Anda di halaman 1dari 18

TEORI AKUNTANSI

Teori : seperangkat asas, hipotesis, konseptual dan pragmatis yang terjalin satu sama
lain dan membentuk kerangka acuan umum untuk suatu bidang ilmu pengetahuan.
Pengertian :
o Akuntansi (1) : seni mencatat, menggolongkan, dan mengikhtisarkan transaksi atau
peristiwa yang paling tidak bersifat keuangan dengan suatu cara yang bermakna dan dalam
satuan uang serta menginterpretasikan hasil-hasilnya.
o Akuntansi (2) : suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif,
terutama yang bersifat keuangan tentang kesatuan ekonomi yang dimaksudkan agar
bermanfaat dalam mengambil keputusan ekonomi dalam menetapkan pilihan-pilihan yang
pantas diantara berbagai tindakan alternatif.
o Teori Akuntansi : suatu penalaran secara logis dalam bentuk asas atau prinsip yang
merupakan kerangka acuan umum untuk menilai praktik akuntansi dan sebagai pedoman bagi
pengembangan praktek dan prosedur baru.
Tujuan utama teori akuntansi : memberikan seperangkat prinsip-prinsip yang koheren
yang diturunkan secara logis, yang berlaku sebagai kerangka acuan guna mengevaluasi dan
mengembangkan praktek akuntansi.
Tingkatan teori akuntansi :
o Syntantics : teori yang menjelaskan praktik akuntansi masa kini dan meramalkan
tanggapan para akuntan terhadap situasi tertentu atau bagaimana melaporkan peristiwa
tertentu.
o Semantical : teori yang memusatkan perhatian pada fenomena dengan simbol yang
mewakili fenomena tersebut.
o Pragmatics : teori yang menekankan perilaku yang ditimbulkan oleh laporan keuangan
terhadap keputusan yang diambil oleh pemakai laporan keuangan.
Sifat teori akuntansi :
o Syntatics : pengkajian mengenai suatu simbol dengan simbol lainnya.
o Semantics : pengkajian mengenai hubungan antara simbol dengan objek (peristiwa)
o Pragmatics : pengkajian mengenai hubungan antara simbol dengan pemakai simbol
Sifat akuntansi menurut Belkoui :
1. Sebagai Ideologi : akuntansi dipandang sebagai ideologis, sebagai alat untuk
mempersah dan mengesahkan suatu susunan sosial, ekonomi, dan politik.
2. Sebagai suatu bahasa : akuntansi mengkomunikasikan informasi tentang perusahaan

1
3. Sebagai catatan historis : kuntansi menyediakan sejarah sebuah organisasi, transaksi-
transaksi dan lingkungannya
4. Sebagai realitas ekonomi berjalan : neraca dan laporan rugi-laba didasarkan pada
realitas ekonomi berjalan dan untuk penentuan laba yang sebenarnya (true income)
5. Sebagai suatu informasi : akuntansi menjalin hubungan antara sumber informasi,
saluran, dan penerima.
6. Sebagai komoditi : masyarakat membutuhkan informasi akuntan sebagai penghasil
informasi sehingga tercipta pasar informasi akuntansi.
Metodologi untuk perumusan suatu teori akuntansi :
o Deskriptif : menjelaskan dan membenarkan beberapa praktek akuntansi yang berguna
secara nyata
o Normatif : membenarkan beberapa praktek akuntansi yang seharusnya
dijalankan.
Penalaran/pendekatan teori akuntansi :
o Penalaran deduktif : penalaran yang dimulai dari tujuan dan postulate akuntansi
yang berguna secara nyata (umum ke khusus).
o Penalaran induktif : proses penalaran kesimpulan dari pengamatan, pengukuran,
yang sederhana (khusus ke umum)
Struktur teori akuntansi :

Tujuan Laporan Keuangan

Postulate Akuntansi Konsep Teori Akuntansi

Prinsip Akuntansi

Teknik Akuntansi

o Postulate akuntansi : pernyataan yang tidak perlu dibuktikan kebenarannya atau


aksioma yang diterima secara umum karena sesuai dengan objektifitas laporan keuangan dan
menggambarkan lingkungan ekonomi, sosial, politik, dan hukum dimana akuntansi beroperasi.
o Konsep teoritis akuntansi : pernyataan yang tidak perlu dibuktikan dan
menggambarkan sifat dari akuntansi yang bergerak dalam perekonomian bebas yang ditandai
oleh hak milik atas suatu kekayaan.

