PERTEMUAN I
SEJARAH
Ekologi mempunyai perkembangan yang berangsur-angsur sepanjang
sejarah. Namunsejarah perkembangannya kurang begitu jelas.
Catatan Hipocratus. Aristoteles, dan filosof lainnya merupakan naskah2 kuno
yang berisi rujukan tentang masalah ekologi... belum diberi nama ekologi.
Dimulai pada abad ke-16 dan ke-17, dari natural history ke satu ilmu yang
sistematik, analitik dan obyektif mengenai hubungan organisme dan lingkungan.
Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 -
1914). Ernst Heinrich Philipp August Haeckel ditulis juga von Haeckel,
merupakan ahli biologi ternama dari Jerman, yang menemukan, menjelaskan,
dan menamakan ribuan spesies baru, membuat peta pohon genealogi hubungan
semua makhluk hidup, dan membuat istilah biologi baru, seperti filum, ekologi,
dan kingdom Protista.Sekitar tahun 1900, ekologi diakui sebagai ilmu dan
berkembang terus dengan cepat. Apalagi di saat dunia sangat peka dengan
masalah lingkungan dalam mengadakan dan memelihara mutu peradaban
manusia
Penggunaan Istilah Ekologi diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869), berasal
dari bahasa Yunani, yaitu:
Oikos = Tempat Tinggal (rumah)
Logos = Ilmu, telaah
Sehingga Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungnya. Seorang Ahli Ekologi,
Odum (1993) menyatakan bahwa ekologi adalah suatu studi tentang struktur dan
fungsi ekosistem atau alam dan manusia sebagai bagiannya. Struktur ekosistem
menunjukkan suatu keadaan dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu
termasuk keadaan densitas organisme, biomassa, penyebaran materi (unsur hara),
energi, serta faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang menciptakan keadaan sistem
tersebut.
Howard W. Odum (September 17, 1913 - 10 Agustus 2002) adalah seorang
ilmuwan Amerika yang dikenal untuk karya rintisannya pada ekologi ekosistem. Dia
menulis buku teks ekologi pertama: Dasar Ekologi
Hidup tergantung pada kondisi yang cukup makanan, air, dan tempat
berlindung dari unsur-unsur buruk dan juga cuaca yang, faktor-faktor geologi, dan
biologi (antara lain) yang terlibat dalam jaring kehidupan yang memberi lingkungan
ini. Pada tahun 1940-an dan 1950-an, "ekologi" belum menjadi bidang studi yang
telah didefinisikan sebagai disiplin yang terpisah. Bahkan ahli biologi profesional
tampaknya Odum secara umum di bawah dididik tentang bagaimana sistem ekologi
bumi berinteraksi dengan satu sama lain. Odum dimajukan pentingnya ekologi
sebagai disiplin yang harus dimensi mendasar dari pelatihan ahli biologi.
Anak sosiolog, Eugene Pleasants Odum, dan saudara dari Howard T. Odum,
EP Odum dikreditkan ayahnya untuk menyampaikan kepadanya pendekatan holistik
untuk melihat hal-hal. Ketika merenungkan pendidikan lanjutan, ia menolak baik
University of Michigan dan Universitas Cornell, karena ia tidak merasa bahwa
holisme ini diwujudkan dalam pendekatan mereka ke departemen biologi mereka.
Sebaliknya, ia memilih Pascasarjana Departemen Zoologi di University of Illinois
mana ia memperoleh gelar doktor. Dia punya satu anak William dengan istrinya
Martha. Odum sangat bangga dengan prestasi Martha sebagai seniman. Dia sering
melukis lanskap ketika bepergian dengan suaminya di Amerika Serikat dan luar
negeri. Sayangnya, putra mereka meninggal di usia 40-an William, tetapi tidak
sebelum membuat kontribusi penting bagi ilmu pengetahuan, sementara seorang
anggota fakultas di Universitas Virginia.
