Anda di halaman 1dari 19

ATTENTION (PERHATIAN)

A. Konsep Dasar

a. Definisi

Perhatian (Inggris: attention) merupakan salah satu dari sekian banyak gejala
psikologis pada diri manusia. Dalam perhatian tejadi aktivitas jiwa yang melibatkan otak dan
indera. Adapun beberapa definisi perhatian yang diungkapkan oleh para ahli, sebagai berikut:

Sardjoe berpendapat bahwa, perhatian adalah suatu reaksi dari organisme dan
kesadaran, yang menyebabkan bertambahnya aktivitas dalam konsentrasi, dan pembatasan
kesadaran terhadap satu obyek.1[1]

Ardhana berpendapat bahwa, perhatian dapat didefinisikan sebagai suatu proses


pemusatan phrase-phrase atau unsur-unsur pengalaman dan mengabaikan yang lainnya.
Kejelasan pengalaman secara relatif tergantung pada intensitas proses perhatian. Jadi, apabila
seseorang memberikan perhatian terhadap sesuatu berarti ia memusatkan kegiatan jiwanya
kepada obyek tersebut dan tidak ada objek lainnya. 2[2]

Bimo Walgito berpendapat bahwa, perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi


dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek. 3[3]

Kartini Kartono berpendapat bahwa, Perhatian merupakan suatu reaksi dari organisme
dan kesadaran, yang menyebabkan bertambahnya aktivitas, daya konsemtrasi, dan
pembatasan kesadaran terhadap satu obyek.4[4]
Sumadi Suryabrata mengemukakan pengertian perhatian sebagai perhatian dan
pemusatan tenaga psikis yang tertuju kepada suatu objek, dan perhatian terhadap sedikitnya
kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukannya.5[5]

Menurut Ramayulis (1994:175),


bahwaperhatianadalahmerupakansalahsatufaktorpsikologis yang
dapatmembantuterjadinyainteraksidalam proses belajarmengajar.
Kondisipsikologisinidapatterbentukmelaluiduahal, yaitupertama, yang timbulsecaraintrinsik,
dan yang keduamelaluibahanpelajaran (content). Peranan perhatian terdapat dalam proses
belajar diungkapkan dalam Al-Qur’an QS. Al-‘Araf 204, Ibrahim 24-25.6[6]

MenurutJalaludinRahmat (2000:52), perhatianadalah proses mental


ketikastimuliataurangkaian stimuli menjadimenonjoldalamkesadaranpadasaat stimuli
lainnyamelemah. Perhatianterjadibilakitamengkonsentrasikandiripadasalahsatualatinderakita,

danmengesampingkanmasukan-masukanmelaluialatindera yang lain.7[7]

Menurut Dakir ( 1993 : 114 ) “Perhatian adalah Keaktifan peningkatan kesadaran


seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu, baik yang
di dalam maupun yang ada di luar.8[8]
Menurut Matlin (1989), bawa perhatian adalah proses konsentrasi pikiran atau
pemusatan aktivitas mental. Proses perhatian melibatkan pikiran pada tugas tertentu, sambil
berusaha mengabaikan stimulus lain yang mengganggu, perhatian juga menuju paa proses
pengamatan beberapa pesan sekaligus, kemudin mengabaikannya kecuali pada satu pesan (
Suharman, 2005:40).

William James ( 1890), bahwa perhatian adalah pemusatan pikiran dalam bentuk
jernih dan gamblang, terhadap suatu objek simultan atau kelompok pikiran. Perhatian
mengimplikasikan adanya pengabaian objek-objek lainnya secara efektif (Solso, 1979: 90-
91). 9[9]

Sehingga dapat disimpulkan bahwa perhatian adalah merupakan salah satu faktor
psikologis yang mempunyai sifat-sifat yang menonjol, baik dari dalam maupun dari luar
individu yang dapat membantu dalam interaksi belajar mengajar yang memerankan aktivitas,
konsentrasi, dan kesadaran. Yang berasaldaridalamadalahfaktorbiologis, sosial, kebiasaan,
konsentrasi, kesadaran, stimulussertakemauan, sedangkan yang
berasaldariluaradalahgerakandanlingkungan.