2
o Prinsip akuntansi : aturan-aturan keputusan umum yang diturunkan baik dari
tujuan maupun konsep teoritis akuntansi yang mengatur pengembangan teknik-teknik
akuntansi.
o Teknik akuntansi : kaidah khusus yang diturunkan dari prinsip akuntansi untuk
menata suatu transaksi atau event tertentu yang dihadapi oleh suatu kesatuan akuntansi.
Postulate akuntansi menurut Vernom Kam :
1. Entity : aktivitas ekonomi yang dilaksanakan dalam suatu kesatuan usaha tertentu.
2. Monetery unit : uang yang digunakan sebagai suatu pengukuran suatu objek atau
peristiwa ekonomi.
3. Exchange prices : data akuntansi menggunakan harga-harga yang telah lalu, sedang
berjalan, dan akan datang.
4. Continuity : suatu kesatuan usaha dipandang akan terus berjalan
5. Time period : aktivitas ekonomi dilaksanakan dalam periode waktu tertentu

Postulate akuntansi menurut Ahmed Belkoui :


1. Entity
2. Going Concern
3. Unit of measure
4. Accounting period

Konsep teori akuntansi :


1. Teori Kepemilikan (The Proprietory Theory)
Penetapan akuntansi dan penyusunan aktiva
perusahaan harus didasarkan pada pandangan dan kepentingan pemilik. Pemilik adalah
orang yang berkepentingan dalam perusahaan berorientasi pada neraca tujuannya
penentuan
Aktiva dan analisa=kekayaan
- Utang Ekuitasbersih pemilik.
(modal) Pemilik

2. Teori Kesatuan (Entity Theory)


Entity adalah bagian yang terpisah dan berbeda dari
pemilik modal pada kesatuan itu, berorientasi pada rugi laba, pusat kepentingan
akuntansinya
Aktiva = adalah
passivaunit
atauusaha,
aktivabukan pemilik.
= Utang + Modal Pemegang
Saham
3. Teori Dana (Fund Theory)
Teori ini memandang unit bisnis terdiri dari sumber daya
ekonomi (dana) dan kewajiban serta batasan-batasan sehubungan dengan penggunaan

3
Aktiva = Kendala dari Biaya
sumber daya ini, teori ini berpusat dari aktiva dengan kata lain fokus utamanya adalah
administrasi dan penggunaan aktiva secara tepat, cocok untuk organisasi pemerintah.

Prinsip akuntansi
o Menurut Vernom Kam
a. Historical Cost Measurement (pengukuran biaya historis)
b. Revenue Recognition (Pengakuan Pendapatan)
c. Matching
d. Disclosure
o Menurut Ahmed Belkaoui
a. Prinsip Biaya : biaya perolehan atau biaya historis adalah dasar penilaian untuk
perolehan segala barang dan jasa, biaya (expenses, cost) dan ekuitas.
b. Prinsip Pendapatan
Sifat dan komponen Pendapatan
1) Arus masuk dari aktiva netto yang dihasilkan dari penjualan barang dan jasa
2) Arus keluar dari barang dan jasa
3) Produk perusahaan yang semata-mata dari pembelian barang atau jasa oleh
sebuah perusahaan selama satu periode tertentu
Pengukuran pendapatan : pendapatan diukur dalam satuan nilai produk atau
jasa yang diperoleh dalam suatu transaksi . potongan tunai dan kerugian piutang tak
tertagih harus dianggap sebagai biaya.
Saat pengakuan pendapatan : accrual basis dan cash basis
c. Prinsip Matching : menyatakan bahwa biaya harus diakui pada periode yang sama
seperti pendapatan yang bersangkutan kaitan antara pendapatan dan biaya tergantung
dari salah satu dari empat kriteria :
Matching langsung dari biaya yang jatuh tempo dengan pendapatan (HPP x
Penjualan)
Matching langsung dari biaya yang jatuh tempo dengan periode yang
bersangkutan (gaji direktur untuk periode yang bersangkutan)
Alokasi biaya selama periode pemanfaatan (penyusutan dalam periode yang
bersangkutan)
Alokasi beban untuk semua biaya lain dalam periode terjadinya.

