. Un-
di Bandung, sebagai con- pan mata ini dipecahkan? dang-undangnya saja sudah dibuat 20
toh, telah merenggut pu- Percik mewawancarai Ir. Sri tahun yang lalu. Dan undang-undang
persampahan itu telah diikuti oleh
luhan nyawa. Hal yang Bebassari, MSc, Direktur
enam undang-undang lainnya yang le-
serupa bukan tidak Eksekutif Dana Mitra Ling-
bih spesifik. Ada UU tentang recycle,
mungkin terjadi di kota-kota lain mengingat kungan yang telah berkecimpung lebih dari
extended producer responsibility. Kita
kondisi TPA-TPA yang ada tak jauh berbeda. 26 tahun di bidang ini. Ia sempat mendapat sekarang baru mulai karena tiga tahun
Di sisi lain, saat ini belum ada kebijakan sebutan 'Ratu Sampah' karena dedikasi dan yang lalu saya ketemu dengan komisi
yang jelas tentang persampahan di In- kepakarannya mengurusi barang kotor terse- VIII DPR yang lama yang meminta
donesia. Masing-masing instansi atau peme- but. Sebelum menjadi direktur eksekutif, ia menteri LH untuk menyusun UU ten-
rintah daerah berkreasi sendiri-sendiri, adalah peneliti di Badan Pengkajian dan tang persampahan. Sampai sekarang
malah dengan egonya sendiri, mengatasi Penerapan Teknologi (BPPT). masih dalam bentuk draft RUU.

Kalau menunggu lahirnya

B agaimana Anda melihat per-


masalahan sampah di Indo-
nesia saat ini?
kebanyakan orang hanya melihat dari
aspek teknologi saja. Akhirnya tidak
tuntas karena hanya satu aspek.
undang-undang kan lama, bagai-
mana dengan sekarang?
Kita harus mengefektifkan peratur-
Masalah persampahan belum men- an-peraturan yang sudah ada, baik per-
jadi prioritas dibandingkan dengan Bisa dijelaskan permasalahan aturan di tingkat RT sampai di tingkat
pembangunan di bidang lain. Padahal sampah ini dari aspek hukum? nasional. Sebelum ada UU kita pakai
ini masalah kebersihan. Kebersihan Undang-undang sampah baru RUU yang ada dulu. Tapi itu belum bisa
adalah investasi, sama dengan kea- yang setingkat lebih tinggi dari draft secara menyeluruh. Banyak perda yang
manan. Harusnya keduanya sejajar. Ka- akademis. Sekarang Menteri LH dan umurnya sudah agak lama dan isinya
lau negara kita aman dan bersih, in- Menteri hukum sedang menyiapkan. masih parsial misalnya tentang iuran,
vestor kan akan datang. Bolehlah ke- Namun ada kabar baik yaitu DPR retribusi, sanksi, dan denda. Di tingkat
amanan itu nomor satu, tapi kebersihan menunggu. Dulu kan katanya DPR RT pun harus diatur bahkan sampai
jangan nomor 100. Mungkin nomor li- menghambat dan sebagainya, sekarang tingkat rumah tangga pun harus ada
ma, sembilan, atau sepuluh besarlah. malah ada permintaan dari DPR komisi peraturan. Misalnya si ibu mengerjakan
Faktanya kebersihan sekarang nomor 7. Mungkin dalam hal ini DPR lebih apa, bapak apa, anak apa. Anak harus
100, sedangkan keamanan nomor 1. Ini maju. Kita tunggu saja. Nanti kalau ada membuang sampah pada tempatnya
berbuntut pada pendanaan dan seba- undang-undangnya akan diikuti dengan dan sebagainya.
gainya. Biar runtut, saya selalu melihat- peraturan-peraturan pemerintah dan
nya secara sistematis. Minimal perma- peraturan di bawahnya sebagai payung Persampahan dilihat dari as-
salahan ini kita tinjau dari lima aspek kita untuk bertindak. pek kelembagaan seperti apa?
pendekatan yakni aspek hukum, kelem- Kalau kita bandingkan dengan Kalau di tingkat nasional, seperti di
bagaan/institusi, pendanaan, sosial bu- negara lain seperti Jepang--jangan ha- Jepang, sampai 16 menteri, kita lihat
daya, dan aspek teknologi. Sekarang ini nya melihat teknologinya-negara terse- berapa instansi yang terlibat di tingkat

Percik „ Juni 2006 „ 15


WAWA N C A R A

propinsi, kabupaten/kota, kecamatan, secara fungsional terus berjalan. Saya bonus mereka. Dan mereka akan bisa
desa/kelurahan, hingga ke RT. Ini meli- pikir banyak orang yang memiliki kapa- kuat di bisnis itu karena bisa bersaing.
batkan multidisiplin, multisektoral. sitas itu. Sekarang ini kan belum ada Kalau kita anggap produk sampingan
Jadi tidak hanya masalah teknologi. mekanisme yang bisa menampung sebagai produk utama maka kita akan
Nah sekarang kalau di Indonesia, paling teman-teman seperti ini. terjebak menjadi pabrik dan perhi-
tinggi hanya sampai tingkat dinas. tungan biaya produksi. Akhirnya kom-
Dinas kebersihan misalnya. Jadi segala- Bagaimana dengan pendana- pos pun tak bisa bersaing dengan
galanya ditanggung oleh dinas kebersih- an? pupuk-pupuk lain.
an. Padahal dia sebenarnya hanya Kita harus menggunakan filosofi Perusahaan yang mengurangi,
pelaksana saja. Yang mendisain sebe- bahwa kebersihan adalah investasi mengolah, sampah harus mendapatkan
narnya yang lebih tinggi apakah seperti halnya keamanan. Jadi sebe- insentif karena dia bisa mengurangi
Bappeda, wakil walikota, atau kalau di narnya masih cost center. Ini adalah biaya TPA, biaya transportasi. Jadi ada
tingkat propinsi wakil gubernur dan industri jasa. Bukan profit center, yang tiga income bagi perusahaan yakni jasa
sebagainya. Mereka inilah yang me- bicara soal benefit. Makanya hati-hati kebersihan, insentif, dan produk sam-
mungkinkan untuk mengakomodasi dengan pendekatan waste to product, pingan. Ini yang tidak disadari oleh
dinas-dinas terkait tadi. Kalau hanya yang akhir-akhir ini sering saya teman-teman yang bertindak sebagai
dinas kebersihan, dia tidak akan bisa luruskan karena saya dulu juga decision maker maupun yang berbisnis
mengait dinas yang setingkat. Ketika berangkat dari teknologi. Waste to di bidang ini. Banyak sekali MoU de-
saya terlibat dalam penilaian Adipura, product harus hati-hati karena dalam ngan swasta yang akhirnya tidak tuntas
biasanya kota-kota yang memperoleh pengelolaan kebersihan, produk-pro- karena pandangan bisnisnya selalu
Adipura itu walikota atau wakilnya yang duk yang dihasilkan dari pengolahan membuat pabrik. Meskipun saya juga
mengordinasikan kegiatan kebersihan seperti daur ulang kertas, kompos dan tidak menutup mata bahwa ada se-
ini. Nanti di tingkat RT pun seperti itu. sebagainya adalah produk sampingan. kelompok orang yang tanpa dibayar
Lembaga institusi apa yang harus Produk utamanya adalah kebersihan. insentifnya mereka bisa tetap hidup
dibentuk dan siapa yang bertanggung Industrinya adalah industri jasa. Con- dari berjualan barang bekas. Tapi ber-
jawab. Ini pembangunan institusi. toh, cleaning service suatu gedung itu jualan barang bekas itu berbeda dengan
Dalam rangka emergency mungkin kita dibayar karena jasanya membersihkan. kebersihan. Ada atau tidak ada keber-
perlu adanya lembaga yang sifatnya Artinya memindahkan sampah dari titik sihan, memang mereka jual barang
sementara. Kalau kita boleh belajar dari A ke titik B. Apalagi kalau ada industri bekas. Mereka sebenarnya bisa lebih
program KB yang cukup berhasil, itu yang bisa mengurangi dan mengolah, maju jika digandengkan dengan jasa
kan juga ada badan khusus yang disebut maka dia harus juga dibayar dari cleaning service dia. Inilah satu
BKKBN. Itupun konon baru tahun ke-9, jasanya. Perkara dia memiliki produk pengembangan konsep extended pro-
BKKBN berhasil membuat KB Mandiri. sampingan seperti kompos, itu adalah ducer responsibility, bahwa produsen
Untuk sampah pun kita harus membuat FOTO:MUJIYANTO

badan khusus seperti itu yang bersifat


sementara dan bisa dibubarkan sewak-
tu-waktu kalau keadaan telah lebih
baik. Apalagi kalau kita lihat TPA di
seluruh Indonesia, semuanya sudah
masuk stadium 5. Ini bom waktu kare-
na TPA di Indonesia di bawah standar.

Idealnya seperti apa badan


khusus itu?
Kurang lebih seperti BKKBN. Di
sana berkumpul orang-orang profesio-
nal yang punya ilmu dan komitmen.
Tidak memikirkan jabatan. Dan badan
ini akan menyelamatkan karena sia-
papun yang jadi presiden, badan ini

16 Percik „ Juni 2006 „


WAWA N C A R A

yang menghasilkan limbah-limbah ru- pa persen yang harus disubsidi. Subsidi canakan oleh ahlinya. Ahli komunikasi,
mah tangga harus terlibat dalam me- itu makin lama makin berkurang seper- ahli sosiologi, pendidikan, psikologi,
ngelola limbah-limbah mereka yang ti subsidi BBM. Dengan kesadaran yang ulama dan sebagainya. Mereka harus
menjadi limbah domestik. Misalnya semakin meningkat, pelayanan makin dilibatkan semua, bukan hanya disain
limbah makanan kecil, batere dan seba- baik, orang akan bersedia membayar. mesinnya. Kalau kita belajar dari keja-
gainya, maka produsen harus bekerja Faktanya mereka yang high income te- dian TPST Bojong dan pembangunan
sama dengan mereka yang mengolah lah membayar Rp. 50-Rp. 60 ribu/ru- TPA lain diprotes, ini karena disain
atau mengumpulkan. Sekarang ikatan mah tangga. Namun sebagian besar untuk partisipasi masyarakat masih
itu tidak ada. Seolah-olah produsen tak rakyat kita hanya membayar Rp. 5 ribu. belum profesional karena tidak didisain
terlibat lagi ketika ada limbahnya. Maka Jadi tidak hanya ini harus teknologi oleh ahlinya. Yang ada hanya disain
harus ada kerja sama win-win solution. begini, tapi juga berapa harganya, bera- teknologi, ada investasi. Harusnya kalau
Karena sumber utama sampah itu pa kita harus bayar dan berapa tahun. untuk membangun TPA itu 100 juta,
bukan konsumen tapi produsen, terma- Misalnya sistem pengumpulan, trans- berapa persen untuk membangun
suk industri pertanian. portasi, dan sebagainya. Semua dihar- manusianya. Seharusnya untuk manu-
gai. Sebenarnya hitungan itu sudah ada, sianya ini 10-30 persen. Ini jauh lebih
Tentang anggaran pemerintah? tapi orang yang mengerti hitungan ini sulit dan jauh lebih lama dibandingkan
Kita juga harus bijaksana dalam belum didengar. Dan biasanya kalau dengan membangun mesin. Beda kota
menyusun anggaran, berapa APBN, belum stadium 5, resep belum dibeli, juga beda perlakuan dan waktu. Varia-
APBD, sampai anggaran rumah untuk dokter juga belum didengar. Kalau kota bel disainnya lebih banyak dan kom-
kebersihan. Perencanaan kota-kota di kita bersih dan aman, investasi akan pleks. Kalau bicara mesin kita bicara ku-
Indonesia kebanyakan masih mempri- datang, kesejahteraan akan meningkat, antitatif dan itu lebih mudah. Makanya
oritaskan pada hal-hal yang sifatnya ter- dan ekonomi akan meningkat. Kalau saya wanti-wanti sekali setiap peren-
lihat langsung oleh mata. Kalau dimisal- ada yang bilang komoditi sampah itu canaan jangan lupa itu [faktor manu-
kan rumah, dana kita itu lebih banyak adalah emas, oke saja tapi itu hanya sia]. Minimal 10 persen. Kalau ini tidak
untuk ruang tamu atau teras diban- sebagian dari keseluruhan. Yang saya didisain dari awal dengan benar, di
dingkan untuk WC atau tempat sampah. agak risau, ada pihak-pihak yang belakangnya biaya sosial bisa lebih dari
Ini harus dievaluasi. Mungkin anggaran mengetahui sebagian kecil dari per- 30 persen.
untuk WC bisa lebih mahal dari ruang masalahan sampah seolah-olah sudah Disain sosial ini harus pula meng-
tamu. Karena itu anggaran untuk TPA tahu semua sehingga keluar pernyataan kombinasikan antara bottom up dan
sampah kota bisa lebih mahal dari bahwa satu-satunya cara dengan tekno- social engineering yang didisain dari
anggaran airport. Saat ini airport, mall, logi atau solusi ini. Jadi jangan sampai atas. Partisipasi masyarakat itu bisa
dan sebagainya sudah internasional tapi ada pernyataan yang masih parsial. direkayasa oleh sistem yang baik.
TPA yang ada masih primitif. Ini per- Yang tahu teknologi bilangnya harus Misalnya kita lihat Singapura yang
juangan bagaimana agar seimbang. Jadi teknologi. Yang tahu pemberdayaan memiliki sistem hukum yang kuat, kita
faktor pendanaan ini tidak sesederhana bilangnya harus partisipasi masyarakat. tidak akan berani buang sampah sem-
yang dibicarakan orang. Ini dimulai dari Padahal semua penting dan harus di- barangan. Kita akan nurut. Kita dire-
perhitungan anggaran belanja negara. mulai dari kebijakan pemerintah. kayasa oleh sistem sampah Singapura.
Kalau kita bandingkan dari pengalaman Di Indonesia saya juga melihat ada
beberapa negara, biaya operasionalnya Bagaimana dengan aspek sosi- beberapa tempat seperti itu. Misalnya di
saja berkisar antara Rp. 300-500 ribu al budaya? tempat rekreasi Ancol, sistem kebersih-
per ton, itu dari mulai pengumpulan, Ini juga penting. Masyarakat harus annya sudah cukup ketat. Tempat sam-
pengangkutan, pengolahan, sampai disadarkan bahwa kita semua adalah pah bersih, pengawas sampah juga ada.
pembuangan. Sedangkan untuk inves- produsen sampah. Tidak ada orang di Jumlah dan jarak tempat sampah juga
tasi, dananya berkisar Rp 100 juta-Rp. 1 dunia yang tidak buang sampah. Rata- hampir memenuhi standar. Kita tidak
milyar/ton/hari. Dari sini bisa dihitung rata setengah kilogram per orang per berani sembarangan buang sampah.
berapa rupiah per bulan per rumah. hari. Kita bisa hitung. Makanya DKI Makanya kita juga disiplin. Sistem
Dengan TPA yang standar sanitary bisa 6.000 ton per hari. Masyarakat mempengaruhi kita. Pertanyaannya
landfill, tanpa dikurangi, maka per harus dilibatkan sejak awal peren- mahal nggak kita ke sana? Mahal. Tapi
rumah kena Rp. 50-Rp. 100 ribu. Kita canaan. Untuk merencanakan, sosial- kan tetap laku. Sebetulnya orang mau
jangan berpikir mahal murah dulu, tapi isasi, penyuluhan, pendidikan, tentang bayar. Sebenarnya Indonesia juga bisa.
berapa warga yang bisa bayar, dan bera- persampahan itu harus didisain, diren- Kita juga ingin masyarakat memilah

Percik „ Juni 2006 „ 17


WAWA N C A R A

FOTO:MUJIYANTO
panjangnya kita mengurangi sampah di
rumah. Jangka panjang sekali mengu-
rangi sampah di produsen. Nanti petani
pisang tak lagi kirim pisang ke Jakarta
dengan kulitnya, tapi sudah jadi kripik
misalnya. Ini menyangkut sistem.

Dengan kondisi persampahan


yang runyam seperti sekarang,
adakah prioritas misalnya di ting-
kat nasional, atau di daerah mana
dulu?
Kita harus sepakat dulu bahwa kon-
disi kita sudah emergency sampah.
Makanya sikap yang kita ambil haruslah
menunjukkan kondisi tersebut. Kita
harus membuat yang agak mahal. Lima
aspek itu dibikin bersama-sama. Kalau
sampah kering dan basah. Itu bisa ber- harus punya master plan pengelolaan perlu bikin badan khusus sekarang,
jalan bila sistemnya sudah disediakan. sampah sendiri. Jangan ragu-ragu me- badan emergency. Seperti ketika ada
Misalnya gerobak, dan truknya sudah ngeluarkan dana untuk membuat mas- masalah bank, pemerintah bikin BPPN.
terpilah. Sistem pengumpulannya juga ter plan ini. Kalau itu kita runut secara Kalau perlu ada SK Presiden. Dari aspek
sudah terpilah. Tanpa itu nggak bisa. kepala dingin, semua itu bisa kita hukum, kita bikin peraturan tingkat
Jadi partisipasi masyarakat bisa lakukan. lokal karena tingkat nasional kan lama.
direkayasa oleh sistem. Yang penting lagi dalam peren- Kita beli teknologi yang handal. Tapi
canaan teknologi, kita harus tahu kapan secepatnya teknologi, butuh 3 tahun.
Aspek teknologi? jangka pendek, jangka menengah, jang- Misalnya insinerator. OK berapa tril-
Kita harus sepakat bahwa semua ka panjang, dan kapan emergency. yun? TPA harus betul-betul sanitary
teknologi punya kelebihan dan keku- Kalau emergency, ibarat orang sakit, landfill, yang harga operasionalnya 100
rangan masing-masing sehingga harus sudah harus masuk ICU. Kita harus beli ribu per ton. Akhirnya keluar darurat
kombinasi, harus integrasi. Tidak ada teknologi semahal apapun. Kita tidak sampah sekian trilyun. Tapi transparan.
satu teknologi pun yang bisa menyele- bicara mahal murah, tapi bagaimana Masyarakat juga bisa apa, mengurangi
saikan masalah sampah dengan tuntas. masalah itu selesai dulu. Setelah itu kita di rumah. Kalau nggak, bayar 100 ribu.
Teknologi harus didisain sesuai dengan baru merencanakan yang reguler. Ini karena dalam keadaan darurat.
kebutuhan setempat. Antara kota met- Misalnya bagaimana mengurangi sam-
ropolitan dan kota kecil berbeda. Kita pah di TPS, atau lebih bagus mengu- Mengapa pemerintah belum
harus hati-hati dengan teknologi yang rangi sampah di rumah, dan lebih bagus melihat ini sebagai masalah pri-
datang dari 'investor'. Kadang-kadang lagi mengurangi sampah di produsen. oritas?
mereka sebagai pedagang hanya meng- Ini perlu waktu. Jangan ada lagi yang Karena ilmu ini masih jarang.
anggap produk mereka paling bagus. mengatakan yang penting mengurangi
Untuk itu kita harus mendisain master sampah di rumah, olah dulu yang di Bagaimana membuat pemerin-
plan sendiri karena kita yang punya TPA. Semua penting. Tapi kalau berbi- tah peduli?
rumah. Ibarat membangun rumah, kita cara emergency, kita harus beli teknolo- Kita bersyukur DPR sebagai institusi
harus menggambar dulu rumah kita, gi semahal apapun. Untuk DKI misal- politik telah peduli. Tinggal pemerintah
mungkin dengan bantuan arsitek. Se- nya, kita harus beli teknologi dengan mau cepat atau lambat. Bahkan DPR
telah itu baru ketahuan berapa luas ru- kapasitas besar yang harganya bisa tril- telah mengancam bila sampai 2005
mah kita dan apa saja kebutuhannya yun. Mungkin setelah 5 tahun kita tak RUU ini belum beres, mereka akan
serta berapa harganya. Baru setelah itu beli lagi obat ini, cukup dengan obat menjadikannya hak inisiatif. Ini berarti
kita cari investor. Jangan terbalik, jus- reguler. Jangka menengah, kita bisa di tingkat nasional kita sudah bisa
tru konsep datang dari investor atau mengurangi sampah di TPS, itu bisa sounding bahwa ini penting. Sekarang
pedagang. Jadi semua kota di Indonesia mengurangi sampah 50 persen. Jangka kalau sudah kejadian seperti ini, guber-

18 Percik „ Juni 2006 „


WAWA N C A R A

nur dan walikota sudah mulai perhati- WC di kamar. Begitu ada contoh, orang
Idealnya setiap kota punya
an. Cuma masih berpikir mahal murah. langsung percaya. Jadi pendidikan tidak
TPA sendiri. Tapi pada suatu saat
Maunya murah. Padahal di manapun hanya dengan pidato. Harus ada reka-
WC itu lebih mahal dari ruang tamu akan lebih murah kalau punya TPA yasa. Bikin TPA yang benar satu, TPS
karena butuh teknologi. Orang masih bersama. Seperti yang sekarang yang benar satu, bikin truk yang benar
sulit menerima, seolah airport harus kajiannya sedang dilakukan oleh satu. Jadi kalau suatu saat kita akan ba-
lebih mahal dari TPA. Mengubah cara pemerintah pusat bahwa untuk ngun TPA orang bisa menerima. Tentu
berpikir ini tidak gampang. Singapura Jabotabek untuk waste management ini butuh waktu karena perlu ada per-
saja butuh 30 tahun baru law enforce- corporation, itu mungkin kita perlu ubahan budaya.
ment, belum budaya. Jadi tidak semu- satu perusahaan besar untuk
dah membalik tangan karena mengubah mengelola TPA bersama. Bagaimana mengubah pola pi-
cara berpikir. kir yang selalu melihat sesuatu
Tadi Anda menyebut harus ada yang fisik sebagai tujuan?
Mengapa TPA di Indonesia ti- kepedulian produsen untuk me- Itu kesalahan bersama. Kita selalu
dak memenuhi standar? ngurangi sampah. Bisa dijelas- melihat fisik dan instan. Sementara
Pada saat mendisain TPA 10-20 kan? kebersihan, kesehatan, dan pendidikan
tahun lalu, ini adalah proyek pemerin- Secara internasional beberapa itu kan sulit diraba dan kontinyu. Itu
tah di bawah departemen PU. Rencana perusahaan besar telah ikut dalam pro- masalah antropologi sampai sosial
semula sanitary landfill. Sayangnya ini gram extended producer responsibility, budaya. Kita selalu melihat sesuatu
tidak dikawal oleh pengetahuan tentang bahwa mereka harus bertanggung ja- sebagai materi. Contoh orang melihat
harga sanitary landfill itu sendiri. wab terhadap sampah yang mereka orang dari rumahnya yang bagus, bukan
Mungkin saat mendisain tidak lengkap. keluarkan baik sampah di pabrik yang imannya yang bagus. Kalau ada kepala
Karena sanitary landfill harganya seki- dikenal sebagai good house keeping dan daerah yang agak maju, bikinlah badan
an trilyun dengan biaya operasi 100 ribu juga sampah yang di luar pabrik. Se- fungsional. Siapapun kepala daerahnya,
per ton. Kalau tidak jangan bilang sani- karang memang belum ada peraturan- badan ini akan menyinambungkan sis-
tary landfill. Ini syarat. Setelah sekian nya. Tapi beberapa perusahaan sudah tem. Kita kawinkan karena biasanya pe-
puluh tahun terjadi dan berdampak, mulai melaksanakan. jabat itu kan politik, ada masa jabatan,
orang terperangah. sementara badan ini kan tidak. Ini akan
Apa yang bisa dilakukan ma- bisa dirasakan hasilnya.
Bagaimana dampak otonomi syarakat menghadapi kondisi
daerah dalam persampahan? emergency sampah ini? Adakah negara yang meng-
Otonomi daerah ini sangat berpe- Masyarakat mau tidak mau harus alami masalah yang mirip dengan
ngaruh. Idealnya setiap kota punya TPA mengurangi sampah, hingga mengolah Indonesia yang berhasil meng-
sendiri. Tapi pada suatu saat akan lebih di rumah. Ada teknologi sederhana yang atasi permasalahan ini?
murah kalau punya TPA bersama. bisa disosialisasikan. Misalnya pengom- Kalau dekat Filipina. Dua atau tiga
Seperti yang sekarang kajiannya sedang posan. Masyarakat juga harus rela kalau tahun lalu juga menghadapi masalah
dilakukan oleh pemerintah pusat bahwa suatu saat harus bayar terhadap tek- sampah. Ratusan orang meninggal ter-
untuk Jabotabek untuk waste manage- nologi yang diambil oleh pemerintah. timbun. Tapi sekarang mereka punya
ment corporation, itu mungkin kita Biar bagaimanapun akan lebih mahal undang-undang dan banyak gerakan-
perlu satu perusahaan besar untuk dibanding mengolah sendiri. gerakan secara massal dalam persam-
mengelola TPA bersama. Pada kenya- pahan. Malaysia, di mana pemerintah
taannya ada kota yang sulit mencari Bagaimana pendidikan kepe- tidak lagi mendesentralisasi masalah
lahan, sementara ada lahan milik pe- dulian terhadap masyarakat, kira- persampahan ini. TPA di sana dibangun
merintah daerah yang lain. Di sini harus kira seperti apa? oleh pemerintah puast. Pemerintah
ada kerja sama dan koordinasi. Juga Pendidikan harus dengan segala daerah hanya dibebani sebagian dari
ada semangat bersama, misalnya Ja- macam arah dan ujicoba. Harus ada operasional dan itu lebih kecil. Laksana
karta buang sampah ke Bekasi, kan contoh. Saya punya contoh di Rawasari orang tua dan anak, suatu saat masalah
orang Bekasi yang bekerja di Jakarta Jakarta Pusat bahwa TPS itu bisa ber- harus diselesaikan oleh orang tua. Cina,
pun membuang sampah di Jakarta. sih, tidak bau. Ini sama dengan orang sangat cepat antisipasinya terhadap
dulu tidak pernah membayangkan ada masalah ini. „ mujiyanto