Setelah lulus, Odum mengambil posisi mengajar di University of Georgia pada
tahun 1940. Pada akhir 1940-an, sementara melayani di fakultas biologi Universitas
komite, yang kemudian menyusun kurikulum baru, ia melihat kebutuhan mendesak
untuk memasukkan subjek ekologi ketika ia menemukan bahwa rekan-rekannya
umumnya tidak tahu apa ekologi (dalam dirinya sendiri) mungkin.
Odum diadopsi dan dikembangkan lebih lanjut "ekosistem" panjang. Meskipun
kadang-kadang dikatakan telah diciptakan oleh Raymond Lindeman pada tahun
1942, istilah "ekosistem" pertama kali muncul dalam publikasi 1935 oleh ahli ekologi
Inggris, Arthur Tansley, dan telah pada tahun 1930 telah diciptakan oleh rekan
Tansley, Roy Clapham. Sebelum Odum, ekologi organisme spesifik dan lingkungan
telah dipelajari pada skala yang lebih terbatas dalam diri individu sub-disiplin ilmu
biologi.
Banyak ilmuwan meragukan bahwa hal itu dapat dipelajari dalam skala besar,
atau sebagai suatu disiplin dalam dirinya sendiri. Odum menulis buku tentang
ekologi dengan saudaranya, Howard Thomas Odum, seorang mahasiswa
pascasarjana di Yale. Buku ini saudara Odum (edisi pertama, 1953), Dasar-dasar
Ekologi, adalah buku teks hanya di lapangan selama sekitar sepuluh tahun. Antara
lain, Odums mengeksplorasi bagaimana satu sistem alam dapat berinteraksi dengan
yang lain. Buku mereka sejak itu telah direvisi dan diperluas.
Sementara Odum tidak ingin mempengaruhi basis pengetahuan dan pemikiran
ahli biologi sesama dan perguruan tinggi dan mahasiswa, peran historis nya bukan
sebagai promotor environmentalisme publik seperti yang kita kenal sekarang.
Namun, dedikasinya pada tahun 1963 bukunya, Ekologi, mengungkapkan bahwa
ayahnya telah mengilhami dia untuk "mencari hubungan lebih harmonis antara
manusia dan alam". Pada tahun 1970, saat Hari Bumi yang pertama
diselenggarakan, konsepsi Odum Bumi hidup sebagai set global ekosistem
interlaced menjadi salah satu wawasan kunci dari gerakan lingkungan yang telah
menyebar melalui dunia. Ia Namun, pemikir independen yang berada di kali, lembut
kritis terhadap slogan-slogan dan konsep modis dari gerakan lingkungan.
Odum akan menetapkan bahwa, setelah kematiannya, 26 nya hektar (110.000
m2) di Sungai Oconee Tengah di Athena, Ga akan dijual dan dikembangkan sesuai
dengan rencana yang ia diletakkan sebelum kematiannya. Dia sering akan
menunjukkan teman dan kolega tangan sketsa rencana untuk visi dari komunitas
hijau. Rencana termasuk bahwa lebih dari 50 persen dari properti akan dilindungi
greenspace dan berjalan jalan, dikelola oleh Land Trust Sungai Oconee.
Keuntungan dari penjualan tanah itu akan pergi ke Eugene Odum dan William Dana
Ekologi, setelah $ 1 juta disisihkan untuk kursi profesor di UGA dalam nama Odum.
Tanah itu dijual kepada pembangun Willis Rumah Yohanes yang menghormati
keinginan Dr Odum di Beech Creek Preserve . Akhirnya, kontribusi keuangan Odum
difokuskan tidak hanya pada University of Georgia, tetapi juga dari Universitas
Virginia yang diberikan penunjukan fakultas anaknya ada , dan University of North
Carolina di mana ayahnya sebagai seorang sarjana produktif. Pada akhirnya,
kekayaannya - sebagian produk dari royalti buku - diuntungkan lembaga-lembaga
yang ia dihormati.
Pada tahun 2007 Institut Ekologi, yang didirikan Odum di University of Georgia,
menjadi Sekolah Odum Ekologi, yang pertama berdiri sendiri unit akademik dari
sebuah universitas riset yang didedikasikan untuk ekologi .
Odum meninggal saat berkebun dan ini tampaknya tepat diberikan cintanya
dari luar.
