Anda di halaman 1dari 2

LARUTAN GULA GARAM (LGG)

A. Pengertian Larutan Gula Garam


Larutan gula-garam, yaitu dua sendok teh gula dan setengah sendok
teh garam dapur dilarutkan ke dalam satu gelas air matang.
Larutan gula garam adalah larutan yang dibuat sebagai pengganti oralit
untuk mengatasi diare (mencret). (Asuhan Keperawatan pada Anak, 2006).

B. Manfaat Larutan Gula Garam


Larutan gula garam berperan menjaga keseimbangan jumlah cairan dan
mineral dalam tubuh. Larutan gula garam tidak menghentikan diare, tetapi
mengganti cairan tubuh yang hilang bersama tinja. Dengan mengganti cairan
tubuh tersebut, terjadinya dehidrasi dapat dihindarkan.
Kombinasi gula dan garam dapat diserap baik oleh usus penderita diare,
karena ion natrium merupakan ion yang berfungsi allosterik (berhubungan
dengan penghambatan enzim karena bergabung dengan molekul lain). Selain
itu, garam mampu meningkatkan pengangkutan dan meninggikan daya absorbsi
gula melalui membran sel. Gula dalam larutan NaCl (garam dapur) juga
berkhasiat meningkatkan penyerapan air pada dinding usus secara kuat (sekira
25 kali lebih banyak dari biasanya), sehingga proses dehidrasi tubuh dapat
dikurangi/diatasi. (Perawatan Untuk Bayi dan Balita. 2005).

C. Cara Pembuatan Larutan Gula Garam


1. Bahan dan alat
Untuk membuat larutan gula garam, alat-alat dan bahan yang diperlukan
antara lain:
a. Gula pasir sebanyak satu sendok teh munjung
b. Garam dapur yang halus sebanyak ¼ (seperempat) sendok teh
c. Air masak atau air teh yang hangat ( tidak dalam kondisi mendidih) sebanyak
satu gelas atau sekitar 200 ml
d. Gelas belimbing/lainnya yang sama ukurannya, dan sendok teh
2. Cara pembuatan
a. Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum membuat LGG
b. Tuangkan air masak atau air teh ke dalam gelas sebanyak satu gelas penuh
c. Tuangkan gula dan garam dengan ukuran yang tepat ke dalam gelas
d. Aduklah sampai larut
e. Minumkan secara bertahap sampai habis

D. Dosis Pemberian Larutan Gula Garam


Untuk anak yang berusia dibawah dua tahun diberikan ¼ hingga ½ gelas
saja. Untuk anak yang berusia dua tahun keatas berikan ½ hingga 1 gelas.
Sedangkan jika anak yang sudah besar atau dewasa dianjurkan untuk minum
sebanyak-banyaknya.

E. Penanganan Lanjut
Jika kondisi anak tidak membaik dalam tiga hari maka segeralah
membawa anak ke tenaga kesehatan (dokter,bidan) atau puskesmas/rumah
sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Daftar Pustaka
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P3M)
Departemen Kesehatan RI. 1985. Buku Pedoman Pemberantasan Penyakit
Diare untuk Kader Pembangunan Desa Pramuka dan Dokter Kecil. Jakarta
Shelov. Steven P. 2005.Perawatan Untuk Bayi dan Balita. Archan : Jakarta
Yuliani. Rita 2006. Asuhan Keperawatan pada Anak. CV. Sagung Seto : Jakarta