Percik „ Juni 2006 „ 19


R E P O R TA S E

RW 03, Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan


Kampung Agrowisata
di Sudut Jakarta
P
ot-pot bunga berjajar di pinggir bertanggung jawab terhadap pengelo- memiliki angan-angan untuk men-
jalan. Ada yang diletakkan di laan tanaman dan persampahan di RW jadikan daerah tersebut hijau. ''Saat itu
tanah, ada yang di atas pagar yang berpenduduk 3317 jiwa (686 KK). dia membawa foto kawasan Jl. Su-
tembok, ada yang digantung. Beberapa Tahun lalu RW ini meraih juara I dirman yang hijau dan bersih dan bi-
pohon besar tumbuh di halaman warga Kalpataru tingkat DKI, dan juara II lang, 'Apakah kita tidak bisa seperti
yang sempit. Sudut-sudut gang ditum- tingkat Nasional. Sebelumnya, daerah ini','' kenang Supardi. Niat 'penguasa'
buhi tanaman. yang 2/3 kepala keluarganya adalah RW itu akhirnya didukung oleh para
Di tengah perumahan ada areal pensiunan tentara ini pernah menyabet Ketua RT dan tokoh-tokoh masyarakat.
seluas lapangan bola. Tepat di tengah- berbagai gelar juara seperti juara I Hanya saja saat itu mereka terganjal
nya ada lapangan bola basket. Se- rumah sehat tingkat DKI (2004), juara oleh pemikiran darimana dana untuk
kelilingnya berdiri tanaman mangga, II lomba lingkungan hidup (2004). mewujudkannya. ''Kayaknya kok sulit''.
kelapa sawit, kelapa, akasia, belimbing Tahun lalu, PKK setempat meraih juara Seminggu kemudian para Ketua RT
dan tanaman keras lainnya. Di bawah I tingkat DKI dengan kriteria A-plus- dari 10 RT yang ada dan lima tokoh dari
rerindangan sebuah gubuk berdiri. Di spesial. ''Disebut spesial, karena ang- tiap RT dikumpulkan kembali. Hasilnya
sisi yang lain ada areal tanaman obat gota PKK-nya tidak hanya ibu-ibu, tapi semua sepakat untuk mencobanya.
keluarga dan kantor RW serta arena juga bapak-bapak,'' kata Supardi. Sebagai tindak lanjut, Syamhudi me-
bermain anak-anak. Menurut pensiunan kapten ini, apa nyediakan dua bus untuk mengajak
Di siang yang panas itu anak-anak yang dicapai RW-nya berawal ketika warga berkunjung ke Banjarsari di Ci-
bermain di tempat tersebut. Ada yang terjadi pergantian RW tahun 2001. Saat landak, Jakarta Selatan, yang terlebih
duduk-duduk sambil ngobrol. Ada yang itu Ketua RW terpilih H.A. Syamhudi, dulu sukses menghijaukan kawasannya.
bermain perosotan. Ada yang main FOTO:MUJIYANTO
bola. Terik matahari tak begitu terasa.
Angin berhembus semilir. Serasa bukan
di Jakarta.
Pantas bila daerah ini menjadi kam-
pung kebanggaan DKI Jakarta karena
keberhasilannya dalam pengelolaan
lingkungan. RW 03 Kelurahan Rawa-
jati, Kecamatan Pancoran, Jakarta
Selatan, kini menjadi contoh dan tujuan
'wisata' orang dari berbagai daerah di
Indonesia dan mancanegara. Mereka
ingin belajar bagaimana mengelola
lingkungan yang baik dengan meli-
batkan seluruh warga. ''Bahkan ada
orang Bangladesh yang tidak percaya
kalau semua yang kita lakukan ini swa-
daya murni,'' kata Supardi, Ketua Ke-
lompok Penangkar Swadaya (KPS) 'Be-
nih Jati' RW 03 yang sehari-hari

20 Percik „ Juni 2006 „


R E P O RTA S E

Kegiatan yang sama dilakukan ke Kota media tanam. mudah didapatkan. Bahkan, Supardi
Bunga, Cibubur, Kampung Daun di Setahun kemudian, tahun 2003, mampu meracik jamu anti kanker de-
Bandung, dan terakhir kembali lagi ke lingkungan RW 03 berubah total. Hijau ngan bahan utama buah Mahkota
Banjarsari. dan segar. ''Kami tak menduga, dalam Dewa. Produk tersebut sudah sampai ke
Rupanya acara jalan-jalan ini mam- waktu dua tahun visi kami terwujud,'' luar kota.
pu memicu warga untuk segera mewu- kata Supardi. Tapi warga belum puas. Tiap tahun, sejak 2005 lalu, RW ini
judkan impiannya. Dalam rapat evalu- Pengurus PKK bertekad menjadi PKK menjadi arena Pesta Budaya Jakarta.
asi mereka berembug untuk menen- percontohan di DKI. Dan yang unik, Pada 22 Juli nanti ada acara besar beru-
tukan langkah berikutnya. Mereka juga anggota PKK di RW ini tidak hanya ibu- pa pagelaran adat Betawi tempo dulu.
menentukan visi bersama. Akhirnya visi ibu tapi juga bapak-bapak meskipun Acara ini akan dihadiri oleh Wakil Gu-
disepakati yakni: membentuk lingkung- para lelaki ini tidak duduk di struktur bernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Warga
an RW 03 yang bersih dan sehat untuk kepengurusan. akan unjuk kebolehannya.
kesejahteraan warga. Dan langkah awal
yang diambil yaitu pelatihan dan so- Kendala
sialisasi tentang lingkungan bersih. Se- Sebagai langkah awal, Supardi mengakui perjalanan untuk
tiap RT mendapat giliran. Kegiatan ini tahun 2002 setiap rumah menjadikan lingkungannya bersih
didukung penuh oleh PKK yang diketuai menghadapi beberapa kendala yakni
diminta menanam tujuh jenis
Hj. Ninik Nuryanto, mantan Ketua RW alam dan manusia. Secara alam, kondisi
di Surabaya yang pernah sukses menata tanaman yang berbeda. tanah di RW 03 sebenarnya sangat
lingkungan. PKK dan RW memberi jelek. ''Dulu di sini tanahnya kering dan
Sebagai langkah awal, tahun 2002 stimulan berupa tujuh buah berdebu. Ada lapangan bola yang kalau
setiap rumah diminta menanam tujuh kemarau kering, kalau musim hujan
polybag. Program itu sukses.
jenis tanaman yang berbeda. PKK dan becek sekali,'' kenangnya.
RW memberi stimulan berupa tujuh bu- Dengan kesungguhan mereka ber-
ah polybag. Program itu sukses. Beri- upaya mengubah kondisi tersebut. ''Ka-
kutnya, kewajiban menanam itu ditam- Benar saja, impian PKK itu terwu- mi berprinsip, tidak ada alasan untuk ti-
bah lagi dengan 10 tanaman per rumah. jud. RW 03 terus berkembang. Tepat 18 dak menghijaukan lingkungan,'' kata-
Pada akhir tahun diadakan lomba an- Juni 2005, RW tersebut dijadikan nya. Maka lapangan bola itu dikavling-
tar-RT yang jurinya dari dinas terkait. Kampung Agrowisata DKI oleh Gu- kavling sesuai jumlah RT untuk di-
Hasilnya di luar dugaan, warga tak ha- bernur Sutiyoso dan berhak mewakili tanami. Bahkan ada warga yang sudah
nya menanam dengan 10 tanaman tapi DKI dalam berbagai lomba tingkat na- telanjur menyemen halamannya, rela
lebih dari itu dengan memanfaatkan ka- sional. Predikat itu membawa berkah mengebornya untuk dijadikan lubang
leng bekas dan sejenisnya. Setelah itu, tersendiri. Gubernur memerintahkan 17 tanam. Upaya itu berhasil.
warga kembali dipacu untuk menanam Suku Dinas untuk membantu RW terse- Namun ada warga yang tidak mau
30 tanaman dengan kekhasan tanaman but. Jalan pun langsung diaspal, ada ikut. Jumlahnya bisa dihitung dengan
tertentu tiap RT. bantuan tanaman, dan berbagai kemu- jari. Untuk menghadapi hal itu RW me-
Mulai warga mengeluh. Mereka ke- dahan lainnya. ngembangkan semboyan: 'Senyum, sa-
walahan mencari tanah untuk media ta- Di luar perhatian pemerintah, RW lam, sapa, bersih, senang belajar, tepat
nam. Kondisi ini dimanfaatkan betul tersebut menjadi ajang wisata baik lokal waktu, menghargai, dan menghormati'.
oleh tim RW dan PKK untuk menyosia- maupun mancanegara. Lagi-lagi warga Semboyan ini terbukti cukup ampuh
lisasikan pemilahan limbah dapur. Ber- dapat berkah untuk menyediakan ma- untuk menggandeng mereka yang se-
sama itu warga dibagikan tiga buah kanan kecil dan besar. ''Kami membuat mula tak peduli.
kantong plastik dengan fungsi menam- aturan agar tamu tidak membawa ma- Pembinaan sumber daya manusia
pung limbah organik, anorganik, dan kanan dari luar, agar tidak membawa juga dilakukan terhadap pemulung dan
kaca. Setiap RT didorong untuk mem- sampah sekaligus untuk pemberdayaan para remaja. Ada 13 pemulung yang di-
buat kompos sendiri dari limbah terse- masyarakat,'' kata Supardi. Masing-ma- bina. Mereka diberikan seragam dan
but. Sebagai sarana, PKK membagikan sing RT telah memiliki makanan khas identitas. Sementara para remaja dibina
drum untuk media pembuatan kompos. yang bisa dipesan sesuai kebutuhan. untuk bisa mendaur ulang kertas. Pro-
Warga juga dilatih cara membuatnya. Selain itu, warga mulai menjadi pro- ses pemberdayaan itu masih berlang-
Komposisasi perlu waktu satu minggu. dusen jamu racikan. Ini karena tanam- sung hingga saat ini. Siapa mau meng-
Hasilnya bisa menutupi kekurangan an obat keluarga ada di sana dan sangat ikuti? „ mujiyanto

Percik „ Juni 2006 „ 21


KISAH

Pengelolaan Sampah
Gaya Komunitas Rungkut Lor
''S
FOTO:MUJIYANTO
eandainya semua anak diajar-
kan bagaimana memperlaku-
kan sampah, persoalan sam-
pah bisa teratasi,'' kata Sumarno, tokoh
masyarakat RW 14 Rungkut Lor, Ke-
lurahan Kalirungkut, Kota Surabaya.
Pernyataan itu dilontarkan setelah kam-
pungnya berhasil mengelola sampah ru-
mah tangga secara mandiri.
Memang proses penyadaran dan
pemberdayaan masyarakat tidak mu-
dah. Butuh waktu panjang. RW 14 yang
terdiri atas empat RT ini selama lima ta-
hun, sejak 2001, baru berhasil menjadi-
kan dua RT sadar sampah. Dua RT lain-
nya sedang proses awal.
Muhdi, wakil ketua RW 14, menceri-
takan pengelolaan sampah ini awalnya
tidak dilakukan sendiri. Lembaga swa-
daya masyarakat Pusdakota (Pusat Salah satu warga sedang membuat kompos dalam wadah.
Pemberdayaan Komunitas Perkotaan)
yang memfasilitasi. LSM inilah yang padat penduduk tersebut. ''Supaya war- pah lewat.
mendidik beberapa kader termasuk di- ga mau memilah. Kadang-kadang kalau Tidak semua sampah diangkut. Ha-
rinya untuk peduli sampah dan meng- membuang ke bak sampah suka semba- nya yang anorganik yang diambil. War-
ajarkan bagaimana mengelola sampah rangan. Makanya kita bongkar semua,'' ga kini telah mampu membuat kompos.
itu agar memiliki nilai ekonomi sekali- kata Muhdi. Bersamaan dengan itu re- Pusdakota memfasilitasi mereka de-
gus menjaga lingkungan. ''Kita kemudi- maja Karang Taruna telah siap dengan ngan keranjang 'Takakura'. Keranjang
an bergerak,'' kenangnya. gerobak sampah keliling untuk men- ini terbuat dari plastik dengan lubang di
Para kader yang terdiri atas tokoh jemput sampah di rumah-rumah. Dua seluruh lubang kecil di seluruh dinding-
masyarakat, ibu-ibu PKK, dan remaja hari sekali gerobak yang terdiri atas dua nya. Volumenya sekitar 20 kg kompos.
yang tergabung dalam Karang Taruna bilik yakni untuk sampah organik dan Keranjang seharga Rp. 75 ribu ini di-
bergerak dari pintu ke pintu. Tak ke- anorganik mengambil sampah. ''Kalau berikan kepada warga dengan sistem tu-
tinggalan pula anak-anak. Generasi pe- lebih dari dua hari, sampah sudah bau,'' kar kompos. Keranjang tersebut telah
nerus ini menularkan ilmu yang dida- kata Muhdi. dilengkapi dengan starter ketika diteri-
patkannya di Pusdakota soal sampah Setiap hari warga menyimpan sam- ma warga. Mereka tinggal mengisinya
kepada orang tua mereka. Mereka ini pah yang dipilah ini di kantong plastik dengan sampah organik dan membolak
telah tahu bagaimana memilah sampah atau tempat sampah ala kadarnya. Tem- balikkannya setiap hari. Dalam tujuh
antara yang organik dan anorganik, ser- pat sampah itu ada yang diletakkan di hari, kompos tersebut telah setengah
ta bagaimana menjadikan sampah orga- depan rumah, ada yang dibiarkan di da- matang dan siap disetorkan ke Pus-
nik menjadi kompos dengan cara yang pur. Sore, sekitar pukul 16.00 gerobak dakota untuk dijadikan kompos ma-
mudah. sampah lewat dan menghampiri dari ru- tang. ''Setiap kilogram sampah kita di-
Agar usaha itu sukses, kader ini mah ke rumah. Warga, terutama ibu- hargai seribu rupiah,'' kata Ny. Tutik.
membongkar bak sampah di kawasan ibu, saling berteriak bahwa tukang sam- Seluruh kompos warga dikumpul-

22 Percik „ Juni 2006 „


KISAH

kan di rumah kompos milik Pusdakota. rumah masih menghadang mereka. Ter- mendapat apresiasi. Kini RW yang di-
Kompos ini kemudian dimatangkan dan nyata warga RT-RT di sekitarnya masih huni oleh 1.197 KK telah memiliki ren-
nantinya dikembalikan kepada warga belum bisa seperti mereka. Tak heran di cana strategis (Renstra). Ini merupakan
dalam bentuk starter untuk pembuatan sepanjang gang menuju ke RT 4 yang hasil fasilitasi Pusdakota. Mereka ingin
kompos berikutnya. Pusdakota meng- sukses mengelola sampah, masih di- mempertahankan prestasi yang selama
ambil 10 persen dari hasil kompos un- jumpai sampah yang berceceran. Tan- ini diraih sebagai 'Kampung Ramah
tuk pengembangan. Selain itu, di rumah tangan lainnya datang dari warga pen- Lingkungan' dan mewujudkan Kam-
kompos ini sampah warga yang tidak datang yang silih berganti datang dan pung RW 14 yang sehat, tertib, nyaman,
sempat dikomposkan diolah untuk dija- pergi ke kampung itu. Mereka masih su- peduli, ramah lingkungan, adil dan
dikan kompos secara massal. Sampah- lit diajak berdaya. Padahal jumlah me- makmur. Visi ini terdiri atas empat as-
sampah tersebut diperamkan selama reka sekitar setengah total jumlah pek yakni pengelolaan lingkungan hi-
dua hari dan kemudian dicacah dengan penduduk. dup, keamanan dan ketertiban masya-
mesin. Cacahan sampah ini kemudian Namun tekad warga untuk menja- rakat, sarana dan prasarana kampung,
dicampur dengan starter dan diperam dikan kampungnya lebih maju patut dan pemberdayaan warga. Wah…„ MJ
lagi selama delapan hari sehingga men-
jadi kompos matang. Setiap dua hari di- FOTO:ISTIMEWA

bolak-balik dan dipindahkan tempat-


nya.
Produksi kompos ini ternyata mam-
pu mendorong warga untuk meman-
faatkan bagi kepentingan mereka. Di
kampung yang berada di kawasan in-
dustri itu warga tergerak untuk berco-
cok tanam tanaman obat keluarga dan
tanaman hias. ''Wah, ibu-ibu di sini se-
karang tahu obat dari berbagai jenis pe-
nyakit. Kalau ada yang sakit tinggal bi-
lang saja. Mereka pasti nyerocos,'' kata
Muhdi bangga.
Salah satu aktivitas Pusdakota yakni pembinaan anak-anak.
Ini memang tidak lepas pula dari fa-
silitasi Pusdakota. LSM yang markasnya
memang di situ menyediakan lahan bagi Sekilas Pusdakota
P
warga untuk belajar. ''Kita kasih tang- usat Pemberdayaan Komunitas Per- miliki yaitu (a) pengembangan karakter
gung jawab setiap kelompok ibu-ibu un- kotaan (Pusdakota) bernaung di ba- warga; (b) kewirausahaan sosial berba-
tuk mengelola lahan dan tanaman me- wah Universitas Surabaya (Ubaya). Na- sis komunitas; (c) pengelolaan ling-
reka di lahan yang kita sediakan,'' kata mun pengelolaannya bersifat indepen- kungan terpadu; (d) perpustakaan ko-
Broto Suwarso, manajer operasional den. LSM yang beralamat di Jl. Rungkut munitas; (e) pelatihan, pengembangan,
Pusdakota. Lor III-87 Surabaya ini memiliki kantor dan konsultasi.
Kini warga telah memiliki kesadaran yang sangat representatif dengan pen- Sebagai bagian dari Ubaya, Pusda-
yang tergolong lumayan. Semuanya atas dopo pertemuan yang cukup bagus dan kota melaksanakan dua fungsi pokok
kontrol warga sendiri. Mereka juga rela halaman yang luas. yakni fungsi praktis dan fungsi keilmu-
membayar retribusi sampah. Besarnya LSM ini berdiri 1 Nopember 2000. an. Fungsi praktis LSM ini merupakan
berkisar antara Rp. 1.000-Rp.1.500 Pusdakota memiliki keinginan untuk aktualisasi darma pengabdian pada
yang digabungkan dalam iuran bulanan transfer gerakan nilai lewat komunitas masyarakat dan laboratorium sosial
warga sebesar Rp. Rp. 4.000 per KK. kampung. Alasannya, mereka ingin me- untuk memecahkan persoalan masya-
Uang itu untuk biaya pengelolaan ter- mulai dengan apa yang mereka miliki rakat. Fungsi keilmuannya meliputi
masuk membayar tukang gerobak dan dan dari apa yang ada. Harapannya, penyusunan dan pengembangan mo-
yang terkait proses itu. LSM ini bisa menumbuhkan agen-agen del-model pemberdayaan masyarakat
Apa yang dilakukan warga Rungkut mumpuni. Program-progam yang di- perkotaan. „ MJ
Lor bukannya sudah selesai. Pekerjaan

Percik „ Juni 2006 „ 23


STUDI

Kajian Ekonomi
Dampak Investasi Air Minum
Terhadap Perekonomian di Indonesia
S
elama ini kita menghadapi ke- dari perubahan investasi air minum ter- hadap total investasi
nyataan bahwa investasi di sek- hadap perekonomian; (iii) menjadi sa- TOT : rasio total investasi terhadap
tor air minum masih rendah. Hal lah satu masukan bagi pengambilan ke- PDB.
ini membuktikan bahwa perhatian dan putusan terkait dengan pembangunan POP : populasi
kesadaran akan pentingnya pemba- air minum di Indonesia. NE : rasio net ekspor terhadap PDB.
ngunan air minum masih rendah. NTM: rasio nilai tambah migas
Kondisi ini ditengarai dipengaruhi oleh Metodologi terhadap PDB
pandangan bahwa pembangunan air Metodologi yang dipilih untuk digu- Dkrisis : dummy krisis
minum hanya akan membuang uang. nakan dalam studi ini adalah: (1) Model Estimasi model ini dilakukan de-
Pada kenyataannya dalam beberapa Ekonometrika; dan (2) Sistem Neraca ngan menggunakan metode Ordinary
studi di luar negeri, investasi di sektor Sosial Ekonomi yang difokuskan pada Least Square (OLS) dengan asumsi bah-
air minum berdampak pada pertum- Analisis Matriks Pengganda. Kedua alat wa semua data dari variabel yang digu-
buhan ekonomi. analisis tersebut digunakan karena satu nakan adalah stasioner. Adapun yang
Kenyataan ini kemudian mendorong sama lain saling melengkapi untuk dimaksud dengan stasioner adalah bah-
dilaksanakannya studi tentang dampak menjawab kedua permasalahan yang wa data time series tidak mengandung
investasi air minum terhadap perekono- ada dalam studi ini. unsur tren. Apabila data yang digu-
mian di Indonesia. Diharapkan hasil Model ekonometrika digunakan un- nakan tidak stasioner maka dampaknya
dari studi ini dapat memberi gambaran tuk melihat arah dan besaran pengaruh adalah hasil regresi yang didapatkan
dan pemahaman yang lebih baik ten- adanya investasi air minum terhadap bersifat spurious regresion (regresi lan-
tang dampak pembangunan air minum pertumbuhan ekonomi. Dalam model cung).
terhadap pertumbuhan ekonomi di In- ini pertumbuhan ekonomi bertindak se- Setelah dilakukan proses estimasi
donesia. bagai variabel tak bebas dan investasi parameter-parameter yang ada dalam
Studi ini menggunakan pendekatan air minum bertindak sebagai variabel model di atas, maka perlu dilakukan
Ekonometrika dan Sistem Neraca Sosial bebas, bersama dengan variabel-vari- evaluasi dan validasi model. Pada
Ekonomi. Indikator yang menjadi fokus abel lain yang berdasarkan literatur umumnya ada tiga kriteria evaluasi
dari studi ini adalah pertumbuhan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. yang digunakan yaitu: 1) Kriteria ekono-
ekonomi dan distribusi pendapatan Pertumbuhan ekonomi dalam model ini mi (tanda dan besaran); 2) Kriteria sta-
kelompok rumah tangga. Selain itu, juga direpresentasikan dengan nilai Produk tistik (uji t, F dan R2); dan 3) Kriteria
akan dilihat distribusi faktorial dan dis- Domestik Bruto (PDB) dalam bentuk lo- ekonometrika (multikolinieritas, auto-
tribusi sektoral akibat adanya investasi garitma natural. Adapun model yang di- korelasi dan heteroskedastisitas).
air minum. gunakan dalam penelitian ini adalah : Untuk melihat distribusi pendapat-
Secara khusus, hasil studi ini diharap- an maka digunakan Sistem Neraca So-
log(PDB) = α0 + α1 log(PDB(-1)) + α2 IAM
kan mampu memberikan manfaat be- sial Ekonomi (SNSE). Metodologi yang
rupa (i) terbentuknya sebuah model + α3TOT+ α4log(POP) + α5NE + α6NTM + akan digunakan dalam alat analisis ini
ekonomi tentang dampak investasi air hanya meliputi Analisis Matriks Peng-
α6NTM + α6Dkrisis + ε1
minum terhadap perekonomian khu- ganda yang dimaksudkan untuk mem-
susnya pertumbuhan ekonomi dan dis- berikan gambaran keterkaitan antar
tribusi pendapatan antar berbagai ke- Dimana : berbagai pelaku ekonomi di dalam per-
lompok rumah tangga; (ii) tersedia PDB : Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomian dan melakukan analisis eko-
suatu persamaan simulasi yang dapat Indonesia nomi mengenai dampak investasi air
digunakan untuk memprediksi dampak IAM : Rasio investasi air minum ter- minum terhadap perekonomian, khu-

24 Percik „ Juni 2006 „


STUDI

susnya terhadap pendapatan antar ber- Tabel 1


bagai kelompok rumah tangga. Simulasi Kenaikan Investasi Air Minum sebesar 10 Trilyun Rupiah

