Anda di halaman 1dari 82

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH KECAMATAN SURALAGA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Oleh: Muh Zulkifli, S.Pd.I NIM. 1320410001 TESIS
Oleh:
Muh Zulkifli, S.Pd.I
NIM. 1320410001
TESIS

Diajukan kepada Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Magister Pendidikan Islam Program Studi Pendidikan Islam Konsentrasi Pendidikan Agama Islam

YOGYAKARTA

2015

iv

iv

v

v

vi

vi

ABSTRAK

Muh Zulkifli, Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual terhadap Prestasi Belajar Aqidah Akhlak Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah di Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur, Tesis, Yogyakarta: Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015.

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan gambaran kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan prestasi belajar siswa kelas XI Madrasah Aliyah di Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur pada mata pelajaran Aqidah Akhlak, menjelaskan pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar Aqidah Akhlak, menjelaskan pengaruh kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar Aqidah Akhlak, dan menjelaskan pengaruh secara langsung maupaun tidak langsung antara kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar Aqidah Akhlak siswa kelas XI Madrasah Aliyah di Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan berjenis exspost facto. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang terdiri dari variabel kecerdasan emosional dan variabel kecerdasan spiritual. Sedangkan data mengenai variabel prestasi belajar Aqidah Akhlak didapat dari hasil nilai ujian semester Ganjil siswa. Sementara untuk uji hipotesis digunakan teknik analisis Regresi Ganda. Hasil analisis data membuktikan bahwa (1) Kecerdasan emosional secara langsung berpengaruh signifikan secara positif terhadap nilai rapor mata pelajaran Aqidah Akhlak sebesar 0,551 dan nilai rapor mata pelajaran Aqidah Akhlak dipengaruhi oleh faktor kecerdasan emosional sebesar 61,2%. (2) Kecerdasan spiritual secara langsung berpengaruh signifikan secara positif terhadap nilai mata pelajaran Aqidah Akhlak sebesar 0,402 dan nilai rapor mata pelajaran Aqidah Akhlak dipengaruhi oleh faktor kecerdasan spiritual sebesar 67,1%. (3) kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual berpengaruh terhadap prestasi belajar Aqidah Akhlak sebesar 79,8%. Dengan kata lain, prestasi belajar Aqidah Akhlak siswa dipengaruhi oleh faktor kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual sebesar 79,8%. Sedangkan sisanya 20,2% dijelaskan oleh variabel lain selain kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritutal.

lain selain kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritutal. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan

Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Prestasi Belajar Aqidah Akhlak.

vii

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

Transliterasi kata-kata Arab yang dipakai dalam penyusunan tesis ini berpedoman pada Surat Keputusan Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158/1987 dan 0543b/U/1987.

A. Konsonan Tunggal

Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan Tidak ﺃ Alif Tidak dilambangkan dilambangkan ﺏ Ba‟ B
Huruf Arab
Nama
Huruf Latin
Keterangan
Tidak
ﺃ Alif
Tidak dilambangkan
dilambangkan
ﺏ Ba‟
B
Be
ﺕ Ta‟
T
Te
ﺙ Sa‟
Es (dengan titik di atas)
ﺝ Jim
J
Je
ﺡ ḥa‟
Ha (dengan titik di bawah)
ﺥ Kha‟
Kh
Ka dan ha
ﺩ Dal
D
De
ﺫ Żal
Ż
Zet (dengan titik di atas)
ﺭ Ra‟
R
Er
ﺯ Zai
Z
Zet
ﺱ Sin
S
Es
ﺵ Syin
Sy
Es dan ye
ﺹ Ṣād
Es (dengan titik di bawah)
ﺽ Ḍāḍ
De (dengan titik di bawah)
ﻁ Ṭa‟
Te (dengan titik di bawah)
ﻅ Ẓa‟
Zet (dengan titik di bawah)
ﻉ „ain
ʻ
Koma terbalik di atas
ﻍ Gain
G
Ge
ﻑ Fa‟
F
Ef
ﻕ Qāf
Q
Qi
ﻙ Kaf
K
Ka
Lam
L
El
Mim
M
Em
Nun
N
En
Wawu
W
We
Ha‟
H
Ha
Hamzah
`
Apostrof
Ya‟
Y
Ye
viii

B. Konsonan Rangkap Karena Syaddah Ditulis Rangkap

ﺓﺪﻋ

Ditulis

„iddah

C. Ta’ Marbutah Di Akhir Kata

1. Bila dimatikan ditulis h ﺔﺑﻫ Ditulis Hibah ﺔﻴﺯﺟ Ditulis Jizyah (ketentuan ini tidak diperlukan
1.
Bila dimatikan ditulis h
ﺔﺑﻫ
Ditulis
Hibah
ﺔﻴﺯﺟ
Ditulis
Jizyah
(ketentuan ini tidak diperlukan bagi kata-kata Arab yang sudah terserap
dalam bahasa Indonesia, seperti salat, zakat dan sebagainya, kecuali bila
dikehendaki lafal aslinya).
2.
Bila diikuti dengan kata sandang „al‟ serta bacaan kedua itu terpisah, maka
ditulis dengan h.
ْﺀﺎﻴَﻟِْﻮﻷﺍْﺔَﻣﺍﺭَ ﻛَ
Ditulis
Karâmah al-auliyâ‟
3.
Bila ta‟ marbutah hidup atau dengan harakat, fathah, kasrah dan dammah
ditulis t atau h.
ِﺮْﻄﻔِْﻟﺍُﺓﺎﻛَ ﺯَ
Ditulis
Zakâh al-fiţri
Fathah
Ditulis
A
َﻞﻌَﻓَ
fa‟ala
i
Kasrah
Ditulis
żukira
َﺮﮐِﺬُ
ُﺐﻫَْﺬﻴَ
Dammah
Ditulis
u
yażhabu

D. Vokal Pendek

E. Vokal Panjang

1

Fathah + alif

Ditulis

Â

2

ﺔَّﻴﻟِِﻫﺎﺟَ

fathah + ya‟ mati

Ditulis

Ditulis

Ditulis

jâhiliyyah

â

tansâ

3

ﻰﺴَْﻨﺗَ

Ditulis

î

kasrah + ya‟ mati

Ditulis

karîm

4

ﻢْﻴﺮِﻜَ

dammah + wawu mati

Ditulis

û

Ditulis

furûd

 

ix

ﺽْﻭُﺮُﻓ

ﺽْﻭُﺮُﻓ

ﺽْﻭُﺮُﻓ
ﺽْﻭُﺮُﻓ

F. Vokal Rangkap

1

fathah + ya‟ mati

Ditulis

ai

ْﻢُﻜﻨَْﻴﺒَ

fathah + wawu mati

ﻝْﻭﻗَ

Ditulis

bainakum

2

Ditulis

Ditulis

au

qaul

fathah + wawu mati ﻝْﻭﻗَ Ditulis bainakum 2 Ditulis Ditulis au qaul x

x

MOTTO

Orang yang Murah Hati (Demawan), Dia Dekat dengan Allah, Dekat dengan Manusia, Dekat dengan Surga, dan Jauh dari Neraka. Adapun Orang yang Kikir, Dia Jauh dari Allah, Jauh dari Manusia, Jauh dari Surga, dan Dekat dengan Neraka. Orang Bodoh yang Pemurah Lebih Disukai Allah dari pada Orang yang Tekun Beribadah Tetapi Kikir. (HR. Imam Tirmidzi, Baihaqi, dan Thabrani)

Lebih Disukai Allah dari pada Orang yang Tekun Beribadah Tetapi Kikir. (HR. Imam Tirmidzi, Baihaqi, dan

xi

HALAMAN PERSEMBAHAN

Tesis ini penulis persembahkan kepada:

Almamater Tercinta Program Pascasarjana, Prodi Pendidikan Islam, Konsentrasi Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Program Pascasarjana, Prodi Pendidikan Islam, Konsentrasi Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta xii

xii

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan

Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan tesis yang berjudul “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual tehadap Prestasi Belajar Aqidah Akhlak Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah di Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur”. Shalawat dan salam semoga senantiasa tetap tercurah kepada nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliyah menuju keselamatan yakni islamiyah. Salam takzim yang sekhalis-khalisnya untuk para ulama pewaris Nabi dan Rasul para Waliyullah min masyariqil ardii ila magaribiha. Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan teisis ini tidaklah terlepas dari Berkat dukungan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini disampaikan rasa hormat, terimakasih, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:

terimakasih, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 1. Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D., selaku Rektor UIN

1. Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D., selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

2. Prof. Dr. H. Noorhadi, M.A., M.Phil., Ph.D, selaku Direktur Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang telah memberikan kesempatan dan juga kemudahan kepada penulis selama proses pendidikan.

3. Prof. Dr. H. Maragustam, M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Islam Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang telah banyak memberikan motivasi dalam menjalani masa perkuliahan.

4. Dr. Abdul Munip, M.Ag. selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu, memberikan bimbingan, arahan, dan petunjuk-petunjuk kepada penulis sehingga tesis ini dapat terselesaikan dengan baik.

xiii

5. Rahmanto, MA., selaku Staf Program Studi Pendidikan Islam Program Pascasarjana Yogyakarta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang telah banyak membantu penulis dalam melancarkan persoalan-persoalan administrasi selama proses perkuliahan sampai selesainya tesis ini.

6. Para guru besar beserta segenap dosen dan staf pengajar yang telah membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan serta pengalaman sejak awal kuliah sampai penulisan tesis ini.

pengalaman sejak awal kuliah sampai penulisan tesis ini. 7. Segenap civitas akademika UIN Sunan Kalijaga terutama

7. Segenap civitas akademika UIN Sunan Kalijaga terutama Program Pascasarjana yang memberikan kerjasama yang maksimal selama proses studi.

8. Pimpinan dan seluruh karyawan dan karyawati Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang telah memberikan bantuan berupa pinjaman buku sebagai referensi dalam penulisan tesis ini.

9. Dr. H. Mugni Sn, M.Pd selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Program Khusu (MAPK) SZ NW Anjani beserta jajarannya, Asmu‟I, S.Pd.I selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Mu‟alimin NW Boro‟ Tumbuh beserta jajarannya, Syiaruddin, S.Ag selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah NW Anjani beserta jajarannya, Dra. Hj. Nurul Hidayah selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Mu‟alimat SZ NW Anjani beseta jajarannya, Muh. Tohir, S.Hum selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah NW Pao‟ Lombok beseta jajarannya, H. M. Wajdi, S.Ag selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah NW Suralaga beserta jajarannya, Abdurrahman, S.Pd.I selaku kepala Sekolah Madrasah Aliyah Mu‟alimin SZ NW Anjani beserta jajarannya yang telah memberikan izin, kesempatan dan dukungan kepada punulis untuk melekakukan penelitian.

10. Yang tersayang dan orang yang paling saya hormati serta banggakan Ayahku Amaq Huzaifah (Marjan) dan Ibundaku Inaq Zulkifli (Suburiah), yang dengan ketulusan hati dan penuh kesabaran memberikan kasih sayang yang tiada tara, membanting tulang tanpa mengenal waktu demi memperjuangkan keberhasilanku dalam pendidikan. semoga Allah SWT membalas semua ketulusan dan pengorbanan mereka. Hanya untaian do‟a yang saya panjatkan untuk membalas semua kasih sayang mereka.

xiv

11. Nenek-nenek ku tersayang Papuk Marjan (Almarhum) dan Papuk Mahsudin,

yang selalu menuntun perjalananku dengan senyum dan do‟anya serta harapan

beliu semoga aku menjadi orang sukses.

12. Seluruh Pengurus Yayasan Prof. Dr. H. Khadirun Yahya beserta jajarannya,

yang telah membantu, dan mendukung kuliyah saya selama di Yogyakarta,

serta telah menuntun penulis dalam kenikmatan Iman dan zikrullah.

menuntun penulis dalam kenikmatan Iman dan zikrullah . 13. Ustaz Nuri Arnawadi QH, SH.I dan Ustaz

13. Ustaz Nuri Arnawadi QH, SH.I dan Ustaz Hifni, QH M.Pd, selaku

motivatorku.