b. Tokoh

Tokoh-tokoh teori individualism, Adam Smith (1759) dan Herbert Spencer (1870)
menerangkan Prinsip-prinsip perhatian untuk menerangkan tindakan-tindakan yang semata-
mata mengejar keuntungan sendiri atas dasar pikiran, tetapi juga dikemudikan oleh perhatian
terhadap orang lain, yang tanpa itu sebenarnya kehidupan sosial itu tidak mungkin ada.Adam
Smith membedakan dua bentuk dasar daripada perhatian :

1. Yang menimbulkan respons yang cepat hampir seperti reflex. Misalnya: Kalau kita melihat
orang dipukul tongkat dengan keras kita merasa ngeri.
a. Bila kita melihat pemain akrobat yang sedang berjalan di atas tali yang tinggi,kita merasa
tegang.

b. Jika melihat demontrasi terjun paying yang tidak mengembang, kita memejamkan mata.

2. Yang sifatnya lebih intelektual kita dapat perhatian terhadap seseorang, meskipun kita tidak
merasakan sebagai yang ia rasakan. Kita akan mengucapkan syukur dan menyatakan
perhatian bila seseorang berhasil dalam usahanya, walaupun kita sendiri tidak berhasil atau
susah.

Menurut Herbert Spencer (1870) bahwa perhatian terdiri dari dua bentuk, yaitu :

1. Prespectively presentative yang cepat seperti reflex.

2. Representative (yang sadar refleksif).

Theodore Ribot (1897) pengarang buku yang berjudul Psychology of the Emotion, ia
menekankan pada peranan perhatian yang dikatakan sebagai a foundation of all social
existence. Ribot membagi perhatian menjadi 3, yaitu :

1. Type primitive atau otomatis, yang dapat diterangkan dengan respon bersyarat.

2. Refleksif, yang mana seseorang sadar dalam dirinya terhadap keadaan jiwanya. Ia tahu,
bahwa ia merasa apa yang dirasakan orang lain, biarpun ia sendiri tidak mengalaminya.

3. Type yang intelektual, yaitu rasa setia, rasa toleran, dan philantropi: bentuk ini tidak
diarahkan pada orang tertentu, tetapi mempunyai corak-corak yang lebih umum dan abstrak.

Menurut Max Scheler perhatian itu dibagi dalam delapan bentuk, yaitu:

1. Einfuhlung, yaitu proses yang primitif, proses refleks sepertiyang dikatakan oleh Smith,
Spencer, Ribot, dan lain-lain. Jika diterjemahkan dalam bahasa inggris mungkin dengan kata:
empathy yang menunjukan motor tiruan, yang tidak didasarkan padadasar pikiran.

2. Meiteinanderfuhlung. Yang menekankan pada pengertian “perasaan spontan” yaitu kalau


dua orang atau lebih bereaksi dengan cara yang sama pada rangsangannya yang sama
(misalnya reaksi yang diberikan penonton bioskop).
3. Gefuhlsanstechung. Menunjukan tertekannya perasaan melalui induksi dan tidak sosial
seperti mobs.

4. Einsfuhlung.Yaitu kalau terjadi pengamatan perasaan misalkan anak bermain boneka


mengamati ibunya.

5. Nachfuhlung. Ini lebih disadari dan dibedakan seperti pernyataan: “saya tahu apa yang
engkau rasakan”. Dalam hal semacam ini kita dapat membedakan dengan jelas perasaan kita
sendiri dengan perasaan orang lain.

6. Mitgefuhl. Yaitu bila orang dapat dengan tepat menimbang perasaan orang lain dan biasanya
menilainya secara positif.

7. Menshenliebe. Yaitu kalau orang tidak hanya mengetahui keadaan jiwa orang lain, tetapi
menaruh hormat kepadanya.

8. Akomische Person und Gottes liebe. Yaitu perhatian yang mistis yang menjadi dasar religi
dan pandangan hidup kesatuan jiwa dengan Tuhan.

