Anda di halaman 1dari 4

Interpretasi Log

PICKETT CROSSPLOT
Konsep Pickett crossplot dengan membuat plot resistivity Vs porositas pada kertas log-
-m
log berdasarkan manipulasi tiga persamaan dasar yaitu : F= Ø , Ro=FRw dan
Rt=RoSw-n yang digabung menjadi log Rt = -mlogØ + log Rw –nlogSw……………..1
Untuk zone-zone yang memiliki Rw konstan dan lithologi sama (m dan n sama), plot
antara Ø Vs Rt pada kertas log-log membentuk suatu kelompok garis miring yang
paralel, yang setiap garisnya mempunyai satu specifik harga Sw. Garis paling bawah
menggambarkan harga Sw yang tinggi atau 100% yang disebut garis air atau Ro,
sebagai bentuk dari persamaan (1)
log Ro = -m log Ø + log Rw……………………………………………………………2
Atau log Ø = -1/m(log Ro – logRw)……………………………………………………3
Kemiringan garis adalah -1/m. Perpotongan dengan garis Ø = 1 (100%) didapat nilai
resistivity sama dengan Rw.
Teknik ini mampu memberikan suatu perhitungan yang pasti dari Ø .Respon yang
sesuai dari persamaan log sonic dan density dapat digambarkan sebagai:
ρ= ρma - A Ø………………………………………………………………………… 4
dan ∆t = ∆tma +B Ø …………………………………………………………………….5
dimana A dan B adalah koefisien matrik dan sifat fluida yang dinyatakan sebagai:
A =ρma - ρf dan B = ∆tf - ∆tma

Guna menyelesaikan persamaan (4) dan (5) untuk Ø dan substitusi ke persamaan (2)
memberikan log Ro = -m log (ρma - ρ) + mlog A +log Rw ………………………..6
dan log Ro = -m log (∆t - ∆tma) + m log B + log Rw …………………………………7
persamaan 6 & 7 menunjukkan bahwa plot log-log dari Rt Vs (ρma - ρ) atau (∆t - ∆tma)
membentuk garis miring dengan slope = m. Garis Ro memotong garis horizontal
dimana ρ = ρf, ∆ = ∆f dan Rt =Rw.

Prosedur Plotting dan Interpretasi

1. Pilih kertas log-log A 2x3 cycle

2. Umumnya harga resistivity, Rt diplot sebagai absis dan data Ø, (ρma - ρ) atau
(∆t -∆tma) sebagai ordinat .Titik-titik diberi nomor untuk menghindari kesalahan.
Nilai ρma atau ∆tma diperkirakan dari lithologi yang diketahui dalam interval yang
dianalisa.

Analisis Well Log 9-1


Interpretasi Log
3. Jika interval yang dianalisa mempunyai zone-zone air, garis lurus yang melaluinya
umumnya arah selatan-barat didefinisikan sebagai garis air,atau Sw = 100%.

4. Exponen cementasi dar F = Ø-m dapat ditentukan dari slope garis air karena slope ini
= -1/m.

5. Nilai Rt pada perpotongan garis Ø = 100% menggambarkan Rw. Jika perpotongan


keluar dari halaman atau jika skala ordinat dalam harga (ρma - ρ) atau (∆t -∆tma),
koordinat dari suatu titik pada garis air dapat digunakan menghitung Rw. Koordinat
X yang demikian adalah Ro, dan koordinat Y adalah suatu parameter [Ø, (ρma - ρ)
atau (∆t -∆tma) ] yang dapat dengan mudah dikonversikan ke F. Harga Rw = Ro/F.

6. Bila tak satupun dari interval yang dianalisa 100% water bearing namun Rw
diketahui, maka nilai Rw dan estimasi engineer untuk harga m digunakan untuk
menggambarkan garis Sw 100%.

