Anda di halaman 1dari 2

Laporan Praktek Kerja

Teknik Proses PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Unit pembuatan gas sintesa merupakan unit yang berfungsi untuk embuat
gas sintesa yag diperlukan untuk pembuatan ammonia. Ammonia terbentuk
dari gas H2 dan N2. Gas H2 berasal dari gas alam sedangkan N2 berasal dari
udara bebas. Primary reformer dan secondary reformer adalah alat yang
dipakai untuk proses reforming dalam pembuatan gas sintesa. Reforming
adalah suatu reaksi untuk mengubah gas alam menjadi CO 2 dan H2 dngan
bantuan katalis dan panas. Gas alam yang sudah dibersihkan kandugan
mercury dan sulfur sebagian akan direforming dengan bantuan steam dalam
primary reformer dan sisanya akan direaksikan dalam secondary reformer.
Primary reformer merupakan salah satu alat yang digunakan pada
pembuatan gas sintesa yang akan digunakan padareaksi pembuatan ammonia.
Pada primary reformer terjadi reaksi steam reforming yaitu suatu reaksi antara
gas alam dengan steam menjadi CO dan H2. Sebagian CO yang dihasilkan
akan bereaksi dengan steam untuk membentuk CO2. Gas H2 yang dihasilkan
berfungsi untuk sintesa ammonia di ammonia converter. Mekanisme reaksi
yang terjadi di dalam Primary Reformer adalah sebagai berikut :
CH 4 ( g )  H 2 O ( g )  CO ( g )  3H 2 ( g )
CO ( g )  H 2 O ( g )  CO 2 ( g )  H 2 ( g )

Secara keseluruhan reaksi yang terjadi adalah reaksi endotermis, oleh

karena itu dilakukan penyediaan panas melalui pembakaran gas alam. Pada

primary reformer juga dihasilan produk samping berupa campuran gas.

Campuran gas ini diperoleh dari gas hasil pembakaran (flue gas) yang

suhunya masih tinggi dihisap oleh induced draft fan melalui seksi konveksi,

dimana panasnya dimanfaatkan untuk memanaskan umpan gas alam, udara

Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro 1


Laporan Praktek Kerja
Teknik Proses PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK

untuk secondary reformer, Boiled Feed Water, dan uap panas lanjutan untuk

tenaga generator.

1.2 Rumusan Masalah


Dalam tugas khusus ini, permasalahan yang diambil adalah mengevaluasi
neraca energi primary reformer. Alat ini berfungsi untuk mereforming gas
alam menjadi CO2 dan H2 dimana pada primary reforming reaksinya bersifat
endotermis, oleh karena itu dilakukan penyediaan panas melalui pembakaran
gas alam.

1.3 Tujuan
Tugas khusus ini bertujuan untuk mengevaluasi neraca energi primary
reformer berdasarkan neraca panas dengan cara menghitung perpindahan
panas yang terjadi pada reforming.

1.4 Manfaat
Dengan mengetahui performance dari primary reformer dapat ditentukan
tindakan yang perlu dilakukan agar kinerja alat dapat ditingkatkan dan di
efisiensikan.

Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro 2