14. Ustaz H. Sataruddin dan Istiri, yang ikut serta mendukung dan mensupot

kuliahku, serta putri kesanyangannya Fuji Ardani Putri yang selalu menanti

kesuksesanku. Semoga dalam penantiaannya medapat Ridha Allah SWT.

15. Secara khusus penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang

yang tercinta, Semua Keluargaku, Sahabat-sahabat terbaikku Bang Ahyar,

Bang Komar, Bang Kamil, Kang Faiman, Bang Mahfud, Seluruh abang-abang

dan kakak yang ikut Thareqat Naqsabandiyah al-Khalidiyah di Surau Saiful

Amin 1 Yogyakarta dan juga teman-teman kelas PAI angkatan 2013 yang

telah banyak memberikan semangat dan motivasi dalam menyelesaikan tesis

ini.

Semoga segala kebaikan dan pertolongan semunya menjadi amal

ibadahnya kepada Allah SWT. Akhir kata penulis mohon maaf apabila masih

banyak kekurangan dalam penyusunan tesis ini, Oleh karena itu, saran dan

kritikan konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi perbaikan dan

penyempurnaan tesis ini. Akhir kata semoga tesis ini dapat bermamfaat bagi

semua pihak yang memerlukan, Amin.

Yogyakarta, 9 Februari 2015 Penulis,

Muh Zulkifli, S.Pd.I NIM: 1320410001

xv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL PERNYATAAN KEASLIAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI PENGASAHAN PERSETUJUAN TIM PENGUJI UJIAN TESIS NOTA DINAS PEMBIMBING ABSTRAK PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN MOTTO HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR

A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Mampaat Penelitian E. Ruang Lingkup
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Mampaat Penelitian
E. Ruang Lingkup Penelitian
F. Kajian Pustaka
G. Metode Penelitian
H. Sistematika Pembahasan
A. Kecerdasan Emosional
1. Pengertian Kecerdasan Emosional

BAB I : PENDAHULUAN

BAB II : KEJIAN TEORI

2. Ciri-Ciri Kecerdasan Emosioanl

3. Aspek Penilaian Kecerdasan Emosional

B. Kecerdasan Spiritual

1. Pegertian Kecerdasan Spiritual

2. Fungsi Kecerdasan Spiritual

3. Aspek Penilaian Kecerdasan Spiritual

xvi

i

ii

iii

iv

v

vi

vii

viii

xi

xii

xiii

xvi

xviii

xx

1

1

6

7

7

8

9

11

33

36

36

36

38

40

44

44

50

53

C.

Prestasi Belajar

55

1. Pegertian Prestasi Belajar 55 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar 58 3. Aspek Penilaian
1. Pegertian Prestasi Belajar
55
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
58
3. Aspek Penilaian Prestasi Belajar
61
BAB III : GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
64
A.
Biodata Madrasah
64
B. Visi, Misi dan Tujuan
69
C. Keadaan Guru dan Pegawai Tata Usaha
79
D. Keadaan Siswa
84
E. Keadaan Fasilitas
88
BAB IV : KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL
DAN PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK
99
A.
Kecerdasan Emosional
99
B.
Kecerdasan Spiritual
100
C.
Prestasi Belajar Aqidah Akhlak
101
D.
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Aqidah
Akhlak
102
E.
Pengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Prestasi Belajar Aqidah
Akhlak
105
F.
Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual bersama-sama
berpengaruh terhadap Prestasi Belajar Aqidah Akhlak
107
G.
Uji Prasyarat
109
1. Uji Normalitas
109
2. Uji Heteroskondensitas
113
3.
Uji Multikolinieritas
115
H.
Uji Hipotesis
117
BAB V : PENUTUP
128
A. Kesimpulan
128
B. Saran
129
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
131

xvii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Skala Pengukuran Tabel 1.2 Kisi-kisi instrument Kecerdasan Emosinal Tabel 1.3 Kisi-kisi instrument Kecerdasan spiritual Tabel 1.4 Hasil Uji Validitas Instrument Kecerdasan Emosional Tabel 1.5 Hasil Uji Validitas Instrumen Kecerdasan Spiritual Tabel 1.6 Hasil Uji Reliabelitas

18

23

24

26

28

30

Anjani SZ NW Anjani Khsus (MAPK) SZ NW Anjani Program Khsus (MAPK) SZ NW Anjani
Anjani
SZ NW Anjani
Khsus (MAPK) SZ NW Anjani
Program Khsus (MAPK) SZ NW Anjani
NW Anjani
NW Suralaga
Lombok
NW Pao‟ Lombok

Tabel 3.1 Keadaan Guru dan Pegawai Tata Usaha Madrasah Mu‟alimin SZ NW

79

Tabel 3.2 Latar Belakang Pendidikan Guru dan Pegawai TU Madrasah Mu‟alimin

80

Tabel 3.3 Keadaan Guru dan Pegawai Tata Usaha Madrasah Mu‟aliman SZ NW

80

80

Anjani Tabel 3.4 Latar Belakang Pendidikan Guru dan Pegawai TU Madrasah Mu‟alimant SZ NW Anjani Tabel 3.5 Keadaan Guru dan Pegawai Tata Usaha Madrasah Aliyah Program

81

Tabel 3.6 Latar Belakang Pendidikan Guru dan Pegawai TU Madrasah Aliyah

81

Tabel 3.7 Keadaan Guru dan Pegawai Tata Usaha Madrasah Aliyah Mu‟alimin

81

Tabel 3.8 Latar Belakang Pendidikan Guru dan Pegawai TU Madrasah Aliyah

82

82

Tabel 3.10 Latar Belakang Pendidikan Guru dan Pegawai TU Madrasah Aliyah

Mu‟alimin NW Anjani Tabel 3.9 Keadaan Guru dan Pegawai Tata Usaha MA NW Suralaga

82

Tabel 3.11 Keadaan Guru dan Pegawai Tata Usaha Madrasah Aliyah NW Pao‟

83

Tabel 3.12 Latar Belakang Pendidikan Guru dan Pegawai TU Madrasah Aliyah

83

Tabel 3.13 keadaan Guru dan Pegawai Tata Usaha Madrasah Aliyah Mu‟alimin

NW Boro‟ Tumbuh

83

Tabel 3.14 Latar Belakang Pendidikan Guru dan Pegawai TU Madrasah Aliyah

Mu‟alimin NW Boro‟ Tumbuh

84

Tabel 3.15 Keadaan Siswa TP 2014/2015 MA Mu‟alimin SZ NW Anjani

84

Tabel 3.16 Keadaan Siswa TP 2014/2015 MA Mu‟alimat SZ NW Anjani

85

Tabel 3.17 Keadaan Siswa TP 2014/2015 MAPK SZ NW Anjani

85

Tabel 3.18 Keadaan Siswa TP 2014/2015 MA Mu‟alimin NW Anjani

86

Tabel 3.19 Keadaan Siswa TP 2014/2015 MA NW Suralaga

86

xviii

Tabel 3.20 Keadaan Siswa TP 2014/2015 MA NW Pao‟ Lombok Tabel 3.21 Keadaan Siswa TP 2014/2015 MA NW Boro‟ Tumbuh Tabel 3.22 Data Keadaan Inventaris MA Mu‟alimin SZ NW Anjani Tabel 3.23 Data Keadaan Inventaris MA Mu‟alimat SZ NW Anjani Tabel 3.24Data Keadaan Inventaris MAPK SZ NW Anjani Tabel 3.25 Data Keadaan Inventaris MA Mu‟alimin NW Anjani Tabel 3.26 Data Keadaan Inventaris MA NW Suralaga Tabel 3.27 Data Keadaan Inventaris MA NW Pao‟ Lombok Tabel 3.27 Data Keadaan Inventaris MA NW Boro‟ Tumbuh Tabel 4.1 Deskripsi Kecerdasan Emosional Tabel 4.2 Deskripsi Kecerdasan Spiritual Tabel 4.3 Deskripsi Prestasi Belajar Aqidah Akhlak Tabel 4.4 Uji normalitas menggunakan metode Kolmogrov-Smirnov Tabel 4.5 Hasil Uji Multikolinieritas Tabel 4.6 Output Anova EQ (X1) dan Y Tabel 4.7 Output Coefficient EQ (X1) Tabel 4.8 Koefisien Regresi Linier X1 dan Y Tabel 4.9 Output Anova Untuk Kecerdasan Spiritual (X2) dan Y Tabel 4.10 Output Coefficient EQ (X1) Tabel 4.11 Koefisien Regresi Linier X1 dan Y Tabel 4.12 Output Anova X1 dan X2 Terhadap Y Tabel 4.13 Output Coefficient EQ (X1) dan SQ (X2) Tabel 4.14 Koefisien Regresi Berganda X1 dan X2 terhadap Y

Tabel 4.14 Koefisien Regresi Berganda X1 dan X2 terhadap Y xix 87 87 88 90 91

xix

87

87

88

90

91

92

93

95

97

99

100

101

111

116

117

118

119

121

122

123

124

125

126

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Rancangan Penelitian

Gambar 4.1 Histogram Uji Normalitas

Gambar 4.2 P-Plot Uji Normalitas

Penelitian Gambar 4.1 Histogram Uji Normalitas Gambar 4.2 P-Plot Uji Normalitas Gambar 4.3 Scatterplot xx 12

Gambar 4.3 Scatterplot

xx

12

112

113

114

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka kehidupan bangsa.
UU
No.20
Tahun
2003
tentang
Sistem
peradaban
bangsa
yang
bermartabat
dalam
rangka
kehidupan bangsa.
kembangkan
peserta
didik
agar menjadi
manusia
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
bertanggungjawab. 1
Mengamati
isi
UU
tersebut
mengindikasikan

Pendidikan

Nasional

berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta

mencerdaskan

tujuan arti sitem pendikan tersebut untuk menumbuh

yang beriman dan

bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,

yang demokratis serta

bahwa

fungsi

pendidikan sebagai pembentukan kepribadian yang mencerminkan nilai-

nilai keluhuran yang tinggi, atau dengan kata lain pendidikan sebagai

bingkai wilayah kepribadian manusia yakni membentuk sikap (affective

domain), serta melatih keterampilan (Psychomotor domain). Akan tetapi,

dalam tataran out comes pendidikan, belumlah menunjukkan domain yang

utuh. Bahkan, dapat dikatakan domain kognitif lebih dikedepankan dari

pada domain yang lainnya. Hal ini memberikan pemahaman bahwasanya

keperibadian manusia hanya berkaitan dengan kecerdasan otaknya semata,

yang belakangan ini pameliar disebut dengan IQ (Intelligence Quotion).

1

Undang-Undang Grafika. 2003), hlm. 21

SISDIKNAS

(Sisitem

Pendidikan

Nasional)

2003

(Jakarta:

Sinar

2

Menurut data sejarah sekitar abad 21,

IQ merupakan sebuah

legenda atau paradigma lama tentang anggapan bahwa IQ sebagai satu-

satunya tolak ukur kecerdasan, yang juga sering dijadikan sebagai tolak

ukur kesuksesan dan keberhasilan seseorang. 2 Pola pikir dan cara pandang

yang demikian telah melahirkan manusia terdidik dengan otak yang

dan Mapel Aqidah Akhlak khususnya. Pemahaman siswa tersebut diharapkan akan mengamalkan ajaran Agama Islam dalam
dan Mapel Aqidah Akhlak khususnya.
Pemahaman
siswa
tersebut
diharapkan
akan
mengamalkan
ajaran
Agama
Islam
dalam
kehidupan
diajarkan
dalam
Agama
Islam.
Proses
pembelajaran

cerdas, tetapi sikap, perilaku dan pola hidup sangat kontras dengan

kemampuan intelektualnya. Hal ini terbutkti banyak orang yang cerdas

secara akademik tetapi gagal dalam pekerjaan dan kehidupan sosialnya.

Individu itu memiliki kepribadian yang terbelah (split personalitiy), yaitu

ketidakterjadinya integrasi antara otak dengan hati. Kondisi tersebut pada

gilirannya menimbulkan krisis multi dimensi yang sangat memprihatinkan.