Simulasi Kebijakan TOT NE_PDB NTM_PDB POP IAM PDBF


Beberapa simulasi kebijakan dila-
kukan melalui studi ini yaitu (i) Simu-
Skenario dasar 28,02 8,68 37,16 0,22 13,70 463.738,90
lasi awal berupa peningkatan investasi
air minum baru sebesar 10 (sepuluh) Kenaikan IAM 10 T 29,52 8,50 36,39 0,22 19,79 467.552,50
trilyun rupiah. Hal ini dimaksudkan
untuk melihat dampak murni akibat pe- pertambahan populasi akan mendorong Aliran investasi baru akan mening-
ningkatan investasi air minum. Selan- kenaikan tingkat konsumsi masyarakat, katkan rasio air minum terhadap total
jutnya dana tersebut disimulasikan de- dimana konsumsi merupakan variabel investasi (IAM) dan rasio total investasi
ngan skenario sebagian dana digunakan yang memiliki kontribusi terbesar da- terhadap PDB (TOT). Variabel TOT ikut
untuk kegiatan yang bersifat penciptaan lam pembentukan PDB Indonesia. meningkat dikarenakan total investasi
lapangan kerja/padat karya ('job cre- Selain variabel populasi, hanya vari- didefinisikan sebagai penjumlahan dari
ation'), dan/atau sebagian dana digu- abel initial income yang memiliki pe- investasi air minum dan investasi lain-
nakan untuk sektor bukan air minum ngaruh cukup besar. Sementara itu, nya. Variabel NE dan NTM akan meng-
yaitu sektor kesehatan, pendidikan dan variabel lainnya seperti rasio investasi alami penurunan dikarenakan faktor
konstruksi, atau gabungan. Untuk itu air minum terhadap total investasi, pembaginya, yakni PDB mengalami
simulasi berikutnya adalah (ii) Simulasi rasio total investasi terhadap PDB, net peningkatan.
I berupa investasi di sektor air minum, ekspor terhadap PDB dan rasio nilai Sementara itu, variabel POP dia-
dimana 25 persen digunakan untuk job- tambah migas terhadap PDB pengaruh- sumsikan konstan. Sebagai pembanding
creation dan 75 persen lainnya digu- nya relatif kecil. digunakan nilai PDB pada tahun 2004
nakan untuk investasi air minum; (iii) yang kemudian disebut dengan skenario
Simulasi II berupa investasi seluruhnya dasar.
di sektor air minum; (iii) Simulasi III Tabel 1 menunjukkan bahwa aliran
berupa investasi di sektor lainnya (sek- Hasil studi ini investasi baru pada air minum sebesar
tor bukan air minum), dimana 50 10 (sepuluh) trilyun rupiah akan me-
persen digunakan untuk sektor pen-
memberikan gambaran ningkatkan rasio air minum terhadap
didikan dan kesehatan dan 50 persen yang jelas bahwa total investasi menjadi 19,79 persen
lainnya digunakan untuk sektor kon- investasi di sektor (meningkat sebesar 6,09 persen diban-
struksi; (iv) Simulasi IV berupa inves- air minum memberi dingkan skenario dasar) dan rasio total
tasi di sektor air minum yang disertai investasi terhadap PDB menjadi 29,52
dengan job-creation sebesar 50 persen
dampak positif persen (meningkat sebesar 1,51 persen
dan investasi di sektor lainnya (sektor pada pertumbuhan dibandingkan skenario dasar). Hasil
pendidikan dan kesehatan, sektor kon- ekonomi. akhir dari skenario ini menunjukkan
struksi) sebesar 50 persen; (v) Simulasi bahwa nilai PDB lebih besar 0,82 per-
V berupa investasi di sektor air minum sen atau 3,81 trilyun dibandingkan de-
yang disertai dengan job-creation sebe- ngan skenario dasar.
sar 75 persen dan investasi di sektor la- Rasio investasi air minum terhadap Hasil simulasi gabungan menun-
innya (sektor pendidikan dan kesehat- total investasi memiliki tanda positif, jukkan bahwa skenario V menyebabkan
an) sebesar 25 persen. yang menunjukkan bahwa peningkatan kenaikan total perekonomian terbesar
investasi air minum akan meningkatkan dibandingkan dengan keempat skenario
Beberapa Temuan Penting PDB walaupun dengan peningkatan lainnya. Secara lebih spesifik, nilai tam-
Hasil estimasi menunjukkan bahwa yang tidak terlalu besar. Nilai koefisien bah faktor produksi dan pendapatan
populasi (POP) merupakan variabel IAM mengartikan bahwa peningkatan rumah tangga akan mengalami pe-
yang paling besar pengaruhnya ter- rasio investasi air minum terhadap total ningkatan output terbesar apabila pe-
hadap PDB Indonesia dibandingkan investasi sebesar 10 persen hanya akan merintah menerapkan skenario kelima.
dengan variabel-variabel lainnya. Hal meningkatkan PDB sebesar 0,0428 Sementara itu, pendapatan neraca sek-
tersebut dapat dimengerti mengingat persen. tor produksi akan mengalami pe-

Percik „ Juni 2006 „ 25


STUDI

ningkatan terbesar apabila skenario pendapatan terendah pada sektor-sek- variabel yang digunakan terhadap PDB
yang diterapkan adalah skenario III. tor produksi. pada simulasi, diasumsikan PDB Indo-
nesia hanya dipengaruhi oleh variabel-
variabel yang tertangkap dalam model,
Tabel 2
sedangkan variabel-variabel lain di luar
Skenario I-V
model dianggap konstan.
Peningkatan Skenario 1 Skenario 2 Skenario 3 Skenario 4 Skenario 5 Kedua, penggunaan metode SNSE
yang dialami oleh Nilai dan Nilai dan Nilai dan Nilai dan Nilai dan untuk analisis ekonomi dalam peneli-
Persentase Persentase Persentase Persentase Persentase tian ini memiliki keterbatasan, yaitu: (i)
Nilai tambah faktor 15.669,99 13.335,81 14.922,44 15.296,06 15.992,02 metode yang digunakan relatif seder-
produksi (1,14) (0,97) (1,08) (1,11) (1,16) hana dan diasumsikan tidak terjadi
Pendapatan rumah 15.387,54 12.869,07 14.625,14 15.006,41 15.742,2 perubahan harga; (ii) model keseim-
tangga dan perusahaan (1,08) (0,90) (1,02) (1,05) (1,10) bangan umum SNSE dalam tulisan ini
Pendapatan neraca 29.112,52 29.706,45 31.770,77 30.435,68 30.266,53 bersifat statik, sehingga memiliki keter-
sektor produksi (0,99) (1,01) (1,08) (1,04) (1,03) batasan untuk peramalan jangka pan-
TOTAL 60.170,05 55.911,33 61.318,35 60.538,15 62.000,75 jang; (iii) model keseimbangan umum
(1,05) (0,97) (1,07) (1,05) (1,08) SNSE memiliki asumsi adanya fixed Le-
ontief technology, yang berarti dalam
Sumber : hasil estimasi model
Keterbatasan Studi kurun waktu saat model dibentuk sam-
Keterbatasan studi ini dapat dike- pai dengan jangka waktu tertentu
Kombinasi antara investasi air lompokkan menjadi 2 (dua) bagian, (umumnya lima tahun) teknologi diang-
minum yang disertai dengan job cre- yaitu: Pertama, penggunaan metode gap tetap. Jumlah permintaan dan pe-
ation dan investasi di sektor pendidikan ekonometrika untuk analisis ekonomi nawaran secara total selalu seimbang,
dan kesehatan (skenario 5) memberikan dalam penelitian ini memiliki keter- pengaruh harga terhadap input tidak
kenaikan nilai tambah faktor produksi batasan, yaitu: (i) model yang digu- ada dan semua komoditi dalam model
terbesar dibandingkan dengan keempat nakan tidak mampu menangkap feno- adalah demand driven, yang berarti
skenario lainnya. Sebaliknya, kenaikan mena swap investasi, yakni peralihan tidak ada kendala dalam pemenuhan
nilai tambah faktor produksi terkecil investasi dari sektor non air minum ke penawaran; dan (iv) model ini tidak
akan terjadi jika investasi seluruhnya sektor air minum; (ii) variabel IAM memperhitungkan dampak lanjutan
dilakukan pada sektor air minum yang yang digunakan mencakup semua in- dari adanya investasi air minum.
tanpa disertai dengan job creation (ske- vestasi yang dilakukan oleh perusahaan
nario II). dan non-perusahaan, sehingga tidak Penutup
Berdasarkan skenario gabungan dapat diukur investasi air minum yang Hasil studi ini memberi gambaran
yang dilakukan, kombinasi antara in- mana yang secara signifikan mempe- yang jelas bahwa investasi di sektor air
vestasi air minum yang disertai dengan ngaruhi PDB Indonesia; dan (iii) ketika minum memberi dampak positif pada
job creation dan investasi di sektor pen- dilakukan perhitungan rasio variabel- pertumbuhan ekonomi. Investasi di
didikan dan kesehatan (skenario 5) sektor air minum yang disertai kegiatan
akan memberikan kenaikan pendapatan yang bersifat padat karya ('job cre-
rumah tangga dan perusahaan terbesar. ation') menyebabkan dampak yang sig-
Investasi
Sementara itu, skenario kedua berdam- nifikan terhadap peningkatan penda-
pak pada peningkatan terendah diban- di sektor air minum patan rumah tangga miskin.
ding skenario lainnya terhadap penda- yang disertai kegiatan Langkah pengambilan kebijakan
patan rumah tangga dan perusahaan. yang bersifat padat karya melalui studi seperti ini akan memper-
Investasi di sektor Pendidikan dan kaya dasar-dasar pengambilan keputus-
('job creation')
Kesehatan dan sektor Konstruksi akan an. Diharapkan keputusan yang diha-
mengakibatkan kenaikan pendapatan menyebabkan dampak silkan dapat mempunyai landasan yang
neraca sektor produksi terbesar diban- yang signifikan terhadap jelas, rasional dan dapat dipertanggung-
dingkan dengan keempat skenario peningkatan pendapatan jawabkan. „
lainnya. Sementara itu, investasi di (disarikan dari hasil
rumah tangga miskin.
sektor air minum yang diikuti dengan Studi Ditjen Cipta Karya
job creation memberikan kenaikan Departemen Pekerjaan Umum).

26 Percik „ Juni 2006 „


STUDI

Studi Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi Pemerintah


terhadap Sanitasi yang Memihak Penduduk Miskin

S
FOTO:MUJIYANTO
ebagai bagian dari per- Anggota legislatif
siapan Indonesia Sa- memiliki peran yang pa-
nitation Sector Deve- ling penting dalam pe-
lopmentProgram (ISSDP), nentuan keputusan di
Study on Government's tingkat pemerintah dae-
Knowledge, Attitudes and rah, termasuk yang ter-
Motivation on Pro-Poor Sa- kait dengan program sa-
nitation dilaksanakan awal nitasi. Pemerintah pusat
tahun ini. Studi itu dimak- juga merupakan faktor
sudkan untuk mengevaluasi yang penting dan dapat
persepsi para pengambil memotivasi pemerintah
keputusan di tingkat nasio- daerah untuk lebih terli-
nal maupun daerah terhadap bat dalam program-pro-
penyediaan layanan sanitasi gram sanitasi. Berbagai
terutama bagi masyarakat program eksternal ter-
miskin. Studi dilaksanakan utama dari pemerintah
di enam kota, yaitu: Solok, pusat dapat mendorong
Blitar, Surakarta, Denpasar, Peka- wab masyarakat secara individu. Mere- pemerintah daerah untuk melakukan
longan, dan Gorontalo. ka beranggapan bahwa air limbah ru- investasi lebih besar dalam sektor sani-
Menurut studi ini, meskipun keba- mah tangga cukup ditangani pada fasi- tasi.
nyakan pemerintah daerah sasaran stu- litas sanitasi on-site dan tidak diperlu- Terdapat perbedaan persepsi yang
di menganggap sektor kesehatan meru- kan pengolahan lebih lanjut. Dengan substansial terhadap penyediaan sani-
pakan sektor yang sangat penting (prio- pemahaman seperti ini, pemerintah tasi untuk masyarakat miskin antara pe-
ritas pembangunan kedua setelah sek- daerah menganggap bahwa kesadaran merintah pusat dan pemerintah daerah.
tor pendidikan), air dan sanitasi tidak masyarakat terhadap pentingnya sani- Pemerintah pusat menganggap bahwa
mendapat perhatian yang cukup. Para tasi yang masih rendah merupakan fak- masyarakat miskin harus membayar
pengambil keputusan di tingkat daerah tor utama munculnya masalah-masalah untuk layanan sanitasi sedangkan pe-
lebih memfokuskan perhatian mereka kesehatan terkait sanitasi yang buruk. merintah daerah berpendapat bahwa la-
pada penanganan kesehatan yang bersi- Akibatnya, upaya pemerintah daerah yanan sanitasi untuk masyarakat miskin
fat kuratif. hanya terbatas pada program-program harus gratis. Perbedaan ini harus segera
Oleh karena itu perlu upaya untuk untuk mendorong masyarakat melaku- dijembatani sebelum program sanitasi
meningkatkan pengetahuan konseptual kan pengolahan air limbah pada tingkat yang melibatkan kerjasama pemerintah
dan teknis mengenai program sanitasi rumah tangga dengan fasilitas sanitasi daerah dengan pemerintah pusat dilak-
bagi pejabat pemerintah daerah dan on-site. sanakan.
anggota legislatif, khususnya terkait de- Peran pemerintah pusat masih sa- "Subsidi silang" dapat menjadi solusi
ngan metode pengelolaan air limbah ngat penting dalam penyediaan infor- yang optimal untuk mengatasi perde-
yang sesuai dengan kondisi daerah ma- masi dan referensi bagi pemerintah dae- batan antara pendekatan sosial atau eko-
sing-masing dan teknologi-teknologi sa- rah. Karena itu, perlu kampanye publik nomis dalam menangani program bagi
nitasi yang murah. di tingkat daerah untuk meningkatkan masyarakat miskin. Media massa me-
Sebagai dampak dari kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pen- rupakan sumber informasi utama bagi
pengetahuan tentang bagaimana me- tingnya sanitasi. Upaya ini diharapkan pemerintah daerah. Oleh karena itu me-
nangani air limbah, pemerintah daerah dapat mendorong pemerintah daerah dia perlu dilibatkan untuk meningkatkan
beranggapan bahwa air limbah bukan dan dewan legislatif untuk memberikan kesadaran pemerintah daerah dan ma-
merupakan tanggung jawab pemerintah prioritas yang lebih besar kepada sektor syarakatnya terhadap pentingnya kualitas
namun lebih merupakan tanggung ja- sanitasi. sanitasi yang lebih baik. „ AK

Percik „ Juni 2006 „ a


STUDI

SANIMAS Outcome Monitoring Study


U
ji coba SANIMAS (Sanitasi besar (BAB) di siang/malam hari. Selain taman) bisa menjadi arena bermain
oleh Masyarakat) dimulai pada itu SANIMAS mampu mengubah pola sekaligus menambah keindahan kota.
September tahun 2001 dan BAB, meningkatkan kebersihan ling- SANIMAS telah mengubah citra 'jorok'
berlangsung selama dua tahun sampai kungan. Sistem pengelolaan limbah dan sarana sanitasi.
tahun 2003. Proyek ini merupakan sa- tinja cukup baik dan murah dari sisi
lah satu kegiatan dari WASPOLA yaitu pemeliharaan jangka pendek. Namun e. Metodologi Pendekatan
proyek kerjasama Pemerintah Indone- dari sisi teknologi, teknologi SANIMAS Kendati internalisasi pendekatan pro-
sia dan Pemerintah Australia melalui tergolong mahal, apalagi biogas yang yek ini hanya dilakukan di awal proyek,
AusAID yang dikelola oleh WSP Bank dirancang belum bisa dimanfaatkan. konsistensi penerapannya cukup efektif.
Dunia. Pendekatan tersebut memang rumit tapi
Proyek ini bertujuan membantu b. Sosial Ekonomi mampu diterapkan untuk masyarakat
masyarakat, pemerintah daerah, dan SANIMAS belum mampu mening- kota dan diakui mampu menumbuhkan
fasilitator setempat dalam merancang, katkan pendapatan secara signifikan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki
merencanakan, dan melaksanakan kendati di beberapa lokasi bisa menum- masyarakat terhadap sarana.
kegiatan sanitasi berbasis masyarakat buhkan sumber dana kampung, mengu-
(SBM) yang sepenuhnya dikelola oleh rangi waktu BAB, dan memberi lapang- f. Finansial
masyarakat. Secara jangka panjang di- an kerja. Hanya saja secara sosial, pro- Satuan harga SANIMAS tergolong
harapkan ada pelembagaan SANIMAS yek ini mampu meningkatkan perilaku mahal apalagi jika jumlah pengguna ter-
sebagai pilihan SBM di Indonesia. hidup bersih dan sehat (PHBS), men- batas. Iuran pengguna tidak memadai
Uji coba proyek ini berlangsung di jalin hubungan antarwarga, menambah untuk perawatan jangka panjang karena
tujuh lokasi yakni Kabupaten Sidoarjo, forum silaturahmi masyarakat, dan ti- iuran tidak ditentukan atas biaya pema-
Kota Mojokerto, Kabupaten Pame- dak malu ketika ada tamu ingin BAB. kaian sesungguhnya (biaya OM), mela-
kasan, Kabupaten Pasuruan, Kota Bli- inkan atas kesepakatan dan kemam-
tar, Kota Kediri, dan Kota Denpasar. c. Kelembagaan puan warga. Selain itu mekanisme pen-
Sebagai rangkaian uji coba ini maka Kelembagaan proyek ini rata-rata danaan ketika pemerintah pusat tidak
dilaksanakan sebuah studi untuk me- didominasi oleh tokoh dan elit setem- boleh memberikan bantuan tunai kepa-
ngetahui dan mengukur hasil/keluaran pat. Keberadaan lembaga ini cukup di- da KSM sesuai Keppres 80, berpeluang
intervensi SANIMAS dengan menggu- kenal dan legalitasnya diakui oleh warga mengurangi nilai bantuan.
nakan indikator kondisi lingkungan, dan pemerintah setempat. Pengelolaan
perubahan perilaku, peran serta dan masih jalan dan pengguna masih taat g. Pelembagaan SBM
rasa memiliki masyarakat. Studi ini juga aturan. Namun arah KSM/BPS kurang Internalisasi pendekatan SBM di
dimaksudkan untuk menganalisa pelu- jelas karena hanya aktif di masa kon- tingkat pemerintah belum optimal tapi
ang dan hambatan untuk mereplikasi- struksi saja. Sedangkan peran fasilitator opini tentang replikasi SANIMAS cukup
kan pendekatan SANIMAS dalam skala sangat besar, sayang komposisi kurang tinggi. Tim koordinasi yang dirintis pa-
lebih luas di Indonesia. memadai karena lebih banyak laki-laki da tahap awal semakin redup dan inten-
Studi dilaksanakan pada tahun 2005 dengan latar belakang teknis yang me- sitas kegiatan sangat tergantung pada
selama 4 bulan oleh konsultan indepen- nonjol sehingga wanita dan kesehatan figur/tokoh kunci yang keberadaannya di
den. kurang diperhatikan. Selain itu, capaci- pemerintahan tidak bisa dipastikan. Pa-
ty building kebanyakan berlangsung dahal pelembagaan SBM sangat penting
Temuan pada awal proyek dan dukungan pe- dalam mengatasi permasalahan ling-
a. Keadaan SANIMAS (teknologi mangku kepentingan kurang optimal. kungan terutama di kawasan miskin.
dan sarana)
Pilihan teknologi SANIMAS (Ko- d. Lingkungan Fisik h. Replikasi
munal, MCK Plus) mampu memberikan Keberadaan SANIMAS mampu Ketergantungan teknis kepada
layanan kebutuhan sarana sanitasi yang mendukung perbaikan kondisi ling- BORDA cukup tinggi, padahal kebera-
aman dan sehat. Masyarakat merasa kungan secara fisik. Sumur dan sungai daan LSM seperti ini sangat terbatas.
nyaman terutama bagi perempuan, ma- aman dari pencemaran limbah dan Replikasi akan jalan bila muncul banyak
nula, dan anak-anak dalam buang air tinja. Pembangunan sarana MCK (plus LSM sejenis. „ MJ

b Percik „ Juni 2006 „


STUDI

Studi Evaluasi Kualitas Air Minum PDAM

M
enteri Kesehatan pada tahun coli pada air baku yang mengindi- ringan distribusi.
2002 mengeluarkan kepu- kasikan air tidak tercemar oleh tinja Mengenai pengawasan secara inter-
tusan No. 907/Menkes/SK/- manusia. Di pengolahan dan distribusi, nal, studi ini menemukan fakta bahwa
VII/2002 tentang Syarat-syarat dan air bebas dari E. coli. pengawasan kualitas secara internal
Pengawasan Kualitas Air Minum. Ha- Secara kimiawi, semua parameter belum berjalan dengan baik khususnya
nya saja peraturan itu belum bisa dica- memenuhi syarat kecuali untuk besi di PDAM Buleleng dan Kota Malang.
pai oleh semua Perusahaan Daerah Air pada air baku dan boron di outlet pada Hal ini terkait dengan jumlah dan fre-
Minum (PDAM) yang ada. Hampir se- PDAM Tirtanadi. Namun pada jaringan kuensi yang dipersyaratkan dalam Kep-
mua perusahaan itu baru mampu mem- berikutnya air yang sama sudah me- menkes. Selain itu pengawasan yang
produksi air bersih, belum air minum. menuhi persyaratan. Sedangkan para- dilakukan belum didukung dengan in-
Hingga saat ini, hanya tiga PDAM meter Antimoni, Benzo(a)pyrene, Al- formasi observasi kondisi instalasi pe-
yang mampu menghasilkan air siap mi- drin, Dieldrin, chlordane, heptachlor ngolahan dan jaringan distribusi.
num-artinya tanpa perlu diperlakukan tidak memberikan hasil yang absolut, Sementara itu menyangkut peng-
terlebih dahulu air bisa langsung di- namun hanya menunjukkan hasil <0,01 awasan eksternal yang dilakukan oleh
minum dengan aman-yaitu PDAM Tir- atau <1. Ini terkait dengan limit detec- Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di-
tanadi Kota Medan, PDAM Kabupaten tion pengukuran. peroleh temuan bahwa pengawasan
Buleleng, dan PDAM Kota FOTO:MUJIYANTO
cukup optimal namun
Malang. Studi ini dimaksud- langkah itu belum mam-
kan untuk mengetahui kon- pu memberikan informasi
disi kualitas air minum yang lengkap terkait kondisi
dihasilkan apakah memenuhi sarana instalasi peng-
syarat kesehatan sesuai Kep- olahan dan jaringan dis-
menkes No. 907 tahun 2002. tribusi. Selain itu parame-
Studi dilaksanakan pada ter yang diperiksa oleh
Desember 2005. Pelaksana instansi tersebut me-
kegiatan yakni petugas dari nyimpang baik itu bak-
PT Sucofindo, Jakarta dengan teriologis, kimia, dan fisik
difasilitasi oleh petugas dari dengan penyimpangan
Depkes, Dinkes Propinsi dan yang tidak terlalu besar.
Kabupaten/Kota. Sampel di- Pengawasan belum didu-
ambil dari tiga titik yakni air kung dengan MoU.
baku, air di pengolahan, dan Berdasarkan hasil te-
air di titik distribusi. Selain muan tersebut, studi ini
itu dikumpulkan pula data sekunder memberikan masukan antara lain
dari Dinkes setempat. Pemeriksaaan Parameter radioaktif Gross Alpha PDAM perlu melakukan monitoring ru-
laboratorium dilakukan di Jakarta me- Activity tidak memenuhi persyaratan tin terhadap kondisi instalasi pengola-
liputi kualitas bakteriologis, fisik, kimia, kesehatan pada air baku PDAM Kota han dan jaringan distribusi; pe-
dan radioaktif air. Malang, dan jaringan distribusi PDAM ningkatan sosialisasi Kepmenkes 907
Berdasarkan hasil pemeriksaan bak- Tirtanadi dan PDAM Buleleng. Tapi pa- tahun 2002 di PDAM dan Dinkes; pe-
teriologis, air baku di PDAM Tirtanadi da jaringan berikutnya air tersebut telah ningkatan kinerja pengawasan kualitas
dan Kota Malang total coliformnya ma- memenuhi persyaratan kesehatan. air baik secara internal dan eksternal;
sing-masing 800 dan 300. Data ini Observasi terhadap instalasi peng- peningkatan capacity building PDAM
mengindikasikan bahwa di kedua kota olahan menemukan bahwa PDAM Bu- dalam rangka pengawasan kualitas air;
itu air baku tidak memenuhi syarat ke- leleng kurang memperhatikan kondisi perlu inspeksi sanitasi secara berkala
sehatan karena tercemar limbah orga- reservoir. Ini ditandai dengan ditemu- oleh PDAM dan Dinkes; dan perlu bim-
nik. Namun demikian di ketiga PDAM kannya serangga/kecoak. Dan di PDAM bingan teknis secara berkala untuk me-
tidak ditemukan adanya Escherichia Tirtanadi ditemukan air keruh di ja- ningkatkan kinerja PDAM. „ MJ

