Anda di halaman 1dari 6

2.

Rwa Log
(Apparent Water Resistivity)

Rwa log adalah salah satu kurva yang digunakan untuk


menunjukkan hydrocarbon bearing zone,
menentukan resistivity water (Rw) dan
memperkirakan Saturasi air (Sw).

Kurva Rwa ini diperoleh dengan menghitung Rw dengan


asumsi Sw = 1.

Persamaan Archie :

Dengan mengganti harga Sw = 1 dan Rw = Rwa, maka


persamaan tersebut akan menjadi :

Rwa ( 2 .Rt ) / c 2

Persamaan Archie bias ditulis dalam bentuk :

Rw
Sw c
2 .Rt
Dengan mengganti ( 2 .Rt ) pada persamaan diatas dengan
harga di persamaan Rwa, maka akan didapat persamaan :

Rw
Sw
Rwa

Porositas dari porosity log dan Rt dari deep induction log.


Rwa yang dihitung dengan menggunakan persamaan diatas
ditampilkan pada track-1.

Besarnya saturasi air (Sw) dapat secara langsung


diperkirakan dari perbandingan Rwa/Rw, seperti persamaan
berikut :
Karena itu jika :
Rwa = Rw maka Sw = 100 %
Rwa = 2 Rw Sw = 70 %
Rwa = 3 Rw Sw = 58 %
Rwa = 4 Rw Sw = 50 %

Dengan suatu pendekatan praktis disini akan terlihat bahwa


jika harga Rwa > 3 Rw, maka kemungkinan lapisan/formasi
tersebut komersial sehingga menarik untuk dilakukan
analisa lebih detil.

Catatan : Harga Rwa terkecil adalah sama dengan Rw

3. Resistivity Overlays

Resistivity overlays adalah Kurva Ro log yang digambarkan


pada track yang sama dengan kurva Rt log.

Ro log dihitung dengan menggunakan hasil dari perekaman


porosity tool, sedangkan Rt log dari induction deep atau
laterolog deep

Harga Rw diperkirakan dari kurva Rwa dan dengan asumsi


harga Sw = 1.

Ro dihitung dengan persamaan :

c
Ro 2 .Rw

Hubungan antara Sw, Ro dan Rt akan mengikuti persamaan


berikut :

Ro
Sw
Rt
Sehingga, jika :

Rt = Ro maka Sw = 100 %
Rt = 2 Ro Sw = 70 %
Rt = 3 Ro Sw = 58 %
Rt = 4 Ro Sw = 50 %

Lapisan yang komersial untuk diproduksikan, jika harga


Rt > 3 Ro.

Bentuk yang lain dari resistiviy overlays adalah F- overlays


(formation factor overlays). Kurva formation factor ini
dihitung dari porosity log, yaitu :

c
F 2

Dengan mendefinisikan harga F = Ro/Rw , kemudian kurva


F ini digambarkan pada track yang sama dengan kurva Rt,
maka akan dapat memperlihatkan daerah/zona hydrocarbon
bearing zone seperti pada hubungan diatas.

4. SP Overlays

SP overlays sering disebut juga dengan Rxo/Rt atau SP


Quick-look. Metode ini dilakukan dengan membandingkan
secara langsung hasil perhitungan Rxo/Rt dengan kurva SP
hasil dari perekaman dengan SP-log.
Rw
Sw c Rt

Rmf
Sxo c Rxo

Adanya perbedaan harga antara keduanya akan
menggambarkan adanya moveable hydrocarbon. Metode ini
akan sangat baik jika dikombinasikan dengan Rwa atau
resitivity overlays, yang merespon total hydrocarbon.


1
Rxo 2
Sw Rt

Sxo Rmf
Rw
Moveable Hydrocarbon adalah ditunjukkan dengan adanya
perbedaan antara Saturasi air dari zona yang tidak terinvasi
(Sw) dengan Saturasi air pada flush-zone (Sxo).

Rmf
Karena : SP K log Rw sehingga analog dengan hal maka

SPquicklook adalah :
Rxo
SPq K log
Rt

Pada saat Sw/Sxo = 1 atau dengan kata lain Rxo/Rt sama


dengan Rmf/Rw.
Apabila Sw/Sxo < 1 artinya Rxo/Rt adalah lebih kecil dari
Rmf/Rw.
Sehingga kalau diplot pada skala yang sama SP log, SP q ini
akan menjadi lebih kecil
Jika :
Sw/Sxo = 1 maka zona akan memproduksikan air
Sw/Sxo < 1 Zona mengandung moveable
hydrocarbon
Perbandingan tersebut adalah sebagai berikut :

Karena logarithmic dari perbandingan Rmf/Rw secara


kontinu digambarkan pada track 1 sebagai kurva SP, dari
hubungan sebagai berikut :

Tujuan disini adalah ingin membandingkan antara kurva


Rxo/Rt dengan kurva SP. Log pembacaan dangkal dan
dalam diperlukan untuk menggunakan metode ini.

Sedangkan yang disebut dengan SP quick look adalah


mengikuti persamaan berikut :

Zona water (Sw/Sxo = 1) ; maka perbandingan antara


Rxo/Rt dan Rmf/Rw akan sama dan kurva berimpit.

Sedangkan Zona dengan moveable hydrocarbon dimana


(Sw/Sxo < 1) ; maka perbandingan Rxo/Rt akan menjadi
lebih kecil dari Rmf/Rw dan kurva memperlihatkan adanya
perbedaan ( ini ditunjukkan dengan kurva SPq lebih kecil dari
SP log).