Dengan demikian, merupakan suatu kewajaran jika para orang tua wali

murid menaruh harapan yang sangat besar terhadap PAI pada umumnya

mampu

untuk

sehari-hari.

Pengamalan ini bisa diwujudkan dengan perilaku-perilaku islami yang

Akhlak

Aqidah

memberikan penjelasan tentang sikap terpuji dan sikap tercela, yang harus

diteladani dan yang harus dijauhi oleh segenap siswa. Aqidah Akhlak

merupakan pembelajaran yang bersifat aplikatif, sehingga dengan adanya

2

Lihat

tanggal 19 November 2014

di

akses

pada

3

dapat

membiasakan

diri

ditanamkan di Madrasah.

untuk

dapat

menerapkan

sikap

yang

telah

Oleh karena itu, dikatakan sangat penting Mapel Aqidah Akhak

bisa tampil press memberi kesejukan untuk menyirami sanubari siswa

dalam mendapatkan pegangan hidup. Upaya yang harus dilakukan pendidikan Islam ialah melakukan inovasi khususnya
dalam
mendapatkan
pegangan
hidup.
Upaya
yang
harus
dilakukan
pendidikan Islam ialah melakukan inovasi khususnya dalam membenahi
moralitas siswa. Salah satu jawaban dalam hal tersebut dapat diselaraskan
dengan menanamkan kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ).
Hal ini bermula dari sebuah persoalan yang berkembang dalam
nalar
manusia,
bahwa
kesuksesan
tidak
bisa
diukur
dari
kecerdasan
intelektual belaka, tetapi kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual
tidak bisa di nafikan. Anehnya, sekian tahun konsep tersebut menjalar
dalam orientasi pendidikan. Ukuran keberhasilah diukur dari angka-angka,
sehingga
dalam
pembelajaranpun
siswa
hanya
berorientasi
mengejar
angka,
tanpa
memperdulikan
nilai-nilai
dalam
kehidupan
sehari-hari.
Sangat ironis sekali, ternyata di dalam pendidikan agama islam pun ada
yang seperti demikian, yang hanya berorientasi pada penilian angka.
Terbukti bahwa tidak sedikit siswa yang sekolahnya Madrasah, tetapi tidak

mencerminkan keperibadian yang baik. Terutama siswa pindahan dari

Sekolah Umum (SMA) ke Madrasah Aliyah (MA) meberikan suntikan

kurang mengenakkan untuk keperibadian lingkungan siswa madrasah yang

lainnya. Disamping itu juga, secara umum fenomena Ujian Nasional

mempengaruhi

motivasi

siswa

dalam

belajar

ilmu

Agama

Islam.

4

Kebanyakan siswa lebih condong untuk belajar ilmu umum saja. Karena

hal itu merupakan penentu kelulusan siswa yang terletak pada mata

pelajaran yang di UN-kan, yaitu: Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa

Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Ilmu pengetahuan Alam.

Dengan demikian siswa kurang berminat untuk belajar Pendidikan Agama

Islam. perasaaan orang lain. Adapun SQ, dititik beratkan sudah built in dalam hati setiap manusia.
Islam.
perasaaan
orang
lain.
Adapun
SQ,
dititik
beratkan
sudah built in dalam hati setiap manusia. 3
IQ
ternyata
tidak
cukup
untuk
menerangkan

kesuksesan

Dari realitas itu, sudah barang tentu ketidakberhasilan pendidikan

bisa diharapkan. Selanjutnya, habituasi ESQ berusaha mengintegrasikan di

antara IQ, EQ dan SQ dalam wujud satu paket yang utuh. IQ dapat dicapai

dari pelajaran yang selama ini telah berkembang, sedangkan EQ yang

dimaksudkan ialah kecerdasan yang ada di dalam perasan diri sendiri dan

pada

untuk

memunculkan perasaan kasih sayang, cinta, kejujuran dan lain sebagainya.

Hampir di seluruh masyarakat dunia merindukannya karena tidak dibentuk

oleh lingkungan sebagaimana dikatakan oleh para ilmuan behavior, tetapi

Berdasarkan hasil survey statistik penelitian menyebutkan bahwa

seseorang.

Pengkorelasian IQ dengan tingkat kinerja dalam karir, taksiran tertinggi

untuk besarnya selisih IQ terhadap kinerja hanyalah sekitar 25%. Bahkan

untuk analisis yang lebih seksama yang dilakukan Amercan Psyicolocal

Press (1997) angka yang lebih tepat bahkan tidak lebih dari 10% atau

3 Ary Ginanjar A, Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power (Jakarta: Arga, 2006), hlm.

5

bahkan hanya 4%. Hal ini berarti bahwa IQ paling sedikit tidak mampu

75%, apalagi 96% untuk menerangkan pengaruh terhadap kenerja atau

keberhasilan seseorang. Sementara Goleman menyebutkan pengaruh IQ

hanyalah 20% saja, sedangkan 80% dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti

EQ dan SQ. 4 Dengan demikian, Ilmu Pendidikan Agama Islam pada

umumnya akan selalu dipercaya orang lain, dengan kedisiplinan mengemban amanah-amanah yang berkaitan. Dalam
umumnya
akan
selalu
dipercaya
orang
lain,
dengan
kedisiplinan
mengemban amanah-amanah yang berkaitan.
Dalam
penelitian
ini,
penulis
tertarik
terbukti
dari
berbagai
kegiatan-kegiatan
yang
menopang

untuk

menduduki peran penting, di antaranya ialah untuk membantu

dalam suatu keberhasilan dalam meraih cita-cita. dengan kejujuran maka

akan

selalu

mendapat perhatian yang lebih dari orang lain, dan juga akan mampu

meneliti

penyelenggaraan pembelajaran Aqidah Akhlak kelas XI Madrasah Aliyah

di Kecamatan Suralaga Kab. Lombok timur, karena pembelajaran Mapel

Akidah Akhlak secara umum di Madrasah Aliyah di Kecamatan Suralaga

Lombok Timur telah menerapkan integrasi dengan konsep ESQ. hal ini

terbinanya

kecerdasan emosional dan spiritual, diantaranya: adanya kegiatan do‟a

bersama setiap pagi sebelum masuk kelas, hiziban satu minggu sekali,

khitobah sebelum masuk kelas, merayakan Hari Besar Islam dengan

berbagai

perlombaan

keagamaan,

bakti

social

di

masyarakat

sekitar

madrasah, pengajian rutin sore dengan kitab klasik seperti: kitab ta’limul

muta’alim, akhalaqul banin dan albanat, fathul qorib, nahu dan sorf, dan

4 Ramaliman, “Pengaruh Keceradasan Emonsional, Kecerdasan Spritual, dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa” dalam www.ramaliman76.blogspot.com, diakses tanggal 30 September 2014

6

lain sebagainya. Dari pernyataan diatas, sekiranya berpengaruh terhadap

prestasi belajar Aqidah akhalak, karena tujuan aqidah akhalak sendiri ialah

diharapkan mampu membentuk manusia yang berkeperibadian luhur, serta

B.

meningkatkan

rohaniah

yang

tinggi.

Akan

tetapi,

seiring

dengan

berjalannya kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan diatas, ternyata belum

Aqidah Akhlak. Barat. Rumusan Masalah sebagai berikut: 1.
Aqidah Akhlak.
Barat.
Rumusan Masalah
sebagai berikut:
1.

ada yang memberikan sebuah upaya konkrit untuk mengukur bagaimana

pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual terhadap prestasi belajar

Dari latar belakang diatas, maka perlu untuk melakukan kajian

secara mendalam mengenai Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Spiritual

terhadap Prestasi Belajar Aqidah Akhlak kelas XI Madrasah Aliyah di

Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara

Adapun perumusan masalah pada rancangan penelitian ini adalah

Apakah ada pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar

Aqidah Akhlak kelas XI Madrasah Aliyah di Kecamatan Suralaga

Kabupaten Lombok timur?

2. Apakah ada pengaruh kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar

Aqidah Akhlak kelas XI Madrasah Aliyah di Kecamatan Suralaga

kabupaten Lombok Timur?

7

3. Seberapa besar pengaruh kecerdaan emosional dan spiritual terhadap

prestasi

belajar

Aqidah

Akhlak

kelas

XI

Madrasah

Aliyah

di

Kecamatan Suralaga kabupaten Lombok Timur?

C.

D.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kecerdasan Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok timur. 2. prestasi
1.
Untuk
mengetahui
apakah
ada
pengaruh
kecerdasan
Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok timur.
2.
prestasi
belajar
Akidah
Akhlak
kelas
XI
Madrasah
Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur.
3.
dan
spiritual
terhadap
prestasi
belajar
Aqidah
Mamfaat Penelitian
Adapun
yaitu secara teoritis dan praktis.
1. Secara Teoritis

Akhlak

emosional

terhadap prestasi belajar Aqidah Akhlak kelas XI Madrasah Aliyah di

Untuk mengetahui apakah ada pengaruh kecerdasan spiritual terhadap

Aliyah

di

Untuk mengetahui Seberapa besar pengaruh kecerdasan emosional

kelas

XI

Madrasah Aliyah di Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur.

manfaat dari penelititan ini dapat dilihat dari dua segi

Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang peran

Kecerdasan Emosional dan Spiritual, dimana dengan adanya fakator

yang dapat memberi pengaruh terhadap hasil pembelajaran serta

mampu mengoptimalkan faktor-faktor tersebut, agar peserta didik

sanantiasa termotivasi untuk melakukan proses pembelajaran.

8

2. Secara Praktis

Hasil

penelitian

ini

diharapkan

bermamfaat

bagi

pihak

madrasah,

agar

dapat

menerapkan

dan

menghasilkan

program-

program

habituasi

ESQ

untuk

setiap

pembelajaran

khususnya

E.

pelajaran Agama sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa

dalam hal pembiasaan diri. Ruang Lingkup Penelitian Lokasi penelitian ini bertempat menopang terbentuknya habituasi
dalam hal pembiasaan diri.
Ruang Lingkup Penelitian
Lokasi penelitian ini bertempat
menopang
terbentuknya
habituasi
ESQ.
Diatara
dimaksudkan adalah sebagai berikut:
1.
2.
yaitu: IPA, XI IPS1, IPS2, dan XI Bahasa.
3.

terdiri dari 4 jurusan, yaitu: IPA, IPS, Bahasa, dan Agama.

di Madrasah Aliyah Kelas XI

Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur. Obyek penelitian ini di

fokuskan pada Madrasah Aliyah yang memiliki program keagamaan yang

yang

Madrasah

Madrasah Aliyah Mu‟alimin Syaikh Zaenuddin NW Anjani, yang

Madrasah Aliyah Mu‟alimat NW Anjani, yang teridiri dari 3 jurusan,

Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Syeikh Zainuddin NW

Anjani, yang terdiri dari 2 jurusan yaitu IPA1, IPA2, Agama1 dan

Agama2.

4. Madrasah Aliyah NW Anjani, yang terdiri dari satu jurusan yaitu IPS.

5. Madrasah Aliyah NW Suralaga, yang terdiri dari 2 jurusan. yaitu: IPA

dan IPS.

9

6. Madrasah Aliyah Mu‟alimin NW Boro‟ Tumbuh, yang terdiri dari

satu jurusan yaitu IPS.

7. Madrasah Aliyah NW Pao‟ Lombok, yang terdiri dari tiga jurusan

yaitu: IPA1, IPA2, IPS1, IPS2, dan Agama.

F.

Kajian Pustaka

penelitian yang relevan dengan pembahasan proposal tesis diantaranya: penelitian yang dilakukan penulis,
penelitian
yang
relevan
dengan
pembahasan
proposal
tesis
diantaranya:
penelitian
yang
dilakukan
penulis,
menjelaskan
tentang

Untuk menghindari pengulangan kajian yang diteliti antara peneliti

dengan peneliti-peneliti sebelumnya, maka berikut beberapa penelitian

sebelumnya. Sejauh kajian yang penulis lakukan, ada beberapa hasil

ini,

Penelitian tesis yang dilkukan oleh Khanif Masum, S.S. yang

berjudul “Hubungan Kecerdasan Emosional dan Motivasi dengan tingkat

Prestasi Belajar Siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Jejeran

Bantul Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia”. 5 Dalam penelitian ini

menjelaskan hubungan langsung dan tidak langsung antara kecerdasan

emosional dan motivasi belajar dengan prestasi belajar. Sedengkan dalam

pengaruh

kecerdasan emosional dan spiritual terhadap prestasi, artinya melihat

kecerdasan mana yang lebih dominan berpengaruh terhadap prestai belajar

Aqidah Akhalak.

