Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Akuntansi Manajemen Sektor Publik

Oleh :

1. Rebeca Aprilia 14310236


2. Eka Istiqomah 15310051
3. Saringatun 15310321
4. Heni Nur Havidah 15310322
5. Yoggi Oqiara Sandy 15350502

PROGRAM STUDI EKONOMI


STIE MAHARDHIKA SURABAYA
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah
dengan judul Akuntansi Manajemen Sektor Publik,
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk melengkapi persyaratan di dalam Tugas
Akuntansi Sektor Publik Program Studi Ekonomi (S1) pada (S1) pada Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Mahardhika Surabaya
Di samping ini penulis juga menyadari bahwa makalah ini jauh dari pada
kesempurnaan dan kekurangan baik dari segi penjelasan maupun dalam penulisan kata
maupun bahasanya. Untuk itu penulis berharap dengan kerendahan hati menerima
kritikan dan saran yang sifatnya membangun untuk menambah kesempurnaan penulisan
makalah ini.
Akhir kata dengan iringan doa, semoga amal ibadah dari semua pihak yang telah
membantu penulisan makalah ini mendapat ganjaran yang berlimpah dari Allah SWT, dan
semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan pengguna lainnya.

Surabaya, 25 Pebruari 2018


Tim Penulis

2
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ...............................................................................................1


KATA PENGANTAR ...............................................................................................2
DAFTAR ISI ............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................................... 4
B. Rumusan Masalah........................................................................................ 4
C. Tujuan .......................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi Akuntansi Manajemen Sektor Publik ............................................... 5
B. Proses Perencanaan dan pengendalian Manajerial Sektor Publik ................ 5
C. Peran Perencanaan .................................................................................... 6
D. Peran Pengendalian ..................................................................................... 9

BAB III. PENUTUP


A. Simpulan ............................................................................................................ 10

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Akuntansi Manajemen Sektor Publik


Akuntansi manajemen sektor publik mempelajari bagaimana membuat informasi
akuntansi yang relevan dan handal yang ditujukan pada pimpinan dengan maksud untuk
perencanaan ( perencanaan strategik,pemberian informasi biaya, penilaian informasi
biaya, penilaian investasi,dan penganggaran,penentuan biaya pelayanan,penilaian
kinerja)dan pengendalian ( mengukur pencapaian kinerja manajemen dengan cara
pencapaian target yang sesuai dengan program yang sudah direncanakan).
Tujuan akuntansi manajemen sektor publik adalah untuk menyediakan informasi
yang digunakan oleh manajer sektor publik dalam melakukan fungsi perencanaan dan
pengendalian organisasi. Informasi akuntansi diberikan sebagai alat atau sarana untuk
membantu manajer menjalankan fungsi-fungsi manajemen sehingga tujuan organisasi
dapat tercapai.

B. Proses Perencanaan dan pengendalian Manajerial Sektor Publik


Tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya tindak
lanjut (follow up) untuk menidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapoai.
Sebaliknya tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya
target atau rencana yang digunakan sebagai pembanfding. Perencanaan dan
pengendalian merupakan suatu proses yang membentuk suatu siklus, sehingga satu
tahap aklan terkait dengan tahap yang lainnya dan terintegrasi dalam satu organisasi.
Jones dan Pendlebury membagi proses perencanaan dan pengendalian manajerial pada
organisasi sektor publik menjadi lima tahap yaitu :
1. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar
2. Perencanaan operasional
3. Penganggaran
4. Pengendalian dan pengukuran
5. Pelaporan, analisis dan umpan balik

5
Gambar Proses Perencanaan dan Pengendalian
Manajerial Organisasi Sektor Publik

1. Perencanaan Tujuan dan


Susunan dan Dasar

Revisi/ modifikasi
Tujuan dan
Sasaran Dasar
2. Perencanaan Operasional

Revisi Perencanaan
Operasional

5. Pelaporan Analisis dan 3. Pengangguran


Umpan Balik
Revisi Anggaran

Aksi

4. Pengendalian dan
Pengukuran

C. Peran Perencanaan
Untuk membuat informasi akuntansi bagi sektor publik yang relevan dan handal yang
ditujukan kepada pimpinan. Dengan informasi tersebut pimpinan dapat melakukan
perencanaan. Perencanaan tersebut terdiri dari :
1. Perencaan Strategik
Adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini
dalam melakukan proyeksi kondisi pada masa depan. Perencanaan strategis merupakan
usaha untuk membuat keputusan dan memberikan panduan pada organisasi sektor publik
tentang apa yang akan dilakukan dan bagaimana meraih suatu tujuan untuk
mendapatkan hasil yang maksimal.
Adapun hasil dari perencanaan strategik adalah :
1. Sasaran strategik
2. Inisiatif Strategik
3. Target
Alasan Pentingnya Perencaan Strategis:
a. Perencanaan strategis merupakan dasar dari perencanaan lainnya.

6
b. Pemahaman terhadap perencaan strategis perlu dipahami agar mempermudah
perencaan lainnya.
c. Perencaan strategis adalah awal dari penilaian kinerja manajer dan organisasi sektor
publik.

