Anda di halaman 1dari 4

Nama : Novira Dwi Mardhiyahri

NIM : 041836547

TUGAS TUTORIAL  KE-2

PROGRAM STUDI AKUNTANSI KEUANGAN PUBLIK

Nama Mata Kuliah : Teori Akuntansi


Kode Mata Kuliah : EKSI 4415
Jumlah sks : 3 (Tiga)
Nama Pengembang : Boy Fadly, S.E., M.Ak
Nama Penelaah : Amalia Kusuma Wardini, S.E., M.Com., Ph.D
Status Pengembangan : Baru/Revisi* 
Tahun Pengembangan : 2019
Edisi Ke- : 1 (Pertama)

Skor Sumber Tugas


No Tugas Tutorial
Maksimal Tutorial
1 Jelaskan perbedaan prinsip, postulat dan standar 40 Modul 3
2 Coba jelaskan penerapan FIFO lebih disukai futuris dan 60 Modul 4
LIFO lebih disukai historicus

Jawab :

1. Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum yang diturunkan baik dari tujuan dan
konsep teoritis akuntansi yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.
a) Prinsip Cost (Biaya)
Menurut prinsip biaya, biaya perolehan / akuisisi atau biaya historis adalah dasar penilaian yang
sesuai untuk mengakui akuisisi dari seluruh barang dan jasa, beban, biaya, dan ekuitas. Dengan
kata lain, suatu transaksi dinilai pada harga pertukaran pada saat barang tersebut dibeli dan
dicatat dalam laporan keuangan pada nilai setelah amortisasi.
b) Prinsip Revenue (Pendapatan)
Prinsip revenue menspesifikasi sifat komponen-komponen revenue, pengakuan revenue, dan
waktu pengakuan revenue. Revenue diinterpreatsikan sebagai aliran masuk aset bersih yang
berasal dari penjualan barang atau jasa, aliran keluar barang atau jasa dari perusahaan kepada
pelanggan, dan produk perusahaan yang dihasilkan dari penciptaan barang atau jasa oleh
perusahaan selama periode waktu tertentu.
c) Prinsip Penandingan
Prinsip ini menyatakan bahwa expenses harus diakui pada periode yang sama dengan revenue,
yaitu revenue diakui dalam periode tertentu sesuai dengan prinsip revenue, dan expenses yang
terkait kemudian diakui.
d) Prinsip Objektivitas
Prinsip objektivitas menyatakan bahwa teori akuntansi bebas dari bias personal pengukurnya,
pengukurannya merupakan pengukuran variabel dan didasarkan pada bukti, merupakan
konsensus di antara kelompok pengamat atau pengukur tertentu, digunakan sebagai indikator
tingkat objektivitas suatu sistem pengukuran.
e) Prinsip Konsistensi
Prinsip ini menyatakan bahwa peristiwa ekonomi yang serupa seharusnya dicatat dan dilaporkan
secara konsisten dari periode ke periode. Penerapan ini membuat laporan keuangan menjadi
lebih komparabel dan berguna.
f) Prinsip Pengungkapan Penuh
Pengungkapan penuh mengharuskan laporan keuangan dirancang dan disusun untuk
menggambarkan secara akurat kejadian-kejadian ekonomi yang telahmemegaruhi perusahaan
selama periode berjalan dan supaya mengandung informasi yang mencukupi gunamembuatnya
berguna dan menyesatkan bagi investor
g) Prinsip Konservatisme
Prinsip konservatisme menyatakan bahwa ketika memilih di antara dua atau lebih teknik
akuntansi yang dapat diterima maka preferensinya adalah memilih yang paling kecil dampaknya
terhadap ekuitas pemegang saham.
h) Prinsip Materialitas
Prinsip materialitas adalah suatu prinsip pengecualian atau modifikasi. Menganggap bahwa
transaksi dan kejadian yang memiliki dampak ekonomi yang memiliki dampak ekonomi yang
signifikan dapat ditangani secara cepat, tanpa memdulikan apakah hal tersebut sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum atau tidak
i) Prinsip Keragaman dan Komparabilitas
Prinsip ini bertujuan melindungi pengguna dan menyajikan data yang bermanfaat bagi
pengguna. Keseragaman tidak mendorong komparabilitas, sebagai tujuan yang tidak layak.
Fleksibilitas terbukti telah mendorong munculnya kebingungan dan ketidakpercayaan.

