Anda di halaman 1dari 7

Motor control Center (MCC)

digilib.mercubuana.ac.id/manager/n!@file.../Isi2333133357036.pd...
Motor control center (MCC) merupakan pusat pengontrolan operasi motor listrik, sebagai
pusat pengontrolan harus mampu mengontrol operasi motor secara bersamaan. Yang di
maksud motor control center (MCC) adalah kumpulan beberapa komponen untuk
mengendalikan motor-motor dengan berbagai jenis motornya starter mulai starter DOL (direct
on line), SDS (star delte starter) dll. busbar dan peralatan kontrol yang semuanya berfungsi
untuk melakukan pengontrolan operasi motor listrik dan menempatkan komponen-komponen
tersebut dalam suatu panel-panel yang terintegrasi.

Jenis-jenis Motor Control Center (MCC)


Motor control center (MCC) di tinjau dari tegangan yang mensuplai dan berdasarkan jenis
pengoperasian motor dapat di bagi sebagai berikut :
1. Berdasarkan tegangan yang di suplai :
• Motor control center (MCC) tegangan rendah, tegangan maksimum yang di suplai dalah
600V.
• Motor control center (MCC) tegangan menengah, tegangan maksimum yang di suplai adalah
7.2kV.

2. Berdasarkan jenis pengoperasian :


• Gabungan beberapa komponen (Motor combination starter). Dalam proses pengontrolan
motor jenis ini di dukung oleh beberapa peralatan utama yaitu moulded case circuit breaker
(MCCB) atau motor circuit protector (MCP), kontaktor magnetik, relai pengaman gangguan
lebih (overload relai), trafo kontrol. Pada umumnya jenis ini di gunakan dalam proses
pengontrolan motor dengan daya kuda maksimum 200HP atau 150KW dengan sistem
tegangan rendah, keuntungan jenis ini adalah hanya membutuhkan ruangan yang lebih kecil,
hal ini disebabkan karena komponen dan peralatan pendukungnya diletakan dalam satu panel,
keuntungan lainnya adalah waktu yang di butuhkan penyambungan secara draw in dan
pencabutan secara draw out antara unit starter dan busbar jauh lebih cepat, hal ini sangat
bermanfaat bagi kelangsungan jalannya operasi karena akan mempermudah petugas
pemelihara jika unit tersebut mengalami gangguan.

• Pengoperasian secara manual.


Pada jenis ini umumnya di gunakan untuk mengontrol motor yang mempunyai daya kuda atau
HP maksimum sebesar 10HP. Pengoperasian manual starter hanya berupa on-off sakar yang
dioperasikan secara manual dimana alat tersebut sekaligus berfungsi sebagai alat pengaman
gangguan beban lebih, keuntungan dari tipe ini adalah pada saat sumber tegangan hilang
karena saklar masih posisi on sehingga pada saat tegangan sumber kembali normal motor
akan kembali bekerja secara otomatis, hal tersebut disebabkan karena tidak dilengkapi dengan
alat pengaman terhadap gangguan berupa turunnya tegangan sumber, alat ini mempunyai
kekurangan yakni sistem motor yang otomatis dapat membahayakan petugas maupun
peralatan itu sendiri, selain itu dengan tidak dilengkapi dengan sistem pengaman terhadap
gangguan berupa hilang atau turunya tegangan sumber.

• Pengaturan kecepatan kontrol (Adjusttable speed controller). Ada beberapa jenis motor yang
aplikasinya membutuhkan perubahan kecepatan putar dalam melayani beban, sistem ini
memungkinkan kecepatan putar operasi motor dapat berubah sesuai dengan keinginan proses
operasi motor dengan cara merubah frekuensi tegangan pada sisi motor, selain itu sistem ini
juga dapat diaplikasikan sebagai alat soft starter suatu motor, dimana soft starter ini berfungsi
untuk meminimalkan tegangan drop pada saat proses star motor.
• Motor starter.
Pada jenis ini umunya digunakan untuk mengontrol operasi motor yang bersistem tegangan
menegah, motor starter jenis ini mempunyai peralatan pendukung berupa no-load break
switch dan fuse atau circuit breaker, vacuum kontaktor dan pengaman terhadap gangguan
beban lebih.

3. Berdasarkan pembagian modul


• Jenis tipe tetap (fixed type)
Motor contro center (MCC) jenis ini modul tempat dimana komponen stater berada seprti
MCCB, kontaktor, Thermal overload dan lain-lain menyatu dengan framenya, sehingga
apabila komponen dalam modul tersebut ada gangguan atau keruksakan maka sistem dalam
panel tersebut harus di matikan sehingga mengganggu kepada sistem yang lainnya, dalam
pengoperasiannya panel jenis ini kurang handal.

• Jenis semi drawout.


Jenis ini lebih baik dibandingkan dengan jenis tipe tetap karena untuk bagian sumber
tegangan ke busbar sudah bias di lepas dengan sistem plugin sehingga apabila ada ganguan
atau kerusakan pada salah satu modul, modul tersebut dapat di lepas dan tidak mengganggu
kepada sistem yang lainnya.

