Anda di halaman 1dari 23

PRAKTIKUM ANTENA DAN PROPAGASI

LAPORAN 2
“PENGUKURAN GAIN, POLA RADIASI, DAN ISOLASI SILANG”

Dosen Pengajar :
KOESMARIJANTO, ST., MT

KELOMPOK 1

Oleh :
Rusyanto
1531130036 / 21

TT – 3C

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017
PERCOBAAN 2

PENGUKURAN GAIN, POLA RADIASI, DAN ISOLASI SILANG

1. Tujuan :
1.1 Melakukan pengukuran penguatan (gain) antena.
1.2 Mengetahui pengaruh elemen-elemen antena terhadap penguatan antena.
1.3 Memahami karakteristik directional dan half-power beamwidth antena.
1.4 Menggambarkan diagram polar pola radiasi horisontal dan vertikal untuk
antena dari hasil pengukuran yang didapat.
1.5 Dari diagram polar yang telah diplot, dapat menghitung sidelobe
attenuation dan front-to-back ratio dari antena.

2. Peralatan yang digunakan :


a. 1 Signal Generator
b. 1 Measuring Receiver
c. 2 Antena dipole
d. 1 Antena under test (antena TV VHF-Yagi Uda 9 elemen)
e. 1 Antena Rotater
f. 1 Matching pad (75Ω 50Ω)
g. 1 Konektor BNC-N
h. 1 Konektor male-male BNC
i. 1 Konektor female-female BNC
j. 2 Kabel RF 50Ω (2,5m)
k. 2 Tiang penyangga

3. Prosedur Percobaan :
Penguatan Gain Antena
Penguatan (Gain) antena diukur dengan membandingkan terhadap sebuah
antena standar. Dalam prakteknya antena standar yang digunakan adalah
antena dipole 0,5 λ. Jadi dalam hal ini pengukuran gain yang sebenarnya
adalah membandingkan penguatan antena yang diukur/diuji (under test
antena) dengan penguatan antena standar yang diketahui sebesar 2,15 dB.
Penguatan G adalah :
G = W1 / W2 = [ V1 / V2 ]2
Dengan,
W1 = daya yang diterima dengan antena yang diuji
W2 = daya yang diterima dengan antena referensi 0,5 λ
V1 = tegangan yang diterima dengan antena yang diuji
V2 = tegangan yang diterima dengan antena yang diuji
Secara teori , dengan menganggap kedua antena macth dan antena 0,5 λ tanpa
rugi daya (loss less) , gain G0 pada sumber isotropis adalah
G0 = 1,64 G
G0 / G = 2,15 dB
Pengukuran harus dilakukan pada kedua antena berada dalam posisi yang
baik. Untuk pengukuran harus dilakukan pada kedua antena berada dalam
posisi yang baik. Untuk pengukuran pola radiasi biasanya antena yang diukur
(antena under test) dipasang sebagai antena penerima. Antenna pemancaar
dipasang tetap pada satu posisi, sedangkan antena yang diukur diputar 3600
pada sumbu vertikal. Diagram pola horisontal diukur dengan memutar sumbu
antena yang diukur dengan kedua antena berada dalam posisi horisontal.
Sedangkan untuk mengukur diagram pola radiasi vertikal dilakukan hal yang
sama dengan kedua antena berada dalam posisi vertikal. Level – level sinyal
yang diukur dimasukkan (diplot) pada koordinat polar.

Gambar 1. Diagram polar antena


Pada pengukuran gain antena dalam percobaan ini, antena dipole pertama
digunakan sebagai antena pemancar, sedangkan antena dipole kedua
digunakan sebagai antena standar (referensi) yang berfungsi sebagai
pembanding (dianggap sebagai antena standar dengan gain= 2,15dB). Antena
yang diukur (under test) adalah antena TV VHF. Antenna ini adalah jenis
antena YAGI UDA ARRAY 9 elemen, yang bekerja pada rentangan frekuensi
174 MHz sampai 230 MHz.