4
d. Prinsip Objektivitas : kegunaan informasi keuangan tergantung pada keandalan
prosedur pengukuran yang digunakan untuk memastikan adanya keandalan yang
maksimum sudah dilakukan maka digunakan prinsip objektivitas untuk membenarkan
pilihan suatu pengukuran atau prosedur pengukuran.
e. Prinsip konsistensi : menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa serupa harus dicatat dan
dilaporkan dengan cara yang konsisten dari periode ke periode.
f. Prinsip pengungkapan penuh : mengharuskan bahwa ikhhtisar keuangan dirancang
dan disusun agar menggambarkan secara akurat peristiwa-peristiwa ekonomi yang
mempengaruhi perusahaan untuk periode yang bersangkutan dan berisi informasi
mencukupi agar berguna dan tidak menyesatkan investor.
g. Prinsip konservatisme : menyatakan bahwa pada waktu memilih salah satu diantara
dua atau lebih teknik akuntansi maka lebih diutamakan yang mempunyai dampak
keuntungan yang paling kecil terhadap modal pemegang saham sebaiknya yang
dilaporkan adalah nilai aktiva dan pendapatan yang terendah dan nilai utang dan biaya
yang tertinggi.
h. Prinsip Materialitas : merupakan pedoman untuk menilai apa saja yang perlu
diungkapkan dalam laporan keuangan sehingga akuntan dapat memutuskan apa yang
tidak penting atau apa yang tidak ada artinya, atas dasar bias, pembukuan, ketepatan
ikhtisar keuangan dan relevansi bagi pemakai.
i. Prinsip Keseragaman dan Keterbandingan
Mengacu pada penggunaan prosedur yang sama oleh perusahaan-perusahan yang
berbeda. Objektivitas yang dikehendaki adalah mencapai keterbandingan ikhtisar-ikhtisar
keuangan dengan mengurangi keaneka ragaman karena penggunaan prosedur.
Sudut Pandang Akuntansi (point of view) adalah dengan melihat dari sudut pandang
mana laporan keuangan dibuat/disusun.
o Teori Kepemilikan (The Proprietory Theory)
Perusahaan dianggap sebagai alat untuk mencapai kekayaan. Laporan keuangan dipandang
dari sudut pandang pemilik. Persamaan akuntansinya : M = A - L
o Teori Kesatuan Usaha (Entity Theory)
Perusahaan merupakan kesatuan yang terpisah dari pemiliknya. Persamaan akuntansinya : A
=H+M
o Teori Dana (Fund Theory)
Dana suatu unit operasi merupakan tujuan yang spesifik untuk seperangkat kegiatan meliputi
aktiva dan modal. Persamaan akuntansinya : Asset = Kendala dari Aktiva
o Teori Kepemimpinan (Commander Theory)

5
Sudut pandang yang diambil haruslah pada seseorang atau kelompok yang mempunyai
kekuatan untuk mengembangkan sumber daya, berdasarkan sudut pandang pimpinan tertinggi
perusahaan.
o Teori Investor (Investor Theory)
Menitik beratkan pada kebutuhan pengguna dari luar khususnya bagi para pemegang saham
berdasarkan sudut pandang investor. Persamaan akuntansinya : Asset = Spesifik Equity +
Residual Equity
o Teori Perusahaan (Enterprise Theory)
Perusahaan dipandang sebagi institusi sosial dimana keputusan yang dibuat akan
mempengaruhi sejumlah orang yang menaruh perhatian.
Kontigensi : kondisi atau situasi pada tanggal neraca yang dampak keuangannya harus
ditentukan oleh peristiwa-peristiwa di masa depan baik yang dapat maupun yang tidak dapat
terjadi.
Subsequent Event : peristiwa yang terjadi antara tanggal neraca dan tanggal penerbitan
laporan keuangan.
Metode pelaporan informasi segment :
o Segment Industri : biasanya disajikan menurut pengelompokan umum dari produk
atau jasa yang terkait atau menurut jenis pelanggan.
o Segment Geografis : kadang-kadang disajikan menurut lokasi operasi perusahaan
menurut pasar atau menurut keduanya.
Realisasi dan Pengakuan : merupakan proses perubahan sumber dan harta non kas
menjadi uang (penjualan aktiva atau klaim untuk memperoleh kas)
Konsep Modal
o Konsep Modal Keuangan : seperti uang dan daya beli yang diinvestasikan, modal
adalah sinonim dengan aktiva bersih atau ekuitas perusahaan.
o Konsep Modal Fisik : seperti kemampuan usaha modal dipandang sebagi kapasitas
produktif perusahaan yang didasarkan pada misalnya output perhari.
Konsep Pemeliharaan Modal
o Pemeliharaan Modal Keuangan (Financial Capital)
Laba hanya diperoleh kalau jumlah finansial dari aktiva bersih pada akhir periode melebihi
jumlah pada awal periode, setelah memasukkan kembali setiap distribusi kepada dan
mengeluarkan setiap konstribusi dari para pemilik.
o Pemeliharaan Modal Fisik (Physical Capital)