Eugene Odum Pleasants
Lahir September 17, 1913 (1913/09/17)
Newport, New Hampshire, Amerika Serikat
Meninggal 10 Agustus 2002 (2002/08/10) (umur 88)
Athens, Georgia, Amerika Serikat
Tinggal USA
Kebangsaan Amerika
Fields matematika, ekologi, filsuf alam, dan ekologi sistem
Lembaga University of Georgia
Almamater University of Illinois (Ph.D.)
Dikenal untuk merintis konsep ekosistem; saling ketergantungan ekosistem
yang berbeda sebagai dasar bagaimana bumi dirancang untuk berfungsi
Dasar-dasar Ekologi (dengan Howard Odum)
Ekologi
Dasar Ekologi
Ekologi dan Sistem Hidup Terancam Punah Dukungan kami
Sketsa Ekologis: Pendekatan Ekologi untuk Berurusan dengan
Predicament Manusia
Esensi Tempat (ditulis bersama dengan Martha Odum)
Tokoh Ekologi
1. Ernest Heinrich Haeckel (1834-1919),
Seorang ahli biologi asal Jerman, yang tercatat dalam sejarah sebagai orang yang
pertama kali menggunakan istilah ekologi pada pertengahan 1860-an.
Teori Haeckel :
a. Haeckel membagi dunia hewan menjadi 2 kategori yaitu Protozoa sebagai
hewan uniseluler dan Metazoa sebagai hewan multi seluler
b. Hukum dasar biogenetik: ontogeni mengikhtisarkan filogeni dimana suatu
organisme dalam perkembangannya sebagian besar merupakan contoh dari bentuk
modifikasi melalui suksesi organisme terdahulunya.
2. Charles Sutherland Elton (1900 –1991)
Seorang ahli biologi asal Inggris yang mendirikan prinsip-prinsip ekologi hewan
modern, mengembangkan konsep rantai makanan, suksesi organisme, dan niche
ekologi, di mana setiap spesies menempati posisi yang unik dalam komunitas
ekologi.
Teori Elton:
a. Memperhatikan pelestarian keanekaragaman hayati dan menekankan dalam
mencegah kepunahan seperti tertuang dalam bukunya “The Reasons for
Conservation”.
b. Karyanya yang lain, ‘Animal Ecology’ tahun 1929, topik utama yang dibahas
adalah signifikansi konsep fungsi relung, suksesi ekologi, dispersi ekologi, hubungan
fluktuasi populasi hewan, termasuk hubungannya dengan habitat dan lingkungan
fisik.
3. Eugene Pleasants Odum (1913-2002)
Dikenal sebagai Bapak Modern Ekologi yang mempromosikan istilah Ekosistem
sebagai dasar dari ekologi. Membahas tentang struktur dan fungsi alam,
menyatakan bahwa ekosistem adalah unit dasar dari alam, keberagaman biologis
meningkatkan ketahanan ekosistem, dan homeostatis memegang peranan penting
dalam spektrum biologi.
Peranan Odum:
a. Melalui hibah dana penelitian, Eugene Odum membuktikan bahwa batu karang
di sepanjang lautan (dimana saat itu pemerintah U.S menguji coba senjata atom)
mampu bertahan dalam keseimbangan dikarenakan adanya hubungan antara batu
karang dengan sejumlah alga
b. Eugene Odum gencar membuat tulisan yang menekankan pengaruh intervensi
manusia terhadap ekosistem, dalam bukunya yang cukup berpengaruh berjudul,
“Fundamentals of Ecology”.
4. Johannes Eugenius Bülow Warming (3 November 1841 – 2 April 1924),
Berdedikasi untuk pada struktur vegetasi yang dipengaruhi faktor pembatas iklim
dan tanah.
Teori Warming:
• Dalam bukunya Plantesamfund, terdapat pengenalan terhadap semua bioma di
alam.
• Warming menjelaskan bagaimana alam menyelesaikan masalah yang sama
(kemarau, banjir, dingin, dll) dengan cara yang sama, meskipun dengan kondisi
yang berbeda (spesies dari asal yang berbeda) di wilayah yang berbeda di bumi.