Jadi menurut Prof. F. Patty dkk menyimpulkan bahwa perhatian harus bertumpu /
fokus pada satu objek agar perhatian tersebut dapat menghasilkan out put atau informasi yang
jelas. Dengan demikian kecepatan dan kemudahan menemukan informasi akan dapat
diperoleh.10[10]

Groover menyebutkan bahwa faktor yang memengaruhi persepsi dan ingatan adalah
perhatian (attention). 11[11]

B. Pentingnya Perhatian Dalam Pembelajaran Tersebut


Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Perhatian
terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan
kebutuhannya. Dengan adanya perhatian terhadap individu yang sedang belajar maka
otomatis individu tersebut semakin terdorong, untuk belajar Apabila bahan pelajaran itu
dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau
diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, akan membangkitkan perhatian dan juga motivasi
untuk mempelajarinya. Apabila dalam diri siswa tidak ada perhatian terhadap pelajaran yang
dipelajari, maka siswa tersebut perlu dibangkitkan perhatiannya. Dalam proses pembelajaran,
perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya, kalau peserta didik mempunyai
perhatian yang besar mengenai apa yang dipelajari peserta didik dapat menerima dan memilih
stimuli yang relevan untuk diproses lebih lanjut di antara sekian banyak stimulus yang datang
dari luar. Perhatian dapat membuat peserta didik untuk mengarahkan diri pada tugas yang
akan diberikan; melihat masalah-masalah yang akan diberikan; memilih dan memberikan
fokus pada masalah yang harus diselesaikan.12[12]

C. Proses Perhatian

Proses perhatian melibatkan pemusatan pikiran dan tugas tertentu sambil berusaha
mengabaikan stimulus lain yang mengganggu/tidak relevan. Atensi juga terpengaruh oleh
perbedaan usia, terutama pada masa anak. Perhatian dapat dirumuskan sebagai perasaan
tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Proses perhatian kadang-kadang tidak
berjalan atas dasar logis rasional, melainkan berdasakan penilaian perasaan. Salah satu
contohnya orang tiba-tiba tertarik dengan orang lain, seakan-akan dengan sendirinya.
Tertariknya ini tidak pada salah satu ciri tertentu dengan orang itu, tapi keseluruhan cirri pola
tingkah lakunya. Proses perhatian dapat pula berjalan secara perlahan-lahan secara sadar dan
cukup nyata dalam hubungan dua atau lebih orang. Misalnya hubungan cinta kasih antara
manusia, biasanya didahului dengan perhatian. Dengan demikian perhatian hanya akan
berlangsung dan berkembang dalam relasi kerja sama ana orang atau lebih, bila terdapat
saling pengertian13[13]

Atensi dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar.

1. Proses otomatis tidak melibatkan kesadaran, misalkan mengarahkan pandangan pada


rangsang yang menarik secara kognisi. Memperhatikan secara otomatis dilakukan tanpa
bermaksud untuk memperhatikan suatu hal. Perhatian terhadap suatu hal atau tindakan dapat
dibentuk sehingga menjadi otomatis (otomatisasi) melalui latihan dan frekuensi melakukan
tindakan tersebut.

2. Proses terkendali biasanya dikendalikan oleh kesadaran, bahkan membutuhkan kesadaran


untuk dapat mengarahkan atensi secara terkendali. Biasanya proses terkendali membutuhkan
waktu lebih lama untuk dilakukan, karena dilakukan secara bertahap.

Proses pembiasaan terhadap suatu hal selain membentuk proses otomatisasi, namun
juga membentuk habituasi yang justru menyebabkan atensi menjadi berkurang pada hal-hal
berkaitan yang tidak menjadi fokus dari pembiasaan. Penginput data di komputer lebih
memperhatikan poin informasi yang biasa diinputnya, namun kadang-kadang luput
membaca informasi yang berbeda dari biasanya. Proses pembiasaan tidak hanya menjalankan
tugas atensi, namun juga tugas-tugas lainnya seperti motorik, mengingat dan lain-lain.