6
Laba hanya diperoleh kalau kapasitas produksi fisik pada akhir periode melebihi kapasitas
produksi fisik pada akhir periode, setelah memasukkan setiap distribusi kepada dan
mengeluarkan setiap konstribusi dari para pemilik selama satu periode.
Perbedaan utama antara accrual basis dengan cash basis adalah pada waktu (timing)
pengakuan pendapatan, biaya, dan rugi laba.
Arus kas adalah arus kas masuk atau arus kas keluar atau setara kas. Laporan arus
kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan.
o Arus kas aktivitas operasi :
Metode langsung : kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas
bruto diungkapkan.
Metode tidak langsung : laba/rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi
pengaruh transaksi bukan kas, penangguhan aatau akrual dari penerimaan atau
pembayaran dan unsur penghasil atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi dan
pendanaan.
o Arus kas aktivitas investasi
Penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan penggunaan sumber daya untuk
menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan
o Arus kas aktivivitas pendanaan (pembelanjaan)
Memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan.

Dalam mencatat kas kecil terdapat 2 cara yaitu :


o Sistem Imprest, jumlah dana untuk kas kecil telah ditetapkan besarnya, pada saat
penggunaan kas kecil tidak ada jurnal (pencatatan), jurnal dilakukan pada saat penyesuaian
(akhir periode), pada saat pengisian kas kecil rekening yang didebet adalah rekening biaya-
biaya bukan rekening kas kecil.
o Sistem Fluktuasi, jumlah kas kecil berfluktuasi, setiap penggunaan kas kecil dilakukan
jurnal yang melibatkan rekening kas kecil, pada akhir periode tidak diperlukan jurnal
penyesuaian.
Bentuk laporan rugi laba :
o Single Step : dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokan pendapatan dan biaya
ke dalam kelompok-kelompok usaha tetapi dipisahkan antara :
Pendapatan dan laba
Biaya dan kerugian

7
o Multiple Step : merupakan bentuk yang umum digunakan, dimana dilakukan
pengelompokan terhadap pendapatan dan biaya yang disusun menurut urutan tertentu
sehingga dapat diketahui laba bruto, penghasilan usaha bersih, penghasilan bersih sebelum
pajak dan penghasilan bersih sesudah pajak.
Laporan rugi laba
Penjualan 980
Dikurangi :
Bahan baku dan bahan habis pakai 150
Overhead non TK 60
Depresiasi 70
Gaji manajer dan Karyawan 200
Bunga 40 (520)
Laba sebelum pajak 460
Pajak penghasilan (180)
Laba bersih 280
Deviden (120)
Laba ditahan (reinvestasi) 160

Laporan nilai tambah (digunakan pada Enterprise Theory)


Penjualan 980
Dikurangi transfer
Bahan baku dan bahan habis pakai 150
Overhead non TK 60
Depresisi 70 (280)
Nilai tambah 700
Distribusi nilai tambah
TK (Manajer &Karyawan) 200
Penyedia dana
Investor (Dividen) 120
Kreditor (Bunga) 40 160
Pemerintah (Pajak) 180
Unit kegiatan ekonomi (reinvestasi) 160
Total nilai tambah 700

Cost : pengorbanan ekonomis yang diperlukan untuk memperoleh barang dan jasa atau
yang masih memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan masa berikutnya.
Expenses : biaya-biaya yang secara langsung atau tidak langsung telah
dimanfaatkan dalam usaha untuk menghasilkan pendapatan pada suatu periode atau yang sudah
tidak memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan pada masa berikutnya.
Revenue : adalah pemasukan sebagai akibat dari penjualan asset atau pemberian jasa
sehingga harus dihubungkan dengan suatu transaksi revenue pada dasarnya sebelum dikaitkan
dengan expenses.
Income : adalah pendapatan perusahaan dari seluruh kegiatan operasinya dalam suatu
periode, income diperoleh setelah dikaitkan dengan expenses.
Konsep dasar akuntansi menurut APB No.4