Penelitan

tesis

yang

dilakukan

oleh

Ulfah

Rahmawati

yang

berjudul “Pengembangan Kecerdasan Spiritual Santri (Studi Terhadap

5 Khanif Maksum, Hubungan Kecerdasan Emosional dan Motivasi dengan Tingkat Prestasi Belajar Siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) jejeran Bantul Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, 2011), hlm. vi

10

kegiatan Keagaman di Rumah Tahfidzqu Deresan Putri Yogyakarta”. 6

Dalam

penelitian

tesis

ini

bertujuan

untuk

mengetahui

pentingnya

pengembangan

kecerdasan

spiritual

santri

tanpa

melihat

dari

aspek

kecerdasan

emosionalnya,

dengan

mendiskripsikan

kegiatan-kegiatan

keagamaan yang dilaksankan di Rumah Tahfidzqu harian, kegiatan mingguan dan kegiatan bulanan. ini menunjukkan
keagamaan
yang
dilaksankan
di
Rumah
Tahfidzqu
harian,
kegiatan
mingguan
dan
kegiatan
bulanan.
ini
menunjukkan
bahwa
pengembangan
kecerdasan
dalam berbagai kegiatan seperti
al-Qur‟an
hadits
sebagai
rujukan
utamanya.
Untuk

Deresan

Putri

Yogyakarta. Diantara kegiatan yang dimaksudkan antara lain: kegiatan

dalam

Sedangkan

penelitan penulis akan mencoba melihat hasil dari kegiatan spiritual siswa.

Penelitian tesis yang dilakukan oleh Mujahidatul Islam, S.Ag yang

berjudul “Pola Pengembangan Kecerdasan Emosional di Pesantren (Studi

di Pesantren ar-Raudatul „Ilmiyyah Ketosono Nganjuk), hasil penelitian

penting

emosi

dilakukan karena merupakan salah salah satu upaya untuk mewujudkan

sosok pribadi yang memiliki akhlaq al-karimah. 7 Dengan mendiskripsikan

pola pengembangan kecerdasan emosi di pesantren ar-Raudatul „Ilmiyyah

kegiatan madrasah diniyah, pengajian

rutin, dan peribadatan, dengan pemberian materi-materi yang menjadikan

mengevaluasi

perkembangan

kecerdasan

emosi

di

Pesantren

ar-Raudatul

„Ilmiyyah

dengan menunjukkan hasil Angket dan Observasi. Sedangkan dalam

6 Ulfah Rahmawati, Pengembangan Kecerdasan Spritual Santri (Studi Terhadap Kegiatan Keagamaan di Rumah Tahfidzqu Deresan Putri Yogyakarta), Tesis (Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga, 20130), hlm. vi 7 Mujahidatul Islam, Pola Pengembangan Kecerdasan Emosi di Pesantren (studi di Pesantren ar-Raudatl ‘Ilmiyyah Kertosono Nnganjuk), Tesis (Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2003), hlm. vii

11

penelitian

penulis

akan

mencoba

meliahat

hasil

dari

7

(Tujuh)

Madrasah/sekolah yang merupakan sampling dari populasi di kecamatan

suralaga.

Penelitan tesis yang

dilakukan oleh Luluk Ifadah dengan judul

“Nilai-Nilai Emotional Spritual Quotient (ESQ) dalam pelajaran PAI

dalam proses internalisasi nilai-nilai ajaran islam pemahaman dan aplikasi ajaran dalam kehidupan penelitan
dalam
proses
internalisasi
nilai-nilai
ajaran
islam
pemahaman
dan
aplikasi
ajaran
dalam
kehidupan
penelitan
yang
akan
penulis
teliti
ialah
pengaruh
Akhlak.
EQ
dan
SQ
dalam
dunia
pendidikan.
Adapun

(Studi kasus di Organisasi Rohis SMP N 1 Bansari Temanggung) 8 , hasil

penelitian ini menunjukkan bahwa materi dan metode yang digunakan

konteks

dengan

dalam

nyata,

menganalisis sejauh mana nilai-nilai Emotional Spritual Quotien (ESQ)

dalam pembelajaran PAI di organisasi Rohis SMP N 1 Bansari. Sedengkan

terhadap

ESQ

peningkatan prestasi belajar yang dikhususkan pada mata pelajaran Aqidah

Dari penelitan tersebut diatas secara umum mengandung kesamaan

dengan penelitian yang penulis buat yakni menujukkan betapa pentingnya

yang

perbedaan

mengidentifakasi penelitan diatas, bahwa penelitan ini ialah pengukuran

dengan metode statistik dari pengaruh kecerdasan emosional dan spiritual

terhadap prestasi belajar Aqidah Akhlak dengan cakupan yang cukup luas

yakni

pengukurannya

dari

seluruh

kelas

XI

Madrasah

Aliyah

di

Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur.

8 Luluk Ifadah, Nilai-Nilai Emotional Spritual Quotient (ESQ) Dalam Pembelajaran PAI (Studi Kasus di Organisasi Rohis SMP N 1 Bansari Temanggung), Tesis (Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2010), hlm. v

12

G. Metode Penelitian

1. Pendekatan dan Jenis Peneltian

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji pengaruh kecerdasan

emosional dan kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar Aqidah

Akhlaq siswa kelas XI Madrasah Aliyah di Kecamatan Suralaga

pengetahuan yang menggunakan data berupa angka bertujuan untuk menyusun suatu ilmu yang hukum-hukum dari
pengetahuan
yang
menggunakan
data
berupa
angka
bertujuan
untuk
menyusun
suatu
ilmu
yang
hukum-hukum dari generalisasinya. 10
terhadap
variabel-variabel,
tetapi
hanya
akan
meneliti
hubungan
yang
saling
mempengaruhi

Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pedekatan

kuantitatif karena penelitian ini mencakup hal-hal yang didasarkan

atas perhitungan persentasi, perhitungan statistik dan lain-lain. 9

Penelitian kuatitatif juga merupakan suatu proses menemukan

sebagai

alat

menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui dan

membuat

berupaya

Dalam penelitian ini tidak dibuat perlakuan atau manipulasi

fakta

diungkap

berdasarkan pengukuran gejala yang telah ada pada diri responden,

maka penelitian ini termasuk jenis penlitian expost facto karena

serta

tidak

dimanipulasi atau diberi perlakuan terhadap variable dan data yang

diambil pada penelitian ini atau saat kejadian berlangsung.

9 Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung PT. Remaja Rosdakarya, 2005),

hlm. 3

10 Moh. Kasiram, Metodologi Penelitian Kualitatif-Kuantitatif (Malang: UIN Malang Press, 2008) hlm. 149

13

Penelitian

ini

berusaha

mengkaji

pengaruh

kecerdasan

emosional (X1), kecerdasan spiritual (X2), terhadap prestasi belajar

Aqidah Akhlak (Y). Variabel kecerdasan emosional dan kecerdasan

spiritual merupakan variabel bebas (independent), sedangkan prestasi

belajar Aqidah Akhlak sebagai variabel terikat (dependent). Adapun

berikut: X1 Y X2 Gambar 1.1 : Rancangan Penelitian Keterangan : X1 : Kecerdasan Emosional
berikut:
X1
Y
X2
Gambar 1.1 : Rancangan Penelitian
Keterangan :
X1
: Kecerdasan Emosional
X2
: Kecerdasan Spiritual
Y
: Prestasi Belajar Aqidah Akhalaq

kerangka kerja model pengaruh dalam penelitian ini adalah sebagai

2. Populasi dan Sampel

Populasi

adalah

keseluruhan

subjek

penelitian.

Sedangkan

menurut Sugiyono dalam Penelitian Kuantitatif, populasi diartikan

sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

14

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya. 11 Atau

bisa juga disebutkan elemen dalam suatu wilayah penelitian. Populasi

pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Madrasah Aliyah di

kecamatan Suralaga, yang terdiri dari 12 Madrasah Aliyah.

Mengingat

populasi

besar

dan

peneliti

tidak

mungkin

mempelajari semua yang ada pada populasi karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu maka penelit dapat
mempelajari semua yang ada pada populasi karena keterbatasan dana,
tenaga dan waktu maka penelit dapat menggunakan sampel yang
diambil dari populasi tersebut. Maka teknik pengambilan sampel pada
penelitian
ini
menggunakan
purposive
sampling
yaitu
teknik
penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Hasilnya 7 sekolah
MA (Madrasah Aliyah) terpilih sebagai sampel, diantaranya:
1.
Madrasah
Aliyah
(MA)
Mu‟alimin
Syaikh
Zaenuddin
NW
Anjani, terdiri dari 4 jurusan, yaitu: IPA satu kelas dengan jumlah
siswa 28 orang, IPS satu kelas dengan jumlah siswa 26 orang,
Bahasa satu kelas dengan jumlah siswa 22 orang, dan Agama satu
kelas dengan jumlah siswa 32 orang.
2.
Madrasah Aliyah (MA) Mu‟alimat NW Anjani, yang teridiri dari
3 jurusan, yaitu: IPA satu kelas dengan jumlah siswa 38 orang,

IPS dua kelas, IPS1 dengan jumlah siswa 30 orang dan IPS2

dengan jumlah siswa 34 orang, dan Bahasa satu kelas dengan

jumlah siswa 33 orang.

11 Ibid., hlm. 215

15

3. Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) SZ NW Anjani, yang

terdiri dari 2 jurusan, yaitu IPA dua kelas: IPA1 dengan jumlah

siswa 15 orang, IPA2 dengan jumlah siswa 15 orang, dan Agama

dua kelas, Agama1 dengan jumlah siswa 15 orang, Agama2

dengan jumlah siswa 15 orang.

4. Madrasah Aliyah (MA) Mu‟alimin NW Anjani, yang terdiri dari satu jurusan yaitu IPS dengan
4.
Madrasah Aliyah (MA) Mu‟alimin NW Anjani, yang terdiri dari
satu jurusan yaitu IPS dengan jumlah siswa 33 orang.
5.
Madrasah Aliyah NW Suralaga, yang terdiri dari 2 jurusan yaitu:
IPA satu kelas dengan jumlah siswa 24 orang, dan IPS terdiri dari
dua kelas IPS1 dengan jumlah siswa 21 orang, dan IPS2 dengan
jumlah siswa 22 orang.
6.
Madrasah Aliyah (MA) NW Pao‟ Lombok, yang terdiri dari 3
jurusan, yaitu: IPA satu kelas dengan jumlah siswa 22 orang, IPS
dua kelas, IPS1 dengan jumlah siswa 16 orang, IPS2 dengan
jumlah siswa 17 orang, dan Agama dengan jumlah siswa 21
orang.
7.
Madrasah Aliyah (MA) Mu‟alimin NW Boro‟ Tumbuh, yang
terdiri dari satu jurusan yaitu IPS dengan jumlah siswa 30 orang.

Pengambilan

sampel

dengan

teknik

ini

dilakukan

dengan

pertimbangan adanya kesamaan karakteristik dari 7 (tujuh) Madrasah

Aliyah

tersebut,

diantaranya

berbagai

kegiatan-kegiatan

yang

menopang terbinanya kecerdasan emosional dan spiritual, misalnya:

adanya kegiatan do‟a bersama setiap pagi sebelum masuk kelas,

16

hiziban satu minggu sekali, khitobah sebelum masuk kelas, merayakan

Hari Besar Islam dengan berbagai perlombaan keagamaan, bakti

social di masyarakat sekitar madrasah, tahfiz Al-quran, pengajian rutin

sore dengan kitab klasik seperti: kitab ta’limul muta’alim, akhalaqul

banin dan albanat, tahfizul al-qur’ fathul qorib, nahu dan sorf, dan

lain sebagainya. untuk mengukur sampel dari populasi tersebut berikut: 12 s = ( ) Keterangan:
lain sebagainya.
untuk
mengukur
sampel
dari
populasi
tersebut
berikut: 12
s =
(
)
Keterangan:
s = Jumlah Sampel

Selanjutnya, untuk menentukan jumlah responden dari setiap

madrasah, maka peneliti penentukan jumlah responden (sampel fokus)

dari seluruh siswa yang merupakan populasi tertentu (populasi fokus).