Manusia menerima stimulus baik dari luar maupun dalam tubuhnya. Bagian tubuh
yang menerima stimulus tersebut disebut reseptor. Terdapat 5 jenis indera tubuh manusia,
yaitu penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa, dan bau. Reseptor pendengaran (audio)
menerima 15-19% informasi dari seluruh informasi yang diterima dan sebagian besar, yaitu
80% informasi, diterima manusia melalui penglihatan (visual).

Stimulus yang diterima oleh indera tubuh manusia kemudian diteruskan menjadi
persepsi. Persepsi merupakan tahap kognitif dimana manusia menyadari sensasi yang
disebabkan oleh stimulus dan interpretasi informasi dari pengalaman atau pengetahuannya
(Groover, 2007). Proses persepsi terdiri dari dua tahap, yaitu deteksi dan rekognisi. Deteksi
terjadi pada saat manusia menyadari adanya stimulus (bottom up processing), dan rekognisi
terjadi ketika manusia menginterpretasikan arti dari stimulus tersebut serta
mengidentifikasinya dengan pengalaman/pengetahuan sebelumnya (top down processing).

Stimulus yang diterima oleh sistem indera tubuh kemudian diterima manusia sebagai
informasi dan disimpan dalam ingatan sensori. Ingatan ini memengaruhi persepsi manusia
dan kemudian menjadi ingatan kerja (ingatan jangka pendek). Informasi baru dijaga dalam
ingatan dengan adanya proses mental dan kemudian disimpan dalam ingatan jangka panjang.
Dari hal tersebut maka dapat dilihat apakah perhatian seseorang dapat tertangkap oleh
memori atau tidak. 14[14]

Penyesuaian perhatian terhadap suatu perangsang mempunyai tiga bentuk, yaitu


sengaja, tidak sengaja, dan habitual. Perhatian dapat dipusatkan pada sat kondisi badan,
seperti: lapar, haus, sakit, dan suhu badan. Istilah “habitual” menunjukkan pada
kecenderungan individu untuk memperhatikan kekuatan merangsang jenis tertentu dalam
setiap keadaan lingkungan dengan meninggalkan perangsang-perangsang lainnya.
Memperpanjang perhatian akan menimbulkan kelelahan dan kebosanan di antara anak-anak
atau orang yang lebih tua yang tigdak dimotivasi oleh minat atau keinginan yang besar untuk
mencapai suatu tujuan khusus.15[15]

D. Teori Tentang Perhatian

Teori perhatian, pada awalnya teori perhatian menyatakan pada setiap individu hanya
sanggup memproses sejumlah informasi yang sangat terbatas pada suatu waktu. Teori ini
didasarkan pada konsep leher botol (Bottle neck concept). Namun, pada dewasa ini teori ini
banyak dikritik oleh banyak orang, sebab dalam kenyataannya kaasitas perhatian individu
sangat fleksibel dan sangat bergantung pada jenis tugas dan banyak latihanyang pernah
dilakukan. Contohnya setelah satu semester seorang mahasiswa melakukan perkuliahan aktif
di kelas, malka ia dapat memahami dan mendengarkan penjelasan dosen juga mencatat hal-
hal penting di buku daam waktu bersamaan. Meskipun pada awalnya pekerjaan ini sukar
dilakukan oleh mahasiswa. (Suherman, 2005: 42)

a. Teori filter (Filter Theory)

Menurut anggpan teori ini, seleksi terjadi pada perhatian berlangsung pada tahap awal
pemprosesan (input) bukan pada tahap terakhir, yakni pada saat orang akan merespon.