Hal ini merupakan suatu hal yang luar biasa dimana secara keseluruhan berbeda
dalam hal geografi flora.
5. Christen Christensen Raunkiær (29 March 1860 – 11 March 1938)
Seorang ahli ekologi tumbuhan asal denmark, dan merupakan pionir pada ekologi
tumbuhan,
Teori Raunkiær:
Kelimpahan relatif tumbuhan sesuai dengan daerah iklim bumi.
6. Frederic Edward Clements (September 16, 1874 - July 26, 1945)
Seorang ahli Ekologi asal Amerika dan merupakan pionir dalam mempelajari
vegetasi suksesi.
Teori Clement:
a. Suatu vegetasi tidak menampilkan kondisi yang permanen namun secara
bertahap berubah seiring waktu.
b. Perkembangan vegetasi dapat dipahami sebagai suatu rangkaian yang serupa
dengan perkembangan organisme.
7. Henry Chandler Cowles (1869-1939)
Seorang ahli biologi asal Amerika Serikat, yang membahas tentang ekologi suksesi
Teori Cowles:
Pada proses suksesi terjadi perubahan yang mengarah pada susunan struktur
komunitas yang berakhir dari jarak waktu yang singkat ke menengah, membuktikan
gambaran penyatuan yang menarik pada ekologi tumbuhan.
Refleksi
• Perkembangan ekologi sebagai disiplin ilmu diprakarsai oleh ilmuan-ilmuan
yang berdedikasi penuh di bidang ekologi seperi para tokoh ekologi hewan dan
ekologi tumbuhan
• Mereka melakukan banyak perjalanan ke seluruh dunia dan melakukan penelitian
di bidang ekologi.
• Hasil pemikiran dan penelitian mereka memiliki kontribusi yang sangat berarti
bagi perkembangan ekologi hingga saat ini.
PRINSIP-PRINSIP EKOLOGI
Prinsip-prinsip ekologi dapat menerangkan dan memberikan ilham dalam
mencari jalan untuk mencapai kehidupan yang layak. Apalagi sejak timbulnya
gerakan kesadaran lingkungan di seluruh dunia mulai tahun 1968, berupa a.l. :
1. penghematan sumber daya,
2. penghematan energi
3. masalah pencemaran udara
4. pencemaran air
5. pencemaran tanah,
6. degradasi/kerusakan hutan, dsb.
Adanya masalah globalisasi lingkungan akan mengakibatkan perhatian
semakin mendalam kepada EKOLOGI.
PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR EKOLOGI
Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos (rumah atau tempat hidup
atau habitat) dan logos (ilmu). Secara harafiah, ekologi adalah ilmu yang
mempelajari hubungan timbal-balik atau interaksi antar organisme dan interaksi
organisme dengan lingkungannya. Dalam ekologi, makhluk hidup atau
organisme dipelajari sebagai satu kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
KONSEP EKOLOGI
1. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan
berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik.
2. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya dan topografi,
sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia,
hewan, tumbuhan, dan mikroba.
3. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi
makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling
memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
4. Ekologi berkembang sebagai ilmu yang tidak hanya mempelajari apa yang
ada dan apa yang terjadi di alam.
5. Ekologi berkembang menjadi ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi
ekosistem (alam), sehingga dapat menganalisis dan memberi jawaban
terhadap berbagai kejadian alam.
6. Sebagai contoh ekologi diharapkan dapat memberi jawaban terhadap
terjadinya tsunami, banjir, tanah longsor, DBD, pencemaran, efek rumah
kaca, kerusakan hutan, dan lain-lain.
BEBERAPA HAL YANG DIPELAJARI OLEH AHLI EKOLOGI:
Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk
hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang
menyebabkannya.
1. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-
faktor yang menyebabkannya.
2. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan
hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
3. Kini para ekolog(orang yang mempelajari ekologi)berfokus kepada
Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim.
4. Hubungan keterkaitan dan ketergantungan antara seluruh komponen
ekosistem harus dipertahankan dalam kondisi yang stabil dan seimbang
(homeostatis). Perubahan terhadap salah satu komponen akan
memengaruhi komponen lainnya. Homeostatis adalah kecenderungan
sistem biologi untuk menahan perubahan dan selalu berada dalam
keseimbangan.