Dalam menentukan jumlah sampel dari populasi sebagaimana yang

dikembangkan dari Isaac dan Michael dalam sugiyono dikemukakan

untuk tingkat kesalahan, 1%, 5% dan 10%. Rumus yang digunakan

sebagai

adalah

N = Jumlah Populasi

λ 2 = Chi Kuadrat, dengan dk = 1, taraf kesalahan 1%, 5% dan 10%

d

= 0,05

P

= Q = 0,5

17

Dengan demikian, dari data diatas jumlah populasi = 509 siswa,

dengan kesalahan 5%, maka jumlah sampelnya = 205 siswa. Karena

populasi berbeda dari setiap madrasah, maka sampelnya juga berbeda.

Berikut penghitungannya:

1.

Madrasah Aliyah (MA) Mu‟alimin Syaikh Zaenuddin NW Anjani

X 205 = 43,49 = 43 2. Madrasah Aliyah (MA) Mu‟alimat NW X 205 =
X
205
= 43,49 = 43
2.
Madrasah Aliyah (MA) Mu‟alimat NW
X
205
= 54,37 = 54
3.
Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) SZ NW Anjani.
X
205
= 24,16 = 24
4.
Madrasah Aliyah (MA) Mu‟alimin NW Anjani
X
205
= 13,29 = 13
5.
Madrasah Aliyah NW Suralaga
X
205
= 26,98 = 28
6.
Madrasah Aliyah (MA) NW Pao‟ Lombok
X
205
= 30,60 = 31
7.
Madrasah Aliyah (MA) Mu‟alimin NW Boro‟ Tumbuh

X

205

= 12,08 = 12

Jadi jumlah sampelnya = 43,49 + 54,37 + 24,16 + 13,29 + 26,98

+ 30,60 + 12,08 = 204,95 = 205, jumlah yang pecahan bisa dibulatkan,

sehingga jumlah sampel menjadi 43 + 54 + 24 + 13 + 28 + 31 + 12 =

205.

18

3. Data dan Sumber Data

Data adalah fakta atau angka yang bisa dijadikan bahan untuk

menyusun informasi yang merupakan hasil dari suatu pengolahan data

yang digunakan untuk suatu keperluan. 13 Pada dasarnya data dalam

penelitian bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitataif adalah
penelitian bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu data kualitatif dan data
kuantitatif. Data kualitataif adalah data yang tidak berbentuk bilangan
sebaliknya
dengan
data
kuantitatif
yang
berupa
bilangan.
Data
kuantitatif berdasarkan cara perolehannya masih dapat dibagi menjadi
dua bagian yaitu diskrit dan data continuum. Data diskrit adalah data
yang diperoleh dri hasil menghitung dan data ini juga biasa disebut
data
nominal.
Sedangkan
data
kontinum
diperoleh
dari
hasil
pengukuran dan data ini bisa dikelompokkan dalam data ordinal,
interval dan rasio. 14
Dari uraian data mengenai jenis data tersebut maka data dalam
penelitian ini bisa disebut dengan data kuantitatif yang berbentuk data
skala interval. Pengukuran dalam penelitian ini yang menggunakan
skala interval dimaksudkan untuk mengklasifikasikan variabel yang
akan diukur supaya tidak terjadi kesalahan dalam analisis data dan
langkah
penelitian
selanjutnya.
Skala
interval
adalah
skala
yang
menunjukkan
jarak
antara satu
data dengan
data
yang lain
dan

13 Suharsemi Arikanto, Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 118 14 Ibid., hlm. 94

19

mempunyai

bobot

yang

sama. 15

Data

interval

tersebut

bisa

dikategorikan dalam bentuk empat tingkatan dengan menggunakan

skala pengukuran Likert, yaitu:

Tabel 1.1 : Skala Pengukuran 16

POSITIF BOBOT NILAI NEGATIF Sagat Setuju 4 Sangat Tidak Setuju Setuju 3 Tidak Setuju Tidak
POSITIF
BOBOT NILAI
NEGATIF
Sagat Setuju
4
Sangat Tidak Setuju
Setuju
3
Tidak Setuju
Tidak Setuju
2
Setuju
Sangat Tidak Setuju
1
Sagat Setuju
dan
penelitian
yang
menggunakan
angket/koesiner.
Sedangkan
sarana dan prasana pendukung, dll.

Berdasarkan pembagiannya terdapat dua jenis data yaitu perimer

dan data sekunder. Data primer, yaitu data yang diperoleh

peneliti berasal dari responden yaitu peserta didik, melalui proses

Data

sekunder, yaitu data yang diperoleh peneliti melalui dokumen, catatan,

Untuk keperluan analisis data yang dibutuhkan, maka peneliti

mengempulakn sejumlah data primer yang langsung didapatkan dari

responden melalui angket yang disebarkan oleh peneliti. Angket yang

disebarkan kepada responden menggunakan skala pengukuran likert

sebagaiman yang tertera dalam tabel 1.1. data dalam penelitian juga

15 Rridwan, Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2008),

hlm. 9

20

berasal

dari

dokumen-dokumen,

literatur-literatur

yang

mengupas

tentang kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual serta prestasi

belajar Aqidah Akhalak. Demikian pula data hasil nilai ujian semester

siswa yang didapat dari perangkat Madarasah.

Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan

data sehingga responden menjadi sumber data dalam penelitian ini.

Responden yang dimaksudkan ialah semua siswa kelas XI Madrasah

Aliyah di Kecamatan Suralaga yang sebagai sampel, dengan jumlah

205 responden. Sedangkan data hasil penilain mengenai prestasi

belajar Aqidah Akhlak didapat dari dokumen hasil nilai ujian semester

siswa. 4. Variabel Penelitian timbulnya variabel Dipenden. Sedangkan merupakan variabel yang dipengaruhi atau
siswa.
4. Variabel Penelitian
timbulnya
variabel
Dipenden.
Sedangkan
merupakan
variabel
yang dipengaruhi atau

variabel

Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel induk yakni variabel

independen dan variabel dependen. Variabel independen merupakan

variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau

dependen

akibat,

yang menjadi

karena adanya variabel bebas. 17 Dalam penelitian ini yang dimaksud

dengan

Variabel

Independen

ialah

Kecerdasan

Emosional

dan

Kecerdasan Spritual Variabel dependennya adalah prestasi bealajar

Aqidah Akhlak.

21

5. Teknik dan Instrument Pengumpulan Data

a. Teknik Pengumpulan Data

Teknik

pengumpulan

data

digunakan

untuk

mengumpulkan

merupakan

data

atau

cara-cara

dengan

kata

yang

lain

langkah-langkah yang dilakukan dalam proses mengumpulkan

data. Diantaranya sebagai berikut: 1) tahu apa yang diharapkan dari responden. diperoleh dari teknik ini
data. Diantaranya sebagai berikut:
1)
tahu apa yang diharapkan dari responden.
diperoleh
dari
teknik
ini
adalah
data
kecerdasan
emosional
dan
kecerdasan
prestasi belajar siswa.
2)
Prestasi
belajar
siswa,
ialah
Nilai
rapor
b. Intrumen Pengumpulan Data

Angket, merupakan teknik pengumpulan data yang efisien

bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan

Data yang akan

pengaruh

terhadap

tentang

spiritual

Mata

Pelajaran

Aqidah Akhalak yang merupakan salah satu alat ukur untuk

menilai prestasi belajar siswa. Dalam rapor dapat diketahui

sejauh mana prestasi belajar seorang siswa, apakah siswa

tersebut berhasil atau gagal dalam suatu mata pelajara.

Penyusunan

kisi-kisi

pengembangan

instrument

diawali

dengan menetapkan variable penelitian. Kemudain dirumuskan

indicator

yang

akan

diukur.

Indicator

merupakan

butir-butir

pernyataan dalam koesioner yang berbentuk checklist. Kuesioner

terbagai menjadi dua bagian, yang pertama pernyataan-pernyataan

22

tentang kecerdasan emosional sebagai variabel X1, dan yang

kedua berisi tentang pernyataan-pernyataan tentang kecerdasan

spiritual sebagai X2.

Untuk

lebih

jelasnya

kuesioner

merupakan

salah

satu

bentuk teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi

untuk

seperangkat pertanyaan tertulis kepada kolom yang sesuai. koesioner ini juga kecerdasan emosional dan kecerdasan
seperangkat
pertanyaan
tertulis
kepada
kolom
yang
sesuai.
koesioner
ini
juga
kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.
Adapun
pilihan
jawaban
yang
digunakan
terdiri

responden

dijawabnya. 18 Koesioner ini berisi daftar sejumlah pertanyaan

yang diberikan kepada sampel supaya memberikan respon sesuai

dengan yang mereka alami. Kuesioner disajikan secara tertutup,

sehingga sampel hanya memberi centang (√) pada tempat atau

untuk

digunakan

Dalam penelitian ini, instrument yang digunakan adalah

Cheklist atau kuesioner yang disusun berdasarkan skala likert.

dari

empat

kategori, sebagaimana yang sudah di kemukakan sebelumnya

yaitu: sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), dan sangat

tidak sesuai (STS), dengan pemberian sekor untuk pertanyaan

positif antara lain: 4, 3, 2, dan 1. Adapun untuk pemberian sekor

pada pertanyaan negatif antara lain: 1, 2, 3, dan 4. Instrument

tersebut digunakan untuk memperoleh data empiris dari masing-

masing variabel yang diteliti tersebut.

18 Ibid,. hlm. 158

1)

Angket kecerdasan emosional

23

Instrument kecerdasan emosional memuat pernyataan-

pernyataan

dengan

menggunakan

skala

likert.

Skala

ini

digunakan

untuk

mengukur

sikap,

pendapat,

persepsi

seseorang atau sekompok orang tentang suatu gejala atau

fenomena pendidikan. 19 dalam instrument ini jawaban dari setiap item dikatagorikan sebagai berikut: sangat sesuai,
fenomena pendidikan. 19 dalam instrument ini jawaban dari
setiap
item
dikatagorikan
sebagai
berikut:
sangat
sesuai,
sesuai, tidak sesuai, dan sangat tidak sesuai. Berikut ini
disajikan
kisi-kisi
instrument
kecerdasan
emosional
pada
table 1.2
Table. 1.2
Kisi-kisi instrument Kecerdasan Emosinal
No
Variabel
Indikator
Nomor butir
Jumlah
Positif
Negatif
butir
1.
Kecerdasan
a. Kecerdasan diri
1, 11,
6, 16,
12
Emosional
21, 31,
26, 36,
(Daniel
41, 51
46, 56
Goleman)
b. Pengelolaan diri
2, 12, 22,
32, 42,
7, 17,
12
27, 37,
52
47, 57
c. Motivasi
3, 13, 23,
33, 43,
8, 18,
12
28, 38,
53
48, 58
d. Empati
4, 14, 24,
34, 44,
9, 19,
12
29, 39,
54
49, 59
e.
Kecerdasan dalam
membina hubungan
dengan orang lain
5, 15, 25,
35, 45,
10, 20,
12
30, 40,
55
50, 60
Total
60

19 Djaali & Puji Mulyono, 2008), hlm. 28

Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo,

2)

Angket kecerdasan spiritual

24

Instrument kecerdasan spiritual memuat pernyataan-

pernyataan

dengan

menggunakan

skala

likert.