1. Switch Model

Broadbent (1958) , menyatakan teori ini sebuah model bahwa proses perhatian berlangsung
seperti tombol untuk menghidupkan dn mematikan. Jadi, perhatian hanya dapat memusat
pada stimulus sementara stimulus yang lain diabaikan dalam waktu yang sama.

2. Attenuator Model

Anne Treismen (1960), mengungkapkan teori seleksi di awal atas dasar berbagai macam
tombol mekanik yang digunakan. Jadi proses perhatian bekerja pada saat respon keluaran
(output)bukan pada saat proses (input). Semua informasi dianggap dapat membangkitkan
ingatan jangka panjang.

b. Teori Kapasitas (Capacity Theory)

Teori perhatian didasarkan pada asumsi bahwa individu memiliki keterbatasan


kemampuan dalam proses masukkan informasi yang sangat banyak. Teori ini mencoba
mendekati hal-hal tersebut bahwa bahwa sumber kognitif ini terbatas. Proses perhatian adalah
menetukan yang mana diantara tugas itu yang harus diselesaikan dan seberapa baik tugas itu
dapat diselesaikan. (Ellis dan Hunt, 1993, dalam Suhernan, 2005: 45-46)16[16]

Dalam artikel lain disebutkan teori perhatian, diantaranya sebagai berikut:

1. Teori Hambatan (Bottleneck Theory)

Teori hambatan menggambarkan proses yang menggunakan saringan untuk


memblokir satu saluran sementara yang lain memproses informasi.

2. Teori Daya Tahan (Capacity Theory)


baik teori hambatan dan teori daya tahan diperlukan untuk menjelaskan

beberapa tugas saling mengganggu satu sama lain,dan yang lainnya tidak.

3. Teori banyak mode (multimode theory)


teori banyak mode tentang perhatian didasarkan pada dua teori sebelumya dan menambah di
mensi baru yang disebut, "mode seleksi." mode seleksi
dapat dilihat pada sebuah kontinum dengan "modus awal" pada salah satu ujungnya dan "mo
dus akhir" di sisi lain.

4.
Model Treisman’s ( Cherry: 1953 & Moray : 1959 ) bagaimana subjek boleh mendengar perk
ataan bayang jika saluran tidak memeberi perhatian

5. Model Pemilihan Ingatan adalah stimuli yang mempunyai kombinasi

yang tertinggi dan dengan itu dipilih untuk pemprosesan seterusnya.


6.
Teori Keupayaan yaitu usaha mental yang dipengaruhi oleh bentuk tugas atau aktivitas.17[17
]

E. Hubungan Antar Perhatian

a. Faktor Yang Mempengaruhi

Perhatian dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Adapun faktor yang


mempengaruhi perhatian, antara lain:

1. Pembawaan: Berdasarkan pembawaan seseorang maka ada orang yang sukar memusatkan
perhatiannya kepada obyek tertentu dan demikian pula halnya ada orang yang mudah
mengkonsentrasikan perhatiannya kepada sesuatu obyek tertentu.

2. Keadaan jasmani: Hal ini dapat berpengaruh terhadap perhatian, seperti sakit atau lelah akan
sukar untuk memusatkan perhatiannya kepada suatu obyek tertentu.

3. Kebutuhan: Hal tersebut akan memunculkan perhatian terhadap obyek yang diperlukan.
Kebutuhan adalah suatu motif atau dorongan bagi seseorang, dan dorongan tersebut
mempunyai tujuan yang harus dicapai. Sehingga untuk mencapai tujuan itu, disamping
memerlukan perhatian juga memerlukan perasaan dan kemauan.

4. Keadaan alam sekitar: Hal ini memengaruhi timbulnya perhatian seseorang terhadap obyek
tertentu, seperti: kekacauan, keindahan, keributan, dan lain sebagainya.

5. Kemauan: Kemauan yang kuat akan memaksa seseorang untuk memusatkan perhatiannya
kepada objek tertentu.

6. Kesan-kesan dari luar: perangsang yang kuat yang datang dari luar dengan tiba-tiba menerik
perhatian seseorang. 18[18]
7. Faktor Usia: Menurut Winckuns ( Astuti, 2008: 24), berpengaruh dalam kemampuan
konsentrasi individu.