8
1. Accounting Entity (Kesatuan usaha sebagai fokus akuntansi)
2. Going Consern (Kontinuitas usaha)
3. Measurement of Economics Resources and Obligation (Pengukuran aktiva dan
pasiva unit usaha)
4. Time Period (Laporan berdasarkan periode waktu)
5. Measurement in Terms of Money (Pengukuran dalam satuan uang)
6. Accrual (Asas himpunan/akrual)
7. Exchange Prices (Harga pertukaran)
8. Approximation (Angka/jumlah rupiah pendekatan)
9. Judgement (Kebijakan)
10. General Purpose Financial Information (Informasi keuangan umum)
11. Fundamentaly related financial statement (LK saling berkaitan)
12. Substance Over From (Mementingkan substansi daripada bentuk)
13. Materiality (Materialitas)
Konsep Matching adalah proses untuk melaporkan biaya/expenses atas dasar
hubungan sebab akibatnya dengan revenue.
o Penentuan income secara berkala
o Transaksi mengenai revenue dan expenses dilaporkan secara terpisah
o Saat penggunaan barang dan jasa biasanya tidak bersamaan dengan saat penjualan
produk perusahaan
Pencatatan matching concept ada 2 golongan :
o Direct (period) matching
Cost diakui sebagai expenses pada saat direalisasikan/ diakui, penghubung antara cost
barang dan jasa yang digunakan dalam waktu pelaporan revenue yang berkaitan.
o Indirect (period) matching
Cost diakui sebagai expenses bukan pada saat revenue direalisasikan/diakui tetapi pada saat
cost tersebut digunakan pada periode yang bersangkutan (pelaporan expenses dalam periode
barang dan jasa dipakai bukan dalam periode revenue yang bersangkutan).
Metode Pengakuan Pendapatan
o Earning Procces : pendapatan dianggap terbentuk atau terhimpun bersamaan dengan
seluruh proses berlangsungnya operasi perusahaan.
o Realisation Procces : pendapatan baru terbentuk setelah produk selesai dikerjakan
dan terjual langsung (barang/jasa diserahkan kepada pelanggan)
Dari dua metode pengakuan pendapatan tersebut, maka konsep pengakuan
pendapatan dapat dibagi menjadi :

9
1. Pendapatan diakui pada saat penjualan, biasanya diinterpretasikan dengan maksud
penyerahan produk pada pelanggan.
2. Pendapatan diakui pada saat produksi, misalnya dalam hal produksi atas dasar
pesanan dengan harga pasti yang sudah disepakat. Ketidakpastian akan jumlah rupiah yang
akan diperoleh tidak ada lagi, dengan demikian sangatlah dimungkinkan untuk menentukan
taksiran pendapatan sejalan dengan penyelesaian pekerjaan. Prosedur yang digunakan adalah
presentase penyelesaian. Contoh lain adalah pada kontrak jangka panjang.
3. Pendapatan diakui pada saat akhir produksi, biasanya untuk industri pertambangan
dan pertanian yang mempunyai pasar luas dan harga yang sudah pasti, contohnya emas,.
Dengan begitu kita dapat menaksir nilai jual suatu persediaan barang jadi pada saat tertentu.
Pendapatan diakui berdasarkan banyaknya barang yang diproduksi bukannya kegiatan
penjualan.
4. Pendapatan diakui pada saat kas diterima, hal ini banyak dijumpai pada perusahaan
yang melakukan penjualan secara cicilan hal ini dengan pertimbangan :

Makin lama angsuran, kemungkinan piutang tak tertagih makin besar


Biaya penagihan dan pengumpulan piutang yang ada
Metode Pengakuan Biaya dan Kerugian
o Consumption of Benefit : biaya baru diukur apabila telah digunakan dalam kegiatan
perusahaan untuk memperoleh pendapatan.
o Loss or Lack Benefit : biaya dan kerugian diakui tetapi terdapat bukti bahwa manfaat
ekonomi aktiva telah berkurang atau kewajiban telah dilunasi tanpa menimbulkan manfaat
ekonomi.
Metode Pencatatan Persediaan
o Metode fisik, pada metode ini pada saat penyusunan ;aporan keuangan perhitungan
fisik (stock opname) digudang untuk mengetahui persediaan akhir dan dibuatkan jurnal
penyesuaian untuk itu.
Metode perpectual, pada metode ini kita dapat mengetahui saldo persediaan setiap saat,
tanpa harus dilakukan stock opname karena tidak diperlukan jurnal penyesuaian.

STATEMENT OF FINANCIAL ACCOUNTING CONCEPT (SFAC)


SFAC No. 1 Tujuan Laporan Keuangan
SFAC No.2 Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
SFAC No.3&6 Elemen-elemen Laporan Keuangan
SFAC No.4 Tujuan Laporan Keuangan untuk Perusahaan Non Profit

10
SFAC No. 5 Pengakuan dan Pengukuran dalam Laporan Keuangan
SFAC No. 1 Tujuan Laporan Keuangan
o Fokus luar : informasi untuk investasi dan kredit
Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang berguna bagi investor di masa yang
akan datang, dan investor potensial serta kreditur dan pemakai lainnya dalam mengambil
keputusan investasi dan kredit yang rasional serta keputusan lainnya.
o Fokus sempit : informasi untuk prospek aliran kas
Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi untuk membantu investor potensial dan
investor di masa yang akan datang serta kreditur dalam menaksir jumlah dan waktu dan
prospek penerimaan dari dividen dan bunga yang tidak menentu dan keuntungan dari
penjualan jatuh tempo surat-surat berharga atau pinjaman.
o Fokus final : informasi mengenai aktiva, pasiva, perubahan yang terjadi di
dalamnya.
Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi mengenai sumber daya perusahaan.
Pemilikan sumber daya tersebut dan pengaruh transaksi-transaksi kejadian dan perputaran
yang menyebabkan perubahan sumber daya dan pemilikan sumber daya tersebut.