7. Titik-titik yang berada disebelah kanan garis air, menunjukan zone hidrokarbon.
Untuk itu perlu diperhatikan bahwa semua data dari titik-titik tersebut memiliki Rw
dan lithology yang sama. Saturasi air dari zone interest hidrokarbon dapat diestimasi
dari perbandingan harga Ro terhadap harga resistivity Rt. Harga resistivity Ro
untuk perbandingan ini diambil dengan memotongkan garis horizontal dari titik
interest ke garis air, kemudian dari perpotongannya dibaca harga Ro pada skala Rt
(Ro=Rt). Karena garis air menggambarkan zone-zone dengan Rw dan lithologi yang
sama dengan zone-zone hidrokarbon, maka pembacaan harga Ro pada garis
horizontal dengan porositas konstan yang melalui zone interest hidrokarbon
menunjukan bahwa zone interest tersebut juga diisi oleh air.

8. Harga saturasi air untuk sejumlah zone dapat diestimasi secara sederhana dengan
menggambarkan garis yang mewakili harga Sw selain dari 100%. Konstruksi
penambahan garis saturasi air pada grafik ini dengan menggambarkan satu garis
horizontal ke kanan, mulai pada titik perpotongan garis Sw=100% dengan porositas
yang konstan. Kemudian plot pada garis tsb. harga Rt dari tabel 10-2, dari titik-titik
tersebut ditarik garis sejajar dengan garis air yang mewakili harga masing-masing
saturasi sesuai dengan harga Rt.

Analisis Well Log 9-2


Interpretasi Log
9. Crossplot memberikan suatu cara cepat dalam menentukan zone-zone potensial
dengan meletakan garis yang menggambarkan cutoff saturation dan porositas.
Sehingga akan dengan mudah terlihat zone mana yang potensial dan zone mana
yang tidak termasuk kreteria porositas minimum ataupun yang tidak termasuk
kreteria saturasi hidrokarbon minimum

Seperti halnya dengan Hingle plot interpretasi kwalitatif maupun kwantitatif


menganggap zone-zone interest berdasarkan garis air yang mempunyai Rw, lithologi
dan sifat matrix yang sama.Disamping itu juga titik yang digunakan untuk membentuk
garis, dianggap betul-betul berisi air sepenuhnya.

Contoh : Data Density dan Resistivity

Menggambarkan Batuan Karbonat

Zone Depth(ft) ρb(g/cm3) Rt(Ω-m)

1 7160 2.57 28.0

2 7168 2.54 11.0

3 7174 2.64 16.0

4 7180 2.53 7.0

5 7185 2.58 4.5

6 7199 2.53 20.0

7 7212 2.60 19.0

8 7230 2.57 20.0

9 7241 2.53 15.0

10 7247 2.55 16.0

11 7264 2.54 6.3

12 7269 2.54 2.5

13 7275 2.62 9.0

a. Gunakan data dari tabel diatas untuk membuat Pickett crossplot

b. Definisikan hidrokarbon bearing zone

Analisis Well Log 9-3


Interpretasi Log
c. Estimasi m.

d. Estimasi Rw.

e. Berdasarkan cutoff Ø=9% dan Sw=50%,Isilah tabel dibawah ini bagi yang termasuk
zone potential sbb.

Zone Depth(ft) ρb(g/cm3) Ø(%) Rt(Ω-m) Ro(Ω-m) Sw(%)

Jawaban:

a. Karena lithologi diketahui limestone, maka matrik density = 2.71 g/cm3. hitung harga

masing-masing (ρm-ρb) dan buat tabelnya, contoh zone 1 Æ 2.71-2.57 = 0.14 dst.

Letakan harga tersebut pada skala 2 cycle dengan range 0.01-1 g/cm3 ,untuk 3 x cycle
diplot harga Rt dengan range 0.1-100Ωm

b. zone hidrokarbon terletak disebelah kanan garis air

c. slope = -1/m = 5/-11Æ m = 11/5 =2.2

d gunakan koordinat dari titik A yang memberikan:

Ro = 1Ωm ; ρma-ρb =0.25g/cm3; Ø = (ρma-ρb)/(ρma-ρf) = 0.25/1.71 =0.146%;


F = 1/Ø2.2 = 65; Rw = Ro/F =1/65 = 0.0154 Ωm.

e. harga ρma-ρb berhubungan dengan cutoff porositas dapat dihitung sebagai berikut .
0.09=(ρma-ρb)/(2.71-1) Æ (ρma-ρb) = 0.15 . berdasarkan cutoff porositas dan
saturasi tersebut maka zone potential adalah zone 2, 6, 9 dan 10.

Analisis Well Log 9-4