1. Mengukur tegangan yang diterima oleh antena dipole kedua.


Tentukan panjang kedua antena dipole (λ/2) dengan menghitung panjang
gelombang λ pada frekuensi 202 MHz dan tentukan jarak antara antena
dipole 1 (pemancar) dan antena dipole 2 (penerima).
Susunlah diagram pengukuran seperti gambar dibawah pada posisi
horisontal. Atur posisi kedua antena garis jarak garis lurus. Jarak feeder
antena 1 dan antena 2 dugunakan sebagai jarak referensi untuk pengujian
berikutnya.

Gambar 2. Diagram Pengukuran Gain Antena


Menghitung panjang gelombang :
λ = c/f = 148,514851 cm
= 3 x 108 / 202 x 108 λ/2 = 148,514851 / 2
= 1,48514851 m = 74,257 cm

Jadi, λ/2 adalah 74,257 cm sehingga tiap lengan memiliki panjang 37,128
cm dari feeder ke ujung antena dengan jarak antara feeder antena dipole 1
dan antena dipole 2 adalah 4 m.
2. Hubungkan terlebih dahulu output Signal Generator dengan memasang
antena dipole yang telah ditentukan panjang gelombangnya.
Kemudian on kan Signal Generator pada frekuensi 202 MHz dan level RF
out pada 80dBµV. kemudian matikan RF output (OFF).
3. Beri catu daya pada Measuring Receiver sebesar ±12V (perhatikan
polaritas positif dan negatifnya).
Atur Measuring Receiver sebagai berikut :
RF ATT : ON
UNITS : dBµV
FREQ. : 202 MHz
4. Hidupkan RF output (ON) pda signal generator.
5. Atur arah kedua antena (penerima) tepat mengahadap antena pertama
(antena pemancar) dengan memutar rotator, sehingga input level
Measuring Receiver menunjukkan nilai maksimum dan atur frekuensi
Singal Generator seperti pada table. Catat nilai E1 pada table 1.
Catatan : setiap perubahan frekuensi, tekan tombol CAL pada Measuring
Receiver.
6. Gantilah antena kedua dengan antena under test (antena Yagi). Ulangi
langkah 5 catat nilai ini sebagai nilai E2 pada table 1.
7. Hitunglah Gain antena yang diuji.
G(dB) = E2 - E1 +2,15dB

 Pengukuran Pola Radiasi Antena


Prosedur Percobaan :
A. Pola Radiasi Horisontal
1. Susunlah diagram pengukuran seperti dibawah.

Gambar 3. Diagram Pengukuran


2. Pasanglah antena dipole pertama pada pemancar, sedangkan antena
kedua adalah antena yagi sebagai antena yang diukur pada bagian
penerima. Kedua antena dipasang pada posisi horisontal.
3. Atur Signal Generator (berfungsi sebagai pemancar) RF output 80
dBµV dan frekuensi 202 MHz. nilai frekuensi ini adalah frekuensi
kerja antena yang sudah diset.
4. Matikan RF output dari Signal Generator.
5. Hidupkan Measuring Receiver (berfungsi sebagai penerima), atur :
RF ATT : ON, UNITS : dBµV/m dan frekuensi 202 MHz.
6. Atur RF output Signal Generator ON.
7. Pada bagian penerima, arahkan dengan tepat antena penerima ke
antena pemancar sampai level Measuring Receiver menunjukkan
harga maksimum. Aturlah posisi ini rotator control berada pada
posisi 0 (nol) derajat. Catalah nilai maksimum ini pada table A.
8. Putarlah antena penerima (rotator kontrol) searah dengan jarum
jam setiap 10° sampai 360°. Catatlah harga level pada meter pada
tabel 2.

B. Pola Radiasi Vertikal


9. Ubah posisi kedua antena (pemancar dan penerima) pada posisi
vertikal.
10. Ulangi langkah 3 sampai 8. Catat hasilnya pada table 3.

 Pengaruh elemen-elemen pada antena Array (Yagi-Uda)


Prosedur percobaan :
11. Atur kembali kedua antena pada posisi horisontal dengan frekuensi
202 MHz dan susunlah diagram pengukuran seperti langkah 7.
Ulangi langkah 7.
12. Pada langkah berikut, lepas elemen satu persatu sesuai dengan
nomor elemen.
13. Mencatat data pengukuran pada tabel 4.

C. Pola Radiasi Horisontal Antena Folded Dipole


14. Gantilah antena uji dengan antena folded dipole dan atur kedua
antena pada posisi horisontal.
15. Ulangi langkah 3 sampai 8 . Catat hasilnya pada tabel 5.