8. Faktor Psikologis: Eyesenk dan Byernel( Stermberg, 2008: 90), berpengaruh pada kondisi
emosi, minat terhadap stimulus target yang sama besarnya dengan minat terhadap stimulus
pengaruh tingkat kesulitan tugas perhatian tertentu.

9. Faktor pengetahuan dan pengalaman: Triesman dan Galade ( (Astuti, 2008: 24), hal tersebut
berperan dalam usahauntuk meningkatan pusat perhatian.

10. Asupan gizi: Suemantri (Astuti, 2008: 24), faktor gizi mempengaruhi rendahnya konsentrasi.
19[19]

Adapun faktor lain yang mempengaruhi pemusatan perhatian berdasarkan rangsangan,


antara lain:

1. Perubahan, perubahan perangsang merupakan salah satu hal yang mendapatkan perhatian
tidak sengaja yang terkuat.

2. Besarnya obyek, suatu obyek yang ukuran besarnya abnormal cenderung untuk menarik
perhatian.

3. Intensitas perangsang, Semakin kuat perangsang, mka semakin kuat pula kecenderungan kita
untuk memperhatikan obyek tersebut.20[20]

4. Perangsang yang berulang-ulang, perulangan menjadi hal yang menrikperhatian, contoh:


perulangan suara atau sinar dalam frekuensi yang sering.
5. Benda yang bergerak, suatu benda yang bergerak cenderung menarik perhatian dibandingkan
dengan benda yang diam.

6. Hal yang tidak biasa (mencolok), Hal-hal yang tidak biasa dalam lingkungan kita maka akan
menimbulkan suatu perhatian yang besar bagi orang lain.

7. Situasi sosial, Perhatian seseorang dapat diarahkan oleh orang lain terhadap sesuatu yang
biasanya tidak diperhatikan olehnya.21[21]

b. Faktor Yang Dipengaruhi

Perhatian dapat mempengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Adapun faktor yang


dipengaruhi perhatian, antara lain:

1. Minat, yaitu suatu keadaan diman ssesorang mempunyai perhatian spontan akan timbul
sehingga belajar dapat berlagsung dengan baik.

2. Pengetahuan, yaitu untuk mengetahui pada diri seseorang maka sangat diperlukan adanya
pengetahuan atau informasi tentang kegiatan atau objek yang diminatinya.

3. Pengamatan, adalah proses mengenal dunia luar dengan menggunakan indera.

4. Tanggapan, yaitu gambaran pengamatan yang ditinggal dikesadaran sesudah mengamati.

5. Persepsi, yaitu menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia.

6. Ingatan (memory), yaitu kemampuanpada manusia untuk menyimpan dan menimbulkan


kembali ap yang pernah dialami.

7. Motivasi, yaitu sutu hasrat keinginan dan minat yang timbul pada diri seseorang terhadap
objek tertentu.

8. Prestasi, yaitu hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar
9. Keaktifan, yaitu Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu, mempunyai kemauan
dan aspirasinya sendiri.22[22]

F. Macam-Macam Perhatian

Perhatian merupakan aktivitas menjaga sesuatu tetap dalam pikiran yang


membutuhkan kerja mental dan konsentrasi. Adapun beberapa bentuk perhatian berdasarkan
jenis masing-masing, antara lain:

Ditinjau dari segi timbulnya perhatian, maka perhatian dibedakan menjadi tiga
macam, yaitu:

1. Perhatian spontan, yaitu perhatian yang timbul secara sendirinya dengan spontan. Perhatian
ini berkaitan erat dengan minat individu.

2. Perhatian tidak spontan, yaitu oerhatian yang ditimbulkan dengan sengaja karena itu harus
ada kemauan untuk menimbulkannya.

