Anda di halaman 1dari 4

Resistivitas Air Formasi

Dalam perhitungan saturasi air, salah satu parameter terpenting dalam perhitungan
ini adalah resistivitas air formasi (Rw). Untuk mengetahui nilai resistivitas air formasi, terdapat
beberapa metode yang telah dikembangkan seperti :

Water sample
Log SP
Rw Apparent
Hingles Plot
Pickett Plot
Salinitas (dengan Schlumberger Gen-9 Chart)
Salah satu metode yang paling sering dilakukan untuk menentukan resistivitas air
formasi adalah metode Pickett Plot karena metode ini hanya membutuhkan log yang ada dan
cukup akurat
Secara teori, metode ini merupakan pengembangan dari rumusan Archie tentang
perhitungan saturasi air, yaitu :
1

= ( )

Apabila Rt di pindah ke sisi kiri. Kemudian kedua sisi ubah menjadi logaritmik, Sehingga
menjadi persamaan linier dimana Rt menjadi oordinat, porositas sebagai absis, eksponen
sementasi sebagai gradient, dan Rw & Sw sebagai konstanta :

= ( )
() = ( ) + ( ) + ( )
() = () + ( ) ()

Y m.X C

Pada water bearing zone, maka nilai Sw menjadi konstan 100% atau 1 dan membentuk
garis air. Garis air tersebut yang penting dalam penentuan nilai Rw dan persamaan di atas
menjadi :
() = () + ( ) (1)
() = () + ( )
Untuk mendapatkan nilai Rw, maka selain Sw 100%, porositas juga perlu menjadi
100% dimana porositas 100% secara geologi berarti reservoar tersebut hanya berisikan air
tanpa grain batuan, dan secara matematis perpotongan garis air dengan porositas 100% akan
mendapatkan nilai Rw
Apabila nilai tortuositas (a) dianggap sebagaimana default archie, maka nilai tesebut
adalah 1. Sehingga, persamaan akhir yang ada menjadi :
() = (1) + ( )
() = ()

Secara praktik, langkah langkah membuat Pickett Plot adalah :


1. Buat grafik silang (cross plot) antara porositas total dengan Deep resistivity log (ILD /
LLD) dalam bentuk logaritmik
2. Tentukan interval water bearing zone atau zona reservoar yang hanya berisi air dan
highlight, plot hanya data porositas dan resistivitas yang berada di water bearing zone
ini
3. Kemudian, untuk membuat garis air / 100% water line, Buat perhitungan besar nilai
Rt untuk porositas dari 1, 20, 40, 60, 80, 100 %. Untuk awal dari garis air ini, parameter
Rw ambil 0.01, sedangkan m dan n masing masing 2 (default archie)

Rw@FT m n
0.01 2 2

Garis Pickett Plot


Phi Sw Rt
0.010 1.00 100.00
0.200 1.00 0.25
0.400 1.00 0.06
0.600 1.00 0.03
0.800 1.00 0.02
1 1.00 0.01
Masukkan garis air tersebut ke dalam grafik silang data pada langkah 1-2

4. Terlihat bahwa untuk Rw 0.01 ohm.m masih belum bersinggungan dengan data yang
diplot, sehingga atur nilai Rw juga m sehingga bersinggungan dan memiliki gradient
yang sama dengan data yang diplot (dot kuning).
Pada contoh, garis air bersinggungan saat Rw di adjust menjadi 0.02, sedangkan m dan
n tetap.

Rw@FT m n
0.02 2 2
Contoh dalam aplikasi langsung pada suatu pekerjaan evaluasi formasi :