D. Pola Radiasi Horisontal Antena Folded Dipole dan Reflektor


16. Pasang kedua elemen reflector antena penerima seperti pada
gamber berikut.

17. Ulangi langkah 3 sampai 8. Catat hasilnya pada tabel 5.

 Pengukuran Isolasi Silang (Cross Isolation)


Pada pengukuran antena yagi, polarisasi horisontal pada tabel A
dan polaradiasi vertikal pada tabel B pada posisi 0o. Catat nilai pola radiasi
horisontal merupakan nilai E1 dan E2 merupakan Nilai pola radiasi
vertikal. Hitung nilai Cross Isolation: ECI = E1 – E2.
4. Hasil Percobaan :

Tabel 1. Pengukuran Gain Antena


Frequency E1 (dBuV) E2(dBuV) G(dB)
(MHz)
174 48.1 56.0 10.05
181 47.1 49.8 4.85
188 40.5 52.8 14.45
192 43.8 54.7 13.05
202 46.1 57.4 13.45
209 45.1 49.7 6.75
216 51.8 52.2 2.55
223 50.0 55.0 7.15
230 45.2 51.6 8.55

Keterangan :
E1 :Pemancar menggunakan antena Dipole dan penerima menggunakan
antena Dipole.
E2 :Pemancar menggunakan antena Dipole dan penerima menggunakan
antena Yagi.

Perhitungan untuk menentukan panjang antena dipole ½ λ


 = c / f = (3 × 108 ) / (202 × 106 ) = 1,4 m
 / 2 = 1,4 m / 2 = 0,7 m = 70 cm
Panjang masing – masing reflektor antena dipole ½ λ  70 cm / 2 = 35 cm
Dimana :
c = Kecepatan cahaya (3 × 108 )
f = Frekuensi yang digunakan (202 × 106 )

Menghitung Penguatan :
G(dB) = E2 – E1 + 2.15
a. Hasil Grafik pada Tabel 1 untuk Nilai Level Antena Uji

Level Antena Uji pada


dBuV Penerima Antena Dipole dan Yagi
60

55

50
Level

45

40

35
174 181 188 192 202 209 216 223 230
Frequency MHz

E2 (Penerima : Antena Yagi) E1(Penerima : Antena Dipole)

Gambar : Grafik tabel 1 (Level antena uji)

b. Hasil Grafik pada Tabel 1 untuk Nilai Penguatan Antena Uji

dB Penguatan Antena Uji


16
14
12
10
Gain

8
6
4
2
0
174 181 188 192 202 209 216 223 230
Frequency MHz

Gambar : Grafik tabel 1 (Penguatan antena uji)


Tabel 2. Hasil Pola Radiasi Direksional Antena Yagi Polarisasi Horisontal

Kuat Medan Normalisasi Cincin


Sudut Level (dBuV)
(dBuV/m) (dBuV) (-3dB )
0° 58.9 68.4 0 -3
10° 58.4 68.6 -0.5 -3
20° 58 68.9 -0.9 -3
30° 58 69.2 -0.9 -3
40° 58.5 68.6 -0.4 -3
50° 57.5 67.8 -1.4 -3
60° 56.2 66.5 -2.7 -3
70° 54.4 64.2 -4.5 -3
80° 51.6 62 -7.3 -3
90° 49.5 60.3 -9.4 -3
100° 46.7 57.2 -12.2 -3
110° 45.5 56.7 -13.4 -3
120° 42.8 54.8 -16.1 -3
130° 44.4 55.4 -14.5 -3
140° 43.5 54.2 -15.4 -3
150° 46.5 56.5 -12.4 -3
160° 48.8 59.2 -10.1 -3
170° 50 60.2 -8.9 -3
180° 50.3 60.2 -8.6 -3
190° 50.5 60.4 -8.4 -3
200° 49.8 60.1 -9.1 -3
210° 50.1 60 -8.8 -3
220° 49 59.3 -9.9 -3
230° 48.2 58.5 -10.7 -3
240° 46.5 55.2 -12.4 -3
250° 44.5 53.5 -14.4 -3
260° 40.4 49 -18.5 -3
270° 35.2 45 -23.7 -3
280° 38.7 50 -20.2 -3
290° 45.3 56 -13.6 -3
300° 49.9 60 -9 -3
310° 53.7 63.9 -5.2 -3
320° 55.7 65.7 -3.2 -3
330° 57.6 67.7 -1.3 -3
340° 58.3 68.6 -0.6 -3
350° 58.8 68.9 -0.1 -3
360° 58.8 69 -0.1 -3
Pola Radiasi Antena Yagi Polarisasi Horizontal