3. Perhatian selektif (Selective Attention)

Perhatian selektif terdapat pada situasi dimana seseorang memantau beberapa sumber
informasi sekaligus. Penerima informasi harus memilih salah satu sumber informasi yang
paling penting dan mengabaikan yang lainnya. Faktor-faktor yang memengaruhi perhatian
selektif adalah harapan, stimulus, dan nilai-nilai. Penerima informasi mengharapkan sebuah
sumber tertentu menyediakan informasi dan memberikan perhatian lebih pada sumber
tersebut, memilih stimulus yang paling memberikan efek atau terlihat dibanding yang lain,
dan memilih sumber informasi yang paling penting

Dilihat dari banyaknya objek , maka dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
1. Perhatian yang sempit, yaitu perhatian individu pada suatu waktu hanya dap memperhatikan
sedikit objek

2. Perhatian yang luas, yaitu individu pada suatu waktu dapat memperhatikan banyak objek
pada suatu saat sekaligus.

Dilihat dari banyaknya objek, maka perhatian dapat dibagi menjadi dua, yaitu
perhatian terfokus dan perhatian terbagi:

1. Perhatian terfokus (Focused Attention)

Perhatian terfokus mengacu pada situasi dimana seseorang diberikan beberapa input namun
harus fokus pada satu input saja selama selang waktu tertentu. Penerima informasi berfokus
pada satu sumber/input dan tidak terdistraksi oleh gangguan-gangguan lain. Faktor yang
berpengaruh terhadap perhatian terfokus adalah jarak dan arah, serta gangguan dari
lingkungan sekitar. Penerima informasi akan lebih mudah menerima informasi dari sumber
yang berada langsung di depannya.

2. Perhatian terbagi (Divided Attention)

Perhatian terbagi terjadi ketika penerima informasi diharuskan menerima informasi dari
berbagai sumber dan melakukan beberapa jenis pekerjaan sekaligus.

Dilihat dari fluktuasi perhatian, maka perhatian dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Perhatian yang terus menerus (Sustained Attention)

Perhatian terus menerus dilakukan penerima informasi yang harus melihat sinyal atau sumber
pada jangka waktu tertentu yang cukup lama. Dalam situasi ini sangat penting bagi penerima
informasi untuk mencegah kehilangan sinyal.

2. Kurang perhatian (Lack of Attention)


Kurang perhatian merupakan situasi dimana penerima informasi tidak berkonsentrasi
terhadap pekerjaannya. Situasi ini disebabkan oleh kebosanan/kejenuhan dan kelelahan. Ciri-
ciri pekerjaan yang dapat menimbulkan situasi kurang perhatian adalah pekerjaan dengan
siklus pendek, sedikit membutuhkan pergerakan tubuh, lingkungan yang hangat, kurangnya
interaksi dengan pekerja lain, motivasi rendah, dan tempat kerja memiliki pencahayaan yang
buruk.

G.Fungsi Perhatian

Menurut Stermburg (2008: 72), adapun fungsi dari perhatian secara singkat seperti
berikut:

1. Pendektsian sinyal individu dalam mendeteksi penempatan stimulus tertentu

2. Penelusuran individu secara aktif terlibat dalam pencarian stimulus target secara aktif

3. Dalam perhatian selektif individu memilih untuk mengikuti sejumlah stimulus dan
mengabaikan stimulus yang lain

4. Membagi perhatian secara terstruktur .23[23]

H. Cara Mengontrol Perhatian

Sebagaimana fungsi-fungsi psikis yang lain, maka perhatianpun dapat diketahu dengan
berbagai cara. Adpun cara untuk mengetahui perhatian adalah sebagai berikut:

1. Test burdon, tes ini terdiri dari huruf-huruf, gambar-gambar, angka-angka.

2. Test Grunbaum, tes mencari bilangan terbesar dan terkecil.24[24]


3. Test kraepelin, tes yang berwujud sedaretan angka dan testee ditugaskan untuk
mengumpulkan dan menjumlahkan angka-angka yang berdekatan.25[25]