Skala

ini

digunakan

untuk

mengukur

sikap,

pendapat,

persepsi

seseorang atau sekompok orang tentang suatu gejala atau

fenomena pendidikan. 20 dalam instrument ini jawaban dari setiap item dikatagorikan sebagai berikut: sangat sesuai,
fenomena pendidikan. 20 dalam instrument ini jawaban dari
setiap
item
dikatagorikan
sebagai
berikut:
sangat
sesuai,
sesuai, tidak sesuai, dan sangat tidak sesuai. Berikut ini
disajikan kisi-kisi instrument kecerdasan spiritual pada table
1.3
Table. 1.3
Kisi-kisi instrument Kecerdasan spiritual
No
Variabel
Indikator
Nomor butir
Jumlah
Positif
Negatif
butir
1.
Kecerdasan
a. Kemampuan
1, 11,
6, 16,
12
Spiritual
untuk bersikap
21, 31,
26, 36,
(Danah
fleksibel
41, 51
46, 56
Zohar dan
b. Kemampuan
7, 17,
12
Ian Marsal)
untuk
2, 12, 22,
32, 42,
27, 37,
menghadapi
52
47, 57
dan
memanfaatkan
penderitaan
c. Kemampuan
3, 13, 23,
33, 43,
8, 18,
12
untuk
28, 38,
menghadapi
53
48, 58
dan melampui
rasa sakit
d.
Kualitas hidup
yang diilhami
oleh visi dan
nilai
4, 14, 24,
34, 44,
9, 19,
12
29, 39,
54
49, 59
 

25

e. Keengganan

5, 15, 25, 35, 45,

10, 20,

12

untuk

30, 40,

menyebabkan

55

50, 60

kerugian yang

tidak perlu

Total

60

a. Uji Validitas mengetahui validitas item digunakan rumus
a. Uji Validitas
mengetahui validitas item digunakan
rumus

6.

Validitas dan Reliabelitas

Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa

yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat

mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi

rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang

terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang

dimaksud. Untuk menguji apakah suatu instrumen itu dapat dikatakan

valid atau tidak, maka perlu diadakan beberapa pengujian diantaranya:

Validitas adalah ukuran yang menunjukkan keabsahan atau

kevalidan suatu instrumen. 21 Sebuah item dikatakan valid jika

skor pada item tersebut mempunyai kesejajaran dengan skor soal.

Kesejajaran ini dapat diartikan dengan korelasi sehingga untuk

product

korelasi

moment dengan angka kasar sebagai berikut.

rxy =

 

(∑

)(∑

)

√{(

)

(∑

)+*

)

(∑

)+

21 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: satuan pendekatan praktik, cet-ke 15 (Jakarta:

Rineka Cipta, 2013), hlm. 213

26

Keterangan :

X = skor variabel X

Y = skor variabel Y

r xy = koefesien korelasi antara variabel X dan variabel Y

N

= jumlah sampel

windows. berjumlah 30 instrument kecerdasan emosional.
windows.
berjumlah 30
instrument kecerdasan emosional.

Atau dapat juga menggunakan MS Excel dengan rumus

fungsi yang secara langsung dapat ditulis: “=CORREL (Ring1;

Ring2)”. Setelah diketahui r hitung , maka dipadukan dengan r tabel .

Untuk selanjutnya instrument dikatakan valid jika r hitung > r tabel ,

dan instrument dikatakan tidak valid jika r hitung ≤ r tabel . Adapun

cara yang lebih cepet dengan menggunakan program SPSS for

Berdasarkan hasil uji validitas dapat diketahui bahwa dari

60 butir pertanyaan untuk variabel kecerdasan emosional dengan

jumlah responden 38 orang, pertanyaan yang dinyatakan valid

butir pertanyaan. Berikut tabel hasil uji validitas

Tabel. 1.4 Hasil Uji Validitas Instrument Kecerdasan Emosional

No

Butir

r

hitung

r

tabel

Keterangan

1

1 0,012

 

0,320

Tidak Valid

2

2 0,320

 

0,320

Valid

3

3 0,431

 

0,320

Valid

4

4 0,430

 

0,320

Valid

5

5 0,280

 

0,320

Tidak Valid

6

6 0,499

 

0,320

Valid

7

7 0,426

 

0,320

Valid

8

8 0,638

 

0,320

Valid

27

9 9 0,274 0,320 Tidak Valid 10 10 0,738 0,320 Valid 11 11 0,269 0,320
9
9 0,274
0,320
Tidak Valid
10
10 0,738
0,320
Valid
11
11 0,269
0,320
Tidak Valid
12
12 0,268
0,320
Tidak Valid
13
13 0,358
0,320
Valid
14
14 0,456
0,320
Valid
15
15 0,615
0,320
Valid
16
16 0,202
0,320
Tidak Valid
17
17 0,559
0,320
Valid
18
18 0,420
0,320
Valid
19
19 0,316
0,320
Tidak Valid
20
20 0,551
0,320
Valid
21
21 0,346
0,320
Valid
22
22 0,146
0,320
Tidak Valid
23
23 0,012
0,320
Tidak Valid
24
24 0,096
0,320
Tidak Valid
25
25 -0,035
0,320
Tidak Valid
26
26 -0,290
0,320
Tidak Valid
27
27 -0,110
0,320
Tidak Valid
28
28 -0,143
0,320
Tidak Valid
29
29 0,384
0,320
Valid
30
30 0,352
0,320
Valid
31
31 0,351
0,320
Valid
32
32 0,365
0,320
Valid
33
33 0,264
0,320
Tidak Valid
34
34 -0,175
0,320
Tidak Valid
35
35 -0,140
0,320
Tidak Valid
36
36 0,737
0,320
Valid
37
37 0,526
0,320
Valid
38
38 0,475
0,320
Valid
39
39 -0,173
0,320
Tidak Valid
40
40 -0,021
0,320
Tidak Valid
41
41 0,286
0,320
Tidak Valid
42
42 0,438
0,320
Valid
43
43 0,522
0,320
Valid
44
44 0,234
0,320
Tidak Valid
45
45 0,148
0,320
Tidak Valid
46
46 0,270
0,320
Tidak Valid
47
47 0,358
0,320
Valid
48
48 0,585
0,320
Valid
49
49 -0,353
0,320
Tidak Valid
50
50 0,560
0,320
Valid
51
51 0,116
0,320
Tidak Valid
52
52 0,143
0,320
Tidak Valid

28

53

53 0,445

0,320

Valid

54

54 0,267

0,320

Tidak Valid

55

55 0,029

0,320

Tidak Valid

56

56 0,224

0,320

Tidak Valid

57

57 -0,186

0,320

Tidak Valid

58

58 0,500

0,320

Valid

59

59 0,572

0,320

Valid

60

60 0,689

0,320

Valid

Sedangkan 60 butir pertanyaan untuk variabel kecerdasan spiritual dengan jumlah responden 38 orang, pertanyaan yang
Sedangkan 60 butir pertanyaan untuk variabel kecerdasan
spiritual dengan jumlah responden 38 orang, pertanyaan yang
dinyatkaan valid berjumlah 40 butir pertanyaan. Beriktut table
hasil uji validitas instrumen kecerdasan spiritual.
Tabel. 1.5
Hasil Uji Validitas Instrumen Kecerdasan Spiritual
No
Butir
r
r
keterangan
hitung
tabel
1
1 -0,082
0,320
Tidak Valid
2
2 -0,115
0,320
Tidak Valid
3
3 0,278
0,320
Tidak Valid
4
4 0,431
0,320
Valid
5
5 0,322
0,320
Valid
6
6 0,753
0,320
Valid
7
7 0,528
0,320
Valid
8
8 0,361
0,320
Valid
9
9 0,411
0,320
Valid
10
10 0,715
0,320
Valid
11
11 -0,038
0,320
Tidak Valid
12
12 0,134
0,320
Tidak Valid
13
13 0,513
0,320
Valid
14
14 0,244
0,320
Tidak Valid
15
15 0,159
0,320
Tidak Valid
16
16 0,326
0,320
Valid
17
17 0,194
0,320
Valid
18
18 0,352
0,320
Valid
19
19 0,596
0,320
Valid
20
20 0,624
0,320
Valid
21
21 0,502
0,320
Valid
22
22 0,511
0,320
Valid
23
23 0,332
0,320
Valid

29

24 24 0,446 0,320 Valid 25 25 0,136 0,320 Tidak Valid 26 26 0,546 0,320
24
24 0,446
0,320
Valid
25
25 0,136
0,320
Tidak Valid
26
26 0,546
0,320
Valid
27
27 0,625
0,320
Valid
28
28 0,618
0,320
Valid
29
29 0,518
0,320
Valid
30
30 0,568
0,320
Valid
31
31 0,233
0,320
Tidak Valid
32
32 0,562
0,320
Valid
33
33 0,498
0,320
Valid
34
34 -0,246
0,320
Tidak Valid
35
35 -0,116
0,320
Tidak Valid
36
36 0,742
0,320
Valid
37
37 0,477
0,320
Valid
38
38 0,084
0,320
Tidak Valid
39
39 0,036
0,320
Tidak Valid
40
40 0,606
0,320
Valid
41
41 0,331
0,320
Valid
42
42 0,345
0,320
Valid
43
43 0,432
0,320
Valid
44
44 0,596
0,320
Valid
45
45 -0,081
0,320
Tidak Valid
46
46 0,603
0,320
Valid
47
47 0,155
0,320
Tidak Valid
48
48 0,730
0,320
Valid
49
49 0,734
0,320
Valid
50
50 0,661
0,320
Valid
51
51 0,168
0,320
Tidak Valid
52
52 0,134
0,320
Tidak Valid
53
53 0,414
0,320
Valid
54
54 0,495
0,320
Valid
55
55 0,181
0,320
Tidak Valid
56
56 0,734
0,320
Valid
57
57 0,592
0,320
Valid
58
58 0,401
0,320
Valid
59
59 -0,192
0,320
Tidak Valid
60
60 0,825
0,320
Valid

30

b. Uji Reliabilitas

Uji Reliabelitas digunakan untuk mendapatkan instrument

yang hasilnya dapat dipercaya. Reliabelitas menunjukkan pada

suatu pengertian bahwa suatu instrument

cukup dapat dipercaya

digunakan alat pengumpulan data karena insurumen tersebut

mencari

sudah baik. 22 Adapun rumus yang dipakai persamaan sebagai berikut: ∑ r11 = [ ]
sudah
baik. 22
Adapun
rumus
yang
dipakai
persamaan sebagai berikut:
r11 = [
] ,
-
Keterangan
:
r11
= reliabilitas tes secara keseluruhan
n
= Banyak butir soal (item)
= jumlah varians skor tiap item
= Varian skor total
Dalam
penguji
reliabelitas
instrument

untuk

reliabilitas tes dalam penelitian ini menggunakan KR-20 dengan

penelitian

ini,

peneliti menggunakan bantuan program windows SPSS. Dengan

pengujian menggunakan kriteria 0,7, apabila nila cronbach apha

lebih dari 0,7 maka dinyatakan reliable dan sebaliknya apabila

nilai

cronach

alpha

kurang

dari

0,7

maka

dinyatakan

tidak

reliable. Hasil uji reliabelitas disajikan pada tabel dibawah ini:

22 Ibid., hlm. 193

31

.Tabel. 1.6 Hasil Uji Reliabelitas

No Variabel Nilai Jumlah Keterangan Cronbach Pertanyaan Alpha 1 Kecerdasan 0,899 30 Reliabilitas Emosionaal
No
Variabel
Nilai
Jumlah
Keterangan
Cronbach
Pertanyaan
Alpha
1
Kecerdasan
0,899
30
Reliabilitas
Emosionaal
2
Kecerdasan
0,933
40
Reliabilitas
Spiritual
7.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan
statistik, terdapat dua macam cara yang digunakan untuk analisis data
dalam penelitian yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis
data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang
telah
terkumpul
sebagaimana
adanya
tanpa
bermaksud
membuat
kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Penelitian
yang menggunakan populasi (tanpa diambil sampelnya) jelas akan
menggunakan
statistik
deskriptif
dalam
analisisnya.
Tetapi
bila
penelitian
dilakukan
pada
sampel,
maka
analisisnya
dapat
menggunakan
statistik
deskriptif
maupun
inferensial.
Statistik

deskriptif dapat digunakan bila peneliti hanya ingin mendeskriptifkan

sampelnya, dan tidak ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk

populasi di mana sampel diambil. Tapi bila peneliti ingin membuat

kesimpulan yang berlaku untuk populasi, maka teknik analisis yang

32

digunakan adalah statistik inferensial. 23 Dalam penelitian ini, analisis

yang akan digunakan adalah analisis statistik inferensial. Karena

peneliti menggunakan sampel dari populasi untuk memperoleh data

penelitian.

a. Uji Normalitas data Uji normalitas digunakan untuk digunakan untuk mengukur data berskala ordinal maka
a.
Uji Normalitas data
Uji
normalitas
digunakan
untuk
digunakan
untuk
mengukur
data
berskala
ordinal
maka
metode
yang
digunakan
adalah
parametrik.
Untuk
itu,
sebelum
peneliti
akan
analisis
parametris
sebagai
analisisnya,
maka

mengetahui

apakah

populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini biasanya

interval,

ordinal,

ataupun rasio. Jika analisis menggunakan metode parametrik,

maka persyaratan normalitas harus terpenuhi yaitu data berasal

dari distribusi yang normal. Jika data tidak berdistribusi normal,

atau jumlah sampel sedikit dan jenis data adalah nominal atau

non

statistik

menggunakan

teknik

harus

peneliti

membuktikan terlebih dahulu, apakan data yang akan dianalisis

itu berdistribusi normal atau tidak. Pengujian ini menggunakan

bantuan Software SPSS for Windows.

b. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada

atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas

23 Ibid., hlm. 208.

33

yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua

pengamatan pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi

dalam

model

regresi

adalah

tidak

adanya

gejala

heteroskedastisitas.