• Jenis fully drawout.


Jenis ini paling handal dibanding dengan jenis yang lainnya karena semua komponen dalam
modul dapat dikeluarkan secara utuh, sehingga apabila ada komponen yang mengalami
gangguan atau rusak dapat melepas modul tersebut dan dapat di perbaiki diluar panel tanpa
mengganggu opeasi modul yang lainnya.

2.1.2 Komponen Penyusun Motor Control Center (MCC) Tegangan Rendah


Terdapat beberapa komponen utama penyusun motor control center (MCC)
yaitu :
1. Busbar
2. Isolator pemegang atau pengikat busbar
3. Circuit breaker (CB)
4. Kontaktor magnetik
5. Kontak bantu kontaktor
6. Relai control
7. Trafo control
8. Kabel instalasi control
9. Panel (enclousure)
II. Circuit Breaker
www.elektro.undip.ac.id/el_kpta/wp.../L2F007035_MKP.pdf
2.1 Fungsi Circuit Breaker
Circuit Breaker atau Pemutus Daya (PMT) adalah peralatan pada sistem tenaga listrik yang berfungsi
untuk memutuskan atau menghubungkan pada rangkaian sistem tenaga listrik dan sisi beban yang
dapat bekerja secara otomatis ketika terjadi gangguan atau secara manual ketika dilakukan perawatan
atau perbaikan. Ketika kontak PMT dipisahkan, beda potensial di antara kontak tersebut menimbulkan
medan elektrik di antara kontak tersebut. Medan elektrik ini akan menimbulkan ionisasi yang
mengakibatkan terjadinya perpindahan elektron bebas ke sisi beban sehingga muatan akan terus
berpindah ke sisi beban dan arus tetap mengalir. Karena hal ini menimbulkan emisi thermis yang
cukup besar, maka timbul busur api (arc) di antara kontak PMT tersebut. Agar tidak mengganggu
kestabilan sistem, maka arc tersebut harus segera dipadamkan.
2.2 Jenis-Jenis circuit Breaker
Jenis-jenis PMT berdasarkan media insulator dan material dielektriknya, adalah terbagi menjadi lima
jenis, yaitu: air CB, air blast CB, Oil CB , SF 6 CB, Vacum CB.
a. Air Circuit Breaker

Pemutus daya ini menggunakan metode pemadaman busur api yang paling sederhana, yaitu dengan
memperpanjang lintasan busur apinya. Perpanjangan busur api dapat dilakukan dengan beberapa cara,
antara lain dengan menggunakan kontak sela tanduk. Saat kontak dipisahkan, busur api terbentuk pada
bagian bawah kontaknya. Panas yang ditimbulkan busur api membuat suhu lebih tinggi dari pada suhu
di bagian atasnya, sehingga terjadi aliran udara dari bawah ke atas. Busur api yang panjang sangat
mudah dipadamkan oleh arus konveksi udara, sehingga busur api sudah padam sebelum mencapai
ujuung tanduk. Pemutus daya seperti ini digunakan untuk rangkaian AC dan DC tegangan rendah dan
arus pemutus sampai ratusan ampere.
Gambar 2 Air Blast Circuit Breaker\
b. Oil Circuit Breaker

Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 10 kA dan pada rangkaian bertegangan
sampai 500 kV. Pada saat kontak dipisahkan, busur api akan terjadi didalam minyak, sehingga minyak
menguap dan menimbulkan gelembung gas yang menyelubungi busur api, karena panas yang
ditimbulkan busur api, minyak mengalami dekomposisi dan menghasilkan gas hydrogen yang bersifat
menghambat produksi pasangan ion. Oleh karena itu, pemadaman busur api tergantung pada
pemanjangan dan pendinginan busur api dan juga tergantung pada jenis gas Hasil Dekomposisi
minyak.
Sakelar PMT minyak terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Sakelar PMT dengan banyak menggunakan minyak (Bulk Oil Circuit Breaker)
2. Sakelar PMT dengan sedikit menggunakan minyak (Low oil Content Circuit Breaker)

c. Vacum Circuit Breaker

Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus rangkaian bertegangan sampai 38 kV. Pada PMT
vakum, kontak ditempatkan pada suatu bilik vakum. Untuk mencegah udara masuk kedalam bilik,
maka bilik ini harus ditutup rapat dan kontak bergeraknya diikat ketat dengan perapat logam.
Gambar 3 Vacum Circuit Breaker
d. Air Blast Circuit Breaker

Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 40 kA dan pada rangkaian bertegangan
sampai 765 kV. PMT udara hembus dirancang untuk mengatasi kelemahan pada PMT minyak, yaitu
dengan membuat media isolator kontak dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tidak menghalangi
pemisahan kontak, sehingga pemisahan kontak dapat dilaksanakan dalam waktu yang sangat cepat.
e. SF6 Circuit Breaker