Percik „ Juni 2006 „ c


STUDI

Studi Evaluasi Kebutuhan Air Bersih


sebagai Dampak Kenaikan Harga BBM
S
FOTO:KR DEWI
ejak 2001, pemerintah mengam- mandi, dan cuci. Hanya saja, masyara-
bil kebijakan untuk mengurangi kat belum merasa puas dengan sarana
subsidi bahan bakar minyak yang ada karena beberapa hal antara
(BBM). Kebijakan ini berdampak pada lain kualitas air kurang baik (berbau
kenaikan biaya pengeluaran masyarakat dan berasa).
akibat kenaikan harga barang dan jasa. Di sisi ekonomi, masyarakat bisa
Khusus bagi masyarakat miskin, peme- memperoleh air dengan harga lebih mu-
rintah berusaha mengurangi beban rah. Persentase pengeluaran untuk kon-
biaya pengeluaran dengan mengemba- sumsi air bersih tidak sampai mencapai
likan secara langsung dana subsidi BBM lima persen dari total penghasilan atau
melalui Program Kompensasi Pengu- hanya lima persen dari total pengelu-
rangan Subsidi (PKPS) BBM. Program aran rumah tangga. Khusus pengguna
ini dilaksanakan di tujuh sektor yakni sambungan rumah (SR) bahkan penge-
OPK beras, kesehatan, pendidikan, ang- inventarisasi laporan kegiatan di tiap luarannya tidak lebih dari 0,5 persen
kutan bus kota, air bersih, penguatan propinsi, survei lapangan, dan wawan- dari penghasilan dan pengeluaran ru-
permodalam LKM, dan pemberdayaan cara tim koordinasi propinsi dan pim- mah tangga.
masyarakat pesisir. pro P2SP serta PDAM. Dari sisi pemberdayaan masyarakat,
Khusus di sektor air bersih, alokasi sebagian besar kelompok sasaran me-
dana PKPS BBM disalurkan melalui Hasil Studi miliki organisasi pengelola sarana air
Program Penanggulangan Dampak Pe- Dari segi aksesibilitas, program SB- bersih. Di sebagian lokasi malah partisi-
ngurangan Subsidi BBM untuk Penye- AB telah memungkinkan masyarakat pasi masyarakat telah ada sejak awal
diaan Air Bersih (Program SB-AB). yang menjadi kelompok sasaran dapat perencanaan. Masyarakat terbukti telah
Progam ini bertujuan mengurangi be- memperoleh air dengan mudah. Hal ini mengenali dan kemudian memanfa-
ban masyarakat miskin atau masyarakat dapat dilihat dari jumlah tangga peng- atkan sumber daya yang mereka miliki.
yang kesulitan memenuhi kebutuhan guna prasarana yang cukup besar, Sedangkan dari sisi manajemen pro-
air bersih sehingga mereka dapat mem- khususnya untuk prasarana sambungan yek, program ini telah memenuhi krite-
peroleh air bersih dengan biaya yang rumah. Rata-rata pengguna sambungan ria 'tepat waktu' dengan dasar tidak ada
lebih murah dan/atau lebih mudah rumah 246 KK, sedangkan untuk hidran pelaksanaan pembangunan yang ter-
mendapatkannya dibanding sebelum- umum (HU) dan tangki air (TA) sebesar lambat dan 'tepat mutu' karena sebagi-
nya. Sasarannya masyarakat miskin di 29,80 KK. an besar sarana yang dibangun dalam
daerah kumuh perkotaan dan perde- Ada penurunan jumlah rumah tang- kondisi baik. Hanya saja muncul perta-
saan, termasuk desa nelayan, yang ga pengguna HU dan TA dari tahun ke nyaan sehubungan dengan kriteria 'te-
belum terlayani PDAM, rawan air tahun karena mereka telah mampu me- pat sasaran', mengingat kelompok ma-
bersih, membeli air dengan harga ma- nyediakan sendiri prasarana air bersih- syarakat yang menjadi pemanfaat pro-
hal, lokasi air jauh, kekeringan di mu- nya. Bahkan banyak hidran umum yang gram ini adalah kelompok masyarakat
sim kemarau. Sasaran ini meliputi tak berfungsi lagi. yang tidak dapat digolongkan sebagai
1.000 kelurahan/desa di 347 kabupa- Program SB-AB memudahkan ma- masyarakat miskin.
ten/kota di 30 propinsi. syarakat menjangkau air bersih. Jarak Berdasarkan kondisi tersebut reko-
Program tersebut telah berlangsung yang ditempuh ke HU/TA rata-rata mendasi yang disampaikan antara lain
selama empat tahun. Sebuah studi hanya 51-74 meter. Sedangkan waktu pembangunan HU bisa dilanjutkan asal
dilakukan untuk mengevaluasi keber- yang dibutuhkan rata-rata 10,16 menit. merupakan stimulan dan perlu ketepat-
hasilan pencapaian sasaran, identifikasi Dengan adanya sarana ini memung- an dalam pemilihan lokasi proyek ter-
kendala, hambatan, serta permasalahan kinkan sebagian besar masyarakat pe- utama menyangkut faktor ekonomi yak-
yang dihadapi dalam pencapaian sa- nerima dapat memenuhi kebutuhan vi- ni menyangkut tingkat kesejahteraan-
saran. Studi dilakukan dengan cara tal mereka seperti minum, masak, nya. „ MJ

d Percik „ Juni 2006 „


PROGRAM

Sekilas Indonesia Sanitation Sector


Development Program (ISSDP)

S
ektor sanitasi merupakan salah sanakan pada bulan April 2006. rangka kebijakan dan peraturan,
satu pelayanan publik yang Secara umum program ini bertujuan strategi, serta rencana aksi dan pan-
mempunyai kaitan erat dengan untuk meningkatkan kondisi kesehatan, duan yang diperlukan untuk opera-
pengurangan kemiskinan di Indonesia. lingkungan dan ekonomi masyarakat sionalisasi kebijakan; dan melakukan
Kondisi sanitasi baik di perkotaan dan Indonesia, khususnya masyarakat mis- klarifikasi terhadap kerangka kelem-
perdesaaan belum baik sehingga ber- kin, melalui peningkatan pelayanan bagaan sanitasi pada tingkat nasional
dampak buruk terhadap kesehatan dan sanitasi serta meningkatkan profil sani- dan daerah.
lingkungan. Hal itu berlangsung sampai tasi di Indonesia melalui (i) pening- 2. Pengembangan kerangka kerja in-
sekarang. katan kesadaran (pemerintah, masyara- vestasi yang terkoordinasi. Kompo-
Sebanyak 47 persen populasi di kat, NGOs, swasta) mengenai pen- nen ini untuk mengembangkan kon-
Indonesia tidak memiliki akses ter- tingnya kualitas sanitasi yang baik; (ii) sensus antar-stakeholder yang men-
hadap fasilitas sanitasi dasar dan hanya pemantapan strategi pembangunan sek- cakup lembaga-lembaga pemerintah,
sedikit sekali kota yang memiliki sistem tor sanitasi; (iii) penggalian dan mobil- donor, sektor swasta dan LSM me-
sewerage dengan total cakupan pe- isasi dana pemerintah, swasta, NGOs, ngenai tujuan dan prinsip-prinsip
layanan 14 persen populasi kota. Data dan masyarakat. kerangka investasi sektor sanitasi
lain dari Bappenas menunjukkan hanya yang terkoordinasi.
35 persen populasi di Indonesia yang 3. Pengembangan kampanye kesadar-
Total investasi pada
memiliki akses yang baik terhadap sani- an sanitasi dan promosi hygiene.
tasi seperti toilet dan tangki septik. sanitasi kota (pengumpulan Komponen ini merupakan upaya
Akibatnya, diare menjadi penyebab dan pengolahan) hanya advokasi dan pemasaran untuk men-
kedua terbesar kematian balita (46 per mencapai US$ 200 juta stimulasi dan meningkatkan kebu-
1.000 kelahiran hidup) dan penyebab selama 20 tahun terakhir. tuhan terhadap layanan sanitasi yang
ketiga terbesar pada kematian bayi (32 baik melalui kegiatan-kegiatan kam-
per 1.000 kelahiran). panye kesadaran sanitasi dan pro-
Investasi publik pada sektor sanitasi Sedangkan sasaran program yaitu mosi hygiene skala nasional.
sangat rendah. Total investasi pada sa- memantapkan kerangka kerja yang ber- 4. Pengembangan kapasitas lembaga
nitasi kota (pengumpulan dan pengolah- kelanjutan bagi pelayanan sanitasi yang dan strategi tingkat kota. Melalui
an) hanya mencapai US$ 200 juta sela- berpihak pada masyarakat miskin me- komponen ini, tim ISSDP bersama
ma 20 tahun terakhir dari proyeksi lalui pengembangan penyusunan kebi- dengan pemerintah kota melakukan
kebutuhan (untuk infrastruktur air dan jakan dan perencanaan strategi yang pemetaan sanitasi (sanitation map-
sanitasi) sebesar US$ 1 trilyun per terpadu dan efektif, pengembangan ping) dan penilaian terhadap kondisi
tahun sampai 2015. kapasitas kelembagaan, dan pemba- sanitasi (situation assessment), mela-
Menyikapi hal ini, Pemerintah ngunan kesadaran hidup bersih. ISSDP kukan pengembangan kapasitas dan
Indonesia merancang sebuah program, dilaksanakan di 6 kota yaitu Surakarta, mengembangkan strategi dan ren-
Indonesia Sanitation Sector Deve- Blitar, Denpasar, Banjarmasin, Jambi, cana aksi sanitasi tingkat kota.
lopment Program (ISSDP). Program ini dan Payakumbuh. 5. Dukungan terhadap pilot project sa-
berlangsung dalam kurun waktu 3-4 ISSDP mempunyai enam komponen nitasi tingkat masyarakat/komuni-
tahun (2006-2009), yang merupakan kegiatan antara lain: tas. Komponen ini menyediakan dana
bagian dari Indonesia Water Trust 1. Pengembangan kerangka kerja sek- dampingan untuk membangun sis-
Fund yang dikelola oleh Bank Dunia tor sanitasi yang efektif. Komponen tem sanitasi berbasis masyarakat
(WSP-EAP). Dana yang disediakan oleh ini bertujuan untuk meningkatkan ke- yang merupakan prioritas yang telah
negara donor (Pemerintah Belanda) sadaran dan kapasitas para pembuat ditetapkan dalam strategi dan ren-
dalam program ini sebesar ± US$ 8 juta. kebijakan di tingkat nasional, propin- cana aksi tingkat kota.
Secara resmi, ISSDP mulai dilak- si dan kota, menyempurnakan ke- 6. Dukungan terhadap implementasi

Percik „ Juni 2006 „ 27


PROGRAM

rencana aksi pemerintah kota. Kom-  Kegiatan fast track menyusun strategi advokasi sektor sa-
ponen ini menyediakan dana dam- Kegiatan fast track ini merupakan nitasi untuk pemerintah daerah dan
pingan untuk melakukan desain dan kegiatan persiapan untuk pelaksanaan merupakan input awal bagi tim ISSDP
implementasi solusi-solusi fisik, ke- ISSDP. Fast track ini mengumpulkan untuk menyusun strategi kampanye
lembagaan dan finansial yang diper- berbagai informasi dasar mengenai sanitasi yang lebih komprehensif.
lukan untuk mendorong masyarakat pembangunan sektor sanitasi serta pe- Kegiatan ini terbagi menjadi 3 bagian:
miskin mengintegrasikan fasilitas nyusunan materi advokasi yang akan di-  Contract A: Study on Government's
sanitasi berbasis komunal dengan sis- kembangkan lebih lanjut dalam ISSDP. Knowledge, Attitude and Motivati-
tem sewer kota, sebagaimana yang Kegiatan fast track dilaksanakan pada ons towards pro poor sanitation.
diidentifikasi dalam rencana aksi sa- bulan November 2005 - Maret 2006, Studi ini ditujukan untuk melakukan
penilaian terhadap tingkat penge-
tahuan, sikap dan motivasi pemerin-
tah pusat dan daerah terhadap upa-
ya-upaya penyediaan layanan sani-
Kerangka kerja tasi bagi masyarakat miskin.
Kerangka kerja
sanitasi
sanitasi  Contract B: The State of Sani-
Komp.
Komp. 1 dan
1 dan 2 2 tation in Indonesia
Studi ini merupakan upaya untuk
mengumpulkan fakta-fakta terkait
dengan kondisi secara umum sek-
tor sanitasi di Indonesia dan
dampak-dampak buruk yang terja-
Peningkatan
Peningkatan Peningkatan kapasitas di apabila tidak dilakukan upaya-
kebutuhan layanan
kebutuhan Peningkatan kapasitas
untuk menyediakan upaya perbaikan.
layanan
sanitasisanitasi untuk menyediakan
layanan sanitasi  Contract C: Communication and
KOmp. 3
Komp. 3 layanan
Komp.sanitasi
4 advocacy strategy
Komp. 4 Pilot project Kegiatan ini merupakan penyu-
Komp.
Pilot 5Project
dan 6 sunan dokumen strategi komu-
nikasi dan advokasi sektor sanitasi
Komp. 5 dan 6
berdasarkan masukan-masukan
dari dua kegiatan studi sebelum-
nya (contract A dan contract B).

z Sanitation Mapping
nitasi tingkat kota. dan terbagi menjadi dua bagian utama Sanitation Mapping ini merupakan
Dari keenam komponen tersebut di yaitu: bagian dari komponen 4 (Pengem-
atas, komponen 1-4 dilaksanakan pada z Study of sanitation in poor urban bangan kapasitas lembaga dan strategi
2 tahun pertama pelaksanaan ISSDP communities tingkat kota). Tujuan kegiatan ini yaitu
(2006 -2008), dan komponen 5-6 akan Studi ini bertujuan untuk memotret memetakan kondisi saat ini dari layan-
dilaksanakan setelah masing-masing kondisi sanitasi pada masyarakat mis- an sanitasi di kota-kota sasaran ISSDP
kota menyusun strategi dan rencana kin perkotaan di Indonesia, dilaksa- serta mengidentifikasi pihak-pihak yang
aksi sanitasi. Hubungan antara ke- nakan di 8 kota (Bandung, Surabaya, terlibat dalam pembangunan sektor sa-
enam komponen ISSDP dapat diilus- Banjarmasin, Denpasar, Jambi, Sura- nitasi di tingkat kota berikut pembagian
trasikan pada gambar di atas. karta, Blitar, Payakumbuh). peran dan tanggung jawab. Kegiatan ini
Pelaksanaan Kegiatan ISSDP hingga z The state of sanitation in Indonesia: sudah dimulai di Surakarta, Blitar,
Bulan Juni 2006: Kegiatan ini merupakan upaya untuk Banjarmasin dan Denpasar. „ AK

28 Percik „ Juni 2006 „


I N O VA S I

X Flow Rotary Carbonizer


'Insinerator'
Ramah Lingkungan
P
FOTO:ISTIMEWA
ersoalan sampah menjadi hal
yang menyita perhatian di kota-
kota besar. Sampah bertambah
banyak tapi lahan bertambah sempit.
Pengelolaan yang seadanya justru me-
nimbulkan masalah baru. Berbagai upaya
dilakukan untuk mengurangi timbunan
sampah. Satu di antaranya yakni dengan
insinerator. Sampah dibakar begitu saja.
Secara kasat mata volume reduksi yang
dihasilkannya sangat menjanjikan.
Namun ada hal yang tidak kasat mata dan
dapat dibuktikan secara kimiawi
dihasilkan pada proses pembakaran sam-
pah. Banyak senyawa kimia sangat
beracun terbentuk pada proses pem-
bakaran sampah yang tidak terkontrol,
apalagi jika sampah yang dibakar adalah
sampah yang heterogen. Hasil emisi yang
paling berbahaya yakni terbentuknya Pembakaran sampah menghasilkan dioksin yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.
senyawa dioksin dan furan yang sangat
berbahaya bagi kesehatan manusia. Selain 25-500 kg sampah per jam. nic compounds (SVOCs), (poly aromat-
itu, insinerator merupakan sumber utama Alat ini menggunakan teknologi ic hydrocarbon/PAHs), (poly chlori-
pencemar logam berat misalnya, mercury Low Temperature Thermal Desorption nated biphenyl/PCBs), minyak, pestisi-
(Hg), timbal (Pb), kadmium(Cd), arsen (LTTD). Prosesnya mirip dengan insi- da dan beberapa logam kadmium, mer-
(As), cromium (Cr) dan gas pembentuk nerasi tapi dengan suhu lebih rendah. cury, timbal serta non logam misal ar-
hujan asam yaitu oksida nitrogen (NOx) Dengan sistem thermal desorption ini, sen, sulfur, chlor dan lain-lain. Material
dan oksida sulfur (SOx). Walhasil penggu- material diuraikan pada suhu rendah yang telah terpisah dalam bentuk uap-
naan insinerator tak lagi direkomen- (< 300 oC) dengan pemanasan tidak nya akan lebih mudah untuk di-
dasikan. langsung serta kondisi tekanan udara kumpulkan kembali dengan cara dikon-
Kini ada inovasi alat baru yang mirip yang rendah (vakum). Proses ini me- densasikan, diabsorbsi menggunakan
insinerator tapi prosesnya berbeda sa- mungkinkan material akan lebih mudah filter, larutan atau media lain sehingga
ma sekali. Alat ini hasil pengembangan diuapkan dibandingkan dalam tekanan tidak tersebar kemana-mana. Dengan
PT Hepasin Medika Pratama bekerja tinggi. Dan yang terjadi dalam sistem sistem thermal desorption material
sama dengan Fakultas MIPA UI melalui itu yakni proses fisika tidak ada reaksi yang berbahaya dipisahkan agar lebih
serangkaian uji coba. Namanya 'X Flow kimia seperti misalnya reaksi oksidasi. mudah untuk ditangani entah akan di-
Rotary Carbonizer'. Temuan ini bahkan Cara ini sangat efektif untuk memisah- buang atau dimanfaatkan kembali, se-
telah dipatenkan dan diujicobakan di kan bahan-bahan organik yang mudah dangkan bahan-bahan organik yang su-
beberapa perusahaan seperti PT Caltex menguap misalnya, (volatile organic kar menguap akan terkarbonisasi men-
Indonesia. Alat ini mampu mengolah compounds/VOCs), semi-volatile orga- jadi arang (Gambar di sebelah).

Percik „ Juni 2006 „ 29


I N O VA S I

Gambar
Prinsip Low TemperatureThermal Desorption (LTTD)

FOTO:PT HEPASIN
Sistem ini mengandung pula wet
scrubber dan filter karbon untuk me-
nangkap partikulat dan gas-gas bera-
cun yang mungkin terbentuk pada
proses desorbsi. Keunggulan sistem ini
ialah prosesnya cepat dan biaya inves-
tasi peralatan dan operasionalnya
murah, unitnya dapat dibuat kecil
sehingga dapat dibuat sistem yang
bergerak. „ MJ

PERBANDINGAN
INSINERATOR DAN CARBONIZER
Carboniser Insinerator
Non Dioxin Dioxin pada waktu penurunan dan
kenaikan suhu
Biaya operasional rendah Biaya operasional tinggi :
- listrik - listrik
- konsumsi bahan bakar - konsumsi bahan bakar
Tidak pakai batu api Batu api sering retak karena opera-
sional tidak kontinu (panas/dingin),
Batu api mahal sekali
Temperatur rendah (250-350oC) Temperatur tinggi (600-1200oc)
0
C)
Thermolisis tidak langsung Pembakaran langsung
Penguapan tekanan rendah Tekanan tinggi untuk pembakaran
Proses dekontaminasi pendek (10-65 Proses pembakaran panjang memerlu-
menit *maksimal) kan pemanasan pendahuluan dan pe-
nurunan suhu ; 4-6 jam

30 Percik „ Juni 2006 „


WAWA S A N

Air Mengalir
dari Negara ke Swasta
P
ada tanggal 19 Juli 2005 Mah- penguasaan hajat hidup orang banyak,
Oleh: Muhamad Zainal Arifin*
kamah Konstitusi (MK) telah sebenarnya terinspirasi pemikiran Jhon
memberikan putusan terhadap Locke.
judicial review UU No. 7 tahun 2004 hak asasi manusia. Di dalam bukunya Risalah Jhon Locke tentang hak
tentang Sumber Daya Air (UU SDA). Di Making Sense on Human Right, James milik secara efektif telah melegitimasi
dalam putusannya, MK menolak per- W. Nickel (1996) membagi hak ekonomi pencurian barang-barang milik ber-
mohonan uji materil UU SDA. Putusan menjadi dua yakni hak produksi dan sama di Eropa semasa gerakan pema-
yang diambil MK memang sangat me- hak konsumsi. Bila kita membicarakan garan pada abad ke 17. Jika kita meng-
ngejutkan mengingat di dalam putusan hak ekonomi di Amerika Serikat, maka ubah keadaan di mana alam terberi dan
terhadap UU Ketenagalistrikan, MK kalangan liberal akan membayangkan dibiarkan begitu saja, kemudian kita
menerima permohonan uji materil. Pa- hak-hak kesejahteraan, sedangkan ka- mencampurkan tenaganya ke dalam-
dahal sektor air dan ketenagalistrikan langan konservatif akan membayang- nya, dan menggabungkan sesuatu dari
sama-sama menguasai hajat hidup kan hak-hak para pengusaha (James W. dirinya, maka barang tersebut akan
orang banyak seperti yang tertera di Nickel, 1996:213). menjadi miliknya.
dalam pasal 33 UUD 1945. Tetapi perlu diingat bahwa dalam
Selain itu sebagai hak asasi, pe- penggunaan hak produksi setidaknya
ngelolaan air tidak bisa dipindahta- Jika kita melihat carut marut ada pembatasan seperti yang diatur
ngankan ke swasta. Implikasi dari do- pengelolaan air di Indonesia, dalam International Covenant Econo-
minannya peran swasta adalah dalam apakah kita tetap bersikukuh my, Social and Culture Right (ICESCR)
hal menetapkan biaya penyediaan air bahwa tanggung jawab tahun 1966 yang sudah diratifikasi In-
akan menyulitkan rakyat dalam meng- pemenuhan hak atas air tetap donesia 30 September 2005 silam. Di
konsumsi air. Dari pengalaman selama dalam pasal 1 ayat 2 Kovenan tersebut
diserahkan kepada pemerintah?
ini, perusahaan swasta selalu menetap- berbunyi "Semua orang boleh, demi
kan prinsip pemulihan biaya penuh (full Tidak bolehkah swasta diberikan tujuan-tujuan mereka sendiri, secara
cost recovery) untuk memaksimalkan peranan untuk mengelolanya? bebas mengelola kekayaan dan sumber
profit dan mempercepat pengembalian alam mereka tanpa mengurangi kewa-
modal. Prinsip tersebut pada praktiknya jiban-kewajiban yang timbul dari kerja
bertentangan dengan hak rakyat atas Hak-hak yang menyangkut produksi sama ekonomi internasional, yang di-
air, terlebih pada kelompok masyarakat berkaitan langsung dengan akses orang dasari prinsip keuntungan bersama dan
miskin. pada produksi atau dengan peranan, hukum internasional. Sama sekali tidak
Yang menjadi pertanyaan selanjut- keselamatan dan perlakuan yang adil diperbolehkan merampas sarana peng-
nya adalah jika memang air dipandang bagi mereka dalam aktivitas-aktivitas hidupan seseorang ". Dengan demikian
sebagai hak asasi yang paling asasi, produksi. Jika diimplementasikan, hak- hak ekonomi yang menyangkut produk-
apakah diperbolehkan hak atas air hak produksi tidak hanya menyediakan si tidak bisa dilaksanakan secara
diberikan hak produksi? Pendek kata, jaminan-jaminan sosial bagi adanya mutlak.
apakah pengelolaan air boleh diprivati- kebebasan dan tunjangan, melainkan Sedangkan hak konsumsi mencakup
sasi? juga suatu struktur yang mantap di hak-hak kesejahteraan yakni berhu-
Untuk memahami lebih jauh ten- mana transaksi ekonomi dan dengan bungan dengan hak atas ketersediaan
tang apakah swasta diperbolehkan demikian pasar dapat muncul. Pe- barang-barang yang dibutuhkan untuk
untuk mengelola air, ada baiknya ter- mikiran hak-hak produksi yang mem- kelangsungan hidup serta kehidupan
lebih dahulu kita memahami hak berikan kesempatan kepada setiap yang layak. Di dalam ICESCR 1966 me-
ekonomi yang notebene sub sistem dari orang untuk berpartisipasi dalam mang tidak menyinggung konsumen,