SFAC No.2 Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan


Hirarki Kualitas Informasi Akuntansi
Decision Makers & Their Characteristic

Benefit > Cost

Understability

Decision Usefulnes

Relevance Reliability

Predictive Feedback Verifiable Repsentational

Timelines Neutrality

Comparability
(Including Consistency)

Materiality

11
o Benefit > Cost : informasi akuntansi sangat diperlukan jika memberikan manfaat yang
melebihi biayanya. Jadi sebelum menyiapkan dan mengkomunikasikan informasi, manfaat dan
biaya penyajian informasi itu harus dipertimbangkan terlebih dahulu.
o Understability : pemakai harus dapat menangkap arti penting yang disajikan oleh
informasi tersebut
o Decision Usefulness : memberikan manfaat untuk pengambilan keputusan
o Relevance : kemampuan informasi untuk mempengaruhi keputusan dengan
mengubah atau menguatkan harapan-harapan mengenai hasil yang akan dicapai sebagai
konsekuensi dari tindakan keputusan.
o Predictive Value : kemampuan informasi untuk membantu pemakai dalam
mengevaluasi peristiwa-peristiwa masa lalu, sekarang, dan akan datang.
o Feed Back Value : kemampuan informasi untuk membantu pemakai dalam
mengubah atau mengubah harapan-harapan terdahulu (nilai umpan balik)
o Timelines : informasi belum hilang kemampuannya untuk mempengaruhi keputusan.

o Reliability : kualitas informasi yang menjamin bahwa informasi bebas dari bias dan
kesalahan serta menyajikan dengan benar yang seharusnya disajikan.
o Verifiability : pandangan orang banyak bahwa informasi tidak salah atau bias dapat
direproduksi oleh pengukur independen.
o Repsentational Faithfulness : kesesuaian antara data akuntansi dan peristiwa yang
seharusnya disajikan oleh data keuangan
o Neutrality : tidak adanya bias, tidak memihak, tidak menguntungkan satu pihak dan
merugikan pihak lain dalam penyajian informasi.
o Materiality : informasi memiliki dampak yang berarti atau tidak berarti terhadap
keputusan.
SFAC No. 3 dan No. 6 Elemen Laporan Keuangan
o Assets : manfaat ekonomi di masa yang akan datang yang diperoleh/dikuasai
perusahaan sebagai akibat transaksi atau peristiwa masa lalu.
o Liabilities : pengorbanan ekonomis di masa yang akan datang yang dilakukan oleh
perusahaan dalam bentuk penyerahan aktiva, jasa sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa
masa lalu.
o Equity : hak sisa atas asset suatu entity, setelah hak yang melekat pada liability
diperhitungkan.

12
o Investment by Owners : kenaikan equity suatu perusahaan karena transfer sesuatu
yang bernilai ke perusahaan oleh perusahaan lain, yang dimaksud untuk memperoleh atau
menambah equity atau kepemilikan.
o Distribution to Owners : penurunan equity suatu perusahaan selama satu periode
karena perusahaan itu mentransfer asset, memberikan jasa atau mengaku berhutang kepada
pemilik, hal ini mengurangi hak pemilik.
o Comprehensive Income : perubahan dalam equity suatu perusahaan dalam satu
periode karena transaksi, peristiwa atau keadaan yang tidak berkaitan dengan pemilik.
Comprehensive income meliputi semua perubahan equity selain yang disebabkan oleh
investment by owner dan distribution to owner.
o Revenues : aliran masuk atau kenaikan asset suatu entitas atau pengurangan hutang
(kombinasi keduanya) selama satu periode karena entitas itu menyerahkan atau memproduksi
barang memberikan jasa atau melakukan aktifitas lain yang merupakan operasi pokoknya.
o Expenses : aliran keluar atau penggunaan asset suatu entitas atau penambahan
utang (kombinasi keduanya) selama satu periode, karena entitas itu menyerahkan atau
memproduksi barang, memberikan jasa atau melakukan aktivitas lain yang merupakan operasi
pokoknya.
o Gains : kenaikan equity suatu entitas dari transaksi sampingan atau insedentil dan dari
semua transaksi peristiwa serta keadaan lain yang mempengaruhi entitas itu kecuali yang
merupakan revenue atau investment by owners.
o Loses : penurunan equity suatu perusahaan dari transaksi sampingan atau insedentil
dari semua transaksi peristiwa serta keadaan lain yang mempengaruhi entitas itu kecuali yang
merupakan expenses atau distribution to owners.