Postulat akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, berterima
umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, menggambarkan lingkungan
ekonomi, politik, sosiologi, dan hukum tempat akuntansi beroperasi.
a) Postulat Entitas
Postulate entitas menyatakan bahwa suatu unit perusahaan merupakan unit akuntansi yang
terpisah dari pemiliknya dan perusahaan lain.
b) Postulat Kelangsungan Usaha
Postulat kelangsungan usaha menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperasi. Dalil
ini berasumsi bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk dilikuidasi dalam masa yang akan
datang yang dapat diketahui dari sekarang atau bahwa entitas akan terus beroperasi untuk
jangka waktu yang tidak tertentu.
c) Postulat Unit Pengukur
Unit pertukaran dan pengukuran diperlukan untuk mencatat transaksi perusahaan dengan cara
yang seragam. Postulat unit pengukur menyatakan bahwa akuntansi adalah pengukuran dan
proses mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter.
d) Postulat Periode Akuntansi
Meskipun postulate kelangsungan usaha menyatakan bahwa setiap perusahaan akan tetap ada
pada periode waktu yang tidak terbatas, namun adalakalanya pemakai meminta berbagai
informasi tentang posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk membuat keputusan jangka
pendek. Dari hal tersebut maka postulate periode akuntansi menyatakan bahwa laporan
keuangan perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodik

Standar/Konsep merupakan pernyataan yang tidak perlu dibuktikan atau aksioma yang diterima
secara umum karena sesuai dengan objectives daripada financial statements. dan yang
menggambarkan sifat dari accounting entities yang bergerak dalam perekonomian yang bebas yang
ditandai oleh hak milik atas suatu kekayaan.
a) Teori Kepemilikan
Menurut teori proprietary, entitas sebagai “agen, perwakilan atau susunan melalui
wirausahawan individual atau pengoperasi pemegang saham”. Sudut pandang kelompok pemilik
sebagai pusat kepentingan terefleksi dalam cara memelihara catatan akuntansi dan membuat
laporan keuangan. Tujuan utama teori proprietary adalah untuk menentukan dan menganalisis
kekayaan bersih pemilik, dengan persamaan akuntansi:

Aset – Utang = Ekuitas Pemilik.

b) Teori Entitas
Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang
menyediakan modal pada entitas. Secara sederhana, unit bisnis, bukan pemilik, merupakan
pusat kepentingan akuntansi. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan
bertanggungjawab terhadap pemilik maupun kreditor. Menurut teori ini, persamaan
akuntansinya adalah:
Aset = Ekuitas

Aset = Utang + Ekuitas Pemegang Saham


c) Teori Dana
Dalam teori dana, dasar akuntansi bukan teori proprietary maupun teori entitas, tetapi
kelompok aktiva dan kewajiban dan pembatasan terkait, disebut dana, yang mengatur
penggunaan aset. Jadi, teori dana memandang unit bisnis terdiri atas sumber daya ekonomi
(dana) serta kewajiban dan restriksi terkait mengenai penggunaan sumber daya. Persamaan
akuntansinya adalah:

Aset = Pembatasan aktiva


2. Coba jelaskan penerapan FIFO lebih disukai futuris dan LIFO lebih disukai historicus
Suatu perdebatan sengit sudah berlangsung selama sekian dasawarsa mengenai bagaimana
cara terbaik untuk mengukur aktiva. Perdebatan ini mungkin rumit dan membingungkan,
tetapi dapat ditarik garis-garis pertentangan yang utama, yaitu antara apa yang bisa disebut
sebagai pihak yang melihat ke masa lalu (historicus) dan pihak yang melihat ke masa depan
(futuris). Pihak historicus cenderung mendukung biaya historis karena biaya historis
menceritakan kisah perusahaan dengan lebi baik, sementara pihak futuris cenderung
mendukung biaya masa berjalan karena biaya masa berjalan mencerminkan masa depan
dengan lebih baik. Pihak historicus kerap kali walaupun tidak selalu, cenderung menempatkan
pengukuran penghasilan sebagai masalah sentral dalam akuntansi.
Oleh karena itu, penerapan FIFO lebih disukai futuris dan LIFO lebih disukai historicus dan
juga pertimbangkan perdebatan tentang penggunaan LIFO dan FIFO. Metode LIFO kerap kali
disukai oleh pihak historicus karena dalam periode-periode inflasi metode ini memberikan
ukuran marjin kotor yang lebih tepat. Kelemahannya bahwa ukuran persediaan di neraca
menjadi kurang tepat. Para futuris cenderung lebih mendukung FIFO karena metode ini
memberikan ukuran nilai aktiva yang lebih baik di neraca. Kelemahannya bahwa metode ini
menghasilkan ukuran harga pokok penjualan yang kurang tepat.