Anda di halaman 1dari 6

BAHAN AJAR

PENCAK SILAT

UNTUK SMP/MTs KELAS VII


Daftar Isi:
A. Kompetensi dasar dan indikator
B. Tujuan Pembelajaran Pencak Silat
C. Pengertian Pencak silat
D. Sejarah Pencak Silat
E. Pembelajaran Pencak Silat

PENCAK SILAT

A. Kompetensi Dasar dan indikator:


3.4 Memahami konsep keterampilan gerak fundamental olahraga beladiri.
3.4.1 Menjelaskan sejarah pencak silat dan gerak dasar kuda-kuda, pola langkah, pukulan,
tendangan dan elakan.
3.4.2 Mengidentifikasi gerak dasar fundamental pencak silat (kuda-kuda, pola langkah,
pukulan, tendangan dan elakan).
3.4.3 Mendiskusikan pola gerak dasar kuda-kuda, pola langkah, pukulan, tendangan dan
elakan.

4.4 Mempraktikkan teknik dasar olahraga beladiri dengan menekankan gerak dasar
fundamental dasar fundamentalnya.
4.4.1
4.4.2 Mendemonstrasikan gerak dasar fundamental kuda-kuda
4.4.3 Mendemonstrasikan gerak dasar fundamental pola langkah
4.4.4 Mendemonstrasikan gerak dasar fundamental pukulan
4.4.5 Mendemonstrasikan gerak dasar fundamental tendangan
4.4.6 Mendemonstrasikan gerak dasar fundamental elakan

B. Tujuan Pembelajaran Pencak Silat


1. Memahami cara melakukan sikap dalam pencak silat (sikap berdiri, sikap jongkok,
sikapduduk, sikap berbaring, sikap pasang, dan sikap khusus) dengan benar.
2. Memahami cara melakukan pola langkah dalam pencak silat (pola langkah lurus, zig-
zag,ladam, segitiga, segi empat, dan huruf S) dengan benar.
3. Memahami cara melakukan teknik gerakan pukulan (tangan dari depan dan tangan dari
bawah) dengan benar.
4. Memahami cara melakukan teknik gerakan tendangan (depan, samping, dan membusur)
dengan benar.
5. Memahami cara melakukan teknik gerakan tangkisan (satu lengan, siku, dua lengan, dan
kaki) dengan benar.
6. Memahami cara melakukan teknik gerakan elakan (bawah, atas, samping, dan belakang)
dengan benar.
C. Pengertian Pencak Silat
Pencak silat merupakan salah satu jenis beladiri yang terdapat di Indonesia. Olahraga
beladiri pencak silat adalah warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Karena pencak silat
lahir dari kebudayaan bangsa Indonesia, maka perkembangannya dipengaruhi oleh watak,
selera dan bakat masyarakat yang ada di daerahnya masing-masing. Selain keadaan
masyarakat dan sifatnya, faktor alami juga dapat memengaruhi perkembangan pencak silat itu
sendiri, misalnya keadaan tempat, iklim, keadaan sosial, dan lain sebagainya.
Pencak silat adalah suatu cara beladiri yang menggunakan akal sepenuhnya. Akal yang
dimiliki manusia lebih sempurna bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang lainnya.
Oleh karena itu, tidak mustahil jika manusia dapat menguasai segala macam ilmu di dunia ini.

D. Sejarah Pencak Silat


Di Indonesia istilah pencak silat baru mulai digunakan setelah berdirinya top organisasi
pencak silat (IPSI). Sebelumnya di daerah Sumatera lebih dikenal dengan istilah Silat,
sedangkan di tanah Jawa kebanyakan dikenal dengan istilah Pencak Silat. Pada periode
kepemimpinan Eddie M. Nalapraya, Indonesia sebagai pendiri memiliki hasrat untuk
mengembangkan pencak silat ke mancanegara dengan mengambil prakarsa
pembentukan dan pendirian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (PERSILAT) pada
tanggal 11 Maret 1980 bersama Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Keempat
negara tersebut akhirnya dinyatakan sebagai negara-negara pendiri pencak silat internasional
tersebut. Upaya pengembangan pencak silat yang dipelopori oleh Indonesia dan anggota
PERSILAT lainnya sampai saat ini berhasil menambah anggota PERSILAT. Penambahan
anggota ini memberikan dampak pada usaha IPSI dan anggota PERSILAT lainnya untuk
memasukkan pencak silat ke multi event di tingkat Asia, yaitu Asian Games, dengan
membentuk organisasi Pencak Silat Asia Pasific pada bulan Oktober 1999. Organisasi pencak
silat di Indonesia yang disebut dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia atau disingkat IPSI
didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, yang diprakarsai oleh Mr. Wongsonegoro,
yang saat itu menjabat sebagai ketua Pusat Kebudayaan.