Elemen laporan keuangan menurut APB No.4


1. Assets
2. Liabilities
3. Owner equity
4. Revenue
5. Expenses
6. Net Income (nett loss)

SFAC N0. 5 Pengakuan & Pengukuran dalam Laporan Keuangan


o Kriteria pengakuan

13
Defenition : harus memenuhi definisi SFAC No. 3 & 6
Measurebility : harus dapat diukur
Relevance : harus mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pemakai
Reliability : menyajikan dengan benar, jujur dan dapat diuji kebenarannya dan tidak
memihak.
o Konsep pengukuran yang digunakan
Historical Cost : digunakan pada aktiva tetap, peralatan dan sebagian persediaan
Current Cost : persediaan
Current Market Value : investasi dan hutang dalam surat berharga
Net realizable : piutang jangka pendek, hutang lancar, persedian
Present (or discounted) value of future cash flow : investasi dan hutang jangka
panjang
o Pedoman pengakuan revenue dan gains
Telah direalisasi atau dapat direalisasi
Telah diperoleh
o Pedoman pengakuan expenses dan loss
Manfaat ekonomi telah dikonsumsi
Aktiva hilang/berkurang, timbulnya utang tanpa ada hubungannya dengan manfaat
ekonomi (loss or lack of benefit)
o Laporan keuangan menurut SFAC No. 5
Balance Sheet
Income/Earning Statement
Statement of retained earnings
Statement of other change in owner stckholders equity
Statement of change in financial position

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN


KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
Kerangka Dasar (Framework)
Suatu konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan, kerangka dasar ini
bukanlah SAK, dan karenanya tidak mendefinisikan standar untuk permasalahan pengukuran dan
pengungkapan tertentu.
Tujuan kerangka dasar ini adalah sebagai acuan :

14
o Komite penyusun standar akuntansi keuangan dalam pelaksanaan tugasnya
o Penyusunan laporan keuangan untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum
diatur dalam SAK
o Auditor dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun
sesuai dengan prinsip akuntansi yang belaku umum
o Para pemakai laporan keuangan dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam
laporan keuangan yang disusun sesuai dengan SAK
Ruang lingkup Kerangka Dasar :
o Tujuan laporan keuangan
o Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan
o Definisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan
o Konsep modal dan pemeliharaan modal
SAK berbeda dengan SFAC dan SFAS adalah :
SAK berisikan kerangaka dasar dan PSAK, banyak terdapat perbedaan antara SAK dengan SFAC
dan SFAS, misalnya tujuan laporan keuangan pada SFAC yang hanya ditekankan pada investor
dan kreditor jangka panjang atau pada SAK yang hanya menampilkan 4 cara pengukuran
penilaian aktiva, dll. SFAC dibuat oleh suatu badan (FASB) yang disesuaikan dengan lingkungan
sosial, ekonomi, politik, dan, budaya negara tersebut yaitu AS, begitu juga SFAS, di Indonesia
SAK walaupun kerangka dasarnya tidak murni dari budaya Indonesia (disadur dari AS), tetapi
pembuatan PSAK disesuaikan dengan lingkungan sos-pol-eko-bud-hukum Indonesia, hal ini
menjadi salah satu alasan mengapa kerangka dasar kadang bertentangan dengan PSAK.
Laporan keuangan merupakan bagian utama dari pelaporan keuangan dimana laporan
keuangan merupakan alat untuk mengkomunikasikan informasi akuntansi kepada pihak luar
perusahaan, pelaporan keuangan selain terdiri dari laporan keuangan juga terdiri dari laporan-
laporan lainnya yang bersifat non-keuangan yang merupakan alat atau sarana komunikasi
informasi yang baik langsung maupuntidak langsung berhubungan dengan informasi yang
disediakan oleh sistem akuntansi, contoh pelaporan keuangan yang disediakan oleh sistem
akuntansi adalah :
Laporan keuangan prospektus
Laporan statistik
Laporan tahunan perusahaan
Tujuan Laporan Keuangan
Menyediakan informasi menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan
suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan
ekonomi.