Sakelar PMT ini untuk memutus arus sampai 40 kA dan pada rangkaian bertegangan sampai 765 kV,
PMT yang dipakai menggunakan media gas SF6 (Sulphur hexafluoride). Sifat gas SF6 murni adalah
tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun dan tidak mudah terbakar. Pada suhu diatas 150º C, gas
SF6 mempunyai sifat tidak merusak metal, plastic dan bermacam bahan yang umumnya digunakan
dalam pemutus tenaga tegangan tinggi. Sakelar PMT SF6 ada 2 tipe, yaitu:
1. PMT Tipe Tekanan Tunggal (Single Pressure Type)
2. PMT Tipe Tekanan Ganda (Double Pressure Type)

III. Konstruksi Circuit Breaker


Dalam hal ini circuit breaker yang dipakai adalah Air Circuit Breaker dengan tegangan menengah.
Secara umum circuit breaker ini terdiri atas 3 (tiga) bagian utama yaitu :
1. Bagian pemutus “Interrupter”
2. Bagian mekanis penggerak „Operating Mechanism‟
3. Peralatan Bantu sebagai peralatan yang menunjang operasi circuit breaker

a. Bagian Interupter

Bagian pemutus “Interrupter” adalah bagian yang memutuskan dan menghubungkan arus beban listrik
sesuai dengan arus kerjanya „Rating Current‟ dan memutuskan arus hubung singkat yang besar atau
arus gangguan lain.
Bagian pemutus “Interrupter” ini terdiri atas:
1. Kontak-kontak

Kontak dalam circuit breaker harus dapat mengalirkan atau menghubungkan arus beban dengan
sempurna, sehingga hubungan antara kontak – kontaknya harus sempurna.
2. Perlatan Udarar Tembus (Puffer)
Peralatan udara hembus yang terpasang pada circuit breaker dipakai sebagai penghembus busur api
listrik yang timbul pada kontak saat operasi pemutusan, agar busur api listrik tersebut dapat segera
dipadamkan, sehingga tidak merusak kontak - kontak breaker.
3. Pemutus Busur Api Listrik “Arc - Chute”
Arc chute dalam circuit breaker dipakai untuk memutuskan loncatan busur api listrik yang timbul
diantara kontak – kontak breaker, sehingga busur api tersebut dapat dipadamkan lebih cepat dan
mudah.
4. Primary Disconnecting Contact
Primary disconnecting contact ini dipakai untuk menghubungkan kutub – kutub kontak circuit breaker
dengan rangkaian sumber dan beban listrik didalam cubicle.
5. Secondary Disconnecting Contact
Digunakan untuk menghubungkan kontak control operasi breaker dengan rangkaian didalam cubicle.
b. Bagian Mekanis Penggerak

Mekanisme penggerak adalah yang menggerakkan kontak – kontak gerak circuit breaker. Kecepatan
membuka kontak – kontak dapat mempercepat pemadaman busur api listrik dan mempersingkat terjadi
restriking arc saat pemutusan beban. Kecepatan kontak tersebut tergantung dari kecepatan mekanisme
penggerak.Mekanisme penggerak terdiri atas
1. Pegas – pegas penggerak kontak (Spring)
Pegas – pegas ini berfungsi untuk penggerak kontak dalam circuit breaker. Pegas – pegas ini berguna
untuk membuka dan menutup breaker
2. Solenoid Penutup
Solenoid ini berguna untuk menyambung breaker pada saat open ke closing dan terkunci
3. Levering device
Suatu alat yang digunakan untuk memposisikan breaker di cubicle pada posisi reg out, test, dan reg in.
4. Puffer
Alat untuk udara hembus pada air circuit breaker. Puffer berguna untuk menghilangkan busur api
listrik
5. Perlengkapan Pengunci Otomatis
Interlock
Interlock adalah permitivitas agar breaker close atau open. Interlock sangat berguna bagi human
maupun peralatan tersebut
6. Solenoid trip
Solenoid yang digunakan untuk membuka breaker
7.Motor DC
Motor DC berguna sebagai motor penekan dan peregang spring. Dan digunakan untuk menggerakkan
circuit breaker untuk reg up dan reg down pada PLTU unit III.
c. Pelatan Bantu

Peralatan Bantu merupakan alat pelengkap yang menunjang operasi circuit breaker
dalam suatu rangkaian sistem tenaga listrik seperti :
- Auxiliary contact

Auxiliary contact dalam circuit breaker dipakai untuk menunjang operasinya breaker dan untuk
fasilitas interlock sistem yang bekerja bersamaan dengan kontak breaker dan posisi auxiliary contack
disesuaikan dengan kebutuhan.
- Relay

Relay digunakan untuk Relay proteksi dan relay contactor. Untuk relay proteksi digunakan relay over
current , relay differential current dan relay ground volt
- Perlengkapan pengendali jarak jauh “Remote Control”

Perlengkapan ini digunakan untuk control dari control room.


- Electrical dan mechanical interlock

Electrical dan mechanical interlock bertujuan sebagai safety pada peralatan maupun human.
- CT dan PT