0
-5
Normalisasi (dBuV)

-10
-15
-20
-25
-30
-35
Sudut

Gambar : Grafik tabel 2 (pola radiasi direksional antena yagi polarisasi horisontal)
Pola Radiasi Direksional Antena Yagi
Polarisasi Horisontal
321°


350° 0 10°
340° 20°
330° -2 30°
-4
320° 40°
-6
310° -8 50° 62°
-10
300° -12 60°
-14
290° -16 70°
-18
280° -20 80°
-22
270° -24 90°

260° 100°

250° 110°

240° 120°

230° 130°

220° 140°
210° 150°
200° 160°
190° 170°
180°

-3dB Ring Pola radiasi

Gambar : Diagram polar pola daya(dB) tabel 2


Perhitungan :

𝐹𝑟𝑜𝑛𝑡 𝑙𝑜𝑏𝑒 𝑙𝑒𝑣𝑒𝑙@0° 58.9 𝑑𝐵


𝐹𝑟𝑜𝑛𝑡 𝑡𝑜 𝑏𝑎𝑐𝑘 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 = = = 1,170974155
𝐵𝑎𝑐𝑘 𝑙𝑜𝑏𝑒 𝑙𝑒𝑣𝑒𝑙@180° 50.3 𝑑𝐵

HPBW = (360° - 321°) + 62° = 101°


Tabel 3. Hasil Pola Radiasi Direksional Antena Yagi Polarisasi Vertikal
Kuat Medan Normalisasi Cincin
Sudut Level (dBuV)
(dBuV/m) (dBuV) (-3dB )
0° 58.1 68.1 0 -3
10° 57.5 67.8 -0.6 -3
20° 57.3 67.4 -0.8 -3
30° 57.5 67.3 -0.6 -3
40° 56.2 66.6 -1.9 -3
50° 56 66.2 -2.1 -3
60° 56 66.1 -2.1 -3
70° 56.6 67 -1.5 -3
80° 56.4 66.9 -1.7 -3
90° 55.8 66.4 -2.3 -3
100° 55.2 65.5 -2.9 -3
110° 54.6 64.2 -3.5 -3
120° 52.6 63.4 -5.5 -3
130° 51.8 63 -6.3 -3
140° 50.9 60.6 -7.2 -3
150° 50.4 59.6 -7.7 -3
160° 50 60.1 -8.1 -3
170° 49.8 60.2 -8.3 -3
180° 49.4 59.2 -8.7 -3
190° 50.6 60.9 -7.5 -3
200° 50.6 61.1 -7.5 -3
210° 52.5 62.7 -5.6 -3
220° 53 62.9 -5.1 -3
230° 53.1 63.7 -5 -3
240° 53.9 63.8 -4.2 -3
250° 54.9 65.1 -3.2 -3
260° 55.5 65.8 -2.6 -3
270° 55.7 66 -2.4 -3
280° 56.4 66.7 -1.7 -3
290° 56.7 67 -1.4 -3
300° 56.9 66.9 -1.2 -3
310° 57.2 67.3 -0.9 -3
320° 57.7 67.9 -0.4 -3
330° 58.3 68.6 0.2 -3
340° 58.3 68.6 0.2 -3
350° 58.5 68.5 0.4 -3
360° 58.8 69.1 0.7 -3
Pola Radiasi Antena Yagi Polarisasi Vertikal

2
0
Normalisasi (dBuV)

-2

-4

-6
-8

-10
Sudut

Gambar : Grafik tabel 3 (pola radiasi direksional antena yagi polarisasi vertikal)
Pola Radiasi Direksional Antena Yagi
Polarisasi Vertikal

