Anda di halaman 1dari 7

CHAPTER 9

• Definisi •Tanggung jawab •Menilai Risiko •Hubungan Risiko dengan


Risiko Audit • Prosedur Auditor untuk • Model Audit yang Bukti Audit dan Faktor-
•Menilai Risiko •Hubungan
Penilaian Mengidentifikasi Dapat Diterima Faktor yang
Risiko Signifikan Risiko Audit Inherent Risiko Dengan
Mempengaruhi Risiko
Risiko Bukti AUdit
A. Risiko Audit

Auditor menerima beberapa risiko atau ketidakpastian dalam menjalani fungsi


pengauditan. Misalnya, auditor mengakui adanya ketidakpastian bawaan dalam ketepatan
bahan bukti, ketidakpastian dalam efektivitas pengendalian internal klien, dan ketidakpastian
mengenai apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar ketika audit telah
dilaksanakan.

B. Prosedur Penilaian Risiko

Tujuan prosedur penilaian risiko adalah mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji
yang material dalam laporan keuangan. Tujuan ini dapat dicapai melalui pemahaman
mengenai entitas dan lingkungannya, termasuk pemahaman mengenai pengendalian internal
entitas tersebut.
Auditor wajib melakukan prosedur penilaian risiko untuk mengidentifikasi dan menilai
risiko salah saji yang material pada tingkat laporan keuangan dan pada tingkat asersi.
Prosedur penilaian risiko itu sendiri tidak memberikan bukti audit yang cukup dan tepat
sebagai dasar pemberian opini audit (ISA 315.5 alinea A1 – A5).

Figure 9-1 Role of Risk Assessment Procedures


Risk Assessment
Procedures
1. Bertanya kepada
manajemen dan
pihak lain dalam
entitas Menyediakan
2. Prosedur data untuk Membantu Mengembangkan
memahami Auditor strategi audit dan
Analitikal
entitas dan mengidentifikasi rencana audit
3. Pengamatan dan lingkungannya, dan menilai sebagai
Inspeksi termasuk risiko salah saji tanggapan untuk
4. Diskusi dengan pengendalian material menilai risiko
internal
anggota tim
perikatan
5. Prosedur
Penilaian risiko
lainnya

C. Mempertimbangkan Risiko Kecurangan (Fraud)

Auditor memiliki tanggung jawab untuk menghadapi risiko kecurangan dengan


merencanakan dan menjalankan audit untuk mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa
salah saji material, baik disebabkan oleh kesalahan maupun kecurangan dapat terdeteksi.
Pada PSA 70 auditor harus menjaga suatu tingkat skeptisme profesional ketika mereka
mempertimbangkan informasi yang luas, termasuk faktor-faktor risiko kecurangan, untuk
mengidentifikasi dan menghadapi risiko kecurangan.

Pembahasan mengenai risiko kecurangan kemungkinan akan terjadi di saat yang sama ketika
mendiskusikan mengenai kemungkinan adanya salah saji lainnya dalam laporan keuangan
entitas. Auditor wajib mengidentiflkasi dan menilai risiko salah saji material karena
kecurangan pada:
1. Tingkat laporan keuangan; dan
2. Tingkat asersi untuk jenis transaksi, saldo akun, dan pengungkapan.
Lebih Besar
RISIKO TIDAK TERDETEKSINYA RISIKO TIDAK TERDETEKSINYA
SALAH SAJI MATERIAL KARENA SALAH SAJI MATERIAL KARENA
FRAUD ERROR

D. Menilai Risiko Signifikan

Significant risk (Risiko signifikan)-Risiko salah saji material yang diidentifikasi dan
dinilai (identified and assessed), yang menurut pendapat auditor, memerlukan
pertimbangan khusus.(ISA 315.4)

Dalam menentukan risiko mana merupakan risiko signifikan, auditor wajib


mempertimbangkan setidak-tidaknya: (ISA.315.28)

1. Kompleksitas transaksi;
2. Apakah risiko itu berkaitan dengan perkembangan ekonomi akhir-akhir ini,
perkembangan akuntansi atau perkembangan lain yang signifikan dan, karenanya,
memerlukan perhatian khusus;
3. Apakah risiko itu merupakan risiko kecurangan;

E. Model Risiko Audit

𝑨𝑨𝑹
𝑷𝑫𝑹 =
𝑰𝑹 × 𝑪𝑹

PDR = Risiko Deteksi yang Direncanakan


AAR = Risiko Audit yang Dapat Diterima
IR = Risiko Bawaan
CR = Risiko Pengendalian

F. Menilai Risiko yang Dapat Diterima

G. Menilai Risiko Bawaan

Faktor-faktor yang Memengaruhi Risiko Bawaan:


 Sifat bisnis klien
 Hasil pengauditan sebelumnya
 Kontrak kerja yang pertama atau kontrak kerja yang berulang
 Pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa
 Transaksi-transaksi yang tidak rutin
 Penilaian yang diperlukan untuk mencatat saldo-saldo akun dan transaksi-transaksi
dengan benar
 Membuat populasi
 Faktor-faktor yang terkait dengan kecurangan dalam laporan keuangan
 Faktor-faktor yang terkait dengan penyalahgunaan aset

H. Hubungan Risiko dengan Bukti Audit dan Faktor-faktor yang Memengaruhi Risiko
I. Hubungan Risiko dan Materialitas dengan Bukti Audit