E. Pembelajaran Pencak silat


1. Pembelajaran Pola Pembentukan Sikap Pencak Silat
Gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan
terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan, yaitu aspek mental
spiritual, aspek beladiri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya. Dengan demikian,
pencak silat merupakan cabang olahraga yang cukup lengkap untuk dipelajari karena
memiliki empat aspek yang merupakan satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipisah-
pisahkan. Bentuk pembelajaran sikap dalam pencak silat antara lain sebagai berikut:
a. Pembelajaran sikap berdiri

b. Pembelajaran sikap jongkok, duduk dan berbaring


c. Pembelajaran sikap pasang
Sikap pasang merupakan sikap untuk memulai serangan atau pembelaan yang berpola
yang dilakukan pada awal atau akhir gerakan. Sikap pasang ada tiga bentuk, yaitu :
(1) Sikap pasang atas, (2) Sikap pasang tengah, dan (3) Sikap pasang bawah.

2. Pembelajaran Pola Pembentukan Gerak Pencak Silat


Pembentukan gerak merupakan awal dalam
melakukan pembelaan maupun serangan. Pembentukan
gerak terdiri dari pembentukan arah dan langkah.
a. Arah
Arah adalah sasaran dalam melakukan gerakan, baik pada
waktu melakukan pembelaan maupun serangan. Arah
dikenal dengan delapan penjuru mata angin. Langkah
dilakukan pada arah tertentu sesuai dengan keperluannya.

b. Langkah
Langkah adalah perubahan injakan kaki dari suatu tempat ke tempat lainnya. Langkah
dapat dilakukan lurus, silang/serong. Cara melakukannya bisa dengan cara diangkat,
geseran, ingutan, lompatan dan loncatan.
3. Pembelajaran Teknik Pembelaan Pencak Silat
Tanpa penguasaan teknik pembelaan pencak silat kamu tidak mungkin mendapatkan
teknik yang baik dan benar. Sekarang coba kamu baca berbagai bentuk-bentuk
pembelajaran teknik pembelaan dengan cermat, kemudian lakukan bersama-sama teman-
temanmu untuk mempraktikkan berbagai jenis bentuk-bentuk pembelajaran teknik
pembelaan yang ada dalam buku ini, kemudian diskusikan cara melakukannya yang baik.
Yakinlah kamu kamu bias menjadi apapun yang kamu inginkan, dengan catatan kamu
serius dan sepenuh hati melakukannya. Pembelaan merupakan prinsip utama dalam
pencak silat, sehingga harus benar-benar dikuasai. Bentuk-bentuk pembelaan dasar antara
lain dengan cara melakukan elakan dan tangkisan.
a. Elakan
Elakan dilakukan dengan cara memindahkan sasaran dari arah serangan. Arah elakan
dilakukan sesuai dengan arah delapan penjuru mata angin. Elakan dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
1) Elak hadap yaitu mengelak dengan memindahkan kaki belakang sehingga badan
menghadap lawan.
2) Elak samping, yaitu mengelak dengan cara memindahkan kaki ke samping dan
posisi badan dimiringkan.
3) Elak angkat kaki, yaitu dilakukan dengan mengangkat salah satu kaki kiri dari
sasaran penyerangan.
4) Elak kaki silang, yaitu dilakukan dengan menyilangkan kaki ke samping atau
serong.

b. Pembelajaran Serangan Pencak Silat


Serangan merupakan usaha pembelaan yang dilakukan dengan menggunakan lengan
atau kaki untuk mengenai badan lawan. Bentuk-bentuk serangan dapat dilakukan
dengan cara pukulan, sikuan, tendangan, sapuan, kaitan dan guntingan.
1) Serangan melalui tangan dalam bentuk pukulan dapat dilakukan dengan cara :
tinju, tebak, totok, bantul, dorong dan sodok.
2) Serangan dengan siku dapat dilakukan dari depan, atas, bawah, samping,serong dan belakang.

3) Tendangan dapat dilakukan dengan punggung kaki, telapak kaki, ujung kaki dan
tumit.