5. Ekosistem mampu memelihara dan mengatur diri sendiri seperti halnya
komponen penyusunnya yaitu organisme dan populasi. Dengan demikian,
ekosistem dapat dianggap suatu cibernetik di alam. Namun manusia
cenderung mengganggu sistem pengendalian alamiah ini.
6. Ekosistem merupakan kumpulan dari bermacam-macam dari alam tersebut,
contoh hewan, tumbuhan, lingkungan, dan yang terakhir manusia
HUBUNGAN EKOLOGI DENGAN ILMU-ILMU LAINNYA
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul
pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar
terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup
dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar
makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau
lingkungannya. Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi
dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba
memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai
makanan manusia dan tingkat tropik.
Karena sifatnya yang masih sangat luas, maka ekologi mempunyai
beberapa cabang ilmu yang lebih fokus, yaitu:
1. Ekologi tingkah laku
2. Ekologi komunitas dan sinekologi
3. Ekofisiologi
4. Ekologi ekosistem
5. Ekologi evolusi
6. Ekologi global
7. Ekologi manusia
8. Ekologi populasi
Pengertian Individu, Populasi, Komunitas, dan Ekosistem
Pengertian Individu, Populasi, Komunitas, dan Ekosistem – Belajar Biologi
memang tidak pernah ada Habisnya, Setiap hari ada saja ilmu-ilmu baru yang di
dapatkan, maka tidak heran jika banyak diantara siswa yang lebih menyukai
Pelajaran Biologi jika di Bandingkan dengan Pelajaran Kimia, Oleh karena itu di
Kesempatan kali ini admin akan mencoba untuk membagikan Materi Biologi
Mengenai Individu, Populasi Komunitas dan Ekosistem yang mana akan Kita
Rangkum Menjadi Satu, Dengan Singkat Padat dan Jelas dan Tentu saja tidak
mengurangi dari Materi yang di Sampai kan. Yuk Kita Langsung Kepembahasan
Materi yang satu ini.
Pengertian Ekosistem
Individu, populasi, komunitas, dan ekosistem adalah unsur unsur yang tak bisa
terlepaskan dalam kehidupan makhluk hidup. Keempatnya memiliki keterkaitan
tingkat organisasi kehidupan. Lalu apa itu individu, populasi, komunitas, dan
ekosistem? Kali ini kita akan membahas tentang pengertian individu, Populasi,
komunitas, dan ekosistem. Kita mulai dari unsur terkecil dan tunggal dahulu, yaitu
individu.
Pengertian individu
Individu adalah adalah organisme tunggal. Organisme yang hidupnya berdiri
sendiri, secara fisiologi ia bersifat bebas dan tidak mempunyai hubungan organik
dengan sesamanya.
Pengertian Populasi
Dalam biologi populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri-ciri yang
sama(spesies) yang hidup di tempat yang sama dan memiliki kemampuan
bereproduksi di antara sesamanya. Populasi suatu spesies adalah bagian dari suatu
komunitas.
Pengertian Komunitas
Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang
berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam
komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud,
kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah
kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang
berarti “kesamaan”, kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti “sama,
publik, dibagi oleh semua atau banyak.
Pengertian Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal
balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa
dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap
unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.
Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang
melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga
aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus
materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua
energi yang ada.
Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama
dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan
lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk
keperluan hidup.
Secara garis besar ekosistem terdiri dari dua komponen yaitu komponen biotik,
dan komponen abiotik
a.Komponen biotik
Komponen biotik adalah komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup
yang ada di bumi. Komponen biotik dibedakan lagi ke dalam dua macam, yaitu:
1. Komponen autotrof, adalah organisme uniseluler dan multiseluler yang dapat
berfotosintesis. Seperti tumbuhan berbiji, fitoplankton, ganggang, tumbuhan paku,
dan tumbuhan lumut.