350° 2 10°
340° 20°
330° 30°
0
320° 40°

310° -2 50°

300° -4 60°

290° -6 70°

280° -8 80°

270° -10 90°

260° 100°

250° 110°

240° 120°

230° 130° 102°


254°
220° 140°
210° 150°
200° 160°
190° 170°
180°

-3dB Ring Pola radiasi

Gambar : Diagram polar pola daya(dB) tabel 3


Perhitungan :
𝐹𝑟𝑜𝑛𝑡 𝑙𝑜𝑏𝑒 𝑙𝑒𝑣𝑒𝑙@0° 58.1 𝑑𝐵
𝐹𝑟𝑜𝑛𝑡 𝑡𝑜 𝑏𝑎𝑐𝑘 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 = = = 1,17611336
𝐵𝑎𝑐𝑘 𝑙𝑜𝑏𝑒 𝑙𝑒𝑣𝑒𝑙@180° 49.4 𝑑𝐵

HPBW = (360° - 254°) + 102° = 208°


Tabel 4. Pengaruh elemen - elemen pada Antena Yagi-Uda Array

Level Kuat Medan


No Elemen yang Dilepas
(dBmV) (dBmV/m)
1 58.5 68.2
1 2 57.6 67.9
1 2 3 57 67.4
1 2 3 4 56.7 67
1 2 3 4 5 56 66.8
1 2 3 4 5 6 55.2 66.5
1 2 3 4 5 6 8 9 54.3 65.1
1 2 3 4 5 6 8 9 53.1 64.3
Tabel 5. Pola Radiasi Omnidireksional Antena Folded Dipole λ/2 Untuk
Polarisasi Horisontal
Kuat Medan
Sudut Level (dBuV) Normalisasi (dBuV)
(dBuV/m)
0° 53.5 64.3 0
10° 52.9 63.9 -0.6
20° 52.7 63.2 -0.8
30° 53 63.7 -0.5
40° 53.1 63.1 -0.4
50° 52.9 62.7 -0.6
60° 52.5 62 -1
70° 50.4 61.3 -3.1
80° 50.5 61.4 -3
90° 48.8 59.5 -4.7
100° 46.2 56 -7.3
110° 42.8 52 -10.7
120° 40.3 52 -13.2
130° 38.9 48.5 -14.6
140° 40.9 51.5 -12.6
150° 47.5 57.8 -6
160° 50.2 51.1 -3.3
170° 52.1 62 -1.4
180° 53.4 63.3 -0.1
190° 54.3 64.7 0.8
200° 54.1 64.3 0.6
210° 53.3 64 -0.2
220° 52.6 62.7 -0.9
230° 51 59.5 -2.5
240° 49.5 59.3 -4
250° 47.7 58.8 -5.8
260° 48.4 58.6 -5.1
270° 46.7 57.3 -6.8
280° 46.2 57.3 -7.3
290° 47.9 57.4 -5.6
300° 49 58.4 -4.5
310° 50.8 60.4 -2.7
320° 51 61.6 -2.5
330° 52.3 63.4 -1.2
340° 53.6 63.7 0.1
350° 53.4 64.3 -0.1
360° 53.7 64.1 0.2
Pola Radiasi Omnidireksional Antena Folded Dipole
Polarisai Horizontal

2
0
-2
Normalisasi (dBuV)

-4
-6
-8
-10
-12
-14
-16
Sudut

Gambar : Grafik tabel 5 (pola radiasi omnidireksional antena folded dipole λ/2
polarisasi horisontal)
Pola Radiasi Omnidireksional Antena
Folded Dipole
Polarisai Horizontal

350° 1 10°
340° 20°
0
330° -1 30°
308°
320° -2 40°
-3 80°
310° -4 50°
-5
-6
300° -7 60°
-8
290° -9 70°
-10
-11
280° -12 80°
-13
-14
270° -15 90°

260° 100°

250° 110°

240° 120°

230° 130°

220° 140°
210° 150°
200° 160°
190° 170°
180°
-3dB Ring Pola radiasi

Gambar : Diagram polar pola daya(dB) tabel 5


Perhitungan :

𝐹𝑟𝑜𝑛𝑡 𝑙𝑜𝑏𝑒 𝑙𝑒𝑣𝑒𝑙@0° 53.5 𝑑𝐵


𝐹𝑟𝑜𝑛𝑡 𝑡𝑜 𝑏𝑎𝑐𝑘 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 = = = 1.001872659
𝐵𝑎𝑐𝑘 𝑙𝑜𝑏𝑒 𝑙𝑒𝑣𝑒𝑙@180° 53.4 𝑑𝐵