Percik „ Juni 2006 „ 31


WAWA S A N

namun merumuskan sejumlah norma sebenarnya ada tiga penyebab utama. kehidupan partai politik di tingkat lokal.
untuk melindungi hak konsumsi Pertama, peraturan yang mengatur ten- Dengan adanya kesemrawutan
masyarakat. Pertama, kovenan ini tang Perusahaan Daerah Air Minum pengelolaan air yang dilakukan peme-
benar-benar mengutuk diskriminasi di (PDAM) yakni UU No. 5 tahun 1962 rintah seharusnya kita tidak perlu
bidang ekonomi dan bidang-bidang sudah ketinggalan zaman alias sudah khawatir terhadap privatisasi air.
lain. Kedua, kovenan ini menanggapi tidak up to date lagi. Banyak pasal yang Privatisasi akan dapat memberikan
daya beli yang tidak memadai dengan ada sudah tidak sesuai lagi dengan harapan baru untuk terciptanya
merumuskan hak setiap orang atas perkembangan zaman dan sebaiknya pelayanan air yang lebih baik. Ada dua
standar kehidupan yang memadai, harus ada revisi. Selain itu juga perlu alasan mengapa kita tidak boleh
maupun hak atas jaminan sosial, ditambahkan ketentuan yang meliputi antipati terhadap privatisasi air.
pelayanan medis dan pendi- Pertama, privatisasi air di
dikan. FOTO:MUJIYANTO
Indonesia tidak akan menye-
Dengan demikian, jika kita babkan perpindahan monopoli
mengunakan konsep James W. yang dulunya hanya dikuasai
Nickel tentang hak ekonomi, pemerintah menjadi swasta. Hal
maka hak atas air hanya meru- ini disebabkan ketentuan pasal 27
pakan hak ekonomi yang me- dan 28 UU No. 5 tahun 1999 ten-
nyangkut konsumsi. Ini berarti tang Larangan Praktek Monopoli
orang perseorangan maupun dan Persaingan Usaha Tidak
swasta tidak mempunyai hak Sehat, telah memberikan la-
ekonomi menyangkut produksi. rangan kepada pelaku usaha
Hal senada pun juga pernah untuk melakukan penggabungan,
diutarakan Vandhana Shiva. peleburan ataupun pengambil-
Dalam bukunya Water Wars alihan saham perusahaan lain
Privatisasi Polusi dan Profit, yang dapat mengakibatkan ter-
Vandhana Shiva berargumen jadinya praktek monopoli.
bahwa sebagai hak asasi, hak Karena itu dengan adanya UU
atas air merupakan hak guna No. 5 tahun 1999, kekhawatiran
(usufructuary rights) yang artinya air orang tentang fenomena monopoli air oleh
boleh dimanfaatkan tapi tidak bisa di- transparansi, akuntabilitas, profesio- swasta sungguh tidak beralasan.
miliki. nalisme dan kemandirian Perusahaan Kedua, dengan adanya privatisasi,
Namun, jika kita melihat carut Daerah dalam mengelola keuangan. maka ada persaingan usaha di antara
marut pengelolaan air di Indonesia, Penyebab kedua yakni korupsi di pesaing. Para pelaku usaha harus mela-
apakah kita tetap bersikukuh bahwa tubuh PDAM. Adanya otonomi daerah kukan efisiensi dan memberikan pelayanan
tanggung jawab pemenuhan hak atas air menyebabkan korupsi di PDAM makin yang memuaskan kepada masyarakat jika
tetap diserahkan kepada pemerintah? menggila. Berbagai dana bantuan dari ingin mempunyai banyak pelanggan.
Tidak bolehkah swasta diberikan pe- negara donor dan Bank Dunia yang Ujung-ujungnya kalau terjadi persaingan
ranan mengelola mengingat fakta me- seharusnya digunakan untuk memper- usaha, maka cakupan pelayanan air akan
nunjukkan bahwa penduduk perkotaan baiki infrastruktur pengelolaan air di- semakin meluas dan harga air makin ter-
yang terlayani air perpipaan sebesar 40 sunat oleh oknum PDAM dan pejabat di jangkau oleh rakyat.
persen (sekitar 33 juta penduduk), daerah. Akibatnya total utang PDAM Dengan privatisasi air, maka diha-
perdesaan sebesar 8 persen (sekitar 10 mencapai Rp 5,2 trilyun dan kualitas rapkan pada masa yang akan datang
juta penduduk), dan tingkat kebocoran pelayanan air tidak membaik bahkan tingkat korupsi perusahaan air di berba-
rata-rata nasional mencapai 40 persen. justru makin parah. gai daerah berangsur-angsur semakin
Dari sekitar 306 PDAM, 90 persen Penyebab ketiga, kurangnya ke- berkurang dan pelayanan air kepada
dalam kondisi yang tidak layak operasi mandirian keuangan yang disebabkan rakyat semakin membaik. Karena itu
(Majalah Percik Edisi Mei 2005, ha- oleh makin kuatnya intervensi pe- biarkanlah hak atas air mengalir dari
laman 45). mimpin di daerah. Tidak mengheran- negara ke swasta. „
Kalau kita berbicara tentang carut kan kalau di beberapa daerah, PDAM * Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Airlangga. Koordinator Umum
marut pengelolaan air di Indonesia, dijadikan mesin uang dalam membiayai Forum Studi Politik Hukum (FSPH) FH UNAIR

32 Percik „ Juni 2006 „


WAWA S A N

Misteri Lorong Waktu


Peradaban Teknologi Keairan

D
ari berbagai studi tentang ar- Oleh: A. Hafied A. Gany* dengan nama Kompleks Chogha Zam-
keologi, saat ini sejarah per- (Bagian Pertama) bil, dan selanjutnya, adalah bendung di
adaban manusia dapat ditelu- kota Shushtar yang dibangun dalam ku-
suri sampai sejauh 7000-an tahun yang Yunani, yang hidup antara tahun 484 run waktu yang sama, mengombina-
lalu. Khusus di bidang peradaban dan 425 SM, telah menyatakan ribuan sikan antara irigasi, air bersih dan sani-
teknologi keairan beberapa temuan tahun yang lalu bahwa Sungai Nil meru- tasi perkotaan serta tenaga kincir air.
arkeologi di kawasan Timur Tengah pakan suatu hadiah tak ternilai bagi Kompleks Chogha Zambil dibangun
mengungkapkan bahwa manusia sudah Bangsa Mesir. Betapa tidak, dengan pada tahun 1250 SM oleh Raja Elamite.
menerapkannya sejak 5000-an tahun kenyataan bahwa tinggi curah hujan Bangunan tersebut dimanfaatkan seba-
yang lalu sejalan dengan pengembang- tahunan di Kairo dan sekitarnya hanya gai pusat kegiatan politik kebudayaan
an "tulisan paku" (cuneiform). Peradab- berkisar 20-an mm, ternyata bahwa dan agama, dibangun dengan keting-
an manusia di kawasan Teluk Persia, budaya pertanian di lembah Sungai Nil gian 50 m menggunakan bahan bangun-
misalnya, sudah menerapkan budaya sudah berlangsung sekitar 5100-an an batu bata ukuran besar, dilengkapi
cocok tanam, penyediaan air bersih dan tahun SM sampai sekitar 3000 tahun jaringan suplai air modern pada waktu
penyehatan lingkungan sejak 5000-an SM dengan melibatkan intervensi itu, yang mana sumber airnya diam-
tahun yang silam. Bahkan Bangsa Iraq teknologi irigasi yang spektakuler pada bilkan dari kota Dur-Untash sejarak 50
(purba), telah mengembangkan sistem masa itu. km.
pengelolaan sumber daya air (SDA) ter- Dari sumber pengambilan di sungai,
padu di lembah Sungai Tigris dan Eu- Peninggalan Peradaban Yunani air terlebih dahulu dialirkan ke waduk
phrate pada tahun 2500-an sebelum ta- Budaya teknologi bangsa Yunani tampungan sementara yang dibuat se-
rikh Masehi (SM). (Kuno) sejak lama sampai era kepah- cara khusus melalui pembendungan
Tulisan ini mencoba menelusuri lawanan Mycenacan, Bangsa Yunani su- lembah dengan bendungan yang mam-
misteri lorong panjang perjalanan per- dah banyak berkecimpung dalam pu menampung sementara volume air
adaban manusia di bidang teknologi ke- bidang teknik hidraulik sejak sekitar sebesar 350 m3. Air diendapkan pada
airan dan lingkungan sepanjang bukti- Tahun 1500 SM. Misalnya, pembangun- waduk tersebut sebelum dialirkan ke
bukti arkeologi yang dapat ditemukan an bendungan pembagi air Tiryns ber- Kompleks Chogha Zambil.
di berbagai belahan bumi, antara lain lokasi sekitar empat km sebelah timur
seperti peradaban Bangsa Mesir (kuno), kota Tiryns dibangun dengan tujuan
Persia, Yaman, dan berbagai budaya utama untuk pengendalian banjir di
purba di Timur Tengah, Turki, Yunani, samping tujuan penting lainnya untuk
Asia, budaya Maya di Amerika Tengah, penyediaan air. Bendungan tersebut -
dan peradaban pengairan di Nusantara dari pasangan batu dari campuran ka-
Indonesia sendiri berikut pembelajaran pur dan tanah liat - sampai saat ini ma-
yang dapat dipetik, serta perspektif sih dalam bentuk sebagaimana seperti
penyelenggaraan ke depan. saat dibangunnya pada tahun 1260 SM.

BUKTI PENINGGALAN PERA- Peninggalan Peradaban Bangsa Iran


DABAN KEAIRAN (Persia)
Budaya Air di Lembah Sungai Nil Di antara 57 warisan dunia bagi bu-
Berkaitan dengan peradaban manu- daya manusia yang terdaftar oleh
sia di bidang teknologi keairan, Herodo- UNESCO, di Iran tercatat empat buah
Gambar 1.
tus Halikamassos yang sangat pupuler situs purbakala, salah satunya adalah
Skema tanpa skala bangunan penjernih air
sebagai Bapak Sejarah Purba, seorang suatu pusat politik dan budaya dan untuk Kompleks Choga Zambil (Peninggalan
pengembara dan penulis bangsa keagamaan masa purba yang dikenal tahun 1250 SM).

Percik „ Juni 2006 „ 33


WAWA S A N

Teknologi pengaliran air pada saat berbagai kepentingan kehidupan dan


itu sudah lama menerapkan hukum penghidupan pada ribuan tahun
"bejana berhubungan", untuk meng- sebelum Tarikh Masehi di kawasan
alirkan air dengan saluran air tertutup, tersebut.
mengikuti lekuk-lekuk permukaan
bumi sampai ke tempat tujuan kon- Peninggalan Peradaban Bangsa
sumen sejauh 45 km, dengan panjang Turki
pipa keseluruhan 50 km. Airnya Di sekitar abad ke 17 SM Kaum
sebelum dikonsumsi, terlebih dahulu Hittites mendirikan negara Indo-Eropa
diproses melalui bangunan penjernihan yang pertama di tengah-tengah wilayah
di ujung akhir pipa. (Lihat Gambar 1.) Turki, dengan ibu kota Hattusa (Se-
Gambar 3.
Dari denah tanpa skala dari bangunan karang bernama Kota Boazkale), sekitar
Temuan arkeologi terbaru, yakni salah satu ba-
penjernih air, tergambar mekanisme gian dari saluran drainase perkotaan Kompleks 150 km sebelah timur kota Angkara.
dari sistem penjernihan air dengan Chogha Zambil (Peninggalan tahun 1250 SM). Pada saat itu sebuah waduk dengan
menggunakan prinsip pengendapan konstruksi primitif dibangun pada
sedimen pada kolam penenang, dan di- Hal yang menarik bagi penulis lokasi sekitar 30 km sebelah barat laut
salurkan melalui lubang berfilter pasir adalah, bahwa sebuah temuan terbaru ibu kota tersebut di lokasi Golpunar.
dan kerikil sampai airnya cukup bersih berupa artifak saluran air limbah kuno Juga, sebuah waduk yang berlokasi di
untuk dipakai. (yang dibuat pada 3256 tahun yang lalu) dekat Karakuya, sekitar 370 km sebelah
di lokasi kompleks Chogha Zambil, dite- timur Angkara, dibangun pada abad ke
mukan tim arkheologi Iran hanya empat 13 SM. Pada masa itu, di Turki banyak
hari (21-02- 2006) sebelum penulis dibangun bendungan tipe "hafirs"
berkunjung ke tempat tersebut (Lihat dibangun pada era Meroitik Muda, di
Gambar 3.). mana debit air yang dialirkan melalui
Hal ini memperkuat dugaan betapa pintu sluis dimanfaatkan untuk meng-
masih banyaknya hal yang belum dike- airi daerah padang gembala di seki-
tahui oleh manusia modern terhadap tarnya. Pada sebuah kaki bukit di hulu
misteri kehidupan nenek moyangnya di sumber air, di permukiman masyarakat
sepanjang lorong waktu peradaban Eflatun Pinar yang berlokasi sekitar 260
manusia yang masih sangat sedikit km sebelah barat daya kota Angkara,
terungkap hingga masa kini. Tidaklah terdapat sebuah waduk genangan air
Gambar 2.
mustahil bahwa Bumi Nusantara dengan bendung kecil melintang lem-
Peninggalan artifak pintu pemasukan (inlet) Indonesia juga banyak menyimpan mis- bah untuk memenuhi kebutuhan air
bangunan penjernihan air di Kompleks Cho- teri, khususnya dalam bidang teknologi yang cukup efektif bagi kawasan seki-
gha Zambil (Peninggalan tahun 1250 SM). keairan purbakala, yang kini masih tarnya.
menunggu gilirannya untuk diungkap-
Pada Gambar 2. disajikan detail kan oleh pakar-pakar kepurbakalaan Peninggalan Peradaban Bangsa
ilustrasi pintu dan inlet pemasokan air kita di bidang ini. Iraq
dari saluran air bersih kuno (yang Berbeda dengan kondisi SDA yang
dibangun pada sekitar 3256 tahun yang Jaringan Irigasi dan SDA Terpadu berpotensi besar di lembah sungai Nil,
lalu), menggunakan prinsip bejana Di Provinsi Khozestan, Iran barat ada dua sungai yang secara periodik
berhubungan. daya, jaringan sungai-sungai Dez, membawa banjir tahunan di Iraq, yakni
Patut dicatat bahwa fasilitas publik Karkheh, Mazun, Bahman-Shir dan sungai Tigris dan Euphrates. Untuk
yang disediakan pada kompleks Situs Krung, telah dimanfaatakan secara ter- mengatasi masalah terkait, pengem-
Chogha Zambil ini, bukan hanya integrasi untuk jaringan irigasi Monoo bangan kedua sungai ini memerlukan
menekankan perlunya jaringan dis- (Mian-Ab) yang sistem inter-koneksi- kombinasi antara pengendalian banjir
tribusi air bersih, namun juga sudah nya cukup kompleks. Dari artifak yang dan pengaturan pemberian air bagi
dilengkapi dengan sistem drainase ada, dapat disimpulkan saat ini bagai- tanaman pertanian, serta kebutuhan air
perkotaan berupa jaringan pembuangan mana kompleksnya jaringan yang di- dan pelestarian lingkungan. Sungai
air limbah. manfaatkan secara terpadu untuk Tigris pada saat tersebut dimanfaatkan

34 Percik „ Juni 2006 „


WAWA S A N

sepenuhnya untuk pemberian air irigasi


dengan membangun bendungan Mar-
duk dan Nimrud di dekat Samarra pada
periode sekitar 2500 SM (sekitar 4500
tahun yang lalu). Bendungan tersebut
berlokasi sekitar 100 km sebelah barat
laut kota Baghdad, dan tetap menjadi
sebuah legenda bagi pembangunan
prasarana keairan bagi umat manusia
sampai masa kini. Malahan diketahui
belakangan jaringan irigasi Kisrawi,
Tamara, Nahrawan sudah menerapkan
sistem terintegrasi (Integrated Water
Resources Management) pada saat itu.
Bendungan Suplai Air Nineveh:
Sebuah bukti fisik lain mengagumkan
dari upaya Bangsa Iraq membangun
infrastruktur penyediaan air di bawah
Raja Assyria, Sennacherib (704-681
SM) untuk suplai air ibu kota negara,
Nineveh - pada saat itu, sekitar 355 km
Gambar 4. Peta skematis sistem suplai air kota Jawa (kuno) 100 km barat daya Kota Amman
sebelah utara Baghdad. Seorang putra
(saat ini) - peninggalan tahun 3000 Sebelum Tarikh Masehi.
mahkota kerajaan Assyria yang berna-
ma Urartu, juga seorang ahli dalam
pekerjaan bangunan air melaksanakan Dari bukti yang ada, Kota Jawa sungai utama di daerah tersebut yakni
pekerjaan pembuatan bendungan untuk tidaklah dibangun oleh penduduk asli Sungai Danah.
suplai air bagi penduduk melalui pene- yang bermukim berpindah-pindah di
rapan penggunaan air sungai secara sekitar daerah tersebut. Besar kemung- Bendungan Kaum Nabatean
integral dan terpadu. kinan bahwa pembangunan sistem dis- Pada sekitar abad kedua Sebelum
tribusi air perkotaan tersebut dibangun Masehi, Kaum Nabatean mendirikan
Peninggalan Peradaban di Kawa- secara cermat dan terorganisir oleh kerajaan dengan ibu kota Petra, sekitar
san Padang Pasir Barat Daya Asia komunitas pendatang yang mengungsi 185 km sebelah selatan Amman.
Sepanjang bukti dokumentasi seja- dari kawasan permukiman perkotaan Mengingat lokasi kota tersebut terletak
rah sampai saat ini, bendungan tertua di yang lebih tinggi peradabannya. pada lembah anak sungai di padang
dunia diketahui berlokasi sekitar 100 pasir, maka dalam tahap selanjutnya,
km sebelah barat daya Amman, Ibu kota Bendungan untuk Irigasi di Yaman kota tersebut hanya dapat bertahan
Kerajaan Jordania. Bendungan tersebut Suatu kejadian spektakuler yang ter- berkat keandalan bangunan air yang
merupakan bagian yang menyeluruh catat dalam hikayat Nabi Sulaiman dibangun. Salah satu bangunan yang
dari sistem distribusi air dari Kota Jawa (Solomon) dalam Kitab Injil adalah sangat penting pada waktu itu adalah
(dengan jumlah penduduk sekitar 2000 peristiwa kunjungan Ratu Bilqis dari untuk mengendalikan banjir bandang
jiwa pada saat itu) yang sudah mencapai Saba di Yaman yang berjarak sekitar yang berulang kali terjadi pada lembah
tingkat kejayaannya pada tahun 3000 2000 km arah selatan dari kota padang pasir tersebut. Konstruksi ben-
SM. (Lihat Skema sistem suplai air Jarusalem. Tersebut bahwa ibu kota dungan tersebut dilengkapi dengan
untuk Kota Jawa pada Gambar 4.). Saba pada waktu itu adalah Kota Magrib terowongan yang panjangnya sekitar
Diketahui belakangan bahwa Kota sekitar 120 km dari kota Sana. Negeri 400 m menyeberang ke lembah sekun-
Jawa tersebut dibangun bersamaan de- yang mencapai tingkat kemakmuran der di sebelahnya untuk pengaliran air
ngan pembangunan Sistem Distribusi yang tinggi tersebut adalah berkat di waktu banjir.
air No. 1 pada awal musim penghujan, pengembangan dan pengelolaan irigasi Menyusul beberapa lokasi yang
agar kebutuhan air bagi para pelaksana selama lebih dari seribu tahun. Tercatat serupa lainnya, orang-orang Nabaten
dan koloni ternaknya dapat bertahan bahwa sejak tahun 1500 SM orang- membangun check dam yang dimaksud-
menghadapi musim kemarau berikutnya. orang Saba telah mampu membendung kan juga untuk menahan laju erosi, di

Percik „ Juni 2006 „ 35


WAWA S A N

mana endapan yang terkumpul dija- SM di bawah pengawasan Sun Shauo, Kota Mexico.
dikan lahan untuk bercocok tanam. seorang menteri yang tersohor dari Raja Bendung Xoxocotlan dan Suplai Air
Langkah-langkah tersebut merupakan Ting (606-586 SM). Bendungan terse- Monte Alban: Sebuah bendung yang le-
awal-awal "teknologi konservasi lahan, but sampai hari ini masih beroperasi bih kecil peninggalan abad ke tujuh SM
air dan lingkungan" yang banyak dike- dengan baik dengan daya tampung seki- ditemukan dekat Xoxocotlan, sebelah
nal di era modern sekarang ini. tar 100 juta m3 air. Waduk serupa yang barat daya Oaxaca, sekitar 370 km sebe-
Untuk penyimpanan air, orang dipakai untuk penampungan air irigasi lah barat daya Kota Mexico. Bangunan
Nabatean lebih menyenangi sistem adalah Waduk Hongxi yang dibangun tersebut dibuat dari susunan batu besar
penyimpanan tertutup (bawah tanah), pada sekitar tahun 100 SM di sekitar yang direkat dengan mortar dari bahan
yang diperkirakan untuk pendinginan Sungai Huai. kapur.
dan mengurangi kehilangan air akibat Dengan adanya laju peningkatan Patut dicatat bahwa lahan irigasi
penguapan, dibangun dengan menggu- jumlah penduduk, kemudian disadari yang mendapatkan air dari Bendungan
nakan konstruksi pasangan batu de- betapa semakin sulitnya membangun Xoxocotlan, tidaklah memberikan kon-
ngan mortar yang terbuat dari campur- waduk di kawasan pedataran Hongxi, tribusi produksi pangan yang sig-
an kapur dan sejenis tanah lempung sehingga malahan sebaliknya justru di- nifikan terhadap pusat budaya di seki-
yang ternyata mampu bertahan sampai keringkan untuk penampungan permu- tarnya, namun lebih terhadap peme-
saat ini. kiman. Pada tahapan pembangunan nuhan kebutuhan air bersih, yakni
selanjutnya, pembangunan waduk ber- untuk kawasan permukiman Monte
Peninggalan Peradaban Bangsa pindah ke kawasan pegunungan yang Alban. Juga dikenal sebagai pusat bu-
China umumnya memerlukan bendungan daya maju dalam penampungan dan
Dalam konteks iklim basah di ka- yang tipenya lebih pendek. Waduk penyimpanan air hujan untuk meme-
wasan daerah subtropis, prioritas pem- Dongquian misalnya, yang masih ada nuhi kebutuhan air minum. Pada masa
bangunan prasarana SDA di China ter- sampai saat ini sebenarnya terbangun jayanya, sekitar 250-650 Masehi (M),
masuk rendah, lebih banyak meng- pada periode abad ketiga Masehi dan Monte Alban berpenduduk sekitar 25
konsentrasikan diri pada penanggulan mampu menampung 40 juta m3 dan ribu jiwa, sudah menggunakan saluran
tepi sungai dan pengendalian sungainya merupakan sumber air utama bagi tertutup dari pasangan batu, dengan
sendiri, yang terbukti dari penerapan kawasan di sekitarnya. tangki air berganda.
teknik transportasi air yang telah lama Bangsa Maya di Yukatan, pada mu-
berkembang untuk menghubungkan Era Peninggalan Peradaban Meso- lanya membangun waduk-waduk hanya
pusat-pusat peradaban tersebar di Amerika Pra-Columbia untuk memberikan suplai air penduduk
China. Keadaan iklim kawasan Meso- domestik ketimbang untuk pemberian
Namun demikian Bangsa China te- Amerika tidak termasuk Amerika air untuk kepentingan irigasi bagi lahan
tap mencatat sebuah bendungan yang Serikat, umumnya kering di tengah-te- pertanian, yang justru dibutuhkan di
tersohor pada zamannya yakni ben- ngah dataran tinggi namun lembab dan kawasan tropis. Waduk semacam terse-
dungan Anfengtang atau Shao yang di- dengan kondisi tropis sepanjang pantai. but dikembangkan di Kawasan Tikal,
bangun antara tahun 402-221 SM. Ben- Dengan curah hujan dan aliran air per- Guatemala, yang mencapai puncak ke-
dungan tersebut tercatat sebagai ben- mukaan yang tidak merata sepanjang jayaannya di sekitar tahun 600 sampai
dungan yang tertua untuk menunjang tahun, komunitas petani tradisional 900 M. Sementara beberapa waduk
pertanian sekaligus untuk navigasi su- masa lalu (yang sudah ada sebelum dibangun, beberapa kawasan justru ter-
ngai di China. budaya Zapotecs, Toltecs, Maya, genang oleh bendungan-bendungan
Waduk-waduk penyimpanan air: Anazasi dan Aztec) telah mampu mem- berdaya tampung kecil misalnya dengan
Sepanjang catatan yang ada sejak awal bangun bendungan untuk menyimpan volume sekitar 50.000 m3 untuk wa-
periode Tiongkok Purba, diketahui ada- air selama musim hujan untuk diman- duk-waduk yang berlokasi di sekitar is-
nya pembangunan tujuh buah waduk faatkan dalam musim kemarau. tana. „ (bersambung)
penyimpanan air, yang berlokasi di te- Bendungan tertua semacam terse-
*Widya Iswara Utama Departemen Pekerjaan
ngah-tengah pusat negara tersebut, di but yang masih bisa diketemukan sam-
Umum bidang "Teknologi dan Manajemen Keairan";
sebelah barat dan di sekitar Shanghai. pai saat ini adalah Bendungan tipe uru- Board of Director, International Networks on
Bendungan tertua sebagaimana terse- gan tanah Purron dekat San Jose' Tilapa Participatory Irrigation Management; dan Anggota
but terdahulu adalah Waduk Afengtang di ujung paling selatan Lembah Teh- Working Group on Irrigation and Drainage History of
yang dibangun dari tahun 589 s/d 581 chuacan, sekitar 260 km sebelah selatan the World, ICID, mewakili Indonesia.