2. Komponen fotoautotrof, yaitu organisme yang dimanfaatkan bahan organik
yang disediakan oleh organisme lain sebagai bahan makanan.
b. Komponen abiotik
Komponen abiotik adalah suatu komponen fisik dan kimiawi yang ada pada
suatu ekosistem sebagai medium atau substrak untuk berlangsungnya suatu
kehidupan.
1. Air, adalah kebutuhan setiap makhluk hidup
2. Garam mineral, mempengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui
osmosis.
3. Sinar matahari, adalah sumber energi dari seluruh kehidupan yang ada di
bumi.
4. Tanah
5. Suhu, adalah derajat energi panas yang sangat mempengaruhi kehidupan
Pada ekosistem terdapat beberapa individu organisme yang membentuk
populasi dan hidup/beraktivitas dalam suatu komunitas.
Jadi kesimpulannya, Individu merupakan satuan makhluk hidup/organisme
tunggal. Populasi merupakan kumpulan individu sejenis dalam satu wilayah tertentu.
Komunitas adalah kumpulan populasi makhluk hidup yang hidup pada suatu daerah
tertentu. Ekosistem adalah satu kesatuan komponen dan intreraksi antara makhluk
hidup dengan lingkungannya.
Dengan demikian, secara berturut-turut tingkat organisasi kehidupan pada
suatu ekosistem dari satuan terkecil adalah individu organisme, populasi, dan
komunitas.
Pengertian Individu, Populasi, Komunitas, dan Ekosistem
Pengertian, Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik
Pengertian Nematoda, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, dan Peranannya
Pengertian Echinodermata, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, dan Peranannya
Demikianlah penjelasan tentang pengertian individu, populasi, komunitas, dan
ekosistem dan bagaimana keterkaitannya dalam tingkat organisasi kehidupan
makhluk hidup. Semoga bermanfaat. Dan jika sobat merasa artikel ini sangat
membatu sobat, Maka alangkah lebih baik jika sobat juga Membagikan artikel ini di
Media sosial Facebook ataupun Twitter, Agar nantinya teman-teman yang Lain juga
merasakan Manfaat yang sama Seperti yang sobat Rasakan, Hanya ini yang dapat
admin sampaikan dan Terima Kasih.
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan
yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan
sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara
makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst
Haeckel (1834 - 1914).[1] Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem
dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen
penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air,
kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri
dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-
tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling
memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-
an.[2] Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya.
Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan
mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat
hidupnya atau lingkungannya.[2] Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi
dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan,
dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat
tropik.
Para ahli ekologi mempelajari hal berikut[2]:
1. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain
ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.
2. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang
menyebabkannya.
3. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan
antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Kini para ekolog (orang yang mempelajari ekologi) berfokus kepada Ekowilayah bumi dan riset
perubahan iklim.
Daftar isi
[sembunyikan]
1Konsep ekologi
2Ekologi dalam politik
3Ekologi dalam ekonomi
4Ekologi dalam kacamata antropologi
5Beberapa cabang ekologi
6Referensi
7Lihat pula
8Pranala luar
Konsep ekologi[sunting | sunting sumber]
Hubungan keterkaitan dan ketergantungan antara seluruh komponen ekosistem harus
dipertahankan dalam kondisi yang stabil dan seimbang (homeostatis)[2]. Perubahan terhadap
salah satu komponen akan memengaruhi komponen lainnya.[2] Homeostatis adalah
kecenderungan sistem biologi untuk menahan perubahan dan selalu berada dalam
keseimbangan.[1]
Ekosistem mampu memelihara dan mengatur diri sendiri seperti halnya komponen penyusunnya
yaitu organisme dan populasi[1]. Dengan demikian, ekosistem dapat dianggap
suatu cibernetik di alam. Namun manusia cenderung mengganggu sistem pengendalian alamiah
ini[1].
ekosistem merupakan kumpulan dari bermacam-macam dari alam tersebut, contoh hewan,
tumbuhan, lingkungan, dan yang terakhir manusia
Ekologi dalam politik[sunting | sunting sumber]
Ekologi menimbulkan banyak filsafat yang amat kuat dan pergerakan politik – termasuk
gerakan konservasi, kesehatan, lingkungan,dan ekologi yang kita kenal sekarang. Saat
semuanya digabungkan dengan gerakan perdamaian dan Enam Asas, disebut gerakan hijau.
