Anda di halaman 1dari 7

CONTOH SOAL :

1. Hitung tekanan uap pada suhu 500 oC dan densitas 24 kg/m3 menggunakan :
(a) persamaan gas ideal, (b) persamaan van der Waals, (c) kompresibilitas
faktor dan (d) Steam table.
Persamaan gas ideal :
P =  (RT/M)
3
kg m . Pa 1 kPa 1000 mol o 1
P  (24 )(8,314 o )( )( )(773 K)
3 K. mol 1000 Pa kmol 18 kg/kmol
m

P = 8503 kPa
Persamaan Van der waals :
a = 1,703 kPa.m6/kg2 b = 0,00169 m3/kg

RT a
P  2
vb v
1
(8,314 m 3 .kPa/K. kmol)( kmol/kg)(773 K)
18 1,703 kPa m 6 /kg 2
P 
1 3  
2
 0,00169 m /kg 
1

24 kg/m3  24 kg/m3 
 
P = 7950 kPa
Dari steam table T = 773 K dan v = 0,042 m3/kg  P = 7993 kPa
Persamaan dengan kompresibilitas faktor :
Tc = 647,4oK Pc = 22100 kPa
773 7993
TR   1,19 PR   0,362
647,4 22100

Lihat data faktor daya mampat : z =


zRT
P
V
1
(Z)(8,314 m 3 .kPa/K. kmol)( kmol/kg)(773 K)
P 18
1
24 kg/m 3

P = .... kPa
2. Sepuluh lb steam dalam volume 50 ft 3. Hitung kualitas dan tekanan jika suhu
nya adalah 263 OF.

Penyelesaian :
260 OF  Vg = 11,768 ft3/lbm  P = 35,42 psia
270 OF  Vg = 10,066 ft3/lbm  p = 41,85 psia
 270 - 263   263 - 260  10,066  11,2574 3
T = 263 OF  Vg    11,768    ft /lbm
 270  260   270  260 

 270  263  0,01717   263  260  0,017084  0,01711 3


Vf     270  260  ft /lbm
 270  260   
v = V/m  v = (50 ft3)/(10 lbm) = 5 ft3/lbm
v = Vf + x (Vg – Vf)
5 = 0,01711 + x (11,2574 – 0,01711)  x = 0,4433
P =(3/10)(41,85 – 35,42) + 35,42 = 37,35 psia.

3. Dua kg Freon-12 yang ada dalam silinder yang dilengkapi dengan piston
berdiameter 20 mm, massa piston 48 kg. Piston dibiarkan bergerak keatas
dengan bebas hingga suhu mencapai 160 OC. Hitunglah volume akhirnya.

Penyelesaian :
Tekanan absolute dalam silinder = tek. Atm + berat piston/luas.
P = Patm + (W / A)
(48 kg)(9,81m/s 2 )
P  101,33 kPa  2
 101,33 kPa  (15x105 Pa)
π(0.02 m) /4
P  1601,33 kPa  1,6 MPa
O
Dari tabel : Tekanan 1,6 Mpa dan suhu 160 C, Freon-12 adalah
superheted dengan Sp. Vol = 0,0169 m3/kg.
V = m v = (2 kg)(0,0169 m3/kg) = 0,0338 m3.
4. Empat kg air diletakkan dalam suatu bejana tertutup dengan volume 1m 3.
Kalor ditambahkan sampai suhu mencapai 150 oC. Tentukanlah berapa
tekanan, massa uap dan volume dari uap tersebut.
Penyelesaian:
Tabel uap air : T = 150oC  P = 475,8 kPa
Vg = 0,3928 m3/kg
Volume 4 kg uap jenuh = 4(0,3928) m3 = 1,5712 m3 (lebih besar dari 1 m3) 
Berada dalam daerah kualitas.
Vol spesifik total : v = vf + x (vg – vf)
¼ m3/kg = {0,001090 + x (0,3928 - 0,001090)} m3/kg
x = (0,2489)/(0,3917) = 0,6354.
Massa uap : mg = m x = 4 kg (0,6354) = 2,542 kg.
Volume uap : Vg = mg vg = (2,542 kg)( 0,3928 m3/kg) = 0,9985 m3

5. Uap air dengan massa 0,01 kg pada kualitas 0,9 berada dalam silinder yang
ditunjukkan pada gambar sbb :

Pegas hanya menyentuh sedikit saja bagian atas dari piston tersebut. Kemudian
kalor ditambahkan hingga pegas tersebut terkompresi 15,7 cm. Hitunglah suhu
akhir proses.
Penyelesaian :
Tekanan atmosfir = 100 kPa.
Tekanan awal silinder = Tekanan atmospheric dan karena berat piston
P1 = Patm + W/A
(160 kg)(9,81 m/s 2 )
P1  100 kPa   100 kPa  49,987kPa
π (0,2 m) 2 /4
P1  150 kPa  0,15 MPa
P  150 kPa  Vg  1.164 m 3 /kg
Vf  0.001053 m 3 /kg
v 1  0.001053 m 3 /kg  (0.9) (1.164 m 3 /kg - 0.001053 m 3 /kg)
v 1  1,048 m 3 /kg