2. Pemberian Informasi biaya


Akuntansi manajemen sektor publik akan memberikan informasi biaya yang akan
direncanakan dan dilaksanakan oleh organsasi sektor publik. Biaya-biaya tersebut
adalah:
a. Biaya Input,adalah segala sumber dana dan sumber daya yang dikorbankan untuk
menyelenggarakan pelayanan publik. Biaya input biasanya adalah biaya bahan
baku,biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik.
b. Biaya output,adalah biaya oleh organisasi sektor publik yang dikeluarkan untuk
mengantarkan produk hingga sampai ke target pelanggan. Contoh pada organisasi
sektor publik PLN, biaya output adalah biaya pemasangan listrik.
c. Biaya proses,adalah biaya yang dapay dipisahkan berdasarkan fungsi
organisasi,misalnya biaya yang timbul dari departemen yaitu pada departemen
personalia ada biaya gaji karyawan,pada departemen promosi ada biaya promosi.

Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas, yaitu cost finding, cost recording, cost
analizing, strategic cost reduction dan cost reporting.
a. Cost finding
Pada tahap ini organisasi sektor publik melakukan akumulasi biaya yang dibutuhkan
untuk menghasilkan produk atau jasa.
b. Cost recording
Pada tahp ini perlu dilakukan kegiatan pencatatan data-data organisasi sektor publik
kedalam sistem yang sudsah di sediakan.
c. Cost analizing
Pada tahap ini dialakukan analisis biaya yang artinya perlu mengidentifikasikan biaya
b-biaya yang timbul termasuk mengidentifikasikan jenis, perilaku,perubahan dan
volume biaya.
d. Strategic cost reduction
Tahap ini menentukan strategi untuk melakukan penghematan biaya agar tercapai
value of money.
e. Cost reporting

7
Tahap terakhir adalah memberikan informasi biaya secara lengkap kepada pimpinan
dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke dalam suatu laporan
yang akan disampaikan kepada pihak eksternal.
3. penilaian investasi
organisasi sektor publik dalam operasinya selalu membuat anggaran.apabila m
anggaran tersebut dapat digunakan untuk melakukan investasi.

Ada 2 investasi,yaitu :
1. investasi securitas utang dapat berupa pembelian obligasi.
2. Investasi saham adalah kepemilikan modal dalam perusahaan.

Penilaian investasi yang dilakukan pemerintah dapat menggunakan :


a. Metode biaya
Yaitu investasi dicatat sebesar baiay perolehan.besarnya hasil investasi dicatat
sebesar hasil yang diterima.
b. Metode ekuitas
Yaitu investasi awal dicatat sebesar biaya perolehan ditambah ataupun di kurangi
laba atau rugi pemerintah setelah tanggal perolehan.
c. Metode nilai bersih yanng direalisasikan
Metode ini dapat digunakan terutama untuk kepemilikan yang akan di lepas /di jual
dalam jangka waktu dekat.

Penggunaan metode tersebut di atas didasarkan pada kriteria sebagai berikut :


a. Kepemilikan kurang dari 20% menggunakan metode biaya.
b. Kepemilikan 20% sampai 50% ,atau kepemilikan kurang dari 20% teatapi memiliki
pengaruh yang signifikan menggunakan metode ekuitas.
c. Kepemilikan lebih dari 50 % menggunakan metode ekuitas.
d. Kepemilikan bersifat nonpermanen menggunakan metode ekuitas.

4. Anggaran
Anggaran sektor publik adalah pertanggungjawaban daripemegang manajemen
organisasi untuk memberikan informasi tentang segala aktivitas dan kegiatan orginasisai
kepada pihak pemilik organisasi atas pengolahan dana publik dan pelaksanaan berupa
rencana-rencana proram yang di biaya dengan uang publik.akutansi manajemen sektor
publik salah satunya berperan sebagai pemberi fasilitas terciptanya anggaran.

8
5. Penentuan biaya pelayanan dan penentuan tarif pelayanan
Akuntansi manajemen sektor publik bertugas menentukan biaya pelayanan dan
menentukan biaya pelayanan dan menentukan tarif pelayanan.contoh organisasi PLN
harus menentukan biaya yang dikeluaarkan untuk memberikan pelayanan listrik dan
sekaligus menentukan tarif listrik.berdasarkan informasi tersebut pemerintah dapat
menentukan berapa besarnya biaya tarif pelayanan yang akan dibebankan kepada para
pemakai jasa pelayanan listrik.

6. Penilaian kinerja
Penilaian kinerja digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat efektifitas dan
efisiens pencapaian tujuan organisasi sektor publik.peran akuntansi manajemen sektor
publik adalah membuat indikator-indikator penilaian dan pengukuran kinerja organisasi
sektor publik.penentuan indiaktor kinerja adalah :
a. Biaya pelaynan diukur dengan unit
b. Penggunaan
c. Kualitas dan standart pelayanan
d. Cakupan pelayanan
e. Kepuasan indikator

D. Peran Pengendalian
Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok :
a) Pengendalian prefentif
Pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi perencanaan strategik
yang dijabarkan dalam bentuk progam-progam.
b) Pengendalian operasional
Dalam tahapan ini adalah pengendalian managemen yang berkaitan dengan
pengawasan pelaksanaan program yang sudah ditetapkan.
c) Pengendalian kinerja
Pada tahap ini pengendalian managemen berupa analisan evaluasi kinerja
berdasarkan pengukuran kinerja yang telah ditetapkan.s

9
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan

10