36 Percik „ Juni 2006 „


WAWA S A N

Tantangan Penyediaan Air Baku


dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Minum

A
ir sehat bagi seluruh rakyat, depan (basis tahun 2000), harus diting-
Oleh: Poedjastanto Soemardono*
seyogyanya didefinisikan seba- katkan masing masing sebesar 30,5 persen
gai air minum. Ketentuan ten- penduduk perkotaan dan 46 persen pen-
tang air minum, sebagaimana tertuang Tantangan Global dalam peme- duduk perdesaan, terhadap cakupan pela-
dalam PP No. 16/2005 tentang Pe- nuhan air minum, didasarkan pada de- yanan saat ini.
ngembangan Sistem Penyediaan Air klarasi "Millennium Development
Minum, adalah air minum rumah tang- Goals" (MDGs) pada KTT Bumi (World Kebutuhan Air Minum dan Air
ga yang melalui proses pengolahan atau Summit for Sustainable Development) Baku
tanpa proses pengolahan yang meme- di Johannesburg, pada tahun 2002. A. Kebutuhan Nasional
nuhi syarat kesehatan dan dapat lang- Pencapaian sasaran Agenda MDGs terse- Berorientasi pada isu global MDGs,
sung diminum. Persyaratan kesehatan but disepakati pada tahun 2015. Salah pada tahun 2015, jumlah penduduk
air minum ini sesuai dengan Keputusan satu Agenda MDGs, yakni Agenda No. 7 Indonesia diperkirakan akan mencapai
Menteri Kesehatan RI No. 907/MEN- "Ensure Environmental Sustainability". sekitar 250 juta jiwa. Sekitar 53 persen-
KES/SK/VII/2002 tentang Syarat Sya- adalah "reduce by halve the proportion nya akan menghuni perkotaan atau se-
rat dan Pengawasan Air Minum. of people without sustainable access to kitar 150 juta jiwa dan 47 persennya
Pemenuhan kebutuhan air minum safe drinking water". Konsekuensi ter- atau sekitar 100 juta jiwa akan tinggal di
tidak saja diorientasikan pada kualitas hadap ratifikasi Deklarasi MDGs terse- perdesaan. Implikasi perkembangan
sebagaimana persyaratan kesehatan air but, untuk upaya pengembangan sistem jumlah penduduk pada 2015, penyedia-
minum, tetapi sekaligus menyangkut penyediaan air minum di Indonesia, an air minum sesuai dengan sasaran
kuantitas dan kontinyuitasnya. Peme- bahwa pada tahun 2015 harus dapat MDGs, maka diperkirakan kebutuhan
rintah dan pemerintahan di daerah meningkatkan pelayanan untuk mengu- air minum secara total sebesar 285.200
berkewajiban menyelesaikan persoalan rangi separuh proporsi penduduk yang l/det, yang meliputi:
penyediaan air minum yang memenuhi saat ini belum memiliki akses kepada z Perkotaan 235.500 l/det
ketentuan kualitas, kuantitas, dan kon- air minum yang berkelanjutan. z Perdesaan 49.700 l/det
tinuitas untuk seluruh rakyat, khusus- Dasar asumsi yang digunakan untuk
nya terhadap masyarakat yang masih perhitungan ini yaitu konsumsi air
Pemenuhan kebutuhan air minum tidak
belum memiliki akses terhadap air minum di wilayah perkotaan sebesar
minum. Di sisi lain, pemerintah mem-
saja diorientasikan pada kualitas 200 liter/orang/hari untuk kota metro-
pertimbangkan pemenuhan akses ma- sebagaimana persyaratan kesehatan air politan; 175 liter/orang/hari untuk kota
syarakat terhadap air minum berlandas- minum, tetapi sekaligus menyangkut besar, 150 liter/orang/hari untuk kota
kan tantangan nasional dan global. kuantitas dan kontinuitasnya. sedang; dan 125 liter/orang/hari untuk
Tantangan Nasional, pemerintah kota kecil; sedangkan di wilayah perde-
sesuai PP 16/2005 dalam menjalankan Bertolak darl kondisi cakupan pela- saan 60 liter/orang/hari.
kewajiban untuk memenuhi akses ma- yanan air minum saat ini, dimana baru Tabel 1 menyajikan proyeksi kebu-
syarakat terhadap air minum berorien- sekitar 39 persen penduduk perkotaan dan tuhan air minum nasional pada tahun
tasi pada: 8 persen penduduk perdesaan yang telah 2015, berdasarkan wilayah propinsi.
 Terwujudnya pengelolaan dan pela- memiliki akses air minum berkelanjutan, Untuk memenuhi kebutuhan air minum
yanan air minum yang berkualitas maka sesuai Deklarasi MDGs, pada tahun secara nasional dibutuhkan air baku
dengan harga yang terjangkau 2015 cakupan pelayanan air minum di per- secara nasional (dengan faktor 1,2 kali
 Tercapainya kepentingan yang seim- kotaan harus menjadi 69,5 persen dan di kebutuhan kapasitas produksi) sebesar
bang antara konsumen dan penyedia perdesaan 54 persen. Sasaran pencapaian 341.900 l/det atau kurang lebih 340
jasa pelayanan; dan ini, seyogyanya diartikan bahwa pengem- m3/det, mencakup:
 Tercapainya peningkatan efisiensi bangan sistem penyediaan air minum di z Perkotaan 282.400 l/det
dan cakupan pelayanan air minum Indonesia pada kurun waktu 15 tahun ke z Perdesaan 59.500 l/det

Percik „ Juni 2008 „ 37


WAWA S A N

perkotaan sebesar 112 m3/detik dan di


Tabel 1
wilayah perdesaan sebesar 12 m3/detik
Proyeksi Kebutuhan Air Minum Nasional Tahun 2015
(per Propinsi) sehingga total 124 m3/detik. Dari
proyeksi kebutuhan sampai dengan
tahun 2015 yang membutuhkan air
KEBUTUHAN PRODUKSI KEBUTUHAN AIR BAKU
baku sebesar 340 m3/detik, maka
No. Propinsi Kota Desa Kota Desa masih dibutuhkan tambahan air baku
(l/d) (l/d) (l/d) (l/d) sebesar 216 m3/detik. Target ini sangat-
1 Nanggroe Aceh Darussalam 4.300 1.000 5.200 1.200
2 Sumatera Utara 14,200 2.600 17.000 3.100
lah berat. Oleh karena itu perlu ada pen-
3 Surnatera Barat 4.800 900 5.800 1.100 dekatan penyediaan air baku yang lebih
4 Riau 8.500 1.500 10.200 1.800 tepat sehingga pencapaian sasaran
5 Jambi 3.100 600 3.700 700 dapat dipenuhi. Penyediaan air baku
6 Sumatera Selatan 9.100 1.900 10.900 2.300 seyogyanya didasarkan pada volume
7 Bengkulu 2.100 500 2.500 600
8 Lampung 7.300 1.700 8.800 2.000
yang dibutuhkan serta jarak antara
9 Kepulauan Bangka Belitung 1.200 300 1.400 400 sumber air baku dan daerah pelayanan.
10 DKI Jakarta 11.500 0 13.800 0 Pilihan penyediaan yang ada yakni
11 Banten 9.500 1.900 11.400 2.300 secara regional atau secara lokal. Perlu
12 Jawa Barat 41.100 8.600 49.300 10.300 dicari formula yang tepat untuk itu.
13 Jawa Tengah 31.200 8,100 37.400 9.700
14 DI Yogyakarta 3.500 800 4.200 1.000
Dengan pertimbangan tersebut maka
15 Jawa Timur 34.200 8.100 41.000 9.700 akan diperoleh beberapa keuntungan,
16 Kalimantan Barat 5.000 1.200 6.000 1.400 yaitu tercapai efisiensi penyediaan, pe-
17 Kalimantan Tengah 2.200 600 2.600 700 ngendalian terhadap kuantitas dan
18 Kalimantan Selatan 3.500 700 4.200 800 kualitas air lebih mudah, serta penja-
19 Kalimantan Timur 5.500 800 6.600 1.000
20 Sulawesi Utara 2.400 400 2.900 500
gaan kawasan agar tetap berfungsi lebih
21 Sulawesi Tengah 2.600 600 3,100 700 memungkinkan (manageable).
22 Sulawesi Selatan 8.700 2.000 10.400 2.400 Salah satu kendala dalam meru-
23 Sulawesi Tenggara 2.400 500 2.900 600 muskan kebijakan penyediaan air
24 Gorontalo 900 200 1.100 200 minum secara nasional yakni ketersedia-
25 Maluku 1.200 300 1.400 400
26 Maluku Utara 800 200 1.000 200
an sistem informasi GIS (Geographyc
27 Bali 3.200 800 3.800 1.000 Information System) tentang sebaran
28 Nusa Tenggara Barat 4.400 1.100 5.300 1.300 ketersediaan air baku secara nasional
29 Nusa Tenggara Timur 4.100 1.100 4.900 1.300 yang terbarukan. Keutamaan manfaat
30 Papua 3.000 700 3.600 800 sistem informasi air baku dimaksud
Indonesia 235.500 49.700 282.400 59.500
adalah sebagai pedoman di dalam me-
KETERANGAN: netapkan kebijakan pengelolaan sum-
Dasar Asumsi: Faktor kebutuhan air baku: 1,2 kapasitas produksi
ber daya air sekaligus sebagai landasan
B. Kebutuhan Kota Metropolitan kota metropolitan dan besar diperki- dalam menetapkan kebijakan pendaya-
dan Besar rakan sebesar 51.700 l/det, mencakup: gunaan serta konservasinya. Oleh kare-
Sementara itu untuk kota kota met- z Kota Metropolitan : 35.400 l/det na itu, penyediaan air baku seyogyanya
ropolitan dan besar, seiring dengan per- z Kota Besar : 16.300 l/det dituangkan ke dalam peta yang sangat
tumbuhan ekonomi nasional yang Kota kota metropolitan dan besar penting artinya bagi optimalisasi sum-
berkecenderungan mengalami kenaikan dimaksud, sebagaimana yang disajikan ber sumber air baku yang ada.
dari 5,11 persen pada akhir tahun 2001 pada Tabel 2.
menjadi 5,76 persen pada akhir tahun B. Perspektif Kualitas
2005, akan mendorong peningkatan Tantangan Penyediaan Air minum harus memenuhi kuali-
kebutuhan air minum. Persoalan pokok A. Perspektif Kuantitas tas dalam Keputusan Menteri Kese-
dalarn penyediaan air minum di perko- Pada tahun 2000 dengan cakupan hatan R1 No. 907/MENKES/SK/VII-
taan, khususnya kota kota metropolitan layanan 39 persen di wilayah perkotaan /2002. Ketentuan yang mengatur ten-
dan besar, yaitu ketersediaan air baku dan 8 persen di wilayah perdesaan, tang klasifikasi air, selama ini berpedo-
yang sernakin kritis. Kebutuhan air kemajuan kapasitas sistem penyediaan man pada PP No. 82/2001 tentang
minum pada tahun 2015 untuk kota air minum yang telah dicapai di wilayah Pengelolaan Kualitas Air dan Pengen-

38 Percik „ Juni 2006 „


WAWA S A N

dalian Pencemaran Air, meskipun di da- menentukan kebutuhan investasi air Tabel 3). Permasalahan tersebut meru-
lam UU No. 7/2004 tentang Sumber- minum. pakan permasalahan yang terjadi pada
daya Air pada Pasal 23 Ayat 4 telah di- air permukaan. Daerah tangkapan
atur bahwa "Ketentuan mengenai pe- C. Perspektif Kontinuitas (catchment area) mengalami penu-
ngelolaan kualitas air dan pengendalian Ketersediaan air sebagai air baku air runan fungsi akibat pengendalian yang
pencemaran air sebagaimana dimaksud minum yang mengacu pada kriteria lemah. Daerah ini yang seharusnya
pada ayat 1 diatur lebih lanjut dengan kualitas air sesuai PP No. 82/2001 se- dikonservasi pada kenyataannya telah
peraturan pemerintah", sementara pada cara geografis sangat dipengaruhi oleh dirambah dan dialihfungsikan.
Ayat 1 Pasal 23 menuangkan bahwa kondisi tataguna lahan sumber sumber Dari tabel tersebut juga dapat dilihat
"Pengelolaan kualitas air dan pengen- airnya, khususnya air permukaan. masalah air tanah yang digunakan oleh
dalian pencemaran air ditujukan untuk Sebuah studi menunjukkan potret ten- PDAM juga mengalami penurunan.
mempertahankan dan memulihkan tang permasalahan umum tentang air Penurunan air tanah ini ditengarai yang
kualitas air yang masuk dan yang ada baku yang dimanfaatkan oleh PDAM paling parah terjadi akibat pemakaian
pada sumber sumber air". yang terjadi pada beberapa propinsi. untuk kepentingan individual yang
Ketentuan klasifikasi kualitas air Permasalahan yang paling umum terja- tidak terkendali. Kota Jakarta, con-
berdasarkan PP No. 82/2001, sesuai Pa- di adalah debit yang berkurang, kualitas tohnya dalam kurun waktu 10 tahun
sal 8 Ayat 1 bahwa Klasifikasi mutu air air menurun, serta masalah DAS (lihat terakhir telah mengalami penurunan
ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas:
a. Kelas satu, air yang peruntukannya Tabel 2
dapat digunakan untuk air baku air Proyeksi Kebutuhan Air Minum Tahun 2015 Berdasarkan Kategori Kota
minum, dan atau peruntukan lain
Data Penduduk Kebutuhan Kebutuhan Air
yang mensyaratkan mutu air yang sa- No. Kota Eksisting Produksi Baku
ma dengan kegunaan tersebut; 2003 (l/d) (l/d)
b. Kelas dua, air yang peruntukannya (jiwa)
I KOTA METROPOLITAN 20.508.539 36.385 42.462
dapat digunakan untuk prasara- 1 Kota Bandung 1.943.018 3.695 4.434
na/sarana rekreasi air, pembudida- 2 Kota Bekasi 1.483.054 2.820 3.384
yaan ikan air tawar, peternakan, air 3 Kota DKI Jakarta 7.374.898 11.498 13.798
Kota Jakarta Barat 1.567.945 2.446 2.935
untuk mengairi pertanaman, dan atau Kota Jakarta Pusat 902.151 1.408 1.690
peruntukan lain yang mempersya- Kota Jakarta Selatan 1.672.808 2.610 3.132
ratkan mutu air yang sama dengan Kota Jakarta Timur 2.063,820 3.220 3.864
Kota Jakarta Utara 1.149.732 1.794 2.153
kegunaan tersebut; Kabupaten Kepulauan Seribu 18.442 20 24
c. Kelas tiga, air yang peruntukannya 4 Kota Makasar 1.130.343 2.037 2.444
dapat digunakan untuk pembudi- 5 Kota Medan 2.177.729 3.857 4.628
6 Kota Palembang 1.302.208 2.562 3.074
dayaan ikan air tawar, peternakan, air 7 Kota Semarang 1.330.753 2.264 2.717
untuk mengairi pertanaman, dan atau 8 Kota Surabaya 2.557.646 4.239 5.087
peruntukan lain yang mempersya- 9 Kota Tangerang 1.268.890 2.413 2.896

ratkan mutu air yang sama dengan II. KOTA BESAR 8.644.436 16.347 19.616
kegunaan tersebut; 1 Kota Bandar Lampung 732.986 1.278 1.534
d. Kelas empat, air yang peruntukannya 2 Kota Banjarmasin 554.806 996 1.195
3 Kota Batam 538.634 1.253 1.504
dapat digunakan untuk mengairi per- 4 Kota Bogor 748.353 1.423 1.708
tanaman dan atau peruntukan lain 5 Kota Bontang 606.270 1.240 1.488
yang mempersyaratkan mutu air yang 6 Kota Depok 953.121 1.812 2.174
7 Kota Yogyakarta 544.489 904 1.085
sama dengan kegunaan tersebut. 8 Kota Malang 757.085 1.255 1.506
Di sisi lain untuk melakukan trans- 9 Kota Padang 774.062 1.273 1.528
formasi dari air baku menjadi air 10 Kota Pekan Baru 702.553 1.635 1.962
11 Kota Samarinda 660.000 1.349 1.619
minum sesuai ketentuan persyaratan 12 Kota Surakarta 549.580 935 1.122
kualitas air minum diperlukan teknolo- 13 Kota Tasikmalaya 522.497 994 1.193
gi proses pengolahan. Semakin buruk TOTAL 29.212.975 51.732 62.078

kualitas air baku akan semakin kom- Dasar Asumsi : Faktor kebutuhan air baku: 1,2 kapasitas produksi
pleks teknologi proses pengolahan air Dasar Pengklasifikasian:
1. Kota Raya/Metropolitan : Jumlah Penduduk 1-5 juta jiwa
minumnya, yang pada gilirannya akan 2. Kota Besar : Jumlah Penduduk 500.000-1 juta jiwa

Percik „ Juni 2006 „ 39


WAWA S A N

tanah sebesar 10 cm dan intrusi air laut


telah masuk sejauh 10 km (sampai ke Tabel 3
Hotel Indonesia) akibat kosongnya kan- Permasalahan Umum Tentang Air Baku
tong-kantong air tanah. Pada PDAM di 23 Propinsi
No Propinsi Debit Kapasitas Intrusi Keruh, Kuota, Konflik Masalah
PERMASALAHAN
Kurang Sumur Bor Kualitas Irigasi Pemakaian DAS
Ketersediaan air baku secara kuanti-
tas, kontinuitas, dan kualitas menun- Turun Turun
tut mekanisme pengelolaan sehingga 1 NAD v v
keberadaan daya dukung, daya tam- 2 Sumatera Utara v v
pung, dan fungsi sumber daya air tetap 3 Bangka Belitung v v
terjaga. Kebijakan konservasi sumber- 4 Jambi v v v
daya air haruslah menjadi masukan
5 Sumatera Selatan v v v
atau pertimbangan dalam perencanaan
tata ruang sehingga terjalin hubungan 6 Lampung v v
timbal balik yang saling mendukung. 7 Jakarta v v
Kegiatan eksploitasi sumber daya alam 8 Jawa Barat v v v
andalan, sebagai suatu upaya peningkatan 9 Banten v v v
PAD (pendapatan asli daerah) di satu sisi, 10 Jawa Tengah v v
merupakan suatu langkah dalam memper-
11 Jawa Timur v v v
tahankan dan membangun perekonomian
daerah. Namun bila kegiatan itu tidak 12 Kalbar v
didahului dengan kegiatan eksplorasi yang 13 Kalsel v v
terintegrasi dengan memperhatikan 14 Kaltim v
peruntukan ruang dan lahan maka akan 15 Sulteng v
merusak dan menurunkan keberlanjutan 16 Sulsel v v
ketersediaan air baku, yang pada akhirnya
17 Sultengg v v
akan mempengaruhi keberlanjutan penye-
diaan air minum. 18 Gorontalo v
Upaya penanggulangan masalah 19 Maluku v
kelangkaan air baku ini, menuntut strategi 20 Maluku Utara v
secara bijak. Tidak saja upaya penanggu- 21 NTB v v
langan jangka pendek dalam bentuk pem- 22 NTT v v
berian bantuan langsung kepada masya-
23 Bali v v v v
rakat, akan tetapi memerlukan pena-
nganan jangka panjang, dalam bentuk
upaya konservasi sumber daya air, seba- terhadap permasalahan teknis teknolo- kan terhentinya pelayanan yang pada
gaimana, diamanatkan dalam UU No. 7 gis proses pengolahan, difokuskan pada akhirnya harus mencari sumber air
Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, keamanan kualitas air minum sesuai baku baru.
yang diselaraskan terhadap UU No. 24 Ta- baku mutu kualitas air minum, baik Akses terhadap air minum yang
hun 1992 tentang Penataan Ruang (yang kualitas fisik, kimia, maupun bakterio- berkelanjutan, seyogyanya diartikan
direvisi) serta Rencana Strategis Depar- logis. Untuk sistem penyediaan air bahwa masyarakat dapat dengan mu-
temen Pekerjaan Umum (Renstra PU) Ta- minum dengan jaringan perpipaan, dah memperoleh air minum setiap saat
hun 2005-2009. penguasaan, pemilihan dan penetapan dibutuhkan, atau dengan kata lain akses
Mempersiapkan formula penyediaan teknologi proses pengolahan, akan di- air minum 24 jam dalam sehari. Untuk
air baku yang tepat baik untuk kebu- tentukan oleh kelas air baku yang akan memenuhi itu, dituntut air baku yang
tuhan regional maupun lokal harus digunakan. Pengendalian agar kelas air dapat menjamin kuantitas, kualitas dan
dibarengi dengan jaminan pemanfaatan baku memenuhi standar untuk air kontinuitasnya. „
air baku dalam jangka panjang. Ko- minum akan memperpanjang kemam-
* Direktur Pengembangan Air Minum,
mitmen antar daerah perlu dibangun puan penyediaan, sebaliknva penu- Direktorat Jenderal Cipta Karya,
agar jaminan ini diperoleh. Orientasi runan kelas akan dapat mengakibat- Departemen Pekerjaan Umum

40 Percik „ Juni 2006 „


WAWA S A N

Pengelolaan DAS (Hulu) Terpadu


Untuk Kesejahteraan Rakyat
Kasus Kecamatan Nawangan dan Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan

P
ada tahun 1999, masyarakat Oleh: Imam Anshori *
belajar meningkatkan motivasi dan
Pacitan mendapat informasi membangun kesadaran; b. sosial: mem-
dari Departemen Kehutanan bangun gerakan sosial melalui orga-
bahwa daerah aliran sungai Grindulu masyarakat desa, sehingga program nisasi; c. keahlian: mengintegrasikan
dalam kondisi kritis. Kategori kekritis- bisa berkelanjutan. Dukungan terse- kebiasaan lokal dengan inovasi IPTEK;
annya masuk peringkat pertama. Arti- but diberikan dalam bentuk bantuan d. kemauan: menggerakkan pemangku
nya lahan gundulnya sangat luas, erosi- keuangan secara terbatas untuk peng- kepentingan untuk mengelola lahannya
nya tinggi, dan jumlah penduduk ba- adaan bahan (bahan bangunan dan dengan cara yang sejalan dengan tujuan
nyak, serta konservasi
menjadi salah TujuanTujuan:: Membangun partisipasi melalui teknologi peningkatan stabilitas tanah dan usaha konservasi
Membangun partisipasi melalui teknologi peningkatan stabilitas tanah dan usaha konservasi
3. Menyusun RKTD
satu penyebab 4. Pelaksanaan Program ter-
sedimentasi padu: a. Pembibitan; b. Pe-
Sungai Grindu- ngenalan teknologi tungku
lu di kabupa- Mengendalikan erosi
Mengendalikan erosi dan hemat energi; c. Penyediaan
dan aliran Meningkatkan pendapatan masyarakat
Meningkatkan pendapatan masyarakat
aliranpermukaan
permukaan
ten/kota Paci- air minum (bangunan penam-
tan. Melalui pung air hujan, dan jaringan
program Good pengumpul aliran permukaan
Governance in Teknologi Biofisik,
Teknologi Biofisik,dan
danbangunan
bangunan sipil teknisyang
sipil teknis yangcocok
cocokdengan
dengan kondisi
kondisi atau water capturing)
Water Resour-
Gambar 1
ces Manage- Penyusunan RKTD
Konsep Konservasi DAS yang berkelanjutan
ment (GGW- Ada delapan langkah
RM), disadari bahwa untuk melakukan penyusunan RKTD, yakni:
pengelolaan DAS yang berhasil diper- bibit tanaman) yang tidak mampu di- 1. Memperkenalkan konsep mengenai
lukan: sediakan sendiri oleh masyarakat, RKTD di tingkat RW dan dusun
1. Arahan Rehabilitasi Lahan dan Kon- serta bantuan tenaga pendamping 2. Melakukan inventarisasi permasalah-
servasi Tanah (RLKT) yang merupa- (community organizer) yang direkrut an yang biasa dialami dalam melaku-
kan acuan bagi pelaksanaan konser- dari LSM terdekat. kan budidaya pertanian, erosi tanah,
vasi tanah pada seluruh DAS Secara skematis pengertian tersebut ekonomi rumah tangga, masalah-ma-
2. Rencana Konservasi Tanah Desa dapat digambarkan pada Gambar 1. salah sosial dan masalah keikutserta-
(RKTD) 5 tahunan merupakan penja- Dalam pengertian dan kesadaran an pemangku kepentingan
baran dari Arahan RLKT, yang di- tersebut, Pemerintah Kabupaten Paci- 3. Melakukan pengecekan lapangan ber-
harapkan bisa menjadi pedoman penge- tan mengambil langkah strategis seba- sama
lolaan lahan di setiap desa yang ber- gai berikut: 4. Melakukan analisis masalah dan al-
manfaat secara berkelanjutan bagi se- 1. Meningkatkan pengetahuan masya- ternatif penyelesaian/pemecahannya
mua penduduk desa yang bersangkutan rakat dalam melakukan konservasi 5. Menyusun RKT tingkat dusun
3. Peran serta seluruh masyarakatnya lahan dan pengelolaannya, melalui 6. Menyusun Draft RKTD
dalam seluruh kegiatan semenjak pe- pendekatan ekologis. 7. Proses memfinalkan RKTD yang diku-
rencanaan sampai pelaksanaan dan 2. Melaksanakan hal tersebut melalui kuhkan dalam Keputusan Kepala Desa
pemanfaatan hasil program, penyelenggaraan sekolah lapangan kon- 8. Menggandakan dan mendistribusikan
4. Dukungan pemerintah untuk mem- servasi terpadu, yang menampung RKTD kepada seluruh pemangku ke-
berdayakan kemampuan dan peran berbagai aspek berikut ini: a. budaya: pentingan