Volume uap-air awal dalam silinder :


V1 = m v1 = 0.01 kg (1,048 m3/kg) = 0,01048 m3
π d2
V1  h
4
(3,14)(0,2) 2
0,01048  h  h  0,334 m
4
Volume akhir :
(3,14)(0,2) 2
V2  (h  0,157)  (0,0314) (0,334  0,157)  0,01543 m 3
4
Specifik vol akhir = v2 = (0,01543 m3)/(0.01 kg) = 1,543 m3/kg
Tekanan akhir :
Kx
P2  P1 
2
1/4  d
(50000 N/m)(0,157 m) 2
P2  P 1   150 kPa  250000 N/m
2
π (0,2 m) /4
P2  150 kPa  250,000 kPa  400 kPa  0,4 MPa

Gas ideal : P =  (RT/M)


RT PvM
P T
vM R
P v M
T  2 2
2 R
3
400 kPa (1,543 m /kg) (18 kg/kmol) o o
  1337 K  1064 C
3 -1 -1
8,314 m Pa mol K

Atau dengan interpolasi :


P = 0,4 Mpa dan v2 = 1,543 m3  steam table : v : 1,4685  T = 1000OC
v : 1,5840  T = 1100OC
 1,5840  1,543  1000   1,543  1,4685  1100  1064.5 o C
T2     1,5840  1,4685 
 1,5840  1,4685   

6. Satu kg uap dengan kualitas 20% dipanaskan pada tekanan konstan sebesar
200 kPa hingga suhunya mencapai 400 oC. Hitunglah kerja yang dilakukan
oleh uap tersebaut.
Penyelesaian :
Kerja : W = –∫ P dV = –P (V2 – V1) = – m P (v2 – v1)
P = 200 kPa  vf = 0,001061 m3/kg, vg = 0,8857 m3/kg (T1 = 120,2oC)
v1 = 0,001061 + (0,2)( 0,8857 – 0,001061) m3/kg = 0,1780 m3/kg
P = 0,2 MPa, T = 400oC Uap superheated
tabel uap superheated : vg = 1,5493 m3/kg
W = – (1 kg)(200 kPa)(1,5493 m3/kg – 0,1780 m3/kg) kj
W = – 274,2 kj

7. Piston bebas gesekan yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini memiliki
massa 16 kg. Kalor ditambahkan hingga temperaturnya mencapai 400 OC.
Jika kualitas awalnya adalah 20%, hitunglah a). Tekanan awal, b) massa air,
c) kualitas pada saat piston berhenti , d). tekanan akhir dan e). kerja yang
dilakukan pada piston.
Tekanan atm = 100 kPa.
a). Penyeimbangan gaya pada piston memungkinkan kita menghitung tekanan
awal (P1) = Patm + (m.g) / πr2
16 kg (9,81m/s 2 )
P1  100 kPa   100 kPa  20 kPa  120 kPa
(3,14) (0.05 m) 2

b). Menghitung volume spesifik dari steam table :


P = 0,12 Mpa  Vf = 0,001 m3/kg dan Vg = 1,428 m3/kg
v1 = Vf + x(Vg – Vf) = 0,001 + 0,2(1,428 – 0,001) = 0,286 m3/kg
V1 = π r2 h = (3,14)(0,05)2 (0,05) = 3,925x10-4 m3
m = V / v1 = (3,925x10-4 m3 / 0,286 m3/kg) = 0,001373 kg.
c). Pada saat piston berhenti P tetap, Vol bertambah (V 2)
V2 = (3,14)(0,05)2 (0,08) = 6,28 x 10-4 m3
v2 = (6,28x10-4 m3) / (0,001373 kg) = 0,458 m3/kg
maka kualitas :
v2 = Vf + x(Vg – Vf)
0,458 = 0,001 + x (1,428 – 0,001)  x = 0,32 = 32%.
d). Setelah piston berhenti volume spesifik berhenti berubah karena Volume
tetap konstan. T akhir = T3 = 400 OC dan v3 = 0,458 m3/kg.
Tabel C-3 :
Vg = 0,3843  P = 0,8 Mpa
Vg = 0,5137  P = 0,6 Mpa
(0,5137  0,458) (0,458  0,3843)
P3  (0,8)  (0,6)  0,3445  0,3417
(0,5137  0,3843) (0,5137  0,3843)
P3  6862 kPa  0,6862 MPa

Setelah piston berhenti maka kerja yang dilakukan pada piston adalah nol.
Kerja dari keadaan awal sampai piston berhenti bergerak, tekanan tetap
konstan = 120 kPa.
W = - P(V2 – V1) = 120 kPa (6,28x10-4 m3 – 3,925x10-4 m3)
= - 0,0283 kJ = - 28,3 Joule.