HPBW = (360° - 308°) + 80° = 132°


Tabel 6. Hasil Pola Radiasi Direksional Antena Folded Dipole Λ/2
UntukPolarisasi Horisontal Dengan Reflektor
Kuat Medan Normalisasi
Sudut Level (dBuV)
(dBuV/m) (dBuV)
0° 55.5 66.5 0
10° 54.7 66 -0.8
20° 54.3 65.2 -1.2
30° 55 65 -0.5
40° 54.3 64.2 -1.2
50° 53.7 64.1 -1.8
60° 52.5 62.7 -3
70° 51.4 61.5 -4.1
80° 50 59.5 -5.5
90° 48.3 58.5 -7.2
100° 49.1 56.2 -6.4
110° 48.1 57.6 -7.4
120° 46.7 55.6 -8.8
130° 43.5 53.8 -12
140° 43 52.8 -12.5
150° 47.8 48.2 -7.7
160° 38 48 -17.5
170° 36.6 47 -18.9
180° 41.4 52 -14.1
190° 43.5 53.7 -12
200° 42.6 49.8 -12.9
210° 39.6 49.8 -15.9
220° 44.2 54.2 -11.3
230° 41.6 52.5 -13.9
240° 40.4 50.1 -15.1
250° 38.1 44 -17.4
260° 37 46 -18.5
270° 40 50 -15.5
280° 44 53.9 -11.5
290° 50.1 60.2 -5.4
300° 52 61.2 -3.5
310° 51.2 61.5 -4.3
320° 55 66 -0.5
330° 57 67.4 1.5
340° 56.1 66.4 0.6
350° 55.5 66.2 0
360° 55.7 66.2 0.2
Pola Radiasi Direksional Antena Folded Dipole
Polarisai Horizontal dengan Reflector

0
Normalisasi (dBuV)

-5

-10

-15

-20

-25
Sudut

Gambar : Grafik tabel 6 (pola radiasi Direksional antena folded dipole λ/2
polarisasi horisontal dengan reflektor)
Pola Radiasi Direksional Antena Folded
Dipole
Polarisai Horizontal dengan Reflector


314° 350° 2 10°
340° 1 20°
330° 0 30°
-1
320° -2 40°
-3
-4 60°
310° -5 50°
-6
-7
300° -8 60°
-9
-10
290° -11 70°
-12
-13
-14
280° -15 80°
-16
-17
-18
270° -19 90°

260° 100°

250° 110°

240° 120°

230° 130°

220° 140°
210° 150°
200° 160°
190° 170°
180°

-3dB Ring Pola radiasi

Gambar : Diagram polar pola daya(dB) tabel 6


Perhitungan :
𝐹𝑟𝑜𝑛𝑡 𝑙𝑜𝑏𝑒 𝑙𝑒𝑣𝑒𝑙@0° 55.5 𝑑𝐵
𝐹𝑟𝑜𝑛𝑡 𝑡𝑜 𝑏𝑎𝑐𝑘 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 = = = 1.34057971
𝐵𝑎𝑐𝑘 𝑙𝑜𝑏𝑒 𝑙𝑒𝑣𝑒𝑙@180° 41.4 𝑑𝐵

HPBW = (360° - 314°) + 60° = 106°


Tabel 7. Perbandingan HPBW, Atenuasi Sidelobe, & Front to Back Ratio

Attenuasi sidelobe (dBμV)


F/B
Tabel Antena HPBW SLL SLL SLL SLL SLL Ratio
1 2 3 4 5
Yagi Pol 1.17097
2 101° 44.4 - - - -
Hor 4
Yagi Pol 1.17611
4 208° 50.6 - - - -
Ver 3
5 Dipole 132° 48.4 - - - - 1.00187
Dipole+ 1.34057
6 106° 47.8 43.5 44.2 - -
Reflector 9

Isolasi Silang (ECI ) = 00


ECI = E2 – E1
= Level Horizontal – Level Vertikal
= 58.9 – 58.1
= 0.8 dBµV