Percik „ Juni 2006 „ 41


WAWA S A N

Inventarisasi Permasalahan lancar. 6. Penurunan daya beli petani untuk


Persiapan langkah pertama yaitu Perumusan Masalah Utama kebutuhan pokok hidup sehari-hari
menghimpun data dan peta mengenai Melalui dialog peserta mengutara- 7. Terbatasnya fasilitas umum, seperti:
kondisi dan lokasi tanah kritis serta kan berbagai permasalahan yang mere- a. fasilitas transportasi jalan dan
kondisi sosial ekonomi budaya pen- ka hadapi. Kemudian masalah masalah jembatan)
duduk untuk mengetahui tingkat kese- tersebut diinventarisasi, yakni: b. tandon air
jahteraannya. Hasil disusun sebagai 1. Kekurangan air di musim kemarau c. fasilitas kesehatan masyarakat
mana Tabel I dan Tabel 2. 2. Penurunan kesuburan tanah karena d. fasilitas pendidikan (bangku seko-
lah; fasilitas ketrampilan)
Tabel 1 8. Potensi konflik sosial yang terkait
Sebaran Tingkat Kesejahteraan Penduduk dengan pengelolaan sumber daya
Kecamatan Nawangan dan Kecamatan Bandar alam, misalnya: konflik kebutuhan air
untuk rumah tangga, dan untuk
Pemangku Kecamatan Nawangan Kecamatan pakan ternak, peralihan kepemilikan
Kepentingan Bandar
tanah
Mujing (%) Sempu (%) Jetis Lor(%) Petung
Sinarang (%)
Petani 28,5 46,9 34,1 47
Mencari Jalan Keluar
miskin Untuk mendapatkan jalan keluar
Petani 50,8 40,6 42,6 42 yang terbaik, para petani dan pe-
menengah mangku kepentingan perlu mau
Petani kaya 18,3 9,2 19,7 11 mengemukakan berbagai cara yang
Bukan petani 2,4 3,9 2 3 menurut pengalaman atau penge-
tahuan mereka bisa menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi baik
Tabel 2 yang secara tradisional, maupun dari
Kondisi Fisik Umum Desa hasil bacaan atau pengalaman yang
dianggap telah berhasil di tempat lain
Kecamatan Nawangan Kecamatan Bandar termasuk pengetahuan yang telah
Mujing Sempu Jetis Lor Petung diperkenalkan oleh para ahli.
Sinarang Sesuai dengan keterbatasan kondisi
Penduduk 7.135 5.724 3.881 5.907 sumber daya yang mereka miliki, mere-
Laki-laki 3.522 2.933 1.948 2.870 ka kemudian diminta untuk mengana-
Perempuan 3.613 2.756 1.933 3.037 lisa teknologi konservasi yang paling
Ketinggian 350-800 600-800 680-1100 600
cocok dengan keinginan mereka dan
(m.dpl)
sesuai kondisi lapangan. Dari sini maka
Luas Desa 1518 1275.7 1275.7 1827
(ha) ditetapkan pilihan teknik konservasi
Luas lahan 357.4 310.3 562.34 442.38 yang paling cocok untuk masing masing
kritis (ha) lahan mereka.
Kemiringan 35->85 25->85 25->85 25->85 Secara umum teknik dasar konser-
Curah hujan 2300-3000 2300-3000 >2700 2300-3000 vasi yang diterapkan mencakup:
(mm)  Menutup lahan dengan tanaman atau
latosol
Tipe
lithosol biomas (dedaunan, dan ranting ke-
tanah mediteran ring) agar tidak hanyut dan larut di-
bawa air hujan sekaligus menjaga ke-
lembaban tanah.
Dengan mengenali masalah yang erosi yang berkesinambungan  Meningkatkan ketahanan massa ta-
dihadapi, maka masyarakat diajak 3. Penyakit dan hama tanaman nah akibat terlepasnya ikatan butiran
dialog untuk menyelesaikan per- 4. Timbunan massa tanah penyebab tanah
masalahan secara bersama, berikut kerusakan dan tipisnya solum  Mengendalikan larian aliran per-
pengecekan lapangan dan formulasi 5. Keterbatasan pakan ternak di musim mukaan dan meningkatkan daya
RKTD diharapkan bisa berjalan lebih kemarau resap tanah

42 Percik „ Juni 2006 „


WAWA S A N

FOTO:IMAM ANSHORI

Komponen biofisik dan sipil teknis terlebih dahulu, yang mencakup:


dari upaya ini terdiri atas: 1. Rapat persiapan
a. tanaman semusim (tanaman pangan) 2. Pelatihan di kelas
b. tanaman tahunan 3. Kegiatan lapangan untuk melakukan:
c. rerumputan untuk pakan ternak dan (i) persemaian bibit;
untuk memperkuat teras gulud (ii) pembuatan drop structures;
d. sistem pengendalian larian per- (iii) pembuatan dan atau perbaikan
mukaan dengan membangun: pari- saluran hujan;
tan, saluran air dan drop structures (iv) perbaikan teras.
e. bangunan penampung air hujan Ada dua tahapan kegiatan persiap-
(PAH), dan jaringan pengumpul alir- an. Yang pertama di tingkat kelompok
an permukaan. tani. Persiapan pada tingkat ini yaitu
Rangkuman beberapa altematif pertemuan untuk membangun kesepa-
teknik konservasi tanah dan berbagai katan yang dikukuhkan dengan penan-
pertimbangannya disajikan pada di datanganan kerja sama antara pemerin-
Tabel 3. tah daerah dan kelompok tani dalam

Tabel 3
Alternatif Konservasi Lahan
Bangunan penampung air hujan.

Metode Manfaat Kerugian Pengembangan Tungku Hemat


Vegetatif Energi dan Penyediaan Air Mi-
Tanaman Pagar Untuk rabuk hijau Butuh banyak tenaga num
Untuk pelengkap nutrisi Perlu banyak bibit Tanaman untuk konservasi akan
Untuk pakan temak percuma kalau pada akhirnya hanya
Untuk kayu bakar ditebangi guna memenuhi kebutuhan
Menjaga kesuburan tanah pokok kayu bakar. Guna mengurangi
konsumsi kayu bakar, kepada ma-
Tanaman Penutup Menjaga kelembaban Butuh banyak tenaga syarakat diperkenalkan teknologi tung-
tanah Butuh banyak bibit
ku hemat energi untuk menghemat pe-
Untuk pakan ternak
makaian kayu bakar untuk menggoreng,
Untuk rabuk hijau
menanak nasi dan memasak air. Tung-
Tanaman Pohon Meningkatkan pendapatan Butuh banyak dana ku hemat kayu bakar ini pada prinsip-
Ranting yg kering untuk untuk membeli bibit nya merupakan penyempurnaan bentuk
kayu bakar dan struktur tungku tanah liat yang
biasa mereka buat. Dengan bentuk dan
Berdasarkan analisis manfaat dan kegiatan konservasi. Tujuannya adalah struktur tungku yang disempurnakan
kerugian semacam Tabel 3 tersebut, agar pelaksanaan konservasi dapat ini, konsumsi bahan bakar kayu dapat
maka disusun suatu draft RKTW (ting- berlangsung secara sistematis dan dihemat 50 persennya.
kat RW) dan kemudian secara antar sesuai dengan RKTD. Sistem penyediaan air minum dan
RW/Dusun, bersama-sama diseleng- Tahapan kegiatan persiapan yang teknologi yang diperkenalkan adalah
garakan Lokakarya Penyusunan RKTD kedua yakni pelatihan di ruang terbuka sistem Penampungan Air Hujan (PAH)
(tingkat desa). Melalui dialog silang dan (lapangan). Pelatihan ini mencakup berikut bak penampungnya, serta water
saling membantu, maka didapatkan pelatihan mengenai: 1) teknik konser- capturing yang berfungsi menangkap
Rencana Konservasi Tingkat Desa. vasi; 2) teknik pembibitan; 3) pengelo- aliran permukaan yang keluar dari ce-
laan usaha konservasi dengan fokus lah-celah bebatuan atau dari mulut gua.
Pelaksanaan Program RKTD pada kegiatan pengaturan masing-ma- PAH sangat memungkinkan bagi dae-
Pelaksanaan program konservasi ini sing dan antar kelompok; monitoring rah ini karena curah hujan dalam satu
dimulai dengan proses pembelajaran dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. tahun dapat turun lebih dari 8 bulan

Percik „ Juni 2006 „ 43


WAWA S A N

FOTO:IMAM ANSHORI
(meskipun ketika musim kemarau
curah hujannya sangat kecil). Air hujan
yang tertangkap dari atap bangunan
(rumah, sekolah dll) dialirkan melalui
talang bangunan dan dikumpulkan
dalam bak penampung untuk bebera-
pa rumah yang berdekatan. Bak pe-
nampungnya pun mereka buat sendiri
dengan bahan dan teknologi seder-
hana.
Water capturing merupakan cara
mengumpulkan air dari aliran per-
mukaan yang sangat kecil, menetes atau
merembes dari celah bebatuan di le-
reng-lereng bukit atau mulut gua yang
letaknya tersebar dari beberapa arah.
Aliran rembesan ini dikumpulkan de-
ngan cara mengadakan pembendungan
(seperti pagar). Air yang terkumpul
Water Capturing berfungsi menangkap aliran permukaan.
kemudian diangkut melalui jaringan
pipa paralon menuju ke tandon air yang
letaknya berdekatan dengan permukim- informasi mengenai cara menerapkan
an. Tandon ini dibangun sendiri secara konservasi ini dapat menjadi nara
bergotong royong dari bahan pasangan sumber bagi petani lain
RKTD dapat dipakai
bata dan beton. Kebutuhan semen dan 2. Kegiatan ini membangun motivasi
besi beton dibantu dengan dana dari sebagai acuan dalam petani dalam memecahkan masalah
pemerintah dan bahan lainnya terma- menyusun kebijakan sehari-hari yang terkait dengan air
suk tenaga kerja sepenuhnya dari rencana pembangunan dan keterbatasan hidup
masyarakat. Dari tandon inilah, air 3. Input atau pasokan dari luar yang
desa dan meningkatkan
dimanfaatkan oleh beberapa rumah. berupa perpustakaan, ahli penyedia-
Rata-rata satu tandon dapat melayani kepedulian masyarakat an air, ahli pengelolaan bibit dan ahli
kebutuhan 40 kepala keluarga. Peman- dalam pengelolaan teknik konservasi (teknik sipil) relatif
faatan dari sistem ini selanjutnya dike- sumber daya sangat sedikit.
lola dan dibiayai sendiri oleh masyara- 4. RKTD dapat dipakai sebagai acuan
alam.
kat dengan sistem iuran (Rp 2.500 per dalam menyusun kebijakan rencana
bulan per KK). pembangunan desa.
Agar teknologi yang diperkenalkan 5. Kepala Desa dapat menetapkan RKTD
ini bisa bermanfaat secara berkelanjut- sebagai produk legal tingkat desa.
an, ada beberapa langkah pengelolaan 6. RKTD dapat dipakai sebagai pe-
yang harus dilakukan, yakni: an kas kelompok yang bisa digunakan rangkat untuk meningkatkan kepedu-
a. Melakukan rapat reguler untuk me- untuk menstimulasi peningkatan ke- lian masyarakat dalam pengelolaan
mantau dan meningkatkan kualitas sejahteraan petani. sumber daya alam.
penyediaan 7. Metodologi dan lampiran yang digu-
b. Menunjuk petani atau teknisi yang KESIMPULAN dan SARAN nakan dalam penyusunan RKTD ini
bertugas melakukan pengecekan se- Berdasarkan pengamatan terhadap dapat didesiminasikan ke DAS kritis
cara intensif dan reguler keadaan pelaksanaan kegiatan ini di Grindulu lain dalam rangka pelaksanaan
konstruksi bangunan dapat disimpulkan: GNKPA (Gerakan Nasional Kemi-
c. Pengumpulan iuran kelompok untuk 1. Kegiatan ini mempunyai dampak traan untuk Penyelamatan Air) dan
menutup biaya: (i) reparasi bila terja- yang positif pada anggota kelompok GNRHL (Gerakan Nasional Rehabi-
di kerusakan bangunan; (ii) insentif tani konservasi. Yakni bagi mereka litasi Hutan dan Lahan). „
untuk jasa teknisi; (iii) pengembang- yang telah memperoleh pelajaran dan * Staf ESDM

44 Percik „ Juni 2006 „


S E P U TA R A M P L

Forum Air Indonesia


Perlu Pengelolaan Air Secara Efektif
M antan Menteri Pekerjaan Umum
Ir. Suyono Sosrodarsono menya-
takan Indonesia harus melakukan pe-
faatan air secara cermat, efisien, serta
pemberian air secara proporsional ke-
pada berbagai sektor yang memerlukan
perencanaan serta sinkronisasi pelaksa-
naan di lapangan antarsektor pemba-
ngunan yang terkait. Tak lupa ia men-
ngelolaan air secara efektif, termasuk air dan melakukan operasi sumber air dukung implementasi nyata Gerakan
perencanaan yang cermat terhadap air, secara efektif,'' katanya. Nasional Kemitraan Penyelamatan Air
sumber air dan daya air yang terkan- Menurutnya, tersedianya data hi- (GN-KPA) yang telah dicanangkan
dung di dalamnya. ''Bahkan perlu ada drologi harus menjadi prioritas. Selain Presiden SBY pada 28 April lalu.
rambu-rambu pengamanan disertai itu, perlu pula ada data mengenai curah Forum Air Indonesia ini diisi de-
sanksi terhadap mereka yang memba- hujan di daerah aliran sungai (DAS). ngan dialog kelompok. Ada tiga kelom-
hayakan kepentingan umum,'' tegas Su- Data ini akan berguna untuk menghi- pok dialog yang membahas permasalah-
yono ketika memberikan pengarahan tung jumlah air yang mengalir ke hilir an yang berbeda yakni mengenai (i) Pe-
dalam Forum Air Indonesia di Jakarta melalui sungai dan anak sungai guna ngelolaan Bencana Alam; (ii) Air untuk
Rabu (3/5) lalu. perencanaan yang lebih cermat. Pangan; dan (iii) Ketersediaan Air Baku.
Di hadapan peserta yang berjumlah Sebelumnya Menteri Pekerjaan Masing-masing dialog itu menampilkan
sekitar 200 orang tersebut, Suyono me- Umum Djoko Kirmanto mengharapkan 3-5 pembicara.
nekankan pula pentingnya inventarisasi forum ini menghasilkan suatu rumusan Dialog ini berlangsung selama 1,5
data mengenai hal ihwal air. Data itu yang jelas dan dapat diimplementasikan jam. Setiap pembicara memaparkan
perlu disusun secara sistematis dan di- dalam kerangka kebijakan dan strategi makalahnya dan dilanjutkan tanya
siapkan sebagai sistem informasi hidro- pengelolaan sumber daya air yang di- jawab. Setelah itu kesimpulan kelom-
logi. ''Tanpa tersedianya data hidrologi perlukan. Ia juga menegaskan penting- pok. Dengan waktu yang terbatas, yang
yang akurat dan terkini, tidak mungkin nya ada kesepakatan mengenai keter- terjadi justru ceramah satu arah dari
kita menyusun perencanaan peman- paduan sejak penyusunan program dan penyaji. Dialog tidak muncul. „ MJ

Pencanangan Gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

M
FOTO: OSWAR MUNGKASA
enteri Kesehatan Dr. dr. satu bentuk kegiatannya yaitu
Siti Fadilah SP. JP. pada mendengarkan penjelasan ten-
tanggal 13 Juni 2006 tang Gerakan Sanitasi oleh Ma-
melakukan Pencanangan Gerakan syarakat (Total Led Community
Nasional Sanitasi Total Berbasis Sanitation-CLTS) oleh Direktur
Masyarakat dan Cuci Tangan de- Permukiman dan Perumahan
ngan Sabun bertempat di Desa Sei Bappenas Basah Hernowo,
Lundang Kabupaten Pesisir Selatan dan penjelasan Proyek SANI-
Propinsi Sumatera Barat. Acara MAS (Sanitasi oleh Masya-
dihadiri juga oleh Gubernur Suma- rakat) dan Pamsimas (Penye-
tera Barat, dan beberapa bupati di diaan Air Minum dan Sanitasi
Propinsi Sumatera Barat. Berbasis Masyarakat) oleh Di-
Pencanangan gerakan ini di- rektur Penyehatan Lingkungan
harapkan dapat mempercepat pro- Permukiman Departemen Pe-
ses peningkatan derajat kesehatan Sementara itu berkenaan dengan kerjaan Umum Susmono. Ketiga ke-
masyarakat melalui keterlibatan lang- Pekan Kesehatan Nasional, Departemen giatan tersebut diharapkan akan
sung masyarakat. Pada kesempatan ter- Kesehatan melaksanakan Pertemuan menjadi salah satu kegiatan yang da-
sebut, Proyek WSLIC 2 yang berada di Program Lingkungan Sehat yang di- pat mendorong tercapainya target air
Propinsi Sumatera Barat menyelengga- hadiri oleh seluruh jajaran dinas kese- minum dan sanitasi dasar MDGs
rakan Pameran Pencapaian WSLIC 2. hatan se-Indonesia di Padang. Salah pada tahun 2015. „ OM

Percik „ Juni 2006 „ 45


S E P U TA R A M P L

Pameran Pekan Lingkungan Hidup Indonesia 2006


K
FOTO: DORMARINGAN HS
elompok Kerja Air Minum 571 orang mengunjungi stand
dan Penyehatan Lingkungan Pokja AMPL-WASPOLA. Mereka
(Pokja AMPL) dan WASPO- berasal dari instansi pemerintah
LA kembali ikut serta pameran. Kali (102 orang), swasta (83 orang), LSM
ini pameran itu dalam rangka mem- (36 orang), pelajar dan mahasiswa
peringati Hari Lingkungan Hidup (101 orang), dan lain-lain (249
yang jatuh pada tanggal 5 Juni. Pa- orang). Selain itu, tercatat 88 orang
meran berlangsung 15-18 Juni 2005 yang ingin menjadi pelanggan baru
di Balai Sidang Senayan Jakarta. Majalah Percik.
Acara Pekan Lingkungan Indone- Pameran yang berlangsung da-
sia 2006 ini dibuka oleh Wakil Presi- lam rangkaian kegiatan Pekan Ling-
den Jusuf Kalla didampingi Menteri kungan Indonesia 2006 ini terdiri
Negara Lingkungan Hidup Rachmat atas 70 stand yang diikuti oleh Pem-
Witoelar dan Wagub DKI Fauzi Bo- da, BUMN, Perusahaan Swasta Na-
wo, beserta para aktivis lingkungan se- Pokja AMPL (Sekretariat, Departe- sional dan Multi Nasional, Asosiasi Bis-
perti Erna Witoelar dan Ully Sigar Ru- men PU, Departeman Kesehatan, nis dan Profesi, Lembaga Nasional dan
sady. Hadir juga dalam acara pembu- Pokja Banten, Pokja Sumatera Barat), Internasional, LSM, serta perguruan
kaan Pekan Lingkungan 2006, para du- WASPOLA dan Plan International. Dari tinggi. Peserta dari pameran tersebut di
ta besar negara sahabat, pimpinan per- sekretariat antara lain CD kliping, CD antaranya adalah Pertamina, BP Migas,
usahaan BUMN dan swasta serta peja- majalah Percik, CD data, CD Regulasi, ANTAM, INCO, Bakrie Brothers, Unile-
bat Pemerintah Pusat maupun Daerah. Majalah Percik, dan beberapa leaflet ver, PLN, WALHI, WWF, Tunas Hijau,
Setelah membuka acara Pekan Ling- serta poster. WASPOLA menampilkan Yayasan Lestari, Garuda Indonesia, De-
kungan Indonesia 2006, Wapres Jusuf poster dan leaflet kebijakan. Sedangkan partemen Sosial, Departemen Perhu-
Kalla mengunjungi stand pameran. dari yang lain antara lain buku-buku, bungan KLH, ASTRA, Pemda Kaliman-
Materi yang dipamerkan di stand poster, renstra, serta leaflet. tan Timur, Pemda Papua, Pemda Jawa
Pokja AMPL-WASPOLA berasal dari Selama pameran, tercatat sebanyak Barat, Pemda DKI Jakarta. „ RIE/MJ

Empat Kota Raih Predikat Kota Terkotor

E
mpat kota memperoleh gelar Jakarta Pusat dan Surakarta. dan berbagai hambatan terjadi akibat
kota terkotor di Indonesia. Ke- Selain itu, pemerintah mengumum- sampah yang bertebaran," katanya.
empat kota itu yaitu Bandung dan kan 12 kota yang berhak mendapat Pia- Menurut Menteri Lingkungan Hi-
Bekasi untuk kategori kota metropolitan, gam Adipura. Kota tersebut yaitu Ta- dup Rachmat Witoelar, pengumuman
serta Banjarmasin dan Tangerang untuk rakan, Tulungagung, Bangil, Singa- kota terbersih dan terkotor merupakan
kategori kota besar. Predikat itu diberikan parna, Garut, Pemekasan, Bangkalan, bentuk reward and punishment kepada
oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indramayu, Purwakarta, Kotabumi, Bo- penyelenggara kota dan masyarakatnya
dalam peringatan Hari Lingkungan yolali, dan Kalianda. dalam menjaga dan mengelola ling-
Hidup. Dalam Malam Anugerah Lingkung- kungannya.
Bersamaan dengan itu pemerintah an Adipura yang berlangsung Senin Seperti biasa, tahun ini pemerintah
juga mengumumkan kota terbersih. (12/6) Wakil Presiden Jusuf Kalla me- juga menyematkan penghargaan kepa-
Penghargaan untuk taman terbersih ngatakan upaya perbaikan lingkungan da mereka yang berjasa di bidang
diberikan kepada Jakarta Pusat dan harus dihargai. Sebaliknya, upaya yang lingkungan. Mereka memperoleh Kal-
Padang. Pasar terbersih untuk Medan tidak maksimal harus didorong menjadi pataru. Mereka terdiri atas tiga orang
dan Pekanbaru. Jalan terbersih untuk lebih baik, sekaligus ditertawai. "Ba- perintis lingkungan, dua orang pengab-
Jakarta Pusat dan Denpasar. Terminal yangkan betapa warga suatu kota yang di lingkungan, tiga kelompok penyela-
terbersih untuk Jakarta Selatan dan tidak bersih mengalami ketidaknya- mat lingkungan, dan tiga orang pembi-
Yogyakarta. Sekolah terbersih untuk manan. Begitu besar biaya kesehatan na lingkungan. „ MJ

46 Percik „ Juni 2006 „


S E P U TA R W A S P O L A

Lokakarya Diseminasi Kebijakan Nasional


Pembangunan AMPL Berbasis Masyarakat

S
elama tiga hari, 25-27 April ini, Basah menjelaskan bahwa disemi- dana yang ada hanya sekitar 2 trilyun rupi-
2006, Pokja AMPL Pusat dan nasi ini merupakan kegiatan yang terba- ah. Sebagai alternatif, ia memberikan
WASPOLA menyelenggarakan tas pada pemberian bantuan teknis, bu- solusi untuk memberdayakan masyarakat
lokakarya diseminasi kebijakan nasio- kan proyek fisik. Ia berharap selanjut- dalam pembangunan AMPL.
nal pembangunan AMPL berbasis ma- nya kelompok kerja (Pokja) propinsi Diseminasi ini juga diisi dengan ce-
syarakat di Surabaya. Acara ini diikuti berperan sebagai pelaku utama dalam ramah mengenai kebijakan nasional
sekitar 60 peserta dari propinsi/kabu- proses diseminasi. Pada kesempatan pembangunan AMPL oleh Bambang
paten pelaksana implementasi kebi- itu, ia juga menekankan pentingnya ko- Purwanto dari Departemen Pekerjaan
jakan nasional AMPL-BM dan penerima mitmen Bappeda untuk mengoordinasi- Umum. Peserta diajak membahas per-
proyek CWSH. kan seluruh pelaksanaan kegiatan di soalan AMPL di daerahnya masing-ma-
Lokakarya dibuka oleh Gary Swisher daerah. Selain itu, ia mengharapkan sing dengan metode partisipatif sekali-
dari WASPOLA. Nahkoda baru WAS- prinsip-prinsip dasar kebijakan AMPL gus membuat rencana kerja tahun
POLA itu berharap lokakarya ini bisa bisa diterapkan dalam perencanaan dan 2006. WASPOLA menawarkan berbagai
menjadi pelajaran berharga bagi dirinya operasionalisasi pembangunan AMPL program yang bisa diambil oleh daerah.
dan para peserta. Tampil sebagai peng- di daerah. Di akhir lokakarya, peserta diajak ke
arah Direktur Perumahan dan Per- Basah mengungkapkan Indonesia lapangan untuk melihat keberhasilan
mukiman Bappenas, Basah Hernowo. membutuhkan dana yang sangat besar da- pembangunan AMPL di Pasuruan (SA-
Kepada para peserta yang sebagian lam membangun AMPL. Ia menyebut ang- NIMAS), Malang (WSLIC), dan Sura-
besar baru pertama kali ikut kegiatan ka 4-5 trilyun rupiah per tahun. Padahal baya (Sampah). „ MJ