Pada

penelitian

ini

pengujian

dilakukan

dengan menggunakan batuan Software SPSS for Windows.

c. Uji Multikolinieritas tidaknya penyimpangan asumsi klasik regresi. Prasyarat adalah tidak adanya
c. Uji Multikolinieritas
tidaknya
penyimpangan
asumsi
klasik
regresi. Prasyarat
adalah tidak adanya multikolinearitas.
SPSS for Windows.
d. Model Analisa Regresi Ganda

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau

yaitu

multikolinearitas

adanya hubungan linear antar variabel independen dalam model

yang harus terpenuhi dalam model regresi

Uji multikolinieritas dilakukan dengan melihat Tolerance

dan VIF. Apabila diperoleh tolerance mendekati 1, dan VIF tidak

lebih dari 10, maka disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas.

Untuk lebih lanjutnya peneliti menggunkan bantuan softwere

Regresi ganda berfungsi untuk mencari besarnya pengaruh

dan kontribusi dua variable bebas (X) atau lebih secara simultan

(bersama-sama) dengan variable terikat. 24 Fungsi persamaan yang

digunakan untuk analisis ini adalah sebagai berikut:

Y = a + b1x1 + b2x2

24 Riduwan, dkk, Cara Mudah Belajar SPSS 17.0 dan Aplikasi Statistik Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 81.

34

Dimana:

Y

= prestasi belajar Aqidah Akhlaq

a

= Konstanta

b1, b2

= Koefisien regresi

X1

= kecerdasan emosional

X2 = kecerdasan spiritual Untuk lebih lanjutnya peneliti softwere SPSS for Windows. ini, maka penulis
X2 = kecerdasan spiritual
Untuk
lebih
lanjutnya
peneliti
softwere SPSS for Windows.
ini,
maka
penulis
sajikan
dengan
menggunakan
berikut:
penelitian
antara
lain:
Latar
Belakang,
Rumusan
Penelitian,
Mampaat
Penelitian,
Ruang
Lingkup
Pustaka, Metode Penelitian dan Sistematika Pembahasan.

menggunkan

bantuan

H. Sistematika Pembahasan

Untuk mempermudah dalam memahami isi pada tata urutan tesis

sebagai

sistematika

Bab Satu berupa pendahuluan yang menguraikan tentang koteks

Tujuan

Kajian

Masalah,

Penelitian,

Bab Dua Merupakan Kajian Teori yang fungsinya sebagai acuan

teoritik dalam penelitian, yang mana didalamnya akan dijelaskan tentang:

Pengaruh kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, Prestasi Belajar

Aqidah Akhlak Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah di Kecamatan Suralaga

Kabupaten Lombok Timur. Adapun hal-hal yang tercakup dalam bab ini

antara

lain:

pengertian

kecerdasan

emosional,

ciri-ciri

kecerdasan

emosional, aspek penilaian kecerdasan emosional, pengertian kecerdasan

35

spiritual,

fungsi

kecerdasan

spiritual,

aspek

kecerdasan

spiritual,

pengertian prestasi belajar, factor yng mempengaruhi prestasi belajar,

aspek pengertian prestasi belajar dan kecerdasan emosional dan spiritual

dalam pembelajaran Aqidah Akhalak.

Bab Tiga berupa gambaran umum lokasi penelitian yang terdiri

tata usaha, keadaan siswa, dan keadaan fasilitas. Spiritual dan Prestasi Belajar Aqidah Akhlak yang Aqidah
tata usaha, keadaan siswa, dan keadaan fasilitas.
Spiritual
dan
Prestasi
Belajar
Aqidah
Akhlak
yang
Aqidah
Akhlak,
Kecerdasan
emosioanl,
dan
spiritual
Hipotesis

dari: biodata madrasah, visi, misi, dan tujuan, keadaan guru dan pegawai

Bab Empat berisi tentang Kecerdasan Emosional, Kecerdasan

terdiri

dari:

pembahasan Kecerdasan emosional, Kecerdasan Spiritual, prestasi belajar

Aqidah Akhlak, pengaruh kecerdasan emosioanl terhdap prestasi belajar

Aqidah Akhlak, pengaruh kecerdasan spiritual terhdap prestasi belajar

bersama-sama

berpengaruh terhadap prestasi belajar Aqidah Akhlak, Uji Prasyarat (Uji

Normalitas, Uji Heteroskendensitas, dan Uji Multikolinieritas), dan Uji

Bab Lima yaitu Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dari hasil

penelitian, dan Saran-saran yang peneliti ajukan dalam kaitan Prestasi

belajar Aqidah Akhlak siswa kelas XI Madrasah Aliyah di Kecamatan

Suralaga Lombok Timur secara umum.

A. Kesimpulan

BAB V

PENUTUP

128

Berdasarkan hasil temuan dari hasil penelitian dan pembahasan serta

disimpulkan sebagai berikut: 1. yang diperoleh adalah Y oleh faktor kecerdasan emosional (X1) sebesar 61,2%.
disimpulkan sebagai berikut:
1.
yang diperoleh adalah Y
oleh faktor kecerdasan emosional (X1) sebesar 61,2%.
2.
yang diperoleh adalah Y

pengujian hipotesis yang sudah penulis uraikan sebelumnya, maka dapat

Terdapat pengaruh yang signifikan variabel kecerdasan emosional

terhadap prestasi belajar siswa. Persamaan regresi linear sederhana

= 29.923 + 0,551 X1 . Kecerdasan

emosional (X ) secara langsung berpengaruh signifikan secara

positif terhadap nilai rapor mata pelajaran Aqidah Akhlak sebesar

0,551 dan nilai rapor mata pelajaran Aqidah Akhlak dipengaruhi

Terdapat pengaruh yang signifikan variabel kecerdasan spiritual

terhadap prestasi belajar siswa. Persamaan regresi linear sederhana

= 31,181 + 0,402 X2. Kecerdasan

spiritual (X2) secara langsung berpengaruh signifikan secara positif

terhadap nilai mata pelajaran Aqidah Akhlak sebesar 0,402 dan

nilai rapor mata pelajaran Aqidah Akhlak dipengaruhi oleh faktor

kecerdasan spiritual (X 2) sebesar 67,1%.

3. Terdapat pengaruh yang signifikan variabel kecerdasan emosional dan

kecerdasan spiritual terhadap prestasi belajar siswa. Persamaan regresi

berganda yang diperoleh adalah Y

129

= 18,009 + 0,317X 1 + 0,267 X 2 .

Kecerdasan emosional (X1) secara langsung berpengaruh signifikan

secara positif terhadap nilai rapor mata pelajaran Aqidah Akhlak

sebesar

0,317

dan

kecerdasan

spiritual

(X2)

secara

langsung

berpengaruh signifikan secara positif terhadap nilai dan kecerdasan spiritual (X2) sebesar 79,8%. ini selanjutnya
berpengaruh
signifikan
secara
positif
terhadap
nilai
dan kecerdasan spiritual (X2) sebesar 79,8%.
ini selanjutnya diajukan saran-saran sebagai berikut:
1.
Hasil
penilitian
ini
diharapkan
menjadi
bahan

rapor

mata

pelajaran Aqidah Akhlak sebesar 0,627 dan nilai rapor mata pelajaran

Aqidah Akhlak dipengaruhi oleh faktor kecerdasan emosional (X1)

B. Saran

Bedasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan dalam pemenelitian

informasi

bagi

Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur dan kepala Madrasah

Aliyah dalam rangka Untuk mengembangkan dan mengoptimalkan

kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang berperan dalam

keberhasilan siswa baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya,

maka disarankan kepada pihak sekolah terutama guru-guru pengajar

agar memasukkan unsur-unsur kecerdasan emosional dan kecerdasan

spiritual dalam menyampaikan materi serta melibatkan emosi siswa

2.

dalam proses pembelajaran.

Bagi

para

peneliti

untuk

penelitian

selanjutnya,

sebaiknya

di

dalam

pengambilan data tentang prestasi belajar menggunakan seluruh mata

pelajaran sehingga hasil yang didapat merupakan prestasi belajar secara

komprehensif. Selain itu,

130

variabel yang digunakan bisa diperbanyak

dengan menggunakan variabel kecerdasan-kecerdasan yang lain selain

kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

3.

Sampel pada penelitian ini hanya memfokuskan pada seluruh kelas XI

Madrasah Aliyah dari tujuh sekolah, dengan jumlah responden 205 orang,

tersebut.
tersebut.

serta hanya memfokuskan pada satu mata pelajaran yaitu Aqidah Akhlak.

untuk penelitian selanjutnya sebaiknya mengambil lebih dari satu mata

pelajaran sehingga dapat dilakukan perbandingan antara matapelajaran

 

131

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ahmad Mudzakir, Psikologi Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 1997.

 

Ahamad

Tafsir,

Strategi

Meningkatkan

Mutu

Pendidikan

Agama

Islam

di

Sekolah, Bandung: Maestro, 2008.

Rineka Cipta, 2006. , Nggermanto, Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum): Arga, 2006. , Mizan, 2002. Yayasan
Rineka Cipta, 2006.
,
Nggermanto,
Quantum
Quotient
(Kecerdasan
Quantum):
Arga, 2006.
,
Mizan, 2002.
Yayasan Penyelenggara Penenerjemah Al-Qur’an, 1971.
Pendidikan
dan
Kebudayaan,
Kamus
Besar
Jakarta: Balai Pustaka, 1999.

Bahasa

Arikanto, Suharsemi, Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta:

Agus

Prosedur Penelitian: satuan pendekatan praktik, cet-ke 15, Jakarta: Rineka Cipta, 2013.

Cara

Cepat

Melejitkan IQ, EQ, dan SQ secara Harmonis, Bandung: Nuansa, 2001.

Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power, Jakarta:

Rahasiah Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan

Spiritual, ESQ, Berdasarkan 6 Ruku Iman dan 5 Rukun Islam , cet. Ke-III, Jakarta: Arga, 2001.

Danah Zohar dan Ian Marshall, SQ Memanfaatkan Kecerdasan Spritual Dalam Berpikir Integralistik dan Holistik Untuk Memaknai Kehidupan, Bandung:

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Jakarta:

Indonesia,

Departemen

Djaali & Puji Mulyono, Grasindo, 2008.

Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan, Jakarta: PT

Dimyati Hartono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

Goleman, Daniel, Kecerdasan Emosional, (terj. T. Hemaya), Pustaka Utama, 1997.

Jakarta: Gramadia

Hadis Riwayat

Imam Muslim, Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaiq bab al-Mu’min

Amruhu Kuluhu Lhu Khair, hadis nomor: 5318

 

132

Hill, Napoleon, 17 Principles Reach for Star Perfomance. (Terj.