Umumnya, mengambil kesehatan ekosistem yang pertama pada daftar moral manusia dan
prioritas politik, seperti jalan buat mencapai kesehatan manusia dan keharmonisan sosial, dan
ekonomi yang lebih baik.
Orang yang memiliki kepercayaan-kepercayaan itu disebut ekolog politik. Beberapa telah
mengatur ke dalam Kelompok Hijau, namun ada benar-benar ekolog politik dalam kebanyakan
partai politik. Sangat sering mereka memakai argumen dari ekologi buat melanjutkan kebijakan,
khususnya kebijakan hutan dan energi. Seringkali argumen-argumen itu bertentangan satu sama
lain, seperti banyak yang dilakukan akademisi juga.
Ekologi dalam ekonomi[sunting | sunting sumber]
Banyak ekolog menghubungkan ekologi dengan ekonomi manusia:
Lynn Margulis mengatakan bahwa studi ekonomi bagaimana manusia membuat kehidupan.
Studi ekologi bagaimana tiap binatang lainnya membuat kehidupan.
Mike Nickerson mengatakan bahwa "ekonomi tiga perlima ekologi"
sejak ekosistem menciptakan sumber dan membuang sampah, yang mana ekonomi
menganggap dilakukan "untuk bebas".
Ekonomi ekologi dan teori perkembangan manusia mencoba memisahkan
pertanyaan ekonomi dengan lainnya, namun susah. Banyak orang berpikir ekonomi baru saja
menjadi bagian ekologi, dan ekonomi mengabaikannya salah. "Modal alam" ialah 1 contoh 1
teori yang menggabungkan 2 hal itu.
Ekologi dalam kacamata antropologi[sunting | sunting sumber]
Terkadang ekologi dibandingkan dengan antropologi, sebab keduanya menggunakan banyak
metode untuk mempelajari satu hal yang kita tak bisa tinggal tanpa itu. Antropologi ialah tentang
bagaimana tubuh dan pikiran kita dipengaruhi lingkungan kita, ekologi ialah tentang bagaimana
lingkungan kita dipengaruhi tubuh dan pikiran kita.
Beberapa orang berpikir mereka hanya seorang ilmuwan, namun paradigma mekanistik
bersikeras meletakkan subjek manusia dalam kontrol objek ekologi — masalah subjek-objek.
Namun dalam psikologi evolusioner atau psikoneuroimunologi misalnya jelas jika
kemampuan manusia dan tantangan ekonomi berkembang bersama. Dengan baik ditetapkan
Antoine de Saint-Exupery: "Bumi mengajarkan kita lebih banyak tentang diri kita daripada
seluruh buku. Karena itu menolak kita. Manusia menemukan dirinya sendiri saat ia
membandingkan dirinya terhadap hambatan."
Beberapa cabang ekologi[sunting | sunting sumber]
Karena sifatnya yang masih sangat luas, maka ekologi mempunyai beberapa cabang ilmu yang
lebih fokus, yaitu:
Ekologi Tingkah Laku
Ekologi Bahasa
Ekologi Komunitas dan Sinekologi
Ekologi Fisiologi
Ekologi Ekosistem
Ekologi Evolusi
Ekologi Global
Ekologi Manusia
Ekologi Populasi
Ekologi Akuatik
Ekologi Api
Ekologi Fungsional
Ekologi Polinasi
Ekologi Hutan
Ekologi Laut
Ekologi Laut Tropis
Ekologi Pangan dan Gizi
Ekologi Hutan Mangrove
Ekologi Kesehatan
Ekologi Antariksa
Ekologi Pedesaan
Ekologi Serangga
Ekologi Habitat
Ekologi Pelestarian
Ekologi Hewan
Ekologi Produksi
Ekologi Purbakala
Ekologi Sosial
Ekologi Radiasi
Ekologi Tumbuhan Penganggu
Ekologi Lanskap
Ekologi Molekuler
Ekologi Robot
Ekologi Industri