Lokakarya Sanimas Outcome Monitoring Study


G
una mengetahui dan mengukur Indonesia. Selama ini, menurutnya, studi SANIMAS, temuan di lapangan
mutu/keluaran intervensi SA- masyarakat pinggiran (peri urban) ke- menunjukkan SANIMAS merupakan
NIMAS, sebuah studi dilaksa- rap tidak mendapat perhatian, terutama solusi dari masalah pembuangan air
nakan di tujuh kabupaten/kota. Hasil karena masalah legalitas, peningkatan limbah kaum miskin perkotaan dan
studi tersebut, Rabu (17/5) lalu diloka- cakupan pelayanan sangat lambat, ke- kota kecil. SANIMAS dapat direplikasi
karyakan di Jakarta. butuhan investasi meningkat secara ta- di tempat lain. Hanya saja ada muncul
Lokakarya dibuka oleh Nugroho Tri jam, peran masyarakat menunjukkan keraguan bahwa program ini bisa dite-
Utomo mewakili Direktur Perumahan kecenderungan meningkat, sebelum- rapkan untuk skala yang lebih luas de-
dan Permukiman. Ia mengungkapkan nya: lebih pada inisiatif pemerintah. ngan kemampuan sumber daya manu-
sanitasi yang buruk dapat merugikan Ia berharap temuan studi dan lo- sia yang terbatas.
ekonomi secara signifikan. Berdasarkan kakarya ini mampu memberikan ma- Sanitasi Berbasis Masyarakat (SBM)
hitungan, kerugian itu senilai Rp. 42,3 sukan terhadap temuan studi untuk sin- seperti SANIMAS merupakan pilihan
trilyun rupiah per tahun atau setara 2 tesa kebelanjutan, memahami kerangka untuk daerah perkotaan dan kota kecil
persen GDP. Sedangkan setiap tambah- pikir Pemda dalam mendorong keber- di Indonesia, mengingat keterlibatan
an konsentrasi pencemaran BOD se- lanjutan SANIMAS dan pengembangan parapihak secara proporsional dalam
banyak 1 mg/liter pada sungai mening- sanitasi perkotaan, strategi LSM dan proyek SBM sangat positif.
katkan biaya produksi air minum seki- pengembangan model partisipasi, suara Dari studi ini juga didapatkan pen-
tar Rp 9.17/meter kubik. ''Ini menye- dan pilihan masyarakat terhadap SANI- tingnya ada lembaga yang memberikan du-
babkan kenaikan biaya produksi PDAM MAS, serta tindak lanjut dan rekomen- kungan sosial kelembagaan dan teknis yang
sekitar 25.22% dari rata-rata tarif air dasi dalam kerangka replikasi SANI- efektif kepada masyarakat. Tidak mudah
nasional,'' jelasnya. MAS. mendapatkan organisasi LSM dengan dana
Ia juga menyoroti kondisi sanitasi di Sementara itu, berdasarkan hasil sendiri yang mendukung. „ MJ

Percik „ Juni 2006 „ 47


INFO CD

Panduan Informasi Berbasis Kinerja bagi PDAM


Berorientasi Stakeholder
S
ebagai salah satu pengelola air Sebagai contoh, panduan informasi
minum di daerah, Perusahaan untuk pelanggan harus mencakup empat
Daerah Air Minum (PDAM) ditun- aspek yakni keuangan berupa informasi
tut memiliki kinerja pelayanan yang baik kondisi eksisting yang berkaitan langsung
kepada masyarakat. Kinerja ini akan baik dengan tarif air, gambaran umum pem-
jika didukung oleh stakeholder. Maka biayaan operasional dan penggunaannya;
perlu ada jalinan komunikasi yang efektif aspek pelanggan yakni informasi umum
untuk mencapai harapan tersebut. kondisi eksisting dan perkembangan pe-
Selama ini PDAM dinilai masih me- layanan pelanggan; aspek operasional
nerapkan strategi komunikasi yang belum yaitu informasi tentang kondisi eksisting
berorientasi kepada stakeholder artinya dan perkembangan proses kegiatan teknis
belum memperhatikan kebutuhan stake- operasional PDAM dalam menjalankan
holder. Model komunikasi masih berupa tugas pokoknya untuk melayani air mi-
bentuk alternatif organisasi. Akibatnya num yang baik; aspek personel yaitu du-
sering terjadi salah paham atau komu- kungan SDM.
nikasi yang salah antara stakeholder dan Panduan ini telah disusun dalam ben-
PDAM sehingga menimbulkan dampak tuk matriks. PDAM tinggal mengisi sesuai
yang kurang menguntungkan bagi perusa- itu. Di dalamnya ada panduan informasi kondisi masing-masing. Informasi itu
haan daerah tersebut. kinerja PDAM yang ditujukan bagi stake- nantinya bisa dipublikasikan misalnya
Sebenarnya itu tak perlu terjadi kalau holder yakni Pemda sebagai pemilik melalui surat kabar, internet, ditempel,
PDAM memiliki strategi komunikasi PDAM, DPRD, dan masyarakat. Panduan atau disiarkan melalui media elektronik
berbasis kinerja yang berorientasi pada ini merupakan hasil lokakarya yang dilak- yang ada di daerah dengan frekuensi ter-
stakeholder. CD ini mewujudkan tujuan sanakan tahun lalu. tentu. „ MJ

Himpunan Peraturan Perundangan AMPL

I
ndonesia memiliki peraturan perun- CD ini memuat 11 bentuk perundang- Peraturan Presiden (Perpres), Keputusan
dang-undangan yang banyak sekali, an yaitu undang-undang (UU), Peraturan Presiden (Keppres), Instruksi Presiden
termasuk sektor air minum dan pe- Pemerintah Pengganti Undang-undang (Inpres), Peraturan Menteri (Permen),
nyehatan lingkungan. Peraturan per- (PERPU), Peraturan Pemerintah (PP), Keputusan Menteri (Kepmen), Instruksi
undangan itu terserak di berbagai instansi Menteri (Inmen), Peraturan Daerah (Per-
dan daerah. Kenyataan ini kurang meng- da), dan keputusan lainnya. Isinya tidak
untungkan bagi perkembangan sektor ini hanya masalah menyangkut AMPL saja
mengingat keberadaan peraturan sangat tapi juga sektor terkait. Semua naskah
diperlukan sebagai dasar pijakan bagi pe- perundangan di dalamnya ditampilkan
laksanaan kegiatan di lapangan. Atas da- dalam format PDF file sehingga bisa di-
sar itu Kelompok Kerja Air Minum dan cetak.
Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) CD ini merupakan produk Sekretariat
Pusat berinisiatif mengumpulkan peratur- Pokja AMPL Pusat yang terbaru. Sebe-
an tersebut dalam sebuah CD. Diharapkan lumnya, Pokja juga meluncurkan CD Data
dengan adanya kompilasi ini akan memu- Air Minum, CD Kliping Berita, CD Percik,
dahkan stakeholder AMPL memahami CD Katalog. Sebagai resource center, sek-
peraturan yang sudah ada sekaligus me- retariat Pokja AMPL Pusat akan mempro-
ngembangkan peraturan yang belum di- duksi produk lain untuk memenuhi kebu-
tetapkan dalam jangka panjang. tuhan stakeholder AMPL. „ MJ

48 Percik „ Juni 2006 „


I N F O BU K U

Manajemen Sumber Daya Air Terpadu


K
TT Bumi pada Juni 1992 di Rio rangka mengoptimalkan resultan ekonomi
JUDUL :
de Janeiro mencetuskan Dekla- dan kesejahteraan sosial dalam sikap yang
rasi Rio yang menyatakan bah- PENGELOLAAN SUMBER cocok/tepat tanpa mengganggu kestabilan
wa pembangunan nasional suatu negara DAYA AIR TERPADU dari ekosistem-ekosistem penting. Penge-
dalam bentuk apapun harus memasuk- PENULIS : lolaan ini melibatkan berbagai pihak
kan dimensi lingkungan secara terpadu ROBERT J KODOATIE, PH.D DAN (stakeholders) dan berbagai disiplin ilmu,
dan menyeluruh. Indonesia termasuk ROESTAM SJARIEF, PH.D lintas batas antarsumber daya, antarlokasi,
penandatangan deklarasi yang dikenal PENERBIT : PENERBIT ANDI dan antarkondisi secara holistik dan
sebagai Agenda 21 itu. TAHUN TERBIT : 2005 berwawasan lingkungan.
Di sisi fakta, kondisi sumber daya air TEBAL : XIII + 357 HALAMAN Model pendekatan ini sebenarnya
di Indonesia sangat memprihatinkan. sering diperkenalkan tapi banyak yang
Berdasarkan siklus hidrologi secara glo- belum tahu bagaimana implementasi-
bal, jumlah air yang bisa dimanfaatkan air secara terpadu dan menyeluruh. nya di lapangan. Buku ini menjelaskan
oleh manusia tetap. Namun kebutuhan Manajemen sumber daya air terpadu hal itu mulai dari siklus hidrologi baik
meningkat terus akibat perkembangan merupakan penanganan integral yang air permukaan dan air tanah hingga
populasi dan pertumbuhan ekonomi. mengarahkan kita dari pengelolaan air permasalahan pengelolaan sumber daya
Kenyataan ini akan melahirkan kompe- sub-sektor ke sektor silang atau suatu pro- air. Selain itu buku ini menguraikan pu-
tisi dan bukan tidak mungkin memun- ses yang mempromosikan koordinasi la tentang sistem infrastruktur keairan
culkan konflik. Oleh karena itu, perlu pengembangan dan pengelolaan air, dan konsep pengelolaan sumber daya
dan harus ada pengelolaan sumber daya tanah, dan sumber daya terkait dalam air terpadu. „ MJ

Mewujudkan Partisipasi
P
artisipasi gampang diucapkan JUDUL :
masyarakat-utamanya di Inggris. Tek-
tapi sulit diwujudkan. Konsep nik partisipasi ini telah dicoba oleh le-
MEWUJUDKAN
ini sudah digunakan secara luas bih dari setengah juta orang.
PARTISIPASI.
dalam 20 tahun terakhir dalam wacana Buku ini sangat mudah dan enak di-
pembangunan. Berbagai kegiatan me-
21 TEKNIK PARTISIPASI baca. Panduan-panduan yang ada di da-
ngacu pada konsep tersebut, namun MASYARAKAT UNTUK lamnya sangat sederhana dan gampang
partisipasi ideal yang diharapkan dalam ABAD 21 untuk dilaksanakan. Teknik partisipasi
setiap program masih jauh dari harap- PENULIS : YAHYA ALEXANDER DKK yang berjumlah 21 tersebut di antaranya
an. PENERBIT : THE BRITISH COUNCIL mengenai: merencanakan tindakan,
Kini konsep partisipasi semakin ba- TAHUN TERBIT : 2001 metode memilih, dewan juri warga, in-
nyak dihubungkan dengan hak-hak ke- TEBAL : IX + 92 HALAMAN dikator masyarakat, pencarian masa
warganegaraan dan pemerintahan yang depan, model daya dukung setempat,
demokratis. Ini terkait pula dengan peta lingkungan, perencanaan strategis
konsep desentralisasi pemerintahan partisipatif, lokakarya meja bundar,
yang sedang menjadi tren di beberapa partisipasi dalam pemerintahan daerah, audit sosial, dan integritas tim.
negara. Hanya saja muncul pertanyaan dan menggali berbagai inisiatif dan Setiap teknik dilengkapi dengan pe-
bagaimana sebenarnya konsep partisi- strategi baru untuk mengatasi berbagai rangkatnya seperti sumber daya yang
pasi dan strategi apa untuk mencapai- hambatan tersebut. dibutuhkan dan tahap-tahap pelaksana-
nya. Yang pasti buku ini memberikan pe- an serta studi kasus. Selain itu, panduan
Buku ini mengajak pembacanya un- lajaran menarik tentang 21 teknik me- ini dilengkapi pula dengan kontak lem-
tuk membahas perbedaan konsep parti- wujudkan partisipasi masyarakat. Tek- baga yang kompeten dan pelatihan yang
sipasi dan kesesuaiannya, hambatan nik itu berasal dari berbagai kelompok bisa diikuti. „ MJ

Percik „ Juni 2006 „ 49


INFO SITUS

Penyediaan Air dan duduk miskin perkotaan, fungsi ke- building, community development, ter-
Sanitasi Perkotaan uangan, serta fungsi operasional dan
pemeliharaan. „ MJ
masuk bagaimana bernegosiasi dengan
badan-badan penyedia dana, dan anali-
sis lingkungan dan sosial ekonomi. „ MJ
http://www.worldbank.org/html/fpd/
water/urban.html Air Perkotaan:
Tools and Resources Jurnal Air Perkotaan
www.urbanwater.net
http://www.urbanwater.info/

K ondisi ekosistem terus mengalami


penurunan dalam 100 tahun ter-
akhir. Maka itu diperlukan cara untuk
menangani persoalan tersebut khusus
menyangkut air di perkotaan di mana
penurunan kualitas lingkungannya cu-
kup kentara. Situs ini menyebut pola
penanganan itu menggunakan sebuah
disain. Pola ini diambil berdasarkan pe-
ngalaman di lapangan. Berbagai do-
kumen tentang manajemen air ada di
sini.
Situs ini cukup lengkap membahas
tentang pendanaan dan keuangan, or-
ganisasi. Beberapa piranti khusus untuk
U rban Water Journal (Jurnal Air
Perkotaan) menyediakan sebuah
forum bagi para peneliti dan komunitas

M eskipun ada investasi yang besar


di bidang air minum dan sanitasi
pada era 80-90-an, jumlah orang yang
mendukung keputusan juga ada, misal-
nya untuk menganalisa stakeholder, di-
sain manajemen, dan sebagainya. Yang
profesional guna membahas sistem
penyediaan air di lingkungan perkotaan
dalam diskusi yang berkelanjutan.
belum memiliki akses ke layanan air menarik, situs ini menyediakan toolkits Pembahasannya ditekankan pada anali-
minum dan sanitasi dasar di perkotaan untuk disain dan pemeliharaan perkota- sis keterkaitan dan interaksi antara sis-
dan perdesaan terus meningkat. Di sisi an, monitoring, manajemen lingkung- tem penyediaan air individual, tata guna
lain perbaikan sarana air minum dan an, organisasi, dan komunitas. air, dan lingkungan. Jurnal ini menggu-
investasi swasta juga sulit. Ada per- nakan pendekatan yang terintegrasi
soalan tarif, keterbatasan tingkat per- dalam memecahkan sejumlah per-
saingan, tingkat pengembalian aset masalahan menyangkut manajemen pe-
dalam jangka waktu panjang yang lam- nyediaan air perkotaan yang berke-
bat, mata uang yang tidak stabil, sehing- lanjutan.
ga investor asing enggan menanamkan Isi jurnal ini antara lain hubungan
modalnya di sektor ini. air dan sarana di perkotaan, penyedia-
Situs ini memberikan gambaran an dan distribusi air minum, sewerage,
berbagai langkah yang bisa ditempuh dan drainase. Topik-topik khusus juga
oleh calon investor dan para pengambil ada seperti jejaring manajemen, ope-
kebijakan dalam menghadapi berbagai rasional dan rehabilitasi, manajemen
persoalan itu. Di dalamnya ditampilkan permintaan dan tingkat pelayanan,
berbagai pembelajaran yang pernah ter- daur ulang air dan pengendalian sum-
jadi di beberapa negara. Situs milik ber air dalam berbagai skala, penge-
Bank Dunia ini memuat antara lain soal lolaan air minum dan air limbah. Tu-
air dan sanitasi dari sudut pandang eko- Hal-hal praktis di bidang pemberda- lisan dalam jurnal ini merupakan hasil
nomi, pembiayaan dan tarif, partisipasi yaan masyarakat juga ada. Misalnya da- karya para pakar dan praktisi dari ber-
sektor swasta, layanan terhadap pen- lam menu organisasi ada capacity bagai negara. „ MJ

50 Percik „ Juni 2006 „


AGENDA

TANGGAL BULAN KEGIATAN

11 Mei Rapat Koordinasi Pokja AMPL 2006


12 Mei Wrap-Up Meeting Proyek WSLIC 2
17 Mei Lokakarya Studi SANIMAS
23 Mei Workshop Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan SNI
24 Mei Rapat Koordinasi Pokja AMPL Terkait Program CLTS
30-31 Mei Lokakarya Operasionalisasi Kebijakan Nasional Bagi Pokja AMPL Daerah, Wilayah Barat di Anyer dan
Wilayah Timur di Surabaya
31 Mei Serial Meeting Pengelolaan Data Pembangunan Air minum & Penyehatan Lingkungan Indonesia
6 Juni Kick Off Hand Washing Initiative, ISSDP
8 Juni Rapat Koordinasi Kegiatan Pokja AMPL
9 Juni Rapat Pembahasan Pengelolaan Data AMPL (Studi Uji Coba Instrumen Kuisioner Susenas 2007)
13-14 Juni Kunjungan lapangan Menteri Kesehatan ke Proyek WSLIC-2 Kabupaten Pesisir Selatan,
Sumatera Barat
15-18 Juni Pameran Lingkungan Hidup Indonesia
15 Juni Rapat Pembahasan Kerangka Kerja Sama Indonesia-UNICEF
16 Juni Rapat Persiapan Pelatihan CLTS
20 Juni Presentasi dan Diskusi tentang Sanitation Sector Assesment
21 Juni Rapat Koordinasi Pokja AMPL
26-27 Juni Lokakarya Orientasi Komunikasi AMPL di Prop. Banten
27 Juni Road Show Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL-BM di Serang
Rapat Penyempurnaan Draft Modul Pelatihan CLTS
27-29 Juni Lokakarya Nasional Peningkatan Kerangka Kerja Sanitasi
27-30 Juni Lokakarya Pendalaman Kebijakan dan Pelatihan Penyusunan Renstra AMPL Berbasis Masyarakat
bagi Tim CWSHP Daerah di Bandung
28 Juni Road Show Pelaksanaan Kebijakan Nasional AMPL-BM di Tangerang
Presentasi Hasil Kunjungan Lapangan Uji Coba CLTS
Lokakarya Implementasi Kebijakan di Daerah Propinsi Sulawesi Tenggara (Kendari)
29 Juni Lokakarya 'Finding & Recommendations on Donor Harmonization in the Community Based
Water and Environmental Sanitation'
29-30 Juni Lokakarya Orientasi Komunikasi AMPL di Propinsi Sulawesi Tenggara
30 Juni Rapat Tim Kecil Data
Rapat Pembahasan Draft Final Modul Ketrampilan Dasar Fasilitasi

Percik „ Juni 2006 „ 51


P U S TA K A A M P L

PROSIDING
KUMPULAN MAKALAH TEMA AIR DAN TATA LAUT, TERTIB DARAT : PANDUAN MENGURANGI
BUDAYA DALAM SEMINAR NASIONAL LIMBAH DARAT UNTUK MELINDUNGI LAUT
HARI AIR SEDUNIA KE 14, TH. 2006 (Care for sea starts from the land, manual to reduce
Jakarta, 25 April 2006 Gedung Sapta land based waste to protect the sea)
Taruna DPU. Penerbit: UNESCO 2002

PLANS APPROACH TO WATER AND PENYUSUNAN DATABASE AIR BERSIH


ENVIRONMENTAL SANITATION, DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN
Penerbit: Plan, 2004 (ABPL) ORIENTASI PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DENGAN METODE
MATERI DISEMINASI TATA CARA PERHITUNGAN PHAST/MPA BAGI TIM TEKNIS
TARIF AIR MINUM, Jakarta 7 - 8 Desember 2005 KABUPATEN DAN PROPINSI.
Penerbit: DPU, Ditjen Cipta Karya Penerbit: Ditjen PMD, Depdagri

PROSIDING KEGIATAN OPERASIONALISASI KEBIJAKAN


NASIONAL AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN UMUM
BERBASIS MASYARAKAT DI PROPINSI KEPULAUAN BANGKA RENCANA STRATEGIS DAN PROGRAM
BELITUNG. 2005 JANGKA MENENGAH PU-CIPTA KARYA
Penerbit: Pokja AMPL Bangka Belitung (DILENGKAPI INFORMASI HASIL PEMBA-
NGUNAN 2005 DAN SASARAN KINERJA PEMBANGUNAN
2006.
S TAT I S T I K Penerbit: DPU Ditjen Cipta Karya.
LAPORAN PEREKONOMIAN INDONESIA 2004
Penerbit : BPS KIMIA LINGKUNGAN
( DR. RUKAESIH ACHMAD, M.SI),
GORONTALO DALAM ANGKA 2005 Penerbit: Andi Yogyakarta, 2004
Penerbit: BPS dan Bappeda Gorontalo
SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DI
KABUPATEN PACITAN, PEMBANGUNAN
PEDOMAN/PETUNJUK SPAM DI KECAMATAN PRINGKUKU.
GUIDELINES FOR DEVELOPERS SEWEGE TREATMENT Penerbit: Dit. PAM. Ditjen Cipta Karya, DPU 2006
PLANT. (VOL. 4)
Penerbit: Malaysia Water Association, Ministry Housing and THE PARTNERSHIP PAPERCHASE STRUCTURING PARTNERSHIP
Local Government, Agustus 1998 AGREEMENTS IN WATER AND SANITATION IN LOW - INCOME
COMMUNITIES.
GUIDELINES FOR DEVELOPERS SEWEGE POLICY (Barbara Evans, Joe McMahon and Ken Caplan, 2004)
FOR NEW DEVELOPMENTS. (VOL.1)
Penerbit: Malaysia Water Association, Ministry Housing and
Local Government, Agustus 1999 MAJALAH/JURNAL
GUIDELINES FOR DEVELOPERS SEPTIC TANKS. DAMPAK,
(VOL.5) Jurnal Teknik Lingkungan Universitas Andalas
Penerbit: Malaysia Water Association, Ministry Volume 2, Nomor 2, Juli 2005
Housing and Local Government, Agustus 2000
MAJALAH AIR MINUM,
MALAYSIA: WATER INDUSTRY GUIDE 2005 Edisi 127 April 2006
Penerbit: The Malaysia Water Accociation and Perpamsi
Ministry of Energy, Water and Communications
Malaysia

52 Percik „ Juni 2006 „


G L O S S A RY

Oligotropich lakes
Danau atau genangan air jernih yang tidak mengandung nutrient seperti genangan air (dingin) pegunungan, mata air, ge-
nangan air dengan tetumbuhan yang perkembangannya terbatas atau genangan yang dihidupi ikan yang tidak berkem-
bang biak dengan baik di dalamnya.

One pipe system


Sistem plambing untuk air bekas (sullage), air kotor (sewage) dan air kotoran (soil-waste) yang dialirkan menjadi satu
melalui pipa air limbah yang langsung menuju sistem pengolahan setempat atau jaringan air limbah kota

On-site Sanitation System


Sistem sanitasi setempat-Sistem penanganan kotoran manusia yang penampungan dan pengolahannya, baik sebagian
atau keseluruhan dilakukan di dalam rumah/persil. Contohnya cubluk, tangki septik.

On-site waste water management system


Sistem pengolahan air limbah setempat-Sistem pengolahan air limbah yang dilakukan di lokasi sumber/timbulan air lim-
bah tersebut berada.

Open channel (Saluran terbuka)


Saluran dengan aliran yang hanya mengandalkan beda potensi elevasi antara hulu dan hilir saluran (mengandalkan gaya
gravitasi). Dipilih karena relatif lebih murah dan tidak memerlukan sumber tekanan buatan (pompa).

Open dumping
Metode pembuangan akhir sampah yang paling sederhana yakni dengan menumpuk sampah tersebut di areal terbuka

Open well
Sumur-sumur air yang dibangun dengan cara penggalian terbuka yang bisa mencapai kedalaman hingga 30 meter, jika
menggunakan selubung penahan dinding (casing), atau maksimal 5 meter (tergantung jenis tanah) jika tanpa selubung.

Orifice plate (Pelat berlobang)


Peralatan sederhana dalam instalasi pengolahan air bersih/air limbah yang dapat digunakan sebagai pengatur, pendistri-
busi/penyebar dan perata aliran air yang masuk (influent).

Orthotolidin test
Salah satu metode/cara pengujian keberadaan unsur khlor (Cl) di dalam sampel air olahan. Satu (1) ml larutan Ortho-
tolidin ditambahkan pada 100 ml sampel air. Keberadaan sisa khlor dapat diamati/diidentifikasi melalui perubahan war-
na pada sampel air tersebut setelah selang waktu 10 menit kemudian.

Osmosis
Proses perpindahan cairan encer (berkonsentrasi rendah) menuju cairan pekat (berkonsentrasi tinggi) melalui selaput
(membran) hingga tercapai keseimbangan/kesamaan konsentrasi antara kedua cairan tersebut.

Outfall
Muara/outlet (pintu keluar) dari suatu sistem jaringan saluran drainase atau air limbah menuju lokasi pembuangan akhir.

Outflow
Aliran yang keluar dari suatu bangunan

Overflow (Pelimpah)
Lobang, dengan atau tanpa pipa penyalur, yang diadakan pada dinding bangunan air, pada posisi batas bawah ambang bebas
(free board). Berfungsi untuk menyalurkan/mengeluarkan kelebihan air yang melewati batas ambang bebas tersebut.
„ Dikutip dari Kamus Istilah dan Singkatan Asing Teknik Penyehatan dan Lingkungan
„ Penerbit: Universitas Trisakti