Nurretno, 17

Prinsip menggapia Prestasi Gemilang, Bandung: Multi Media, 1995.

tanggal 19 November 2014.

di

akses

pada

Luluk Ifadah, Nilai-Nilai Emotional Spritual Quotient (ESQ) Dalam Pembelajaran PAI (Studi Kasus di Organisasi Rohis SMP N 1 Bansari Temanggung), Tesis (Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2010.

Kasiram, Metodologi Penelitian Kualitatif-Kuantitatif, Malang Press, 2008. 2005. & Fidelis E. Waruwu, Mendidik
Kasiram,
Metodologi
Penelitian
Kualitatif-Kuantitatif,
Malang Press, 2008.
2005.
& Fidelis E. Waruwu, Mendidik Kecerdasan,
Jakarta: Pustaka Populer Obor, 2003.
Syah,
Psikologi
Pendidikan
denganPendekatan
Baru
Remaja Rosdakarya, 2008.

Marsa Sinetar, Spiritual Intelegence; Kecerdasan Spiritual, Alih bahasa Soesanto Boedidarmo, Jakarta: PT Elek media Komputindo, 2001.

Mas Udik Abdullah, Meledakkan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal, cet. Ke-1, Jakarta: Zikrul Hakim, 2005.

Moh.

UIN

Malang:

Moleong, Lexy J Metode Penelitian Kualitatif, Bandung PT. Remaja Rosdakarya,

cet. Ke-1,

(Bandung:

Monty P. Satiadarma

Muhibbin

Mujahidatul Islam, Pola Pengembangan Kecerdasan Emosi di Pesantren (studi di Pesantren ar-Raudatl ‘Ilmiyyah Kertosono Nnganjuk), Tesis, Yogyakarta:

Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2003.

Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Remaja Rosdakarnya, 2004.

Nancy Simanjuntak, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Bina Ilmu, 1986.

Nurdi, Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Penyesuaian Sosial Siswa di Sekolah (Artikel. Asministrasi Pendidikan Vol. IX no. April 2009.

Purwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pusataka, 1978.

Ramaliman, “Pengaruh Keceradasan Emonsional, Kecerdasan Spritual, dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa” dalam www.ramaliman76.blogspot.com, diakses tanggal 30 September 2014.

133

Riduwan, dkk, Cara Mudah Belajar SPSS 17.0 dan Aplikasi Statistik Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2011.

Rofiq. A, Pemberdayaan Pesantren, Yogyakarta: PT LKS Pelangi Aksara, 2005.

Rridwan, Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian, Bandung: Alfabeta,

2008.

Rineka Cipta, 2003. 2002. Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak dan
Rineka Cipta, 2003.
2002.
Yusuf
LN,
Psikologi
Perkembangan
Anak
dan

Remaja,

Saifuddin Azwar, Tes Prestasi; Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Prestasi Belajar, cet. Ke-12, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.

Shapiro, Lawrence E., Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak, (Terj. Alex Tri Kantjono), Jakarta: Gramadia Pusataka Utama, 1997.

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya, cet. Ke-4, Jakarta:

Soemanto, Wasty, Psikologi Pendidikan, Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, cet. Ke-3, Jakarta: Rineka Cipta, 1990.

Stein,Steven J., dan Howard E. Book, Ledakan EQ; 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emotional Meraih Sukses, (terj. Trinada Rainy Januarsari dan Yudhi Murtanto), Bandung: Kaifa, 2002.

Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Cet-Ke 21, Bandung: Alfabet, 2012.

Sukidi, Rahasia Sukses Hidup Bahagia,

Jakarta: Gramedia Pustaka Utaman,

Sunaryo, Evaluasi Hasil Belajar, Jakarta: Depdikbud, 1983.

Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya: Usaha Nasional, 1994.

Bandung:

Syamsu

Rosdakarya, 2001.

Toto Asmara, Kecerdasan Ruhaniyah (Trancendental Intelligence) Membentuk Kepribadian yang Bertanggung Jawab, Profesional dan Berakhlak, Jakarta: Gema Insani Press, 2001.

Ulfah Rahmawati, Pengembangan Kecerdasan Spritual Santri (Studi Terhadap Kegiatan Keagamaan di Rumah Tahfidzqu Deresan Putri Yogyakarta), Tesis, Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga, 2013.

134

Undang-Undang SISDIKNAS (Sisitem Pendidikan Nasional) 2003, Jakarta: Sinar Grafika. 2003.

Worth, Wood Psychology, New York, Horny Company, 1957.

Yahya Jaya, Spiritualisasi Islam: dalam Menumbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan Mental, Jakarta: Ruhama, 1994.

Yahya Jaya, Spiritualisasi Islam: dalam Menumbuhkembangkan Kepribadian dan Kesehatan Mental, Jakarta: Ruhama, 1994.

135

INSTRUMEN PENELITIAN PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH DI KECAMATAN SURALAGA KAB. LOMBOK TIMUR NTB

Daftar berikut berkaitan dengan identitas responden

1. Nama

:

2. Kelas/No Absen : 3. Jurusan : …………………………………… 4. Asal Madrasah :
2. Kelas/No Absen
:
3. Jurusan
: ……………………………………
4. Asal Madrasah
: ……………………………………
PETUNJUK PENGISIAN
Anda diminta memberikan pendapat atas pernyataan di bawah ini, dengan
cara memberikan tanda check (√) pada baris yang telah disediakan, dan setiap
alternatif jawaban tidak mewujudkan salah atau benar.
Kami sangat menghargai waktu yang anda gunakan untuk mengisi
instrumen ini secara jujur, dan kerahasiaan identitas anda akan kami jaga sesuai
dengan
etika penelitian.
PERTANYAAN
SS
: Jika pertanyaan tersebut SANGAT SESUAI dengan diri anda.
S
: Jika pertanyaan tersebut SESUAI dengan diri anda.
TS
: Jika pertanyaan tersebut TIDAK SESUAI dengan diri anda.
STS
: Jika pertanyaan tersebut SANGAT TIDAK SESUAI dengan diri anda.
A.
KECERDASAN EMOSIONAL
No
Pernyataan
SS
S
TS
STS
1. (2)
Saya tetap belajar meskipun tidak ada ulangan
2. (3)
Saya tetap berusaha meraih 10 besar terbaik di setiap
ulangan semester
3. (4)
Saya bersedia dengan senang hati mendengarkan keluh
kesah teman saya
4. (6)
Saya merasa tidak perduli, kalau dimarahi orang tua
5. (7)
Saya sering terlambat datang ke sekolah
6. (8)
Saya tidak mempunyai target dalam belajar
7. (10)
Saya tidak di senangi oleh teman sekolah saya
8. (13)
Saya tetap berusaha terus belajar untuk menyaingi teman-
teman saya di sekolah
9. (14)
Saya menghormati pendapat orang lain
10. (15)
Saya selalu meyapa guru bila bertemu dengan mereka
bahakan berjabat tangan
11. (17)
Saya merasa ejekan teman kepada saya perlu dibalas

136

12. (18) Saya enggan mengikuti ekstrakulikuler di luar sekolah 13. (20) Saya merasa senang melihat
12.
(18)
Saya enggan mengikuti ekstrakulikuler di luar sekolah
13.
(20)
Saya merasa senang melihat teman yang tidak saya sukai
itu sedih
14.
(21)
Saya tahu betul bahwa perasaan malu bertanya dapat
membuat saya kesulitan dalam memahami pelajaran
15.
(29)
Saya tidak merasa perhatin ketika melihat bencana di TV
16.
(30)
Bila memasuki lingkungan sekolah baru, saya merasa
harus memakai sepatu dan tas baru juga
17.
(31)
Saya menyadari bila keinginan saya tidak terpenuhi
18.
(32)
Disaat guru menjelaskan pelajaran di kelas saya selalu
berkonsentrasi
19.
(36)
Saya tidak merasa kawatir bila saya tidak belajar untuk
ulangan semester
20.
(37)
Jika orang tua mengecewakan saya, saya akan mengurung
diri dalam kamar dan melakukan aksi diam
21.
(38)
Saya belajar hanya ada ulangan semester
22.
(42)
Saya tidak sudi megikuti ajakan teman saya untuk bolos
sekolah
23.
(43)
Saya bersungguh-sungguh mencapai target belajar yang
sudah saya rencanakan
24.
(47)
Disaat saya sedang marah, saya biasanya membanting
barang-barang di sekitar saya
25.
(48)
Saya tidak mempunyai cita-cita untuk masa depan saya
26.
(50)
Saya bersikap tidak perduli bila mendengar pengumuman
gotong-royong membersihkan lingkungan di sekitar saya
27.
(53)
Saya tahu betul kekurangan saya di sekolah dan berusah
mengimbanginya dengan belajar lebih giat
28.
(58)
Saya enggan membantu orang tua karena sibuk dengan
urusan sendiri
29.
(59)
Saya merasa rishi mendengar keluh kesah teman saya
30.
(60)
Saya malas membantu teman saya yang sedang dalam
kesusahan
B.
Kecerdasan Spiritual
No
Pernyataan
SS
S
TS
STS
1.
(4)
Saya tahu tujuan saya sekolah
2.
(5)
Saya memiliki sifat enggang untuk menyakiti orang lain
3.
(6)
Saya tidak memperdulikan nasehat orang tua saya
4.
(7)
Saya merasa tidak pernah mampu menyelesaikan masalah
yang saya hadapi
5.
(8)
Saya selalu mengeluh atas ketidak berhasilan saya dalam
mengerjakan suatu hal
6.
(9)
Saya tidak mengetahui apa tujuan saya sekolah

137

7. (10) Saya tidak merasa bersalah, kalau menyakiti orang lain 8. (13) Saya menyadari bahwa
7. (10)
Saya tidak merasa bersalah, kalau menyakiti orang lain
8. (13)
Saya menyadari bahwa suatu kesabaran itu sangat penting
9. (16)
Saya marah ketika teman saya tidak mendengarkan nasehat
saya
10. (18)
Saya lebih senang menilai orang lain dari pada menilai diri
sendiri
11. (19)
Saya lebih senang mengerjakan hal-hal yang tidak baik
12. (20)
Saya tidak merasa bersalah, melakukan hal-hal yang
membuat orang lain jengkel
13. (21)
Saya dengan mudah berkenalan dengan teman kelas saya
disaat baru pertama kali masuk sekolah
14. (22)
Saya mampu mengambil hikmah dari setiap masalah yang
saya hadapi
15. (23)
Saya mampu menilai diri saya sendiri sebelum menilai
orang lain
16. (24)
Saya membuat target, bahwa hari ini lebih baik
dibandingkan hari kemarin
17. (26)
Saya enggan berkenalan dengan teman kelas saya disaat
baru pertama kali masuk sekolah
18. (27)
Saya tidak mampu mengambil hikmah di balik setiap
masalah yang saya derita
19. (28)
Saya tidak pernah merasa sabaran ketika di timpa suatu
penyakit
20. (29)
Saya tidak mempunyai target untuk lebih baik dari hari
kemarin
21. (30)
Saya tidak pernah membantu teman sekolah saya
22. (32)
Saya sadar betul, bahwa setiap orang beriman pasti
mendapat ujian dari Tuhan
23. (33)
Saya menerima dengan lapang dada ketika di timpa
penyakit
24. (36)
Saya sulit beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang
baru saya tempati
25. (37)
Saya tidak menyadari bahwa setiap orang beriman
mendapat ujian dari tuhan
26. (40)
Setiap guru menjelaskan, saya biasanya asyik ngobrol
bersama teman saya
27. (41)
Saya cepat akrab dengan teman baru saya
28. (42)
Saya mampu menerima ujian yang saya hadapi
29. (43)
Saya selalu bersyukuk terhadap apa yang saya miliki saat
ini
30. (44)
Saya sadar betul, ibadah itu adalah perintah Tuhan
31. (46)
Saya tidak sudi akrab dengan teman baru
32. (48)
Saya merasa Tuhan tidak senang kepada saya, ketika saya
ditimpa penyakit
33. (49)
Saya tidak menyadari bahwa ibadah itu perintah Tuhan

138

34. (50) Saya tidak pernah mau membersihkan kelas saya, meskipun sudah di jadwalkan 35. (53)
34. (50)