I. Gangguan Perhatian

Salah satu gangguan dari perhatian adalah Attention deficit disorder (ADD) yang
biasa diterjemahkan menjadi gangguanperhatiandefinisi menurut ensiklopediabebas
Wikipedia, merupakansalahsatudaritigasubtipedari attention-deficit hyperactivity disorder
(ADHD). Attention deficit disorder mirip dengan subtipe lain ADHD yang
ditandaidengan oleh kurangnya perhatian, gangguan konsentrasi, disorganisasi, penundaan,
dan pelupa, di mana hal itu berbeda dalam kelesuan, kelelahan , dan mengalami gejala lebih
sedikit atau tidak ada hiperaktif atau impulsif khas ADHD subtipe lainnya.26[26]

J. Gejala kekurangan Perhatian

Terdapat beberapa gejala kekurangan perhatian, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sering gagal untuk memberikan perhatian dekat dengan rincian atau membuat kesalahan
ceroboh di sekolah, pekerjaan, atau kegiatan lainnya

2. Sering mengalami kesulitan mempertahankan perhatian dalam tugas atau kegiatan bermaian

3. Sering tampaknya tidak mendengarkan bila diajak bicara secara langsung


4. Sering tidak menindaklanjuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas sekolah, pekerjaan,
atau tugas-tugas di tempat kerja

5. Sering mengalami kesulitan mengatur tugas dan kegiatan dan pelupa

6. Sering menghindari, tidak suka, atau enggan untuk terlibat dalam tugas-tugas yang
membutuhkan usaha mental berkelanjutan

7. Sering kehilangan hal yang diperlukan untuk tugas-tugas atau kegiatan (misalnya mainan,
tugas sekolah, pensil, buku, atau alat)

8. Sering mudah terganggu oleh rangsangan asing.[27]

DaftarPustaka

Bimo Walgito. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset, 1981.

Kartini Kartono. Psikologi Umum. Bandung: Mandar Maju, 1996

Mansyur. Pengantar Ilmu jiwa Fenomologi. Bandung: Jemmars, 1983.

Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 1998.

Sardjoe. Psikologi Umum. Pasuruan: PT Garuda Buana Indah, 1994.

Satiadarma. Persepei Orang Tua Membentuk Perilaku Anak. Jakarta:

Yayasan Obor Indonesia, 2001.

Wayan Ardhana dan Sudarsono, Pokok-Pokok Ilmu Jiwa Umum. Surabaya:

Usaha Nasional, 1963.

http://forumgurunusantara.blogspot.com/2012/10/pengertian-perhatian-dan-macam-
macam.html (diakses pada tanggal 13 Mei 2013).

http://id.wikipedia.org/wiki/Atensi (di akses pada tanggal 13 Mei 2013


http://karimpamelacms.blogspot.com/2012/04/makalah-psikologi-umum-s1.html (diakses
pada tanggal 15 Mei 2013

http://pipidcullen.blogspot.com/2012/12/proposal-skripsi-pengaruh-perhatian.html (diakses
pada tanggal 30Mei 2013)

http://www.referensimakalah.com/2013/03/pengertian-perhatian-konselor.html (diakses pada


tanggal 15 Mei 2013)

http://lib.uin-malang.ac.id/thesis/chapter_ii/07410029-zulfikar-farizi.ps(diakses pada tanggal


02 Mei 2013).

Http://Erickburhaein.Blogspot.Com/2010/11/Teori-Kegiatan-Definisi-Attention.Html (di
akses pada tanggal 30 Mei 2013).

http://belajarpsikologi.com/pengertian-prestasi-belajar/ (diakses pada tanggal 08 Juni2013)

http://peksosjatim.blogspot.com/2013/02/gangguan-konsentrasi-sebagai-salah-satu.html
(diakses pada tanggal 08 Juni 2013)

http://psychcentral.com/disorders/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd-symptoms/
diakses pada tanggal 08 Juni 2013)