15
Laporan keuangan adalah laporan yang menyajikan posisi keuangan dan perubahan
dalam keuangan perusahaan pada saat tertentu yang terdiri dari :
Neraca
Laporan laba rugi
Laporan perubahan posisi keuangan
- Laporan arus kas
- Laporan laba ditahan
Unsur laporan keuangan
o Posisi keuangan terdiri dari aktiva, kewajiban dan equitas
Aktiva : sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa
masa lalu, dan darimana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh oleh
perusahaan
Kewajiban : hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu,
penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan
yang mengandung manfaat ekonomis.
Ekuitas : hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban

o Kinerja, unsur kinerja terdiri dari penghasilan dan beban


Penghasilan (income) : kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode dalam bentuk
pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan
kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal
Beban (expenses) : penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi
dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang
mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam
modal
Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan
setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi, proses ini menyangkut
pemilihan dasar pengukuran tertentu.
Dasar pengukuran
o Biaya historis : aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas atau setara kas yang dibayar
atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada
saat perolehan kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari
kewajiban, atau dalam keadaan tertentu dalam jumlah kas atau setara kas yang diharapkan
akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal.

16
o Biaya kini : aktiva dinilai dalam jumlah kas atau setara kas yang seharusnya dibayar
bila aktiva yang sama atau setara aktiva diperoleh sekarang. Kewajiban dinyatakan dalam
jumlah kas atau setara kas yang tidak didiskontokan yang mungkin akan diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban sekarang.
o Nilai realisasi penyelesaian : aktiva dinyatakan dalam jumlah kas atau setara kas
yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal kewajiban
dinyatakan sebesar nilai penyelesaian yaitu jumlah kas atau setara kas yang tidak
didiskontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam
pelaksanaan usaha normal.
o Nilai sekarang : aktiva dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih di masa depan
yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan akan memberikan hasil dalam
pelaksanaan usaha normal, kewajiban dinyatakan sebesar arus kas bersih di masa depan
yang didiskontokan ke nilai sekarang yang diharapkan akan diperlukan untuk menyelesaikan
kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.
Konsep modal
o Konsep modal keuangan : seperti uang dan daya beli yang diinvestasikan, modal
adalah sinonim dengan aktiva bersih atau ekuitas perusahaan.
o Konsep modal fisik : seperti kemampuan usaha modal dipandang sebagai kapasitas
produktif perusahan yang didasarkan pada misalnya output per hari.
Konsep pemeliharaan modal
o Pemeliharaan modal keuangan (Financial Capital)
Laba yang diperoleh kalau jumlah finansial dari aktiva bersih pada akhir periode melebihi
jumlah pada awal periode, setelah memasukkan kembali setiap distribusi kepada dan
mengeluarkan setiap konstribusi dari pada pemilik
o Pemeliharaan modal fisik (Physical Capital)
Laba hanya diperoleh kalau kapasitas produksi fisik pada akhir periode melebihi kapasitas
produksi fisik pada akhir periode, setelah memasukkan setiap distribusi kepada dan
mengeluarkan setiap konstribusi dari para pemilik salama satu periode.
Menurut SAK
o Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas
normal perusahaan selama satu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas
yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal
o Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam
bentuk arus masuk atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang menyebabkan
kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

17
Kriteria pengakuan menurut SAK
o Adanya kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berhubungan dengan pos
tersebut masuk atau keluar perusahaan.
o Pos tersebut mempunyai nilai yang dapat diukur dengan andal
Pengukuran, lebih berhubungan dengan masalah penentuan jumlah rupiah yang harus
dicatat pertama kali pada saat transaksi terjadi (proses penetapan jumlah satuan uang untuk
mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi).
Dasar pengukuran :
Biaya historis (historical cost)
Biaya kini (current cost)
Nilai realisasi (realizable cost)
Nilai sekarang (present value)
Penilaian, lebih berhubungan dengan masalah berapa jumlah rupiah yang harus
ditetapkan untuk tiap pos laporan pada tanggal neraca (proses menentukan jumlah satuan
moneter untuk tiap pos-pos laporan)
Pengakuan, lebih berhubungan dengan masalah apakah transaksi dicatat atau tidak
(proses memasukkan suatu pos yang memenuhi definisi unsur serta kriteria pengakuan ke dalam
neraca dan laba rugi), syaratnya :
Memberikan kemungkinan memberikan manfaat ekonomi masa yang akan datang
Mempunyai nilai/biaya yang dapat diukur dengan andal
Memenuhi definisi
Relevan
Reliability
Penyajian/pengungkapan, berhubungan dengan masalah bagaimana suatu informasi
keuangan disajikan dalam laporan keuangan, misalnya :
Apakah informasi telah disajikan secara terpisah atau digabung
Apakah informasi perlu dirinci atau disajikan dalam bentuk catatan kaki saja.

18